Thank You [Part 2]

Thank You (Part 2)

Assalamualaikum…
Annyeong readers.. author kembali lagi dengan ThankYou (Part2)
Happy Reading yah! Hope you like it!
Please, No SILENT READERS!!😀
Sekian, Gomawo.
Akhir kata, Wassalamualaikum Wr.Wb

  1. Judul: Thank You (Part 2)
  2. Author: Noviyanti Indahsari
  3. Gendre: Romance, Friendship
  4. Cast:
  • ! Leeteuk / Park Jungsoo
  • ! Kim Taeyeon
  • ! Cho Kyuhyun
  • ! Seohyun
  • ! Kim JongWoon

“Apakah tidak ada cara lain?” Tanya leeteuk.

“Tentu saja ada masih ada Kakak Kyuhyun yang mungkin mau merawatnya. Masih ada sepupu yang mungkin mau merawatnya.”

“Ah syukurlah. Mungkin itu lebih baik” kata leeteuk agak lega. Taeyoen hanya memandangi leeteuk.

“Bagaimana kalau salah satu dari kami saja yang merawatnya? Misalkan hanya aku yang merawatnya.” Tanya Taeyoen.

“Hm… tentu bisa. Jadi, aku hanya akan menyiapkan persidangan untuk hak asuh sementara, itu saja. Dan untuk tempat tinggal kalian aku sarankan kalian berdua untuk tinggal disini bersama. Demi Woohyun” kata pengacara itu menegaskan.

“Yang bernar saja! Kau ingin kami tinggal bersama dirumah ini?” Tanya taeyoen.

“Kami bahkan tidak saling cocok.” Kata Leeteuk. “Mana mungkin aku bisa tinggal dengan Yeoja manja, jahat, judes, aneh, jorok, tukang maksa, egois,  ” kata leeteuk. Tetapi omongannya tepotong oleh taeyoen yang langsung menyuruhnya berhenti bicara.

“Stop! Kau tidak perlu menyebutkan semuanya!” kata taeyon.

“Sudah… sudah… ini kan hanya untuk sementara. Mugkin hanya untuk satu dua bulanan. Dan mungkin kakak dari saudara Kyuhyun mau mengambil hak asuh ini. Hanya sementara saja.”

“Oke. Demi woohyun akan kulakuan” kata taeyeon yakin. Jawaban taeyoen membuat Leeteuk kaget. Tapi leeteuk hanya menganggukan kepalanya saja.

Mereka pun menandatangani kertas hak asuh sementara mereka.

“Yasudah, Ms.Taeyon kau bisa menitipkan Woohyun padaku dulu.” Sang pengacara itu meminta Woohyun dari gendongan Taeyeon. Teyeon memberikan Woohyun kepada pengacara itu.

“Saya akan tetap disini hingga nanti malam. Saya akan menjaga Woohyun. Sekarang kalian boleh pulang dan berkemas dulu untuk pindah kesini.” Kata pengacara itu. Taeyeon dan Leeteuk hanya mengangguk.

Malam harinya.

“Ini anakmu. Maaf yah Taeyeon saya buru-buru saya harus pergi dulu. Selamat tinggal” kata pengacara itu pada taeyeon.

“Iya silahkan. Terimakasih sudah menjaganya.” Kata taeyeon ramah.

“Kalau ada apa-apa kau dapat menghubungiku. Aku menaruh kartu namaku diatas kulkas.” Kata pengacara itu. Taeyon mengangguk. Pengacara itu pun pergi.

Taeyeon yang tengah menggendong Woohyun pun segera masuk kedalam rumah.

Tet teret tet. Tet tet tet. Tet teret tet. Tet. Tet. Tet.

Handphone taeyeon berbunyi. Dia melihat nama yang mucul dihapenya. Ternyata itu dari Tiffany. Taeyeon pun mengangkatnya.

“Halo Tiffany? ya ada apa?”

“aku dengar kau sekarang tinggal bersama Leeteuk oppa yah? hihi”

“YA! Tau dari mana?”

“Kata Siwon Oppa sih begitu! Bener gak?”

“Iya. Masak Seohyun nulisin nama aku dan Leeteuk oppa disurat wasiatnya.”

“Hihi.. itu derita kamu onnie. Nikmati saja hari harimu dengan leeteuk oppa. Yasudah yah bye.”

“Eh. Eh jangan ditutup” tapi sayang tiffany sudah menutup teleponnya.

“Sayang, kamu sudah makan belum, pasti kamu lapar deh. Aku buatin makanan yah.” Kata Taeyeon kepada woohyun. Tapi ketika Taeyeon hendak berangkat ke dapur, terdengar suara mobil membunyikan belnya. Tin…. Tin…. “Buka pintunya!!” seorang namja berteriak dari arah luar. Taeyeonpun mengintip dari jendela. “HA!! Itukan mobil Leeteuk oppa. Ngapain dia kesini.” Teyeonpun segera ke gerbang depan dan membuka gerbangnya.

“Kok lama sekali sih bukanya? Bawakan koper aku! sini biar kugendong Woohyun” Leeteuk meminta Taeyeon untuk menyerahkan Woohyun. Tetapi jelas saja Taeyeon menolak.

“Tidak mau. Enak saja kau menyuruh-nyuruh aku. Bawa aja sendiri! Wek !” jawab taeyeon nakal dengan menjulurkan lidahnya.

“Kau ini kenapa? Kau dendam padaku? Kau marah padaku?” Tanya leeteuk.

“Kau sendiri datang-datang marah marah. Jelas aku ikut marah dong. Kau sendiri kenapa kesini? ” Teriak taeyeon.

“Hey, kau lupa yah! Aku kesini kan untuk Woohyun. Kau tahu kan kalau aku appa sementaranya Woohyun.” Bentak Leeteuk. Taeyeon melotot kea rah leeteuk. Membuat Woohyun takut dan akhirnya….

“Huaaa… Huaaa…. Huaa…” Woohyun menangis dengan kencang.

“Ah kau kenapa Woo… kau tidak apa kan? Apakah kau kaget dengan suara appa?” Tanya taeyeon sambul mengelus-elus kepala Woohyun.

“Aduh Woo. Kau kenapa Woo? Eomma memang menakutkan. Jadi kamu harus mulai terbiasa yah. Kamu jangan nangis dong nanti appa ikut sedih.” kata leeteuk sambil mengusap air mata yang berjatuhan di pipi Woohyun.

“YA! Kau bilang aku apa? Menakutkan? Kau menantangkku yah Park Jungso!” teriak Taeyeon

“iya memang kamu menakutkan kan? Sudah-sudah aku capek.”  Leeteukpun mengambil Woohyun dari tangan Taeyeon. Leeteukpun masuk rumah. Dan Taeyeon mengikuti dibelakangnya.

 

Di dapur rumah keluarga Cho

“Woo. Kau mau makan apa? Aku buatkan sesuatu yah?” Leeteuk mendudukan Woohyun dikursi makan yang berada di ruang makan.

“Umm… apa yah?” leeteuk membuka-buka lemari dan kulkas dirumah keluarga Cho itu. Tapi dia tidak menemukan apapun.

“Kau cari apa? Makanan buat Woo yah? Biar aku yang buatkan.” Tawar Taeyeon.

“Yasudah! Lagian kamu kan eommanya, masak aku yang buat sih!” leeteukpun pergi meninggalkan taeyeon. Taeyeon hanya bisa memandang Leeteuk dengan tatapan kesal.

Tak lama setelah itu. Taeyeon kembali dengan semangkuk kecil bubur yang ia buat sendiri. Warna buburnya hijau. Presentasi dari buburnya sangat jelek. Bahkan buburnya itu telihat seperti poop.

“Ayo Woo.. kita makan.” Kata taeyeon. Taeyonpun menyuapi Woohyun. Tapi Woo menolak makanan yang ia buatkan.  Dan memutahkannya.

“Kenapa kau memutahkannya sih woo? Ini kan enak?” kata taeyeon. Taeyeon memaksa woo untuk memakannya tetapi lagi lagi woohyun menolak. Leeteuk yang turun dari lantai dua melihat kejadian ini dan langsung datang ke Taeyeon

“YA! Jangan dipaksa.” Kata leeteuk lalu membanting mangkuk yang ada di tangan taeyeon.

“Ya!!! Kenapa kau membantingnya? Kau sungguh berlebihan!” bentak Taeyeon. Tapi Leeteuk mengabaikannya. Leeteuk menggendong Woo dan menepuk-nepuk pantat Woohyun, agar dia diam.

“Kau ada makanan lain tidak? Itu makanan seperti pup tahu gak?” kata leeteuk meledek.

“Tidak kok. Ini enak aku mencari resepnya di Internet” kata taeyeon.

“Aduh kau ini bagaimana? Ya sudah woo. Kita minum susu saja yah?” kata leeteuk. Leeteukpun pergi ke dapur dan mecari susu formula.

“Ya taeyeon! Kau tahu dimana seohyun menaruh susu formulanya?” Tanya leeteuk.

“Woohyun tidak pernah minum susu formula. Seohyun selalu memberinya ASI.” Kata Taeyeon.

“Yasudah kamu beri dia ASI saja! Nih!” leeteuk menyerahkan Woohyun yang sedang menangis.

“Aduh mana bisa. Kau saja yang memberinya ASI. Kau kan appanya.” Taeyeon balik menyerahkan Woohyun ke Leeteuk kembali.

“Aduh kau ini tidak punya otak yah? Mana bisa aku nyusuin dia! Aku kan cowok.” Kata leeteuk. Taeyeon hanya terdiam.

“Yasudah. Aku beli susu formula dulu. Kau jaga Woo.” Kata leeteuk.

“Malam-malam gini?” Tanya Taeyeon.

“Tentu saja. Kau tidak kasihan melihat Woo nangis terus. Yasudah aku berangkat.” Kata leeteuk.

Leeteukpun berangkat ke SuperMarket yang berada di dekat pekarangan mereka.

___________________

Tak lama kemudian Leeteuk kembali dari supermarket. Dia membawa Susu Formula untuk woohyun.

“Haha. Kau dari mana?” Tanya taeyeon

“Dari supermarket lah kau kira?” kata leeteuk.

“Kau seperti ninja tahu gak. Kaca mata hitam. Jaket hitam. Topi hitam. hahaha” ledek taeyeon.

“Ya! Aku kan artis kau mau aku dikejar-kejar fans-fansku di supermarket?” kata Leeteuk.

“Hahaha iya sih tapi kau juga jangan berlebihan!” kata taeyeon.

“Sudah-sudah! Mana Woo. Ini aku sudah beli susu Formulanya” kata Leeteuk.

“Dia sudah dikamarnya tertidur pulas.” Kata taeyeon.

“Oh bagus deh!” leeteuk membanting tubuhnya di sofa. Dia duduk tepat disebelah taeyeon.

“Anak yang malang. Kasihan woo.” kata leeteuk.

“Iya dia masih sangat kecil aku jadi kasihan. Dia bahkan belum belajar berjalan dan berbicara.” Kata taeyeon.

“Kau tahu tidak? Aku sangat bingung dengan apa yang dilakukan Kyu. Dia tahu aku sangat sayang pada Woo. dan tapi apakah tidak terlalu berlebihan jika dia mewariskan anaknya padaku. Apakah dia tidak bisa mewarisiku sesuatu yang lebih baik. Rumah, mutiara, uang, apapun aku teima. Tapi mengapa dia memberik seorang anak? Apakah dia tidak berpikir dulu.” kata leeteuk.

“aku juga tidak tahu kenapa Seohyun memberikan hak asuhnya padaku. Dan aku juga lebih bingung kenapa dia menuliskan namaku dan namamu? Dasar Seohyun! Dia tidak tahu apa kalau aku tersiksa harus tinggal denganmu!” kata Taeyeon.

“YA! Yasudah ini kan hanya sementara. Kita harus mencoba untuk menjadi orang tua yang baik. ” kata leeteuk, Taeyon hanya terdiam.

“Oh yasudah! Kau tidak tidur? Kau tidur di kamar tamu yang ada di atas, aku akan tidur disofa ruang tamu. Kau tidur Sana!” perintah leeteuk.

“Kau tidur disini? Kenapa tidak tidur dikamar kyuhyun dan seohyun saja?” Tanya taeyeon

“Tidak mau! Aku nanti jadi sedih tahu kalau kebayang-bayang mereka.” Kata leeteuk.

“Oh yasudah kau tidur sama aku saja , oppa” taeyeon menarik tangan Leeteuk.

“Aish… jangan pegang-pegang aku. Yasudah ayok haha” kata leeteuk dan kemudian menarik tangan Taeyeon.

“Ya! Kau ini gila ya! maunya! Aku hanya bercanda wek.. kau tidur diruang tamu saja.” Taeyeon melepaskan genggaman tangan leeteuk dan kemudian lari ke atas, kekamar tamu yang berada di lantai atas. Leeteuk hanya tersenyum malu.

Keesokan harinya.

“Park Jungsoo. Bangun dong sudah siang.” Kata taeyeon pada leeteuk.

Leeteuk pun bangun dan berusaha membuka matanya. Dia melihat taeyeon sedang berdiri dan mengendong anak bayi.

“Kau cantik sekali. siapa namamu?” kata leeteuk

“hahaha. Kau mabuk yah! Ayo bangun! Antarkan aku ke super market.” Kata taeyeon.

“tidak mau! Kau berangkat saja sendiri. Kau naik taksi saja!” Kata leeteuk.

“yasudah aku bawa Woo. Kau cepat bangun, mandi sana!” perintah Taeyeon.

“Iya.Iya. Nanti saja. Kau pergi dulu sana.” Taeyeonpun meninggalkan leeteuk sendirian dirumah. Taeyeon pergi ke super market.

DI supermarket

“Ini. InI. Ini. Ini. Sudah semua kurang apa yah? Oiya popok bayi.” Taeyeon sedang memeriksa semua daftar belanjaannya.

“Woo… kau biasanya pakek popok yang mana?” Tanya taeyeon pada Woohyun. Tapi woohyun hanya sibuk dengan jari kakinya yang dari tadi ia gigitin.

“Hmm… yang mana yah?” Taeyeonpun sibuk memilih-milih popok yang cocok untuk Woohyun. Saking sibuknya ia tidak sadar kalau keranjang belanjaannya tertukar dengan orang lain.

“Woo… bagaimana kalau yang…..” Taeyeon kaget karena dia tidak menemukan Woo yang tadinya ada di Kereta bayinya. “Woo… kau kemana woo? Woo.. yatuhan. Inikan bukan keranjang belanja aku. Aduh! Tamatlah riwayatku!” taeyeon mencari-cari disekitar mengelilingi mall tersebut hingga dia capai.

“Kau dimana Woo…” taeyeon yang hamper putus asa mencari Woohyun pun memutuskan untuk menelepon Leeteuk. “Halo leeteuk oppa? Apakah Woo ada dirumah?” Tanya taeyeon. “HA! Tidak bukanya dia tadi bersamamu? Kamu gila yah?” jawab leeteuk. “Aduh woo hilang oppa. Bagaimana ini?” kata taeyeon. Tiba-tiba taeyeon melihat sosok namja sedang menggendong Woohyun.
“Ah tidak jadi hilang kok. Tidak. Tidak jadi sudah ketemu.” Taeyeon menutup teleponyya. Taeyeon menghapiri anak laki-laki yang sedang menggendong Woohyun.

“Hey Kau mau mencuri anakku yah?” teriak taeyeon pada namja yang sedang menggendong woo itu. Lalu taeyeon merebut Woo dari tangan namja itu

“Hah? Ini anakmu yah? Maaf tadi aku menemukan dia di keranjang belanja aku. Keranjang kita mungkin ketuker.” Kata namja itu. Namja itu tampangnya seperti perampok dia memakai baju serba hitam dan hoodie yang menutupi rambutnya, dia juga memakai kacamata hitam. Taeyeon sama sekali tidak bisa melihat wajahnya sedikit pun.

“Kau kim taeyeon kan?” Tanya namja itu heran. Dia membuka kacamatanya. Taeyeonpun mengingat wajah siapa itu.

“Hah kau? yesung oppa? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya taeyon kaget.

“Ssst… jangan keras-keras. Aku tidak mau kita dikejar-kejar fans disini.”

Taeyeon dan Yesungpun memutuskan untuk pergi dari Mall itu. Mereka berdua pergi ke sebuah kedai kopi yang berada tepet didepan Mall.

“Jadi, kau berbelanja untuk anakmu. Hm… seingatku kau belum punya suami kan? Apa…?” kata Yesung yang kemudian dipotong Taeyeon.

“Ahni… ini bukan anak kandungku, oppa. Apakah leeteuk oppa tidak memberitahumu kalau aku yang akan merawat anak ini. Ini adalah anak Seohyun dan Kyuhyun. Sejak kepergiannya kemarin kami lah yang ditugaskan untuk mengasuhnya.” Cerita taeyeon.

“Kami?” yesung bertanya.

“Ah iya maksudku aku dan Leeteuk oppa. Kami yang ditugaskan sebagai orang tua asuh sementara.” Jawab taeyeon dengan tersenyum.

“Oh dia lucu sekali yah. Leeteuk hyung bilang kalau dia tidak akan tinggal di Dorm sementara waktu ini. Tapi dia tidak bercerita tentang masalah ini.” Yesung bermain main dengan Woohyun yang sekarang telah berpindah ke pangkuan Yesung.

“Iya oppa dia sangat lucu, ini alasan mengapa aku rela tinggal dengan namja cerewet itu.” Kata taeyeon.

“Cerewet? Yang kau maksud cerewet itu leeteuk kah?” Tanya Yesung.

“Dia memang agak ketus kalau dia sedang deket dengan cewek yang dia suka. Kamu mungkin akan rada gondok awalnya ketika bertemu sama dia. Tapi yah lama-lama kau akan terbiasa. DIa mungkin suka tuh sama kamu.” Cerita Yesung.

“Ahaha.. itu tidak mungkin oppa.” Taeyeon tersenyum menahan tawa.

“Aku serius lihat saja nanti.” Kata Yesung.

“Lihat apanya oppa?” Tanya taeyeon.

“Gini sini aku bisikin.” Jawab Yesung. Setelah beberapa lama…

“Hah? Jadi seperti itu?” kata taeyeon kaget.

To Be Continue

20 thoughts on “Thank You [Part 2]

  1. Aigoo…
    gravatarnya itu?? Aku pengen teriak trus bawaannya…
    Unyuuu banget mulut mereka yg lagi monyong-monyong…
    Emank minta di kissue…*komen ga nymbung sama FF…

  2. Hmmm…seokyu beneran meninggal apa g sih?kyk taktik doang bwt jodohin taeteuk ja….hny kecurigaan saja….hhhh
    Tp berharap sih gitu…hehehe
    Gomawo chingu d tg next partnya….

  3. Wah penasaraan.., apa ya yang dibisikin ma yesung oppa..,
    Oppa.., jangan terlalu deket ma tae eonnie.., nanti leeteuk cemburu loh.., hehehehe

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s