[Oneshoot] Lollipop

LoLlIpOp

 

 



CARACTHERS:

Kwon Yuri: sifatnya ga tau malu, polos, jujur, baik, pemarah dan cengeng, wajahnya ga usah ditanya. Pastinya cuantik. Cukup pintar dan gampang ditipu. Banyak fansnya dimana-mana baik namja maupun yeoja.

 

Kim Jong Woon: namja cakep yg rada bego. Orangnya cuek pemarah dan ga suka diganggu. Dia sering di panggil Yesung. Dan idola guru kalau soal nyanyi.

Choi Minho: namja cakep nan licik. Mata duitan dan sok cool. Gayanya lumayan fansnya lumayan.

           

Choi Sooyoung: sahabat Yuri yg super shiksin dan blak-blakan. Begitu liat makanan matanya ga bisa kaburlah. Tapi dia anak yg peduli dan sangat emosian. Cewek dengan tinggi bagus tapi ga bisa olahraga.

Han Kyung: namjachingu Sooyoung yg setia. Sahabat Yesung yg jago nge-dance juga bela diri. Percuma tapinya toh ga bakal ngelindungin Sooyoung yg berwatak preman.

 Mr.Kwon&Mrs.Kwon: orangtua Yuri yg overprotective dan penyayang, Bijak dan sana.

Kim Ryeo Ya: author manis dan lugu yg siap memberikan cerita yg indah dan nyaman dibaca(wuuek) oleh readers, authornya juga nyaman diliat… ampe mau muntah tapinya *abaikan

Seoul, Korea Selatan, 1999                                     

“huaa.. kembalikan.. hiks..hiks.. kembalikan lollipopku… hei..hiks.. kembalikan…” isak seorang gadis kecil sambil mengejar 2 namja cilik yg mengambil lollipopnya.

“ga akan week…” dua namja cilik itu terus berlari bahkan menjulurkan lidah mereka tanda mengejek.

‘uu.. kenapa sih semua namja kecuali appa itu jahat! Aku benci namja!’ batin gadis kecil itu sambil terus mengejar.

“BERHENTII!!!” teriak seorang namja dari belakang. Gadis kecil dan 2 namja cilik itu menoleh.

“dasar payah! Masa’ cari perhatian anak perempuan dengan mengambil barangnya sih?!” marah namja itu. 2 namja cilik tadi langsung terkejut dan melempar lollipop milik gadis kecil itu. “si..siapa juga yg nyari perhatian. Yeoja cengeng kaya’ gitu!” 2 namja cilik tersebut langsung berlari meninggalkan gadis kecil dan namja itu. Namja itu segera mengambil lollipop yg tergeletak di tanah dan membersihkannya sesudahnya dia memberikan lollipop itu pada gadis kecil yg kini tertegun.

“ini permenmu.” Kata namja itu. ‘siapa namja ini. Tampan sekali. Dan sepertinya umurnya sama denganku.’ Batin si gadis kecil. “ah, kamsahamnida…” kata gadis kecil itu sambil membungkuk.

“ne, cheonma. Lain kali jaga barangmu ya. Sampai jumpa.” Namja tersebut langsung meninggalkan si gadis kecil namun tangannya segera ditarik oleh si gadis kecil itu.

‘wah.. tangannya hangat sekali..’ batin si gadis kecil ketika merasakan kehangatan tangan si namja.

“a.anu.. ini. Tolong simpanlah. Aku  harap kita bisa bertemu lagi.” Kata si gadis kecil sambil menyerahkan lolliponya. “ini tidak akan basi. Ini bukan permen tapi cuma miniatur. Toh bentuknya kecil. Ini juga akan jadi tanda agar aku bisa menemukanmu nanti. Lalu kau akan menjadi pewaris keluarga KWON bersamaku.” Jelas gadis itu. “mm.. baiklah.” Namja itu tidak begitu mengerti dan hanya menerima lollipop pemberian si gadis.

“YULLIE!!!!” panggil seseorang dari jauh. “ah, aku harus pergi. Janji ya jangan membuang lollipop itu!! Simpan baik-baik sampai kita bertemu lagi oppa!!”

 

London, Inggris, 2011

“YULLIIIIIIIEEEEEE!!!!!!!!! Kemana Kau pergi swetyyyyyy!!!!!!!!” teriak seorang yeoja paruh baya begitu melihat kamar putrinya yg kosong.

“ada apa yeobo??” tanya suaminya yg tiba-tiba datang.

“yeobo.. Yullie tidak ada dikamarnya sejak tadi pagi. Aku sudah menyuruh pelayan untuk mencarinya di seluruh penjuru rumah tapi dia tetap tidak ada.” Lapor si istri.

“OMONA!! Kemana perginya anak itu!?” kesal suami sementara si istri menjelajah kamar putrinya.

“ah, YEOBO! Ada surat!!” teriak istri begitu melihat selembar kertas di atas meja di kamar putrinya.

Isinya:

            ‘appa, eomma, mianhae, aku sudah tidak tahan ingin mencari oppa. Lagipula eomma dan appa yg bilang lebih cepat aku menemukannya akan lebih baik. Makanya aku pergi ke Korea untuk mencari oppa. Aku akan segera kembali jadi jangan khawatir.

Salam sayang Yullie.’

Surat singkat yg membunuh.

“KYAAAA!!! Anak itu pergi sendirian yeobooo!!!!!” teriak si istri histeris. Memang suami istri keluarga ini sangat menyayangi putri mereka satu-satunya. Dan perlu kalian ketahui keluarga ini keluarga terkaya ke2 di London. Memang mereka dari Korea namun mereka memutuskan untuk menetap di London. Dan kabarnya mereka adalah keturunan dari Dick Whttington atau Sir Richard Whittington (ngarang)walikota London dan mereka di London untuk meneruskan usaha dari walikota London tersebut.

Dan di keluarga Dick tersebut telah di berikan turun temurun sebuah mianiatur lollipop dari kristal mahal. Konon kristal tersebut di berikan kepada pasangan sampai akhirnya memiliki keturunan lalu diberikan pada keturunan dan diberikan pada keturunan-keturunan selanjutnya.

Ibu dari keluarga ini adalah cucu buyut, buyut, buyut, buyut, buyut dari Dick Whittington. Dia menikah dengan Mr.Kwon yg orang Korea saat dia bersekolah di Korea. Lalu marganya pun berganti dari Dick jadi Kwon sehingga dia dipanggil Mrs.Kwon. dan anak mereka yg kini berumur 17 tahun adalah pewaris satu-satunya keluarga Kwon/Dick malah pergi ke Korea untuk mencari oppa yg dulu dia beri miniatur lollipop tersebut. Sekian riwayat keluarga Kwon ini. Kita kembali ke cerita.

“kita harus menyusulnya yeobo. Cepat suruh Maria (pelayan pribadi Mr. dan Mrs. Kwon) mengepak barangnya. Dan kita juga mengepak barang kita. Kita akan tinggal di Korea untuk sementara waktu.” Perintah Mr.Kwon bijak. Mrs.Kwon segera memanggil pelayan pribadinya dan mengepak barangnya dengan suaminya.

Setelah mengepak barang mereka pergi ke Korea dengan pesawat pribadi. Kebetulan rumah di Korea sudah ada tempat khusus landing buat pesawat.

Sementara itu di kelas XI-2 SM High School sedag kedatangan murid baru.

“perkenalkan dirimu.” Suruh wali kelas ragu sambil memperhatikan rok murid baru yg berenda-renda dengan panjang di atas lutut.

“anneyeong, Kwon Yuri imnida. Aku dari London.” Kata murid baru bernama Yuri itu singkat. Meskipun kelihatannya dari luar negeri bahasa Hangulnya lancar sekali. Semua mata memandang Yuri. Dan melihat keanehan baju dan kecantikan Yuri. Banyak yg terpikat padanya. Kecuali satu namja.

“kamsahamnida, Yuri-shi. Silahkan duduk di sebelah Jongwoon-shi.” Kata wali kelas sambil menunjuk bangku di sebelah namja tampan yg acuh tak acuh akan kedatangan Yuri.

Yuri segera menuju ke bangkunya dan duduk di sana.

“anneyeong, Jongwoon-shi.” Sapa Yuri sambil mengulurkan tangannya. “cih, jangan sok kenal.” Kata Jongwoon sambil membuang muka. ‘sombong!’ kesal Yuri dalam hati.

Jam istirahat.

Yuri duduk di bangkunya dengan bingung. 2 orang menghampirinya. Seorang namja dan seorang yeoja.

“anneyeong, Yul! Choi Sooyoung imnida! Panggil Soo saja.” kata si yeoja. “oh iya. Ini namjachinguku. Han Kyung.” Lanjut yeoja yg bernama Sooyoung itu.

“oh, anneyeong.” Balas Yuri. “bagaimana kalau kami mengantarmu keliling sekolah ini?” ajak Hankyung. “mm.. baiklah!” mereka pun berkeliling SM High School. Di tengah perjalanan Yuri bertanya. “umm.. namja disebelahku itu siapasih??”

“ouh.. itu sahabatku dan Soo. Dia kerap dipanggil Yesung. Kau juga panggil Yesung saja. dia memang agak sombong. Tapi sebetulnya dia baik kok. Dia jago nyanyi loh.” Jawab Hankyung.

‘ooh.. jago nyanyi. Jadi pingin dengar dia nyanyi. Dan aku juga harus bertemu dengan oppa.’ Batin Yuri.

Teng!Teng!Teng!

“hei, sudah bel masuk. Ayo nanti kita dimarahin Siwon Songsaenim.” Kata Sooyoung. Lalu mereka bertiga pun kembali ke kelas.

“mm…Yesung-shi, aku.. belum punya buku pelajaran bisakah kita memakainya berdua??” pinta Yuri pada Yesung. “siapa yg menyuruhmu memanggilku Yesung?! Dan aku tidak akan membagi bukuku pada orang yg tidak kukenal!” bentak Yesung tanpa perasaan. Yuri hanya memonyongkan bibirnya.

@rumah Yuri

“huuh! Yesung-shi itu sombong sekali yah! Kalau begitu aku akan mencoba mendekatinya! Dan.. kalau dipikir-pikir… seragam di SM High School itu…”

“selamat pagi Yesung oppa!!” sapa Yuri riang ketika memasuki kelasnya.

“berisik! Apaan ‘oppa-oppa!’” bentak Yesung.

“aah.. kau tetap dingin. Ngomong-ngomong aku sudah merubah design seragam disekolah ini loh. Karena kupikir seragamnya terlalu biasa…”

Tiba-tiba Sooyoung dan Hankyung masuk ke kelas dan Sooyoung memakai rok renda-renda seperti punya Yuri berwarna hitam polkadot putih diatas lutut. Kerahnya  model fril berwarna putih lalu bajunya berenda warna hitam. Sedangkan Hankyung bajunya sudah seperti pangeran. Kerahnya turtle neck. Celananya panjang dengan warna putih bajunya pokoknya seperti baju pangeran dengan warna putih juga. Silahkan bayangkan sendiri Sooyoung yg berwatak preman berpakaian layaknya putri raja dan Hankyung yg jago beladiri jadi kaya’ pangeran dari negeri antah berantah. Barulah Yesung sadar bahwa seluruh siswa di SM High School memakai seragam yg sama dengan Sooyoung dan Hankyung kecuali dia.

Yesung yg melihatnya langsung membelalakkan matanya dan “puph…WUAHAHAHAHAHA!!!!!!! BUAHAHAHHAHAHA!!!! GYAHAHAHAHAHA!!!!” dia tertawa terpingkal-pingkal.

“YA!! KIM JONG WOON!! JANGAN TERTAWA YA!!!” marah Sooyoung dan Hankyung.

Yesung langsung menggenggam tangan Yuri. ‘hem? Tangannya hangat seperti oppa. Mungkin kah dia..’ batin Yuri.

Yesung langsung bicara “hei, hahaha kau hebat sekali haha memikirkan design hahahaha tapi kalau hahaha aku harus memakai seperti itu wuahahaha kau akan mati! HUAAAAHAHAHAHAHA!!!!”ancam Yesung yg tak kuasa menahan tawanya.

“eh? Kenapa? Baju ini gratis kok.” Kata Yuri.

“huhahaha aku tau kau orang kaya tapi aku tidak mau pakai baju norak begitu!! KYAHAHAHAHA!!!!!” kata Yesung sambil terus tertawa dan meninggalkan mereka bertiga.

“KYAAA!!! Minho Oppaaa!!!” teriak semua gadis ketika seorang namja lewat di depan mereka.

“hm? Siapa dia??” tanya Yuri pada Sooyoung dan Hankyung.

“dia Choi Minho. Seperti yg kau lihat. Dia sok dan suka tebar pesona. Kalau dilihat-lihat dia tidak seganteng Kyung oppa kok.” Jawab Sooyoung.

“owh..”

Tiba-tiba namja bernama Choi Minho tersebut mendekati Yuri berjongkok ala pangeran sambil memegang tangan Yuri. “ooh.. princess. Akhirnya kita bertemu lagi.” Katanya lebai.

“mm.. apa kau kenal aku??” tanya Yuri bingung.

“hah?! Kau lupa padaku?! Aku adalah namja yg menolongmu ketika permenmu diambil oleh 2 namja jahat itu. Masa’ kau sudah lupa.” Kata Minho.

‘tapi.. tangannya dingin sekali. Berbeda dengan oppa.’ Batin Yuri ketika merasakan suhu tangan Minho.

“kau tak percaya? Ini buktinya.” Kata Minho sambil menunjukkan suatu benda yg sangat dikenal Yuri.  “mi..miniatur lollipop?!” kaget Yuri.

“ya benar. Kau pasti datang ke sini untuk mencari orang yg kau beri lollipop kan. Dan akulah orangnya.” Kata Minho.

“GEOTJIMAL!! Kau bukan orang yg kucari!!!!” teriak Yuri lalu meninggalkan semua siswa yg bingung disitu. Lalu Sooyoung dan Hankyung yg memakai baju kebesaran pun mengejar Yuri dengan susah payah apalagi Sooyoung yg ga terbiasa dengan baju renda-renda.

“YUUUL!!! TUNGGUUU!!!! Aku susah lari nih!!!!” teriak Sooyoung sambil terus mengejar Yuri.

Yuri berhenti berlari di taman belakang sekolah.

“hosh..hosh..hosh… ada apaan sih, Yul?? Kenapa kau langsung teriak terus lari begitu dia ngeluarin lollipop??” tanya Hankyung.

“sebetulnya..” Yuri pun menceritakan dari mengejar 2 namja yg ngambil lollipopnya sampai ketemu Yesung Sooyoung Hankyung dan Minho.

“ooh..jadi kau pikir Yesung itu namja yg kau beri lollipop dulu terus ternyata Minho yg nyimpan lollipop itu??”

“iya..” jawab Yuri lesu.

“hei, kurasa memang Yesung deh. Soalnya dulu dia pernah cerita kalau ada yeoja yg ngasih dia permen lollipop.” Kata Hankyung. (teman dari TK)

“hah?! Masa’?! kok aku ga tahu?!” tanya Sooyoung. (teman dari TK)

“dia bilang kau itu cerewet dan berisik jadi dia ga cerita deh.”
“apa?!! Kurang ajar!!”

“ja..jadi.. Yesung oppa..” Yuri langsung berlari meninggalkan Sooyoung dan Hankyung.

“YA!! YUL!!!” teriak Sooyoung. “ah! Biarin aja deh! Aku malas lari kalau pakai baju kaya’ gini.” Kesal Sooyoung membiarkan Yuri berlari.

“Yesung oppa!!” teriak Yuri begitu menemukan Yesung yg lagi tidur-tiduran di halaman sekolah yg penuh rumput segar dan pohon-pohon rindang.

“apa?!” tanya Yesung ketus.

“mm.. apa dulu kau pernah diberi permen lollipop oleh seorang gadis kecil??” tanya Yuri.

“hah?? Kapan?? Ga pernah tuh.” Jawab Yesung.

“ma..masa’ sieh?! Mungkin kau lupa! Ayolah, ingat! Aku yakin kau orangnya!” kata Yuri ngotot sambil menggenggam tangan Yesung. Yesung spontan terduduk dan menepis tangan Yuri dengan kasar.

“ck! Kalau kubilang ga pernah ya ga pernah!! Ganggu orang tidur aja!!” marah Yesung lalu berdiri dan meninggalkan Yuri yg terdiam mematung. ‘ga mungkin! Aku yakin kalau oppa itu Yesung oppa. Tidak munggkin kalau dia bukan oppa! Kehangatan tangannya sama kok!!’ batin Yuri.

“sudah kubilang Princess, akulah oppamu itu.”tiba-tiba Minho muncul bagaikan jin.

“Mi.. Minho-shi!!” kaget Yuri.

“anneyeong, my Princess.” Sapa Minho sambil duduk di sebelah Yuri.

“ah, anneyeong.”

“kenapa kau sangat yakin kalau Jongwoon itu adalah orang yg dulu kau temui?? Dia saja sama sekali tidak ingat.” Kata Minho.

“tapi firasatku mengatakan kalau Yesung oppa adalah namja yg dulu menolongku!”

“tidak ada yg didapat dari firasat, my princess. Kau harus melihat ke depan. Lihat aku. Akulah namja yg menolongmu!” kata Minho ngotot sambil mengelus pipi putih Yuri. Kini tangannya sudah memegang kedua pipi Yuri dan menghadapkan wajah Yuri ke wajahnya.

“Lihat aku!! Akulah namja itu!! Namja yg menolongmu!! Lihatlah aku Kwon Yuri!! Saranghae.” Kata Minho sambil melembutkan nadanya di kata terakhir. Yuri terdiam.

“a..aku harus pergi. Anneyeong.” Kata Yuri sambil berlari meninggalkan Minho.

Sementara itu Yesung yg bersembunyi sambil melihat Yuri dan Minho di balik pohon besar hanya bergumam. “huh! Ada-ada saja si Minho tuh! Ngaku-ngaku lagi! Aku memang bukan orang yg dicari si Yuri. Tapi aku kok ngerasa ada yg aneh ya?? Aku marah kalau liat dia sama Han atau si Minho. Aneh..”Yesung langsung meninggalkan taman tersebut.

“bagaimana?? Apa katanya??” Tanya Sooyoung begitu melihat Yuri kembali.

Yuri duduk dengan lesu di  tempatnya. “dia bilang tidak pernah bertemu dengaku dan menerima lollipop dariku.” Kata Yuri.

“wew.. kau ini gimana sih, oppa?! Kau bilang Yesung dulu pernah cerita. Tapi kok Yesung bilang ga pernah?!” marah Sooyoung pada Hankyung yg lagi duduk santai di tempat depan Yuri. “kan kubilang kurasa. KURASA!!! KURASA!!” teriak Hankyung ikutan marah. Sooyoung langsung ciut seketika. “uu.. oppa kau tidak perlu semarah itu kan.. hiks..hiks..” Sooyoung mulai menangis.

“eh? Eh, Youngie.. uljima.. jebaal.. tadi aku terbawa emosi. Jebal uljima… mianhae..” kata Hankyung sambil memeluk Sooyoung dengan tatapan merasa bersalah. Yuri langsung tersenyum melihat tingkah dua sahabatnya itu.

“WOI! Kalau mau acting drama jangan disini!! Bikin rusak pemandangan aja!!” teriak Yesung yg sudah ada di belakang Yuri.

“eh?! YA! KAU KIM JONG WOON!!! Kau ini!! Kenapa kau tidak cerita padaku kalau kau bertemu dia dan diberi permen oleh dia?!!?! Kalau kau cerita aku kan bisa minta permennya!!” marah Sooyoung ga jelas.

“eh?! Itu miniature Soo.” Kata Yuri

“maksudnya permen itu buat kujual terus kubelikan makanan!!”

“tidak jauh dari pemikiran sikshin.” Cibir Yesung.

“KUHAJAR KAU KIM JONG WOON!!!” Sooyoung yg mau menghampiri Yesung langsung ditarik oleh Hankyung. “jangan Youngie. Sudahlah nanti kubelikan es krim.” Kata Hankyung. “mm?? baiklah. Selamat kau Kim Jong Woon.”

Ysung langsung menatap Yuri dan kebetulan Yuri juga ngeliatin dia jadi mata mereka saling bertemu. Saat Yesung membuka mulutnya tiba-tiba terdengar suara.

“YULLLIEEEEEEEEE!!!!!” dari bawah. (kelas mereka dilantai 2).

Yuri segera keluar mendekati jendela dan melihat ada banyak mobil di bawah. “APPA?!?! EOMMA?!?!?” pekiknya. Yuri langsung berlari turun diikuti Sooyoung dan Hankyung.

“ngapain kau Yesung?! IKUT!!” seru Hankyung sambil menarik Yesung ikut berlari.

“aah.. menyebalkan.” Umpat Yesung.

Sesampainya di bawah Yuri segera menghampiri kedua orang tuanya.

“appa, eomma? Apa yg kalian lakukan??” Tanya Yuri. Eomma Yuri hanya memeluk anak semata wayangnya tersebut. “huu..huu… kami sudah mencarimu selama 2 hari, Sweetyy…” isak mrs.Kwon.

“kenapa kau tidak tinggal di rumah, Yullie??” Tanya Mr.Kwon.

“eh? Aku hanya mencari tempat yg lebih dekat dengan sekolah kok.” Jawab Yuri.

“kau tinggal dimana sekarang cepat katakan?? Apa kau tinggal ditempat yg tidak layak?!”

“aku tinggal di tempat yg bisa ditinggali kok.” Jawab Yuri. Yesung yg melihat Yuri diinterogasi melangkahkan kakinya ke tempat Kwon Family namun Minho lewat di depannya dan menghampiri keluarga Kwon membuat Yesung kembali ke tempat awalnya.

“excuseme.” Kata Minho dengan gaya sok Coolnya.

“cih, ngapain lagi si Minho tuh!” kesal Sooyoung.

“eh? Nuguya??” Tanya Mr.Kwon.

“Anneyeong, Choi Minho Imnida. Aku temannya Yuri.” Kata Minho.

“ooh.. temannya Yullie. Kau sepertinya anak baik.” Kata Mrs.Kwon.

“hahaha.. kamsahamnida.”

“cih, capernya dia! MINHOOOO!!!! DICARI SIWON SONGSAENIM TUH!!!!”teriak Sooyoung. Minho pura-pura tidak dengar. “mi..Minho-shi sepertinya kau dicari Siwon Songsaenim.” Kata Yuri.

“ah, tidak itu bukan aku tapi Taemin.” Elak Minho. “oh iya. Saya dengar Yuri sedang mencari namja yg dulu diberinya miniature lollipop ya? Seperti ini??” Minho mengeluarkan miniature lollipopnya.

“eh?! Jangan-jangan kau yg selama ini kami cari?! Apakah itu alasanmu terus disini, Yullie??” Tanya Mrs.Kwon.

“eh, ti…aku..kesini un..”kata-kata Yuri terputus saat appanya langsung bilang begini.

“kau adalah pewaris keluarga KWON selanjutnya, nak.” Sambil menepuk pundak Minho.

“oh?! Benarkah?? Aku tidak menyangka. Hahaha.” Tawa Minhop menggelegar.

“appa!!”

“sudahlah Yullie, sekarang lebih baik kau pulang ke Inggris.” Ajak Mrs.Kwon.

“ahni!! Aku mau disini!! Aku tidak mau kembali ke Inggris. Kalau mau pulang, pulang saja sendiri!!” marah Yuri karena keputusan appanya.

“kalau begitu kita akan tetap disini sampai Minho-shi selesai bersekolah. Bagaimana Minhi-shi??” tawar Mr.Kown.

“bukan masalah.” Kata Minho sambil tersenyum. Yuri geram dan langsung meniggalkan kumpulan tersebut. Akhirnya Yuri benar-benar pulang ke rumahnya di Korea. Selama ini dia tinggal di apartemen besar sendirian.

“Yullie, bgaimana kalau kau segera menikah dengan Minho. The Sooner The Better.” Kata Mr.Kwon saat mereka sedang makan malam bersama.

“MWO?! Ahni!! Aku tidak mau menikah dengannya!!” tolak Yuri.

“tapi dia adalah oppa yg selama ini kau cari, sweety.” Tambah Mrs.Kwon.

“dia bohong!! Dia bukanlah oppa yg kucari selama ini!! Dia cuma ngaku-ngaku aja!! Aku tidak mau menikah dengannya!!”

“jangan bercanda Yuri. Jelas-jelas dia memiliki miniature keluarga kita. Dan miniature itu hanya satu di dunia ini.” Kata Mr.Kwon ngotot.

BRAK!!!

Yuri berdiri sambil menggebrak meja. Dia berteriak.

“AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGAN DIA!!! DIA BUKAN ORANG YG KUCARI!!!” Yuri lallu pergi ke kamarnya. ‘aneh, tidak biasanya Yuri menolak sampai berteriak begitu.’ Batin Mrs.Kwon.

Sore ini Yuri berencana jalan-jalan santai berkeliling Seoul yg sangat luas unutk memulihkan suasana hatinya. Tapi dia tidak mau naik mobil. Dia jalan kaki dan hanya sendiri. Dia berlari-lari kecil sambil bernyanyi. “doodooroodoodoodoo Kissing You Baby, doodooroodoodoodoo  loving You Baby..” Yuri terus berlari dan sampai di taman sepi.

Tiba-tiba ada yg menepuk pundaknya. Yuri berhenti berlari dan berbalik. Dan betapa terkejutnya dia begitu melihat banyak preman di belakangnya. “ma..mau apa??” tanyanya takut.

“hehehe… tubuhmu seksi, ageshi. Bagaimana kalau main dengan kami sebentar.” Kata salah seorang preman sambil tersenyum menjijikkan.

“a..andwae!! aku banyak pekerjaan.” Bohong Yuri sambil berusaha melarikan diri. Tapi tangannya ditarik oleh preman itu dan dia mulai di kelilingi.

“KYAAAAA!!!! ANDWAEE!!!!! ANDWAEE!!!! TOLOONG!!! TOLOOONG AKU!!!” teriak Yuri.

Yesung sedang jalan-jalan dengan Sooyoung dan Hankyung di taman tempat biasa mereka bertemu.

“KYAAAAA!!!!ANDWAEE!!!!!ANDWAEE!!!! TOLOONG!!! TOLOOONG AKU!!!” Yesung mendengar teriakan.

“eh??”

“ui! Wae??” Tanya Sooyoung melihat perubahan ekspresi Yesung.

“aku seperti mendengar suara teriakan.”

“sama.” Kata Hankyung.

“kok aku ga??” Tanya Sooyoung.

“kau TULI!!” teriak Yesung langsung berlari ke sumber suara diikuti Hankyung.

“WOY!!!! KURANG ASEEEM!!!!!” Sooyoung langsung mengejar sahabat dan namjachingunya.

Setibanya di asal suara Yesung melihat banyak preman yg mengelilingi sesuatu.

“OI!” panggilnya. Semua preman itu menoleh. Dan BUKK!! Satu pukulan mendarat di wajah salah satu preman.

“weh.. cari masalah nih!!” kata Seorang preman. “KEROYOK DIA!!” Yesung langsung dikeroyok untungnya Hankyung dengan cepat membantu sebelum Yesung babak belur. 2 lawan banyak tentu belum cukup. Hanya setengah dari preman-preman itu yg dapat dihajar Yesung dan Hankyung.

“HOY!!!” teriak Sooyoung.  preman yg hendak menghabisi Yesung dan Hankyung menoleh.

Sooyoung memajukan tangannya dan bergaya ala KungfuBoy yg menggerakkan jemarinya untuk memancing  lawan. Semua preman langsung bernafsu begitu melihat Sooyoung dan langsung menghampiri Sooyoung. Namun semua preman itu dihajar tanpa ampun oleh Sooyoung lalu bonyok dalam sekejab. Tanpa luka sedikitpun di badan Sooyoung. Sooyoung langsung merapatkan tangannya dan bergaya ala pemenang pertarungan yaitu mebersihkan tangan dari pasir dan debu.

Sementara Sooyoung menghabisi preman Yesung menghampiri orang yg di dengarnya berteriak.

“KAU!?!?!” Yesung memekik kaget ketika melihat Yuri sudah duduk ketakutan dengan badan bergetar hebat dan wajah takutnya. Untungnya dia belum sempat diapa-apakan kalau sudah apa kata dunia??

“gwenchanayo??” Tanya Yesunng sambil berjongkok di depan Yuri. Yuri tidak menjawab masih saja dia duduk dengan tubuh bergetar dan wajah takut. Yesung langsung menyampirkan jaketnya ke bahu Yuri. “kajja, kuantar kau pulang.”kata Yesung menuntun Yuri beridiri dan merangkulnya. Baru berjalan satu langgkah Yesung berhenti karena mendengar teriakan Sooyoung.

“oi, oi, lupa nih sama sahabat sendiri. Harusnya kau berterima kasih.”

“eh, hmm.. iya, gomawo Han Neomu Yeoppo princess.” Kata Yesung sambil memasang wajah malas.

“sudah kan?? Kajja.” Yesung lagi-lagi merangkul Yuri.

“eh, Yul!! Terima kasihnya mana??” Tanya Sooyoung.

“jagi.. itu namanya kau menolong pamrih.” Kata Hankyung.

“tidak apa. Kalau begitu makan malam dirumahku ya. Kalian bertiga. Gomawo.” Kata Yuri sambil berusaha tersenyum dengan suara gemetar.

“hah?! Makan malam di rumahmu?! Sekarang?!” Tanya Sooyoung. Yuri memngguk.

“tapi.. tapi aku… tidak.. TIDAK MENOLAK!!! KAJJA!! KAJJA!! MAKAN!!!” Sooyoung menarik Hankyung dan berjalan mendahului Yesung dan Yuri.

“eh, tapi.. rumahmu dimana??” Tanya Sooyoung polos.

“pemikiran khas Shiksin.” Cibir Yesung.

“haha.. kita jalan kaki 15 menit sudah sampai kok.” Kata Yuri.

“oke! KAJJA!! KITA MAKAN MALAM!!”

“Youngie.. bukannya bertanya gwenchana..” gerutu Hankyung.

“kau yg harusnya bertanya begitu padaku!!” marah Sooyoung.

“iya, mianhae..”

“bercanda kok.” CHU. Sooyoung mengecup pipi Hankyung yg memar sekilas. Dan langsung berjalan cepat mendahului Hankyung.

“uwaaah.. indahnya surga dunia…” Hankyung memegang pipinya yg dikecup Sooyoung. “eh, kok basah ya?? Jangan-jangan.. YOUNGIIEEE!!! Kau meludahiku!!!” teriak Hankyung sambil mengejar Sooyoung.

“ITU OBAT, OPPAAA!!!!” teriak Sooyoung sambil berlari.

“JOROOOK!!!!” teriak Hankyung. Yesung dan Yuri hanya tertawa di belakang pasangan itu.

Sesampainya di rumah Yuri. Sooyoung menganga lebar. Hankyung langsung menutup mulut gadisnya tersebut.

“hei ayo masuk jangan diam saja.” ajak Yuri yg sudah tenang. Mereka berempat pun memasuki rumah besar dan megah tersebut. Bahkan ada tempat pendaratan hellikopter segala.

Mereka terus masuk ke rumah megah itu.

Hingga tiba di ruang makan. “appa eomma aku pul.. Minho-shi!!?” teriak Yuri begitu melihat Minho sudah duduk dan makan dengan keluarganya.

“oh, anneyeong my Princess dan…” Minho berdiri dan menyambut Yuri dengan senyum tapi senyumnya hilang begitu melihat 3 orang yg dating dengan Yuri.

“kenapa mereka ada di sini??” Tanya Minho.

“eh? Mereka tadi menolongku sebagai tanda terima kasih kubawa mereka untuk makan disini.”

“tapi tidak harus disini kan Princess. Mereka tid..”

“Ini rumahku!!! Kau tidak ada hak untuk mengatur siapa yg boleh masuk ke sini dan siapa yg tidak dan lebih baik kau saja yg pergi!!!” usir Yuri.

“tapi my Princess..”

“tidak ada tapi-tapian!! KELUAR!!!!!”

“sudahlah, biar kami saja yg pulang. Terimakasih atas ajakannya. Annyeong.” Yesung membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan rumah Yuri.

“Yesung!!” Hankyung mengejar Yesung. Sooyoung bingun memilih antara makanan dan sahabat tapi akhirnya dia mengejar Yesung juga. “Yesung oppa!! Hankyung oppa!! SOO!!” panggil Yuri.

“sudahlah Princess biarkan mereka pergi..” bujuk Minho sambil memegang tangan Yuri. Dengan kasar Yuri menepis tangan Minho.

“apa PRINCESS-PRINCESS!!! Kiramu ini masih jaman kerajaan!!? Sekarang keluar kau dari rumahku!! CEPAT!! KELUAAAAAAR!!!!!!” teriak Yuri tepat di telinga Minho. Yuri langsung mendorong Minho keluar dari rumahnya dan menutup pintu rumahnya dengan keras.

Yuri kembali ke ruang makan dan melihat orang tuanya bengong atas sikap kepremanisme Yuri.

“appa eomma kenapa Minho-shi bisa ada di sini??” Tanya Yuri.

“appa yg mengundangnya.”

“MWO?!?! Mulai sekarang jangan pernah biarkan dia masuk ke rumah ini!!”

“tapi dia akan jadi suamimu.”

“TIDAK AKAN PERNAH!!” Yuri langsung berlari ke kamarnya dan membanting pintu.

“ah, jaket Yesung oppa belum kukembalikan. Besok akan kukembalikan.” Gumam Yuri begitu menyadari jaket Yesung masih tersampir di bahunya.

Tok. Tok.

Pintu kamarnya diketuk.

“APA?!!” Tanyanya ketus.

“ini eomma sweety, eomma masuk ya..” lalu Mrs.Kwon membuka pintu dan masuk ke kamar anaknya.

“duduk disini. Ada yg ingin eomma katakan.” Kata Mrs.Kwon sambil duduk di ranjang Yuri. Yuri ikut duduk di ranjang.

“kau menyukai namja yg tadi dating denganmu ya??” Tanya Mrs.Kwon.

“namja yg mana?? Yg pakai jaket atau tidak??”

“namja yg pamit pulang itu.”

“ooh.. aku..aku..”

“eomma tau kau mencintainya. Pandangan matamu berbeda ketika melihatnya. Jauh berbeda dengan pandangan matamu ke Minho-shi. Apa yg kau suka darinya??”

“eomma tau, dialah oppa yg selama ini kucari. Kehangatan tangan yg sama. Suara yg hampir sama. Walaupun dia bilang kalau dia tidak pernah bertmu denganku dulu tapi aku sangat yakin kalau dia oppa yg dulu kucari. Bukan Minho.” Kata Yuri.

“eomma mengerti. Eomma akan coba bicara pada appamu dank au harus memperjuangkan cintamu. Kejarlah dia. Buat dia ingat kalau memang dulu kau pernah bertmu dengannya. Oke??”

“OKEY!!” Yuri memeluk eommanya sayang.

“selamat pagi!!” sapa Yuri begitu masuk ke kelas.

“pagi..” jawab Sooyoung lemas.

“waeyo??” Tanya Yuri dan menghampiri Sooyoung yg lagi nyandar di bahu Hankyung.

“gara-gara Yesung aku tidak jadi makan di rumahmu. Huu T_T” Sooyoung menangis lebai.

“tenang saja ini aku sudah bawakan makanan untuk kalian. Gomawo untuk yg kemarin. Ngomong-ngomong Yesung oppa mana??” Tanya Yuri yg tidak melihat Yesung dari tadi. Sooyoung hanya mengankat tanagnnya pertanda ga bisa ngomong karena mulutnya udah penuh sama makannan.

“dia sakit. Gara-gara malam-malam jalan-jalan pakai baju tipis.” Jawab Hankyung.

“OMONA!! Ini gara-gara aku! Pulang sekolah aku akan mengembalikan jaketnya.”

Pulang sekolah Yuri pun pergi ke rumah Yesung yg sudah dibertahu alamatnya oleh Sooyoung dan Hankyung. Karena dekat dengan sekolah Yuri memutuskan untuk jalan kaki saja.

Dia mengetuk pintu rumah Yesung begitu sudah sampai di rumah mungil nan elok bentuknya. Gayanya tidak kaku. Tidak ada pagar biar dimasuki maling. Arsitekturnya bagus.

Yesung membuka pintu. “uhuk! Kau.. Khenapha bhiza kemharri??” Tanya Yesung dengan hidung mampetnya.

“omo!! Hidungmu mapet ya! Mianhae, jeongmal mianhae!! Ini gara-gara aku. Kalau jaketmu tidak sedang ada padaku kau tidak akan pulang dengan kedinginan. Kau sendiri?? Biar kurawat ya.” Tawar Yuri. “manha zakhetkhu??” pinta Yesung. Yuri merogoh tasnya dan mengeluarkan jaket Yesung. “gomawo.” Kata Yuri. “mau kurawat??” tawarnya lagi.

“thidak uzah. Bhulang zajha.” suruh Yesung. “eh, kau yakin?? Aku akan merawatmu ya. Aku takut kalau terjadi apa-apa.”

“ck! Zudah khubhilang bhulang zana!!” usir Yesung. “tapi..” “sikap seperti inilah yg aku benci darimu!! Kau itu sangat menyebalkan tahu!! Aku bahkan tidak tahu namamu!!! Aku benci sekali dengan orang sepertimu!! Menyusahkan!! Sana pulang!!! Jangan pernah menemuiku lagi!!” usir Yesung yg tiba-tiba sembuh mampetnya sudah sambil menutup pintu rumahnya. Yuri terdiam. “benci? Menyusahkan? Menyebalkan?? Mianhae…” Yuri alu pergi dari rumah Yesung. Tiba-tiba hujan deras mengguyur kota Seoul. Yuri yg tidak bawa paying hanya pasrah diguyur hujan tanpa mau mencari temat berteduh. Dia pulang ke rumahnay yg berjarak sekitar 1 km.

“hiks..a ku memang.. hiks.. menyusahkan..hiks.. mianhae oppa..hiks.. jeongmal mianhae.. aku tidak akan menemuimu lagi.. hiks.. seperti maumu..” hanya itu yg digumamkan Yuri selama perjalanan ke rumahnya. Ketika sampai di rumah dia mengetuk pintu dengan lemas. Ketika Mrs.Kwon membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat putrinya sudah basah kuyup dan kini Yuri sudah ambruk di tumpuan tangannya. “YULLIEEE!!?!??!” pekik Mrs.Kwon.

“ngh…” Yuri membuka matanya perlahan. “dimana aku???” Tanyanya.

“yullie?? Kau sudah bangun?? Ini eomma sayang. Kau kenapa??” Tanya Mrs.Kwon begitu melihat putrinya sadar.

“euh.. eomma?? Kenapa aku bisa ada disini??”

“kau tadi pingsan. Kenapa kau jalan kaki dengan keadaan basah kuyup begitu??” Tanya Mrs.Kwon.

“aku..aku…”

“terjadi sesuatu antara kau dan namja itu?? Ceritalah.” Suruh Mrs.Kwon.

“eomma, dia bilang aku merepotkan, menyusahkan, dia membenciku eomma… membenciku.. hiks..hiks.. dia tidak mau bertemu lagi denganku.. hiks..hiks.. eomma aku harus bagaimana???” cerita Yuri dngan berlinang air mata.

“tenang sweety.. ini pilihan. Kau harus memilih untuk meneruskan cintamu padanya atau membuat cinta baru lagi. Kau harus pikirkan baik-baik. Apapun keputusanmu eomma akan terima.” Kata Mrs.Kwon lembut sambil memeluk Yuri. “hiks..eomma..gomawo..”

“sekarang kau istirahat ya. Eomma akan buatkan bubur.” Mrs.Kwon membaringkan Yuri dan pergi ke dapur untuk membuat bubur.

Begitu Mrs.Kwon kembali Yuri langsung mengatakan hal yg sangat mustahil. “eomma, aku akan menikah dengan Minho.”

“mwo?! Apa kau yakin sweety??? Ini menyangkut masa depanmu. Kau sudah berpikir baik-baik??” Tanya Mrs. Kwon memastikan.

“ne eomma! Keputusanku sudah bulat. Setelah menikah aku akan kembali ke Inggris.”

“baiklah kalau begitu. Eomma akan memberitahu appamu. Semoga keputusan yg kau ambil ini tepat. Makanlah buburmu. Lalu kembali istirahat ya.” Mrs. Kwon mengecup jidat Yuri sekilas dan keluar dari kamar Yuri.

‘semoga keputusan yg aku ambil tepat.’ Batin Yuri.

“jadi Yullie mau menikah dengan Minho. Hohoho.. kau memang anak appa. Kita tak usah menunggu Minho lulus. Dia pasti mau. Lebih cepat lebih baik.” Kata Mr.Kwon sambil mengelus kepala Yuri. “ne, appa.” Yuri tersenyum ganjil.

“YUUUL!!!!” teriak Sooyoung menghampiri Yuri. “kau kemana saja?? dua hari tidak datang??” Tanya Sooyoung. “aku sakit.” “wah.. kalau tau aku akan menjengukmu.” Kata Sooyoung. “ng.. aku pergi sebentar ya.” Kata Yuri.

“mau kemana??” Tanya Hankyung. “ada urusan kecil.” Kata Yuri lalu pergi meninggalkan Hankyung dan Sooyoung.

Yuri berjalan menyusuri koridor yg sepi. Dia terus melihat kebawah. Tiba-tiba sepasang sepatu sudah berada di depan matanya. Yuri mengangkat kepalanya. Yesung kini sedang berdiri di depannya menatap tajam. Yuri langsung melangkah melewati Yesung sambil menundukkan kepala lagi. Dia pergi ke kelas Minho.

“ooh.. my princess ada apa pagi-pagi datang menemuiku??” Tanya Minho.

“mm.. mian atas kelakuanku waktu itu. Sebenarnya aku mau menikah denganmu. Tapi tidak mau menunggu sampai lulus. Jadi aku ingin tahun ini kita menikah.” Terang Yuri.

“MWO?! JINJA?! Waw.. gomawo princess akhirnya kau sadar kalau oppamu itu aku kan??” Minho langsung memeluk Yuri.

“n..ne.”

‘MWO?!?! YUL?!?! DENGAN MINHO!?!?! Kyungie, apa aku tidak salah dengar??’ bisik Sooyoung pada Hankyung di tempat persembunyian mereka. Intinya mereka itu nguping.

‘ntahlah jagi. Aku juga merasa ada yg aneh.’

Lalu Yuri lewat di samping mereka tanpa menyadari sedikitpun adanya manusia yg mengintip dia dan Minho tadi.

“Yul,” Sooyoung menarik tangan Yuri.

“kau mau menikah dengan Minho??” Tanya Sooyoung.

“lalu bagaimana dengan Yesung??” Tanya Hankyung.

“kapan aku akan menikah??”

“bukankah kau membencinya??”

“anu.. yg mana yg harus aku jawab dulu??”

“terserah.”

“betul aku mau menikah dengan Minho, tahun ini, aku tidak membencinya kok, bagaimana dengan Yesung?? Maksudnya??”

“kau menyukai Yesung kan??”

“e..eh?? apa aku setransparan itu sehingga semua orang tahu kalau aku menyukai Yesung oppa. Oh iya jangan beritahu Yesung oppa soal pernikahan ini. Biar aku yg bilang sendiri.”Yuri.

“baiklah. Kuharap kau bahagia.” Kata Sooyoung sambil memeluk Yuri.

‘aku tau kau memaksakannya, Yul.’ Bisik Sooyoung.

“aku tidak. Sudah dulu ya. Bye..” Yuri langsung meninggalkan pasangan yg masih penasaran tersebut.

5 hari kemudian Yuri, Minho, dan Kwon Parents sedang berdiskusi untuk pernikahan Minho dan Yuri.

“3 hari lagi kalian akan menikah. Kami sudah mempersiapkan semuanya. Kalau bisa setelah menikah kalian langsung pindah ke London ya.” Kata Mr.Kwon.

“ne, baiklah.” Jawab Yuri dan Minho.

Yuri berbaring di ranjangnya. Apa yg harus kulakukan?? Batinnya. Yuri menelpon Yesung dan meminta bertemu. Susah sekali untuk membuat Yesung mau bertemu dengannya. Kini Yesung dan Yuri sudah ada di taman tempat Yesung dkk menolong Yuri.

“mau bicara apa?!” Tanya Yesung.

“anu.. mianhae selama ini sudah menyusahkanmu, merepotkanmu. Aku benar-benar dibenci oleh Yesung oppa ya. Mulai besok kita tidak akan bertemu lagi. Mulai besok aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku akan menikah dengan Minho 3 hari lagi. Setelah menikah aku akan kembali ke Inggris. Jeongmal Mian.. Haeyeo..” Yuri berusaha menahan airmatanya. Yesung kelihatan terkejut.  “sayonara.” Yuri membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan Yesung tapi Yesung memeluknya dari belakang. Memeluk Yuri lama. Dia menaruh dagunya di bahu Yuri.

Perasaan ini muncul lagi. Perasaan yg selalu Yuri tahan. Perasaan yg tidak didapatkannya jika dengan Minho. Hanya Yesung yg bisa memberikannya. Hanya Yesung yg bisa memenuhi hatinya. Hanya Yesung yg dia cintai. Hanya Yesung yg diinginkannya. Hanya YESUNG. Bukan MINHO.

Yuri mulai menangis. “mi..Mian..hiks.. mianhae..hiks.. mianhaeyo.. hiks..hiks… jeongmal mianhaeyo..” Yesung melepas pelukannya dan membiarkan Yuri pergi. Rasa suka ini muncul kembali. Rasa suka yg dia tahan agar hatinya tidak sakit. Tapi rasa itu muncul kembali dalam sekejab hanya dengan mendapat pelukan dari Yesung. Yesung. Yesung. Yesung. Hanya itu yg ada di pikirannya. Di hatinya. Bukan Minho atau siapapun. Hanya Yesung.

Besok hari pernikahan Yuri. Undangan sudah di sebar. Tempat sudah di pesan. Gaun sudah disiapkan. Semua sudah siap untuk pernikahan ini. Semua gembira kecuali Yuri.

Sejak pertemuan di taman pun Yuri tidak pernah masuk sekolah dan otomatis tidak bertemu Yesung. Hanya Sooyoung dan Hankyung yg giat mendatanginya sepulangsekolah. Dia sudah seperti R.A. Kartini. Berdiam diri di rumah. Tidak kemana-mana.

“YESUUNG!!!!” dok!dok!dok!dok! Sooyoung menggedor pintu rumah Yesung. Yesung membuka pintunya dengan malas.

“kau tahu besok Yuri akan menikaah!! Dengan Minhoo!!” lapor Sooyoung.

“tahu.” Jawab Yesung singkat.

“lalu kau tidak mau mengehntikannya??” Tanya Hankyung.

“tidak. Aku kan tidak ada hubungan apa-apa dengannya.”

“tapi kau mencintainya.” Kata Sooyoung.

“hah! Kata Siapa!?” Yesung tersenyum sinis.

“ayolah. Kami kenal kau sejak TK. Semua bisa terlihat oleh kami.” Kata Hankyung.

“memangnya kalian peramal??”

“jangan main-main KIM JONG WOON!! Kau harus menghentikan pernkahan itu!!” marah Sooyoung.

“APA YG KUBISA!!!?!?”

“apa yg kubisa?? Artinya kau mau kan??”

“kami akan membantumu. Tenang saja. kau pasti bisa bersatu dengannya.”

“ap.. aku tidak…”

“KIM JONG WOON berhenti berbohong!! KAU MENCINTAINYA!! KAU MENCINTAI KWON YURI!!!”

“baiklah aku menyerah. Tapi aku tidak mencintainya!”

“terserah. Tapi besok pernikahannya di gereja Haengbok jam 9.00. usahakan datang sebelum pemasangan cincin.”

“mm..” Yesung menutup pintu rumahnya.

Teng Teng Teng Teng.

Bel di Gereja Haengbok sudah berbunyi. Sekarang sedang ada upacara pernikaan di sana.

“apakah kau Choi Minho bersedia menerima Kwon Yuri sebagai istrimu dalam sukaduka, kayamiskin,sehat sakit??”

“ya saya bersedia.” Jawab Minho.

“dank au Kwn Yuri apakah kau bersedia menerima Choi Minho sebagai suamimu dalam sukaduka, kayamiskin, sehatsakit??”

“sa..saya… bersedia.”

“silahkan saling memasangkan cincin.”

Minho mengambil cincin dari kotaknya dan mulai memasangkannya di jari manis kiri Yuri. dan ketika hampir masuk.

“BERHENTIIIIIIIII!!!!!!!!” semua orang yg ada di situ menoleh mendengar teriakan dari pintu gereja. Minho kaget dan menjatuhkan cincinnya.

“OPPA!??! YESUNG??!!??!” pekik Yuri,Sooyoung dan Hankyung kaget.

Yesung mendekati Yuri dan menggendongnya ala bridal style. “hwa?!”

“Jeongmal Mianhaeyo mengganggu acara pernikahan ini. Tapi saya akan menculik Kwon Yuri karena dia sudah berjanji pada saya akan menemukan saya dan menikah dengan saya ketika sudah dewasa tapi dia malah menikah dengan namja lain.” Kata Yesung.

“eh?? Apa Maksudmu?? Apa kau oppa??” Tanya Yuri.

“ya. Aku sudah ingat semuanya. Mian aku memang pelupa tapi akulah namja yg selama ini dicari Yuri. sebenarnya aku yg diberi miniature lollipop itu. Tapi dia, Choi Minho mendatangiku  dan bilang. ‘hei, kita tukaran yuk. Kau ambil Shinigami card ini dan aku ambil lollipop itu.’ Karena kebetulan shinigami card itu langka dan saya tidak tahu kalau lollipop itu penting. Maka saya pun memberinya lollipop dan saya mendapat shinigami card. Ini salah saya. Saya pelupa dan bodoh. Tapi tolong izinkan saya menculik Yuri agar bisa menikah dengannya nanti. Mianhae, anneyeong.” Yesung langsung membawa lari Yuri. “kyaaa!!” Yuri memeluk Yesung takut jatuh sementara para tamu undangan berusaha mengejar Yesung dan Yuri. dan Minho mati berdiri di altar gereja.

Setelah cape’ berlari-lari dan sudah jauh dari para pengejar Yesung berhenti di taman tempat mereka bertemu. Dia menurunkan Yuri di sebuah kursi. “kau berat juga ternyata.” Kata Yesung dengan tampang innocent. “MWO?! Gini-gini aku yg paling ringan dikeluargaku!!” marah Yuri. “ne, ne, arraseo..” Yesung mengangguk malas dan ikut duduk di kursi. “tapi kau datang menjemputku oppa.” Yuri tersenyum sambil menatap Yesung. Yesung hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yuri. Yesung berhenti sejenak ketika hidung mereka menempel. “saranghae, my Lollipop Princess.” Bisik Yesung pelan dan mulai memajukan kepalanya lagi.

F!n

 Comeentnya ditunggu🙂

21 thoughts on “[Oneshoot] Lollipop

  1. Ping-balik: Wow, Kyuhyun Mengaku Paling Tampan ke-4 di SuJu | Masih Hangat

  2. Hihihi,, Yesung oh Yesung… Udah aneh, loading lama lagi xD *dibunuh Ryeowook dan ELF*

    Ya~ oneshot-nya bagus kok, aku geregetan bacanya >w< buat lagi dong dong dong~~

  3. Ya ampun yeye oppa kau ini loading’a lama bgt ciihh uhh ehh emank ª∂a̲̅ org nyulik pake bilang” duhh ff’a kelenn n lucu abiss dehh….😀

  4. Keren Thor! Apalagi yang si sooyoung gerakin jarinya ke preman ala KungfuBoy!! Pairing SooKyungnya disini keren! Yang Kyungie diludahin sama Young jugaa.. Arggh pokoknya cerita ini keren dehh

  5. Hihihihi… Dsar ya yesung oppa… D’krain bneran minho yg jdi ‘oppa’, trnyta bkan…. Syukur deh… D’sni minho kya matre bgt…. Aneh gmnaaaaa gtu bca dialog.a minho… Pi crita.a lcu, pa lgi wktu yuri d’godain ma preman”😀

  6. huaaa keren !!
    akhirnya ketemu FF-nya YesYul soalnya susah banget nyarinya
    daebak !!
    thor buat lagi dong yang YesYul
    soalnya aku YulSung shipper sejati *gak nanya😛

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s