[OneShoot] This Feeling

[OneShoot] This Feeling

 

Title: This Feeling
Author: Choi Min Jung [Noviyanti]
Type: One Shoot
PG: -13
Genre: Friendship, Romance

Cast           :

  • Jessica Jung         
  • Kim Heechul        
  • Choi Sooyoung    
  • Lee Donghae         
  • Shindong             

Anyyyeong haseyo readers…. Saya kembali lagi dengan ff ciptaan. saya. terinspirasi dari cerita adek spupu saya. Hope you like it.🙂 happy readings.

“Sica… Sica…. Bangun…. Kau tidak papa kan?” Jessica terbaring lemah tak sadarkan diri dirumah sakit.  “Heechul oppa! Dia belum sadarkan diri, oppa biarkan saja! Kata dokter dia akan baik-baik saja.” Kata Seseorang Yeoja yang dari tadi duduk disamping tempat tidur rumah sakit itu. Yeoja itu adalah Sooyoung sahabat kecil Jessica.

”emang dia kenapa? Kok bisa kaya gini sih?” Tanya Heechul panik. “Dia… dia tadi tertabrak mobil. Tapi ini tidak parah kok oppa. Oppa jangan khawatir, dia akan baik-baik saja.” Kata Sooyoung menenangkan Heechul. “Ash… Bodoh sekali kau ini Sica. Dasar ceroboh.” Kata Heechul pada Jessica yang belum sadarkan diri.

“Kata dokter dia harus menginap disini selama 3 hari. Setelah itu dia boleh keluar dari rumah sakit.” Kata seorang namja yang tiba-tiba datang menghampiri Sooyoung. “Tapi tadi kata dokter lukanya tidak parah? Kenapa harus mengamar disini? Selama 3 hari lagi?” Tanya sooyoung heran. “Ne… memang lukanya tidak parah noona. Tapi, dia harus menginap disini untuk 3 hari kedepan.” Kata Namja itu sopan. “Oh jadi begitu.” Kata Sooyoung agak lega.

“Siapa namamu noona? Kau kakaknya Jessica noona?” Tanya namja tampan berambut gelap itu sopan. “Oh… bukan perkenalkan, Sooyoung Imnida, saya sahabatnya Jessica.” Kata Sooyoung. “Oh begitu… Aku Donghae. Aku adalah mahasiswa di Stad University” kata donghae memperkenalkan diri. “Oh… begitu… oiya ini Heechul, teman Jessica juga.” Kata Sooyoung memperkenalkan Heechul pada Donghae. “Oh.. Anyyeong Heechul. My name is Donghae.” Kata donghae sopan.

“Siapa dia?” bisik Heechul pada Sooyoung. “Oh… ini… ini… adalah…” belum sempat Sooyoung menyelesaikan kalimatnya. Donghae sudah memotongnya. “Saya adalah orang yang menabrak Jessica noona.” Kata donghae dengan nada menyesal. “Oh jadi kau yang menabrak Jessica?!” teriak Heechul pada Donghae. “Ne… Mianhe…. Aku sudah menabrak temanmu!” kata Donghae sedikit ketakutan. Heechul melototinya. “Awas kau yah kalau sampai terjadi apa-apa padanya.” Ancam Heechul kejam pada Donghae. Donghae hanya tersenyum pasrah.

******

“Ah… aku, dimana..” ucap Jessica ketika dia siuman. “Sica, kau sudah sadar? Syukurlah” kata Heechul lega. Heechullah yang sudah menunggu Jessica dari kemarin malam. Heechul meminta Sooyoung untuk pulang dan membiarkannya seorang diri menjaga Jessica. “Aduh… sakit sekali..” kata Jessica sambil memengangi kepalanya.

“Oppa…Aku dimana?” Tanya Jessica kepada Heechul. “Semalam seseorang menabrakmu ketika kau mau menyabrang. Dan kau tidak sadarkan diri, makannya kau dibawa kemari.” Kata Heechul lembut. Ia lalu membantu Jessica ke posisi tidurnya lagi. “Oh.. begitu.” Kata Jeesica setengah sadar. “Makannya kau ini berhati- hatilah sedikit. Tidak ada aku dan Sooyoung aja kau sudah tertabrak mobil begini.  Lain kali kalau kau mau pulang dari kuliah kau telepon aku saja biar aku yang menjemputmu. Jangan pulang sendirian. Kau membuatku sangat Khawatir tau gak?” kata Heechul kesal sekaligus perhatian.

“Ne… oppa. aku akan berhati-hati lagi maafkan aku sudah membuatmu khawatir.” Kata Jessica. “Baguslah. Berjanjilah padaku kau tidak akan terluka seperti ini lagi! Arraso?” kata heechul padanya. Jessica hanya tersenyum manis. “Arraso oppa!” kata Jeesica.

Setelah itu Heechul menyuapi sarapan untuk Sica. Heechul memang adalah sahabat Jessica dari SMA. Dan Jessica sangat menyayangi sahabatnya yang satu ini. Sica memang terkenal lemah dan manja. Maka dari itu Heechul dan Sooyoung selalu menjanganya.

Setelah sarapan Sica dan Heechul menonton film ‘The Lion King’ kesukaan Heechul bersama-sama. Mereka menonton didalam kamar rumah VIP rumah sakit. Maklumlah ini kamar VIP jadi ada TV flat screen, lengkap dengan DVD playernya. “Huaaaaaaaaahh… Ngantuk.” Kata Jessica lelah, sambil menguap. “Kau tidur saja lagi, Sica.” Kata Heechul membelai rambut Jessica. “Ne, baiklah oppa.” Jessicapun kembali tertidur lelap.

Tidak lama setelah itu Sooyoung datang membawa makan siang, dan pakaian ganti untuk Jessica. “Oppa. maaf aku telat. Aku tadi mampir dulu ke restoran untuk membeli makanan.” Kata Sooyoung kepada Heechul.

“Ah… Gwencana. Dia tadi sudah siuman, dan sekarang dia tertidur lagi.” Kata Heechul pada Sooyoung. “Oh begitu. Syukurlah kalau begitu.” Kata Sooyoung lega. Heechul hanya diam saja, dia terus memandangi wajah cantik Jessica yang sedang tertidur pulas. Sudah 6 jam nonstop dia memandangi wajah Yeoja itu.

Sooyoung yang merasa aneh dengan sikap Heechul kepada Jessicapun merasa penasaran. “Oppa…. aku mau menanyai sesuatu! Tapi oppa harus jujur!”” ucap Sooyoung. “Ne.. tanya saja!” kata heechul lembut.  “Oppa.. oppa suka sama Sica kan? Mengaku saja!” kata Sooyoung sambil tertawa kecil. Heechul melonjak kaget dengan pertanyaan Sooyoung. “Hah… Mwo? Ah… Ahni… Ahni… aku tidak menyukainya” kata Heechul. “Aku… aku hanya sahabatnya.” lanjut Heechul dengan suara gugup terbata bata.

Sooyoung tersenyum evil dan menatap heechul dengan tatapan evil pula. “Ah oppa. aku tahu kok! Kau suka kan… Kelihatan kok kalau oppa suka. Oppa sangat perhatian pada Sica. Iya kan?” kata sooyoung sambil senyum-senyum. “Ah… kau ini ada-ada saja! Aku tidak suka kok! Jangan sok tahu kau!” kata Heechul.

“Aish oppa tidak jujur! Bicaralah padaku! Aku akan menjanganya sebagai rahasia!”  kata Sooyoung. Ia memaksa Heechul untuk mengaku. “Kalau kau tidak memberitahuku. Aku tidak akan membiarkan Jessica berteman denganmu lagi!”  ancam Sooyoung. “Ne… Ne… baiklah… Aku suka padanya! Sstt.. tapi jangan bilang siapa-siapa. Arroso?” kata Heechul berbisik dengan pasrah. Sooyoung tersenyum lebar mendengar pengakuan Heechul.

“Ah oppa.. kau harus menyatakan cintamu padanya! Aku dukung!” kata Sooyoung senang. “Ah tidak-tidak. Aku bersahabat saja dengannya! Aku tidak mau suasana menjadi aneh ketika dia menolakku nanti!” kata Heechul, terlihat jelas ekspresi menolak dari wajah Heechul. “Kenapa oppa bilang begitu? Pokoknya kalau oppa tidak menyatakan cinta oppa. aku yang akan memberitahunya.” paksa Sooyoung. “Oh dasar kau! Kau bilang akan menjanganya rahasia?” kata Heechul. “Ah benarkah aku bilang begitu? Mana buktinya? Aku tidak bilang begitu!” kata Sooyoung ngeles.

“Baiklah baiklah aku akan menyatakannya! Tapi tidak sekarang! kau jangan coba-coba memberitahunya duluan yah! Awas kau!” kata Heechul agak berteriak. “Kekeeke… OK oppa. gitu dong. Aku beri kau waktu 1 minggu!” kata Sooyoung.  Heechul hanya nyengir saja.

****

Jam dinding rumah sakit hamper menunjuk ke pukul 7malam. Heechul masih tetap setia menunggui Jeesica. Sooyoung sudah pulang untuk mandi. Heechul dan Jeesica mengobrol bersama-sama. Tok.. tok… tok… pintu kamar rumah sakit berbunyi. “Oppa. ada yang datang! Kau bukakan yah oppa” kata Jeesica. “Ne…” Heechul beranjak dari tempat duduknya dan berjalan dengan lemas kearah pintu. Heechul membuka pintunya. Dilihatnya sesesok namja dengan rangkaian buah-buahan dan setangkai mawar merah ditangannya. Namja itu adalah Donghae. “Annyeong Haseyo. Apa kabar?” kata Donghae ramah. “Ah… Anyyeong. Masuklah!” kata Heechul sinis. Heechul masih kesal pada Donghae karena sudah menabrak sahabatnya yang sebenarnya ia sayangi lebih dari sahabat.

“Hai… Anyyeong. Donghae imnida.” Kata Donghae ramah kepada Jessica. “Oh Anyyeong. My name is Jessica” kata Sica ramah sambil tersenyum. Heechul hanya melihatnya sambil menyilangkan tangannya, tanda tidak suka dengan donghae.

“Itu untukmu Jessica.” Donghae menaruh buah-buahan dimeja yang berada tepat disamping kasur rumah sakit, dan ia mengeluarkan setangkau mawar dari Jasnya. “Ah… ini buatku? kamshaamida…” kata Jessica agak bingung dan ragu untuk menerima mawar itu. Tapi Jessica tetap saja menerima bunga itu.

“Begini… bunga itu adalah tanda minta maafku untukmu.” Kata Donghae sambil tersenyum. “ah… maaf untuk apa?” Tanya Jessica heran. “Itu karena aku sudah menabrakmu! Aku yang sudah menabrakmu. MIanheyo….” kata Donghae meminta maaf berulang-ulang. “Ah Gwencana. Tidak apa. aku memaafkanmu” kata Jessica ramah.

Obrolan merekapun berlanjut. Heechul hanya diam saja. Heechul hanya bicara seperlunya saja. Dan membiarkan Sica mengobrol dengan Donghae.

*****

Seminggu sudah berlalu sejak incident kecelakaan itu. Kondisi Jeesica sudah sangat baik, dia sudah keluar dari rumah sakit. Dan Jeesica dan Sooyoung sudah bisa kembali kuliah seperti biasa. Mereka berdua kuliah di South Korea University. Heechul adalah senior mereka berdua. Heechul dan Jessica berteman karena mereka berua sudah adalah satu SMA dan rumah merekapun berdekatan.

“Ah… akhirnya aku bisa kuliah lagi disini!” kata Jessica senang. Jessica agak lega bisa melihat campusnya yang super luas dan bagus itu. Daun kekuningan bertebaran dimana-mana, maklum hari ini adalah hari pertama musim gugur. “Benar.. indah sekali hari ini Let’s take a picture” kata Sooyoung sambil mengabadikan foto mereka berdua.

“Hai kalian berdua… ini buat kalian” kata Heechul yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Heechul menyodorkan 2gelas kopi untuk mereka berdua. “Gomawo…” kata Sooyoung yang langsung menyambar kopi itu dan langsung meminumnya, meskipun masih panas.

Sooyoung mendekati Heechul dan berbisik padanya. “Bagaimana sekarang?” kata Sooyoung misterius. “Heh? Apanya?” Tanya Heechul singkat. “Kau mau menyetakan cinta? Kalau ia aku akan pergi.” Bisik Sooyoung misterius. “Ahni… aku tidak..” belum sempat heechul menyelesaikan kalimatnya Sooyoung sudah memotongnya. “Yasudah aku pergi dulu, bye.” Kata sooyoung yang langsung berlari meninggalkan mereka berdua. “Hey, mau kemana kau?” Tanya sica. Tapi sooyoung sudah terlanjur pergi.

“Sica…” kata Heechul sambil meminum kopinya. Dan dia duduk disebelah Jessica. “Ne oppa?” Tanya Jessica ramah. “Hey.. babo! Bagaimana kalau nanti malam kita nonton? Harry Potter versi akhir kan sudah tayang! Aku mau menontonnya” ajak Heechul. “Ah oppa, Mianhe, aku sudah ada janji! Kau ajak aja Sooyoung!” kata Jessica dengan nada menyesal.

“Ah… begitu? baiklah” kata Heechul yang berusaha menyembunyikan ekspresinya yang kecewa. “Memang kau mau pergi kemana sih? Kau selalu tidak punya waktu untuk oppa?” Tanya Heechul. “Oh, aku mau pergi Nonton!” kata Jessica sibuk dengan kopinya. “Ah? benarkah? Bagus deh! Sama siapa?” Tanya Heechul.

“Donghae. Kami akan menonton Harry Potter.” Kata Jessica senang. “Uhuk.. Uhukk..” kata Heechul tersedak kopinya sendiri. Heechul melototi Jessica. “Mwo? Kau kenapa oppa. sampai tersedak begitu?” Kata Jesica halus.

“YA! Berhati-hatilah! Jangan sembarangan pergi dengan orang yang belum kau kenal!” Bentak Heechul. “Ah.. tidak apa oppa. aku sudah mengenalnya kok! Dia orang yang baik. Kami sudah pergi beberapa kali kok! Nanti malam itu adalah yang ke3 kali.” Kata Jessica enteng. Mungkin dia tidak tahu perkataanya barusan bisa membuat Heechul sangat jelouse. “Apa kau suka sama dia?” Tanya heechul. “Sstt… ia. Dia adalah namja yang menarik” kata Jessica.

”MWO? KAU SUKA PADA NAMJA SEPERTI ITU? KEMANA SAJA KAU SELAMA PERGI SAMA DIA!?” bentak Heechul. “ah… kau jangan berteriak! Kami hanya jalan-jalan saja kok!” kata Jessica yang ikutan marah. “aku sarankan kau jangan berdekatan dengan namja seperti itu!” saran Heechul. “Hish! Oppa selalu saja mengaturku. Aku tidak suka itu!” kata Jessica emosi. “Haish.. yasudah! Terserah kau lah! aku mau pergi!” kata Heechul dia lagi pergi meninggalkan Jessica sendirian di halaman South Korea University.

*****

“Bagaimana oppa? Sukses?” Tanya Sooyoung pada Heechul. “Sudahlah!” kata Heechul kesal. “Dia menolakmu?” Tanya Sooyoung. Heechul menggelengkan kepalanya. “lalu?” Tanya Sooyoung. “Jangan-jangan kau tidak punya nyali untuk menyatakan cintamu yah?” Tanya sooyoung meremehkan. “Andwe! Dia suka sudah suka namja lain. Dia tidak suka padaku.” Kata Heechul.

“Mwo? Benarkah? Siapa?” Tanya Sooyoung. “DONGHAE! Sial! Hashh…” kata Heechul kesal. Heechul memukul keras tembok yang membuatnya kesakitan sendiri. “Ah oppa… aku… ah… yasudah oppa. aku tidak mau jadi pelampisan marah oppa! aku kabur saja deh oppa. Mianhe. Bye.” Sooyoungpun pergi berlari. Dia takut kena sial, karena Heechul sangat menakutkan kalau dia sedang marah.

*****

Hubungan Heechul dan Sica agak merenggang akhir-akhir ini. Heechul berusaha menghindari Jessica, meskipun Jessica selalu berusaha menghubunginya Heechul, tapi oppanya ini tidak pernah mau menghiraukan.

‘Oppa, ayo kita makan siang! Kalau kau tidak mau aku akan marah!’ sms dari sica untuk Heechul. Heechul segera membalasnya. ‘Maaf sibuk’ balas heechul singkat. ‘Lalu! Kau akan membiarkanku marah padamu? Dasar oppa pabo!’ balas Sica lagi. ‘Sudahlah! Jangan kekanak-kanakan aku benar-benar sibuk!’ balas Heechul lagi. Heechul menutup layar hapenya.

“Hash! tidak bisa seperti ini terus! Menyakitkan juga kalau harus menjauhinya! aku harus melakukan sesuatu untuk membuat Jessica menjadi milikku.” Gumam Heechul. Iapun berfikir memutar otaknya. “Aha aku punya ide.” Heechul mengeluarkan hapenya lagi dan mengetik sebuah sms untuk Sooyoung.

*****

Pagi hari begitu cerah. Jessica memulai harinya dengan sepiring nasi goreng dan susu coklat kesukaanya yang dibelinya dikantin kuliahnya. “Hai… pretty Sica!” sapa sooyoung yang tiba-tiba datang mengagetkan Jessica.

“Hey! Ada apa?” Tanya Jessica ramah. “Oiya. Makalah yang kupinjamkan ke kau masih kau bawa kan?” Tanya Sooyoung. “Makalah? Oh… itu ia aku taruh dilokerku” kata Sica. “Mana? Ambil dong aku butuh ni!” kata Sooyoung.

“Tidak mau… terlalu jauh! Ambil saja sendiri!” perintah Jessica yang kembali menikmati nasi gorengnya. “Ayolah! Cepat sana serahkan makananmu padaku.” Kata Sooyoung. Ia lalu merebut nasi goreng yang ada di meja Jessica. “Oke… ne… baiklah.” Kata Jessica kesal. Iapun pergi meninggalkan Sooyoung untuk mengambil makalahnya di loker.

“ah dasar sooyoung ada-ada saja.” Gumam Jessica. Ia mengeluarkan Kunci lokernya dan membuka lokernya perlahan. Srett… sebuah kertas terjatuh dari lokernya. Dia mengambilnya. Kertas itu dibungkus oleh amplop berwarna hitam, tertulis jelas didepan amplop ‘For Lovely Sica’. Jessica membuka amplop itu perlahan dan dia membaca kertas itu.

Hati ini tak mempunyai logika.

Hati ini hanya dapat merasakan kebenaran.

Hati hanya bisa merasakan ketulusan.

Ketulusan. Seperti ketulusan cintaku padamu.

Cintaku jatu pada dirimu tak salah,

Dan cintaku berat pada dirimu dan

Aku ingin berada disampingmu.

 

Love, Mr.H

 

“hah? Siapa yang mengirim surat ini? manis sekali” Jessica tersenyum. Kemuaidan ia kembali melipatnya. Dan memasukkannya kedalam ranselnya. Ia mengambil makalah surat itu dengan buru-buru dan pergi kembali ke kantin.

“Hey… Makan saja kau ini” Jessica mengagetkan sooyoung dan ia langsung duduk disampinya. “Hehehehe… biarlah hidup Cuma 1 kali. Kita harus makan sebisa kita.” Kata Sooyoung tidak nyambung. “ini makalahnya.” Kata Jessica sambil menyodorkan setumpuk makalah milik Sooyoung. “Oh… iya makasih!” katanya.

Jessica lalu tersenyum-senyum sendiri. “Kau kenapa? Gila?” Tanya Sooyoung. “Ahni… Aku tidak gila kok! Hehehe aku lagi bahagia saja.” Kata Jessica senang. “Oh begitu. Baguslah! Emang kenapa?” Tanya Soooyoung.

“Kau baca ini!”  Jessica mengeluarkan secarik amplop berwarna hitam dari kantung ranselnya. Sooyoung tersenyum. “Kenapa kau tersenyum?” Tanya Jessica heran. “Oh… ahni… aku… aku… ah aku hanya ingin tersenyum saja.” Kata Sooyoung terbata-bata. Sebenarnya dia tahu Jessica akan memberinya surat yang ditulis oleh Heechul untuknya. Karena ini memang rencana Sooyoung dan Heechul.

“Apa ini?” Tanya sooyoung pura pura tidak tahu. “Kau baca saja dulu! Nanti kau juga akan tau.” Kata Jessica. Sooyoung membacanya sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Hahahaha… cie Sica. Ini dari siapa?” Tanya Sooyoung. “Ah… aku tidak tahu. Aku sendiri penasaran. Aku menemukan surat itu dilokerku.” Kata Jessica sambil tersenyum. “Ah benarkah? Manis sekali! kekeke… menurutmu ini dari siapa?” Tanya Sooyoung. “Ah aku tidak tahu. Kalau menurutku sih… ah… tidak mungkin!” kata Jessica. “Siapa yang tidak mungkin?” Tanya Sooyoung penasaran.

“Ah… mungkin… disurat itu ditulis inisial H. siapa? Aku tidak tahu orang berinisial H” gumam Jessica. “Masak tidak tahu?” kata Sooyoung menggoda. Jessica berfikir sejenak. “ H? h? Hae? Hae oppa? iya hae oppa! surat ini dari Donghae oppa.” kata Jessica yakin.

“Mwo? Kau yakin? Benar kah? Tidak mungkin ah! dia kan tidak kuliah disini! Bagaimana caranya dia bisa nyelipin ini di lokermu?” Tanya Sooyoung. “Ah kau tidak tahu sih. Dia orangnya itu Sweat banget. Dia itu bisa ngelakuin apa yang ida mau.” Kata Jessica yakin. “Ah… menurutku sih bukan dia. Aku yakin dia anak sini” kata Sooyoung meyakinkan. “Ah… begitu? Huft….” Ucap Jessica.

*****

Rabu pagi adalah hari yang pas untuk berolahraga. Tapi hari ini hujan turun dengan sangat deras. Sejak kemarin malam hujan turun tanpa henti. Hujan dimusim gugur memang bukanlah hal yang baik.

Sret. Secarik kerta terjatuh lagi dari loker ketika Jessica membukanya. Jessica tersenyum melihat amplopnya yang berbeda kali ini aplop itu bergambarkan hati. Kali ini surat itu tidak hanya berisikan kertas saja. Tetapi juga berisikan coklat batangan mahal yang kelihatannya sangat lezat. Jessica membukanya dengan hati-hati dan membacanya sekalimat demi sekalimat.

Seandainya kau bukan untukku.

Kau tak akan hadir dalam hidupku.

Diantara banyak peristiwa sering aku tak mengerti.

Mengerti. Mengerti perasaanku padamu.

Tapi baru kusadar aku ada bukan untuk diriku.

Aku ada untuk dirimu.

 

p.s: Sica makanlah yang banyak. Cuaca akhir-akhir ini sangat buruk!

ini coklat untukmu.Kau terlalu kurus jangan sampai sakit yah?

aku akan sedih, kalau kamu sakit lagi,

aku menyayangimu J

 

dank au tak perlu tahu siapa aku

Love, H

 

*pengumuman: author ambil tuh puisi diatas dari karangan kahlil kibran maklum ane tidak pandai, berkata-kata indah. Hihi*

“Ah pagi hari yang dingin sekaligus menyenangkan” gumam Jessica sambil tersenyum. “Baiklah siapa dirimu Mr. H. Apakah kau Mr. Hae?” kata Jessica kepada surat itu. “Siapapun dirimu. Aku berterimakasih untuk coklatnya.” Kata Jessica lagi. Jessica mengambil beberapa bukunya dan menaruhnya kedalam ranselnya. Jessica menutup lokernya dan sengaja tidak mengguncinya agar Mr. H tidak kesusahan lagi jika besok ia mengiriminya surat lagi.

Jessica berjalan sambil melompat-lompat kecil seperti anak TK. Hari ini moodnya sangatlah baik meskipun cuaca hari ini tidak mendukung.  Ia tersenyum sepanjang hari.

Bruakk…. Jessica menabrak seorang Namja yang berada didepannya. Namja itu menoleh ke Jessica yang sudah terkapar mencium lantai. Namja itu memandangi sica. “Sica?” Tanya namja itu. “Oppa?” Jessica kaget melihat sahabatnya yang akhir-akhir ini menghindarinya, berdiri didepannya. Namja itu adalah Heechul. “Berdirilah!” Heechul membantu Jessica berdiri. “Lain kali hati-hati.” Kata Heechul cuek pada Sica.

“Gomawo oppa.” kata Jessica ketika ia sudah berhasil berdiri karena bantuan dari Heechul. “Ne” kata Heechul singkat kemudian pergi meninggalkan Jessica. “Oppa tunggu!” teriak Jessica. Heechul menghentikan langkahnya, dan Jessica berlari ke arahnya.

“Oppa..” panggil Jessica lembut. “Ne? waeyo?” Tanya Heechul singkat. “Ayo kita ngobrol!” pinta Jessica. “Tidak bisa oppa sibuk! bye” hecchul lagi-lagi berusaha meninggalkan Jessica. Tapi kali ini Jessica menahannya dan menarik tangannya.

“Oppa… kenapa kau selama ini menjahuiku? Kau kira enak kau jauhi?” Tanya Jessica langsung. “Mianheyo tapi aku sangat sibuk. Kau tahu aku sedang mengerjakan skripsi kan?” Tanya Heechul. “Jadi aku tidak ada waktu untuk mengerjakan hal yang tidak penting. Jadi jaga dirimu baik-baik. Ketika aku tidak ada disampingmu.” lanjut heechul.

“Tidak penting? Apa nya? Aku tidak penting bagimu?” Tanya Jessica heran. Heechul hanya tersenyum dan mengacak-acak rambut Jessica. Ia lalu pergi pergi meninggalkan Jessica. “Oppa tunggu!” teriak Jessica. Tapi sayang Heechul sudah melesat maju duluan.

******

Heechul menulis suratnya lagi. Kali ini dia menulis ditemani oleh Sooyoung sahabatnya.

 

“Sudah selesai! Tolong kau berikan pada Jessica lagi yah.” Kata Heechul pada Sooyoung. “Yasudah… aku akan menaruhnya dilokernya lagi. Tapi ingat ini tidak Gratis!” kata Sooyoung kepada Heechul. Mereka berdua sekarang berada diperpustakaan.

“Ah… kau kan kawanku. Masak masalah ini saja harus bayar. Apa yang kau minta kali ini?” Tanya Heechul agak kesal. “Hehe.. apa yah? Traktir makan siang selama 1bulan? Bagaimana?” pinta Sooyoung. “Ah… oke baiklah. Tapi ingat surat itu harus nyampai ke dia. Arraso?” kata Heechul. “Oke. Arasso! Tapi oppa. aku kira rencana ini tidak berhasil. “Sica masih menganggap surat- surat yang kau berikan itu dari Dongae oppa tau!” kata sooyoung.

“ah benarkah? Apakah dia masih berhubungan dengan Donghae?” Tanya Heechul. “E’em… masih oppa! Setiap minggu mereka pergi berkencan! Tapi tenang saja oppa. aku selalu ikut kok! Dan mereka tidak pernah macam-macam” kata Sooyoung.

“Apa? kau ikut?” Tanya Heechul heran. “E’em! setiap mereka berdua pergi aku akan merengek minta ikut pada mereka.” Kata Sooyoung sambil tertawa. “Haha! Pintar awasi mereka! Aku mengandalkanmu. Jaga Sica dengan baik!” perintah Heechul. “Siap pak! So pasti!” kata Sooyoung sambil tersenyum.

*****

Hari demi hari terlewati dengan cepat. Kehidupan di South Korea berjalan seperti biasa. Jessica dengan surat-surat misterius dari Mr.H , dan Sooyoung dan Heechul yang bekerja sama dengan misi yang tidak jelas.

Sudah 20 surat Jessica terima. Jessica masih saja mengira kalau itu adalah Donghae. Dia membaca ulang semua suratnya setiap pagi, mencari clue siapa yang mengirimnya. Banyak kata indah sudah Jessica baca dari surat surat itu.

Penulis surat itu pasti sangatlah perhatian pada Jessica. Dia pernah mengirim Jaket dan payung ketika cuaca sedang buruk, dan juga sekotak makan siang dengan dadar gulung dan kimchi didalamnya, sang penulis surat juga pernah mengirimi Jessica sebuah tas mewah Guci yang hanya ada 10 didunia, salah satu pemiliknya adalah Victoria Becham *tahu gak? Itu tuh suaminya david becham, yang cantik itu loh :D*.

“Ah… siapa yang mengirimiku berbagai barang ini? aku suka kalau kado itu sederhana. Tapi kalau tas seperti ini. menurutku terlalu berlebihan. Terlalu mahal.” Kata Jessica kepada Sooyoung sahabatnya.

”Wah kenapa itu kan bagus? Kau tidak suka?” Tanya Sooyoung pada Sica. “Ah tentu saja aku suka kalau aku yang membelinya sendiri, tapi kalau sebagai hadiah, aku tidak bisa menerimanya.” Kata Jessica kesal. “Ah pabo! Ini hanya ada sepuluh didunia, pemakainya pun Cuma orang-orang TOP! Yasudahlah buatku saja kalau begitu.” Kata Sooyoung dengan penuh pengharapan.

“Ah tidak. Tidak… aku akan mengembalikannya pada Donghae oppa!” Kata Jessica tegas. “Mwo? Kau mengembalikan ke dia?” Tanya Sooyoung kaget. “Ne.” kata Sica singkat. “Kau yakin pengirim surat itu dia? Kau sudah bertanya padanya?” sindir Sooyoung. Jessica menggelengkan kepalanya. “Aku belum bertanya padanya, terlalu aneh kalau aku bertanya seperti itu.” Kata Jessica. “Ah yasudah lah!” kata Sooyoung kecewa.

“Oh iya ini untukmu!” kata Jessica, ia mengeluarkan setumpuk undangan siap edar dari Ranselnya. Ia mengambil selembar untuk diberikan pada Sooyoung.

“Ini!” Jessica memberikan undangan itu. “Apa ini?” Tanya Sooyoung penasaran. “Baca saja!” perintah Jessica. “Kau ingatkan minggu depan adalah hari ulang tahunku?” Tanya Jessica pada Sooyoung. “Tentu saja.” Kata sooyoung yakin, “Oh jadi. Akan dirayakan dirumahmu yah? Ah baiklah aku akan datang… akan kupersembahkan sebuah kado khusus untukmu!” kata Sooyoung sambil tertawa. “Oke sekarang kau harus bantu aku menyebarkan undangan ini? Ayok..” mereka berdua menyebarkan undangan ke beberapa teman mereka dan beberapa onnie dan oppa mereka.

Jessica dan Sooyoung berpencar agar lebih cepat Jessica menyebar 50 undangan dan Sooyoung menyebar 50 undangan. “Ah akhirnya sudah semua. Oh tinggal dua.” Kata Jessica. Ia mengeluarkan dua lembar undangan yang tersisa. Tertulis nama ‘Kim Heechul’ dan ‘Shindong’ didepan 2 undangan itu. Meskipun capek Jessica berusaha mencari Heechul diseluruh kampus. “Dimana yah mereka?” gumam Jessica. “Pasti dia ada dia sedang melatih dancenya di aula. Ah aku akan kesana!” Jessica bergegas untuk pergi keruang latihan.

Disana music terdengar sangat keras. Jessica mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban mungkin karena musiknya terlalu keras, jadi Jessica memutuskan untuk masuk tanpa izin. “Anyyeong haseyo..” ucap Jessica ketika ia melihat Heechul dan Shindong sedang berlatih.

“Anyyeong Haseo…” kata Jessica lagi. “Anyyeong haseyo Jessica..” kata Shindong ramah. Heechul agak kaget dengan kedatangan Jessica disana. “Aku mencari kalian, oppa. aku mau memberikan undangan pesta ulang tahunku 2hari lagi acaranya berada di rumahku. Alamatku sudah tertulis disana. Aku mohon agar kalian datang. Ini untukmu oppa.” Jessica memberikan undangan tersebut kepada kedua namja tersebut. “Oh iya. Gomawo atas undangannya yah!” kata Shindong sambil tersenyum “Ne… Kau juga akan datang kan oppa.” Tanya Jessica pada Heechul. “Tidak janji. Aku usahakan!” katanya dingin. “Hm… Ne. baiklah.”

******

“Selamat ulang tahun yah!” kata seseorang tamu yang datang ke acara Ulang tahun Jessica. “Iya terimakasih.” Kata Jessica senang. “Eh… Donghae oppa datang. Dia ada didepan.” Kata Sooyoung pada Jessica. “Oh iya…” kata Jessica senang.  Donghae datang dengan membawa sebungkus kado untuk Jessica dan setangkai mawar mewah. “Ini untukmu! Selamat ulang tahun yah?” kata Donghae oppa ramah. “Makasih oppa!” kata Jessica senang. Donghae hanya mengangguk sambil tersenyum.

Musikpun mulai diputar, iringan lagu slow sangat pas untuk berdansa. “Ayo kita berdansa” ajak Donghae pada Jessica. “Ne…” kata Jessica. Donghae menarik tangan Jessica dan melingkarkan tangannya ke pinggang Jessica.

“Jessica…” kata Donghae. “Ne oppa?” ucap Jessica. “Aku mau mengatakan sesuatu yang penting.” Kata Donghae.  Dia melepaskan pelukannya pada Jessica dan memandang Jessica dalam. “Ap.. Apa yang mau kau katakan, oppa?” Tanya Jessica gugup.

“Ak.. aku mencintaimu Jessica… hahah… kaget yah? Iya aku mencintaimu.. aku hanya ingin mengungkapkannya saja, setidaknya itu membuatku lega.” Kata donghae gugup. “Ne oppa… aku sudah tahu.. ” kata Jessica senang. ia lalu memeluk Donghae. “Nde? kau tahu dari mana? Aku belum bilang siapa-siapa masalah ini….” kata Donghae.

“Tentu saja dari semua surat yang kau kirimkan setiap hari oppa, itu adalah hal termanis bagiku.” Kata Jessica. Ia tersenyum manis kepada Donghae. “Surat apa? Aku tidak pernah mengirimmu surat…” kata Donghae heran. Ia menggaruk kepalanya yang ngak gatal.

“Loh… jadi? Kau tidakk pernah… jadi surat itu bukan darimu…” senyum diwajah Jessica yang tadi mengembang kini meredup hilang. “Ne… aku tidak pernah mengirimu surat.” Jelas Donghae. Jessica melangkah beberapa langkah mundur dari Donghae. “Maaf oppa. aku harus pergi dulu.” kata Jessica. Donghae menahannya. “Bagaimana denganku?” Tanya Donghae. “Mianhe oppa, aku harus pergi.” Jessica pergi meninggalkan donghae.

Jessica menghampiri Sooyoung yang sedang menyantap makanan hidangan pesta ulang tahun Jessica. Jessica datang kepada Sooyoung dan merebut semua makanan yang ada di tangannya dan menaruhnya dimeja. “Aku mau bilang sesuatu yang penting.” Kata Jessica serius. “Mwo?? kau kenapa?” Tanya Sooyoung. Jessica menyeret sahabatnya itu dan pergi ketempat sepi, yaitu di kolam renang yang berada di rumah keluarga Jung.

“Ada apa sih?” Tanya Sooyoung kesal. “Baru saja Donghae oppa menyatakan cintanya padaku.” Kata Jessica. “Lalu? Yasudah selamat. Kau senang?” Tanya Sooyoung masih dengan nada kesal. “Tidak! Kau tahu ternyata bukan dia yang mengirim suratnya.” Kata Jessica, ia lalu mendudukan dirinya lemah dikursi. “Aku tahu!” kata Sooyoung. Jessica menatap sooyoung curiga. “Kau tahu?” Tanya Jessica.

“Ne… aku tahu, sudah kubilang bukan dia yang mengirim surat itu! Kau tidak percaya!!” kata Sooyoung. “Lalu? Kau tahu siapa yang mengirimi ku surat itu?” Tanya Jessica penasaran. “Tentu!” kata Sooyoung yakin.

“Siapa? Katakan padaku!” pinta Jessica. “Tidak mau!” tolak Sooyoung. “Kumohon! Aku hanya ingin tahu ayolah! Aku berjanji tidak akan mengambil makananmu lagi kalau kau memberi tahuku.” Kata Jessica.

Setelah lama memohon, Sooyoung pun memberitahu Jessica. “Baiklah… akan kuberitahu. Sang pengirim surat adalah orang yang kau sudah kenal sejak lama. Ia adalah orang yang sangat aneh tapi dia baik. Dia tampan sebagai lelaki tetapi juga cantik sebagai wanita. hahahaha” Sooyoung tertawa terbahak-bahak. “Serius dong!” Jessica mencubit kasar pipi sooyoung.

“Ah… ne… ne… dia adalah orang yang rela mengorbankan nyawanya demi orang yang ia cintai. Dia juga sangat sayang padamu. Sudah tahu siapa?” Tanya Sooyoung. “Siapa? Sih? Aku tidak tahu!” kata Sica penasaran. “Benar tidak tahu!? More clue untukmu, dia adalah orang yang setia menunggumu dirumah sakit bahkan ia tidak tidur sedetik pun untuk menjagamu! Sudah tahu siapa? “ Tanya Sooyoung sambil mengedipkan mata kanannya.” “Heechul oppa?” kata Jessica asal tebak. Mengingat hanya Heechul lah yang menjanganya dirumah sakit ketika ia sedang sakit.

“Ne… dia yang mengirimi semua surat itu.” “Ah apa? dia…? Ahhh… kenapa? Sekarang dia dim.. dimmana?” kata Jessica bingung. “Dia tadi sudah datang kesini, tapi dia tidak mau masuk! Dia tadi meng-smsku katanya sekarang dia ada di taman kompleks ini. ” kata Sooyoung. “Antarkan aku kesana!” kata Jessica tanpa ragu.

****

Malam hari menang taman selalu sepi.  Hanya ada suara angin dan air mancur yang berada ditengah taman. Suasana taman sangatlah gelap dan sunyi dimalam hari seperti ini. “Aissshh…..” Heechul menendang bangku yang ada ditaman. Dukk… “Aduh… duh… duh… sakit” erangnya. “Diapun terduduk dibangku itu sambil memegangi kakinya.”

“Oppa?” seorang yeoja memanggil Heechul. Ia melihat kesumber suara, dan dilihatnya sahabatnya sendiri Jessica berdiri disana. “Jess… Jessica?” kata Heechul kaget. “Oppa… Aku merindukanmu.” Jessica memeluk Heechul dengan kuat. Heechul tidak bereaksi apa-apa hanya diam membisu. “Oppa… bicaralah sesuatu!” pinta Jessica. “Kau kenapa kemari? Bagaimana dengan pestamu?” Tanya Heechul.

“Biarkan saja, oppa! Aku tidak peduli. Aku lebih memilih disini saja, berada disamping oppa membuatku sangat nyaman.” Kata Jessica sambil tersenyum. “Jessica…” kata Hecchul. “Aku sangat suka dengan semua suratmu, oppa. mianhe, aku baru sadar kalau itu darimu.” Kata Jessica . ia memeluk Heechul lagi. Jessica baru sadar bahwa ia mencintai Heechul, dan ia hanya ingin bersama heechul, tidak dengan namja lain.

“Mwo? Kau sudah tahu?” kata Heechul kaget. Jessica mengangguk pelan. “Mianheyo oppa!” kata Jessica agak menyesal. “Gwencana… aku maklum kalau kau tidak sadar kalau itu dariku. Haha siapa aku? Aku hanya sahabatmu saja.” Kata Heechul.

“Ahni oppa! Kau bukan sahabatku lagi.” Kata Jessica dengan nada kesal. “Mwo? Kenapa?” Tanya Heechul sedih. “Karena aku mencintaimu, dan aku sudah bosan menjadi sahabatmu. Kita pacaran saja bagaimana?” wajah Jessica yang semulanya kesal kini berubah menjadi senang. Heechul tersenyum bahagia. Kemudian heechul memeluk Sica dengan lembut.

Tetet.tet.tet. nada alarm di jam tangan Jessica berbunyi. Jessica melepas pelukannya. Ia melihat jam tangannya. “Ini jam 12 tepat oppa . Berarti umurku sudah bertambah kali ini. Kau harus memberiku sebuah kado!” pinta Jessica.

“Baiklah pretty sica. Kau mau apa?” Tanya Heechul lembut. “Aku mau… aku mau… AKU MAU KAU MENCIUMKU.” Pinta Jessica, membentak. “Mwo? tolong ulangi!” Tanya Heechul kaget. “Kau tidak mau yah, oppa? baiklah kalau tidak mau. Kita pulang saja.” Kata Jessica kecewa.

“Tunggu, kau itu babo sekali yah! Baiklah kita melakukannya, sekarang tutup matamu!” Perintah Heechul. Jessica tersenyum kegirangan. ”Baiklah!” Jessica mulai menutup matanya.

“Eitss… sebentar. Kau suka aroma mint atau anggur?” Tanya Heechul, jessicapun membuka kedua matanya. Ia melihat Heechul membawa 2 pengharum mulut ditangannya. Yang satu berlabelkan Anggur yang Satu berlabel Papper Mint.

“Ah oppa!” kata Jessica menggoda. “Yang mint saja aku suka.” Kata Jessica lembut. “Baiklah.” Hecchul menyemprotkan pengharum mulut itu ke dalam mulutnya. “Hah…. Harum kan?” kata Heechul. Jessica hanya mengangguk. “Yasudah… ayo kita lanjutkan!” kata Heechul. “Ne…” jawab Jessica sambil tersenyum.

“Close your eyes… Close your eyes.” Kata Heechul dengan bahasa Inggris ala kadarnya. Jessica mulai menutup matanya lagi. Heechul mendekat bibirnya ke bibir Jessica. Jessica tidak tinggal diam saja ia membuka sedikit bibirnya. Dan Heechul mulai menutup matanya.  Belum sempat bibir mereka menyentuh. Tiba-tiba….

“Wihhiiiiiiiiiiiiiiiii….” Suara tepuk tangan dan tiupan terompet tiba-tiba menyeruak keras disekitar taman. Jessica dan Heechul membuka matanya. Dilihatnya Sooyoung dengan 100 tamu undangan lain berada disekeliling taman. “What? Apa-apaan ini?” kata Jessica kaget. “Dasar! SOOYOUNG! Sialan kau yah! Awas kau yah!”  teriak Heechul kesal pada Sooyoung.

Sooyoung tidak takut sama sekali dengan ancaman dari Heechul. Ia malah menjulurkan lidahnya menantang, sambil tersenyum-senyum gaje. “HeeSica!” teriak Sooyoung senang. “When I say Hee you say Sica [kayak yang di SuShow Gee-Super Junior]” kata Sooyoung semangat. “Hee!” kata Sooyoung. “Sica!” teriak teman-teman undangan bersama-sama. Tindakan ini sukses membuat Sica dan Heechul malu.

“Sooyoung memang benar-benar minta dihajar!” gumam Heechul. “Sica, kau tenang saja… akan kubuat Sooyoung menerima akibatnya!” bisik Heechul pada Jessica. “Kita lanjutkan lagi hadiahmu nanti sepulang dari pestamu. Aku akan menambah 5 kali lipat kadomu ini.” bisik Heechul sambil mengedipkan satu matanya. “MWO 5x lipat??” ucap Jessica kaget.  Heechul hanya tersenyum Evil. “Ne, 5 kali lipat chagiya!”

Mungkin ini adalah malam ulang tahun terindah bagi Jessica, ia mendapatkan kado ulang tahun yang sangat indah, yaitu Heechul, orang yang selalu setia berada di sisinya.

.T.H.E. E.N.D.

11 thoughts on “[OneShoot] This Feeling

  1. ahahahaa~😀
    HeeSica…. no, no, no, no, no.. babo…
    lucu.. si Heenim masih s4-s4nya nanya soal pengharum mulut sblm ciuman..
    kekekk~ ^^||

  2. Oppa yadong banget😄 kalo sama Sica Unnie itu cocok banget keliatan pabo pabo gimana gitu😄 Pantesan thor, puisinya romantis gitu, rupanya -,- Tapi keren banget itu si Oppa ngembeliin tas Gucci yang cuma 10 di dunia? ckckckckck jangan jangan imitasi tuh😄 eheheehehe

  3. waw kren …
    jrng2 bca ff tntng HeeSica …
    sooyoung mngacaukan smua ny, hrusnya kn tdi mrka kissue …, heechul udh prsiapin pnghrim mulut mlh …
    ah … suka … suka …
    HeeSica jjang !

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s