[Oneshoot] Big Mistake

Seokyu-Sunsun

Seokyu-SunSun

YO!!!
Anyyeong haseyo! saya kembali lagi dengan FF Buatan saya!
So, Plese check this FF out!
Happy reading! Hope you like it, guys!!

Tittle: Big Mistake
Author: Noviyanti
Main Cast:

  1.  Lee Sungmin as Lee Sungmin
  2.  Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  3.  Seo Joo hyun as Lee Seohyun
  4.  Lee Sunkyu as Cho Sunny

Genre: Romance, Family, Friendship
PG: -11
Type: One Shoot 

Hey, Seohyunie. mau lihat trik sulap baruku tidak?” Tawar sungmin pada Seohyun, dongsaengnya, yang masih sibuk dengan PR matematikanya. “ANDWE, ANDWE!!” kata Seohyun sedikit membentak.

“Sudah lihat saja oppamu ini beraksi!!” paksa Sungmin dengan wajah super cutenya. Seohyun tidak menghiraukannya sedikit pun, ia masih asyik dengan PRnya. “Akan kubuat bola ini melayang-layang di udara!” kata Sungmin semangat sambil berkomat-kamit.  Sungmin membaca mantranya, dan dengan trik konyolnya ia membuat bola itu melayang-layang diudara.

“Duk!” trik Sungmin gagal dan bola yang ia layang-layangkan diudara kini membentur kepala Seohyun dengan keras. “Aw!” keluh Seohyun sambil memegangi kepalanya yang sedang sakit. “Opps! Sorry!” kata Sungmin. Seohyun menatap Sungmin kesal. “Akan ku ulangi!” kata Sungmin kekanak-kanakan.

Clek. Tongkat sulap yang baru saja dibeli sungmin dipatahkan oleh Seohyun dengan kesal. “Rasain! Makannya oppa jangan mengangguku! Aku sedang belajar!” kata Seohyun.“Wo… patah! Eomma, Seohyun mematahkan tongkat ajaibku!” rengek Sungmin pada Eommanya yang tiba-tiba datang ke ruang belajar belajar mereka.

“Seohyun, jangan patahkan tongkat sihir kakakmu!” kata eomma seohyun lembut. Sungmin tersenyum bahagia, karena mendapat dukungan dari Eommanya. “Sekarang! ayo minta maaf padaku dan cium tangaku!!” kata Sungmin pada Seohyun. “JANGAN MENGGAGUKU! Anak mami!” bentar Seohyun pada abangnya yang sudah kekanak-kanakan itu.

“Eomma! Seohyun memanggilku anak mami!” kata Sungmin manja pada eommanya. “Seohyun, kakakmu bukan anak mami, jangan memanggilnya anak mami.” Kata ibu mereka yang super kalem itu lembut.

“Tapi, eomma, dia mengganguku belajar! Oppa mengangguku Dengan triknya yang super super sangat terlalu konyol itu!” ledek Seohyun kesal. “Ini tidak konyol! Ini hebat!” bentak Sungmin.

“Sudahlah! Kalian bertengkar terus sepanjang hari!! SUNGMIN, jangan mengganggu adikmu terus! belajar sana!” bentak Eomma mereka, kemudian meninggalkan kakak beradik itu.

“Rasain!” kata Seohyun sambil menjulurkan lidahnya. “Ih! Awas kau yah! akan kubuang ini!” kata Sungmin sambil mengangkat-angkat celana dalam keberuntungan milik Seohyun. “Hey! Dimana kau menemukannya? Kau membongkar lemariku?” bentak Seohyun kemudian merebut celana dalam keberuntungannya itu. “Ahni! Aku mengambilnya dijemuran!” kata Sungmin.

“Awas kau yah! akan kulaporkan kau pada appa tentang nilai ulangan matematikamu yang dapat 20 itu!” ancam Seohyun kesal. “Awas saja kalau berani melaporkan akan kulaporkan kau pada Kyuhyun!” ancam Sungmin balik. “Mwo? Appa maksudmu?” Tanya Seohyun penasaran. “Kenapa bawa-bawa Kyuhyun oppa?” lanjut Seohyun.

“Ahaha! Kau fikir aku tak tahu! Kemarin kau telepon-teleponan dengan Sunny kan? Kau membicarakan Kyuhyun, kan?” kata Sungmin memojokan Seohyun. “Mwo? Tau dari mana aku membicarakan Kyuhyun oppa? Kau menguping?” bentak Seohyun. “Ne… Oh, Kyuhyun oppa sangat tampan, aku ingin memeluknya dan menciumnya sepanjang hari. Muah muah!” kata Sungmin menirukan obrolan seohyun kemarin dengan Sunny.

“Oppa!” bentak Seohyun. “Menjijikan! Kau suka Kyuhyun kan?” sindir Sungmin. “Akan kulaporkan kau padanya!” ancam Sungmin. “ARGH oppa!” Seohyun mengejar Sungmin, dan sungmin berlari ketakutan.

Ya. Begitulah, Susana dirumah keluarga Lee pada malam hari. Keluarga ini seharusanya menjadi keluarga yang damai, menggingat anggota yang sedikit, 2 anak, 1 ibu, dan 1 ayah. Tapi tidak begitu, dengan 2 anak, yaitu Seohyun dan Sungmin, keluarga ini tak pernah tentram. Mereka sering kali bertengkar, mengejek, dan membuat onar. Eomma dan appa mereka, sampai harus anggat tangan dengan kelakuan mereka.

*****

Sementara itu, dirumah keluarga Cho….

“Oppa.. ini apa?” Tanya Sunny dengan suara aegyonya. “Oh! Ini milik ayah!” kata Kyuhyun, sambil menunjuk lukisan milik ayah mereka. “Bagus sekali. pasti susah membuatnya.” Kata Sunny kagum. Ia lalu hendak memegang lukisan itu, tapi ditahan oleh Kyuhyun. “Eits! Lukisannya masih basah! Jangan dipegang! Jika rusak ayah akan memarahiku!” bentak Kyuhyun.

Sunny berfikir sejenak, dan kemudian ia tersenyum evil. “Kyuhyun oppa! aku tadi membeli banyak game baru, game yang sudah kau cari sejak lama, yang katamu langka itu loh!” kata Sunny. “Mana? tanya Kyuhyun. “ambil aja video gamenya di kamarku!” perintah Sunny. “Baiklah! Aku akan mengambilnya!” kata Kyuhyun bersemangat, ia pun naik kelantai atas dan menuju kamar Sunny.

Sunny tersenyum evil. Ia melihat lukisan milik ayahnya itu, dan mengambil kuas dan cat air dan merusaknya. “Aha! Perfect! Ayah pasti akan marah besar.” Kata Sunny senang kini lukisan yang indah itu, berubah menjadi lukisan abstrak tak bernilai. Kemudian Sunny segera menutup lukisan itu, dan beranjak ke ruang tamu.

“Sunny! Mana video gamenya?” Tanya Kyuhyun ketika ia melihat sunny sedang asyik menonton tv diruang tamu. “Aha! Kena kau! Aku bohong!” kata Sunny senang. “Ih dasar penipu kecil!” kata Kyuhyun kesal sambil menjitak kepala Sunny. “Aw! Sakit! Game Kyu oppa sialan!” kata Sunny kesakitan. Kemudina mereka berdua menonton televise bersama-sama.

Tak lama kemudian appa, dan eomma mereka datang dengan wajah yang marah. “Eomma, appa, sudah pulang?” Tanya Sunny senang. “Kalian berdua!!!!!! sekarang appa Tanya siapa yang merusak lukisan ayah?” tegur appa mereka. “Bukan aku!” kata Kyuhyun kaget. Appa mereka memandang Kyuhyun marah. “Kau yah, sunny?” tuduh kyuhyun pada Sunny. “Ahniyo! Bukan aku! Jangan asal tuduh!” kata Sunny berbohong.

“Tidak mungkin kalau bukan kalian! Dirumah kan hanya ada kalian!” bentak appa mereka. “Sunny-ssi Aku tidak merusaknya? Apa kau yang merusaknya?” bisik kyuhyun ketelinga Sunny. “Bukan oppa!” bohong sunny sambil berbisik. “Yasudah meski kita tidak salah! kita mengaku salah saja! Dengan begitu appa akan meringankan hukuman kita kalau kita berani mengaku!” tawar Kyuhyun seirius. “Ne! ayo mengaku bersama!” setuju Sunny.

“Aku akan menghitung mundur.! Kita mengaku bersama.” Kata Kyuhyun tegas. “1.2.” kata Kyuhyun menghitung. “3!” kyuhyun mengaku: “Aku yang melakukannya.” Terang Kyuhyun dengan nada Jujur, dan tegas. Kyuhyun melototi Sunny, seharusnya mereka mengaku bersama.

“Benar. Kyuhyun oppa yang melakukannya aku tidak melakukan apa-apa.” kata Sunny yang sukses menjebak oppanya yang satu itu. “Mwo? Kita seharusnya kita mengaku bersama! Sialan kau!” kata Kyuhyun.

Dengan takut Kyuhyun memberanikan diri memangdang ayahnya. “Kyuhyun… kau akan dihukum dalam waktu yang lama.” Bentak ayah mereka. “Hihihi rasain!” kata Sunny merasa menang. “Akan kubalas kau nanti!” kata Kyuhyun kesal.

Ya, begitu juga lah pemandangan di rumah keluarga cho, tidak jauh berbeda dengan rumah keluarga Lee. Sunny dan Kyuhyun adik kakak yang tak pernah akur, dengan rencana-rencana evil mereka berdua, mereka dapat menghancurkan rumah, beserta perabotannya (?)

****

Nadam High School, SMA favorit yang berada di tengah kota Seoul ini memang adalah sekolah impian semua warga korea selatan, fasilitas dan progam belajar yang exclusife membuat tempat ini menjadi SMA terbagus di korea. Tidak sembarang orang juga bisa masuk disini, selain harus pintar, mayoritas murid disekolah ini adalah anak dari orang yang berkehidupan dengan ekonomi diatas rata-rata.

Sekarang, Sunny dan Seohyun sedang duduk dikelas 1. Sedangkan oppanya, Kyuhyun dan Sungmin sekarang sedang duduk dikelas 2. Sungmin adalah sahabat dekat Kyuhyun sejak TK, dan Sunny juga adalah sahabat Seohyun sejak SD.

“Hey, PR mu sudah belum?” Tanya Sunny mengintrogasi sahabatnya Seohyun yang baru saja tiba di kelasnya. “Ne.. hampir selesai!” kata Seohyun lembut. “Tumben belum selesai?” Tanya Suuny. “Iya. Kemarin sih labu anak mami manja itu menggangguku terus jadi gak mood deh ngerjain tugas.” Kata Seohyun kesal.

“Oh begitu. Kalau sudah selesai aku nyontek yah? hehe” kata Sunny sebari tersenyum manis. “Ne.. kau belum mengerjakan?” Tanya Seohyun polos. Sahabatnya yang satu ini memang tidak pernah mengerjakan PRnya. “hehe ne. jelas saja belum hihi” kata Sunny malu-malu.

“Kenapa belum mengerjakan? oppamu yang tampan itu kan pintar! Kenapa tidak minta bantuan dia saja?” Tanya seohyun innocent. Sunny yang tadi tersenyum kini merubah wajahnya menjadi musam. “Jih! Minta bantuan? Ke dia? Harga diri! Kaga mau!” kata Sunny.

“Hush! Padahal jika aku jadi kau aku akan senang. dia tampan, pintar, enak tuh diajak jalan-jalan.” Kata Seohyun polos. “WEW! Masak? Kayaknya kau benar-benar harus berhenti menyukai kakakku deh!” kata Sunny menyarankan.

“Mwo? Wae?” Tanya Seohyun. ”Dia sudah punya pacar?” lanjut Seohyun. “Ahniyo! Orang kaya dia mah tak akan punya pacar. Kekeke.” Kata Sunny sambil tersenyum. “Kau tahu tidak? Dia itu aneh! jahat, usil, dan hobynya juga aneh! pokoknya jangan deh naksir ama oppaku!” saran sunny.

“Hobby? Hobbynya apa?” Tanya seohyun. “Nge-game. Kalau udah nge-game mah dia lupa waktu. Dia bahkan lebih mentingin gamenya dari pada adiknya dan pacarnya. Makannya mantannya, mutusin dia waktu itu! haha” terang Sunny. Seohyun hanya manggut-manggut mengiyakan.

*****

Bel istirahat berbunyi dengan nyaring. Bel memang selalu sukses membuat para murid lega. Sekarang waktu para murid untuk mengambil makan siang mereka di cafeteria. Seohyun dan Sunny hendak pergi ke cafétaria.

“Hey Sunny-ssi!” sapa sesosok namja dari belakang. Sunny dan seohyun membalikan badanya, dilihatnya, sesosok namja, bertubuh jangkung, berambut gelap, sedang berjalan menghampiri mereka. Namja itu adalah Cho Kyuhyun.

“Hey Sunny!” sapanya lagi. “dan Annyeong Haseyo temannya Sunny, siapa namamu aku lupa?” kyuhyun mengingat-ingat sebentar. “Oia. Seohyun yah?” kata Kyuhyun. “Se… se… la.. mat … pag..” kata Seohyun gelagapan. Beginilah ekspresinya ketika bertemu dengan Kyuhyun. selalu begini.

“Kenapa? Kau seperti melihat hantu!” Tanya Kyuhyun heran. “ahni.. dia sedang sakit mungkin!” kata Sunny tiba-tiba memotong. “ada apa memanggilku? Sudah kubilang kan? Kalau disekolah anggap kau bukan siapa-siapaku! Mengerti? Aku malu tau gak punya abang kayak kau!” kata Sunny kesal.

“Ne, sudah tahu! Aku juga sangat malu membunyai dongsaeng jelek seperti kau!” cela Kyuhyun. “Aku Cuma mau titip kunci kerumah! Nanti aku pulang malam, mungkin tidak pulang, kau pulang nebeng temanmu saja. Ok?” kata Kyuhyun kemudian memberikan kunci rumah kepada Sunny.

“Jih! Enak saja! Antarkan pulang dong!” paksa Sunny. “Bareng seohyun aja. Bagaimana bisa kan Seohyun?” Tanya Kyuhyun gentle. “Ah… bi.. bi.. bisaa…” kata Seohyun dengan memandang Kyuhyun kagum. Kyuhyun tersenyum manis. “Tuh bareng seohyun aja! Good bye!” kyuhyun meninggalkan mereka berdua.

Seohyun memandangi setiap langkah gerakan Kyuhyun dengan teliti dan kagum. “Heh!” kata Sunny pada Seohyun. seohyun tak menghiraukannya sama sekali. “Woy!! Dia sudah pergi!” kata Sunny. “Oppamu memang benar-benar berkarisma, dan tampan.” Kata Seohyun lembut sambil tetap memandangi Kyuhyun yang sedang berjalan. “Astogfirullohaladzim!” gumam Sunny sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

*****

Aula sekolah kini dipenuhi oleh murid yang sedang berkumpul. Sekitar 600 murid nadam high school sedang berkumpul diaula super luas dan mewah itu. “Kenapa kita dikumpulkan disini Kyu?” Tanya seorang namja bertubuh kekar dan pendek, orang itu adalah Sungmin.. “tidak tahu!” kata Kyuhyun singkat.

“Hey Seohyun, sini!” Sungmin memanggil Seohyun yang baru saja datang di aula. Seohyun menghampirinya. “Kau tahu kenapa kita disini?” Tanya Sungmin pada Seohyun. “Ahni! Katanya sih ada pengumuman.” Kata Seohyun yang tak menyadari keberadaan Kyuhyun disamping Sungmin.

“Pengumuman apa?” Tanya Kyuhyun. “Pengumuman…. Ah… oppa?” seohyun melotot kaget. “Heh? kenapa sih kau selalu melihatku seperti melihat hantu?” Tanya kyuhyun yang sudah mulai kesal dengan tingkah laku Seohyun. “Ah… mian.. mianhe!” kata Seohyun gugup. “Iya kenapa sih kau melihati Kyuhyun sampai seperti itu?” tanya Sungmin.

“Itu! Aku.. aku..” kata Seohyun gugup. “Ihihi! Suit-suit. Yasudah aku tahu kok! Tak perlu gugup begitu!” kata Sungmin sebari tertawa evil. “Tahu apa?” tanya Kyuhyun penasaran. “Tahu! Tidak tahu! Tempe juga boleh!” kata Sungmin ngasal.

Tak lama kemudian sunny datang. “Seobaby! Kenapa meninggalkanku?” tanya Sunny dengan nada kesal. “Mianhe!” kata Seohyun singkat. “Annyeonghaseyo, Sunny!!” sapa Sungmin pada Sunny. “Aha! Kau oppa! Sudah lama tak bertemu! Kemana saja?” tanya Sunny girang. “aku disini aja! Kau tuh yang gak ada kabarnya.” Kata Sungmin sebari tersenyum.

Setalah itu suara michropone dari depan aula berbunyi. Semua siswa yang tadinya ramai kini focus pada sumber suara. Terlihat bapak Leeteuk, wakil kepala sekolah sedang berdiri didepan aula, sambil membawa mic. “Hari Ini saya akan menyampaikan pengumuman untuk kalian!” terang pak Jungsoo. Kemudian ia melanjutkan lagi perkataanya. “Kita berdiri disini dalam keadaan……” kata Pak Jungsoo berpidato. *Saya malas menceritakan omongannya. Hihi mianhe.* “Karena itulah aku ingin kalian berpartisipasi dalam acara amal yang diadakan lembaga social. Dan hasil dari kegiatan amal ini akan disumbangkan pada orang yang kurang beruntung.” Kata pak pak Jungsoo.

“Kalian akan diminta untuk mengumpulkan donasi, uang, pakaian, makanan, dan sepatu serta kebutuhan lainnya. Kalian juga bisa mengikuti turnamennya ada turnamen golf, basket, dll. untuk itu kalian diminta berpartisipasi. Oia kegiatan ini akan dilakukan hari Sabtu ini.” Terang Pak Leeteuk dari depan aula.

“Jih? Amal? Malas ah!” bisik Seohyun. “Kau ikut?” tanya Sunny balik berbisik. “Ahni! Malas! Aku tak sanggup melakukannya aku masih banyak tugas yang lain. Lagian hari minggu kan waktu kita ke salon. Emang kau ikut?” tanya Seohyun pada sunny. Sunny menggelengkan kepalanya yakin.

“Seosangmin! Bagaimana caranya mengikuti pertandingan basket?” tanya Kyuhyun pada pak Leeteuk. Pak Leeteuk tersenyum. “Kau dan team basketmu mau ikut? Akan kudaftarkan nanti!” terang pak Leeteuk. “Ne… baiklah!” kata Kyuhyun senang.

“Kyuhyun oppa! kau ikut?” tanya Sunny pada Oppanya itu. “Ne. kau juga ikutlah! Kita berangkat bersama. Kau ikut kan?” tanya balik Kyuhyun. “Ahni… aku dan Seohyun akan pergi..” belum sempat Sunny menyelesaikan kalimatnya seohyun sudah memotongnya. “Sunny ikut kok! Aku dan sunny ikutan.” Kata Seohyun polos. “Baguslah! Kalau kalian juga ikut!” kata kyuhyun sebari tersenyum manis pada Seohyun.

“Hah? Kita ikutan? Katamu kita mau kesalon! Bagaimana sih?l” tanya Sunny heran. “Ah kita tunda dulu saja kesalonnya. Ini kan acara amal kita harus ikut serta dong! Kita harus menolong orang yang membutuhkan” kata seohyun sok bijaksana. Kyuhyun tersenyum. “Ah Seohyun-ssi. Menolong ya!?  Aku suka komitmenmu untuk menolong!!” kata Kyuhyun yang sukses membuat pipi Seohyun merah seketika.

“Ah… goma.. gomawo~~” kata Seohyun gelagapan. Ya selalu begini kalau Seohyun berbicara dengan namja idolanya. Sunny dan Sungmin tersenyum miris. “Heh! Seohyunie! Sejak kapan kau suka mengikuti acara amal?” tanya Sungmin yang mengerti maksud dongsaengnya ini. “Sejak… sejak… sejak… dulu dong!” kata Seohyun berbohong.

Sunny menarik tangan Seohyun menjauh dari kedua Namja itu. “Heh! Kau ikutan acara amal ini karena kau ingin dekat dengan Kyuhyun kan?” tanya Sunny. “Ne! tahu saja dirimu!” kata Seohyun innocent. “Hush! Dasar!” sunny menjitak kepala seohyun.

****

Cuaca malam sangatlah dingin. Sunny, sedang sibuk meyiapkan makanan dan pakaian yang harus disiapkan untuk acara amal hari sabtu mendatang.

Ketika sedang membereskan barangnya, sunny lupa belum membeli kardus pembungkus, sehingga ia meminta kyuhyun untuk mengantarnya ke mall. Tapi kyuhyun malah menolak ajakan sunny mentah-mentah. Kyuhyun beralasan ia sedang asyik main game, sehingga tidak bisa diganggu. Sungmin yang sedang bermain dengan Kyuhyunpun merasa iba dengan sunny, sehingga Sungmin yang mengantarkan Sunny ke mini market yang tidak jauh dari rumah Kyuhyun.

Setelah Sunny dan sungmin membeli kardus pembungkus dan mereka segera bergegas pulang. Mereka pulang dengan naik mobil.  “Oppa, gomawo sudah mau mengantarku!.” Kata sunny lembut. “Ne.. cheonma!” kata Sungmin sebari tersenyum sambil menyetir.

“Memangnya kyuhyun selalu begitu yah?” sungmin menanyakan sifat kyuhyun yang selalu cuek pada adiknya. “Iya. Dia memang abang yang tidak berguna!” jelas Sunny. “Ahaha.. emang aku sendiri suka kesal kalau dia sedang asyik sendiri!” kata Sungmin. “Memang berjam-jam main game dia tak pernah capek.” Ledek sunny, yang disetujui dengan anggukan sungmin.

“Oiya oppa! bisakah kau mengantarku berhenti di Pet Store diujung jalan itu? Aku mau membeli makanan untuk Chocho!” chocho adalah anjing puddle lucu milik keluarga Cho. “Ne..” sungmin kemudian membelokan mobilnya ke pet store yang ada di jalan itu, dan memparkirkan mobilnya didepannya.

“Oppa, kau tunggu dimobil saja yah?”

“Tidak mau! Aku ikut!”

“Ah oppa tunggu disini saja.” Tapi perkataan sunny tidak digubris sedikitpun oleh sungmin. Ia malah mengikuti sunny ke pet store itu. Sunny membeli sekotak besar makanan anjing, dan membayarnya. Sedangkan sungmin, ia sedang asyik memandangi, hamster2 lucu, yang dipajang didepan etalase toko itu.

“Oppa, kau sedang apa?” tanya sunny seusainya ia selesai dengan urusannya, yaitu membeli makanan.

“Lihat deh! Hamsternya lucu sekali.”

“Ne memang lucu! Lihat yang warna coklat lucu sekali.”

“ayo kita membelinya.” Kata sungmin bersemangat.

“Mwo? Beli saja sendiri oppa!” kata Sunny menolak.

“Tidak mau! Kau tidak baca tulisanynnya? 1 pasang? Berarti harus beli 2 hamster. Kita satu-satu! Oke?” paksa Sungmin. Sunny hanya bisa pasrah dan ikutan membeli hamster itu.  Merekapun sepakat untuk merawatnya dengan baik. Dan setelah itu mereka berdua pulang.

Dalam perjalanan sungmin asyik menyetir, dan berteleponan dengan ayahnya, sedangkan sunny asyik bermain dengan sepasang hamster dipangkuannya.

Sesampainya mereka dirumah Keluarga cho…

“Oppa…. ayo masuk!” kata Sunny ramah.

“sudah larut malam. Aku pulang saja langsung yah! mungkin kyu juga sudah tidur!”

“Yah oppa! lalu bagaimana dengan hamster kita?”

“Oia! Aku bawa yang betina kau yang jantan!” kata Sungmin pada sunny, sungmin pun mengambil kandang milik si hamster betina lucu itu.

“Yah oppa! jangan pisahkan mereka…” kata Sunny sambil menggembungkan pipinya.

“Ah tidak apa! aku akan sering main kesini, dan membiarkan mereka berdua pacaran!” kata sungmin sambil mengedipkan 1 matanya. Entah kenapa tiba-tiba pipi sunny berubah menjadi merah padam.

“Ne.. baiklah oppa!” sunny keluar dari mobil sungmin dan menutup pintu mobil sungmin.

“Goodbye oppa!” kata Sunny sambil melambaikan tangannya dan tersenyum. Sungmin hanya tersenyum singkat dan segera menggas mobilnya meninggalkan rumah tersebut.

Dengan wajah berseri Sunny memasuki rumah mewah bernuasa eropa miliknya tersebut. “Oppa aku pulang!!!” teriak Sunny. Eomma dan appa mereka memang sedang pergi keluar kota, sehingga mereka berdua tinggal dirumah sendrian.

“Oppa aku pulang!!” teriak sunny. Tapi tak ada jawaban. Sunny menaruh kardus belanjaannya dan hamsternya tadi di ruang tamu dan beranjak kelantai atas menemui oppanya. “Oppa! aku sudah pulang!!!” kata sunny sambil mengetuk pintu kabar milik abangnya itu, tapi abangnya tidak membukanya. Tanpa izin sunny membuka pintu kamar oppanya. Dia melihat oppanya sudah tertidur pulas.

Sunny kemudian mendekati abangnya itu. “Hyun.. ~ HyunBaby~ Hyun~ saranghe!” kata kyuhyun mengigau. “heh? Hyunbaby? Hyunbaby siapa?” tanya Sunny pada dirinya sendiri. “Wah oppaku! Jatuh cinta dengan yeoja bernama hyun. Tapi siapa?” gumam sunny sambil berfikir. “ah! masa bodoh! apa peduliku?” kata sunny. Sunny kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga kyuhyun.

“OPPA AKU SUDAH PULANG!” teriak sunny tepat diujung telinga oppanya itu. Kyuhyun melonjak kaget, dan membuka matanya dengan cepat, ia melihat adiknya sunny sedang berdiri dihadapannya. “YA! Sunny-ah! kenapa berteriak-teriak!” bentak Kyuhyun kesal.

“Ahehe! Kau kupanggil-pangil tidak dengar sih! Ayo bangun buatkan aku makan!” kata Sunny manja. “Enak saja! Tidak mau!” kata Kyuhyun lalu menarik selimutnya dan kembali tidur. “Oppa! aku belum makan! Ayolah buatkan aku!” kata Sunny memohon. “Atau kulaporkan kau pada eomma!” ancam Sunny.

“Hash! Emangnya Sungmin belum mengajakmu makan diluar?” tanya kyuhyun kesal. “Belum… makannya oppa cepat bangun. Atau kulaporkan pada eomma kau tidak menjagaku dengan baik!!” Sunny menepuk pantat oppanya itu. “Ne… baiklah! Akan kumasakan kau ramen!” kata Kyuhyun lalu dengan malas mengangkat badannya menuju dapur. Sunny tersenyum dan mengikuti abangnya kedapur.

Kyuhyun menghidupkan kompor, dan mulai merebus airnya. Ia kemudian menyiapkan ramen instant kesukaan sunny. Sementara itu, sunny sedang menyiapkan barang-barang untuk acara amal besok sabtu.

“Oppa, aku dengar kau tadi mengigau yah?” tanya Sunny sambil memasukkan pakaian bekas miliknya ke kardus amal itu. “Ah? masak emang iya? Emangnya aku mengigau apa?” tanya Kyuhyun sambil mengaduk-aduk ramen yang berada dipanci itu. “Ne kau mengigau! Kau bilang Hyun~ Hyun~ Hyunbaby~ saranghe!” sunny menirukan sepersis mungkin igauan abangnya itu. Kyuhyun melotot kaget.

“Mwo? Benarkah aku berbicara seperti itu?” tanya Kyuhyun berusaha meredam kekagetannya, dan berusaha santai.

“Ne! memang sapa? Hyun? Hyunah teman sekelasmu?”

“Ahni! Ahniyo! Yang kumaksud Hyun.. adalah Kyu… Kyu~Hyun!” kata kyuhyun gugup.

“Ah tidak mungkin. Pasti ada sesuatu! Hyun nama yeoja yg kau suka kan?”

“Ye! Bukan kok! Sok tau!” kata Kyuhyun.

“Ah! oke kalau kau tak mau mengaku! Tapi pasti suatu saat kalau aku tahu! Tamatlah riwayatmu oppa!” kata Sunny dengan senyum evilnya. Kemudian sunny pergi ke ruang tamu untuk mengambil hamsternya.

“Hush! Bagaimana dia bisa tahu sih?” gumam kyuhyun. “Sial!” keluhnya. “Untuk saja! Dia tidak tahu kalau yang aku igokan tadi adalah si ‘dia’” kyuhyun kemudian mematikan kompor, ketika melihat ramen buatannya sudah matang.

“Aha! Kukerjain sunny ah!” kata kyuhyun yang kelihatannya mempunyai rencana evil untuk adiknya. Ia lalu mengambil kotoran yang ada dihidungnya dan memasukannya kedalam ramen sunny. *tahu gak readers? Upil~upil~ hieeeee… jijik! kekeke*

“Nikmatilah sunny ku sayang!” gumam Evil Kyu sambil menabur-nabur rencana evilnya itu di ramen milik sunny. “Sunny~ah the dinner is ready! Come get it babe!” kata Kyuhyun ramah. Sunny kemudian  datang ke dapur, dan melihat ramennya sudah siap. Ia kemudian duduk dan memandangi mangkoknya.

“Mana ramenku?” tanya Sunny innocent.

“Heh? Kau buta yah! itu ramenmu, ada dihadapanmu!”

“Ini kan air?” tanya sunny sedih. ia melihat ramennya tidak berada disana, melainkan hanya semangkuk air berwarna coklat kemerah-merahan.

“Itu bukan air babo! Mungkin aku menaruh kuahnya sedikit kebanyakan! Sudah kau makan saja!” paksa Kyuhyun.

“Tidak mau ah aku tidak lapar! Selera makan ku sudah hilang!” kata Sunny kemudian ia beranjak dari dapur.

“Ya! Ya! Mau kemana habiskan duru ramenmu!” teriak kyuhyun kesal, namun sunny sudah terlanjur pergi.

“Dasar orang ramen enak begini! Tidak mau dimakan.” Gumam kyuhyun sedih sambil meratapi nasib ramennya. Ia kemudian mengambil sumpit, dan melahap ramen itu dengan perasaan sedih.

“Loh! Kok perasaanku gak enak yah!” gumam kyuhyun. “Omo! Ini ramen kan udah aku campur upilku! Argh! Aku lupa.” Teriak kyuhyun. Huwek… ia memutahkan semua ramen yang ada dimulutnya kedalam mangkok itu lagi. “Sial! Aku lupa! Pantesan asin (?)” gumam kyuhyun. tak beberapa kemudian adiknya, Sunny datang.

“Kau kenapa oppa?” tanya Sunny singkat.

“Hah tidak papa!”

“Oh oke.” Sunny menaruh hamster yang baru ia beli di aquarium kosong yang sudah lama tidak terpakai.

“Eh what is that?” tanya kyuhyun jijik ketika melihat hamster itu.

“Apa? ini? ini hamster!” kata sunny. “Mau mengelusnya?” tanya sunny.

“Jih! Jauhkan mahluk menjijikan itu dari diriku! Jih!” kata kyuhyun jijik.  Kemudian ia meninggalkan sunny sendirian. “Huh! Dasar oppa yang aneh!” gumam Sunny.

Sunny merasakan handphonye bergetar dalam saku hoodienya. Ia mengeluarkannya dan memlihat nomor pemanggil itu. “Nomor Siapa ini! tidak kenal!” tutss sunny mematika hapenya. Tak beberapa lama kemudian handphonye berdering lagi, berulang ulang bordering tapi sunny tak kunjung mengangkatnya.

Setelah itu hapenya behenti berdiring, ‘Ting!’ suara sms kini masuk, sunny membacanya dengan hati-hati.

Noname

‘Annyeong sunny~ah ini aku sungmin oppa! kenapa kau tidak mengangkatnya? Hehehe.’

Sunny tersenyum membaca hapenya yang berwana pink itu, dengan segera ia menekan jempolnya yang sudah terlatih itu untuk membalas sms Sungmin.

Cho Sunny

Oppa! mian, aku tak tahu nomormu. Memangnya kita pernah bertukar nomor? Dan dari mana kau tahu nomorku? Ada apa oppa? tumben meneleponku?

Beberapa menit kemudian handphone sunny berdering kembali.

Aegyo Sungmin Oppa

Hehe… tertangkap basah deh aku. Ia kita memang belum pernah bertukar nomor, tapi aku pernah menyolong (=mencuri) nomormu dari handphone kyuhyun. hehe… oiya! Hamsternya kau rawat baik-baik yah!

Cho Sunny

Hehe ada ada saja kau oppa! tentu aku akan merawatnya dengan baik. Aku beri nama dia siapa yah?

 

Aegyo Sungmin Oppa

Kalau untuk nama terserah kau saja deh sunny, kalau aku menamai hamsterku dengan nama ‘Seohyun!’ kekeke.

 

Cho Sunny

Mwo? Seohyun? kekeke nama yang unik. Tapi kenapa seohyun?

 

Aegyo Sungmin Oppa

Tehehe… tidak tahu kenapa aku menamakannya dengan nama seohyun. mungkin karena aku sedang kesal sama dongsaengku itu kekeke.

 

Cho Sunny

Kekeke… kalau begitu aku akan menamai hamsterku dengan nama Kyuhyun saja! Biar kita kembar, soalnya aku juga sedang kesal sama dia! Kekeke. Oppa aku ngantuk!  Aku akan tidur! Good nite oppa!

 

Aegyo Sungmin Oppa

Ne… good nite sunny! See you tomorrow at the charity day! Gond nite. Sleep tight.🙂

 

Sunny tersenyum senang menerima sms dari Sungmin oppa itu.  Kemudian ia naik kekamar atas, dan membawa Sungmin kedalam mimpinya.

Keesokan harinya…

 

Acara amal memang acara yang sangat membosankan, mengumpulkan uang dari jalanan, bermain game, dan mengumpulkan baju-baju, itu merupakan hal yang sangat membosankan bagi anak sekolahan seperti Sunny, Kyu, Sungmin, dan Seo.

“Hey! Lihat Kyuhyun oppa! tampan sekali!” bisik Seo ketika melihat Kyuhyun dengan keren bermain basket, diacara amal itu.

“Jiuh! Dia benar-benar jelek! Dia itu jelek tahu gak? Jangan suka dia deh!” kata Sunny tak tahan dengan kegaguman berlebihan Seohyun.

“Ahniyo! Kau tidak pernah bersyukur memiliki oppa seperti dia! Kau tidak tahu? Oppaku malah lebih parah, sudah bantet, jelek, manja, anak mami, sok imut, menjijikan! Masak dia menamai Hamsternya dengan nama ‘Seohyun?’ ah! abang macam apa dia!” keluh Seohyun lembut.

“Ahaha! Oppamu tidak seburuk itu, dia manis, cute, dan baik hati!” puji sunny, yang sukses membuat Seohyun mau muntah (?).

“Manis from hongkong? Hey tapi kenapa si dari tadi kau memuji2 dia? Kau suka?”

“Ne…” kata Sunny malu-malu.

“Ne apa? kau benar-benar naksir si Namja sok cute itu? Sejak kapan?”

“Ne… Sejak kemarin malam! kekeke”

“Jinja? Kau tidak bercanda kan?”

“Ahniyo! Aku serius”

“Wah Sebenarnya kita bertukar saja yah? Kau menjadi adik Si Sialan Sungmin itu, dan aku menjadi adik si Prince Charming Kyuhyun.” kata Seohyun berandai-andai.

“Iya yah! pasti enak mempunyai oppa semanis Sungmin. Aku akan menciumi oppaku all day long. Kita seharusnya ditukar tempat yah!” Kata Sunny ikutan berhayal.

“Ah! ahni ahni! Kalau aku jadi adiknya, aku tidak bisa bertunangan dong dengan Kyuhyun!“ kata Seohyun sembarangan. Perkataanya seohyun barusan sukses membuat Sunny bergubrak riya.

“Ihihi! Benar juga.. aku juga tidak bisa menikahi sungmin oppa yang manis itu!” kata Sunny.

“Makasih!” tiba-tiba seorang namja bertubuh mungil datang dan duduk dibelakang mereka. Seohyun dan Sunny langsung menoleh ke sumber suara itu. “Oppa?” pekik kaget Sunny. “Annyeong sunny-ah” kata namja itu ramah.

“Oppa kenapa ada disini?” tanya Seohyun.

“hehe aku ingin mensuport kyuhyun dong! Kau kira aku mau apa?”

“Oh begitu! Tapi Bukannya oppa tadi sibuk sebagai relawan di stand pakaian bekas yah?”

“Iya.. tapi istirahat selama 30 menit, jadi aku kesini deh hehe. By the way! Makasih yah sunny?” kata sungmin pada Sunny.

“Ma- ma- makasih buat apa?” kata sunny gelagapan.

“Bukankah kau tadi mengatakan aku manis?” tanya Sungmin sambil mengedipkan satu matanya. Pipi sunny langsung berubah menjadi merah padam seketika.

“Hehe!” kata Sunny tersenyum tidak ikhlas. “Yaya! Sama-sama!” kata Sunny pasrah.

“Dan bytheway! Kenapa kau bilang mau menikah denganku?” tanya Sungmin penasaran, yang sukses membuat Sunny mati kutu, speachles, mau muntah, dan segala macam penyakit malu.

“Dia bercanda oppa! Mana ada yang mau menikah dengan Namja seperti kau.?” Cela Seohyun, menyelamatkan sahabatnya dari keterpojokan.

“Jia! Sialan! Kau meledekku? Kau belum tahu fans oppamu itu berlusin lusin!” kata Sungmin menyombongkan diri.

“Tapi kalau kau benar-benar mau menikah denganku! Aku juga mau kok! Sunny!” kata Sungmin yang lagi-lagi sukses membuat sunny malu.

“Oppa! udah deh!” kata Seohyun kesal. “Kaga ada yang mau menikah dengan oppa!!!”

Pertandingan diakhiri dengan kemenangan Team Kyuhyun, kemenangan besar bagi teamnya. Tampak jelas wajah kyuhyun yang sangat bangga atas kemenangan yang telah diraihnya bersama teamnya.

Acara amal hari itu, merupakan hari terindah bagi kyuhyun karena dia bisa memenangkan turnamen basket, dan hari terindah bagi seohyun karena ia bisa memandangi kyuhyun yang sedang berkeringat. Menurutnya kyuhyun yang sedang berkeringat itu tampak sangatlah seksi.

****

Jam tepat menunjukan pukul 12.00 siang. Kyuhyun sudah menunggu didepan tempat bimbingan belajar, dimana Sunny sedang belajar.

“Ish! Lama sekali! katanya pulangnya jam 12. Sekarang kan sudah jam 12 lebih 1menit. (?) sangat tidak tepat waktu.” Kyuhyun memang adalah manusia yang tidak sudi menunggu sedikitpun.

Jam kini menunjukan angka tepat pukul 12.30. Semua murid sudah pulang dan tempat bimbel itu sudah terlihat sepi, tapi sunny tidak kunjung keluar dari tempat bimbelnya. Dengan kesal kyuhyun nekat memasuki tempat bimbingan belajar yang sudah sepi itu.

“ih dimana sih dia! Menyebalkan!” gumam Kyuhyun. Bruk… kyuhyun menyenggol seorang yeoja bertubuh langsing. “Mianhamnida..” kata Kyuhyun sambil membungkuk 89 derajat.

“Ne..gwenchana” kata suara yeoja itu. Suara lembut yeoja itu tak asing bagi kyuhyun. Kyuhyun menatap wajah yeoja itu, berusaha untuk mengenalinya.

“Seo? Seohyun kah?” tanya Kyuhyun memastikan. Seohyun menatap namja yang baru ia senggol tadi dan ketika mata mereka bertemu, seohyun terlihat sangat kaget.  “Op.. Oppa?” kata Seo ragu. “kenapa kau ada disini?”  tanya Seohyun.

“Aku mau menjemput Sunny! Kau tahu dimana dia?” tanya Kyuhyun singkat. Seohyun mengangguk. “Ne.. dia sekarang ada dirumah kan? Dia tidak masuk bimbel hari ini. Katanya dia tidak enak badan, jadi sekarang aku mau kerumahnya. Tapi mengapa oppa berada disini?” tanya Seohyun heran.

“Aish! Kenapa dia tidak bilang sih kalau dia tidak masuk bimbel! Dasar peranakan setan!” kata Kyuhyun kesal. “Yasudah ayo kita kerumahku! Kau bareng aku. Kau juga mau kerumahku kan?” tanya Kyuhyun. “Ah… Ahni… Ahniyo! Aku naik kereta atau taksi saja oppa!” tolak Seohyun yang sebenarnya jauh dilubuk hatinya sangat mau. “Tidak kita kan searah bareng saja yah!” paksa Kyuhyun. mau tak mau Seohyun menuruti permintaan Kyuhyun.

@mobil

“Hm… kau juga satu bimbel dengan SI Sunny! Kalian berdua kemana-mana selalu bersama yah!” kata Kyuhyun sambil asik menyetir.

“Ne… Sunny adalah Sahabat baikku. Aku sudah mengenalnya sejak 10 tahun lalu.”

“Hm… aku juga sudah mengenalmu sejak 10 tahun yang lalu, aku jadi iri sama si Sunny.”

“Mwo? Kenapa iri?” tanya Seohyun heran.

“Iya karena dia bisa dekat denganmu dan aku tidak.” Kata Kyuhyun sambil mengembungkan pipinya, sok imut.

“Emangnya oppa.. mau?” tanya Seohyun gugup.

“Mau apa?”

“Ah tidak lupakan!” kata Seohyun lalu sok sibuk dengan Blackberrynya.

Mereka berdua sampai dirumah Kyuhyun. Kyuhyun mempersilahkan Seohyun untuk masuk ke rumahnya.

“Sunny-ah bukannya kau sakit?” tanya Kyuhyun kepada sunny. Sunny seharusnya berbaring di kamarnya, tapi dia malah ditaman rumah bermain dengan hamster barunya.

“Ne oppa! Seohyun-ah! kenapa kau ada disini?” tanya Sunny kaget.

“Aku datang untuk menjengukmu! Katanya kau sakit!” kata Seohyun lembut.

“Iya! Tadi! Aku sakit perut! Tapi sekarang sudah enggak!” kata Sunny.

Kemudian sesosok namja bertubuh kecil datang menghampiri mereka berdua. Namja itu membawa kwaci dan mainan hamster. “Sunny-ah ini beri makan seohyun dan kyuhyun!” perintah namja itu. Namja itu adalah Sungmin.

“Sungmin-ah!” kata Kyuhyun kaget ketika melihat sahabatnya itu ada dirumahnya.

“Kyu? Seohyun? Kenapa kau ada disini?” tanya Sungmin yang baru menyadari keberadaan Kyuhyun dan Seohyun.

”“Hah? Ini kan rumahku. Wajar dong kalau aku berada di sini?” tanya Kyuhyun heran.

“Oia! Aku lupa . ini rumahmu yah! dan kau seohyun kenapa kau kesini? Ini kan bukan rumahmu?” tanya Sungmin pada adiknya.

“Aku datang kesini untuk menjenguk sunny!”

“Lalu kenapa kau ada disini?” tanya kyuhyun pada Sungmin

“Hehe… aku kesini untuk mengajak kyuhyun dan seohyun pacaran. Benarkan Sunny?” sungmin menyenggol tangan Sunny dan Sunny mengangguk.

“MWO? Pacaran?” tanya Seohyun dan Kyuhyun kaget bersamaan.

“Ne pacaran. Seohyun dan Kyuhyun sudah seminggu dipisahkan!” kata Sungmin dengan aegyonya.

“Dipisahkan? Maksud lo?” tanya Kyuhyun tidak mengerti. Ya, yang sedang dibicarakan oleh SunSun adalah Seokyu the Hamster, bukan SeoKyu yang asli.

“Ne! Sejak kami membeli Kyuhyun dan Seohyun mereka belum pernah bertemu!” kata Sunny ikutan.

“Membeli kyuhyun dan Seohyun? HELLO? Kalian sakit yah?” kata Kyuhyun yang merasa Sahabatnya dan dongsaengnya ini sudah gila.

“Iya! Aku rasa seohyun juga hamil. Lihat saja perutnya yang montok! Kasihan sekali dia hamil, Tapi kyuhyun tidak pernah menemuinya.”

“MWO? Hamil? Heh? Kalian itu ngomong apa sih!” kyuhyun menjitak kepala Sunny dan Sungmin bersamaan.

“Aku dan Seohyun,, kami tidak berpacaran bodoh! Kalau ngomong jangan ngawur! Lagian siapa juga yang mau kau beri makan kuaci? Dan satu lagi sejak kapan seohyun hamil!? Dasar ngawuurrrr!!!!” lanjut Kyuhyun kesal.

“Oppa! mungkin maksud mereka bukan Seohyun dan Kyuhyun, kita! Tapi itu!” kata Seohyun sambil menunjuk kedua hamster yang sedang digenggam sunny.

“Hah!? Maksudmu?” tanya Kyuhyun bingung.

“Apa? Kau benar-benar hamil? Siapa yang menghamilimu? Aku tidak merasa pernah menyentuhmu? Apa jangan-jangan ini trik kalian untuk menjebakku agar mau menikahi Seohyun yah?” kata Kyuhyun sembarangan dengan kebaboanya.

“Ahni- ahni! Ahni aku tidak hamil! Itu loh maksudku hamster mereka!” kata Seohyun yang sukses dibuat malu oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menatap hamster yang sedang berpacaran itu dengan heran.

“Emang ada apa dengan tikus menjijikan itu?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Begini oppa! Sungmin menamai hamsternya dengan nama Seohyun, dan kami sepakat untuk menamai hamsterku dengan nama Kyuhyun, jadi yang kubicarakan tadi bukan kalian, tapi hamster kita!” terang sunny menjelaskan panjang lebar.

“Mwo? Kalian menamai mahluk itu dengan nama Kyuhyun?” tanya Kyuhyun.

“Ne, oppa! Hehe terserah dong! Nama kyuhyun kan bukan milikmu saja!” kata Sunny sambil menjulurkan lidahnya.

“Oh dasar kau! Akan kulaporkan kau pada Eomma! Dasar dongsaeng kurang ajar!” ancam kyuhyun dengan muka seram.

“Tidak takut wek!!!” kata Sunny sambil menjulurkan lidah panjangnya.

“Awas kau ya!” kyuhyun mengambil sapu lidi yang sedari tadi tergeletak dirumput. Ia memukul-mukulkannya pada Sunny. Sunny lari ketakukaan. Kyuhyun mengejar Sunny. Dan mereka berkejar-kejaran mengitari halaman belakang rumahnya.

“Heh!” kata Sungmin menyapa dongsaengnya, Seohyun. Seohyun memandang oppanya itu dengan tatapan sinis.

“Ada apa?” tanya Seohyun.

“Kau bagaimana bisa pulang bareng Kyuhyun?”

“Bisa dong!” kata Seohyun sambil melihat Sunny dan Kyuhyun yang sedang berkejar-kejaran.

“Kau pacaran sama Kyuhyun?” tanya Sungmin dingin.

“Maunya sih gitu!” kata Seohyun singkat.

“Jangan!” kata Sungmin membentak.

“Emang kenapa?” tanya Seohyun.

“Pokoknya jangan!” paksa sungmin. Memang alasana sungmin sangatlah tidak jelas.

“Dasar aneh! terserah aku dong aku mau pacaran sama siapa saja!”

“Pokoknyaaa kalau kau pacaran dengan Kyuhyun aku akan… akan….” Kata Sungmin berfikir.

“Aku akan apa?” tanya Seohyun menantang.

“Akan… akan… menciummu!” ancam Sungmin yakin.

“Jih! Males banget!” kata Seohyun jijik.

Kemudian dengan terengah-engah sunny dan Kyuhyun datang menghampiri Seohyun dan Sungmin.  “Ah! capek! Ayo kita makan!” Mereka semuapun makan malam bersama.

****

Tet.. Tet.. Tet. Teeet…. Handphone sunny berbunyi. Ia melihatnya, satu sms masuk dari sungmin oppa, dengan segera Sunny membukanya.

‘Sunny~sshi! Istirahat pertama. Kau tidak ada acara kan? Temui aku di loteng yah! aku mau membicarakan sesuatu yang penting padamu!:-) belajar yang rajin yah!’ Sunny membaca sms itu dan ia membalasnya. ‘Ne… oppa aku akan menemui nanti di loteng!’ balas Sunny.

Teng— Teng— Teng—- bunyi bel berbunyi, menandakan istirahat pertama sudah dimulai.

“Sunny-sshi! Tolong temui saya di ruang kepala sekolah segera!” kata Pak Leeteuk.

“Tapi pak saya ada urusan!” kata Sunny.

“Penting mana sama urusan bapak!? Saya tidak mau tahu kamu sekarang ke kantor kepala sekolah!” dengan tegas dan langkah yang berani, Leeteuk seosangmin meninggalkan Sunny.

“Aduh !! Ottokhe?” kata Sunny gugup.

“Yasudah! Kau keruang kepala sekolah saja! Emang ada urusan apa?” tanya Seohyun.

“Aku akan menemui sungmin oppa diloteng! Aku sudah berjanji padanya.”

“Oh yasudah kamu SMS saja dia! Bilang pada Sungmin kamu sedang dipanggil oleh Leeteuk Seosangmin!” kata Seohyun member solusi.

“HPku mati Low Bat! Pinjam hapemu dong!”

“Aku tidak membawa HP! Yasudah begini saja! Aku akan ke loteng menemui Sungmin Oppa dan aku akan bilang padanya, kau sedang ada urusan. Sana pergi!” kata Seohyun sambil menepuk pantat Sunny. Sunny tersenyum.

“Ne… gomawo Seohyunie!” sunny segera melangkahkan kakinya ke ruang Leeteuk, si kepala sekolah. Seohyun tersenyum, kemudian ia berjalan menuju ke loteng.

Seohyun POV

Sungmin oppa meminta Sunny untuk menemuinya di loteng. “Dasar oppa yang aneh, kenapa harus keloteng?” gumam seohyun kesal ketika ia sudah menaiki 3 lantai tangga. Badannya sangat capek.

“Tidak biasanya kenapa sepi sekali?” gumam Seohyun. Aku manaiki tangga selangkah demi selangkah. Aku melihat seorang namja sedang berdiri disana dan aku yakin itu adalah Sungmin Oppa. Ia sedang memandangi pemandangan kota Seoul.

Aku menghampirinya, Tap. Tap. Tap. ia mendengar langkah kakiku.

“Sunny-sshi!” katanya. ia tidak melihat wajahku, dia membelakangiku tapi aku tidak berbicara sepata katapun. Mungkin ia mengira aku adalah Sunny. Sungmin oppa berbicara padaku, tapi sambil membelakangiku. Jadi dia belum sadar bahwa aku ini adalah Seohyun, bukan Sunny.

“Aku mau berbicara sesuatu padamu!” katanya sambil terkekeh. Aku tetap diam, karena aku penasaran apa yang mau dia katakana pada Sunny, jadi aku tetap terdiam.

“Aku mencintaimu! Aku tak tahu kapan rasa cintaku ini datang, yang pasti aku mau memilikimu dan aku mau……” bla-bla dia berbicara kata kata indah. ‘Mwo? Dia menyukai Sunny? Apa-apaan ini?’ kataku dalam hati. Ia tetap melanjutkan kata-kata indahnya membuatku ingin muntah, aku tidak menyangka oppaku bisa berbicara seromantis ini.

Ia menyelesaikan kata-katanya, dan ia membalikan badannya memandangku. “Mau kah kau menjadi… OMO! Seohyunnie!” katanya tak percaya. Senyum yang sebelumnya tersungging di pipinya, kini berubah menjadi tatapan kaget.

“Oppa! huahahahaha!” kataku tertawa. “kenapa kau ada disini?” tanyanya heran. “Terserah aku dong! Haha… oppa menyukai Sunny yah? sudah kusangka, makannya oppa melarangku berpacaran dengan Kyuhyun kan, ternyata kau suka pada Sunny yah?!” kataku mencela sambil tertawa puas.

Terlihat jelas wajahnya yang tidak suka dengan tingkah lakuku. “YA! Sudah lah! Sunny dimana kok kau yang ada disini?” tanyanya padaku dengan membentak aku tahu dia pasti sangat malu. “Dia tidak bisa kemari jadi aku yang mewakilkan!” kataku innocent. Ia menghela nafasnya dalam-dalam dan pergi meninggalkanku.

Seohyun POV ENDS

Sunny POV

Leeteuk seosangmin baru saja memberikan daftar nilai anak-anak, aku tidak menyangka Leeteuk Seosangmin hanya memberikan ini padaku, kukira ada sesuatu yang penting.  Aku melangkahkan kakiku ke dalam kelas, berusaha mencari Seohyunnie. Tapi aku tidak menemukannya disana.

“Mungkin ia masih di loteng. Aku susul saja ah!” gumamku, aku keluar dari kelasku. Tiba-tiba seorang menghadangku, orang itu bertubuh tinggi, berambut gelap, dan berbadan kurus. Aku mengenalnya, orang itu adalah Eunhyuk oppa, teman sekelas, Kyuhyun.

“Annyeong!” sapa Eunhyuk padaku.

“Annyeong! Ada apa?”

“Kau lihat Seohyun tidak!?” tanyanya serius.

“Ahniyo! Aku baru mau menyamperinnya, dia ada diloteng mungkin!”

“Kalau begitu aku titip ini padamu saja!” dia menarikku, dari kerumunan siswa dan mengajakku ke tempat yang lebih sepi.

“Ini! berikan pada Seohyun. jangan biarkan orang lain membukanya kecuali Seohyun, dan pastikan Seohyun membalasnya.” Kata Eunhyuk. Ia memberikan seamplop surat padaku.

“Apa ini!? dari siapa ini”

“Sudah! Berikan saja! Arraso! Jangan sampai orang lain tahu!” katanya berbisik, rasanya aku seperti diberi tugas berat untuk menjaga bukti mata-mata mafia.

“Ne!” kataku Singkat, eunhyuk oppa lalu pergi meninggalkanku.

“Apa sih ini?” aku jadi tertarik untuk membuka surat itu. Tapi aku ragu seohyun akan marah jika aku membukaanya.“Ah dia kan sahabatku? Semarah apa dia padaku! Dia pasti akan memaafkanku!” gumamku. Akupun membuka surat itu tanpa ragu.

I Just Love You…

I just love you because I do.

I can’t change it. Its not my choice. I wish I didn’t, but that’s how love is.

I can’t say a word about you. I have to forget about you.

I wish you didn’t make it so difficult for both.

There are things I wish I could tell you.

There are many things I need tell you, but I can’t find the way.

I can’t find you. Your way of looking life is different from mine.

I can’t change it. Its not my choice. I wish I didn’t love you.

I can’t forget about you. I just wish it could all work out like it once happened.

So, Would You be my GIRLFRIEND?

‘Cho Kyuhyun’

“Ih kenapa bahasa inggris….??” Gumamku. Aku memang tidak pandai bahasa Inggris.

“ Eh wait? Cho Kyuhyun? Ini surat dari kyuhyun oppa? buat Seohyun? apa sih isinya ini aduh!!!” aku membawa surat itu pada Jessica, dan memintanya untuk menerjemahkannya. Ia mengatakan semua yang ada disurat itu. Tentu saja aku menghapus nama cho kyuhyun biar Jessica tidak curiga.

“Jadi dia menembak Seohyun? Wa~ apa-apaan ini? kenapa dia tidak memberitahuku? Sial! Apa aku benar-benar dianggap tidak ada?” gumamku.

“Annyeong!” sapa Seohyun sedatangnya dia dikelas.

“Seohyunnie!” aku segera buru-buru menyembunyikan surat yang ada ditanganku.

AUTHOR POV

 

“Aku baru saja menemui Sungmin oppa!” kata Seohyun.

“Ia bilang apa?” belum sempat seohyun menjawab tapi bel masuk sudah berbunyi. Mereka sepakat untuk membicarakannya nanti sepulang sekolah di café yang biasanya mereka kunjungi.

Seohyun dan Sunny sekarang sedang berada di Café Gomawo. Seperti biasa mereke memesan secangkir hot chocolate favorite mereka.

“Oia! Aku mau mengatakan sesuatu yang penting padamu..” kata Sunny dan Seohyun bersamaan. Mereka tersenyum canggung.

“Kamu duluan saja yang ngomong!” kata Seohyun mempersilahkan Sunny. Sunny tersenyum.

“Kamu saja duluan!” kata sunny.

“Ahniyo! Kamu saja!”

“Kamu saja yang duluan Sunny!!!’

“Bagaimana kalau bersama saja?” pinta Sunny. Seohyun mengangguk.

Sunny mengambil nafas dalam dalam.

“Kita mengatakannya bersama-sama..”

“1, 2, 3”

“Kyuhyun oppa menyukaimu!” kata Sunny, dalam waktu yang sama Seohyun mengatakan “Sungmin oppa menyatakan cintanya padamu.”

“Mwo?” kata mereka lagi-lagi bersamaan.

“Tidak mungkin! kau bohong kan?” tanya Seohyun.

“Ahniyo! Aku punya bukti kalau tidak percaya! Tapi Kau juga tidak bohongkan?” tanya Sunny tak yakin.

“Tidak kalau tidak percaya tanyakan saja pada Sungmin oppa!” kata Seohyun.

“Emang kau punya bukti apa, Sunny??” lanjut Seohyun.

“Ini…” Sunny menyodorkan surat untuk Seohyun.

Dan Seohyun membacanya dengan teliti.

“Ah? Benarkah ini? apakah aku tidak mimpi!” kata Seohyun senang sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri dan terkadang ia menjiwitnya.

“Otokhe? Kau akan menerima kyuhyun oppa?” tanya Sunny lembut.

“Tentu saja. Bagaimana denganmu apakah kau akan merima Sungmin oppa?”

“Rasanya tidak! Tapi entahlah!”

Seohyunpun menerima Kyuhyun dan mereka berua resmi berpacaran. Sunny menerima Sungmin, tapi dia tidak mau mengatakannya pada Seohyun dan Kyuhyun. Sunny takut Kyuhyun akan marah jika ia berpacaran dengan Sungmin.

***

Sunny sedang bermain-main dengan Kyuhyun the hamster, dihalaman belakang. Ia menggendong kyuhyun digenggamannya dan mengelus bulu-bulu halusnya.

“Hey! Sunny Chagiya aku membawa Seohyun kemari, ayo biarkan mereka berdua pacaran.” Kata Sungmin yang tiba-tiba datang.

“Oppa! kau sudah datang?” kata Sunny sambil tersenyum senang. Sungmin tersenyum, merekapun menaruh Seohyun dan Kyuhyun didalam kandang yang sama. Dan Sunny –Sungminpun duduk dibangku bersama.

“Oppa! saranghe! Sampai kapan kita harus menyembunyikan hubungan kita?” kata Sunny sambil menyandarkan kepalanya dipundak Sungmin. Sungmin menyadarkan kepalanya di kepala Sunny.

“Nado saranghe! Terserah kamu Sunny-sshi! Kamu kan yang minta kita merahasiakan hubungan kita?” kata Sungmin sambil tersenyum.

“Ne…  Eh! Bentar lagi Kyuhyun oppa datang!! Ayo kita menyiapkan makan malam.” Kata Sunny sebari tersenyum manis.

Tiba-tiba kyuhyun datang bersama Seohyum menghampiri mereka. “Hey! Kyuhyun oppa sudah pulang!” kata Sunny ceria. Kyuhyun tersenyum.

“Lihat apa yang kubawa!” kata Kyuhyun senang. dia mengeluarkan sekandang rumah hamster yang berisikan 2 hamster.

“mwo? Apa itu?” tanya Sunny penasaran.

“Ini adalah Sunny! Dan Sungmin!” kata Seohyun dan Kyuhyun bersamaan.

“Jih! Apa-apaan ini? kenapa kau ikut-ikutan membeli hamster!!? Dasar plagiator!” teriak sungmin.

“Hehehe… niatku baik kok! Waktu kalian membeli hamsterkan kalian menamakannya dengan nama Kyuhyun dan Seohyun nah sekarang aku namakan mereka dengan nama Sunny dan Sungmin. Siapa tahu kalian berdua berjodoh kan?” kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Sungmin dan Sunny saling menatap canggung.

“Just Kidding! Mana mungkin kalian berjodoh! Aku kan bersama seohyun berpacaran, jadi hubungan kalian adalah oppa dongsaeng! Hahaha! Meskipun aku belum menikah dengan seohyun! tapi aku berjanji akan menikahinya!” kata Kyuhyun sembarangan.

“Kyu! Aku dan Sunny benar-benar pacaran…!!!”  kata Sungmin keceplosan. Senyum yang sedari tadi tersungging diwajah kyuhyun kini berubah menjadi tatapan kekecewaan.

“Mwo? Benarkah!?” kata Kyuhyun kaget.

“Oppa!” teriak Sunny pada Sungmin

“Tidak Sungmin berbohong oppa!” jelas Sunny.

“ne Mian yah! aku berbohong!” kata Sungmin malas. Kyuhyun menarap sungmin penuh kecurigaan dan tak kepercayaan.

“Hua benarkah kalian berpacaran? ANDWE!!!!! Aku tidak mau kalian menikah! Lalu bagaimana aku dan Seohyun? huhuhu !!” kata Kyuhyun mewek sambil merangkul manja Seohyun.

“Oppa! biarkan saja lah! masak kita mau melarangnya!” kata Seohyun sambil tersenyum dan menjiwit pipi Kyuhyun gemas.

“Yasudah!” kata Kyuhyun pasrah, dan telihat tidak terima.

“Kita lihat saja siapa yang paling lama bertahan.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum evil. Kyuhyun memeluk seohyun mesra dan manja.

Merasa tak mau kalah Sunny dan Sungmin ikutan berpelukan, mereka berusaha berpelukan mesra, tapi sayang usaha mereka gagal, mereka malah terlihat seperti TELETUBIES yang sedang saling berpelukan.

“Siapa takut?” kata Sunny seakan-akan menyatakan perang.

Sunny dan Kyuhyun tersenyum Evil.

THE END…

Endingnya jelek yah? ngantung yah ? Emang! Jeongmal Mianhe yah!! maunya dipanjangin tapi udah panjaaaaaaang banget eh!! Sekali lagi mianhe~~~~~~!
Tapi ALHAMDULLILAH YAH sudah selsai ini FF! RCL Please!

Gomawoyo !!!!!!!!!!!

oia lupa… enaknya ini FF di Squelin apa kaga? bgaimana menurut kalian hehe ^^


44 thoughts on “[Oneshoot] Big Mistake

  1. Huahauaaaa
    ngbayangin sungmin hyung ma sunny yg jail smbil braegyo rsany kocaak abies hahahaaa..
    Mank psangan aegyo plg top hahahaa..

  2. wkwkwkwk…..kocak bgd nh ff, gag ke bayang kyu am sunny berantem terus, wah…ternyata kyu juga suka toh ama seohyun? daebaklah…
    ku tunggu ff sugen lainnya…
    nice ff😀

  3. hahahha pada evi smua nech ade kaka….tp seru….qo SeoKyu ny ga trllu bnyk c moment ny trz knp tiba2 Kyu bza sk sm Seo
    moga SeoKyu aja yg nikah ych….ych dnkz…^^

  4. eonn… jebal daebak….
    aduh…. sequelin aja eonn… aku udah gak tahan bacanya…. abis mereka berdua bikin aku dag dig dug tiap kali baca yang pairingnya mereka berdua…. nih ditambah pasangan SUNSUN aduuh… kalian berdua cute amat…. ahh eoon,,,, sequel’in ajah… plis plis plis…. *maksa :P*

  5. yaampun ini kakak adek gak ada yang akur ya? ckck
    hehe tapi lucu ya pas seokyu gatau apa.apa kalo ada hamster namanya seohyun ama kyuhyun..😄
    ah ini msh gantung walaupun 22nya udah jadian tp mereka tetep mau tarung siapa yg menang.. bikin sequelnya dong hehe.

  6. yaakkk !!! lee sungmin, lee seohyun n’ jg cho kyuhyun, cho sunny, mereka adalah kakak adik yg benar* anehh kekeke~
    baguss thor FF nyaa^^

  7. mian telat,,
    dilanjutin aja loo..???
    soalnya aku penasaran akhirnya yg menang sapa, yg nikah akhirnya sapa ??
    jeball..
    jeongmal gomawo..🙂

  8. annyeong! aq readers baru disini. ff-nya ngakak! teletabies itu idola aq min. hehehe…. nama panggilanku dari kecil sampe sekarang aj masih ttp “lala”. sama kayak teletabies *gak ada yg nanya*

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s