MARRIAGE FOR SEVEN DAYS [ONESHOOT]

Marriage for Seven Days
FF ini saya buat sabagai rasa terimakasih saya untuk Aisyah Rizky unnie yg sudah mengajarkan saya tentang banyak hal. Gomawo unnie🙂 oh, iya, ini juga FF YoonHae pertamaku loh! Diharapkan dukungan dan komentar sebanyak-banyaknya!!

Cast : Im Yoon Ah
Lee Donghae
Other Cast : Lee Sun Kyu (Sunny)
Kim Ki Bum
Kang Hyo Rin(OC)
Jung Sooyeon
Kim Heechul

Author : Kim Ryeo Ya

“Baiklah, sekarang akan kami umumkan siapa King dan Queen tahun ini. Untuk calon King silahkan naik ke panggung.” Suruh mc di sebuah acara prom night.
Beberapa namja maju ke depan.
“dan King tahun ini adalaaaaaah…” si mc sengaja memotong ucapannya untuk membuat penontonnya penasaran.
“adalah…… LEE DONGHAE!!!!!!” teriak si mc sambil memasangkan mahkota raja pada seorang namja yg bernama Lee Donghae. Namja itu lalu memasang tampang sok cool dan bergaya layaknya penguasa.
“silahkan yg bukan King turun dari panggung.” Suruh si mc namja yg lain pun turun dengan wajah kecewa.

“sekarang saya akan mengumumkan Queennya. Silahkan calon-calon Queennya naik ke panggung.” Beberapa yeoja segera naik ke panggung. Dari panggung Donghae melihat seorang yeoja yg ditarik-tarik temannya untuk naik ke panggung berdua.

“dan Queen tahun ini adalaaaaaah…… IM YOON AH!!!!!!!” seru si mc. Yeoja yg bernama Im Yoon Ah itu terkejut. Itu adalah yeoja yg dilihat Donghae tadi.
Mc memasangkan mahkota ratu pada Yoona.

“sebagai hadiahnya kalian dinikahkan untuk 1 minggu. Dan selama itu kalian harus bersama-sama terus dan usahakan untuk berkencan 4 atau 5 kali ya.” Kata si mc.
“MWO?! MENIKAH?!” teriak Donghae dan Yoona bersamaan.
“ya menikah. Kalian akan menikah sebentar lagi. Tuh disana sudah ada altar.” Kata si mc sambil menunjuk ke suatu tempat seperti altar. “Sekarang ayo kesana!” kata teman Yoona sambil menarik Yoona dan Donghae ke altar.

“apakah kau Lee Donghae, bersedia menerima Im Yoon Ah sebagai istrimu selama 1 minggu kedepan??” tanya seorang penghulu ‘palsu’ saat sedang dilaksanakan janji pernikahan di altar.
“ya.. sa..saya bersedia.” Jawab Donghae gugup.
“dan kau, Im Yoon Ah, bersediakah kau menerima Lee Donghae sebagai suamimu untuk satu minggu kedepan??” tanya penghulu ‘palsu’ itu kepada Yoona.
“n..ne.. saya bersedia.” Jawab Yoona dengan wajah memerah.
“baiklah apakah pernikahan ini sah??” tanya penghulu ‘palsu’
“SAAH!!!!” teriak semua yg menyaksikan janji pernikahan itu. Donghae dan Yoona langsung memerah wajahnya.

“kalian silahkan saling memasangkan cincin.” Kata penghulu itu lagi.
Donghae mengambil cincin di kotak cincin di sebelahnya dan memasangkan ke jari manis kanan Yoona. Lalu hal yg sama dilakukan Yoona pada Donghae. Semua langsung bertepuk tangan dan berteriak-teriak.
“dengan ini kalian sah sebagai suami-istri.” Kata penghulu itu lagi. Dan semua kembali berteriak dan bertepuk tangan.

Sejak saat itu mereka mulai dijuluki King and Queen di SM High School.
Sebenarnya Yoona terpaksa mengikuti pemilihan Queen prom night itu.

Begini ceritanya.
@FLASHBACK ON@
“YOONG!!!” teriak Sooyeon sahabat Yoona sambil berlari mendekati Yoona yg sedang membaca buku di mejanya.
“mm? Wae??” tanya Yoona.
“lihat ini! Kau mau kan menemaniku mengikuti lomba ini di prom night nanti??” tanya Sooyeon sambil memperlihat sebuah brosur.
“tidak ah! Lebih baik aku belajar.” Kata Yoona.
“aaah…. Ayolah pleaseeee.. Aku mau jadi Queenya Chullie… ” pinta Sooyeon sambil merapatkan tangannya seperti berdoa.
“tidak!” tolak Yoona.
“apa? Iya!? Asyiik!! Aku akan mendaftarkan kita berdua!” kata Sooyeon pura-pura tuli lalu berlari meninggalkan Yoona.
“YA! Aku bilang TIDAK!!! YA!! Jung Sooyeon!!” teriak Yoona sambil mengejar sahabatnya tersebut. Namun ditengah perjalanan dia cape’ dan akhirnya menyerah.
Tapi siapa sangka dia yg menjadi Queen di lomba tersebut. Ah, takdir adalah jawaban yg tepat.
@FLASHBACK OFF@

Hari ini Donghae dan Yoona akan pulang bersama. Mereka memang masih malu-malu tapi Donghae mencoba berani dan berkata “emm.. bagaimana kalau besok kita kencan??”
“eh, kencan? Baiklah.. lagipula besok aku tidak ada kerjaan.” Jawab Yoona.
“benarkah?! Kalau begitu besok pulang sekolah ya.” Kata Donghae.
“ne.” Yoona tersenyum manis membuat wajah Donghae memerah jantungnya berdegup kencang hatinya meletus (apadeh)

Esoknya
Kini Yoona dan Donghae sedang berada di halte bis menunggu bis datang lalu yg mereka tunggu pun datang karena tidak ada tempat duduk Yoona dan Donghae terpaksa berdiri. Lalu bis pun mulai bergerak.

Tapi tiba-tiba bis tersebut berhenti mendadak semua yg ada di dalam bis pun tergerak maju begitu juga dengan Yoona yg tidak dapat menjaga keseimbangan sehingga dia hampir jatuh. Untungnya dengan sigap Donghae menangkapnya dan mereka pun dengan tidak sengaja berpelukan. Wajah mereka yg dekat membuat mereka bisa saling merasakan nafas satu sama lain wajah mereka memerah seketika. Yoona segera berdiri. “mi..mianhae.. gomawo..” kata Yoona sambil berbalik membelakangi Donghae. “ne.. che..cheonma..” jawab Donghae.

Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Dimanakah itu?? Jawabannya adalah.. TAMAN BERMAIN!! Ya mereka akan bermain sepuasnya di tempat ini. Mata Yoona tampak berbinar-binar.
“wae??” tanya Donghae setelah melihat ekspresi Yoona.
“ng.. sebetulnya aku belum pernah kesini.” Jawab Yoona.
“haha.. aku tahu.. kau belajar terus ya?” tanya Donghae lagi.
“ne, saking seriusnya belajar aku jadi tidak memikirkan untuk pergi ke tempat ini.” Jawab Yoona.
“kalau begitu akan kubuat pengalaman pertamamu disini sangat menyenangkan! Kajja!!” kata Donghae sambil menarik tangan Yoona.

Pertama mereka naik kora-kora Yoona kelihatan sangat senang disana mereka diayun kuat-kuat oleh petugas di situ. Lalu mereka naik tornado dan tentunya histeris dengan histeria. Lalu boom-boom car Donghae sengaja menabrak-nabrakan mobilnya ke mobil Yoona. Lalu mereka naik poci-poci dan kemualan menghampiri Donghae.

Mereka lalu ke rumah hantu. Baru masuk saja Yoona sudah merinding. Dia terus-terusan menggenggam tangan Donghae. Donghaenya sih senang-senang saja.
Disana ada sadako dari Jepang. Pocong, Tuyul, Kuntilanak dan genderuwo dari Indonesia. Ada frankeinstein yg aku ga tau dari mana. Ada lukisan yg hidup kaya’ di Harry Potter. Dan sebagainya.

Tiba-tiba di depan mereka muncul sesosok tuyul. “noona, minta uang dong!” kata Tuyul itu dengan nada manja. Yoona yg melihat wajahnya serem namun suka dengan suara si tuyul memberikan si tuyul uang 500 won dengan tangan gemetar dan si tuyul pun senang lalu pergi meninggalkan mereka sambil melompat kegirangan.

“kau baik sekali. Setan pun kau beri uang.” Kata Donghae.
“hehehe.. aku cum… GYAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!” teriak Yoona sambil memeluk Donghae ketika melihat kepala yg turun dari atas dan melirik Yoona tajam. Wajah Donghae memerah walaupun sebetulnya dia takut juga. “ya.. tenanglah.. itu hanya mainan.. kau tidak usah takut.. gwenchana..” kata Donghae sambil mengelus kepala Yoona. “mm.. kita keluar saja ya…” pinta Yoona takut. “jangan. Kalau keluar sekarang kita tidak dapat hadiah.” Kata Donghae. “ta..tapi aku takut.” Yoona mulai merinding.
Donghae menggenggam tangan Yoona dan berkata “tenang, ada aku. Aku akan selalu melindungimu.” Kata Donghae dengan tampang keren. Wajah Yoona bersemu merah. Jantungnya berdetak cepat. Darahnya memulai balapan di arena lintasan yaitu sel darah. Dia lalu membalas genggaman Donghae. Mereka pun melewati rumah hantu itu dengan perasaan deg-degan tanpa sedikit pun memperdulikan hantu-hantu yg menangis,berteriak, melompat-lompat,mencuri pandang, keluar dari TV, nyari otak dan sebagainya.

Akhirnya mereka keluar dari rumah hantu tersebut dan mendapat hadiah dari penjaga rumah hantu tersebut yaitu gantungan HP kembaran berbentuk kepala. Yg punya Donghae warna biru dan kepalanya adalah kepala yeoja yg manis. Kalau punya Yoona berwarna pink dan kepala namja. Mereka lalu memasang gantungan itu di HP mereka masing-masing.

Terakhir mereka memutuskan untuk melihat sunset dari bianglala.
Disana hening. Tidak ada seorangpun yg bicara karna masih malu. Lalu Yoona melihat keluar dimana sunset mulai terjadi. “waah… indah sekali sunsetnyaaa.” Puji Yoona melihat ciptaan Tuhan tersebut. “Donghae-shi.. indah sekali sunsetnya..” Yoona mengadu pada Donghae. “benar, memang indah. Tapi kau tak kalah indah.” Gumam Donghae pelan sambil menatap Yoona. “eh? Apa kau bilang??” tanya Yoona.
“ahni.. aku tidak bilang apa-apa.” Jawab Donghae.

Saat mereka pulang hari sudah maghrib (emang disana ada maghrib??) Yoona dan Donghae berjalan berdampingan. “Donghae-shi, gomawo sudah membawaku ke tempat tadi. Gomawo karna kau mau memberiku pengalaman pertama yg menyenangkan.” Kata Yoona sambil tersenyum ke Donghae.
“ne, cheonma.. eh, bagaimana kalau kau kerumahku dan makan malam disana?? Nanti aku akan mengantarmu pulang.” Ajak Donghae. “he? Apa tidak merepotkan??” tanya Yoona ragu. “tidak. Kajja kita ke supermarket!” lagi-lagi Donghae menarik tangan Yoona dan menuju supermarket terdekat.

Setelah belanja mereka pergi ke rumah Donghae dengan bis. Sesampainya disana Donghae langsung masuk dan berkata “aku pulaaang…” lalu terdengar derap kaki disusul teriakan “oppaaaaa!!!!” tampaklah seorang yeoja manis dengan tinggi kira-kira 145 cm. “hei! Sunny! Oppa pulang!” kata Donghae. Sambil memeluk yeoja itu.
“ng.. Donghae-shi~” panggil Yoona. “eh, mianhae Yoona-shi.. perkenalkan ini dongsaengku. Namanya Lee Sun Kyu tapi aku selalu memanggilnya Sunny kau juga panggil Sunny saja. Dan Sunny, ini istri oppa yg oppa bilang kemarin. Namanya Im Yoon Ah.” Kata Donghae memperkenalkan Yoona dan Sunny.
“oooh!! Jadi dia istri oppa??! Neommu yeoppo… kajja!” Sunny menarik Yoona masuk lebih dalam ke rumah. ‘oppa dan saeng sama-sama suka narik orang yah??’ batin Yoona.

“Yoona unnie, kita masak yuk!” ajak Sunny. “benar masak sana aku sudah lapar.” Suruh Donghae. “jadi kau mengajakku kesini untuk memasak?” Tanya Yoona. “ehehe.. iya..” jawab Donghae sambil nyengir. “ya sudah kita buat spaghetti ya..”kata Yoona sambil menggandeng saeng Donghae yg sudah duduk di kelas 6 SD tersebut. Lalu mereka mulai memasak spaghetti yg direncanakan.

“sudah selesaiiii..” teriak Sunny sambil meletakkan beberapa piring di meja makan. Diikuti Yoona yg membawa air dan gelas. “waah.. keliatannya enak..” kata Donghae sambil melihat spaghetti hasil SunnA. Lalu mereka berdoa bersama dan mulai makan.
“mm… wuenaaaak… ajeeeb…” puji Donghae. “benarkah?? Waow.. ternyata resep rahasia Yoona unnie benar-benar hebat.” Puji Sunny. Yoona tersenyum.
“resep rahasia?? Apa maksudnya??” tanya Donghae bingung. “RAHASIA!” kata Yoona dan Sunny sambil memasang wajah genit.

Selesai makan “biar aku saja yg cuci piring. Tuan putri istirahat saja.” Kata Donghae sambil merapikan piring-piring dan pergi ke dapur untuk mencuci piring. “unnie, gomawoyo… ini pertama kalinya kuliat oppa begitu senang, senyumnya berbeda sejak kemarin.” Bisik Sunny. Yonna terdiam mendengar bisikkan Sunny. Setelah mencuci piring Donghae mengantar Yoona pulang.

“baru kali ini kulihat Sunny tersenyum senang sekali sejak appa meninggal dan eomma selalu pergi kerja.” Kata Donghae ditengah perjalanan. “mm? jadi.. appamu..??” tanya Yoona terputus. “ne, appaku sudah meninggal 3 tahun lalu. Sejak saat itu senyum Sunny seperti palsu dan eommaku selalu menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Aku sendiri rasanya sangat kehilangan. Aku, Sunny, dan eomma sangat sayang pada appa. Gomawo Yoona-shi~ karna kau aku bisa melihat senyum tulus Sunny lagi. Aku sangat menyayanginya aku tak ingin dia sedih. Sedangkan eomma sejak appa meninggal dia hanya mengandalkan uang untuk mengurus kami. Aku sangat benci hal itu. Benci sekali. Aku tidak suka kalau apa-apa itu pakai uang, uang dan uang. Segitu pentingnyakah uang di dunia ini??” jelas Donghae panjang kali lebar sama dengan luas persegi panjang*author pingin ngajar MTK*

‘ternyata mereka berdua sama.’ Yoona tersenyum. “kalau begitu kau harus berusaha mengubah Sunny kembali seperti dulu. Tapi sebelum kau berusaha mengubahnya kau ubah dulu dirimu sendiri. Aku yakin kau tak kalah sedihnya dengan Sunny dan eommamu.” Nasihat Yoona. “kau benar. Kenapa aku tidak sadar ya? Aku harus ubah diriku sendiri lalu aku akan mengubah Sunny.” Kata Donghae semangat. “ne benar Donghae-shi~” “eh, jangan panggil ‘Donghae-shi dong. Kita kan suami istri. Panggil oppa saja ya..” pinta Donghae. “kalau begitu kau panggil aku Yoong saja Donghae-sh.. eh, oppa.” “hahha.. baiklah aku oppa dan kau Yoong. Kita sepasang suami istri.” Kata Donghae sambil menggenggam tangan Yoona dan berhasil membuat wajah yeoja itu memerah..
**$**
“Yoong,” panggil Donghae saat mereka sedang istirahat berdua di taman yg sepi. “mm.. waeyo, oppa??” tanya Yoona. “lihat sini.” Suruh Donghae. Yonna yg tadinya melihat ke bukunya kini menoleh dan.. Donghae MENCIUMNYA!!! Setelah Donghae melepas ciumannya Yoona menutup mulutnya yg pasti menganga lebar. “oppa, waeyo??” tanya Yoona Shock. “sarangahe, Yoong. Jeongmal saranghae. Aku ingin kita jadi lebih dari sekedar suami istri palsu. Would you be my girl??” tanya Donghae.
“Na..nado saranghae..” jawab Yoona sambil tersenyum. Donghae langsung memeluknya. “gomawo..”

“MWO??! Kalian pacaran??!?!” teriak Sooyeon dan pacarnya Heechul kaget saat mendengar cerita Yoona dan Donghae.
“hehehe.. iya. Kami cocok kan?” kata Donghae sabil merangkul Yoona.
“cocok, cocok. tapi ada yg kurang.” Jawab Heechul. Dia melirik Sooyeon. Sooyeon mengangguk mengerti.
“apa yg kurang??” tanya Yoona.
“traktiran doonk!!” tagih Sooyeon dan Heechul bersamaan.
“mumpung ada di kantin. Ya kan, jagy..” kata Heechul.
“adududuh… perutku kok tiba-tiba sakit ya?” kata Donghae tiba-tiba.
“oppa? Oppa mau ke UKS tidak? Aku temani ya??” usul Yoona .
“ba..baiklah.. mian aku pergi dulu bye.. au..aduduh..” Donghae dan Yoona keluar dari kantin. HeeYeon terdiam “aih.. ga dapat traktiran kita jagy…” melas Heechul. “tenang oppa. Hari ini aku yg traktir deh..” kata Sooyeon. “aw.. kamu memang yeojachinguku yg paliiing sempurna.” Puji Heechul sambil mencubit pipi Sooyeon mesra.

“oppa, gwenchana??” tanya Yoona khawatir.
“aah.. kau ini polos sekali. Tadi itu aku bohong. Soalnya aku lagi bokek. Jadi malas nraktir mereka.” Jawab Donghae sambil mengacak rambut Yoona.
“ooh.. hehehe.. oppa ini kalau tau oppa bokek biar aku saja yg traktir.”
“ooh.. tidak bisa. Kalau kamu yg traktir aku jadi ga gentle donk.” Tolak Donghae.
“duh.. oppa tuh gimanapun juga tetap gentle kok.” Kata Yoona sambil menggandeng Donghae.
Dari jauh ada yg melihat mereka dengan tatapan iri,benci, kesal, dengki dan sebaginya.

“Donghae-shi~ ada waktu??” tanya seorang yeoja berambut pendek saat Donghae sedang sendiri.
“oh, Hyorin-shi. Ada apa??” Donghae balas bertanya.
“aku mau bicara.” Kata yeoja bernama Hyorin itu.

**$**

_YOONA POV_
Aku merasa ada yg aneh dengan Donghae oppa. Dia menjauhiku akhir-akhir ini. Apa yg terjadi dengannya. Kalau aku mendekatinya dia pasti akan cari alasan untuk kabur. Dia sekarang malah dekat dengan Kang Hyo Rin teman sekelasku.

Hari ini adalah hari terakhir pernikahan palsu kami. Banyak yg bilang mereka sedih karna Cuma seminggu saja melihat kami menikah. Donghae oppa menghampiriku. “ada yg ingin kubicarakan denganmu.” Katanya sambil menarik tanganku. Saat keluar dari kelas terdengar teriakan dengan nada menggoda. Seperti “CIEEEEE..!!!”
Sesampainy di taman tempat kami jadian dia langsung bilang “mianhae.. tapi aku tak bisa pacaran denganmu lebih lama.” Apa maksudnya?! Aku kaget sekali.
“a..apa maksud oppa?!” tanyaku kaget.
“aku sebenarnya tidak mencintaimu. Aku hanya iba kepadamu yg kelihatan jomblo dan penyendiri. Jadi aku mencoba menolongmu dengan menjadikanmu yeojachinguku. Aku hanya ingin mempermainkanmu. Aku hanya mencintai Kang Hyo Rin. Dialah satu-satunya yeojachinguku. Jauh sebelum aku menjadikanmu yeojachinguku. Jadi selamat tinggal.” Katanya tanpa perasaan.

Ah.. cairan itu mulai membasahi pipiku. Lalu apa maksudnya ciuman itu?! Apa maksud kata-katanya waktu itu?! Apa maksudnya pelukan itu?! Lalu apa maksud genggaman tanganya itu?! Apa maksud gantungan HP itu?! Dia benar-benar kejam.

Tapi aku mencoba tersenyum dan berkata. “ooh.. jadi begitu. Ternyata aku hanya mainan bagimu?? Heh! Kamsahamnida. Kamsahamnida sudah memberiku pengalaman yg sangat menyenangkan selama seminggu ini. Kamsahamnida sudah berkata kejam dan membuat hatiku sakit seperti ini. Kamsahamnida atas semua yg kau lakukan selama seminggu ini. Annyeong..” aku berlari meninggalkannya dengan bercucuran airmata. Hatiku hancur. Bagaikan gelas yg dibanting sekuat tenaga oleh author kalau lagi berantem sama oppanya. Walaupun hanya gelas plastik tetap saja sakit. (kalo gelas kaca mah gua ditabok appa) aku benar-benar tidak kuat. Aku mengambil Hpku dari saku rokku. Kutarik dengan kuat gantungan yg kudapatkan dengannya waktu dirumah hantu lalu kubuang ke sembarang tempat.

Aku kembali berlari dan tanpa kusadari aku menabrak seorang namja. Aku terjatuh. Namun aku tidak bisa minta maaf dan terus saja menundukkan kepalaku dan menangis. Tiba-tiba tangannya menjulur di depanku.
“gwenchana??” tanyanya. Aku membalas uluran tangannya. Dia membantuku berdiri. Dia tersenyum dan senyumnya kelihatan membunuh. “anneyeong, Kim Ki Bum imnida. Kau pasti dari SM High School. Aku dari SMA Neul Paran.” Katanya. “kenapa kau menangis??” tanyanya. Entah kenapa aku menceritakan semua padanya. Pada orang yg bahkan belum sampai 5 menit kukenal. Tapi aku merasa percaya padanya. Dia terus tersenyum sambil mendengarkan ceritaku. Sambil menangis aku bercerita padanya dan entah kenapa aku memeluknya. Aku memeluknya erat dan menumpahkan semua padanya. Dia balas memelukku dan menenangkanku. “uljima, kau harus kuat. Kau tidak boleh kalah dengannya. Dan aku rasa kalau kau memang cinta terus kejarlah dia.” Kata Kibum sambil mengelus rambutku. Dia benar-benar baik.
“hmm.. gomawo. Kau memang baik. Aku senang berkanalan denganmu.” Kataku sambil menghapus airmataku.
“tapi aku belum tahu namamu.” Katanya. “aigoo.. aku lupa. Im Yoon Ah imnida.” Kataku sambil menyalaminya. “gomawo, Kibum-shi~ mianhae bajumu jadi basah.” Kataku sambil melirik bajunya yg basah karna airmataku. “gwenchana, ah, ini nomor HPku. Kalau kau ada masalah telpon aku dan aku akan menemuimu lalu kau boleh bercerita sepuas hatimu.” Katanya sambil memberikan secarik kertas dan berlalu meninggalkanku. Aku terpaku. Dia baik sekali. Aku senang beremu dengannya. Kim Ki Bum. Aku menyimpan kertas yg berisi nomor HPnya di dompetku. Tanpa kusadari ada yg melihatku dengan Kibum-shi dari jauh dan dia marah.

$$*$$
Yoona berjalan keluar gerbang dengan lesu dia benci melihat hal tadi. Bagaimana bisa Donghae memeluk Hyori di depan semua anak di kelas. Dia dia berteriak ‘saranghae Kang Hyo Ri!’ berkali-kali. Yoona sengaja meng-SMS Kibum dan berencana untuk bercerita lagi pada Kibum. Saat dia sudah diluar gerbang tangannya ditarik oleh seseorang. “KIBUM-SHI~!!” teriak Yoona kaget. “anneyeong.” Sapa Kibum dengan killer smilenya. “a..anneyeong.”
“bagaimana kalau kita pergi sekarang? Kita cari tempat dimana kau bisa menceritakan semuanya.” Kata Kibum sambil menarik Yoona.
‘hidupku rasanya ditakdirkan untuk selalu ditarik kesana kemari.’ Batin Yoona.

Setelah menemukan tempat yg cocok untuk Yoona bercerita dan menangis yaitu di sebuah bangku di sebuah taman. Yoona mulai menceritakan kejadian pahit yg di alaminya tadi siang. Dia mulai mengeluarkan airmatanya lagi. Dan kini ganti Kibum yg memeluknya. Tiba-tiba Yoona melepaskan pelukan Kibum dan bertanya “a..apa kau sadah punya yeojachingu, Kibum-shi?? Aku taku nanti terjadi salah paham.” Kibum tertawa. “aku punya, namanya Yoona, Seo Yoon Ah. Tapi dia tidak cemburuan kok. Dia dan aku tahu kapan kami berbohong atau jujur. Dan kalau kau mencintainya aku yakin kalau tahu kapan namja itu akan berbohong dan kapan dia akan jujur. Kuberi satu petunjuk. Kalau dia bilang mianhae saat memutuskanmu artinya dia bohong. Tapi kalau tidak artinya dia benar tidak mencintaimu.” Jelas Kibum. “apa dia bilang mianhae??” tanya Kibum. “ne, dia bilang.” Jawab Yoona. “itu artinya dia mencintaimu. Aku yakin ada sesuatu antara dia dan Hyorin. Aku akan membantumu mencari tahu apa yg terjadi.” Kata Kibum. “ah, ne, gomawo, Kibum-shi~” kata Yoona. “panggil oppa saja.” kata Kibum. “ah, ne, oppa.”

Mulai saat itu Yoona dan Kibum mencari kebenaran tentang hubungan Donghae dan Hyorin. Mulai dari nanya-nanya, nguntit, dan sebagainya, serasa detektif Conan*PLAK!*

Sampai suatu saat Kibum membuntuti Hyorin sendiri dan mendengar Hyorin berkata. “huh, ternyata mudah diancam. Baru kubilang akan menyakiti Yoona dan saengnya saja dia sudah takut. Hahha itulah enaknya menjadi orang berkuasa.” Segera saja Kibum menghampirinya. “anneyeong,” sapa Kibum. “Ki.. Kibumie?!” teriak Hyorin kaget.
“bagaimana kalau kita ngobrol sebentar, Hyorinie.” Ajak Kibum.

“YOONA!!!” panggil Kibum ketika sudah melihat Yoona mendekatinya. Mereka sudah janjian akan bertemu di taman ini. “ada apa, Oppa??” tanya Yoona.
“sebenarnya aku sudah tahu penyebab Donghae memutuskanmu.” Kata Kibum.
“he? Kenapa oppa??”
“dia diancam oleh Hyorin. Hyorin bilang dia akan menyakiti kau dan saeng Donghae kalau Donghae tidak mau jadi namjachingnya.”
“eh, jadi Donghae oppa… tapi dari mana kau tahu hal itu??”
“Hyorin sendiri yg bilang.”
“eh? Kau kenal dia?”
“mudah saja. dia sepupuku.”
“MWO?! Kenapa oppa tak bilang dari awal?!”
“he? Aku belum bilang ya?”
“uuh.. oppa pabo!”
“sudahlah sekarng kita cari cara agar Donghae mau baikan denganmu.” Kata Kibum.
“benar..” mereka pun mulai berpikir.
“AHA! Begini saja…” Kibum mulai membisikan idenya ke Yoona. Yoona mengangguk mengerti.

@@^@@
“LEE DONGHAE!! YOU PABO!!!” marah Heechul sambil menonjok wajah Donghae hingga Donghae jatuh tersungkur.
“ada apa?” tanya Donghae bingung.
“OPPA!! Kau benar-benar PABO!!! Semuanya gara-gara kau!! Yoong jadi pergi ke Spanyol untuk melupakanmu!!! Kenapa kau memutuskannya begitu saja oppa?!?!?! Kau itu PLAYBOY cap TOKEK!!!” marah Sooyeon.
“hah?! Ke Spanyol?! Kapan dia akan berangkat?!!”
“dia akan berangkat 2 jam lagi dengan Air-Asia.” Jawab Heechul dingin.
Tanpa babibu Donghae langsung berlari meninggalkan Heechul dan Sooyeon yg kini tersenyum menang.

@Bandara Incheon
“hosh..hosh..hosh…” Donghae mengatur nafasnya sebentar. Lalu dengan muka temboknya dia berteriak. “YOOOOOOONG!!!!!! Jangan pergiiiii!!!!! MIANHAEEEE YOONG!!! Jebal!!! Jawab akuuuuu!!!! Kau masih disinikan?!?!!??!?!”
“oppa,” panggil seseorang dari belakang Donghae yg teriak-teriak ga jelas.
Donghae langsung berbalik dan melihat Yoona sudah ada dibelakangnya.
Donghae langsung memeluk mantan yeojachingunya tersebut.
“mian, jeongmal mianhae Yoong. Jebal andwae.. jangan pergi Yoong.” Pinta Donghae sambil memeluk Yoona erat. “aku yg salah Yoong. Aku sebenarnya sangat mencintaimu. Aku..aku…” Donghae tak bisa berkata-kata lagi.
“aku tau. Nado saranghae oppa.” Kata Yoona sambil membalas pelukan Donghae.
“gomawo, Yoong. Kau tidak jadi pergi ke Spanyol kan?” kata Donghae.
“ke Spanyol?? Kapan aku bilang aku akan pergi ke Spanyol??” tanya Yoona bingung.
“eh, tapi Heechul dan Sooyeon bilang…”
“Geotjimal! Satu kosong Lee Donghae.” Terdengar suara riang dari belakang Donghae.
“Heechul, Sooyeon, dan..??!!”
“Kim Ki Bum, Anneyeong.” Kata Kibum sambil mengeluarkan killer smilenya.
“jadi ini kerjaan kalian ya?!” marah Donghae.
“MIANHADAAAAAAAA!!!!!!!!” teriak Heechul, Sooyeon dan Kibum sambil ngacir takut dibacok Donghae. Sedangkan Yoona yg melihatnya hanya tertawa.
THE END
Setelah itu YoonHAe bersatu kembali. Hyorin menyerah dan minta maaf. HeeYeon makin mesra. Kibum bercerita pada pacarnya Seo Yoon Ah dan Lee Donghae sahabatnya yg lebih tua dan bilang begini ke Donghae. “dia baik dan ga playboy kaya’ Hyung. Namanya aja sama, sifatnya jauh beda.” Dan sukses mendapat jitakan dari Donghae.

************************************************************************
Gimana?? Bagus ga?? Komen ya…
Love Ya🙂
KIM RYEO YA

25 thoughts on “MARRIAGE FOR SEVEN DAYS [ONESHOOT]

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s