Book and Love [Chapter 8]

Book and Love [Chapter 8]

Author: In Hyun Jung

Tittle: Book and Love

Genre: Romance, Enemies, and Comedy -_-

Main Cast Chapter 8 [This Chapter]:

  • –         Seohyun SNSD
  • –         Kyuhyun SJ

Supporting Cast:

  • –         Taeyeon SNSD
  • –         Leeteuk SJ
  • –         Jessica SNSD
  • –         Yesung SJ
  • –         Sooyoung SNSD
  • –         Another Cast

+++ Book and Love Chapter 8 +++

 

“MWO? KAU GILA?” pekik Seohyun ketakutan.

“Tidak lah Seohyun sayang” jawab Kyuhyun sinis.

‘Omo, omo~ tolong aku!’ batin Seohyun keringat dingin.

“Siap tidak?” tanya Kyuhyun dengan evil-nya.

Seohyun hanya menutup matanya dengan tangannya.

“Sebentar ya?” aba-aba Kyuhyun. Seohyun tetap menutup matanya. Tak peduli apa yang dibilang Kyuhyun.  

JLEPPP

Kyuhyun segera menutup semua kunci pintu mobil dengan satu tombol. Seohyun semakin takut. Ia hampir mengompol #LOL. Namun ia tahan. Ia tetap menutup matanya. Pasrah akan apa yang dilakukan Kyuhyun. Ia tak menyangka Kyuhyun seperti ini.

“Seohyun buka matamu,” panggil Kyuhyun lembut.

Seohyun hanya menggeleng.

“SEOHYUN ! BUKA MATAMU ! “ tiba-tiba suara Kyuhyun mengeras.

Seohyun segera membuka matanya. Ia merasa Kyuhyun sangat sangat sangat aneh. Ia hanya menuruti saja. Peluh nya segera membasahi pelipisnya. Begitu pun seluruh badannya.

“Se-se sebenarnya apa ma-mau mu? tolong jangan lakukan apa-apa kepadaku, Kyuhyun. Jebal. Hiks hiks” tanya Seohyun gelagapan. Ia sudah menangis ketakutan. Dan ia menjauhkan badan nya dari Kyuhyun yang terus menerus mendekatinya.

“Kau mau tau?” tanya Kyuhyun balik. Ia terus menerus mendekati Seohyun. Sehingga membuat Seohyun terdempet di dinding mobil.

“Jinjjaeyo? kau mau tau?” Kyuhyun terus memojok-mojokkan Seohyun.

“Kalau begitu…”

BRUUUUUMMMMMM

“Wahhahhahahahahhaha !!” Kyuhyun segera menjauh dari Seohyun. Ia memukul-mukul stir sambil tertawa.

Seohyun membuka matanya. Ia sangat shock. Ternyata Kyuhyun mengerjainya. “Ja.. jadi? ini?” Seohyun yang masih nggak ‘ngeh’ masih sempat-sempatnya bertanya.

“Ahahha ! babo~ sungguh sungguh babo!!” Kyuhyun terus menerus tertawa dan membuat Seohyun jengkel.

“KKKKAAAUUUUUU !!” Seohyun menunjuk nunjuk muka Kyuhyun.

“Ahahahhhah” Kyuhyun masih terus tertawa. Sehingga membuat Seohyun merasa sangat sangat sebal.

“Dasar kau ! dasar~ menyebalkan. Kau memang setan yang tak pernah berubah. Mati kau Kyuuu. Kyyyaaaaaa ><” Seohyun yang merasa triple kesal segera menepuk-nepuk Kyuhyun. Menyiksa Kyuhyun. Dan semacamnya. Untung mereka melewati jalanan tol yang sedang sepi. Kalau tidak, bisa bahaya.

(***)

Bel pulang ‘Hakyeo’ sudah berbunyi. Seluruh siswa/i segera keluar dari kelas mereka masing-masing. Tak hal nya dengan Leeteuk. Ia juga segera pulang.

“Uh~ lagi-lagi naik busway. Sampai kapan aku menggelandang seperti ini. Kyu~ enak sekali jadi kau. Menelantarkan hyung mu, meninggalkan hyung mu sendirian. Lama-lama aku menderita. Ckck.. dongsaeng yang menyebalkan” oceh Leeteuk panjang lebar. Sambil memasukkan handphone nya di saku. Baru saja ia membaca SMS dari Kyuhyun bahwa ia sudah mengambil mobil mereka duluan.

“Menurutku Teuk, kau sudah tampan, baik dan penyabar. Kenapa kau tidak langsung mengungkapkan saja ke Taeyeon?”

 

“Kalau kau terus terus begini, lama lama kesempatan itu hilang”

 

“Arghh! aku pusing ><” Leeteuk terbayang omongan Yesung tadi.

‘Apakah benar ucapan Yesung? ta-tapi?’

 

“Tapi benar. Aku harus coba. Yeah~. Kalau begini terus kan tak enak,” Leeteuk menyimpulkan omongan Yesung tadi. Ia segera berlari kencang menuju suatu tempat.

“Tapi apakah aku yakin, harus sekarang?” Leeteuk berhenti sebentar memfikirkan omongannya tadi, lalu ia menggeleng cepat. “Aku pasti bisa” lalu Leeteuk berlari berbelok ke arah lain.

“Hey hey~ apakah dia gila?” tanya seorang namja ke temannya sambil menunjuk Leeteuk.

“Mungkin. Aku lihat daritadi dia bicara sendiri. Hahahaha~” jawab teman namja tadi. Mereka tertawa melihat Leeteuk tadi. Lalu melanjutkan perjalanan pulang mereka.

(***)

“Nah.. sudah sampai. Turun sana~” usir Kyuhyun setelah sampai di depan rumah Seohyun.

Seohyun masih terlihat sangat kesal. Ia masih saja berdiam diri di mobil Kyuhyun.

“Ck.. kau mau benar aku cium, hah?” balas Kyuhyun kesal.

“Ani. Aku tak mau turun,” sahut Seohyun dingin.

‘Wah dia benar-benar marah sepertinya’ pikir Kyuhyun.

TRINNGG

Lampu di otak Kyuhyun menyala. Ia segera mengeluarkan evil khasnya. Lalu menoleh ke Seohyun.

“Seohyun” panggil Kyuhyun.

“Apa?” balas Seohyun tak bergairah. Ia memainkan handphone-nya.

“SEOHYUN. APPAMU! LIHAT. DIA HAMPIR DITABRAK MOBIL” histeris Kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk arah depan.

“MWO? EODDISEO, KYU? APPAAAAA” teriak Seohyun panik. Bahkan handphone yang dipegangnya jatuh seketika. Ia segera membuka pintu mobil Kyuhyun dengan cepat dan berlari saking terkejutnya.

BRUM BRUUUUUMM

Kyuhyun segera berjalan lurus ke depan. Dan meninggalkan Seohyun.

“AHAAHAHAHAHHA !! 2 KALI ! AHAHHAHA” tawa Kyuhyun. Ia sangat puas, 2 kali hari ini Seohyun ia buat kesal.

Sedangkan Seohyun hanya melongo, memikirkan apa yang terjadi 1 detik yang lalu.

“KYAAAAAA ><” Seohyun yang baru tersadar bahwa Kyuhyun mengerjainya langsung menghentak-hentakkan kakinya di aspal.

“2 KALI AKU DIKERJAINYA! UHH~” geram Seohyun kesal.

“Daripada aku seperti orang gila, lebih baik aku masuk ke kamar saja. Dasar~ menyebalkan. Arggggh” gumam Seohyun yang masih sangat sebal. Ia pun segera masuk ke rumahnya dengan jalan dihentak-hentakkan (:_:)

Omma Seohyun yang sedang mencuci piring di wastafel, menjadi bingung mengapa Seohyun terlihat begitu kesal. Omma Seohyun semakin dibuat bingung karena tidak biasanya Seohyun pulang cepat dari kampus. Ia pun memutuskan untuk memanggil Seohyun dan mengajaknya bicara. “Seohyun chagiya~” panggil omma Seohyun.

Seohyun yang baru saja ingin menaikki satu tangga, dengan malas membalas. “Hufff.. waeyo omma?”

“Sini duduk dulu,” perintah omma Seohyun sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya. Seohyun hanya menurut dan duduk di sebelah ommanya.

“Kau kenapa?” tanya omma Seohyun to the point.

“Gwenchana omma”

“Sudahlah, omma tau kau sedang kesal,”

Seohyun menarik nafas sejenak. “Ini semua gara-gara setan Kyu” ucap Seohyun jengkel.

“Kyu? maksudmu Kyuhyun? anak dari teman appa mu itu?” tanya omma Seohyun. Sedangkan Seohyun hanya mengangguk.

“Hahahha!” tak disangka omma Seohyun malah ketawa. Yang membuat Seohyun bingung.

“Eh? adakah yang lucu omma?” tanya Seohyun.

“Ahahah ! aniya,”

“Lalu?”

“Gwenchana. Omma hanya tidak menyangka saja kau dan dia bertengkar. Mana bisa? appa kalian berdua kan teman akrab. Bahkan kalian berdua dulu adalah tetangga,” jelas omma Seohyun. Sepertinya dia sudah tidak tertawa lagi.

Seohyun kembali jengkel setelah omma nya menjelaskan seperti itu. “Ah~ sudahlah. Aku tidak peduli, omma. Mau dia tetangga, teman baik, atau apalah itu, aku tidak peduli. Omma, aku mau istirahat dulu,” serah Seohyun. Omma Seohyun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang memang kalau sedang marah seperti itu.

(***)

[Taeyeon Pov]

Aku sedang menunggu Sica di parkiran Hakyeo. Tadi dia ke toilet sebentar. Hari ini kami akan pulang bersama. Yah~ untung saja dia tidak banyak alasan ataupun penyakitnya yang kumat. Hihihihi…

“Taeng !” tiba-tiba ada orang menepuk ku dari belakang.

“Ah ! Sica-ya. Kajja~” ajakku.

Terlihat di raut wajah Jessica bahwa dia murung. Dan menunduk ke arah bawah.

“Mwo? waeyo sica? kau terlihat murung?” tanyaku.

“Ani,” jawabnya sambil menggeleng-geleng.

“Katakan saja,” gemas ku.

“Mian, Tae. Aku tidak bisa menemanimu pulang hari ini,”

“Ish~ ada apa lagi sih?” aku yang lama-lama diacuhkan Sica seperti ini lama-lama kesal juga.

“Aku akan pergi ke rumah imo ku untuk melaksanakan acara keluarga. Aku diundang kesana untuk perwakilan dari keluargaku. Karena kau tau kan? mommy, daddy dan Krystal masih di San Fransisco. Jadi akulah penggantinya,” jelasnya

Aku menghembuskan nafasku. Aku harus mengerti dengan permasalahan ini.  Aku menatap Sica. “Jeongmal?”

Dia mengangguk. “Ne~ sekali lagi, Jeongmal mianhae, Tae. Aku janji, besok kita akan jalan-jalan sepuasnya. OK?”

Aku bisa melihat kejujuran Jessica dari mata coklatnya. Dia juga sudah berjanji. “OK”

“Nah! begitu dong. Aku harus pergi sekarang. Tadi aku sudah ditelfon. Hati-hati ya, Annyeong” pamitnya. Serempak dengan kata ‘annyeong’ ia menepuk pundakku.

Aku hanya mengangguk. “Yah~ pulang sendiri lagi deh. Huff”

“Eh?” Jessica segera berbalik ke arah ku lagi.

“Ada apa lagi, Sic?” tanyaku bingung.

“Ayo ikut aku,” dia segera menarik tanganku. Aku menatapnya seolah bertanya.

“Sudah ikut saja”

>>

“Kita naik taksi ini saja”

“Heh? jadi kau menarikku hanya ingin menyuruhku naik taksi?” tanyaku yang masih ling-lung.

“Ish~ iya. Ayo masuk,” Sica segera menarik tanganku dan memasukki taksi yang sudah markir di depan Hakyeo tadi. Aku hanya menurut saja. Sica sedikit aneh hari ini. Ada apa ya?

“Katanya kau mau ke rumah imo mu. Kenapa kita naik satu taksi? kan jalan nya beda?” tanyaku saat di perjalanan.

“Memang~ nanti kita pisah. Aku berhenti nanti,” jelasnya.

“Ooo..” aku hanya mengangguk-angguk mengerti. Walaupun feeling ku merasa tidak enak dan masih bingung ada apa dengan Jessica?

(***)

[Kyuhyun Pov]

BUUSSSSSSS

Aku segera menghempaskan badanku di springbed ku. Lalu mengambil PSP ku dan menunjukkan senyuman khasku. Hahaha !  jika aku mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, aku selalu berkata bodohnya yeoja itu. Mudah saja ku bohongi. Hahaha.

DRTT.. DRTT..

Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Aku menaruh PSP ku sebentar. Dan kudengar nada khas PSP ku yang berarti “Game Over”. Ya!! siapa sih yang menelfon ku disaat aku sedang senang seperti ini.  Kubaca di layar telfon. Ada tulisan “Appa”. Oh ! itu appa rupanya. Hehe.. aku jadi malu >/<

“Yoboseyo, appa! nado bogoshippooooo !!” sambutku girang.

“Ah~ Kyuhyun! appa juga rindu dengan kau,”

 

“Hehehe.. bagaimana dengan tugas appa?”

“Eumm… baik-baik saja” terdengar suara appa yang sedikit gugup. Ada apa ini?

“Appa? waeyo?”

“Waeyo? ah! gwenchana. Appa hanya sedikit lelah,”

 

“Oh~ yasudah. Kenapa appa menelfon?”

“Kenapa memang? tidak bolehkah?Appa hanya akan menceritakan, bahwa appa akan pulang besok.”

“Ish~ tidak lah ~_~. Memangnya pekerjaan mu sudah beres ya appa?”

“Ne~ dan ada yang harus appa bicarakan juga, besok”

 

Aku mengerutkan keningku. Nada bicara appa sangat lain. Sebenarnya ada apa ini? ah! sudahlah. Aku tidak boleh memikirkan macam-macam tentang appa ku.

“Kyuhyun? kau masih disana?”

 

“Hah? ne~ aku masih disini, appa.”

“Yasudah, kalau begitu appa tutup ya! jangan bertengkar dengan hyungmu. Annyeong”

 

“Ne, ne. Annyeong” aku pun menutup telfon antara appa dan aku. Aku masih bingung. Sebenarnya ada apa? appa membuatku penasaran saja. Aku memang begini. Selalu merasa penasaran. Tapi, ah! sudahlah~ lupakan saja. Aku tidak boleh negative thinking ke appaku sendiri.

DRRTT DRRT..

Ada suara getaran handphone. Kulihat, layar handphoneku.

‘Tidak ada apa-apa,’ batinku. Lalu, handphone siapa yang berbunyi ?

DRTT DRTT..

Suara itu makin nyaring berbunyi. Itu tidak hanya getaran handphone, melainkan nada dan getaran handphone. Kupikir, tidak ada siapapun di rumah ini. Hanya aku. Apa mungkin suara handphone hyung teukkie ya ? ah~ kurasa tidak ! si mulut ember itu pasti selalu membawa handphone nya dimana-mana. Ah~ babo! iyalah dia bawa. Tadi saja aku barusan sms dia tentang mobil tadi. Ckck..

“Ah~ ini dia. SHIT ! daritadi berbunyi terus. Menganggu saja~” akhirnya aku menemukan handphone sial itu. Menganggu saja daritadi!

“Eh? tunggu. Ini handphone siapa?” aku pun memikirkan ini handphone siapa.

“Ah~ sepertinya aku kenal handphone ini, tapi handphone siapa? ish~”

HENING..

1 DETIK..

2 DETIK..

5 DETIK..

“MWOO? HANDPHONE SEOHYUN?”

“Eh? tapi kenapa bisa di aku ya?” aku terkejut jika handphone Seohyun ada di genggamanku saat ini. Kenapa bisa ?

“Aish~ baboya, Kyuhyun-ah! eh? kenapa aku jadi tulalit begini ya? ini kan handphone yang Seohyun lempar ketika aku menakuti dan bilang appanya akan di tabrak mobil. Hahhaha !” aku tertawa ketika mengingat wajah Seohyun dan ketika aku mengerjainya tadi.

“Ahahah ! dasar yeoja bodoh~ ah! lebih baik aku balas saja SMS ini. Hihihii !” aku segera kembali tertidur di spring bed ku, dan mulai membalas sms-sms dari teman Seohyun yang tak berguna itu.

From: Sooyoung ^_^

 

Seohyun-ahh! besok, apakah ada tugas dari Prof. Hung ?

To: Sooyoung ^_^

 

Tidak, chagiya ! =D

~ Other Side ~

“Eh? Seohyun tumben-tumben saja memanggilku chagi ? sudah lama membalas, pakai chagi lagi. Ada apa dengan yeoja ini ? semakin aneh saja. Hmm”

~ Back to Kyuhyun ~

“Hahhaha ! rasakan kau Seohyun..”

From: Sooyoung ^_^

 

Chagi ? huh~ dasar. Yasudah kalau begitu. Kamsahamnida, Seohyun-ssi! Annyeong

To: Sooyoung ^_^

 

Ne~ gwenchana, chagi :* muaacchhh !

From: Sooyoung

 

MWO ? kau gila kah ?

 

To: Sooyoung ^_^

 

Ne~ aku gila karenamu ! :*

From: Sooyoung ^_^

 

Kau tidak seperti biasanya. Ah~ sudahlah, mungkin kau sedang depresi. Yasudah ya. Annyeong

KLIKK

Jaringan telfon terputus.

“HAHAHAHAH! haduh.. puas sekali aku hari ini. LOL ! bodohnyaaaaa ~” aku terus terkekeh sambil memegangi perutku. Sungguh~ pasti besok yeoja itu akan diocehi temannya. Hahha ! syukurlah~ mampus kau !

“Ah ! sudahlah. Tidak baik jika membicarakan orang terus, itu kan kata appa. Ah~ appa, nado bogoshippo!” aku selalu mengucapkan “nado bogoshippo” sekarang. Entah ? aku selalu kangen appa akhir-akhir ini. Aku melirik PSP ku, masih tergeletak malang. Kulihat game nya sudah bermain sendiri alias demo.

“Lanjutkan sajalah~ daripada kalah. Tanggung padahal sudah level 49. Daripada hyung Leeteuk, masih level 10. Hahahha! Kyu, kau hebat !” ujarku sambil memuji diriku sendiri =D. Aku pun melanjutkan games ku.

(***)

Jessica dan Taeyeon masih di dalam taxi. Tidak ada sepatah kata yang dilontarkan Jessica maupun Taeyeon. Biasanya Jessica selalu bercerita ataupun meledek-ledek Taeyeon. Hal ini membuat Taeyeon semakin bingung dengan karibnya, ia selalu berfikir ‘Ada apa dengan Sica?’

 

“Taeyeon-ah!” panggil Jessica di tengah perjalanan. Akhirnya ada salah satu dari mereka yang membuka mulut.

Taeyeon yang berada di sebelah Jessica, hanya menoleh seolah menyahut perkataan Jessica.

“Aku turun disini ya” pamit Jessica.

Serentak Taeyeon yang tadinya posisinya menyender di bangku taxi, langsung menegapkan badannya. “MWO? kau mau meninggalkanku?”

Jessica langsung menoyor kepala Taeyeon. “BABO~ kan sebelum kita naik taksi tadi, aku sudah bilang nanti aku akan berhenti dan melanjutkan perjalanan ke rumah imoku. Kita kan lain arah. Arasso? ish~ bodoh sekali kau ini” gerutu Jessica panjang lebar. Ia tak menyangka Taeyeon yang menurutnya pintar ini, bisa menjadi telmi. Biasanya kan dia yang telmi untuk merespons pembicaraan orang.

“Hah?” Taeyeon yang masih nggak ‘ngeh’, berfikir apa yang dikatakan Jessica barusan.

Jessica langsung menggeram kesal. “TAE”

“Ah ! aku ingaaaattt !” teriak Taeyeon yang membuat Jessica menutup telinganya. Supir itu hanya geleng-geleng melihat tingkah Taeyeon dan Jessica.

“IISSSHH~ kau membuatku kesal saja *o*” geram Jessica. Sedangkan Taeyeon hanya menyengir, tanpa berdosa.

Jessica semakin kesal. “Sudahlah~ aku turun. Uh~ menyebalkan,” gerutu Jessica, lalu meminta supir taksi, turun.

“Ne, ne~” sahut Taeyeon acuh tak acuh.

Jessica menanggapi Taeyeon sama dengan tanggapan Taeyeon kepadanya. Acuh tak acuh. Lalu ia segera turun setelah supir taksi itu menyetopkan kendaraannya. “Kamsahamnida, Ahjussi. Uangnya ambil di yeoja yang ada di belakangmu,” ucap Jessica sambil menunjuk Taeyeon yang duduk di belakang.

“MWO? nado?” tanya Taeyeon yang langsung terkejut ketika ia sedang santai-santainya duduk.

“Ne, chagiya. Annyeong,” balas Jessica sambil mengedipkan matanya. Lalu berlari terkekeh.

“Uh dasar~”

(***)

[Seohyun Pov]

BRAAKKK

Aku membanting pintu kamarku dengan cukup keras. Rasa capek, kesal, pusing menjadi satu. Aku melempar tas gendongan belakang ku asal. Dan duduk di springbed kesayanganku.

“Huff. Melelahkan sekali~” aku mengembungkan pipiku. Rasa kesal masih saja membebaniku.

Aku segera menyalakan AC ku. “Andai saja tidak ada setan itu, mungkin hidupku sangat tenang, sangat damai dan segalanya lah. Semenjak ada setan itu, nilaiku menurun,” gerutu ku.

“Eh ? handphone ku mana ?” aku mencari-cari handphone ku di tas.

“Tak ada. Ish~ kenapa bisa hilang ?” aku mengacak rambutku. Kenapa disaat aku sedang kesal seperti ini ada beban lagi muncul.

“Coba aku tanya omma” aku segera membuka pintu kamarku, lalu berlari cepat menuruni tangga. Dan melihat ommaku sedang menonton tv di lantai bawah.

“Omma..” pekik ku.

Omma ku berbalik badan. “Waeyeyo, chagiya ? kenapa kau buru-buru?”

Aku menggeleng cepat. “Ani. Apakah omma melihat handphone ku ?”

Omma ku mengerutkan keningnya. “Handphone mu ?”

Aku mengangguk cepat. “Ne~”

“Aigoo~ kenapa bisa ? mollaseyo. Kau kan baru pulang, kenapa tanya dengan omma.”

“Jadi.. siapa yang menyimpannya ?”

“Onnie mu masih di kampus. Appamu bekerja. Lalu siapa ?” tanya omma yang ikut bingung.

“Nui ahjumma –pembantuku ?”

“Tidak. Tadi, nui izin pulang ke desanya,”

“Omma, mianhae” ucapku merasa bersalah. ‘Ish~ kenapa bisa hilang?’ batinku

Ommaku tersenyum. “Omma yakin pasti kau lupa. Coba ingat-ingat lagi”

Aku mencoba mengingat. “Tadi aku pulang kampus, bertengkar dengan Kyuhyun, lalu Kyuhyun terus meledekku dan aku berlari lalu, HANDPHONEKU TERLEPAS!! MWO ? HANDPHONE KU ? KYAAAAA.. KYUHYUUUNNNN!!” aku segera berlari masuk ke kamarku tanpa menghiraukan omma ku yang untuk ke-2 kalinya bingung.

~ In My Bedroom ~

BRAAKKKK

Kali ini aku membuka lebih dari kata ‘keras’. Aku segera berlari springbed ku dan memukul-mukul bantalku kesal sambil tengkurap.

“Waa.. Kyuhyun, bejat kau bejat! omonaaa~ bagaimana ini ? keterlaluan sekali diaa ! pasti dia macam-macam dengan handphoneku ! argh >.<”

Aku langsung duduk di springbed ku dan me-rilex kan badanku sebentar. “Cukup ! rilex, Seohyun-ah !! santaikan fikiranmu, dan beristirahatlah,” ucapku menyemangatiku.

Aku bagaikan terhipnotis oleh ucapanku sendiri. Aku segera membaringkan badanku dan mengambil beberapa peralatan tidur (?) dan mencoba memejamkan mataku.

(***)

[Author Pov]

Taeyeon hampir sampai di rumahnya, tinggal masuk ke arah komplek perumahannya, tapi anehnya, supir ini terus berjalan lurus, bukan berbelok ke arah rumah Taeyeon. Taeyeon sudah berkeringat ketakutan. Ia sudah menggertak supir ini dari tadi. Kaca dan pintu sudah dikunci oleh supir itu. #Kaca emang bisa dikunci ya ? =D wkwk. Ada-adain aja lah u.u#. Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia sudah mencoba.

“Ahjussi. Apa yang kau lakukan denganku hah?” Taeyeon terus menggedor-gedor pintu mobil.

Supir itu hanya menoleh ke arah belakang, lalu ia tersenyum. “Tenanglah. Aku tidak mengapa-apakan mu. Percayalah, aku orang baik,”

Taeyeon mengerutkan keningnya. “Lalu, kau mau membawaku kemana?”

CYIIIIITTTT

Supir itu memberhentikan taksinya mendadak. Lalu berbalik ke arah belakang.

“Haruskah aku memberitaumu, sekarang ?” tanya nya. Pertanyaan yang semakin membuat Taeyeon merasa aneh dan pusing.

“Geure. Sebenarnya ada apa ? ” tanya Taeyeon panik.

Supir itu menarik nafas sejenak. “Ini berhubungan dengan berita buruk keluargamu,”

Taeyeon segera membelalakkan matanya. “JEONGMAL?”

“Ne, mereka diculik oleh 2 orang penculik yang menyekap mereka di suatu tempat,”

Tak terasa air mata Taeyeon terjatuh, ia tak sanggup. “Appa, omma, Seo” lirihnya “Darimana kau tau, ahjussi?”

“Kau tidak perlu tau. Aku hanya diperintahkan untuk mengantarkanmu kesana. Dan menolong keluargamu,”

Taeyeon mendelik. “K-kau penjahat juga kah? tolong jangan sakiti aku, hiks”

“Hey~ jangan menangis. Tidak, aku tidak menyakitimu. Percayalah. Malah aku ingin menolongmu,” ucap supir itu tulus.

Taeyeon terdiam sejenak, lalu ia menghapus air matanya. Dan menatap mata bening sang supir tersebut untuk meyakinkan kalau supir itu bukan orang jahat. Ya~ beginilah Taeyeon. Jika ia sangat ragu dan akan mengetahui apakah orang tersebut tulus atau asal-asalan (?), bohong atau jujur, pasti dia akan menatap mata orang tersebut. “Jeongmal?” tanya Taeyeon. Suaranya terdengar sangat lirih. Tentu saja ia takut akan kehilangan keluarganya. “Jeongmal?” tanya Taeyeon yang masih sesegukan.

Supir itu mengangguk. “Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan~”

“Ne~ ppali !aku takut ada apa-apa dengan keluargaku. Ppaliwa, ahjussi !” seru Taeyeon.

Supir itu segera menancap gas. Namun, ia berbalik badan..

“Tenang saja, dia penculik yang baik kok !” ucap supir itu lalu tersenyum.

Taeyeon tersigap. “MWO?”

BRUUUUMMM

Belum sempat supir itu menjawab, ia segera menggas taksi nya.

“AAA”

>>

1 jam berlalu, Taeyeon dan sang supir yang telah menjadi orang kepercayaan Taeyeon itu sudah sampai di tempat tujuan. Cukup lama, sampai membuat Taeyeon kelelahan dan tertidur.

“Hey~ bangunlah, songsaengnim” tegur supir itu kepada Taeyeon sambil menepuk-nepuk pundaknya pelan.

“Ne?” tanya Taeyeon yang masih menggeliat.

“Kita sudah sampai,”

“Oh yasudah, hoam~”

Supir itu hanya kebingungan. “Kok?”

“MWO? SAMPAI? JINJJAEYO? KAJJA~” Taeyeon yang baru sadar langsung mengajak sang supir untuk keluar. Supir tadi hanya geleng-geleng.

“Eoddiseo? dimana keluargaku? cepat katakan, ahjussi!” seru Taeyeon saat sudah keluar dari taksi.

“Aku tidak mau memberitaumu..”

“Eh? kau?”

“Sebelum kau menutup matamu dengan ini,” supir itu menyerahkan sebuah penutup mata ke tangan Taeyeon.

“ISH~ SEBENARNYA MAUMU APA, HAH? aku tidak mau~ CEPAT BERITAU AKU!!” marah Taeyeon sambil membuang penutup mata itu. Emosinya sudah meluap kali ini.

Supir itu tetap bersabar, ia memungut kembali benda yang dibuang Taeyeon itu. Ia tau perasaan Taeyeon sekarang.

“Kenapa kau ambil lagi? tolong antarkan aku, jebal” kali ini nada Taeyeon melemas.

HENING

“BAIK! AKU AKAN MENGIKUTI PERINTAHMU!” ujar Taeyeon mantap.

Supir itu tersenyum. “Pakai ini”

>>

“Ahjussi~ apakah kita sudah sampai?” tanya Taeyeon ketika tiba-tiba badan Taeyeon terasa tidak ada yang menuntun seperti sebelumnya.

“Ahjussi? kau disana?”

“AHJUSSI ! APAKAH KAU…?” Taeyeon yang gemas langsung membuka penutup mata itu.

“MWO? aku dimana? heh ada apa ini?” Taeyeon celingak-celinguk ke belakang, tidak ada supir tadi. Taeyeon merasa dia ditipu.

Taeyeon menoleh ke depan. Seketika mulutnya terbuka perlahan-lahan.

==ToBeContinued==

WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA #Lari-Lari

Ngaret berapa minggu kah aku ? Kyyaaaaa >.<

Sungguh ~ aku tak bermaksud ngaretin kok ! ~

Ini kondisi keadaan dan rasa menulis (?)

Akhir-akhir ini saya lagi banyak kegiatan. Contohnya bermain, full online, nginep tempat ponakan, bla bla bla #PLETAK #DilemparSendal

Ampun dah ampun ~__~ mau ngedemo juga gpp = = “

Percuma mau ngedemo buat FF amatir gene..

Saya lagi depresi dan banyak pikiran –.— makin pusing ama sekolah xDxD

Harap mengerti yah ? =) ini udah saya panjangin kok u.u

Jangan marah-marah lagi yah ? janji #ea

Janji deh, semoga ga ngaret !! eh tapi kan semoga, bukan beneran #PLUK -.-

Daripada tambah gelo, dibaca dan dicomment aja ya ^^ semoga makin suka dan selalu suka FF amatiran dari saya xD

Salam

25 thoughts on “Book and Love [Chapter 8]

  1. waah akhirnya publish juga . .
    ^^
    kurang panjang chingu
    *reader banyak maunya
    si kyuhyun evilnya makin merajalela cpcpcp -_-
    itu taeng unnie di bawa kmana ?
    aaah penasaran
    update soon yaa🙂

  2. haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..
    jahat…!!! jahat..!!!
    dah di tunggu-tunggu lama banget….
    secepatnya di lanjutiiiiiiiiiiiiiinnnnnnn…….
    kalo enggak kami nangis…
    hiks…hiks..hiks….
    di tunggu kelanjutannya secepatnya…🙂

  3. Maaf baru sempat ngomen disini,,,
    ide cerita asyik, walau ada beberapa gejanggalan terutama dengan suasana kampusnya but until this so far is oke…

    tapi cuma mau memberituhu klau di univ tu gak ada yang namanya jam istirahat dan pulangnya juga gak ditentukan, jadi ya kapan datang, pulang, istirahat itu sesuai jadwal kuliah..

    ditunggu kelanjutannya ya,,and jangan lama2..

    mian kalo komennya kepanjangan~^___^~

  4. kyu, kyu, klo ada seo psti aja slalu ide evil ny muncul …
    yg pling kocak yg si kyu sms ke soo pk chagi2an, ms seo kyk gtu wkwkwk
    waw, ada apa dengan taeng ? apa dy akan d tmbak oleh leeteuk ?

  5. chinguu~~ kau membuat aku penasaran~
    Kau harus bertanggungg jawab !! Segera lanjutkan !
    *siapa elu sih? Beraninya nyuruhnyuruh #plak (dilempar ke laut sama author)

  6. akhirnya ada lagi.. mianhae, aku baru comment disini ._.
    ngakak bgt pas kyu sukses ngerjain seo 2 kali.. wkwkwkwkw seo enak bgt sih buat diboongin -_-” penasaran sama supir taxi yang bawa taeyeon.. leeteuk kah orangnya? feelingku bilang itu pasti leeteuk ._._.
    lanjuuut..!!! jangan lama lamaa~ jangan biarkan blog ini update ffnya jarang jarang ._.

  7. Annyeonghaseyo aku reader baru🙂 Jadi maaf ya baru comment di part ini…
    Penasaraannn, sopirnya Leeteuk kah? Terus dia minta bantuan Sica?
    Tapi, emang Teukkie kenal Sica?
    Lanjutannya jangan ngaret yah!😉

  8. Brp taun aku nungguin kelanjutannya? Ada kali setaun.. Authoor.. Jebal lanjutin doong.. Penasaran aku sm part 9nya.. Ini kok hiatus gini? Jebaaal.. Aku suka cerita ff ini..

  9. Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Auuttthhhhhoooooooooooorrrrrrrrrrr,,,,,,,,,,mmmmmmaaaaaaaaannnnnnaaaaaaaaaaaaaa kkkkkkkkeeeeeeeeeellllllllllaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnjjjjjjjjjjjjjjjjjuuuttttaaaaaaaannnya??? Aku udah baca berlang kali

  10. hi thor ; ) aku reader baru. Kasian seo dikerjain mulu. Kpn kyu nembak? Kyu n teukki jgn pindah ke cina T-T lanjut donkk…..! Oh ya, kyu ma teukki saudara tiri bkn? Kok di crt’a marga mrk beda?

  11. ya ampun kyuppa evilnya bnr2 dech!!
    ksian seo d krjain mlu!!
    krain seokyu bkln baikn!!
    ech ko mlh brantem lg sich!!
    tae d bwa kmn sich??

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s