[FanFic] That`s Impossible Part 1

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

SeoKyu That`s Impossible 1/?

Main Cast :

♥ Seohyun

♥ Kyuhyun

Support Cast :

♥ Krystal

♥ Sooyong

♥ Donghae

♥ Shiwon

♥ Eunhyuk

Other Cast : You`ll find in this story J

Genre : Romance, Fantasy, Friendship

Author : nDa Minstal SeoKyu

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Rumah Shiwon dan Donghae…

Author P.oV.

Kedua kakak beradik, Donghae dan Shiwon sedang membicarakan bagaimana perkembangan SEOUL FO di meja makan, tepatnya sebelum mereka hendak bekerja.

“Hyung, apalagi yang harus kita lakukan. Penjualan produk-produk kita dari bulan ke bulan menurun sangat drastis” ucap Donghae sambil memperlihatkan dokumen yang berada di tangannya pada hyungnya Shiwon.

Shiwon menghela nafas panjang dan dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Hmm, aku juga bingung. Aku sungguh tidak ada ide!”

“Aha!!” teriak Donghae sambil menjetikkan jempol dan jari tengahnya. Tampaknya dia punya ide yang bagus.

“Kenapa, kau punya ide?” tanya Shiwon penasaran. 

Donghae hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Ani”

“Aishhh,,kau ini aku pikir kau sudah punya ide bagus..”

Donghae tidak mempedulikan ucapan hyungnya itu, dia kembali berfikir dengan serius. “Ah, hyung bagaimana kalau untuk sementara ini kita tutup saja SEOUL FO” ucap Donghae serius.

“Mwo? Ditutup? Kau tidak berfikir bagaimana dengan nasib pegawai kita? Saat ini mencari pekerjaan itu sangat sulit. Kasian kan kalo mereka tiba-tiba kita PHK!! Apa kau sudah tidak ingat kenapa kita mendirikan SEOUL FO ini?” tanya Shiwon pada Donghae.

“Ne Hyung, aku masih ingat ko. Kita mendirikan SEOUL FO ini karna kita ingin membantu orang-orang mendapatkan pekerjaan, ya setidaknya pengangguran di muka bumi ini sedikit terbantu,,iya kan?”

“That`s right” ucap Shiwon sambil menganggukkan kepalanya. “Eh Donghae, bagaimana kalau SEOUL FO cabang 1 dan cabang 2 kita tutup untuk sementara sampai penjualan kita kembali meningkat, dan semua pegawai kita pindahkan ke SEOUL FO pusat. Dengan begitu kan tidak ada pegawai kita yang kena PHK” ucap Shiwon panjang lebar.

Donghae berfikir sejenak. “Tapi Hyung apa semua pegawai akan cukup bila dipindahkan ke SEOUL FO pusat?” tanya Donghae ragu.

“Cukuplah, emang kamu kira gedung SEOUL FO kita tuh kecil” jawab Shiwon yakin.

“Ne, araso araso. Oya hyung satu lagi, kan di tiap cabang tuh udah ada manajer marketing, manajer produksi dan lain sebagainya. Di tambah lagi di pusat juga ada tuh manajer–manajer kaya gitu. Berarti di gedung pusat nanti bakalan ada manajer lebih dari satu dong!!”

“Iya juga ya, aku tidak berfikir kesana. Apa kamu punya ide, Hae?”

Donghae berfikir dengan keras sambil memegangi rambutnya. “ehmm bagaimana kalau kita bikin seperti kompetisi saja. Jadi semua karyawan SEOUL FO bisa naik jabatan dan turun jabatan tergantung bagaimana mereka bisa menaikkan tingkat penjualan produk-produk kita, hyung” ucap Donghae dengan wajah yang serius

“Apa itu tidak akan menimbulkan masalah? Aku takut dengan kompetisi seperti ini jalinan kekeluargaan di SEOUL FO malah menjadi kacau” ucap Shiwon khawatir.

“Kurasa tidak, justru sekali-kali kita memang harus melakukan kompetisi-kompetisi seperti ini. Siapa tau banyak karyawan kita yang antusias dan bekerja dengan lebih giat lagi” ucap Donghae yakin.

“Iya juga sih, baiklah kau urus saja semuanya ya. aku percaya padamu!” ucap Shiwon sambil menepuk pelan bahu saengnya itu.

“Siap Bos, nanti di kantor aku akan menyuruh sekretarisku untuk menghubungi Cabang 1 dan 2 bahwa sore ini kita akan mengadakan rapat dadakan” ucap Donghae tersenyum.

Shiwon dan Donghae pun melanjutkan sarapan paginya.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Seohyun P.o.V

Hari ini hari yang sangat bahagia untukku, karna hari ini tepat 2 bulan aku menjadi manajer marketing di outlet yang lumayan ternama yaitu SEOUL FO.

“Ehmm, hari ini aku pakai baju yang mana ya!” ucap Seohyun sambil memilih-milih baju yang ada di dalam lemarinya. Matanya tertuju pada sebuah dress berwarna pink. Seohyun pun memutuskan menggunakan dress tersebut untuk bekerja dan disepadankan dengan blazer berwarna putih.

“Pagi Appa, Pagi Eomma” sapaku pada Appa dan Eomma yang sedang berada di meja makan.

“Pagi” jawab Appa dan Eomma barengan.

“Appa, Eomma, aku berangkat ya!” teriakku sambil berpamitan pada Appa dan Eomma.

“Lho Seo, kamu tidak sarapan dulu?”

“Aku sarapan di kantor saja Appa, aku sudah minta tolong Krystal untuk membelikan sarapan untukku hari ini. Dah Appa, dah Eomma!” teriakku sambil berlalu menuju keluar rumah.

Seperti biasa aku menunggu bis menuju kota Seoul dimana tempatku bekerja. Beberapa menit kemudian, akhirnya bis yang aku tunggu2 pun datang. Beruntung aku mendapatkan sebuah tempat duduk terakhir yang berada di paling belakang. Kulihat sekeliling berharap ada yang kukenal. Tapi ternyata tidak ada seorangpun yang kukenal di dalam bis ini.

Tak lama kemudian ada seorang halmoeni menaiki bis yang sedang kutumpangi sekarang. Kulihat tak ada seorangpun yang mau mengalah untuk memberikan tempat duduk padanya, akhirnya aku menyimpan tasku di atas kursi [karna dengan begini, kursiku tidak akan diambil oranglain] dan aku mengajaknya untuk duduk di kursiku.

“Halmoeni silakan kau duduk di kursiku saja” ucapku padanya sambil tersenyum.

“Gomawoyo noona” ucap Halmoeni sambil tersenyum padaku.

Aku memapah Halmoeni menuju tempat dudukku di belakang. Aku kaget ketika  tempat dudukku sudah diduduki seorang namja. “Ya, kenapa kau duduk disana?” teriakku pada namja itu.

“Emang apa salahnya, kita kan sama-sama bayar!” ucapnya cuek.

“Tapi kan aku sudah menyimpan tasku, apa kau tidak tau bahwa kursi ini ada pemiliknya”

“Oh tas kampungan itu, aku pikir seorang yeoja memang sengaja ingin membuangnya!!” ucapnya sambil menyilangkan kedua tangannya.

`aishh sombong sekali namja ini`aku berkata dalam hati. “Ya lantas dimana tasku sekarang?”

Namja itu hanya diam tanpa menjawab pertanyaanku. Akhirnya aku mencoba mencari tasku di sekitar tempat dudukku tadi. Kulihat tasku berada di bawah kursi itu dan akupun langsung memungutnya. “Aishh kau membuang tasku?”

Lagi-lagi namja itu tidak menjawab pertanyaanku. Aku sudah lelah bertanya padanya, 2 kali aku dongkol karena dia mengabaikanku. “Ya cepat kau beranjak darisitu, biarkan halmoeni ini duduk!” ucapku kesal.

“Ini kan sudah menjadi milikku, apa hakmu menyuruhku pergi?”

“Tapi setidaknya berikan tempat dudukmu itu untuk halmoeni ini. Kasian kan beliau kalau harus berdiri. Dasar Namja tidak berperasaan dan berperikemanusiaan!”

Namja itu mengerutkan keningnya. Nampak seperti kebingungan. Namun akhirnya namja itu berdiri dan membiarkan halmoeni duduk di kursi. “Ahjussi stop disini!” ucap namja itu sambil berjalan mendekatiku. “Dengar ya, kamu tidak berhak menjudge orang yang belum kamu kenal. Dan jangan pernah memanggilku namja yang tidak berperasaan. Dan kalau kamu ingin duduk jangan mencari-cari alasan bahwa tempat duduk itu untuk Halmoeni. Bilang sejujurnya juga bisa kan!” ucapnya sambil berlalu dari hadapanku.

Aku sangat bingung apa yang dikatakannya. Jelas-jelas tempat duduk itu memang untuk Halmoeni, kenapa dia bilang aku mencari-cari alasan. Dasar Namja gila.

“Noona, jeongmal mianhae karna kau menolongku kau jadi bertengkar dengan namja itu. Dan lihatlah, sekarang tas pinkmu menjadi sangat kotor” ucap Halmoeni merasa bersalah.

“Anio Halmoeni, ini memang salah namja itu ko. Gwenchanayo tas ini masih bisa dibersihkan. Halmoeni jangan merasa bersalah ya!” ucapku sambil tersenyum.

Kulihat Halmoeni memasukkan tangan ke tasnya dan mengeluarkan sebuah payung hitam. Aku bingung kenapa beliau mengeluarkan payung, padahal pagi ni tuh tidak hujan dan juga tidak panas. “Ambillah ini” ucap Halmoeni padaku.

“Hah?” tanyaku bingung.

“Ini adalah hadiah untukmu karna kau sudah menolongku!”

“Aishhh Halmoeni aku menolongmu dengan ikhlas. Aku..” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku tapi Halmoeni tetap memaksaku untuk mengambilnya. “Arasso halmoeni,,gamsahamida” ucapku sambil menerima payung hitam itu dan langsung memasukkannya ke dalam tas.

“Halmoeni aku duluan ya, kantorku sudah terlihat” pamitku pada Halmoeni.

“Ne, hati-hati. Semoga kita bisa bertemu kembali!” ucap Halmoeni sambil tersenyum padaku.

Tanpa disadari Seohyun, setelah dirinya keluar dari bis itu, tiba-tiba sosok halmoeni tersebut hilang entah kemana.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Kyuhyun P.O.V

“Good morning Bos!!Kenapa bajumu kusut sekali hari ini?” tanya Sekretarisku bingung melihat keadaanku.

“Iya hari ini aku naik bis, dan sialnya aku bertemu yeoja gila disana”

“Mwo? Ko bisa? Memangnya mobil Bos kemana?”

“Terpaksa, tadinya mau naik taksi. Tapi lama-lama nunggu bosen juga. Akhirnya mau tidak mau aku naik bis. Ini gara-gara saengku yang memakai mobilku tanpa ijin”

“Ohhh begitu bos. By the way bos, nanti sore kita ada rapat dadakan di kantor pusat!” ucap Sooyong sambil membaca notesnya.

“Baiklah” ucapku singkat.

“Ehm, tapi Bos jeongmal mianhae saya tidak bisa ikut rapat. Soalnya saya ada urusan yang sangat tidak bisa ditinggalkan. Apakah tidak apa-apa Bos?” tanya Sooyong dengan sedikit takut.

“Ne, Arasso. Gwenchanayo Sooyong-ssi. Nanti kalau ada apa-apa aku pasti beritahu kamu. Sekarang kau bisa melanjutkan kembali pekerjaanmu” ucapku sambil berlalu menuju ruangan pribadiku.

♪♪Sorry Sorry Sorry Sorry

Naega naega naega meonjeo

Nege nege nege ppajyeo♪♪

I-phoneku berbunyi dan akupun langsung mengangkatnya. “Yobboseyo” ucapku mengawali pembicaraan.

“Hyung,,jeongmal mianhae aku pinjam mobilmu tanpa ijin!” ucap seorang namja di seberang telpon.

“Taemin-ahhhhhh, beraninya kamu memakai mobilku tanpa ijin. Gara-gara kamu, hari ini aku naik bis!!” teriakku kesal pada saengku.

“Mwo? Hyung naik bis? kenapa tidak naik taksi?”

“Ah sudahlah, lain kali kau jangan memakai mobilku lagi ara!”

“Ah hyung ini pelit banget sih sama saeng sendiri juga. lagian kalo gak terpaksa, aku gak akan minjem mobil Hyung ko. Karna hari ini aku ada tes dan aku takut telat saja makanya aku pinjam mobilmu. Lagian Hyung gak pernah mau nganterin aku!” taemin bercerita panjang lebar.

“Iya iya sudah,,lagian mobilnya juga sudah kamu pakai. Mulai besok Hyung antar kamu ke kampus. Pokonya setelah kamu beres ujian, kamu harus mengantarnya ke kantorku ara!”

“Ne, hyung. Sekali lagi jeongmal mianhae”

Klik. Pembicaraan berakhir.

Aku melanjutkan pekerjaanku yang kemarin belum selesai. Namun sejam kemudian, aku mulai bosan, dan entah kenapa tiba-tiba aku memikirkan yeoja gila yang ada di bis tadi.
“Apa dia memang gila ya?” tanyaku pada diri sendiri.

“Siapa yang gila?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba masuk ruanganku.

“Aishhh kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu” ucapku kesal.

”Hehey,,daritadi aku sudah mengetuk pintu berkali-kali tapi kamu tidak menjawabku sama sekali. Akhirnya aku memutuskan langsung masuk saja” ucapnya sambil duduk di kursiku. “Oya Kyu, bagaimana dengan laporanmu apa sudah selesai?”

“Belum, sedikit lagi. Lantas bagaimana dengan laporanmu?” aku bertanya kembali. Eunhyuk itu adalah teman kantorku yang sekaligus sahabatku. Dia bekerja di bagian produksi.

Eunhyuk hanya mengangkat bahu. “By the way Kyu, tadi sebelumnya kulihat kau sedang berbicara sendiri tentang yeoja gila. Siapa dia?” tanyanya penasaran.

Aku tersenyum mendengarnya. “Dia bukan siapa-siapa, tadi aku hanya bertemu dengannya di bis”

“Mwo? Jinja? Kamu naik bis? aku tidak percaya seorang Kyuhyun yang begitu perfeksionis, yang begitu memperhatikan penampilan mau berdesak-desakan naik bis” Eunhyuk tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Ya ya ya,,aku tidak terlalu seperti itu. Tapi memang benar sih aku terpaksa naik  bis, gara-gara saengku pakai mobilku ke kampusnya”

“OH begitu toh ceritanya, eh tapi yeoja gila itu siapa. Jangan-jangan kamu naksir dia ya!” tanya Eunhyuk yang masih penasaran.

“Aishhh,,aku naksir dia??,,yang benar saja,,yeoja urakan seperti dia sih ogah. Lagian aku tidak mengenalnya, dan tidak mungkin aku bertemu dengannya lagi!”

“Jangan seperti itu, bagaimana kalau dia itu jodohmu?” Enhyuk terus menggodaku.

“Aishh kau ini, That`s Impossiblee,,,lagian kayanya tu orang emang baru keluar dari rumah sakit jiwa deh. Masa tadi dia ngomong sendiri di bis, udah gitu dia minta tempat dudukku untuk halmoeni, jelas-jelas di dalam bis itu tidak ada seorang halmeoni yang berdiri” ceritaku panjang lebar.

Eunhyuk mengerutkan kening. “Ko bisa? Atau jangan-jangan dia berteman dengan hantu?” ucapnya sambil menakutiku.

Aku tersenyum mendengarnya. “Hantu? Kau ini ada-ada saja, emangnya ada yah hantu nenek-nenek di pagi buta gitu”

“Who knows? Lagian mungkin aja tuh hantu nenek-nenek belum pulang karna belum dijemput cucunya” ucap Eunhyuk sambil tertawa.

“Kau ini ada-ada saja. Keseringan nonton drama tuh!” ucapku yang juga ikut terkekeh.

“Eh tapi Kyu apa yeoja itu cantik?” tanya Eunhyuk lagi sambil membuka-buka isi dokumenku.

Aku mengingat-ngingat wajah yeoja itu. “lumayan cantik sih. Tapi apa artinya cantik kalo dia gila. Entar aku ketularan gila lagi kaya kamu!” ucapku pada Eunhyuk.

“Ya seenaknya saja kau mengatakanku gila!”

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Seohyun P.o.V

Aku berjalan menuju ruanganku, kulihat meja Krystal kosong. “Kemana dia?” tanyaku pada diri sendiri.

“Seohyun-ssi, kau sudah datang” teriak seorang yeoja dari belakang.

Aku mengikuti suara yeoja itu dan ternyata yang memanggilku adalah Krystal. Aku tersenyum padanya dan menganggukkan kepalaku.

“Ini?” ucap Krystal sambil memberikan sebuah piring yang berisi sarapan yang kupesan tadi. “Oh,ne gomawoyo Krystal-ssi!” ucapku sambil berlalu menuju ruanganku.

Ketika sampai di ruangan, aku langsung menghempaskan tubuhku di kursi kesayanganku. Aku membuka sarapanku yang sudah diberikan Krystal padaku. Dengan lahap aku memakannya.

Tok tok tok.. terdengar seseorang mengetuk pintu ruanganku.

“Ne, masuklah” ucapku sambil menyingkirkan sarapanku ke kolong meja.

“Aishh Krystal-ssi, aku pikir siapa, aku sedang makan nih” ucapku sambil tertawa.

Krystal hanya tersenyum melihatku. “jeongmal mianhae Seohyun-ssi, aku tidak tau” ucapnya merasa bersalah.

“Ah gwenchanayo. Ada apa?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Tadi saya dapat telpon dari pusat, katanya sore ini ada rapat mendadak”

“Oh,,araso araso. By the way Krys, panggil aku dengan sebutan Unnie saja ya!” ucapku sambil tersenyum.

“Ne, baiklah Unnie” ucapnya sambil berlalu dari ruanganku.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Kyuhyun P.O.V

Beep beep,,sebuah pesan masuk ke I phoneku. Aku langsung membukanya.

.:SaengkuTae:.

Hyung, aku di depan kantormu nih. Jemput dong!! :D

Aku tertawa membaca sms dari Taemin. “Anak ini, sudah kuliah tapi kelakuannya masih aja kaya anak SD” aku berucap pada diri sendiri sambil beranjak turun menjemput Taemin yang berada di depan kantor.

“Taemin!!” panggilku.

“Hyung, ini!” ucapnya sambil menyerahkan kunci mobil padaku.

“Gomawoyo” ucapku kemudian.

“Hyung, sudah makan siang belum. Traktir aku dong!” ucapnya manja.

“Aish kau ini, selalu saja seperti itu. Kajja!” ucapku sambil mengacak-acak rambut Taemin.

Aku mengajak Taemin makan siang di lobi kantor. “Bagaimana ujianmu?” tanyaku sambil meminum jus jeruk yang ada di depanku.

“Bisa dong..”ucapnya bangga.

“Wah saengku memang hebat!” ucapku tersenyum.

“Bisa GILA maksudku hyung,hehehe” ucapnya terkekeh.

“Aishh, kau ini. Belajar yang benar biar nanti bisa sukses!!”

“Ne,, araso, araso. Aku pasti akan lebih sukses darimu Hyung!” ucap Taemin sambil melahap eskrim yang baru datang.

“Aishhh kau ini, udah kuliah tapi kelakuanmu masih kaya anak kecil!” ucapku sambil tersenyum melihat tingkah laku Taemin.

Taemin tidak mempedulikan ucapanku, dia hanya terus saja melahap eskrim coklat kesukaannya.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Seohyun P.O.V

Aku melirik jam tanganku. Jam sudah menunjukkan pukul 15.30. setengah jam lagi aku harus rapat di kantor pusat. Aku beranjak dari ruanganku dan bersiap untuk pergi menuju SEOUL FO pusat. Kulihat Krystal sedang membereskan mejanya.

“Krys, kamu ikut rapat juga kan?”

“Ne, Unnie tapi sebelumnya aku mau membereskan mejaku dulu” ucap Krystal sambil terus merapikan meja kantornya.

“Oh araso araso, baiklah kita pergi bareng aja yu. Aku malas kalau di taksi sendirian” ucapku sambil duduk di kursi menunggu Krystal selesai.

“Ah Unnie jangan seperti itu, aku jadi tidak enak. Masa aku ditunggu oleh seorang bos sepertimu. Sudahlah kita pergi sekarang yu!” ajak Krystal padaku.

“Gwenchanayo, selesaikan saja dulu pekerjaanmu. Itung-itung aku istirahat sebentar” ucapku sambil bersandar pada tembok.

“Anio Unnie, aku memang sudah selesai ko. Kajja” ajak Krystal sambil melingkarkan tangannya padaku. Aku sangat senang hubunganku dan Krystal sedekat ini. Karena aku anak tunggal, jadi dari dulu aku selalu ingin sekali punya dongsaeng yeoja. Dan aku selalu menganggap Krystal seperti dongsaeng kandungku.

Ketika hendak menuju keluar, tiba-tiba Krystal melepaskan tangannya dariku. “Aishh, mianhae Unnie. Jeongmal mianhae” ucap Krystal sambil membungkukan setengah badannya ke arahku. Aku tidak mengerti apa yang dilakukannya.

“Wae?” tanyaku bingung.

“Mianhae Unnie aku sudah sok akrab denganmu, harusnya aku selalu menghormatimu sebagai bosku” ucapnya merasa bersalah.

“Aishh aku pikir ada apa, gwenchanayo Krystal-ssi aku senang ko kamu seperti itu padaku. Dengan begitu, aku bisa merasakan bagaimana punya seorang dongsaeng yeoja. Mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagi dongsaengku, gimana?”

“Jinja? Wah aku senang Un dengernya. Gomawoyo Unnie”

Aku hanya tersenyum melihat wajah Krystal yang tampak bahagia. Kami berdua pun menuju taksi di depan kantor yang sudah kupesan sebelumnya.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Kyuhyun P.O.V

“Aishhh, ni mobil kenapa sih. Aku kan mau rapat. Alamat telat kalo gini kejadiannya!!” ucapku kesal sambil menendang ban mobilku.

Aku meraih I Phone di dalam saku celanaku dan langsung mengirim sms pada Eunhyuk.

.:Eunhyuk:.

Hyuk, nampaknya aku telat nih ke tempat rapat, tolong ijinkan aku yah ke Donghae-ssi dan Shiwon-ssi. Gomawoyo :D

Setelah aku menekan tombol send, aku langsung menelpon bengkel langgananku dan membiarkan mobil kesayanganku itu masuk bengkel. Akhirnya aku memutuskan untuk naik taksi menuju tempat rapat.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Neutral P.oV

Ruang Meeting SEOUL FO Pusat

Hari ini di ruang meeting SEOUL FO pusat akan ada rapat besar dadakan. Dimana semua manjer dan kepala-kepala supervisor dikumpulkan disini. Terlihat banyak para pegawai yang sudah datang, dan mereka berbincang-bincang dengan pegawai yang lain. Nampaknya mereka bingung kenapa tiba-tiba ada rapat dadakan seperti ini.

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 tepat tapi rapat belum juga dimulai. Semua pegawai [sebenarnya yang hadir tidak semua pegawai, karena para pelayan toko tetap bekerja seperti biasanya] mulai dari para manajer, para supervisor, sudah hadir semuanya. Para supervisor hanya membawa salah satu pelayan kepercayaannya sebagai wakil dari para pelayan lainnya yang tidak bisa ikut rapat hari ini.

Beberapa menit kemudian, Shiwon-ssi dan Donghae-ssi selaku petinggi di SEOUL FO ini masuk dengan membawa dokumen di tangannya.

“Baiklah, semuanya sudah kumpul kan. Kita mulai rapatnya!” ucap Donghae di awal pembicaraan.

Semua peserta rapat yang ada di ruangan mengangguk tanda setuju. Tapi tiba-tiba seorang namja mengangkat tangannya ke atas. “Jeongmal mianhae Donghae-ssi, manajer marketing dari Cabang 2 belum datang, tadi dia sms saya katanya ada masalah dengan mobilnya”.

“Oh, begitu. Hmm kamu tau sekarang dia di daerah mana?” tanya Donghae-ssi pada namja itu.

“Katanya sih 5 menit lagi dia kesini Pak”

“Araso araso, kita tunggu saja 10 menit lagi. Karna aku tidak ingin memulai rapat bila semua peserta belum hadir” ucap Donghae sambil duduk di kursinya.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

SeoKyu P.o.V

“Pak, apa sebaiknya rapatnya dimulai saja. Ini sudah lebih dari 15 menit, tapi Kyuhyun-ssi belum datang juga” ucap seorang ahjussi yang mulai terlihat kesal.

Donghae dan Shiwon hanya diam saja mendengar keluhan dari bawahannya itu. Donghae dan Shiwon saling pandang. “Baiklah kita mulai saja rapatnya kali ini, mungkin nanti Kyuhyun-ssi bisa bertanya kalo ada yang tidak dimengerti”

“Unnie, Unnie tau Kyuhyun-ssi kan?” bisik Krystal pada Seohyun.

Seohyun hanya menjawab dengan gelengan kepala.

“Hah Unnie, masa gak tau sih. Dia itu kan terkenal banget di SEOUL FO. Katanya sih dia namja paling tampan, apalagi ketika dia tersenyum, yakin deh semua yeoja yang ada di dunia ini pasti tergila-gila padanya” lanjut Krystal.

“Ah. Bodo amat,,,yang pasti menurutku tuh orang ngeselin banget. Seenaknya aja nyuruh orang nunggu-nunggu dia, pemilik bukan, bos juga bukan” ucap Seohyun kesal.

Obrolan Seohyun dan Krystal terhenti ketika Donghae-ssi memulai rapatnya. “Ok, terimakasih sebelumnya kalian sudah datang pada acara rapat…” ucapan Donghae terhenti karena ada yang mengetuk ruang rapatnya.

“Permisi Pak, jeongmal mianhae saya telat” ucap seorang namja yang baru datang sambil membungkukkan setengah badannya.

“Oh Kyuhyun-ssi akhirnya kau datang juga” ucap Shiwon-ssi dengan nada sedikit kesal. Terlihat para yeoja yang memperhatikan kedatangannya, apalagi ketika dia tersenyum nampaknya mereka seperti melihat malaikat yang turun ke bumi. Tapi disisi lain ada seorang yeoja yang tampak kaget melihat kedatangan Kyuhyun, tak lain dan tak bukan dia adalah Seohyun. Krystal yang menyadari perubahan muka Bosnya itu langsung bertanya dengan muka khawatir. “Unnie, kenapa? Apa kamu sakit?” tanya Krystal pada Seohyun.

Seohyun tidak mengindahkan ucapan Krystal, dia hanya terus menatap sinis namja yang berada di sebelahnya itu. Kyuhyun duduk di kursi kosong yang berada di sebelah Eunhyuk. Kursi itu memang sudah dipersiapkan Eunhyuk sebelumnya, dia melihat sekeliling dan tersenyum sambil membungkukkan setengah badannya bermaksud meminta maaf karena dia telat. Muka Kyuhyun ikut berubah ketika matanya tertuju pada seorang yeoja yang dikenalnya tadi pagi.

“Kamu?” ucap Seohyun dan Kyuhyun bersamaan.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

Gimana chingudeul part 1 nya..Geje ya..

Jeongmal mianhae yah kalo ceritanya jelek dan buruk,,,, L

Tapi kuharap ada yang suka sih sama ceritanya hehe…

Baiklah,,buat readers yang mau ceritanya dilanjutin jangan lupa komennya yah…seperti biasa semakin banyak komentar semakin cepat part 2nya di publish,,hehe..annyeong ツ

NO BASHING,, and NO SILENT READERS,,, ツ

Oya satu lagi, aku mau minta pendapat kalian nih tentang gambar yang aku edit, menurut kalian mana gambar yang lebih bagus yang ke1 atau ke 2…minta sarannya ya, gomawo :D

1

cr: http://ndaminstalseokyu.wordpress.com/2011/07/11/fanfic-thats-impossible/

15 thoughts on “[FanFic] That`s Impossible Part 1

  1. wah bagus thor
    aku suka banget…
    jarang banget sich FF seokyu yg udah pada kerja gituuu
    menurutku-_-
    lanjuut thor jangan lama”
    aku suka dech eunhyuk disini keren…

  2. Part ke-2 nya cpet dong di critain. Kan jdi pnsaran gmna lanjtannya. PLEASE……….YAH…………..!!!!

  3. bagus alurnya thor
    thor dad saran nih, klo kata araso tuh gk ada dlm kamus besar
    bahasa korea. yang benar araseo
    selanjutnya semua bagus

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s