Our Love chap 3

Author: Choi Yoo Rin a.k.a Ajeng
Main cast: Cho Kyuhyun, Kim Seohyun, Lee Young Im(OC), Lee Sungmin, Lee Sunkyu (Sunny)
Support cast : Choi Minho, Cho’s family, Kim’s family, Lee’s family.
Genre : friendship, romance, family
Length : chapter
Rating : 13 +

Annyeong. . . .annyeong readers🙂
Choi Yoo Rin comeback dg ff Our Love chap 3. Emmm. . . .gomawo buat respon positif dari para readers. Coment2 dari kalian sangat berarti buat author. Oya, di chap 3 ini author munculin Sunny Bunny dan Minho. Rencananya sih ending Our Love mau ada 2 couple. Ya pokoknya nantikan aja ya #berharap😛
Oke lah, happy reading . . Keep comment🙂

Setelah mendengar pembicaraan antara Seohyun dan Kyuhyun oppa aku berlari ke kamarku. Aku bingung dg perasaanku sendiri. Tapi tak kupungkiri jika aku bahagia tengah mengandung anakku dg Kyuhyun oppa. Aku harus tetap mempertahankan janin ini. Aku tak akan mau dioperasi.
Ceklek, pintu ruanganku diperiksa terbuka dan kulihat Kyuhyun oppa masuk.
“Oppa, dimana Seohyun?” tanyaku
“Dia harus memeriksa pasien lain” jawab Kyuhyun oppa sambil tersenyum.
“aisshh dia itu. Harusnya dia temani aku juga!” kataku memasang tampang bete.
“sudahlah chagi. . .dia harus profesional dg pekerjaannya.” kata Kyuhyun oppa.
” ne. .ne. .aku ngerti. Oya oppa, bagaimana keadaanku? Kapan aku bisa dioperasi?” tanyaku pura2 tidak tau.
“ah, ee. .anu. . .engg . . .” Kyuhyun oppa kaget dan seperti bingung harus menjawab apa.
“kenapa sih oppa? Apa ada yg tak beres?” tanyaku curiga.
“Sebenarnya. . .sebenarnya kau sedang hamil chagi. Usia kandunganmu 1 bulan.” jawab Kyuhyun oppa akhirnya.
“Jinjja oppa? Huaaa. . .aku bahagia sekali.” jawabku sambil memeluk Kyuhyun oppa.
“Tapi chagi. . .” kata Kyuhyun oppa sambil melepas pelukanku dan menatapku intens.
“Andwae oppa! Aku tak mau menggugurkan janin ini. Aku akan tetap mempertahankannya walaupun nyawaku sebagai taruhan.” kataku
“hhhhhhh. . . .sudah kuduga. Kau akan mengambil keputusan ini. Baiklah kalau itu keputusanmu.” kata Kyu oppa tersenyum lantas memelukku.
Young Im POV END
oO~Oo
Author POV
Tak terasa kandungan Young Im beranjak memasuki bulan ke 4. Perutnya juga membuncit. Perhatian dari Kyuhyun, Seohyun dan orang2 sekelilingnya semakin hari semakin bertambah pada Young Im. Young Im sendiri malah merasa tak enak karena Kyuhyun jarang memperhatikan Seohyun.
“oppa . . .” panggil Young Im ketika Kyuhyun baru masuk ke kamar mereka.
“ada apa chagi? Kau butuh sesuatu? Atau ingin makan sesuatu?” tanya Kyuhyun oppa sambil duduk diranjang sebelahku.
“Anio oppa! Tadi Seohyun sudah membelikanku sate #anggap sate ada di Korea😀 . Aku cuma mau oppa ngelakuin sesuatu.” jawabku
“Melakukan apa chagi?” tanya Kyuhyun oppa penasaran.
“Oppa mau ya berlibur dg Seohyun ke Jeju. Aku sudah belikan tiketnya. Lusa, oppa dan Seohyun harus berangkat.” kataku sedikit menekan kata HARUS.
“mwo? Tapi kan. . .” belum sempat Kyuhyun melanjutkan bicaranya, aku langsung beraegyo.
“Seorang Cho Kyuhyun tak akan mengingkari janjinya kan?! Udah. . .oppa tenang aja, selama oppa dan Seohyun pergi eommaku akan menginap disini.” kata Young Im
“Kau ini! Mana tega aku meninggalkan istriku yg tengah hamil.” jawab Kyuhyun.
“aisshh. . .oppa! Sudah ku bilang aku akan ditemani eomma. Pokoknya oppa dan Seohyun harus mau.” paksanya, kemudian Young Im beranjak dari ranjang dan keluar kamar.
“kau mau kemana chagi?? Iya. .iya. .aku mau.” jawab Kyuhyun akhirnya.
“baguslah. Aku mau ke kamar Seohyun.” kata Young Im tanpa membalik badan lalu membuka pintu.

Setelah keluar dari kamarnya, Young Im pergi ke kamar Seohyun. Setelah pulang dr kerja Seohyun memang jarang keluar kamar jadi Young Im sudah hafal. Ceklek! Young Im membuka kamar Seohyun.
“eh kau Young. Ada apa?” tanya Seohyun saat Young Im membuka pintu kamarnya.
“ada yg ingin ku bicarakan. Kau belum mengantukkan?” jawab Young Im sambil duduk ditepi ranjang Seohyun.
“Anio! Aku belum mengantuk. Memangnya mau bicara apap?” tanya Seohyun

“Seohyun dimana oppa??” tanya Young Im saat dimeja makan tak ada Seohyun.

“Eh? Tadi disini. Mungkin dikamarnya.” jawabku mengedarkan pandangan mencari sosok Seohyun.

“Seohyun~~” teriak Young Im

ceklek. “ne, ada apa Young?” tanya balik Seohyun setelah membuka pintu kamarnya.

“Ayo sarapan juga.” ajak Young Im.

“Ne, ne sebentar lagi.” jawab Seohyun lalu menutup pintu kamarnya lagi. Tak lama Seohyun pun keluar dari kamarnya sudah dengan berpakaian rapi membawa tas.

“Kau mau kemana Seo?” tanya Young Im setelah Seohyun duduk di meja makan.

“aku mau ke rumah sakit sebentar.” jawab Seohyun.

“Kan aku sudah menyuruh kau dan oppa cuti mulai hari ini!” kata Young Im

“cuma sebentar Young-ah. .setelah itu pulang kok.” jawab Seohyun.

“Ya sudah kalau begitu biar oppa mengantarmu!” putus Young Im tiba-tiba. Membuatku sedikit kaget.

“Ah. .ee. .ne ne biar ku antar” kataku menyahut.

Kyuhyun POV END

Seohyun POV

“Ah. .ee. .ne ne biar ku antar” kata Kyuhyun. Ia terlihat seperti kaget lalu menatapku. Entah kenapa ada sedikit rasa senang ia mau mengantarku.

“Ne” jawabku singkat.

Kami mulai sarapan, tak ada yg memulai bicara lagi.

“Aku permisi dulu, eomma ,Young” pamitku pada eomma Lee dan Young Im.

“aku juga sudah selesai sarapan. Annyeong chagi , eomma. .aku antar Seohyun dulu.” kata Kyuhyun.

“Ne. .hati-hati ya kalian” pesan eomma Lee sambil tersenyum pada ku dan Kyuhyun.

Saat akan membuka pintu mobil, tiba-tiba Kyuhyun membukanya dulu untukku. Aku mengernyitkan kening karena heran. ‘tak biasanya seperti ini’ gumamku dalam hati. Aku pun masuk, setelah Kyuhyun menutupkan pintunya ia berputar dan masuk ke mobil duduk di sebelahku. Aku masih terpaku dg kelakuannya barusan sampai akhirnya ia menyadarkanku “Seohyun, pake seat beltmu!” perintahnya.

“Nde? Ah ne.” jawabku sedikit gelagapan. Perlahan mobil Kyuhyun keluar dari area komplek rumah dan sudah melaju di jalan raya Seoul. Selama perjalanan kami hanya diam larut dalam pikiran masing-masing. Tak terasa kami tiba di rumah sakit.

“Em, Seohyun aku tunggu kau di mobil saja tak apa kan?” tanya Kyuhyun saat kami berhenti di depan lobby rumah sakit.

“Ne gwaenchana. Kalau kau mau pergi dulu juga tak apa-apa” jawabku dg memberi tawaran padanya.

“Aku menunggumu saja.” jawab Kyuhyun.

“baiklah.. Aku permisi dulu.” kataku sambil melepas seat belt lalu membuka pintu mobil.

Tujuanku ke rumah sakit sebenarnya untuk ijin pada kepala rumah sakit karena aku akan ke Jeju selama seminggu. Jadi aku hanya butuh waktu 30 menit. Setelah berpamitan pada kepala rumah sakit aku keluar dari lobby menuju tempat parkir mencari Kyuhyun.

“Cepat sekali Seo.” kata Kyuhyun setelah, aku masuk ke dalam mobil.

“Ne, sebenarnya aku cuma minta ijin untuk cuti seminggu.. Dan juga tak ada pasien.” jawabku tersenyum.

“Eemm. . .bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu.” tawar Kyuhyun.

“Kemana?” tanyaku balik.

“Ke taman bermain? Kita kan hanya sekali ke sana.” jawab Kyuhyun memberi ide.

“Ne boleh juga.” jawabku.

Setelah mendapat persetujuanku, Kyuhyun menjalankan mobilnya. Sesekali aku lirik ia yg fokus menyetir. Walaupun kami hanya diam tapi ku lihat ia terus tersenyum. Entah apa yg membuatnya tersenyum. Aku pun tak memungkiri jika aku merasa senang. 30 menit perjalanan akhirnya kami sampai di taman bermain. Setelah mencari tempat yg pas untuk parkir, kami pun turun dan membeli tiket masuk.

“Kau mau naik wahana apa dulu?” tanya Kyuhyun menatapku.

“aku mau naik itu” jawabku sambil menunjuk wahana roll coster #gitu ya tulisannya? Author kamseupay😀

“Kau yakin??” tanya Kyuhyun memastikan.

“Yakin kok. Pokoknya naik itu(?) dulu. Apa kau takut? Kalo takut ya sudah biar aku naik sendiri.” ledekku :P  pada Kyuhyun.

“Aisshh. . .mana mungkin aku takut. Baiklah kalo itu maumu. Kajja” jawab Kyuhyun sambil menggenggam tanganku menuju area wahana roll coster. Kami pun mulai menaiki wahana tersebut.

Saat roll coster sudah mulai melaju dan berputar, Kyuhyun selalu menggenggam tanganku. Tak terasa 2 jam berlalu, hampir semua wahana disini sudah kami coba.

“Aku senaaaang sekali hari ini. Gomawo Kyuhyun-ssi sudah mengajakku ke sini.” kataku pada Kyuhyun saat kami duduk disalah satu bangku di taman bermain ini.

“Cheonma. Kalau kau senang aku juga senang.” jawabnya tersenyum menatapku.

Aku yg gugup karena tatapannya segera mengalihkan pembicaraan. “Aku lapar, ayo kita cari rumah makan.” ajakku

“Ne, kajja.” kembali ia genggang tanganku sambil berjalan mencari cafe disekitar sini.

Seohyun POV END

Author POV

Sampailah Kyuhyun dan Seohyun di sebuah cafe tak jauh dari taman bermain yg mereka kunjungi. Suasana cafe juga cukup ramai karena memang jam makan siang. Setelah mendapat tempat duduk, mereka memesan makanan dan minuman.

“Eemmm. . . .Kyuhyun-ssi bukannya itu Sungmin kakak sepupu Young Im yah?” tanya Seohyun sambil menunjuk ke arah seorang laki-laki. Kyuhyun langsung menoleh pada arah tunjuk Seohyun “Ne, itu Sungmin hyung. Sepertinya dia dengan tunangannya” jawab Kyuhyun kembali menatap Seohyun.

‘jadi Sungmin sudah punya tunangan’ batin Seohyun. “ooo~” jawab Seohyun.

“Ah, makanannya sudah datang. Gomawo agashi” kata Kyuhyun pada pelayan cafe yg membawakan pesanan makanan mereka.

“Gomawo” kata Seohyun juga tersenyum pada pelayan itu.

“Ne, cheonma.” jawab pelayan itu lalu meninggalkan mereka.

Kyuhyun dan Seohyun mulai menyantap makanan mereka. Tiba-tiba terdengar suara namja sedang marah. Sontak Kyuhyun, Seohyun dan pengunjung cafe lainnya menoleh pada namja itu.

“Sungmin hyung” kata Kyuhyun setelah melihat jika namja yg marah itu Sungmin. Ia lalu menghampiri Sungmin diikuti Seohyun.

“Hyung, waeyo?” tanya Kyuhyun saat dia sudang di samping Sungmin. Sungmin menoleh pada Kyuhyun dan Seohyun sejenak lalu kembali melihat yeoja yg ia bentak.

“Dia Kyu. Dia telah selingkuh dan hamil 2 bulan dg selingkuhannya itu. Padahal bulan depan aku akan menikah dengannya.” jawab Sungmin dg nada tinggi sambil menunjuk ke arah yeoja di depannya.

“Hikss. . .hikkss. . .mianhae oppa.” kata yeoja itu sambil terisak.

“Jangan panggil aku dg sebutan itu. Dan sebaiknya kau cepat pergi dari sini. Aku sudah benar-benar muak dg mu.” teriak Sungmin pada wanita itu.

“Tapi. . .” belum sempat yeoja itu melanjutkan kata-katanya, Sungmin kembali mengusirnya “Aku bilang pergi!” bentak Sungmin.

“Agashi, sebaiknya kau turuti kemauan Sungmin hyung. Kau pergilah dulu supaya hyung bisa tenang.” kata Kyuhyun pada yeoja itu.

“hikkss. . .hikss. . .baiklah. Sekali lagi mianhae, jeongmal mianhae” kata yeoja itu kemudian beranjak pergi.

“Hyung, sebaiknya duduk dulu tenangkan diri Hyung.” kata Kyuhyun menenangkan Sungmin. Sungmin hanya menarik nafas berat lalu duduk. Seohyun yg daritadi hanya diam mulai angkat bicara.

“Sebenarnya ada apa Sungmin-ssi?” tanya Seohyun memulai pembicaraan.

“Dia itu tunanganku Seohyun-ah. Sudah 2 tahun kami membina hubungan dan rencananya bulan depan kami akan menikah. Tapi tadi tiba-tiba ia mengaku jika ia sudah hamil 2 bulan dg namja lain. Dia benar-benar tega mengkhianatiku.” jelas Sungmin.

“eemm. . .kenapa kau tak tanya alasannya kenapa dia mau jujur padamu? Padahal kan bisa saja dia tak jujur dan tetap menikah dg mu toh perutnya belum buncit.” tanya Seohyun lagi. Tapi Sungmin hanya diam ia terpaku dg pertanyaan Seohyun barusan.

“Sudah jangan terlalu dipikirkan Hyung. Kau beruntung telah mengetahuinya sekarang sebelum kau menikah dg nya.” kata Kyuhyun.

“Hhhhh. . . .kau benar Kyu. Ngomong-ngomong kalian ngapain disini?” tanya Sungmin pada Kyuhyun dan Seohyun.

“Kau ini hyung. Ya jelas untuk bermainlah menghibur diri sejenak.” jawab Kyuhyun.

“Haha. . .ya sudah kalian lanjutkan. Aku mau pergi dulu.” kata Sungmin pada Seohyun dan Kyuhyun lalu beranjak pergi.

“Eemm. . .sebaiknya kita pulang juga Kyuhyun-ssi. Pasti Young Im sudah menunggu dirumah.” kata Seohyun

 

“Bisakah mulai sekarang kau memanggilku tak usah dg embel-embel ssi? Aku ini suamimu Seohyun, aku ingin kau panggil aku oppa. 4 bulan sudah kita menikah, masa kau masih terus memanggilku seperti itu.” kata Kyuhyun.

Seohyun benar-benar kaget dg apa yg dikatakan Kyuhyun dan hanya melongo diam terpaku.

“Seo. . .Seohyun, kau kenapa melamun?” tanya Kyuhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan di depan wajah Seohyun.

“Ah, eh. . .tidak kok.” jawab Seohyun kaget.

“Bagaimana dg permintaanku?” tanya Kyuhyun lagi.

“Kyuhyun-ssi . . .aku. . .e. . . ” jawab Seohyun ragu.

“Hhhhh. . .aku sudah tau jawabannya. Ya sudah tak apa mungkin nanti kau bisa memanggilku oppa.” jawab Kyuhyun dg nada kecewa.

“Mianhae. . .” kata Seohyun menundukkan kepalanya.

“Gwaenchana. Kajja kita pulang.” jawab Kyuhyun dg menggenggam tangan Seohyun. Seohyun hanya diam dan mengikuti langkah Kyuhyun. Saat diperjalanan mereka pun hanya diam.

@Keesokan harinya

Pukul 09.00 KST Seohyun dan Kyuhyun berangkat ke Pulau Jeju. Young Im mengantar mereka hingga bandara.

“Oppa jaga Seohyun. Awas lo kalo Seohyun kenapa-kenapa !” kata Young Im pada Kyuhyun.

“Iya. .iya Ny.Cho 1 aku akan jaga Ny.Cho 2.” jawab Kyuhyun mencubit hidung Young Im.

Seohyun kaget dg ucapan Kyuhyun tapi ia sadar statusnya adalah istri kedua Kyuhyun.

“haha. . .iya aku percaya. Emm. . .oppa tak mau pamit pada Cho kecil?” tanya Young Im sambil menunjuk arah perutnya.

“Ah, iya. Cho junior appa pergi dulu ya. Kau jangan merepotkan eommamu ya selama appa pergi.” kata Kyuhyun sambil mengelus perut buncit Young Im. Kemesraan suami istri itu berakhir setelah ada pengumuman bahwa penerbangan ke Jeju akan segera berangkat. Usai saling berpamitan pada Young Im, Seohyun dan Kyuhyun naik ke pesawat yg akan membawa mereka ke Jeju.

Author POV END

Young Im POV

Aku melihat Kyuhyun oppa menggandeng tangan Seohyun saat akan naik pesawat. Aku senang dg sikap Kyuhyun oppa yg bisa berlaku adil padaku dan Seohyun. Tapi tak kupungkiri ada sedikit rasa cemburu. Ah sudahlah, toh yg menginginkan mereka menikah adalah aku. Setelah dari bandara, aku dan eomma pergi ke rumah Sungmin oppa. Semalam Kyuhyun oppa telah menceritakan pertengkaran Sungmin oppa dg tunangannya Sooyeon. Hanya butuh 15 menit sampailah aku dan eomma di rumah Sungmin oppa. Kebetulan saat kami memencet bel rumahnya, Sooyoung ahjuma(eomma Sungmin oppa) yg membukakan pintunya.

“Annyeong ahjuma” sapaku

“Annyeong Sooyoung” sapa eommaku pada Sooyoung ahjuma.

“Nado annyeong. . .ayo masuk.” jawab Sooyoung ahjuma mempersilahkan kami masuk dan duduk di sofa.

“Sebentar ya saya buatkan minum.” kata Sooyoung ahjuma sambil berlalu ke dapur. Sungmin oppa tiba-tiba terlihat keluar kamar dan menuruni tangga lalu menghampiriku dan eomma.

“Eh ahjumma, Young Im. Sudah lama?” tanya Sungmin oppa setelah duduk didekatku dan eomma.

“Baru kok Sungmin. Kau tak bekerja hari ini?” tanya eommaku.

“Saya sedang mengambil cuti 3 hari ahjumma.” jawab Sungmin oppa. Disaat yg sama Sooyoung ahjumma menghampiri kami dg membawakan minuman.

“Ayo diminum dulu eonni, Young Im!” perintah Sooyoung ahjumma padaku dan eomma.

“Ne gomawo.” jawab eommaku tersenyum.

“Oya bagaimana keadaanmu dan kandunganmu Young?” tanya Sooyoung ahjumma padaku.

“Baik kok ahjumma.” jawabku tersenyum.

“Eeemm. . .Sungmin, bagaimana hubunganmu dg tunanganmu?” tanya eommaku pada Sungmin oppa.

“Nde??” Sungmin oppa terlihat kaget dg pertanyaan eommaku.

“Oppa. . .semalam Kyuhyun oppa sudah menceritakan tentang pertengkaran oppa dan Sooyeon eonni.” kataku to the point.

“Sungmin sudah mengakhiri hubungan pertunangannya dg Sooyeon.” jawab Sooyoung ahjumma.

“Sooyeon telah mengkhianatiku. Dia selingkuh hingga hamil 2 bulan.” kata Sungmin menjelaskan.

“Aku menyesal dulu telah menjodohkan yeoja itu dg Sungmin. Mulai sekarang aku biarkan Sungmin mencari yeoja sesuai keinginannya, yg bisa menyayanginya.” kata Sooyoung ahjumma dg raut wajah sedih.

Aku kasihan dg Sungmin oppa. Dia benar-benar kelihatan terpukul.

“Sungmin oppa sabar ya. Suatu saat nanti kau pasti akan mendapatkan yeoja yg lebih baik dari Sooyeon eonni.” kataku mencoba menghibur.

“Ne, gomawo Young-ah” jawab Sungmin oppa tersenyum.

“Iya Sungmin. Sudah. .jangan terlalu dipikirkan. Percuma meratapi semuanya cuma membuat hatimu sakit. Kau harus bisa melupakannya.” saran eommaku pada Sungmin oppa.

“Ahjumma benar. Aku harus bisa melupakannya. Gomawo ahjumma. .” jawab Sungmin oppa pada eomma.

1 jam lebih kami mengobrol. Aku dan eomma akhirnya memutuskan untuk pulang.

Young Im POV END

Kyuhyun POV

Setelah sampai hotel tempatku dan Seohyun menginap, aku putuskan untuk jalan-jalan sebentar di sekitar hotel.

“Seo, aku mau jalan-jalan sebentar kau mau ikut?” tanyaku pada Seohyun yg tengah merapikan bajunya dan bajuku di lemari.

“Andwae, aku tidak ikut. Aku mau merapikan baju-baju ini dulu. Kalau mau jalan-jalan silahkan.” jawabnya.

“Oh ne. Ya sudah aku keluar dulu.” kataku lalu beranjak keluar kamar.

Aku berjalan-jalan di sekitar hotel. Hotel ini cukup strategis, letaknya dekat dg pantai. Suasananya cocok untuk sepasang suami istri yg sedang honeymoon. Apakah aku sedang honeymoon dg Seohyun? Aku sendiri bingung menyebutnya apa. Sampailah aku di depan restoran. Terbersit ide di otakku. Ah, sebaiknya aku kembali ke hotel.

Saat sampai di depan pintu kamar, aku masukkan kode pintu kamarku lalu membukanya. Kosong, tak ada Seohyun tapi aku dengar suara orang mandi di kamar mandi. Mungkin dia sedang mandi. Ku putuskan untuk mengambil laptopku dan mengotak atik (?) nya sambil duduk di ranjang.

Ku lihat Seohyun keluar dari kamar mandi.

“Eh sudah pulang?” tanyanya sembari mengeringkan rambutnya dg handuk.

“Ne, baru kok. Oh iya Seo, nanti malam kita makan malam di restoran saja ya. Tadi aku menemukan restoran yg nuansanya romantis tak jauh dari sini.” ajakku

Dia yg sedang duduk di depan meja rias, menoleh padaku sejenak lalu tersenyum dan menjawab “Ne” kemudian kembali berkutat dg alat make up nya. Entah kenapa aku senang melihatnya tersenyum seperti itu padaku.

“Aku suka senyummu” kataku padanya. Pipinya langsung memerah. .haha, sepertinya dia tersipu.

“Eem. . .kau belum memberi kabas Young Im kalau kita sudah sampai?” tanya Seohyun mencoba mengalihkan rasa malunya.

“Belum. Nanti saja” jawabku masih tetap menatapnya.

“Oh. . .ya sudah. Aku mau ke minimarket dulu membeli sesuatu.” katanya sambil mengambil tas tangannya lalu memakai sepatu.

“Apa perlu kuantar?” tawarku.

“Andwae. Aku tak lama kok.”

“Ya sudah hati-hati.” pesanku padanya. Dia tak menjawab, langsung berjalan keluar. Hhhhhhh. . . .maafkan aku Seohyun sudah melibatkanmu dalam rumah tanggaku. Aku janji akan membahagiakanmu.

Kyuhyun POV END

@malam hari

Seperti yg telah direncanakan, Seohyun dan Kyuhyun dinner di restoran. Suasananya benar-benar romantis. Kyuhyun memperlakukan Seohyun bak seorang putri #aduuh kata-katanya author lebeh.

Kyuhyun menarikkan kursi untuk Seohyun duduk.

“Seohyun, terima kasih ya.” kata Kyuhyun ditengah acara makan malam mereka.

“Untuk?” tanya Seohyun heran.

“Terimakasih telah mau menjadi istri yg baik untukku. Aku janji akan membahagiakanmu. Maka dari itu, kumoho belajarlah untuk mencintaiku.” pinta Kyuhyun dg menatap dalam mata Seohyun.

“Kyuhyun-ssi. . .aku. . .” Seohyun tampak ragu dan memalingkan matanya tak mau menatap mata Kyuhyun.

“Aku tak ingin menodai ikatan suci pernikahan kita dg sebuah kepura-puraan dan keterpaksaan. Aku ingin menjadikanmu istriku sepenuhnya. Walaupun kita menikah tanpa cinta tapi aku ingin cinta itu tumbuh perlahan saat kita menjalani hari-hari sebagai suami istri.” kata Kyuhyun.

Seohyun POV

‘Kau tak mengerti Kyuhyun. Posisiku sekarang serba salah. Bagaimana mungkin aku mencoba mencintai orang yg dicintai sahabatku juga’ kataku dalam hati.

“Aku bingung Kyuhyun-ssi.” jawabku singkat.

“Seo, tataplah aku. Lihat apakah ada raut kebohongan di wajahku?” pinta Kyuhyun. Aku hanya diam, tapi ku tatap kedua mata Kyuhyun memang tak ada raut kebohongan disana.

 

“Kumohon Seohyun. .” kata Kyuhyun lagi.”

“Akan aku pikirkan kembali.” jawabku singkat.

“Ya sudah ayo kita lanjutkan makan.” kata Kyuhyun dg tersenyum.

Hening sejenak, tapi Kyuhyun mulai berbicara lagi saat kami sudah selesai makan.

“Setelah ini kau mau jalang-jalan dulu atau langsung ke hotel?” tanyanya padaku.

“Aku mau langsung kembali ke hotel saja. Sudah malam, besok saja jalan-jalannya.” jawabku mencoba tersenyum.

“Baiklah kajja kita pulang!” lagi-lagi Kyuhyun menggenggam tanganku saat kami akan kembali ke hotel. Aku hanya diam dan mengikuti langkahnya.

@kamar hotel

“Kyuhyun-ssi, sebaiknya kau telepon Young Im sekarang.” kataku padanya saat ia melepas sepatunya.

“Ne, akan aku telepon.” jawabnya singkat, kemudian ku lihat dia mengambil handphonenya lalu berjalan ke balkon.

Aku sendiri segera berganti pakaian lalu membaringkan tubuhku diranjang. Aku coba memejamkan mata tapi tetap tak bisa tidur. Samar-samar aku dengar Kyuhyun tertawa. Ya, mungkin dia sedang bercanda dg Young Im. ‘Andai kau hanya milikku Kyuhyun, aku pasti akan sangat menyayangi dan mencintaimu.’

Sudah 1 jam, tapi Kyuhyun masih di balkon. Aku sendiri masih belum bisa tidur. Sesekali memiringkan tubuhku ke kanan lalu ke kiri mencoba mencari kenyamanan, tapi tetap saja tak bisa tidur.

Ddrrrttt. . .drrrrrttttt. . .handphone ku bergetar, ada pesan masuk.

From : Sunny

Seo, aku dengar kau sedang di Jeju. Kapan pulang?

Aku mulai mengetik untuk membalas pesan dari Sunny temanku.

From : Seohyun

Ne aku sedang di Jeju. 1 minggu lagi pulang.

Setelah ku kirim, 5 menit kemudian Sunny membalas.

From : Sunny

Ah kebetulan. Di Jeju ada acara donor darah besok. Sebaiknya kau sempatkan mampir ke tempat donor darah itu.

From : Seohyun

Ne, aku sempatkan besok ke tempat donor darah itu. Gomawoyo infonya Sunny-ah.

From : Sunny

Ne cheonmaneyo. Ya sudah, kau lanjutkan acaramu. Aku juga mau istirahat🙂

Tak kubalas lagi pesan Sunny, aku langsung meletakkan handphoneku dimeja sebelahku. Ku dengar langkah kaki Kyuhyun masuk ke kamar.

“Belum tidur?” tanyanya yg melihatku membetulkan selimut sambil ia meletakkan handphone nya di meja.

“Belum bisa tidur masih.” jawabku.

“Oo. . .” responnya singkat sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu berbaring di sampingku.

“eee. . .Kyu, besok aku mau ke tempat donor darah disimi. Tadi temanku memberitahuku.” kataku mencoba meminta ijin sebenarnya.

“Jiwa doktermu muncul lagi🙂 ya sudah, aku ikut.” jawabnya dg memiringkan tubuhnya menghadapku.

DEG. . .jantungku berdetak tak karuan karena Kyuhyun terus menatapku. Aku tak berani menatapnya, aku hanya menatap langit-langht kamar. Tiba-tiba tangannya memelukku mencoba memiringkan tubuhku menghadapnya. Saat kami sudah berhadapan, aku menundukkan kepalaku, tak berani menatapnya.

“Seo. . .kau mau aku memanggilmu apa untuk panggilan sayangku padamu?” tanya Kyuhyun.

“Nde??” reflek aku langsung mendongak hingga kami bertatapan. Kyuhyun tersenyum.

“Bagaimana kalau hyunieku. Ya, aku panggil kau hyunieku saja.” kata Kyuhyun

Aku tak menjawab, hanya mengerutkan kening. Tapi sebenarnya aku senang, ia memanggil ku seperti itu.

“Sudahlah sebaiknya kita tidur.” katanya lagi lalu memejamkan mata tanpa melepas pelukannya padaku. Aku pun juga ikut memejamkan mata.

Seohyun POV END

Sungmin POV

Hari ini hari keduaku libur kerja. Ah, aku bosan dirumah terus. Ku putuskan untuk jalan-jalan disekitar taman kota. Saat sampai di taman, suasananya cukup lengang. Ya aku tak heran karena saat ini jam kerja. Aku duduk dikursi taman. Ingatanku kembali pada Sooyeon. Kenapa aku masih sulit melupakannya. Walau awalnya kami dijodohkan tapi setahun belakangan ini aku sudah benar-benar menyayanginya. ‘Kenapa kau tega padaku Sooyeon-ah’ batinku. Tiba-tiba aku dengar yeoja minta tolong tak jauh dari tempatku duduk

“Tolooong. . .tooloooong. . . .jambret!” teriak yeoja itu. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari mengejar preman yg dijunjuk yeoja itu. Cukup jauh aku berlari mengejar preman itu sampai akhirnya preman itu tersandung lalu jatuh. Segera ku tarik tangannya ke belakang, menguncinya hingga ia tak berkutik. Tak lama yeoja tadi datang bersama 2 petugas polisi. 2 petugas polisi itu segera membawa jambret tadi ke kantor polisi.

“Ini tas anda.” kataku menyerahkan tas milik yeoja itu.

“Gomawo, jeongmal gomawoyo. Kalau tidak ada anda, mungkin tas saya tak kembali.” kata yeoja itu sambil terus membungkuk.

“Ne cheonmaneyo. Sudah agashi, jangan terus membungkuk seperti itu.” jawabku

“hehe. .eemm. . .sudah jam makan siang. Bagaimana kalau saya traktir anda makan siang.” tawar yeoja itu.

“Andwae agashi.” tolakku halus.

“Ayolah. . .sebagai rasa terima kasih saya pada anda.” rayunya dg beraegyo di depanku.

“Baiklah.” jawabku akhirnya. Lalu kami pergi ke suatu cafe untuk makan siang. Selesai makan, aku mengantarnya ke tempat kerjanya yaitu rumah sakit. Dia adalah seorang dokter.

“Gomawo sudah mengantar saya ee. . .” katanya menggantung karena dari tadi kami belum tau nama masing-masing.

“Sungmin imnida. Panggil saja saya Sungmin” jawabku menyahut.

“Sekali lagi jeongmal gomawo Sungmin-ssi” katanya lagi.

“Ne, ne. Kalo nama agashi siapa?” tanyaku balik.

“Sunkyu imnida. Tapi biasa dipanggil Sunny.” jawabnya tersenyum.

“Ne, Sunny-ah ee sepertinya saya harus segera pergi. Anda juga harus bekerja kan.” kataku padanya.

“Ah ne. Saya masuk ke dalam rumah sakit dulu. Eemm. . .gomawo untuk semua” katanya tersenyum.

“Ne. .gomawo juga untuk traktirannya.” jawabku. Dia hanya tersenyum lalu berjalan masuk ke rumah sakit.

Sungmin POV END

Author POV

Kyuhyun dan Seohyun pergi ke tempat donor darah di Pulau Jeju. Seohyun yg notabennya dokter ikut bantu-bantu di tempat itu. Kyuhyun yg membawa camera juga banyak mengabadikan moment-moment di tempat itu. Walaupun Seohyun sedikit nyuekin dia karena sibuk dg kegiatan donor, tapi itu tak masalah bagi Kyuhyun. Justru ia senang punya istri yg berjiwa sosial tinggi.

“Hyunieku kau donor juga?” tanya Kyuhyun saat melihat Seohyun diambil darahnya.

“Ne, kau mau donor?” tanya Seohyun balik.

“Nde? Eee. . .apa kesehatanku memungkinkan untuk ikut donor? Aku takut pingsan.” jawab Kyuhyun polos.

“Kau ini, membuat istrimu malu saja sebagai dokter.” kata Seohyun yg telah selesai diambil darahnya. Kemudian Seohyun mengambil alat check kesehatan untuk memeriksa Kyuhyun.

“Sini aku periksa.” kata Seohyun. Kyuhyun hanya menurut saja.

“Kau bisa ikut donor. Kesehatanmu memungkinkan.” kata Seohyun setelah selesai memeriksa Kyuhyun.

“Hyunieku. . .apa tidak apa-apa? Kalau aku pingsan bagaimana?” tanya Kyuhyun sedikit memelas.

“Aissshh kau kira aku vampir yg akan menghisap semua darahmu?! Kami hanya mengambi sedikit untuk pemula. Lagi pula nanti juga akan diberi vitamin penambah darah.” jelas Seohyun.

“Baiklah. .baiklah. .” jawab Kyuhyun akhirnya. Seohyun pun mulai mengambil darah Kyuhyun. Setelah selesai, Seohyun mengembalikan alat-alat donor ke tempatnya semula. Tiba-tiba ada yg menepuk bahunya dari belakang. Seohyun langsung menoleh.

“Eh, kau Minho-ssi!” kata Seohyun setelah melihat jika orang itu Minho, teman lamanya sesama dokter.

“Ne. Kau sedang apa Seohyun-ah?” tanya Minho balik.

“Aku kebetulan sedang berlibur disini dan Sunny memberitahuku sedang ada donor darah disini juga.” jelas Seohyun.

“Oo. . .berlibur dg siapa?” tanya Minho lagi.

“Dengan. . .”belum sempat Seohyun selesai bicara, Kyuhyun menghampiri mereka.

“Ehem!” kata Kyuhyun menghampiri.

“Minho-ssi kenalkan dia Kyuhyun suamiku. Aku berlibur dengannya.” jelas Seohyun pada Minho.

“Choi Minho imnida. .” kata Minho memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun imnida” jawab Kyuhyun membalas uluran tangan Minho.

Author POV END

Kyuhyun POV

Entah kenapa aku kurang suka dg teman Seohyun yg bernama Minho itu. Dari tadi aku lihat dia terus mendekati Seohyun mentang-mentang sesama dokter.

Aku melihat jam yg melingkar di tangan kiriku. Ah, sudah sore sebaiknya aku ajak Seohyun pulang ke hotel. Sudah seharian kami disini.

“Hyunieku, kau masih ada yg harus dikerjakan?” tanyaku menghampiri Seohyun yg tengah merapikan alat-alat kedokteran bersama Minho.

“Eh, anio! Sudah selesai” jawabnya.

“Ya sudah ayo kembali ke hotel.” ajakku.

“Eemm Minho-ssi aku permisi dulu mau kembali ke hotel.” kata Seohyun berpamitan pada Minho.

“Oh ne. Gomawo sudah mau membantu.” jawab Minho sampil tersenyum maniiiis sekali pada Seohyun. Ingin sekali aku tonjok itu namja. Berani-beraninya ia tersenyum seperti itu pada Seohyun didepanku. Aku lirik Seohyun tersenyum sebentar lalu melihat ke arahku.

“Ayo!” kataku menarik tangan Seohyun tanpa berpamitan pada Minho.

“Kau ini kenapa sih? Benar-benar tak sopan. Harusnya kau berpamitan dulu pada Minho.” kata Seohyun saat kami berjalan kembali ke hotel.

“Tak penting. Aku tak suka ada namja yg teruuuus nempel pada istriku.” jawabku menghentikan langkah lalu menatapnya. Dia tak menjawab, aku terus tatap kedua matanya. Haha. .dia jadi kagok lalu salah tingkah sendiri. Kembali aku tarik tangannya melanjutkan jalan kami ke hotel.

@hotel

“Kau mandilah dulu, aku mau menyimpan hasil foto-foto tadi ke laptop.” perintahku pada Seohyun saat kami baru masuk kamar hotel. Dia tak menjawab, tapi tetap menuruti perintahku. Aiisshh. . . .ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba jadi pendiam seperti itu. Apa karena ucapanku tadi? Ah sudahlah. .ku putuskan untuk mengambil laptop lalu memindah beberapa foto yg ku ambil di tempat donor tadi sambil duduk diranjang. 20 menit berlalu, akhirnya Seohyun keluar dari kamar mandi. Ia tak menatapku sama sekali. Saat ia menyisir rambutnya di depan meja rias, aku berusaha berbicara dg nya.

“Hyunieku. . .liat ini deh. Foto-foto tadi bagus-bagus.” kataku mencoba mencairkan suasana. Ia tetap tak menjawab, ku lihat ia mengambil hp dan novelnya kemudian berjalan ke balkon. Aku ikuti dia dan duduk dikursi balkon sebelahnya.

“Hyunieku. .kau ini kenapa? Kau marah?” tanyaku sambil menatapnya. Ia tetap tak bergeming. Malah membuka novel lalu membacanya.

“Ya! Cho Seohyun! Kau ini kenapa?” tanyaku sedikit kesal.

Akhirnya dia menatapku. Tapi hanya sejenak, lalu kembali ke novelnya lagi.

“Aissshh. . .Ny.Cho kumohon jangan seperti ini. Oke, aku minta maaf atas perbuatanku tadi. Jebal. . .” kataku dg tampang memelas.

“Jebal. . .jeongmal mianhaeyo. .” ulangku. Tiba-tiba “Bwahahahahaha. . .bwahahahahaha. . .” Seohyun tertawa terpingkal-pingkal. Aku mengerutkan keningku karena bingung.

“Mukamu benar-benar lucu jika memelas seperti itu. . .hahaha” katanya lagi sambil menunjuk mukaku.

“Kau ini sebenarnya kenapa?” tanyaku heran.

“Anio. Aku tidak apa-apa kok. Cuma sedikit balas dendam.” jawabnya tersenyum yg menurutku senyumnya itu mengerikan (?) .

“Oo. . .jadi kau mengerjaiku.” kataku dg tampang kesal.

“Habisnya kau sih. Dulu kau pernah membuatku kesal saat ditaman bermain terus tadi bersikap tak sopan pada Minho.” jawabnya.

“Ne, ne. Aku salah. Mianhae” kataku.

“Hmm. . .aku maafkan.” jawabnya singkat sambil kembali membaca novelnya.

“besok jalan-jalan ke pantai ya.” ajakku sambil tersenyum menatapnya.

“Ne.” jawabnya masih tetap membaca novel.

“Sebenarnya seperti apa hubunganmu dg Minho itu?” tanyaku. Dia langsung menutup novelnya lalu menatapku.

“Waeyo kau bertanya seperti itu?” tanyanya balik sambil memicingkan mata.

“Memangnya tak boleh!” jawabku santai.

“Hubunganku dg Minho hanya sebatas teman. Ya, memang saat kuliah dulu ia sempat menyatakan cinta padaku tapi aku tak menerimanya karena aku tak ada perasaan apa-apa padanya.” jawabnya jujur.

“Lalu sekarang?” tanyaku lagi.

“Maksudmu?” tanya Seohyun sambil mengerutkan keningnya.

“Ya perasaanmu sekarang padanya.” jawabku.

“Masih sama seperti dulu.” jawabnya sambil mengambil hp nya lalu mengutak-atik hp itu.

“Syukurlah” responku. Dia hanya diam saja. Ku lihat, ia seperti akan menelepon seseorang.

Kyuhyun POV END

 

Seohyun POV

“Syukurlah.” jawab Kyuhyun.

Aku memang sengaja tak meresponnya. Tiba-tiba aku teringat Young Im. Ah, sebaiknya aku telepon dia saja. Tuuttt. . . .aku telepon Young Im tapi masih belum diangkat.

“Yoboseyo Young-ah.” sapaku setelah Young Im mengangkat telepon dariku.

“Mwo? Jadi kau menelepon Young Im?” kata Kyuhyun kaget.

“. . . . . . . .”

“haha. .ne, dia ada disebelahku. Dari tadi menggangguku terus.” kataku menjawab pertanyaan Young Im.

“. . . . . . . .”

“Ne, ne. Kau sendiri bagaimana keadaanmu?” tanyaku pada Young Im. Ku lirik Kyuhyun, ia seperti kesal.

“. . . . . .”

“Baguslah. Meskipun tak ada aku, kau harus sering-sering check up ke dokter!” perintahku pada Young Im.

“. . . . . . . .”

“Anio! 2 hari ini kami belum jalan-jalan. Tadi aku ke tempat donor darah.” jawabku.

“. . . . . . . . . . . . . .”

“Ne, dia ikut juga.” jawabku lagi.

“Hahaha. . .ne ne arraseo. Ya sudah sebaiknya kau beristirahatlah!” kataku.

“. . . . . . .”

“Ne, annyeong, .” kataku menyudahi teleponku.

“Kalian membicarakanku ya?” tanya Kyuhyun menatapku curiga.

“Ne. Wae??” tanyaku balik sambil berjalan masuk ke kamar.

“Anio, gwaenchana. Kenapa kau tiba-tiba meneleponnya?” tanyanya mengikutiku masuk ke kamar.

“Kangen aja.” jawabku singkat.

“Hah, ya sudah aku capek mau tidur.” katanya menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.

“Ne, aku mau keluar sembentar.” kataku beranjak keluar kamar hotel. Dia masih tetap pada posisinya.

Aku keluar hanya sekedar melihat lihat sekeliling hotel. Ya walaupun besok akan jalan-jalan di pantai dg Kyuhyun tapi aku tetap ingin keluar. Aku bosan dikamar. Tak terasa aku sudah berada di pantai. Berjalan diatas pasir pantai sambil menatap indahnya rembulan di malam hari. Tiba-tiba ada yg memanggilku.

“Seohyun!” refleks aku menoleh pada namja yg memanggilku itu.

“oh kau Minho-ssi.” jawabku setelah tau jika Minho yg memanggilku.

“Ne, kau jalan-jalan sendiri?” tanyanya.

“Ne. Kyuhyun kelihatan capek setelah donor tadi.” jawabku.

“Oohh. . “responnya. Tak ada percakapan lagi. Kami menyusuri pantai dalam diam.

“Aduh!” kataku sambil memgucek mataku yg sepertinya kemasukan debu karena angin disini cukup kencang.

“Seohyun-ah, waeyo? Kenapa dg matamu?” tanya Minho khawatir.

“Molla. Sepertinya kemasukan debu.” jawabku sambil terus mengucek mataku.

“Sudah, sudah! Jangan dikucek terus nanti infeksi #emang iya? Plakk. .author pabo😛 . Sini biar aku tiup” kata Minho memegang tanganku lalu menjauhkan tanganku dari mataku. Aku mengerjap-ngerjap membuka pelan mataku supaya Minho dapat meniupnya. Ia pun mulai meniup mataku untuk menghilangkan debunya. Kurasakan hembusan nafasnya menyentuh mataku. Tapi tiba-tiba,  BUKKK! Kulihat Minho jatuh tersungkur.

TBC

akhirnya chap tiga uda bisa author posting……hhhhhhh bener-bener butuh perjuangan untuk memposting chap ini… mohon para readers coment yaa….

 

 

 

33 thoughts on “Our Love chap 3

  1. Aadduhh mianhae readers. . .itu author kurang postingnya. . .itu yg pas Young Im masuk ke kamar Seohyun mereka bicarain soal liburan. N Seohyun mau buat liburan ke Jeju dg Kyuhyun. Terus besoknya eomma Young Im datang mau menginap di rumah KyuYoungSeo. Seo nya lg masak, terus mereka mau sarapan tapi Seo nya lg dikamar ganti baju ya udah terus sampai pada Young Im nanyain Kyu dimana Seo. . Maaf ya abisnya author uda capek bgt, jd ga k0nsen #bow

  2. ya ampun… keren deh…
    wah kyu baik banget.. beneran suami yang adil deh…
    bagus-bagus…
    wah kyu kayaknya udah mulai suka sama seo deh.. buktinya perhatian banget..
    apalagi cemburu bnaget waktu seo deket sama minho…
    omo minho dipukul sama siapa? kyuhyun yah?
    ditunggu lanjutannya jangan lama-lama

    • Gomawo uda mau baca+coment ff ancur,gaje ini #hug reader
      hmmm, kan memang harus adil😉
      ditunggu aja ya lanjutannya, Insyaallah 1 bulan lagi #plakk, just kidd🙂

  3. wuah keren yey akhirnya kyuppa bisa adil juga ke seonnie🙂
    yang mukul minhoppa pasti kyuppa ya *sotau
    moment seokyunya banyak aku jadi seneng nih bacanya, lanjut ya chingu ^^

  4. Hahaha gppa unnie.aku udah ngefeel banget.
    Sumpah baca ini nangis dah.
    Aku tau gman rasanya si seo.
    Aku jadi seo gak maulah di madu #plaaak
    bner kata seo kalo emang kyu mliknya seorang bkal dicintai tpi posisinya seo sulit.

    Ngefeeeeeel banget dah sm FF ini, jinjja.
    Keren.
    Next chap yg cpet ya author😀
    lagi seneng nih cos critanya beda dri ff lainnya.
    Bkin kangen tpi bacanya sakit setengah mati #lebeh

  5. makin seru ajah unni, mskipun ada sdkit gak nyambung tp ttp bgus kok unni, buat seokyu brsatu ya unni..lanjut unni, dtnggu part 4.nya..

  6. wah eonni tambah seru ff nya😀
    baru kali ini ada satu suami n dua istri tapi mereka semua akur, gk pernah berantem,,,
    biasa nya kan jd musuhan gitu,,,

    wah kyuhyun oppa udh mulai suka sama seohyun eonni, kkk :”>
    kasian sungmin oppa, udah oppa sama suny eonni aja, lupain sooyeon,,,
    aih kyuhyun oppa, panggilan bwt seohyun eonni nya hyunieku, kkk,,,
    seohyun eonni memang milik mu oppa😀
    keren eonni, di tunggu lanjutannya,,,
    seokyu jjang !!!

  7. huweeeeeeeeeeeeeeeeee ini keren sumpeeeeehhh..
    ah #ciumauthor haha
    kyu udah mulai suka ya sama seo? itu pasti minho dipukul kyu.. tapi kira kira seohyun bakal marah gak ya? hemmmm.. aku menunggu chapter 4nyaaaaa ^^, update soon author

  8. Aigoooo Kyu oppa udah mulai perhatian sm Seo ^^
    Bagus itu,ttp pertahankan sikap adilmu itu oppa !! ^^ ,spy gada yg ngerasa tersakiti antara Seo & Young Im🙂
    Tp Seo msh nutupin perasaan yg sbnrny utk Kyu krn dy msh ngehargai Young Im & sadar posisinya sbgai istri ke 2 Kyu..
    Kasian Seo😦
    Kyu jealous tingkat dewa th liat Minho & Seo,sampe2 mukul Minho ky gt..
    B’rti Kyu diem2 ikutin Seo donk kluar hotel td ?? ><
    Mudah2an itu ga bikin hbgnan SeoKyu yg udah mulai romantis(?) jd acak2an ^^
    Update scptnya ya chingu🙂

  9. kasihan Seo merasa b’salah klo ampe dy ngaku dy da, jatuh cinta ma Kyu…pdhl dy dah cinta ma Kyu…
    Kyu dah mulai suka ni ma Seo…eits Kyu kau jga hrs ingat ny.Cho 1…*susah klo b’istri 2*

  10. Aduh…ini ff seruu banget deh! kkk😄
    aplg yg pas kyu bilang ny.cho1 ny.co2 udh kyk agen aja itu hahaa #plak
    wah kyk’a kyu udh mlai suka sm seo. Itu minho knp? lanjutt dlu ah : D

  11. Wah seo baik bngt,trnya seo mempunyai jiwa kedokteran,young im baik bngt menyruh seo dan kyu oppa berlbur d pulau jeju,,
    chingu cerita’a bgus bngt,d tng2u part slnjt’a,,

  12. Itu pasti kyupa yg cemburu gara2 seo deket ma minho.asyik akhirnya mereka mulai saling suka bagus deh kasian juga aku lihat seo menderita terus disini

  13. wah kyknya kyu udh mulai tertarik nih ya sm seo. asik nih mrk liburan ke jeju, eh tapi itu dia cemburu sm minho ya? itu yg mukul minho juga kyknya sih kyu

  14. q ska SKM ny so sweet!!
    kyuppa kyknya dh mlai ska nich ma seo n dia cmbru ngliat seo dkt ma minho!!
    ommo it psti kyuppa yg mkul minho!!

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s