Our Love chap 5

Author: Choi Yoo Rin a.k.a Ajeng
Main cast: Cho Kyuhyun, Kim Seohyun, Lee Young Im(OC), Lee Sungmin, Lee Sunkyu (Sunny)
Support cast : Choi Minho, Hwang Mi Young a.k.a dokter Hwang, Yesung, Cho’s family, Kim’s family, Lee’s family.
Genre : friendship, romance, family
Length : chapter
Rating : 13 +

Sebelumnya author minta maaf di chap 4 banyak typonya, author bener-bener ga konsen waktu itu. . Author juga ngucapin terima kasih untuk readers yang setia baca hingga chap ini #bow ^
Di chap 5 ini author ga mau banyak babibu, author cuma sekedar ngasih tau kalo nanti chap 6 nya mungkin bakal lama author postingnya cz author lagi sibuk-sibuknya buat SNMPTN tulis. .mianhae sebelumnya. . Ya sudah happy reading🙂 Keep Comment😉

“MWO?? Ada apa dengan Young Im??” tanya Kyuhyun kaget.
Seohyun juga ikut kaget karena Kyuhyun menyebut nama Young Im.

“Ne eomma aku pulang ke Seoul malam ini juga.” kata Kyuhyun

“. . . . . . . . . . . . . . .”

“Ne, annyeong” klik. Kyuhyun menutup teleponnya.

“Wae oppa? Ada apa dengan Young Im?” tanya Seohyun cemas.

“Kata eomma Lee dia masuk rumah sakit. Kajja kita kembali ke hotel mengemasi barang kita. Malam ini juga kita kembali ke Seoul.” jawab Kyuhyun, kemudian ia berdiri menggandeng tangan Seohyun kembali ke hotel.
Seohyun POV
Kulihat Kyuhyun benar-benar cemas. Sejak dari hotel sampai di dalam pesawat sekarang ia terus gusar. Sampai-sampai ia lupa jika di dalam pesawat harus mematikan handphone. Aku sendiri juga khawatir dengan Young Im.

“Oppa~ jangan menyalakan handphone dulu. Bahaya! Nanti saja kalau sudah sampai Seoul.” sergahku saat Kyuhyun oppa akan menelepon.

“Aku ingin tahu keadaan istriku Seo-ah. Ia sedang mengandung apalagi ia juga punya penyakit. Bagaimana mungkin aku bisa tenang.” jawabnya dengan nada bicara yang cukup membuatku tersinggung. Aku tak menjawab, percuma karena suasana hatinya sedang kacau.

“Ini salahku. Harusnya aku bisa menolak dengan tegas saat ia memintaku untuk berlibur. Di saat-saat seperti ini harusnya aku menemaninya bukan malah berlibur. Aku memang suami yang tak pantas untuknya.” kata Kyuhyun oppa dengan raut wajah penyesalan. Meski aku sedikit kecewa dan sedih dengan kata-katanya tapi aku mencoba untuk tenang dan bisa bersikap dewasa.

“Jangan salahkan dirimu oppa. . .aku juga salah. Lebih baik kita sekarang berdoa untuk Young Im semoga ia dan bayi yang dikandungnya baik-baik saja.” kataku mencoba menghibur.
“Hhhhh. . . .kau benar.” jawabnya mencoba tersenyum. Yah aku tau senyum yang dipaksakan.

30 menit perjalanan #author ngasal😀 akhirnya kami sampai di Seoul. Saat sampai di bandara sudah ada Park Ahjussi sopir yang menjemput kami.

“Seohyun-ah kau pulanglah dulu ke rumah diantar sopir. Aku akan langsung ke rumah sakit naik taksi.” perintah Kyuhyun oppa saat barang-barang kami dimasukkan ke bagasi mobil.

“Tapi. . . .” belum sempat aku selesai bicara, Kyuhyun oppa menyelanya “Ini sudah terlalu larut Seo. . .sebaiknya kau pulang dan beristirahat. Aku tak mau kau ikut sakit. Besok pagi kau bisa menjenguk Young Im. Ya sudah, taksinya datang. Annyeong. .” sebelum masuk ke dalam taksi, Kyuhyun oppa mencium keningku sejenak. Aku masih diam mematung melihat taksi yang ditumpangi Kyuhyun mulai menghilang.

“Ny, sebaiknya anda masuk ke mobil. Biar saya antarkan pulang.” kata Park ahjussi membuyarkan lamunanku.

“Nde?? Ah, ne.” jawabku sedikit kaget. Park ahjussi lalu membukakan pintu mobil untukku. Aku pun masuk ke dalam mobil. Saat diperjalanan pun aku kembali teringat sikap Kyuhyun oppa padaku. Bahkan dia tak memanggilku dengan panggilan sayangnya. Aku sadar, aku hanya istri kedua sekaligus orang yang baru hadir dalam hidupnya. ‘sabar Seohyun. . .sabar. . .’ kataku dalam hati.
Seohyun POV END

Author POV
Setelah sampai dirumah sakit Kyuhyun segera menanyakan kamar inap Young Im pada salah seorang suster.
“Annyeong sus. . Saya mau tanya, kamar inap Ny. Cho Young Im dimana ya?”

“Ada dilantai dua kamar nomor B05.”

“Ne gomawo sus.” Kyuhyun langsung berlari ke arah lift.

Setelah lift terbuka, Kyuhyun masuk. Saat pintu lift tertutup kembali, Kyuhyun menekan tombol untuk lantai 2. 2 menit akhirnya pintu lift terbuka. Kyuhyun berlari mencari kamar nomor B05.

“Ah ketemu.” katanya lalu membuka pintu kamar itu. Di dalam sudah ada appa dan eomma Young Im. Juga ada Sungmin dan eomma nya.

“Eh Kyu kau sudah sampai?” tanya Sungmin saat Kyuhyun memasuki kamar inap Young Im.
“Ne hyung.” jawab Kyuhyun singkat. “Eee. .appa, eomma, sebenarnya Young Im kenapa?” tanya Kyuhyun pada Tn. dan Ny. Lee.

“Tadi ia pingsan di taman Kyu.” jawab Ny. Lee

“Lantas bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kyuhyun lagi sambil menatap Young Im yang tengah tertidur.

“Dokter Sunny sudah memberinya obat tidur supaya ia bisa tenang dan tidur dengan nyenyak. Kata dokter, ia pingsan karena penyakitnya kambuh lagi. Harusnya aku tak mengijinkannya keluar tadi.” jelas Ny. Lee dengan wajah yang terlihat menyesal dan sedih.

“Anio, bukan eomma yang salah tapi aku. Aku sebagai suami harusnya tetap berada disampingnya, menjaganya.” kata Kyuhyun juga dengan raut wajah penyesalan.

“Sudah jangan saling menyalahkan diri sendiri. Kita berdoa saja untuk kebaikan Young Im dan bayinya.” kata Tn. Lee.

“Eomma, appa, hyung dan ahjumma sebaiknya kalian beristirahatlah dirumah. Biar aku yang menjaga Young Im.” saran Kyuhyun.

“Iya istriku kita pulang saja. Kan sudah ada Kyuhyun yang menjaga Young Im.” tambah Tn. Lee meyakinkan istrinya.
“Baiklah. Kyu jaga Young Im ya.” pesan Ny. Lee.

“Ne eomma, pasti itu.”
Mereka lalu beranjak keluar kamar Young Im.

“Eomma, aku mau bicara sebentar dengan Kyuhyun. Eomma tunggu di loby saja.” kata Sungmin pada eommanya.

“Ne.” jawab eomma Sungmin.

“Hyung mau bicara apa?” tanya Kyuhyun saat mereka tinggal berdua dikamar.

“Eemm. . .Seohyun dimana Kyu?” tanya Sungmin balik. Kyuhyun tak menjawab, ia memicingkan matanya menatap Sungmin.
“Haha. .kau kenapa menatapku seperti itu? Kau tenang saja aku menanyakan Seohyun tak ada maksud apa-apa kok. Aku hanya tak ingin kau menomor duakannya. Aku sebagai kakak sepupu Young Im merasa tak enak sekali pada Seohyun.” kata Sungmin menjelaskan.

“Ne hyung aku tau itu. Hyung tenang saja, aku akan berusaha adil padanya dan Young Im.” jawab Kyuhyun. “Ia kusuruh pulang dan beristirahat di rumah. Aku tak mau Seohyun ikutan sakit.” tambah Kyuhyun.

“Oo. .ya sudah. Kalau begitu aku pulang dulu.” kata Sungmin beranjak akan keluar.

“Hyung!” panggil Kyuhyun.

“Nde?” tanya Sungmin berbalik menatap Kyuhyun.

“Gomawo untuk saran dan perhatianmu.” jawab Kyuhyun tersenyum.

“Ne cheonma.” jawab Sungmin ikut tersenyum lalu ia keluar. Kyuhyun pun duduk di kursi sebelah ranjang Young Im. Ia menggenggam erat tangan Young Im, ia belai rambut Young Im.

“Chaghya. . .mianhae. .” kata Kyuhyun lirih.
Author POV END

Young Im POV
Aku terbangun ketika mendengar ada yang membuka pintu. Saat aku sadar, ternyata Kyuhyun oppa sudah ada disampingku masih tertidur pulas dengan posisi duduk. Pasti dia lelah sekali dari Jeju langsung ke sini.

“Young, kau sudah sadar.” kata Seohyun baru masuk ke kamarku.

“Ne, baru kok.” jawabku memelankan suaraku agar Kyuhyun oppa tak bangun. Seohyun berjalan kearah jendela lalu membuka tirainya. Seketika sinar matahari menyeruak masuk. Kurasakan Kyuhyun oppa menggeliat, perlahan lahan mulai membuka matanya.

“Eemmhh. . . .eh chagi kau sudah bangun.” kata Kyuhyun oppa saat sudah bangun.

“Ne, baru saja oppa. Oppa kelihatan lelah, sebaiknya oppa pulang dulu mandi. Setelah itu baru kesinilagi.” kataku.

“Iya op, ee. .maksudku Kyuhyun-ssi kau pulanglah dulu biar aku yang menjaga Young Im.” sahut Seohyun. Aku mengangguk mendukung Seohyun. Kulihat tatapan Kyuhyun oppa pada Seohyun seperti raut wajah yang kecewa. Apa ada hubungannya dengan ucapan Seohyun barusan.

“Emm baiklah. Aku pulang dulu, nanti aku kesini lagi.” jawab Kyuhyun oppa kemudian mencium keningku sebelum beranjak keluar.

“Annyeong Seo. .” pamit Kyuhyun oppa pada Seohyun.

“Ne” jawab Seohyun singkat.
Setelah Kyuhyun oppa keluar, kulihat Seohyun seperti melamun.

“Seohyun-ah, Seo. .. .kau kenapa melamun?” tanyaku sambil mengguncang tangannya.

“Nde?? Eh, ee. .anio. Aku tak melamun kok.” jawabnya mencoba tersenyum. “O iya Young bagaimana keadaanmu sekarang?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Sekarang sudah agak mendingan kok.” jawabku tersenyum. Aku sengaja tak menanyakan tentang ia dan Kyuhyun oppa karena pasti ada sesuatu diantara mereka. Aku ingin Seohyun menceritakannya padaku tanpa harus ku minta.

“Kata Sunny, kemarin kau pingsan di taman dekat rumah sakit ini. Kau ini Young, harusnya beristirahatlah saja dirumah.” kata Seohyun sambil duduk dikursi sebelah tempat tidurku.

“Aku bosan dirumah Seo. Nanti kalau aku stres gara-gara bosan bagaimana?!” kataku sambil mengerucutkan bibir.

“Oke, aku kalah deh berdebat denganmu. Hhhh. . . Young-ah, mianhae. Kalau saja aku dan Kyuhyun tak meninggalkanmu, kau tak akan begini.” kata Seohyun dengan raut wajah menyesal.

“Anio Cho Seohyun. Sudahlah~ jangan menyalahkan dirimu seperti itu. Yang meminta kalian liburan kan aku lagi pula aku nggak kenapa-kenapa kok. Paling besok udah boleh pulang.”

“Young-ah, mulai hari ini Sunny yang menanganimu sepenuhnya. Kata kepala rumah sakit sih terlalu ribet ganti-ganti terus. Lagipula aku ada pasien baru penderita leukimia. Maaf ya~” kata Seohyun menatapku lirih.

“Haha. . .gwaenchana Seo. .” jawabku tersenyum. Ku lihat ada orang yang membuka pintu kamarku. Ternyata dokter Sunny.

“Annyeong Ny. Cho. . .eh, kau sudah disini Seohyun. Annyeong juga Ny. Cho 2.” sapa dokter Sunny padaku dan Seohyun.

“Nado annyeong dokter :-)” jawabku tersenyum.

“Ne, annyeong. .” jawab Seohyun.

“Kapan sampai di Seoul Seo?” tanya dokter Sunny.

“Tadi malam.” jawab Seohyun singkat.

“Eemm. . .dokter, aku dengar dokter Sunny sedang dekat dengan Sungmin oppa ya?” godaku pada dokter Sunny.

“Oh ya? Wah wah wah~ si dokter yang satu ini sudah mulai memikirkan urusan cinta sekarang.” Seohyun ikut menggoda dokter Sunny sambil menyenggol lengan dokter Sunny. Aku tertawa geli melihat dokter Sunny yang malu-malu.

“Omo~ lihatlah Sunny-ah, pipimu memerah!” kata Seohyun menunjuk wajah dokter Sunny.

“Cho Seohyun! Jebal. . . .jangan menggodaku lagi.” kata dokter Sunny dengan tatapan memelas (?).

“Haha. . .ne, ne. Mianhae. . Ya sudah aku mau ke ruangan pasienku dulu.” kata Seohyun beranjak berdiri.

“Oke deh bu dokter. Tapi kau harus sering-sering ke kamarku yah.” jawabku.

“Ne jangan khawatir.” jawab Seohyun. “O iya dokter Lee Sunkyu, tangani sahabatku ini dengan baik ya. Nanti kalau terjadi apa-apa dengan Young Im, Sungmin tak akan mau bicara denganmu lagi lho~” goda Seohyun lagi pada dokter Sunny.

“Cho Seohyun!” dokter Sunny mulai geram.

“Haha. . .” Seohyun tertawa lalu keluar kamarku takut kalau-kalau dokter Sunny menimpuknya dengan sesuatu.
Young Im POV END

Sungmin POV

“Eem. . . .eomma hari ini apa menjenguk Young Im lagi?” tanyaku pada eomma saat sarapan.

“Anio. Pagi ini eomma mau mengunjungi butik eomma dulu. Mungkin nanti agak sorean. Waeyo?” tanya eomma menatapku curiga. Aku yang sedang mengunyah roti, langsung memelankan kunyahanku karena sadar akan tatapan eomma.

“Aisshh. . .eomma kok menatapku seperti itu. Memangnya salah dengan pertanyaanku tadi?” tanyaku balik sambil kembali mengunyah enjoy roti sarapanku. Bukannya menjawab, eomma malah senyam senyum sendiri.

“Suamiku, anakmu yang satu ini sedang jatuh cinta.” kata eomma tersenyum pada appa. Aku yang sedang minum, langsung tersedak dengan ucapan eomma barusan.

“Uhuk. .uhuk. . .eomma apaan sih. Siapa juga yang lagi jatuh cinta!” kataku menatap eomma kesal.

“Memangnya yeoja mana yang berhasil memikat hatimu?” appa ikut-ikutan menggodaku.

“Appa juga. Aku nggak lagi jatuh cinta eomma~appa~” jawabku.

“Ah sudahlah aku mau berangkat ke kantor dulu.” kataku lagi beranjak berdiri.

“Jangan lupa ya secepatnya kenalkan dokter itu pada eomma dan appa.” kata eomma saat akuberjalan keluar. Tak ku pedulikan ejekan eomma. Aku langsung menuju mobil untuk berangkat ke kantor.

“Pasti Young Im yang memberitahu eomma tentang Sunny.” kataku saat dalam perjalanan ke kantor. Tiba-tiba aku teringat Sunny. Aku kembali memutar memoryku saat awal bertemu dengannya sampai aku berani meminta nomor ponselnya. Setan mana yang telah merasukiku hingga aku berani meminta nomor ponselnya.
Sungmin POV END

Kyuhyun POV
Setelah dari rumah sakit aku pulang ke rumah untuk mandi. Saat sampai rumah hanya ada pembantu dan sopir. Aku sengaja tak berlama-lama di rumah karena ingin cepat menemui Young Im di rumah sakit. Saat lewat di depan kamar Seohyun, aku berhenti sejenak teringat Seohyun. Tadi saat di rumah sakit dia kembali memanggilku seperti dulu. Apa karena di depan Young Im ia jadi tak berani memanggilku oppa?! “Hhhhh. . .” ku hembuskan nafas berat lalu kembali berjalan keluar untuk menuju mobil.

“Park ahjussi, tolong jaga rumah ya!” pesanku sebelum membuka pintu mobil #sejak kapan sopir jadi penjaga rumah😛

“Ne tuan.” jawab Park ahjussi mengangguk. Aku pun mulai menjalankan mobilku ke arah rumah sakit. Saat di lampu merah aku melihat sepasang kekasih yang sedang berfoto-foto. Aku tertawa geli melihat kelakuan lucu mereka. Ah, aku teringat Seohyun lagi. Teringat moment-moment berfoto bersamanya di Jeju. Juga teringat janjiku padanya. Tak terasa aku sampai dirumah sakit. Aku segera memarkir mobilku dan masuk ke rumah sakit. Aku berpapasan dengan Seohyun saat melewati lorong akan menuju lift. Ia seperti salah tingkah.

“Hyun, ”

“Ee Kyuhyun-ssi kau libur kerja?” tanyanya memotong sebelum aku selesai bicara.

“Oh ne. Aku libur sampai Young Im benar-benar sembuh.” jawabku tersenyum.

“Oo ya sudah aku permisi dulu.” aku hanya bengong melihat sikapnya itu.

“Hyunieku waeyo dengan dirimu?” kataku lirih menatapnya pergi.

“Tn. Cho apa yang anda lakukan disini?” tanya dokter Sunny mengagetkanku. Sontak aku menoleh pada dokter Sunny.

“Eh dokter. Anio, tak ada apa-apa kok. O iya dokter sudah memeriksa Young Im?” tanyaku.

“Ne baru saja. Sebaiknya anda temui istri anda sekarang karena ia sendiri di kamar.” jawab dokter Sunny.

“Oh ne. Gomawo dokter.” kataku tersenyum lalu meninggalkan dokter Sunny menuju ruang inap Young Im.
Kyuhyun POV END

Author POV
Sampai diruangannya, Seohyun duduk di kursi dan mencoba menelepon pembantu dirumah.

“Yeoboseyo Jung ahjumma~” sapa Seohyun saat Jung ahjumma, pembantu dirumahnya mengangkat telepon darinya.

“. . . . . . . . . . . .”

“Aku cuma mau tanya ahjumma, tadi Kyuhyun apa sudah sarapan di rumah?”

“. . . . . . . . . . .”

“Omo~ jadi dia tidak sarapan. Padahal dari semalam dia belum makan sama sekali. Ah, ya sudah gomawo ahjumma.”

“. . . . . . . . . . .”

“Ne, annyeong.” Seohyun menutup teleponnya. Ia kemudian menghampiri suster yang biasa membantunya. Seohyun berniat minta tolong pada suster itu tapi ternyata sang suster masih terlihat sibuk mencatat sesuatu. Akhirnya Seohyun tak jadi minta tolong, ia kemudian melepas jas dokternya, mengambil tas lalu berjalan keluar.

“Ee. .sus, saya mau keluar sebentar. Kalau ada yang mencari suruh menunggu saja atau meninggalkan pesan.” kata Seohyun

“Ne, dok.” jawab Suster.
Kemudian Seohyun berjalan keparkiran menuju mobilnya. Ia pun mulai menjalankan mobilnya keluar area rumah sakit, mulai menembus jalanan Seoul. Sesekali ia melihat ke kanan ke kiri mencari restoran yang menjual makanan yang ia cari.

“Ah itu dia.” katanya saat melihat restoran yang ia cari. Seohyun mulai menepikan mobilnya. Setelah mendapat tempat parkir yang pas ia keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran.

“Annyeong~” sapa seorang pelayan.

“Nado annyeong” balas Seohyun tersenyum.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu.

“Saya mau pesan soondubu jiggae dan kimbap tapi dibungkus. Oya, tolong porsinya ditambah ya.” jawab Seohyun.

“Baiklah, silahkan anda tunggu dulu.”

“Ne” Seohyun kemudian duduk untuk menunggu pesanannya.
10 menit menunggu akhirnya pelayan itu datang membawa bungkusan berisi makanan pesanan Seohyun.

“Ini pesanan anda.” kata pelayan menyerahkan bungkusan itu.

“Ne, gomawo.” jawab Seohyun, kemudian ia menuju kasir untuk membayar.

Selesai membayar, Seohyun kembali ke rumah sakit.

“Dok, tadi kepala rumah sakit mencari dokter.” kata suster saat Seohyun sudah sampai dirumah sakit.

“Baiklah saya akan menemuinya sebentar lagi. Oya sus saya boleh minta tolong?” tanya Seohyun.

“Minta tolong apa dok?” tanya balik suster.

“Ini tolong suster antarkan ke kamarnya Ny. Cho ya! Tapi ini bukan untuk Ny. Cho, ini untuk suaminya.” jawab Seohyun menyerahkan bungkusan makanan.

“Ne dok. Lagipula kan Ny. Cho cuma boleh memakan makanan dari rumah sakit saja.”
Seohyun hanya tersenyum.

“Ya sudah saya mau ke ruangan kepala rumah sakit dulu.” Seohyun beranjak pergi. “Oh iya gomawo sus.” tambah Seohyun.

“Ne, cheonma.” jawab suster itu tersenyum.

@kamar inap Young Im
“Oppa cepat sekali kembalinya. . . Omo~ jangan-jangan oppa tidak mandi ya.” tuduh Young Im

“Aisshh. . . .kau ini. Ya mandi dong chagi.”

“Haha. . .ne, ne aku percaya.” Young Im tertawa.

“Chagi, itu sarapan untukmu ya? Kenapa belum dimakan? Biar aku suapin ya.” tawar Kyuhyun. Tanpa mendapat persetujuan Young Im, Kyuhyun langsung mengambil bubur yang ada di atas meja lalu menyuapkannya pada Young Im. Tapi Young Im tak mau langsung menerimanya. Ia menjauhkan kepalanya saat Kyuhyun menyodorkan (?) sesendok bubur ke mulutnya.

“Kau harus makan chagi. . . .biar cepat sembuh. Ayo, a. . .a. . .” bujuk Kyuhyun.

“Oppa sendiri sudah makan?” tanya Young Im menatap Kyuhyun curiga.

“Ee. . .belum sih. Tapi setelah menyuapimu aku akan makan.” jawab Kyuhyun mengangguk mantap.

“Hhhhh. . . .baiklah. Awas kalau tak makan.” ancam Young Im. Akhirnya Young Im mau untuk disuapi Kyuhyun. Tok tok tok, ada yang mengetuk pintu kamar Young Im.

“Masuk saja.” kata Kyuhyun. Ceklek, seorang suster datang membawa bungkusan.

“Maaf Tn. Cho ini bungkusan berisi makanan untuk anda.” kata suster itu sambil menyerahkan bungkusan yang ia bawa.

“Makanan? Dari siapa sus?” tanya Kyuhyun bingung.

“Dari dokter Seohyun.” jawab suster itu.

“Lho, Seohyunnya mana? Kenapa bukan dia sendiri yang mengantar?” tanya Young Im heran.

“Dokter Seohyun sedang menemui kepala rumah sakit karena ada yang ingin dibicarakan.” jawab suster. Young Im tak menjawab, ia kesal karena Seohyun tak mengantarnya langsung.

“Oh ya sudah. Gomawo sus.” jawab Kyuhyun.

“Ne, cheonma. Kalau begitu saya permisi dulu. Annyeong~” kata sang suster kemudian berjalan keluar.
Author POV END

Seohyun POV
“Permisi. . . .dokter tadi mencari saya?” kataku pada dokter Hwang selaku kepala rumah sakit disini.

“Oh kau sudah datang. Duduklah.” perintah dokter Hwang. Aku pun menurutinya, kemudian duduk berseberangan dengannya.

“Ne, aku tadi mencarimu. Ada yang ingin ku bicarakan padamu. Besok ada pertemuan dokter-dokter diseluruh Korea Selatan. Tapi tiap rumah sakit hanya mengirimkan 2 dokter untuk mewakili. Rumah sakit ini mengirim kau dan dokter Yesung sebagai wakil.” jelas dokter Hwang padaku.

“Memangnya dimana tempat untuk pertemuan itu?” tanyaku.

“Di Busan. Untuk itu, kau tak perlu membawa mobil sendiri. Kau besok akan berangkat dengan dokter Yesung menggunakan mobilnya.” jawab dokter Hwang.

“Oh ne baiklah. Apa masih ada yang ingin dokter bicarakan?” tanyaku lagi.

“Sudah hanya itu. Kau boleh kembali bekerja.” jawab dokter Hwang.

“Ne, annyeong~” kata Seohyun sambil membungkuk lalu keluar dari ruangan dokter Hwang.
Saat akan menuju ruanganku, tiba-tiba handphoneku bergetar ada pesan masuk lalu kubuka handphoneku.

From : Kyuhyun oppa^^
Hyunieku. . .gomawo untuk makanannya, aku suka. Itu memang makanan kesukaanku.

Lalu ku ketik pesan untuk membalasnya.

From : Hyunieku :-*
To : Kyuhyun oppa ^^
Ne cheonmaneyo.

Aku kembali melanjutkan jalanku. Saat aku sampai diruanganku, handphoneku kembali bergetar.

From : Kyuhyun oppa^^
Waeyo kau tak mengantarnya langsung padaku?

From : Hyunieku :-*
To : Kyuhyun oppa^^
Aku tadi masih ada urusan dengan kepala rumah sakit. Mianhae

From : Kyuhyun oppa ^^
Haha ne gwaenchana😀 sebenarnya aku lebih senang jika kau yang mengantarnya langsung padaku.

Aku bingung mau membalas bagaimana. 10 menit berlalu, aku masih belum membalas pesan dari Kyuhyun oppa. Tapi tiba-tiba handphoneku bergetar lagi.

From : Kyuhyun oppa ^^
Hyunieku, mianhae. .

From : Hyunieku :-*
To : Kyuhyun oppa ^^
Untuk apa oppa minta maaf?

From : Kyuhyun oppa ^^
Karena sepulang dari Jeju aku kurang memperhatikanmu. Jeongmal mianhaeyo

From : Hyunieku :-*
To : Kyuhyun oppa ^^
Oh itu. Gwaenchana oppa. Aku ngerti kok.

From : Kyuhyun oppa ^^
Gomawo Hyunieku🙂 dan ku mohon, kau jangan takut memanggilku oppa di depan Young Im. Kau istriku juga Ny. Cho

From : Hyunieku :-*
To : Kyuhyun oppa ^^
Aku usahakan. Ya sudah oppa, aku mau memeriksa pasien-pasienku dulu.

Aku sebenarnya masih belum waktunya memeriksa pasien-pasienku. Aku sengaja berbohong karena aku tak ingin Kyuhyun oppa terus menerus ber-sms’an denganku. Nanti Young Im malah tak ia pedulikan.

From : Kyuhyun oppa^^
Ne. Selamat bekerja Ny. Cho :-* eemmmuuaahh

Aku tersenyum geli melihat isi pesannya.
“Hhhhh. . . . . . Tuhan~ berikanlah aku kesabaran.” kataku lirih.

Keobi naseo shijakjocha anhae bwahtadamyeon keudaem tudeoldaeji marajom

tiba-tiba handphoneku berbunyi, ada telepon masuk. Aku lihat tertera nama Kyuhyun oppa. ‘Ada apa lagi?’ batinku.

“Yeoboseyo oppa~” sapaku setelah mengangkat telepon.

“Omo~ Seohyun-ah, kau sudah mau memanggil oppa pada Kyuhyun oppa.. .haha akhirnya.” ternyata yang meneleponku Young Im memakai handphone Kyuhyun. Aku malu sekali.

“Nde? Itu. .e. . .anu, aku. . . . .” aku bingung harus berkata apa. Sedangkan Young Im terus-terusan tertawa.

“Haha. . .sudahlah Cho Seohyun tak perlu kau tutupi. Aku tak masalah kok malah aku senang.” kata Young Im mulai menghentikan tawanya.

“Ne, ne. Kau kenapa meneleponku dengan handphone Kyuhyun oppa? Mau mengerjaiku ya?” tanyaku.

“Mianhae, mianhae. .aku tak ada maksud apa pun. Ya sudah lanjutkan saja pekerjaanmu.” jawab Young Im.

“Ne.” jawabku singkat. Klik, lalu aku tutup teleponnya.
Seohyun POV END

oO~Oo

Sunny POV
“Kamu harus tetap semangat. Yakin bisa sembuh. Oke!” kataku menyemangati salah satu pasienku yang usianya masih 10 tahun. Ia menderita kanker otak.

“Oke dok. Hwaiting!” jawabnya sambil mengepalkan tangannya.

“Haha. .ne. Ya sudah dokter mau keluar dulu ya. Kamu juga harus istirahat.” kataku lalu menyelimutinya.
Aku pun keluar dari kamarnya. Tak terasa sudah jam makan siang, aku berinisiatif mengajak Seohyun makan siang bersama.

“Eee, suster tunggu!” cegahku pada seorang suster yang lewat di depanku.

“Nde? Ada apa dok?”

“Suster melihat dokter Seohyun tidak?”

“Baru saja memeriksa pasien barunya dan kebetulan saya yang menemani. Sepertinya sekarang sedang ada diruangannya.”

“Ooh ne, gomawo sus.”

“Ne dok cheonmaneyo.”
Aku langsung ke ruangan Seohyun. Saat sampai di depan pintunya aku langsung membukanya.

“Oh kau Sunny-ah.” katanya saat aku masuk ke ruangannya.

“Ne, aku. Memang kau kira siapa? Kyuhyun ya?” godaku. Seohyun tak menjawab, ia menatapku kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

“Haha. . .akhirnya aku bisa membalasmu.” kataku tertawa.

“Sunny-ah, kisahku dan kisahmu itu beda. Aku sudah jadi istri Kyuhyun. Jadi ya aku tak keberatan ataupun malu jika ada yang mengataiku :-P” jawabnya santai.

“Jinjja? Berarti kau sekarang sudah mulai menyukainya?” godaku lagi.

“Sebenarnya kau ini kesini cuma untuk membalasku atau apa? Kalau tak ada yang penting ya sudah. Aku mau keluar untuk makan siang.” katanya beranjak berdiri dan melepas jas dokternya.

“Justru itu aku kesini. Aku mau mengajakmu makan siang bersama.” kataku menawarinya.

“Baiklah kajja.” katanya mengambil tas hendak keluar.

“Eh tunggu!” sergahku sambil menahan tangannya.

“Wae?” tanya Seohyun berbalik badan.

“Aku mau keruanganku dulu mengambil tas dan melepas ini.” jawabku sembari menunjukkan jas dokter yang masih ku pakai.

“Kalau begitu aku tunggu di lobby saja.” katanya.

“Oke!”

Setelah sampai ruanganku, ku lepas jas dokterku lalu ku ambil tasku.

Gee. .gee. . .gee. . .gee. . .baby baby
tiba-tiba handphoneku berbunyi.
“Yeoboseyo Sungmin-ssi” sapaku setelah mengangkat telepon.
“. . . . . . . . . .”
“Tapi aku sekarang mau makan siang dengan Seohyun.” jawabku sedikit kecewa.
” . . . . . . . . . . . . .”
“Jinjja? Baiklah aku tunggu di cafe XX.” kataku senang.
“. . . . . . . . . .”
“Ne, annyeong~” klik. Aku tutup teleponnya lalu menyusul Seohyun ke lobby. Aku senang sekali karena Sungmin mau makan siang denganku. Walaupun bertiga dengan Seohyun tak apalah yang penting ada Sungmin. Aisshh kenapa aku ini ?!

Saat sampai di lobby aku lihat Seohyun sedang ngobrol dengan eomma Young Im.
“Annyeong ahjumma~” sapaku sambil membungkuk pada eomma Young Im.

“Nado annyeong. .” balas eomma Young Im tersenyum.

“Oh ya eomma, mianhae aku mau permisi dulu makan siang dengan Sunny.” kata Seohyun.

“Oh ne ne. Ya sudah eomma mau ke kamar Young Im dulu.” jawab eomma Young Im kemudian meninggalkan kami. Aku dan Seohyun berjalan ke tempat parkir.
“Seo, kita naik mobilku saja ya.” tawarku pada Seohyun.
“Oke.” jawab Seohyun. Kami lalu masuk ke dalam mobilku dan mulai keluar area rumah sakit.
Sunny POV END

Author POV
Ceklek. Ny. Lee membuka pintu kamar inap Young Im.
“Eh eomma.” kata Young Im saat Ny. Lee masuk ke kamarnya.
“Bagaimana keadaanmu sayang?” tanya Ny. Lee sambil menatap lembut anaknya.
“Udah baikan kok eomma.” jawab Young Im tersenyum.
“Eomma silahkan duduk disini.” kata Kyuhyun mempersilahkan Ny. Lee untuk duduk di kursi yang tadi ia duduki.
“Ne, gomawo Kyu.” kata Ny. Lee kemudian duduk.
“Cheonmaneyo.” jawab Kyuhyun sambil mengambil kursi lagi untuk dia duduk.
“Appa tidak ikut ya eomma?” tanya Young Im.
“Andwae. Appamu sedang ada pekerjaan.” jawab Ny. Lee
Ceklek, pintu terbuka lagi dan seorang suster masuk membawa nampan berisi makan siang Young Im.
“Permisi, ini makan siang untuk Ny. Cho.” kata suster itu sambil meletakkan makanannya di atas meja sebelah tempat tidur Young Im.
“Ne, gomawo sus.” kata Ny. Lee.
“Cheonma. Saya permisi dulu.” jawab suster itu lalu keluar dari kamar Young Im.
“Ayo sayang kau makan ya biar eomma suapin.” perintah Ny. Lee sambil mengambil makanan untuk Young Im.
“Oppa~” panggil Young Im.
“Nde? Apa chagi? Kau mau aku suapi lagi?” tanya Kyuhyun.
“Anio! Oppa cepat ajak Seohyun makan siang. Oppa kan belum makan siang.” perintah Young Im.
“Tadi eomma bertemu Seohyun di lobby. Ia mau makan siang dengan dokter Sunny.” kata Ny. Lee sambil menyuapkan makanan pada Young Im. Young Im yang sedang mengunyah makanannya langsung menoleh pada Kyuhyun. Ia tatap Kyuhyun seolah ia berkata ‘Ayolah oppa. . .cepat susul Seohyun. Jebal~’. Kyuhyun yang mengerti dengan tatapan Young Im langsung berkata “Ne, ne. Baiklah”. Seketika Young Im tersenyum.
“Chagi, eomma, aku permisi dulu.” kata Kyuhyun beranjak berdiri. Sebelum keluar Kyuhyun mencium kening Young Im.
“Kau ini, Young. Selalu bisa membuat Kyuhyun mau menuruti permintaanmu.” kata Ny. Lee setelah Kyuhyun keluar. Young Im tak menjawab, ia hanya tersenyum.

@cafe
“Seo-ah, Sungmin ikut makan siang juga dengan kita.” kata Sunny saat ia dan Seohyun baru duduk di cafe.
“Mwo? Aisshh kalau begitu aku pindah saja.” jawab Seohyun hendak berdiri.
“Jangan! Tidak perlu Seohyun-ah. Aku tadi sudah bilang pada Sungmin bahwa kita akan makan siang bertiga dan ia tak keberatan kok.” jelas Sunny. Seohyun tak menjawab, lalu ia kembali duduk.

“Sungmin-ssi!” panggil Sunny saat Sungmin baru masuk ke cafe. Sungmin pun langsung mendekati meja Sunny dan Seohyun.
“Annyeong Sunny-ah, Seohyun-ah.” sapa Sungmin kemudian duduk.
“Nado annyeong~” jawab Sunny tersenyum manis.
“Ne, annyeong.” jawab Seohyun juga.
“Kalau sudah lengkap, sebaiknya kita pesan makanan sekarang. Pelayan~” teriak Sunny sambil mengangkat tangannya pada seorang pelayan. Pelayan itu lalu menghampiri mereka bertiga membawa note kecil untuk mencatat pesanan.
“Annyeong~ mau pesan apa?” tanya pelayan itu ramah.
“Aku mau pesan jajangmyun, kimchi, minumnya orange jus.” jawab Sunny kemudian ia menutup buku menu yang telah ia baca.
“Saya pesan bulgogi, minumnya cappucino late.” jawab Sungmin.
“Saya pesan kimbap dan orange jus saja.” jawab Seohyun.
“Baiklah, silahkan ditunggu dulu.” kata pelayan.
“Ne. .” jawab mereka bertiga.

Keobi naseo shijakcocha anhae bwahtadamyeon, handphone Seohyun tiba-tiba berbunyi.
“Yeoboseyo oppa~” sapa Seohyun. Ternyata yang menelepon adalah Kyuhyun. Seohyun sedikit malu menyebut oppa di depan Sunny dan Sungmin.
“. . . . . . . . . .”
“Nde? Aku sedang makan siang di cafe XX dengan Sunny dan Sungmin.” jawab Seohyun.
“. . . . . . . . . . .”
“Ne, baiklah. Annyeong~” kata Seohyun lalu mematikan teleponnya.
“Ada apa Seo?” tanya Sunny.
“Ooh itu, Kyuhyun akan kesini ikut makan siang bersama kita.” jawab Seohyun. Disaat yang bersamaan, Minho juga datang ke cafe itu untuk makan siang. Minho celingak celinguk mencari tempat duduk yang kosong. Tapi karena saat itu jam makan siang jadi tak ada yang kosong.
“Itu kan Minho.” kata Sunny menunjuk Minho. Seohyun dan Sungmin langsung menoleh.
“Minho-ssi!” teriak Sunny memanggil Minho. Minho pun menghampiri mereka bertiga.
“Kalian disini juga?” tanya Minho.
“Ne, ini kan cafe langgananku dan Seohyun untuk makan siang. Oh iya, kau duduklah disini saja.” tawar Sunny.
“Apa tidak mengganggu?” tanya Minho ragu-ragu.
“Andwae Minho-ssi. Sudah tak ada bangku kosong lagi. Sebaiknya kau duduklah disini.” jawab Seohyun.
“Ne baiklah.” Kemudian Minho duduk disebelah kiri Seohyun.
“Oh iya Minho-ssi kenalkan ini Sungmin.” kata Sunny.
“Choi Minho imnida” kata Minho mengulurkan tangannya pada Sungmin.
“Lee Sungmin imnida.” jawab Sungmin membalas uluran tangan Minho.
“Minho ini temanku dan Seohyun sewaktu kuliah.” jelas Sunny pada Sungmin.
“Oo. .jadi dokter juga dong ya.” kata Sungmin tersenyum pada Minho.
“Hehe ne. Tapi aku bekerja di rumah sakit lain.” jawab Minho membalas tersenyum.
“Omo~!!” Sunny melongo melihat seseorang berjalan ke arah mereka. Sontak Seohyun, Sungmin dan Minho ikut menoleh.
“Annyeong~” sapa orang itu yang ternyata Kyuhyun.
“Nado annyeong~” jawab Minho dan Sungmin.
“Duduklah disini Kyu!” perintah Sungmin sambil menunjuk bangku di sebelah kirinya, tepat di sebelah kanan Seohyun.
“Eh, Minho-ssi makan siang disini juga?” tanya Kyuhyun tersenyum menatap Minho.
“Ne tadi tak sengaja bertemu mereka bertiga.” jawab Minho.
“Kalian sudah saling kenal?” tanya Sunny pada Kyuhyun dan Minho.

“Sudah. Kami bertemu waktu aku dan Seohyun liburan ke Jeju.” jawab Kyuhyun santai.

“Oo. . .” respon Sunny. Seorang pelayan menghampiri mereka membawa makanan pesanan Sunny, Sungmin, dan Seohyun.

“Oya kalian belum pesan makanan, sekalian saja pesan mumpung ada pelayan.” kata Sungmin pada Minho dan Kyuhyun. Kyuhyun lalu melihat buku menu, begitu juga dengan Minho.

“Eeemm. . , .tak ada soondubu jiggae ya. Padahal ingin makan itu.” kata Kyuhyun sambil melihat-lihat daftar menu.

“Shireo! Tadi pagi kau sudah ku belikan itu. Masa sekarang mau makan itu lagi. Tak baik untuk kesehatanmu.” kata Seohyun. “Kau pesan bulgogi saja.” perintah Seohyun lalu ia merebut buku menu yang dipegang Kyuhyun.”Dan minumnya lemon tea.” tambah Seohyun sambil menyerahkan buku menu pada pelayan.

“Hey, Ny. Cho. Yang mau makan itu aku kenapa kau yang cerewet!” kata Kyuhyun dengan tampang kesal. Seohyun tak menjawab, dia hanya diam saja. Sunny dan Sungmin tertawa geli melihat kelakuan mereka.

“Aku jajangmyun saja, minumnya lemon tea.” kata Minho pada pelayan itu.

“Baiklah, silahkan tunggu dulu.” kata pelayan itu lalu meninggalkan mereka.

“Ne.” jawab Minho tersenyum.

Author POV END

Kyuhyun POV
Sebenarnya aku hanya pura-pura kesal. Aku senang Seohyun sangat perhatian padaku. ‘Ny. Cho gomawo’ gumamku dalam hati. Saat makan, sesekali aku perhatikan Seohyun. Ternyata dia sangat cantik #gubrak! Kemana aja Kyu selama ini?! Seo itu emang cantik dari dulu😀
“Ehem!” Sungmin hyung tiba-tiba berdehem. Sepertinya dia tau aku sedang mengamati Seohyun.
“Waeyo Sungmin-ssi?” tanya Sunny.
“Nde? Ani, gwaenchana.” jawab Sungmin hyung sedikit gugup.
“Wah, sepertinya saya harus segera kembali ke rumah sakit. Suster ada yang mengirimi pesan, jika ada yang ingin bertemu saya.” kata Minho tiba-tiba.
“Hmmm. . . .baiklah. Kapan-kapan kita makan bersama lagi.” jawabku. Seohyun yang sedang minum tiba-tiba tersedak.
“Uhuk. .uhuk. .”
“Hyunieku, waeyo?” tanyaku panik.
“Gwaenchana.” jawabnya. Sepertinya dia kaget dengan kata-kataku barusan.
“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Annyeong semuanya~” pamit Minho pada kami semua.
“Aku juga sudah selesai. Aku mau kembali ke rumah sakit dulu.” kata Sunny sambil mengelap mulutnya dengan tissue.
“Kau bawa mobil sendiri Sunny-ah?” tanya Sungmin hyung.
“Ne, tadi aku dan Seohyun kesini naik mobilku.” ku lihat hyung seperti kecewa.
“Seo, kau ikut bersamaku atau dengan Kyuhyun?” tanya Sunny pada Seohyun.
“Tentu saja denganku dong.” jawabku sambil merangkul bahu Seohyun. Seohyun langsung menoleh padaku sambil mengerutkan keningnya.
“Yasudah. Eemmm Sungmin-ssi, aku permisi dulu.” Sunny lalu beranjak berdiri.
“Eem Sunny-ah, kita keluar bersama. Aku sudah selesai kok.” Sungmin hyung juga ikut berdiri. “Kyu, Seo, aku duluan ya.” pamit hyung.
“Baiklah kajja.” kata Sunny. Mereka pun keluar bersama. Tinggallah aku dan Seohyun.
“Kau masih lama?” tanya Seohyun.
“Nde? Eemm. . .sudah selesai kok.”
“Kajja kita pulang.” kata Seohyun seraya berdiri. Aku ikut berdiri. Setelah membayar pada kasir, aku menyusul Seohyun yang sudah ada diluar. Dia masih menungguku di depan pintu cafe. Aku langsung menggandeng tangannya menuju tempat parkir. Sesampainya di tempat parkir, ku bukakan pintu mobil untuknya.
Setelah ia masuk, ku tutup pintunya lalu aku juga masuk ke mobil.
“Sudah?” tanyaku memastikan Seohyun sudah memakai seatbeltnya. Dia hanya mengangguk. Aku mulai menjalankan mobilku menuju rumah sakit.
Hening menyelimuti perjalanan kami. Aku benci suasana seperti ini.
“Hyun. .” “Op. .” panggilku dan Seohyun bersamaan.
“Kau saja yang bicara dulu.” kataku tersenyum padanya.
“Ne. Eemmm aku cuma mau ijin besok aku akan ke Busan. Ada pertemuan dokter-dokter seluruh Korea Selatan.” jelas Seohyun.
“Baiklah kalau memang demi pekerjaan aku ijinkan.” jawabku kembali menoleh padanya.
“Aku besok berangkat bersama dokter Yesung naik mobilnya. Kau tak keberatankan?” tanyanya sedikit ragu.
“Anio. Aku tidak keberatan kok. Yang penting kau jangan lupa memberi kabar saat disana.” jawabku.
“Ne, gomawo. Oh iya, tadi oppa mau bicara apa padaku?”
“Cuma mau bilang gomawo untuk semuanya.” jawabku singkat.
“Ne, ne cheonmaneyo. Oppa sudah sering berterima kasih padaku. Ku harap ini yang terakhir.” katanya sambil tertawa renyah. Aku hanya tersenyum manis menatapnya.
Kyuhyun POV END

oO~Oo

Young Im POV
“Pagi Ny. Cho~” sapa dokter Sunny saat baru masuk ke kamarku.
“Pagi dok.” jawabku tersenyum.
“Pasti anda senang ya, hari ini sudah boleh pulang?”
“Pastinya itu dok.”
“Sebentar ya saya periksa dulu.” kemudian dokter Sunny mulai memeriksaku.
“Nah, sudah. O iya suami anda dimana?” tanya dokter Sunny.
“Tadi pagi-pagi sekali pulang untuk mandi sekalian menjemput Seohyun.” jawabku.
“Seohyun katanya mau ke Busan ada pertemuan dokter-dokter disana.” kata dokter Sunny.
“Mwo? Aisshh dia belum bilang padaku.” kataku kesal.
“Mungkin sebentar lagi dia akan bilang pada anda.”

Ceklek. Pintu kamarku terbuka. Kyuhyun oppa dan Seohyun ternyata yang datang.
“Eh oppa sudah datang. .” kataku.
“Pagi Young. . Sunny. .” sapa Seohyun.
“Pagi juga Seo.” jawabku. “O iya kau mau ke Busan ya?” tanyaku langsung pada Seohyun.
“Ne, kau tau darimana?” tanyanya balik.
“Dokter Sunny.” jawabku. Seohyun langsung menoleh pada dokter Sunny, sedangkan dokter Sunny hanya mengangkat bahunya.
“Dengan siapa saja memangnya?” tanyaku lagi.
“Dokter Yesung. Tiap rumah sakit hanya diwakili 2 dokter.” jawabnya. “Sepertinya aku sudah harus berangkat.” kata Seohyun setelah melihat jam ditangannya.
“Ya sudah hati-hati ya~” pesan Kyuhyun oppa.
“Harus sering-sering menelepon pokoknya.” pesanku.
“Hehe. . Ne, ne. . .ya sudah semuanya annyeong~” pamit Seohyun lalu keluar dari kamarku.
Ku lihat Kyuhyun oppa seperti memikirkan sesuatu.
“Eemm. . .chagi, aku mau keluar sebentar ya.” pinta Kyuhyun oppa. Aku mengangguk. Kyuhyun oppa langsung terburu-buru keluar.
Young Im POV END

Seohyun POV
“Hyunieku tunggu!” panggil Kyuhyun oppa saat aku akan masuk ke lift untuk turun ke lobby.
“Nde? Wae?” tanyaku berbalik. Tanpa menjawab, Kyuhyun oppa langsung memelukku. Aku pun balas memeluknya.
“Hati-hati ya. .” pesannya lagi setelah melepas pelukannya.
“Haha. .ne, ne. .kau tadi sudah mengatakannya padaku.”
Dia tersenyum lalu mengecup keningku sejenak.
“Ya sudah kau berangkatlah. Aku tak mau kau terlambat.” aku hanya mengangguk. Lalu masuk ke dalam lift.
Tuhan terimakasih telah memberiku suami yang benar-benar adil pada istri-istrinya.

Saat sampai lobby, dokter Yesung sudah menungguku.
“Mianhae dokter, sudah membuat anda menunggu.” kataku sambil membungkuk.
“Gwaenchana. Ya sudah kajja kita berangkat.” kata dokter Yesung kemudian ia keluar menuju tempat parkir. Aku mengikuti di belakangnya.
“Jangan lupa seatbeltnya.” pesan dokter Yesung saat kami sudah duduk di dalam mobil.
“Ne.” jawabku, lalu ku kenakan seatbeltku. Kami pun mulai berangkat.
“Aku salut terhadapmu Seohyun-ah.” kata dokter Yesung saat kami diperjalanan.
“Salut untuk apa dokter?” tanyaku heran sambil menatapnya.
“Salut untuk kebesaran hatimu mau membantu sahabatmu untuk menuruti permintaannya.” jawab dokter Yesung sesekali melihat ke arahku.
“Aku sudah menganggap Young Im saudaraku sendiri dok. Jadi ya aku senang melakukan ini.” jawabku tersenyum.
“Aku doakan ya semoga rumah tangga kalian selalu rukun.” kata dokter Yesung tersenyum menatapku.
“Amin. . Gomawo dok.” jawabku menatapnya sesaat lalu kembali melihat ke arah depan.
“Dokter, awaaass!!” teriakku.
Ciiiiiiiiiiitttttttt. . . . .BRAAKKKKK!!

-To Be Continued-
ayo ayo comment😀

hehe…mianhae author publisnya telat coz sibuk belajar buat SNMPTN….

33 thoughts on “Our Love chap 5

  1. Sama author aku juga ikut snmptn.
    Gencana lah hhahahahaa
    bagus2 panjang juga jadi gak kecewa hahahaha.
    Ditunggu chapter selanjutnya.
    Btw fighting ya buat snmptnnya🙂

  2. Udah sempet down aja,kirain Kyu oppa lup sm janjinya ke Seo wktu di Jeju,ternyata oppa bisa adil sama Seo & Young Im ^^
    Salut deh !!🙂
    Yahh knp tuh Seo sm Yesung ?? Kecelakaan kah??
    Kyaaa andwaeee !!
    Jgn sampe Seo luka parah ya !!
    Saeng,fighting y utk ujian kamu !! ^^

  3. Bagus eon
    Di part ini kurang gregetnya hehe belom ada konfliknya :d * mungkin persiapan part selanjutnya kali yah?*
    Kyu akhirnya adil juga
    Young Im baik bgt
    Sungmin oppa modus haha sunsun ^^
    Aku kira kyu bakal cemburu sama yesung._.
    Seohyun yesung kecelakaaan?
    Lanjut eon, penasaran akut!!

    • Makasi uda coment🙂
      lagi males buat konflik dichap ini. .😉
      ntar deh di chap berikutnya da sesuatu yg tak terduga. .haha
      @semua yg komen sebelumnya : makasi uda k0men, maaf ga bisa bales satu2. .:D

  4. semoga kyuhyun bisa terus adil sama kedua istrinya.. dan bisa jaga seohyun kayak dia jaga young im🙂
    ahhhh andwae kenapa itu sama mobilnya yesung – seohyun? semoga mereka berdua gak kenapa – napa.. kalopun kenapa – napa gapapa deh biar lebig seru.. aku mau tau gimana reaksi kyuhyun😀
    dan semangat buat authornya yang lagi SNMPTN yaaaa🙂 semoga berhasil. kalo udah selesai jangan lupa dilanjut ffnya ke part hehe

  5. wahh seo kenapa tuh?car accident kah?poor seo kalo sampe dia harus cacat,,,aduh gak tega deh membayangkan simalaikat 1 ini sakit

  6. Seo kecelakaan aish T_T
    mungkin pas kyu meluk seo itu firasat seo kecelakaan😦
    penasaran kelanjutanya gimana
    next part ya

  7. Keren banget eonni!!
    Secepatnya lanjut!😀
    Pengennya sih ceritanya kecelakaan seo ini bisa memperbanyak SeoKyu moment-nya..🙂
    Btw, HWAITING eonni! Untk SNMPTN-nya😀

  8. ya ampun seo kecelakan?? terus keadaannya gimana??
    salut deh disini kyu oppa bia berlaku adil…
    ditunggu lanjutannya semoga seo ngga apa-apa yah

  9. kyuppa da berlaku adil.
    kyuppa juga da mulai cinta ma seonnie.
    kyuppa kmana aja baru sadar klo seonnie cantik. kekek
    omo.. apa yang terjadi ma yeseo ? semoga ga terjadi apa”

  10. Wah seo istri yg baik bngt,dan perhatian sma suami’a,,
    wah chingu mkin seru crita’a,,
    d tng2u part slnjt’a,,

  11. Aduhhh kyuppa kmn saja kau ssampai g sadar seomma kn emg cantik -___-
    Apa yg trjd y?
    Penasaran lanjut thor update soon yo,banyakin seokyu dong,aku bakal jd readers setia thor
    gomawo
    nice FF

  12. Janji Kyu k ortu nya seohyun benar” d’tepatin yaitu bersikap adil n’ bhgiain seohyun… Knapa lagi dngn seohyun sma yesung, smoga gak knapa”(?)

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s