Sweet Memory

Author : Choi Yoo Rin a.k.a Ajeng
Main cast : Kim Hyoyeon, Lee Hyukjae
Support cast : Lee Sungmin, Tiffany Hwang, Kwon Yuri
Other cast
Genre : romance, sad
Length : oneshoot
Rating : 13 +

Alohhaaa readers *nari hula-hula bareng SeoKyu*
Author Choi bawain ff oneshoot nih . . .kenapa author pake cast HyoHyuk, coz biar ga bosen cast nya itu itu aja. . . Dan ini ff oneshoot pertama author di wp ini. . .ternyata ga mudah buat ff oneshoot, takut entar readers ngerasa alurnya kecepetan😦
ah, daripada curcol mulu mending langsung baca aja dehh. .
Jangan lupa KOMEN yah, dan DILARANG COPAST!!

    Sweet Memory

Musim dingin mulai menghampiri negeri ginseng, Korea Selatan.
Salju-salju sudah mulai terlihat berjatuhan. Suhu yang dingin itu tak membuat sebuah keluarga kecil yang tengah berada di sebuah taman untuk beranjak pulang. Mereka adalah keluarga Lee. Lee Sungmin, Lee Hyoyeon, dan Lee Hyemin putri kecil mereka.

“Sayang~ jangan berlari-lari seperti itu, nanti kau terpeleset.” teriak yeoja yang bernama Hyoyeon itu pada putrinya yang sedang kejar-kejaran bersama sang ayah.

“Eomma tenang saja kan ada appa.” balas sang putri.

“Kajja appa kita buat boneka salju.” ajak Hyemin kecil pada sang ayah.

“Ne kajja.” merekapun mulai membuat boneka salju. Sedangkan Hyoyeon hanya duduk manis disebuah bangku sambil memperhatikan anak dan suaminya. Ia melihat betapa bahagianya Hyemin saat bermain bersama sang ayah. Begitu juga sang ayah sangat terlihat sangat menyayangi Hyemin. Padahal Hyemin bukanlah putri kandungnya. Hyoyeon kembali teringat pada namja yang sangat ia cintai, mungkin hingga saat ini.

Flashback On

“Kau yakin mau ikut kontes itu Hyo-ah?” tanya Tiffany, teman Hyoyeon saat mereka dikantin kampus.

“Uumm. .” jawab Hyoyeon sambil mengangguk mantap.

“Aisshh. . .itu artinya kau akan meninggalkan Seoul dong.”

“Ya ampun Fany-ah kau ini. Aku kan hanya ke Incheon, aku masih di kawasan Korea. Bukannya ke luar negeri.”

“Ya tapi tetap saja kita bakal jarang bertemu.” wajah Tiffany mulai terlihat sedih.

“Kau bisa mengunjungiku kapan pun kau mau. Ini mimpiku Fany-ah, kemana pun akan ku wujudkan mimpiku ini.”

“Baiklah. Aku akan selalu mendukungmu Hyo-ah.” ujar Tiffany sambil tersenyum

§§§§§§§§

“Jaga dirimu baik-baik ya. Jangan lupa sering-sering memberi kabar padaku.” pesan Tiffany saat mengantar Hyoyeon di stasiun

“Ne, ne. .kau juga. Jangan telat makan karena tidak ada aku.” Hyoyeon terkekeh.

“Ne. . .mentang-mentang kau jago memasak bisa bicara seperti itu.”

Deru peluit kereta api mulai terdengar mendekat.
“Keretanya sudah datang. Kalau begitu aku pamit ya.”

Hyoyeon dan Tiffany saling berpelukan. Hyoyeon mulai melangkahkan kakinya memasuki kereta yang beberapa detik lalu telah berhenti. Setelah menata barang bawaannya, ia pun duduk. Deru peluit kembali terdengar, menandakan kereta yang ia naiki akan segera melanjutkan perjalannya.
Ia lambaikan tangannya pada Tiffany yang masih menunggu kepergiannya.
Tiffany juga balas melambaikan tangannya. Perlahan kereta mulai berjalan.

“Hosh. . .hosh. . . Mianhae agashi, bolehkah aku duduk disini?” tanya seorang namja sambil memegangi dadanya. Sepertinya namja itu habis berlari, terlihat sekali peluh dikeningnya dan nafasnya yang tak beraturan.

“Ne, silahkan.” jawab Hyoyeon singkat sambil menggeser sedikit tubuhnya agar namja itu bisa duduk.

“Gomawo . .hosh. . . .tempat duduk yang lain sudah penuh.” ujar namja itu setelah duduk. Ia masih mencoba mengatur nafasnya.

“Ne cheonmaneyo.” Hyoyeon mengedarkan pandangannya ke sekeliling, memang benar semua tempat duduk sudah penuh.

“Haduh, aku haus sekali. Mana lupa beli minum.” keluh namja itu lagi. Hyoyeon pun menyodorkan sebotol air mineral padanya.

“Eh, eee. . . . .gomawo. Kau sudah menolongku dua kali.” ujar sang namja lantas meneguk air minum pemberian Hyoyeon.
Hyoyeon hanya membalasnya dengan senyuman. Lantas gadis itu membuka novel yang sedari tadi ia pegang. Ia putuskan untuk membaca novel, sekedar menghilangkan jenuh selama perjalanan.

“Ehem!” namja itu berdehem. Mungkin ia merasa bosan karena yeoja disampingnya asyik membaca novel sedangkan dirinya hanya bengong. Mendengar itu, Hyoyeon pun menatap namja itu.

“Ada apa?”

“A. .anio. Aku hanya bosan. Bisakah kita mengobrol?”
Hyoyeon tampak berpikir sejenak,, kemudian ia menutup novelnya.

“Baiklah.”

“Sebelumnya kenalkan namaku Lee Hyukjae. Kau bisa memanggilku Eunhyuk.” namja yang bernama Eunhyuk itu mengulurkan tangannya.

“Kim Hyoyeon imnida.” balas Hyoyeon menjabat tangan Eunhyuk

“Kau ada urusan apa ke Incheon? Pulang kampungkah?”
Hyoyeon yang ditanya seperti itu hanya terkekeh.

“Anio. . .aku asli Seoul. Aku ke Incheon dalam rangka mengikuti kontes dance.”

“Jinjja? Waaahhh. . . . .aku juga mengikuti kontes itu.”

“Berarti kita rival.”
Mendengar perkataan Hyoyeon barusan membuat Eunhyuk langsung terdiam.

“Tapi kita bisa bersaing secara sportif kan?” lanjut Hyoyeon.

“Nde? Ah. .ne.”

§§§§§§§

Sesampainya di stasiun, Hyoyeon dan Eunhyuk berpisah arah. Hyoyeon langsung menuju tempat Yuri teman lamanya.

“Hyo-ah, sudah. .beristirahatlah dulu. Sejak tadi sore kau terus latihan.” ujar Yuri sambil memberi sebotol air mineral pada Hyoyeon.

“Sebentar lagi Yul.” Hyoyeon masih terus berlatih dance. Ia gerakkan seluruh anggota tubuhnya. Ia sudah bertekad, harus menang kontes dance ini karena itu impiannya sejak kecil.

Keesokan harinya
“Yul, aku gugup sekali.” Hyoyeon menggenggam tangan sahabatnya itu.

“Tenang. . .aku yakin kau pasti menang. Kau kan dancer berbakat.”

Acara pun dimulai. Satu persatu peserta mulai unjuk kebolehan. Hingga saatnya Hyoyeon pun tiba. Ia maju ke atas panggung dan mulai menari. Iringan lagu Moves Like Jagger mulai menggema. Ia keluarkan semua kemampuan menari yang ia miliki.
Suara tepuk tangan penonton menandai berakhirnya penampilan Hyoyeon. Ia pun turun dari panggung dan kembali ke tempat duduknya semula. Tak lama seorang namja maju.

“Dia” gumam Hyoyeon

“Kau mengenalnya?” tanya Yuri.

“Ani, hanya tidak sengaja bertemu di kereta.”

Semua peserta telah selesai menunjukkan bakat mereka. Kini saatnya pengumuman pemenang. Juara 3 telah selesai diumumkan dan sekarang juara kedua.

“Juara kedua diraih oleh. . . . .Kim Hyoyeon.” suara tepuk tangan mengiringi Hyoyeon untuk maju ke atas panggung.

“Dan juara pertama adalah. . . . . Lee Hyukjae.” kembali suara tepuk tangan bergemuruh. Seorang namja dengan senyum khas nya berjalan menuju panggung.

“Chukkae ya.” bisik namja itu pada Hyoyeon. Hyoyeon hanya memandang heran pada namja yang memberinya selamat barusan.

“Aku tidak ada apa-apanya dibanding dirimu.” Hyoyeon balas berbisik.

§§§§§§§

“Sudahlah Hyo-ah… Kau tadi sudah cukup hebat kok. Kau harusnya bersyukur masih mendapat juara. Sedangkan aku.”

Yuri mencoba menghibur Hyoyeon. Ya, Hyoyeon kecewa tidak bisa meraih juara pertama.

“Kau harus tetap semangat Hyoyeon-ah. Jadilah penari terkenal, dancer profesional seperti yang kau impikan selama ini.”

“Hhhhh. . . . .kau benar. Harusnya aku bersyukur masih bisa mendapat juara.” Hyoyeon menatap Yuri tersenyum.

“Ya sudah kalau begitu kajja kita keluar jalan-jalan sekalian mengisi perut. Cacing-cacing di perutku sudah berdemo dari tadi.” Yuri menarik tangan Hyoyeon.

“Chakkaman, aku mau mengambil jaket.”
Setelah mendapatkan jaketnya, Hyoyeon pergi bersama Yuri. Mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan siang.

“Hyo-ah, mulai besok kita tidak bisa bersama lagi. Aku besok akan kembali ke Seoul dan seminggu lagi akan berangkat ke Paris.”

“Mwo? Paris??”

“Uum. . .aku sudah membuat perjanjian dengan appa dan eomma jika aku tidak mendapat juara di kontes dance maka aku bersedia menuruti kemauan mereka untuk melanjutkan sekolah ke Paris.”

“Sekolah designer?”

“Ne.” raut wajah Yuri mulai terlihat sedih.

“Uljima. . . Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Jika memang takdirmu menjadi designer, Why not? Apalagi designer terkenal.”

“Hhhhh. . . .kau benar. Gomawo Hyo-ah.”

§§§§§§§

Hari ini setelah mengantar Yuri ke stasiun, Hyoyeon langsung menuju tempat latihan. Ya, juara 1,2 dan 3 pada kontes dance itu akan mendapat pelatihan selama setahun untuk kemudian dikirim ke kontes dance internasional.

“Annyeong haseyo~” sapa Hyoyeon saat baru memasuki ruang latihan.

“Nado annyeong” balas sang pelatih. Ternyata Eunhyuk sudah datang terlebih dahulu. Dan peserta ke 3 belum datang.

“Setelah menjadi rival kita menjadi partner. Semoga saja tidak canggung ya.” ucap Eunhyuk saat gadis itu duduk dilantai bersamanya dan juga pelatih.

“Ne semoga.”

Hening. . . .tek tok tek tok, suara ketukan jari Eunhyuk pada lantai memecah keheningan.

“Ah sudahlah, kita latihan saja sekarang. Sudah 15 menit kita menunggu peserta ke 3 tapi belum juga datang.” gerutu pelatih Choi.

Kemudian mereka pun mulai berlatih. Banyak gerakan-gerakan baru yang Hyoyeon dapat dari pelatih Choi.
“Hah capeknya” Eunhyuk menelentangkan badannya dilantai setelah 1 jam lebih mereka berlatih.

“Ini.” Hyoyeon memberi sebotol air mineral (lagi) pada Eunhyuk.

“Gomawo.”

“Sepertinya latihan pertama cukup sampai disini. Selama seminggu ke depan kita cukup latihan dasar saja.” kata pelatih Choi.

“Ne, songsaengnim.” koor HyoHyuk.

“Saya permisi dulu karena masih ada urusan. Kalau kalian masih mau menggunakan tempat ini untuk latihan silahkan.”

“Ne gomawo songsaengnim.” ujar Eunhyuk sebelum pelatihnya itu berlalu pergi.

“Eunhyuk-ssi, maukah kau mengajariku? Ku akui kau memang lebih hebat dariku.”

“Sepertinya kau belum merasa lelah ya nona Kim? Hah baiklah, kajja.” Eunhyuk menarik tangan Hyoyeon untuk mengajarinya.

Dentuman musik mulai menggema mengiringi latihan dance mereka.

§§§§§§§

Ceklek. Hyoyeon membuka pintu rumahnya hendak pergi ke tempat latihan. Tapi langkahnya terhenti karena seorang namja telah berdiri di depannya.

“Eunhyuk-ssi? Kau? Darimana kau tau tempat tinggalku?”

Eunhyuk menunjuk keningnya sambil tersenyum.

“Manusia diberi akal pikiran nona Kim.”

“Hah yasudah terserah. Lantas mau apa kau menemuiku?”

Eunhyuk menunjukkan kunci mobilnya.
“Bagaimana kalau kita berangkat bersama?”

“Tapi Eunhyuk-ssi. . .” belum sempat Hyoyeon melanjutkan kata-katanya, Eunhyuk terlebih dahulu menarik tangan gadis itu dan memasukkannya ke dalam mobil.

“Darimana kau mendapatkan mobil? Bukannya saat berangkat ke Incheon kau naik kereta?”

“Appa ku mengirimkannya semalam. Hadiah atas keberhasilanku mendapat juara 1.”

“Oo. . .”
15 menit perjalanan, mereka sampai di tempat latihan. Saat itu sudah ada pelatih Choi dan seorang pelatih baru bernama Yun. Pelatih Choi meminta bantuan pelatih Yun karena akan mengajarkan couple dance pada Eunhyuk dan Hyoyeon. Ya, konsep dance mereka diubah karena peserta ketiga tidak jadi ikut. Ia mengalami kecelakaan dan patah tulang kaki.
Lagu Moves Like Jagger kembali mengiringi latihan mereka #inget Opening SBS Gayo Daejun😀

§§§§§§§

Hari demi hari berlalu. 2 bulan sudah Eunhyuk dan Hyoyeon menjalani latihan bersama.

“Fany-ah aku kangen sekali denganmu.” ucap Hyoyeon. Saat ini ia sedang teleponan dengan sahabatnya Tiffany.
” . . . . . . . .”
“Haha, ne. Andai saja kau ada disini. Kau pasti bisa melihat perkembangan skill danceku.”
” . . . . . . . . .”
“Mwo? Aisshh kau ini.”
” . . . . . . . .”
“Aku hanya partner dengannya, tidak lebih. Tolong ya digaris bawahi Just Partner.”
” . . . . . . .”
“Kau ini membuat moodku hancur saja.”
“. . . , . .”
“Ya sudah. Aku juga capek mau istirahat.”
” . . . . . . . .”
“Ne annyeong.”

Tanpa Hyoyeon sadari pipinya bersemu merah saat sahabatnya tadi menggodanya. Hyoyeon telah bercerita banyak pada Tiffany termasuk partner dancenya.
“Sebaiknya aku tidur.” gumamnya.

§§§§§§§§

“Wah, saya tidak menyangka kalian bisa secepat ini menguasai gerakan-gerakan baru.” puji pelatih Yun saat mereka selesai latihan.

“Masih belum sejago Songsaengnim.” ujar Hyoyeon.

“Ah kau ini nona Kim, masih saja merendah padahal kau senang kan mendapat pujian.” celetuk Eunhyuk yang langsung mendapat tatapan tajam dari Hyoyeon.

“Haha. . .kalian ini. Padahal sudah hampir 3 bulan menjadi partner tapi tetap saja suka bertengkar.” ucap pelatih Choi.

“Habis dia nya songsaengnim.” Hyoyeon memeletkan lidahnya pada Eunhyuk.

“Ah iya, aku dan pelatih Yun ada jadwal mengajar tari di sanggar milikku. Jadi latihan hari ini cukup sampai disini ya.” kata pelatih Choi sembari membereskan barang-barangnya.

“Oh ne songsaengnim.”

“Jangan lupa kunci pintu ya kalau sudah selesai.”

“Ne.”

“Eh nona Kim, kau tidak mau berlatih lagi?” tanya Eunhyuk setelah mereka tinggal berdua. Hyoyeon hanya diam saja sambil memasang tampang kesal.

“Heh kau marah ya? Aisshh ne, ne. . .mianhae aku salah.”
Hyoyeon masih tak menjawab.

“Kau ini benar-benar ya. Aku kan tadi cuma bercanda.”

“Belikan aku cemilan. Aku ingin nyemil.”

“Apa?”

“Kau tuli ya. Aku minta kau belikan aku cemilan. Kalau tidak mau ya sudah aku tidak akan memaafkanmu.”

“Ne, ne . , . Dasar yeoja aneh. . .nona Kim aneh.” Eunhyuk terus mencibir sambil berjalan keluar. Hyoyeon hanya terkekeh.

10 menit kemudian Eunhyuk datang membawa sekantong besar snack dan minuman.

“Ini.” Eunhyuk meletakkan snack-snack itu di dekat Hyoyeon. Tanpa babibu Hyoyeon langsung memakan snack itu.

“Tubuhmu kecil tapi makanmu banyak juga ya.”

“Sudah diam kau. Aku sedang tidak mood berdebat.”

Eunhyuk kemudian menyambar sebungkus snack dan ikut memakannya.

“Aku kenyang. Kajja kita latihan.” Hyoyeon beranjak berdiri. Ia melangkah mendekati tape recorder lalu menyalakannya.

Hyoyeon mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan lagu. Eunhyuk masih duduk dan memperhatikan gadis itu menari. Lama kelamaan, Eunhyuk tertarik untuk ikut menari. Ia pun berdiri dan ikut menarik. Eunhyuk dan Hyoyeon menari bergantian seolah sedang berlomba. Hingga akhirnya mereka terlarut dan menari bersama, melakukan couple dance dan GREPP.
Musik berhenti. Tangan Eunhyuk memeluk pinggang Hyoyeon seolah akan jatuh. Wajah mereka sangatlah dekat. Hyoyeon merasakan jantungnya berdebar lebih kencang. Darahnya berdesir. Ia dapat merasakan deru nafas Eunhyuk.

“Ehem.”
Hyoyeon mengerjap-ngerjapkan matanya, dan segera mendorong tubuh Eunhyuk. Setelah kejadian itu mereka jadi canggung.

“Ee. . .e. . . Eunhyuk-ssi, ak. . .aku harus pulang. Sudah sore.”
Hyoyeon membereskan barang-barangnya.

“Tunggu!” cegah Eunhyuk saat Hyoyeon diambang pintu.

“Nde?”

“Minggu besok kau mau jalan denganku? Kebetulan kita kan libur latihan.”

“Jalan ya? Eeemmm. . . .baiklah.” Hyoyeon lalu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat latihan itu dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.

§§§§§§§§

Hari minggu yang dijanjikan itu pun tiba. Hyoyeon terus mengobrak-abrik isi lemarinya. Ia bingung harus memakai baju yang mana. Sudah 1 jam ia memilih-milih baju tapi belum ada yang cocok menurutnya.

“Kenapa aku harus pusing-pusing memilih baju? Ini kan jalan biasa. Dasar Hyoyeon pabo.” umpatnya. Kemudian ia mengambil celana jeans, kaos putih tulang dan blazer merah.

“Begini saja cukup.” gumamnya saat melihat penampilannya di cermin.

Ting tong ting tong, bel rumahnya berbunyi.
“Itu pasti dia.” Hyoyeon segera mengambil tas dan memakai sepatunya lalu keluar.

“Sudah siap nona Kim?” tanya Eunhyuk saat Hyoyeon membuka pintu.

“Ne.” setelah mengunci pintu, Hyoyeon mengikuti Eunhyuk untuk masuk ke mobil.

“Kita mau kemana?” tanya Hyoyeon saat diperjalanan.

“Bermain seharian sampai puas.” jawab Eunhyuk sambil tersenyum lebar.
30 menit perjalanan, sampailah mereka di sebuah taman bermain yang saat itu cukup ramai pengunjung. Setelah memarkir mobilnya, Eunhyuk dan Hyoyeon membeli tiket masuk.

“Yakin mau main disini?” tanya Hyoyeon saat mereka sudah masuk.

“Wae? Kau takut ya nona Kim?”

“Siapa yang takut. Oke, ayo kita coba semua wahana yang ada di tempat ini.”
Mereka pun mulai menaiki wahana demi wahana yang ada disitu. Hingga tak terasa sore telah menjelang.

“Eunhyuk-ssi aku lapar.”

“Baiklah kajja kita cari restoran.” Eunhyuk menggandeng tangan Hyoyeon. Hyoyeon yang baru kali ini digenggam tangannya – selain saat latihan dance – oleh Eunhyuk kaget dan hanya pasrah mengikuti Eunhyuk.
@restoran
Di tengah acara makan mereka, Eunhyuk mengungkapkan sesuatu yang benar-benar membuat Hyoyeon kaget.

“Saranghae.”

“Apa?”

“Aisshh. . .kau ini tuli atau apa nona Kim?”

“Yang kau katakan barusan maksudnya apa?”

“Saranghae, saranghae, saranghae. Sudah? Ya. . . ya. . . ya. . .aku mencintaimu nona Kim Hyoyeon.”

“Lantas?” gubrak

“Isshh, benar-benar pabo kau ini. Mau atau tidak kau jadi yeojachinguku?”

“Huh, tidak ada romantisnya sama sekali. Atau basa basi dulu kek. Ini main nyatain aja.”

“Aku tidak suka basa basi. Kalau aku suka ya aku bilang suka.”

Eunhyuk menatap Hyoyeon intens. Yang ditatap menjadi salah tingkah sendiri, dan mulai merasakan panas dipipinya.

“Nona Kim jadi bagaimana?”

“Eeemmm. . .beri aku waktu. 1 minggu. Ya, hanya 1 minggu, setelah itu aku janji akan memberi jawaban padamu.”

“Baiklah.”

§§§§§§§

“6 bulan sudah aku menjadi partnernya, dan 3 bulan sudah aku menjadi yeojachingunya.” gumam Hyoyeon sambil melihat kalender. Ya, 3 bulan sudah ia berpacaran dengan Eunhyuk. Seminggu setelah Eunhyuk menyatakan cinta padanya, ia menerima namja itu menjadi kekasihnya. Sebenarnya saat itu ia belum yakin, tapi karena usaha keras Eunhyuk akhirnya sekarang Hyoyeon yakin ia juga sangat mencintai namja itu.

“Mwo?? Aku telat bulan ini.” pekiknya saat melihat tanggal-tanggal pada kalender yang ia pegang. Tidak mau hanya menduga-duga, ia pun pergi ke apotik untuk membeli test pack. Setelah mendapat barang itu, ia kembali ke rumah dan mencobanya.

“Tidak mungkin.” gumamnya saat melihat hasilnya jika ia positif hamil. Air mata telah mengalir dipipinya. Sebuah kesalahan besar telah ia perbuat. Ya, 2 bulan yang lalu Hyoyeon dan Eunhyuk merayakan hari jadi mereka tepat sebulan. Dan saat itu, ditempat Eunhyuk mereka melakukannya. Melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan. Tapi saat itu Eunhyuk telah berjanji akan bertanggung jawab.

Hyoyeon segera mengambil handphonenya, dan menelepon Eunhyuk. Ia meminta Eunhyuk datang ke tempatnya untuk memberitahu kehamilannya.

1 jam sudah ia menunggu Eunhyuk tapi namja itu belum juga datang. Biasanya dari tempat Eunhyuk ke tempat Hyoyeon hanya memakan waktu 30 menit.

Ting tong ting tong

“Itu pasti dia.” Hyoyeon keluar kamar berlari ke ruang tamu untuk membuka pintu. Tapi saat ia membukanya, bukan Eunhyuk yang datang melainkan 2 orang petugas polisi. Mereka memberitahukan jika Eunhyuk mengalami kecelakaan dan mobilnya masuk jurang. Sekarang Eunhyuk sudah dibawa ke rumah sakit dan kondisinya kritis.

Tanpa menunggu lama, Hyoyeon langsung ke rumah sakit tempat Eunhyuk dirawat. Bagai disambar petir disiang bolong #cieileh bahasa author😛 Hyoyeon mendapati namja yang sangat ia cintai, namja yang menjadi ayah dari janin yang tengah ia kandung telah terbujur kaku di ruang UGD.

“Eunhyuk oppa. . .ireona. . .jangan tinggalkan aku. Jebal, buka matamu. . .hikss. . .hikss. . .”
“Oppa taukah dirimu, jika aku kini tengah mengandung janin buah cinta kita. Oppaa. . .bangunlah! ” Hyoyeon terus berteriak histeris hingga akhirnya ia pingsan.
§§§§§§§
Sebulan setelah pemakaman Eunhyuk, Hyoyeon kembali ke Seoul. Ia tidak jadi mengikuti kontes dance internasional karena kondisinya yang tengah hamil. Apalagi partner sekaligus namjachingunya telah tiada.
Saat di Seoul, Hyoyeon masih belum bisa melupakan Eunhyuk. Ia menjalani hari-harinya tanpa semangat. Kadang sehari ia hampir tidak makan sama sekali kalau saja ibunya tidak memaksanya makan. Sampai akhirnya, saat kehamilan gadis itu menginjak 3 bulan ia bertemu namja yang bernama Lee Sungmin. Hyoyeon yang saat itu pingsan ditaman, dan kebetulan juga Sungmin ada disitu langsung membawa Hyoyeon ke rumah sakit. Dari situ mereka semakit dekat. Saat usia kandungan Hyoyeon 5 bulan, Sungmin melamarnya. Sungmin sudah tau semua tentang Hyoyeon dan ia bersedia menjadi ayah dari bayi yang dikandung Hyoyeon.

Flashback End

“Eomma. . .eomma. . .” panggil Hyemin pada eommanya yang sedari tadi duduk sambil melamun.

“Ah, nde? Apa sayang?” tanya Hyoyeon setelah sadar.

“Kajja kita pulang. Dingiiiinn. . .” ajak putri kecilnya itu.

“Baiklah kajja.” Hyoyeon pun bangkit berdiri.

“Appa gendong aku.” pinta Hyemin pada Sungmin. Tanpa banyak bicara, Sungmin segera menggendong putri kecil yang sangat ia sayangi itu.
Setelah posisi Hyemin dirasa nyaman, tangan kanan Sungmin menggandeng Hyoyeon. Sambil berjalan, Hyoyeon terus menatap Sungmin yang sedang mendengarkan celotehan Hyemin.
‘Maafkan aku Sungmin oppa, karena diawal pernikahan kita, aku masih belum bisa mencintaimu. Awal aku menerimamu menjadi suamiku itu karena agar kelak anakku lahir statusnya diakui dan bisa mempunyai ayah. Kini, 5 tahun sudah berlalu dan aku mulai mencintaimu walaupun tak sepenuhnya kau menempati ruang dihatiku. Tapi dengan hadirnya janin yang sekarang ku kandung, menandakan jika aku menerimamu sepenuhnya. Terima kasih untuk cinta yang kau berikan padaku dan Hyemin.’

END

Huah, gimana gimana gimana?? Gaje kan? Banyak typo kan? Alurnya kecepetan kan? Yah intinya nih ff ga ada menariknya *nangis dipojokan*
ah, ya sudah deh apa kata readers aja. .😀
KOMENnya jangan lupa ya :-):-) yang komen aku kasih biasnya masing-masing🙂;-)

15 thoughts on “Sweet Memory

  1. ya walau endingnya bukwn hyohyuk tapi seru kok
    hyohyuk ribut terus ya padahal udah jadi partner dance ya ampun ada-ada aja tapi hyo eonnie lucu orang minta maaf minta dibeliin cemilan dulu
    daebakk ffnya

  2. Kyaaaaaaaaaa walaupun aku hyohyuk shipper
    #tapii udah baca ff ne sungmin oppa kereen banget ya….
    hyomin daebakkkkk
    *kapan-kapan buat ff hyoyeon eonni lagi ya thor
    terserah sama sungmin juga ngga’pp#eh

  3. Hhhh…. Prjlnan.a lmyan jga ya…. Ksian jga klo jdi hyoyeon, blm jga ngsih tw kbar k’eunhyuk, pi dy udh dpet kbar yg bner” deh…. Sungmin kren, bsa nerima hyoyeon pa da.a, palgi hyemin… Stlh 5thn brusha, akhir.a hyoyeon nrima jga…. Ahhh… Pkok.a daebak!

  4. Bagus koq Thor!!Sad tp ga kena hati fell na ga dapet “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ :p tp Tetep semangat nulis ff ya?! Buat lg donk Hyohyuk happy ending🙂 di tunggu ya!!!

  5. Daebak …:)
    Sungmin baek banget … dia mau terima apa adanya hyoyeon🙂
    meskipun hyoyeon masih cinta sama Eunhyuk … tapi paling enggak setelah 5th hyoyeon mulai bisa nerima sungmin🙂
    thor ditunggu FF HyoHyuk lagi ya😀

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s