[FF Lomba] PART OF LOVE SONG part 1

PART OF LOVE SONG

 

Title                    : Part Of Love Song (1 of 2)

Author               : sonelf_zulfia

Type                   : Twoshoot

Rating                : PG-16

Genre                 : Romance, Friendship, Comedy

Main Cast          : Sunny SNSD, Sungmin Super Junior, Yoona SNSD

Other Cast         : Other member Super Junior, other member SNSD

 

Annyeong ! Ini FF Sunsun pertama yang saya buat. Mian kalau msih banyak kekurangan. Silahkan dibaca semoga kalian menyukainya .. Please, kritik dan saran. gomawo. ^n^

Author POV

“ Kyaaa .. kembalikan padaku lee sungmin ! “ bentak Sunny pada Sungmin yang tiba-tiba datang merebut es krim coklat yang berada dalam genggaman Sunny.

Tangan Sungmin menghalang-halangi Sunny yang berusaha merebut kembali es krim coklatnya. Sungmin tidak memperdulikan tingkah Sunny yang mulai menepuk-nepuk bahu Sungmin kesal. Sungmin malah berlari menjauhi Sunny dan menjilat es krim hasil curiannya dengan nikmat. Sunny sangat marah melihat tingkah laku sungmin yang menyebalkan.

Sungmin meledek Sunny dengan menjulurkan lidahnya pada Sunny. Sunny memuncak. “Gomawo es krimnya Sunny !” ucap Sungmin dari kejauhan lalu berbalik badan untuk meninggalkan Sunny.

Sunny yang tidak terima dengan perlakuan Sungmin, dengan segera melepas sepatu kanannya dan melemparkan pada Sungmin. “Bukk “ tepat mengenai kepala Sungmin.

“Yes!” teriak Sunny lalu tertawa geli melihat Sungmin memegangi kepalanya kesakitan. Sungmin membalikkan badan ke arah Sunny setelah menerima hantaman sepatu Sunny. Sungmin menatap Sunny penuh dengan amarah. Dia memanyunkan bibirnya. Bukannya terlihat sangar, tapi malah terlihat lucu.  Dari kejauhan Sunny tertawa geli sambil mengepalkan salah satu tangannya tanda kemenangan.

****

Begitulah Sungmin dan Sunny. Sahabat dari kecil yang selalu bersama dari SD hingga mereka jadi mahasiswa sekarang ini. Mereka menghabiskan waktu dalam hari-harinya dengan bercanda satu sama lain, saling menjahili, bertengkar dalam hal kecil, namun juga saling berbagi dalam keadaan senang maupun susah.

Teman-teman Sunny dan Sungmin kadang aneh melihat mereka berdua yang mudah bertengkar, namun dengan cepatnya tertawa bersama kembali. Namun justru banyak yang iri karena mereka begitu dekat. Kadang Sunny sempat berpikir bahwa dia bosan dengan Sungmin. Namun kebosanannya itu tak kan bertahan lama karena Sunny tidak bisa lama memendam segala masalahnya tanpa bercerita pada Sungmin.

Sungmin POV

Aku berjalan santai menyusuri kampus bersama kyuhyun, Donghae, dan Eunhyuk. Kami berempat selalu menjadi sorotan para yeoja kampus ketika kami berjalan. Entahlah. Mungkin karena kami berempat tampan dan  keren sehingga banyak mata yang mengikuti kami.

Saat melewati taman kecil yang ada di kampus, aku melihat dari belakang Sunny sedang sendirian disana. Dia sedang duduk sambil memainkan gitar disamping kolam ikan yang berada di dekat pohon rindang. Tempat itu adalah tempat favorit Sunny. Biasanya dia duduk bersama Tiffany dan hyoyeon. Aku pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga. Mereka terlihat kesal namun mereka pasti paham jika aku ingin menemui Sunny.

“ Kau ada lagu baru ? “ kataku tiba-tiba sambil melepas headphone yang menutup telinga Sunny. Dia kaget dengan kedatanganku lalu dengan kesal merebut kembali headphonenya.

“ Waeyo ? kau selalu merusak momenku. Aku sedang membuat lagu. Karena kau datang, semua jadi buyar. “ sesal Sunny aegyo. Aku tahu aku telah membuatnya kesal karena mengganggu hobi main gitar nya.

“ Baiklah, aku minta maaf. Kau jangan ngambek seperti itu. “ kataku sambil mengacak rambutnya. Dia malah menggeser tubuhnya menjauh beberapa senti dariku.

“ Kau ini masih sering ngambek seperti anak kecil saja. Pantas, tidak ada namja yang mau mendekatimu. “ godaku sambil menertawakannya.

“ Apa kau bilang ? Kau pikir ada yeoja yang mau mendekatimu juga. Dasar tengil, sok ganteng, sok imut, namja males, jarang mandi. “ Kata Sunny mengeraskan suaranya sehingga membuat banyak yeoja yang lewat jadi melihat ke arahku.

Aku membungkam mulutnya dengan tanganku. Sunny meronta berusaha melepaskan bekapan mulutnya dari tanganku. Para yeoja yang melihat kami berdua dengan aneh, langsung kuberi senyuman tanda bahwa tidak terjadi apa-apa.

“ Aaa .. “ teriakku melepaskan dengan cepat tangan yang membekap mulut Sunny. Dia menggigitku. “ Makannya kau jangan macam macam dengan Lee sunkyu. Arasseo? “ kata Sunny diiringi senyum mengembang yang membuat matanya semakin sipit.

“ Ya sudah. Kalau begitu ajari aku lagu baru mu itu .. “ ucapku lalu meminta gitar Sunny. Sunny akhirnya tersenyum kembali sambil mengajariku beberapa nada baru.

****

Author POV

“ Huaah .. “ Sunny menguap karena merasa bosan dengan dosen yang mengajar dihadapannya sekarang. Dosen itu benar-benar membosankan dan membuat Sunny ingin pergi keluar. Menghirup udara di luar sana atau main PSP pasti lebih menyenangkan, batin Sunny.

Sunny menengok ke arah Tiffany dan Hyoyeon. Sunny berbisik pelan sambil menunjuk arah luar ruangan. Sunny ingin mengajak mereka berdua keluar ruangan. Tapi Tiffany dan hyoyeon kompak menggelengkan kepala. Sunny menghela napas panjang, kesal karena mereka berdua tidak mau diajak kabur dari jam kuliah.

Tiba-tiba hp Sunny bergetar. Sunny membuka sms yang baru masuk di hpnya yang ternyata dari Sungmin.

Kau mengantuk kan ? Jangan kau paksakan untuk mendengarkan Dosen mu yang membosankan itu. Ayo kita keluar, aku akan mentraktirmu makan es krim kesukaanmu.

Senyum Sunny mengembang ketika membaca sms dari Sungmin. Sungmin memang pintar membaca pikiranku, gumam Sunny.

“ Lee Sunkyu!! “ teriak Dosen itu pada Sunny yang tengah asik dengan hpnya. Sunny tersentak kaget.

“ Jika kau tidak serius mengikuti mata kuliahku, lebih baik kau keluar. “ suruh Dosen itu yang merasa tidak dihargai oleh Sunny. Sunny menunduk lesu sambil berjalan pelan menuju pintu keluar. Sunny terlihat menyesal telah diusir dari kelas Dosen yang dianggap membosankan itu.

Sunny POV

Yaaa .. Akhirnya aku bebas. “Yes, yes “ Aku tertawa tawa sendiri setelah keluar dari kelas itu. Aku sangat lega karena aku tidak perlu sibuk mencari alasan agar aku bisa keluar. Dengan sendirinya Ahjussi itu yang akhirnya membuatku bebas. Betapa senangnya aku.

Ketika aku menunjukkan bagaimana nada Ahjussi itu saat mengusirku, Sungmin tertawa kecil mendengarnya. Kami berdua berjalan menyusuri koridor kampus. Aku mau menagih janji Sungmin yang akan mentraktirku es krim.

“ Kenapa kau mengajakku keluar, bukan Kyuhyun ? “ tanyaku sambil terus berjalan pelan disamping Sungmin.

“ Dia berduaan di kantin bersama Seohyun. Ketika aku menghampirinya, dia malah mengusirku. Aah, menyebalkan. “ kata Sungmin cemberut.

“ Bagaimana dengan Donghae dan Eunhyuk ? “ tanyaku lagi padanya.

“ Donghae tidak mau diganggu. Dia sedang menyiapkan kado spesial untuk ulang tahun Jessica besok. Kalau Eunhyuk, dia ada kelas dance siang ini. Makanya aku mengajakmu keluar, lagipula kau kan lebih asik dibandingkan mereka bertiga. “ kata Sungmin tersenyum padaku.

“ Kau ini … “ belum selesai aku mengucap,

“ Brakk ! “

Sungmin yang berada disampingku, menabrak dengan keras seorang yeoja. Kami terlalu asik mengobrol sehingga membuat Sungmin tidak memperhatikan jalan dan menabraknya. Sepertinya aku baru melihat yeoja itu sekali di kampus ini.

Tabrakan itu membuat tas yeoja tersebut jatuh. Beberapa buku dan kertas yang berada dalam tas warna merahnya jatuh berhamburan. Ku lihat Sungmin berhenti berkedip untuk menatap Yeoja itu beberapa saat. Yeoja yang tidak mengetahui sedang diperhatikan Sungmin, terlihat kesal dan menundukkan badan untuk mengambil beberapa bukunya. Dengan cekatan Sungmin melakukan hal yang sama. Dia membantu Yeoja itu merapikan buku dan kertasnya yang berhamburan.

“ Mian, aku tidak memperhatikan jalan. “ Ujar Sungmin sambil sesekali melirik yeoja itu. Aku hanya berdiri disamping mereka berdua yang sedang mengambili buku-bukunya. Kenapa kau lama sekali Lee Sungmin, gerutuku dalam hati.

“ Ah, gwenchana. “ jawab Yeoja itu lalu berdiri karena telah selesai mengumpulkan buku-buku yang tadinya berserakan. Dia sempat melirikku sinis lalu dengan sedikit tergesa pergi meninggalkan aku dan Sungmin. Sungmin seperti ingin memanggil kembali yeoja itu namun yeoja itu sudah keburu jauh.

“ Ayolah, Sungmin. Aku sudah tidak sabar ingin makan es krim .. “ rengek ku pada Sungmin sambil menggelayuti tangannya. Pandangannya masih tertuju pada Yeoja itu yang kian menjauh. Akhirnya ku tarik paksa lengannya dan kugandeng pergi.

Sungmin POV

“ Cantik sekali yeoja itu. Baru sekali aku melihatnya di kampus. “ Pikirku dalam hati. Pikiranku masih terpusat pada kejadian tadi siang. Menabrak seorang yeoja cantik dan manis. Tiba-tiba lamunanku buyar ketika Sunny mencoba menyuapi ku sesendok es krim coklat. Perlahan aku memajukan wajahku agar lebih dekat dengan sendok Sunny. Saat ku buka mulut ingin melahapnya, dia menarik  cepat sendoknya dan memakannya sendiri. Aah, dasar Sunny.

“ Salah sendiri kau melamun. “ kata Sunny singkat lalu menyuapkan es krimnya lagi ke mulutnya.

****

Aku mengelap peluhku sehabis bermain basket bersama Kyuhyun, Donghae, dan Eunhyuk. Kita berempat duduk sambil meluruskan kaki di lapangan basket kampus. Donghae sedang meneguk minuman dingin yang diberikan beberapa yeoja yang baik hati. Kami sudah terbiasa dengan teriakan yeoja yang melihat kami bermain basket. Juga beberapa minuman yang diberikan khusus untuk kami.

Namun kali ini ada yang berbeda. Biasanya suasana kampus ramai dengan aktivitas para mahasiswa yang lalu lalang. Aku memperhatikan dari kejauhan, yeoja yang kemarin aku tabrak membuat para mahasiswa berhenti sejenak dari aktivitasnya untuk sekedar melihat yeoja itu lewat. Yeoja manis itu lewat di depan mereka dengan senyum menawannya. Dia terlihat seperti bidadari jatuh dari langit. Aku memandangnya tanpa berkedip sampai Kyuhyun menepukkan tangannya dihadapan wajahku.

“ Aku tahu dia cantik, sampai membuat seorang Sungmin menganga. “ Celetuk Kyuhyun yang disambut tawa oleh Eunhyuk dan Donghae. Ku jitak kepala Kyuhyun yang membuat ku salah tingkah.

“ Bagaimana kalau aku yang dekati dia ? “ ucap Eunhyuk yang berusaha merapikan rambutnya. Dia mulai menjabrikkan rambutnya ke atas.

“ Pasti dia akan kabur. Hyoyeon saja sampai sekarang tidak mau balikan lagi denganmu, hyukjae. “ kata Kyuhyun sekali lagi sambil merangkulkan tangannya di lengan Eunhyuk. Eunhyuk yang tidak terima dengan Kyuhyun dengan segera membuang tangan Kyuhyun yang sebelumnya menyentuh lehernya.

“ Secantik apapun anak baru itu, tetaplah Jessica yang paling cantik di hatiku. “ ujar Donghae sambil tersenyum manis. Dia langsung disambut dengan tangan Eunhyuk dan Kyuhyun yang mengacak-ngacak rambut Donghae secara bersamaan.

“ Aku yang akan mendapatkannya. Lihat saja … “ kataku yakin.

“ Ha? Bagaimana dengan Sunny ? “ Tanya Donghae.

“ Berapa kali aku bilang. Aku dan Sunny itu sahabat dari kecil. Kalian harus tahu, sepertinya aku jatuh cinta saat pertama kali aku bertabrakan dengannya. “ kataku yang membuat mereka berempat kompak mencibirku.

Sunny POV

“ Sunny-ah tunggu !” teriak suara dari kejauhan yang tak asing lagi bagiku.

“ Wae ? “ tanyaku singkat pada Sungmin yang masih ngos ngosan karena mengejarku.

Setelah berhasil mengatur nafasnya, dia menatapku sumringah. Matanya terlihat berbinar-binar. Rautnya menggambarkan bahwa dia sangat senang hari ini.

“ Apa yang membuatmu senang hari ini ? Apa kau dikejar kejar yeoja yang mengaku sebagai fansmu ? “ kataku menebak. Sungmin menggelengkan kepalanya.

“ Kau dapat PSP baru ? mana aku pinjam. “ tebak ku sekali lagi sambil mengadahkan tangan agar dia mau mengeluarkan PSP barunya. Sungmin lagi-lagi menggeleng. Senyum nya masih tidak berubah.

“ Lalu kau kenapa ? “ tanyaku untuk yang terakhir kalinya karena aku sudah malas untuk menebak lagi.

“ Hmmm. Aku baru saja berkenalan dengan yeoja yang ku tabrak kemarin. Kau tahu dia kan ? Namanya Yoona. Im Yoona. “ katanya dengan penuh semangat sambil meremas kedua pundakku.

“ Ooh. “ ucap ku singkat pada Sungmin. Wajah Sungmin jadi berubah layu mendengar jawaban sederhana dariku.

“ Cuma itu saja ? “ kata Sungmin sambil mencubit hidungku gemas.

“ Aah, lepaskan. “ ujarku yang membuat Sungmin melepaskan cubitannya. “ Lalu aku harus bilang apa lagi ? Apa aku harus bilang kalau dia tidak cocok untukmu karena dia begitu sombong ? “ kataku tiba-tiba seperti mengecam seseorang.

“ Awalnya aku juga berpikir begitu. Tapi setelah aku mengenalnya, dia tidak sombong seperti yang ku kira. Dia ramah dan cantik. “ puji Sungmin tentang Yoona. Entah mengapa aku malas mendengarkan Sungmin memuji yeoja yang bernama Yoona itu.

“ Terserah lah. “ jawabku malas lalu pamit pergi karena aku akan ada kelas beberapa menit lagi.

Author POV

Sungmin menunjukkan kedekatan dengan Yoona beberapa hari ini. Seluruh namja dan yeoja kampus heboh dibuatnya. Hal itu juga yang mendorong Sungmin sering bercerita mengenai Yoona kepada Sunny.

Jika Sungmin sudah bercerita mengenai Yoona, Sunny mulai menutup telinganya menggunakan headphone agar tidak mendengar celotehan Sungmin. Sunny sangat malas jika Sungmin sudah mulai menceritakan kelebihan Yoona.

“ Kau tidak senang mendengarkanku ? “ tanya Sungmin pada Sunny. Sunny tidak menjawab, ia malah asik memanggut manggutkan kepalanya sambil sesekali memejamkan matanya. Dia terlihat menikmati musik nya dan menghiraukan Sungmin.

“ Ahh, kau tidak asik Sunny. “ kata Sungmin. Dia pergi, kecewa karena Sunny mengacuhkannya.

 

 

Sunny POV

Aku berjalan menyusuri kampus bersama Tiffany. Mataku tidak bisa berbohong, sembari aku berjalan mataku mencari sosok menyebalkan itu. Semenjak aku mengacuhkannya beberapa hari lalu, dia belum menyapaku lagi.

“ Kau mencari Sungmin ? “ Tanya Tiffany yang membuatku kaget. “ Ani, “ jawabku pelan.

“ Dia sepertinya sedang asik mengobrol dengan Yoona. “ tunjuk Tiffany ke arah kolam ikan. Sepertinya dia tahu jika aku berbohong.

Aku terkejut melihat mereka berdua duduk di bangku dekat kolam ikan yang biasa ku duduki saat sendirian. Itu kan tempat favoritku. Mengapa Sungmin berani mengajak mahasiswi baru itu duduk disana. Sok akrab sekali. Tiba-tiba aku kesal dan menggumam sendiri. Tiffany yang melihatku hanya tersenyum kecil. “ Aku ingin menghampirinya, kau tunggu sini, “ perintahku pada Tiffany. Tiffany mengerlingkan matanya dan mengangkat jari tangannya, ok.

Mereka terlihat begitu akrab, ketika aku sudah dekat dengan bangku mereka. Mengapa ada perasaan tidak suka ketika aku melihat mereka berdua. Tapi Yoona benar-benar gadis yang sempurna. Bagaimana Sungmin tidak menyukainya.

Aku menepis semua pikiranku. Tiba-tiba aku mempunyai niat untuk lewat didepan bangku Sungmin dan Yoona. Akhirnya kuberanikan diri berjalan tegap melintas di mana Yoona dan Sungmin duduk. Aku berjalan biasa berharap Sungmin menyapaku.

“ Sunny-ah ! “ Akhirnya dia melihatku dan memanggilku. Aku menengok ke arahnya dengan mantab. Aku heran melihatnya senyum senyum sendiri dengan Yoona. Memangnya apa ada yang salah denganku.

“ Topimu baru ya ? “ tanya Sungmin padaku. Dia berusaha menahan tawanya.

“ Ne, apa ada yang lucu ? ” tanyaku balik pada Sungmin sambil memegang topiku. Aku merasa aneh.

Tiba-tiba Yoona menyela dengan tawa yang ditahannya, “Kau pasti lupa melepas gantungan harganya.“ Astaga! Dengan cepat ku lepas topiku dan melihatnya. Ah sial, gantungan harganya masih terpasang. Bagaimana mungkin aku lupa melepasnya. Mereka berdua langsung tertawa cekikan. Aku menatap mereka dengan tatapan marah. Kini aku malu dan kesal. Aku kesal Sungmin menertawakanku di depan Yoona. Segera aku pergi meninggalkan mereka yang menahan perutnya sakit. Tertawalah sepuasmu, ujarku kesal.

 

Sungmin POV

Aku berjalan sendirian di lapangan parkir setelah keluar dari mobil. Aku berniat mencari Kyuhyun. Dari arah berlawanan, Sunny juga tengah berjalan sendirian. Aku berniat menyapanya namun dia hanya diam dan berlalu begitu saja. Aku heran melihat sikap Sunny. Apa dia masih marah gara-gara aku menertawakannya kemarin. Dia tidak pernah marah seserius ini padaku.

“ Oppa. “ teriak Yoona mengagetkanku. Aku hanya melempar senyum pada Yoona.

“ Nanti sore kita keluar ya ? “ ajak Yoona padaku. “ Sepertinya aku ada janji dengan Kyuhyun. “ kataku berusaha menolak dengan halus ajakannya.

“ Ayolah .. Aku sedang tidak sibuk. “ kata Yoona dengan raut wajah penuh mohon. “ Ne, baiklah “ jawabku pasrah yang langsung disambut gembira oleh Yoona.

Sunny POV

Aku benar-benar suntuk berada di kamar ini. Aku mulai mengingat Sungmin. Biasanya dia main ke rumahku dan mengajak main gitar atau tanding main PSP. Tapi sekarang? Bertemu di kampus saja jarang, apalagi ke rumah. Pasti waktunya banyak dihabiskan bersama  Im Yoona. Aku mulai rindu saat-saat itu. Membolos bersama Sungmin, makan es krim bersama, dan saat saat dimana dia menjahiliku.

Beberapa waktu lalu ketika aku benar-benar lapar saat jam pelajaran di kampus, aku mengirim sms pada Sungmin untuk menemaniku makan di kantin. Aku ingin membolos dari kelas. Namun aku mendadak sebal setelah membaca balasan smsnya.

Mian Sunny, aku sekarang sedang bersama Yoona.  ^^

Huh. Jika mengingat nya lagi, ingin ku melempari Sungmin dengan beribu-ribu sepatu. Demi yeoja sombong itu saja dia berani mencuekkan aku. Sekarang aku berlaga tidak peduli padanya. Biar dia tahu rasa.

Akhirnya aku putuskan untuk jalan-jalan sendiri di sebuah pusat perbelanjaan. Aku melihat lihat beberapa assesoris lucu. Tapi aku merasa semua yang aku lihat jadi tidak menarik. Aku mengambil nafas panjang. Aku masih saja merasa suntuk. Aha. Bagaimana jika aku membeli es krim saja.

Ketika aku ingin membayar di kasir, mataku tertuju kepada yeoja dan namja yang baru masuk ke dalam restoran. Aku sangat mengenalnya. Restorannya berada di seberang jalan kedai es krim ini dan hanya terhalang oleh kaca yang bening sehingga aku bisa melihatnya dengan jelas. Mereka duduk di kursi pinggir menghadap ke jalan. Aku bisa melihat raut wajah Sungmin begitu senang ketika berada didekat Yoona.

Aku tak tahu mengapa hatiku begitu sesak melihat mereka berdua. Aku berusaha mengendalikan perasaanku. Aku tak tahu mengapa ini terjadi padaku. Tidak mungkin perasaan ini yang dinamakan cemburu. Tapi hatiku berkata lain. Ya, hatiku sedih.

Mataku mulai berkaca-kaca ketika ku lihat Sungmin mengusapkan tangannya pada pipi Yoona. Katakan kalau kau tak cemburu melihatnya, Sunny.

Tes. Air mata ku jatuh. Buru-buru ku hapus air mataku sebelum ada orang yang melihatku menitikkan air mata. Aku segera membayar ke kasir dan meninggalkan tempat ini.

****

                                To Be Continue …

2 thoughts on “[FF Lomba] PART OF LOVE SONG part 1

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s