[FF Lomba] PART OF LOVE SONG part 2

PART OF LOVE SONG

Title                    : Part Of Love Song (2 of 2)

Author               : Zulfia_sonelf

Type                   : Twoshoot

Rating                : PG-16

Genre                 : Romance, Friendship, Comedy

Main Cast          : Sunny SNSD, Sungmin SuJu, Yoona SNSD

Other Cast         : Other member Super Junior, other member SNSD

 

Author POV

Sunny pergi dari kedai es krim itu dengan perasaan campur aduk. Sunny bingung dengan perasaannya sendiri. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah Tiffany.

“ Ini yang namanya patah hati Sunny. “ Tiffany membuka suara setelah Sunny menceritakan kejadian yang dialaminya tadi. Sunny hanya diam saja sambil melihat tisu yang dibawanya. Wajahnya begitu sedih.

“ Tidak salah lagi, kau mencintainya. “ sambung Tiffany.

“ Tidak mungkin. Aku mengenalnya sebagai sahabat. Dulu, jika Sungmin bersama yeoja lain aku tidak begini. Tapi sekarang aku tidak tahu mengapa tiba-tiba aku menangis. Ottokhe ..“ jawab Sunny.

“ Kau dengar aku, adakalanya cinta itu muncul dari persahabatan. Selama ini memang kau belum menyadarinya, tapi setelah melihat Sungmin bersama yeoja lain kau sakit hati kan. Kau tidak bisa membohongi dirimu sendiri. Kau bahagia jika berada di dekat Sungmin, kau juga bahagia jika Sungmin menjahilimu. Namun sekarang kau sedih karena perhatiannya berganti pada yeoja lain. Kau cemburu Sunny .. “ kata Tiffany serius. Sunny menundukkan kepalanya, mencoba mencerna perkataan Tiffany.

“Aku harus melupakan perasaanku. Aku dan Sungmin hanya sahabat. Aku tahu Sungmin menyukai Yoona.“ balas Sunny lirih.

“Kau tidak tahu perasaan Sungmin. Sungmin tidak pernah bilang begitu kan padamu?” Tiffany membela.

“Sudahlah Tiffany. Gomawo sudah mau mendengarkan aku.“ Ujar Sunny bangkit dari kasur Tiffany dan pergi dari kamarnya.

“Aku kasihan melihatmu begini Sunny. Suatu saat nanti kau pasti menemukan cintamu.” Ucapku lirih yang tidak mungkin didengar Sunny yang sudah meninggalkan rumahku.

Sungmin POV

“Apa kalian lihat Sunny?“ tanyaku tiba-tiba pada gerombolan teman-temanku. “Kenapa kau tidak tanya saja pada teman temannya?“ jawab Eunhyuk enteng.

“Yang benar saja. Kalau mereka tahu dimana Sunny, pasti sekarang aku sudah bersama dia. Dasar babo!“ kataku kesal pada Eunhyuk. “Lagipula kau ini, bukannya biasanya kau mencari Yoona.” Ledek Donghae padaku. Padahal aku sedang tidak ingin membicarakan Yoona.

“Sunny pasti akan senang jika tahu kalau aku membawa ini.” Kataku sambil mengeluarkan CD game terbaru dari dalam tasku.

“Omoo. Ini keren sekali!” ujar Kyuhyun bersemangat mengamati CD game yang berada di tanganku. Raut wajahnya ketika melihat CD ini seperti orang yang menemukan tambang emas saja pikirku.

“Aah, dia.” Teriakku dengan gembira karena aku menemukan sosok Sunny sedang berjalan menuju tempat favoritnya. Aku hapal dengan jaket yang dipakainya. “Ayo kita tanding!” ajak Kyuhyun ingin merebut CD yang kubawa. Aku semakin menggenggam erat CD game ini.

“Mian. Lain kali saja.” Kataku pada Kyuhyun. Aku melambaikan tanganku pada mereka dan beranjak menghampiri Sunny.

****

“Hai Sunny!” sapaku langsung duduk disebelah Sunny. Kami duduk di bangku yang menghadap kolam ikan. Sunny hanya tersenyum dan menengok sebentar ke arahku lalu kembali ke pandangannya semula. Aku merasa sangat lega ketika melihat wajah imut ini. Ternyata jika ku perhatikan, Sunny itu juga sangat cantik. Kenapa baru terpikirkan sekarang. Aah, sudahlah.

“Coba tebak apa yang yang ku bawa!” ucapku bersemangat sambil menyembunyikan benda yang sedari tadi aku bawa. “Memangnya apa?” tanyanya singkat.

“Ayolah tebak.” Balasku sambil menunggu ia menjawab. “hmm. Es krim?” jawabnya setengah hati.

“Salah. Ternyata yang ada di otak mu ini hanya makanan. Aku punya ini!” kataku tersenyum lebar sambil menunjukkan CD game pada Sunny. Aku berharap Sunny senang melihatnya.

“CD game terbaru ya?” ucapnya biasa. “Kenapa kau ini? Tidak bersemangat sekali.” Kataku kecewa mendengar tanggapannya yang biasa saja.

“Aku hanya tidak enak badan.” Jawabnya lagi. Aku dengan cepat meresponnya dengan menempelkan punggung telapak tanganku ke jidatnya. “Tidak panas.” ucapku heran.

“Memangnya badanku harus panas kalau aku bilang tidak enak badan?” ujarnya sedikit meninggikan suara.

“Baiklah. Eh, bagaimana kalau nanti sore aku ke rumahmu. Kita tanding!” ajakku padanya. Sunny dengan cepat menjawab, “Aku ada janji dengan Tiffany dan Hyoyeon. Mian Sungmin.” Lagi-lagi aku kecewa dengannya. Mengapa dia seperti menghindariku. Setelah dia mengucapkan kalimat itu dia langsung berdiri. Dia pamit padaku untuk mengikuti mata kuliahnya.

Sunny POV

Aku merebahkan badan ke tempat tidur. Biasanya Sungmin sering main ke rumahku sekadar untuk ngobrol, main gitar, ataupun main PS bersama. Namun sekarang, bertemu di kampus saja jarang apalagi bermain bersama.

Ayolah Sunny, kenapa kau menghindarinya. Gerutuku kesal. Bukannya kau rindu saat saat bermain PS dengannya. Tiba-tiba aku menyesal telah menolak ajakannya tadi. Namun di lain sisi aku berpikir jika aku semakin dekat dengan Sungmin, aku akan semakin sulit melupakan perasaanku. Aah. Aku lalu membenamkan kepalaku ke dalam bantal.

Pikiranku tiba-tiba terganggu akibat ketukan pintu rumah dari seseorang di luar sana. Aku segera mengikat rambut dan berjalan dengan malas menuju ruang tamu.

“Sungmin?” kataku terkejut melihat Sungmin sudah berdiri di hadapanku ketika kubukakan pintu rumah. Entah hatiku bahagia sekali melihatnya sekarang.

“Ambilah ini.” Katanya dengan menjulurkan boneka semangka besar padaku. Dia tahu, aku suka semangka. Aku mengambilnya dan mendekapnya dalam pelukanku. “Gomawo Sungmin.” Ucapku lirih.

Sungmin langsung menjitak kepalaku, “Kau berbohong padaku. Katanya kau ada janji, tapi kenapa kau membukakan pintu untukku.”  Ujarnya tidak terima.

“Hyoyeon tiba-tiba ada acara dengan eommanya. Sedangkan Tiffany harus menjaga adik sepupunya. Kita tidak jadi pergi.” Kataku mencari alasan.

“Derooseyo,” ujarku yang mempersilahkan Sungmin masuk.

“Rumahmu sepi. Kemana appa dan eommamu?” Tanya Sungmin setelah duduk di sofa ruang tamuku.

“Appa dan eomma sedang berkunjung di rumah pamanku, aku tak tahu ada acara apa.” Kataku jujur pada Sungmin.

“Mana CD game nya? Ayo kita tanding!” Ajakku penuh semangat. Sungmin menatapku heran.

“Tidak ku bawa. Ku pikir kau tidak ada di rumah, jadi aku tidak membawanya.” Ucap Sungmin santai. “Dasar babo. Padahal aku ingin bermain bersamamu.” Ujarku kesal. Apa yang aku bilang barusan. Sial. Aku keceplosan. Seketika jantungku berdebar kencang.

“Jinjja? Bukannya tadi pagi kau tidak bersemangat. Kenapa sekarang kau bilang ingin bermain PS bersamaku?” goda Sungmin padaku. Dia tertawa kecil melihat aku salah tingkah.

“Biar ku ambil gitar.” Ujarku mengalihkan pembicaraan lalu masuk ke dalam kamar.

Aku menghela nafas panjang. Aku harus bisa mengendalikan perasaan. Jangan biarkan dia melihat mukaku yang memerah. Baiklah. Aku dan dia hanya sahabat. Sahabat biasa.

“Lagu baru ku sudah selesai. Kau mau dengar?” tawarku pada Sungmin setelah aku mengambil gitar dan duduk di sampingnya. Dia mulai menggeser letak duduknya lebih mendekat padaku. “Ne,”

Aku membetulkan gitarku agar nyaman dalam pangkuanku. Aku menoleh sebentar kearahnya. Mata kami saling bertemu, karena dia ternyata juga menatapku. Aah, mengapa suasana jadi kaku seperti ini.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku sambil menepuk bahunya lalu tertawa agar suasana menjadi cair. “Ayolah, nyanyikan.” Kata Sungmin yang juga sedikit tertawa. “Baiklah .. ” kataku menurutinya.

Aku mulai memetik gitar perlahan. Memainkan nada nada lembut berirama pelan. Sungmin terlihat serius mendengarkan suara alunan gitarku.

Bomnal gateun misoe ..

On sesangi hwanhaejyeoyo ..

Nal dasi tto kkumkkuge haeyo ..

Ketika aku menyanyikan lagu ini, aku mulai teringat dengan perasaanku. Aku tidak menyangka bisa jatuh cinta dengan sahabatku sendiri, Lee Sungmin yang kini berada di sampingku. Lagu ini benar benar ku hayati. Mata ku mulai berair. Aku harus sekuat tenaga menahannya agar tidak jatuh.

“Prok Prok Prok” suara tepuk tangan Sungmin ketika aku selesai memainkan laguku. Dia begitu tertegun mendengarkan aku bernyanyi. Aku tersenyum malu padanya.

“Daebakk Sunny. Apa judulnya?” tanyanya seperti tidak percaya.

“How great is your love. Bagaimana?” jawabku meminta pendapatnya. “Bagus. Aku suka sekali.” Sungmin tersenyum senang. Betapa senangnya melihat dia tersenyum seperti ini.

“Hmm. Sepertinya lagumu ini sangat cocok dengan perasaanku. Aku ingin tahu bagaimana respon Yoona jika aku menyanyikan lagu ini untuknya.” Kata Sungmin yang tiba-tiba memudarkan senyumanku seketika. Tubuhku kaku seperti orang yang terdampar di gurun es. Aku tidak menyangka dia akan mengatakan ini padaku. Kata-kata yang sungguh menyakitkan bagiku yang begitu mencintainya.

“Kau serius sekali? Aku hanya bercanda.” Ujarnya sedikit tertawa ketika melihat ekspresiku berubah.

“Jika kau benar menyukainya, nyatakanlah perasaanmu.” Kataku serius. Sungmin tersentak mendengar pernyataanku barusan.

“Tapi ..  “ katanya lirih. Dia kelihatan tidak yakin.

“Sepertinya Yoona juga menyukaimu. Cepat nyatakan atau kau akan menyesal Sungmin.” Ujarku sambil memegang salah satu bahunya. Ku berikan senyumku untuknya untuk membuatnya semangat. Senyum yang kupaksakan. Ku simpan rasa sakit ku ini dalam dalam. Aku tak mau Sungmin tahu jika aku terluka. Aku tahu jika Sungmin akan bahagia bersama Yoona.

“Tapi aku bingung ..” Ujar Sungmin mendesis.

“Kau bisa pakai lagu ini. Dia pasti suka.” Kataku menyemangati Sungmin. Aku berikan gitarku pada Sungmin. Dia mulai tersenyum penuh harapan dan membetulkan letak gitarnya agar pas dengan posisinya.

“Aku akan mengajarimu nada dan liriknya. Dengarkan baik baik. Hwaiting Sungmin!” kataku tersenyum. Sungmin menatapku lekat lekat. “Gomawo Sunny.” Katanya lembut sambil tersenyum. Senyum yang menghiasi ketampanannya.

****

Author POV

“Saengil Chukkae Hamnida, Sunny-ah!” ucap teman-teman kampus Sunny secara bersamaan. Mereka kompak meniup terompet serta membawa balon untuk Sunny. Sunny begitu terkejut melihat Tiffany juga membawa kue tart besar berlapis hiasan coklat yang nampak lezat. “Tiup lilinnya Sunny!” pinta Hyoyeon pada Sunny yang masih shock dengan surprise dari teman-temannya.

“Puuff.” Sunny meniup dan memadamkan lilin yang ada pada kue tart itu. Teman-temannya memberikan tepuk tangan dengan meriah sambil sesekali meniup terompetnya. Suara gaduh itu membuat yeoja dan namja kampus yang lewat ikut memberikan selamat pada Sunny. Sunny menyalami satu persatu tangan yeoja dan namja itu secara bergantian. Tapi setelah lama dinanti, Sunny tidak menemukan Sungmin. Padahal Sungmin sering menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Sunny.

“Bagaimana Sunny? Apa Sungmin jadi orang pertama lagi yang mengucapkan selamat padamu?” goda Seohyun padaku. Dia sangat tahu kedekatan kami lewat Kyuhyun.

“Ani. Dia belum mengucapkan.” Terangku apa adanya. Jujur, aku berharap Sungmin ada di tengah-tengah kami sekarang ini.

“Aigoo .. Sungmin! Sahabat macam apa dia.” Tiffany menggerutu kesal. “Hei. Memangnya dia sekarang ada dimana?” sambungnya lagi yang mengarah pada Kyuhyun, Donghae, dan Eunhyuk. Kyuhyun tersentak kaget karena semua pandangan mengarah padanya yang tertangkap mencolek krim kue tart Sunny dan memakannya.

“Kenapa semua memelototiku? Aku tadi sudah mencoba menghubungi Sungmin. Tapi nomernya tidak aktif.” Kata Kyuhyun polos sambil menjilat jarinya yang terdapat krim coklat. Seohyun yang menjadi yeojachingunya hanya tertawa kecil melihat tingkahnya.

“Pasti dia sedang bersama Im Yoona.” Jawab Eunhyuk yakin. Hyoyeon melihat ke arah Eunhyuk sinis. “Aah aku ingat, dia kemarin baru saja bilang padaku akan mengutarakan perasaannya pada Yoona.” Donghae menambahi. Sunny hanya diam saja dan mencoba tersenyum meskipun hatinya perih.

“Dasar Lee Sungmin! Awas kalau ketemu akan aku jadikan gulungan kertas.” Kata Tiffany menggebu.

“Sudahlah Fany.” Kata Sunny menenangkan Tiffany yang begitu marah karena Sungmin berani mengecewakan sahabatnya. Sunny berusaha merelakan Sungmin yang kini benar-benar melupakan hari ulang tahunnya.

****

Sungmin POV

Aku mengetuk pintu rumah Yoona. Seperti yang disarankan Sunny 2 hari lalu, aku akan menyatakan perasaanku menggunakan gitar yang ku bawa ini. Tiba-tiba ada perasaan yang mengganjal dalam hatiku. Entah itu karena apa. Tapi sekarang sungguh aku tidak merasakan jantung yang berdebar. Tidak seperti yang diceritakan Donghae dan Kyuhyun padaku, saat mereka ingin menyatakan cinta pada pasangannya sendiri Jessica dan Seohyun, mereka merasa jantungnya seperti mau copot. Tapi mengapa aku tidak merasakannya.

Bayangan Sunny terlintas dalam benakku. Mengapa aku jadi memikirkannya. Aku mengingat tatapan mata Sunny tempo hari. Sepertinya tatapan itu menggambarkan sesuatu. Aku jadi tidak fokus sekarang ini.

Pintu rumah Yoona dibuka, aku segera masuk. Setelah sedikit berbasa basi, rasanya berat ingin melakukan apa yang diajarkan Sunny dua hari lalu. Aku menarik nafas panjang. Aku akan mencobanya.

“Kau bawa gitar oppa?” Tanya Yoona menatap wajahku erat. “Ne, gitar ini akan membantuku menyanyikan sebuah lagu untukmu.” Jawabku ragu-ragu.

“Baiklah oppa. Aku akan dengar.” Yoona bersemangat. Aku mulai memetik senar gitar perlahan. Memainkan nada dan kemudian mulai bernyanyi persis seperti yang diajarkan Sunny kemarin.

Bomi oneun sori deullimyeon ..

Kkochi pin gil ttara georeoyo ..

Bi naerineun yeoreumi omyeon

Mujigaeman bomyeo georeoyo,

Tiba-tiba terlintas beberapa kenangan ku bersama Sunny. Aku teringat tawa Sunny yang begitu senang ketika membalas tingkah usilku. Makan es krim bersamanya, saling menjitak kepala, ekspresi marahnya yang imut, main PSP bersama. Aku bahagia jika mengingatnya. Dan itu tidak kudapatkan jika aku bersama Yoona.

Petikan suara gitar semakin membuat aku merinding. Ku hayati tiap bait lagu buatan Sunny ini. Isinya tentang perasaan cinta terhadap orang yang disukainya. Aku mulai merasakan. Lagu ini dibuat Sunny untuk …. Aku! Iya Aku. Kini aku yakin dan mengerti. Tatapan matanya saat itu. Dia mencintaiku. Betapa besar cintanya sehingga dia rela membiarkan aku menyanyikan lagu ini untuk Yoona. Kenapa aku begitu bodoh.

Gaeul jina gyeouri wado

Sone jeonhae jineun ongiro ttaseuhameuro

Hamkke georeogayo ooh …

How great is your love ..

Tubuhku terpaku menyanyikan kembali bait demi bait. Aku begitu menyesal. Aku telah melukai Sunny. Begitu juga perasaanku sendiri. Saat ini juga aku merasa orang yang paling bodoh di dunia. Aku begitu menyiakan orang yang ada didekatku. Aku tak menyadari bahwa sebenarnya aku juga mencintainya. Lagu ini bukan untuk Yoona. Rasaku pada Yoona hanya sebatas kekaguman. Kekaguman yang tidak akan bertahan lama.

Seketika juga aku menghentikan petikan gitarku. “Wae? Kenapa berhenti oppa?” Tanya Yoona heran melihatku berhenti bernyanyi. “Lagunya sangat romantis. Apa ini gambaran perasaan oppa kepadaku?” Tanya Yoona lagi.

“Bukan. Ini lagu Sunny untukku.” Jawabku tiba-tiba dan membuat Yoona shock. “Kau bicara apa oppa? Bukannya kau datang kesini untuk memintaku menjadi yeojachingumu?” Tanya Yoona penuh dengan rasa percaya diri.

“Aku salah. Bukan kau yang selama ini aku cari. Sunny lah sumber kebahagiaanku. Kini aku mengerti bahwa aku menyayanginya lebih dari sekedar sahabat.” Terangku pada Yoona. Aku mulai berdiri akan meninggalkan Yoona. “Oppa .. Padahal aku menginginkan tanggal 15 Mei ini sebagai tanggal jadian kita.” Kata Yoona mencegahku pergi.

Aku mulai mengingat tanggal yang disebutkan Yoona tadi. Astaga! Bagaimana aku bisa  lupa hari ini. Bahkan aku lupa hari ulang tahun Sunny. Sunny pasti sangat kecewa padaku.

Aku semakin ingin meninggalkan tempat ini dan menemui Sunny. Yeoja manis yang seharusnya padanyalah aku menyatakan perasaanku. Yoona menahan tanganku agar tidak pergi. Namun aku tahu apa yang harusnya aku lakukan sekarang. “Maafkan aku Yoona. Gomawo sudah membuatku tahu apa yang harus ku lakukan.” Kataku melepaskan tangannya yang mulai lemas. Aku beranjak pergi meninggalkannya.

****

Sunny POV

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Aku tak habis pikir mengapa Sungmin benar-benar lupa dengan hari ulang tahunku. Aku tak berharap banyak padanya. Jika dia memang sibuk, ucapan selamat dari kertas pun akan sangat berarti bagiku.

Aku begitu sedih jika memikirkan hari ini Sungmin bersama dengan Yoona. Atau mungkin dia sekarang sudah pacaran dengan Yoona sehingga dia lupa denganku. Baiklah jika itu memang membuatmu bahagia Lee Sungmin.

Suara ketukan pintu membuatku cepat-cepat menghapus air mataku yang sedari tadi menetes. Tiffany pasti mengajakku makan malam di luar. Aku akan menemuinya dan menolak ajakannya karena aku sedang tidak lapar.

Aku benar-benar tidak percaya jika ternyata orang yang mengetuk pintuku adalah LEE SUNGMIN! Mataku terpaku melihat Sungmin yang berlutut di hadapanku sambil membawa satu tangkai bunga mawar. Apa artinya ini. Mata Sungmin bening menatapku. Dia mengisyaratkanku untuk menerima bunga mawarnya. Akhirnya aku ambil bunga itu atas permintaannya. Aku begitu terkejut seorang Lee Sungmin melakukan ini padaku.

Tiba-tiba Sungmin berdiri dari posisinya. Dia dengan cepat menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa hangat berada dalam dadanya yang mengenakan sweeter tebal. Dia mendekapku erat. Namun aku heran mengapa Sungmin seperti ini. Aku berusaha melepaskan pelukannya namun dia tak mengijinkanku. “Biarkan seperti ini beberapa menit saja.” Katanya tidak mau melepaskanku.

“Saengil Chukkae Sunny. Jeongmal mianhae. Kau pantas menghukum aku yang lupa ulang tahunmu.” Katanya tetap tidak mengendurkan pelukannya. “Kau belum terlambat mengucapkannya Sungmin. Bukannya seharusnya kau bersama Yoona?” tanyaku masih menempel pada sweeternya. Kini Sungmin mulai melepaskan pelukannya.

“Kau ingin tahu jawabannya?” Tanya Sungmin menempelkan kedua telapak tangannya pada kedua pipiku. Sangat hangat. Aku mengangguk pada Sungmin.

“Baiklah kalau begitu ikut aku.” Katanya sambil mengeluarkan selembar kain penutup. Ia mulai menutupkannya pada kedua mataku. “Kau tidak sedang mengerjaiku kan?” tanyaku penuh curiga.

“Mana mungkin. Aku hanya akan menculikmu sebentar.” Katanya setelah berhasil menutup mataku dengan rapat. Aku hanya merasakan gelap sekarang. Dia menuntunku dan membukakan sebuah pintu untukku. Aku lalu duduk di dalam nya yang ternyata mobil Sungmin.

Setelah tidak beberapa lama, Sungmin menuntunku turun dari mobil. Masih dalam suasana gelap gulita, dia menuntunku ke suatu tempat. Jelas aku tidak mengetahui tempatnya.

“Sudah.” Kata Sungmin terdengar sangat dekat denganku. “Boleh aku buka?” tanyaku. “Aah, jangan dulu.” Ujar Sungmin. Tiba-tiba aku merasakan sakit pada pipi kiriku karena ada yang mencubitnya gemas. “Sungmin kau jangan bercanda.” Kataku sambil tertawa. “Baiklah, sekarang boleh kau buka.” Ujar Sungmin melepaskan genggaman tangannya dari pundakku.

Aku mulai melepaskan penutup mata ku perlahan. Perlahan ku merasakan silau ketika mataku terbuka sedikit. Aku benar-benar terpaku melihat pemandangan yang ada dihadapanku ketika penutup mataku terbuka seluruhnya. Beberapa barisan lampion indah yang membentuk tulisan I LOVE U. Lampion itu berada di dalam kegelapan sehingga menjadikannya benar-benar indah.

“Aku tak tahu apa arti semua ini Sungmin.” Kataku polos dan menghadap kepada Sungmin. Raut wajahku tak bisa dibohongi. Aku benar benar bahagia.

“Aku mencintaimu Sunny. Jeongmal neoreul saranghaeyo .. “ kata Sungmin lalu mengambil tangan kananku dan mengecupnya. Mataku berbinar. Aku melihat keseriusan Sungmin. Aku seperti berada dalam mimpi.

Aku melepaskan tangan Sungmin. “Aku tidak percaya semudah itu. Bukannya kau menyukai Yoona. Seharusnya kau sudah menyatakan cintamu lewat laguku?” tanyaku berbalik badan. Aku menghampiri lampion-lampion kecil itu.

“Lagumu yang membuatku tersadar akan perasaanmu Sunny. Lagu itu kau ciptakan untukku kan? Aku begitu tersentuh menyanyikannya. Itu yang membuat Yoona tidak ada artinya dibandingkan dengan kau. Perasaanku pada Yoona hanya sebatas mengaguminya. Dia tidak bisa membuatku seceria bersamamu jika berada didekatnya. Aku bahagia jika didekatmu. Kau tahu Sunny, aku begitu sedih jika kau menjauhiku aku. Sekarang aku tersadar. Yeoja terbaik ada didekatku selama ini. Yaitu kau.” Terang Sungmin panjang lebar dan memelukku hangat dari belakang. Dia melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.

“Nado Sungmin. Tetaplah jadi Sungmin yang ku kenal. Saranghaeyo.. ” Kataku mendongak ke arahnya. Jarak kami begitu dekat. Sungmin tersenyum dan semakin mendekatkan wajahnya padaku. “Kau belum pernah kan merasakan sikapku yang romantis seperti ini?” kata Sungmin kembali tersenyum.

“Kau ini bilang apa?” ujarku tertawa dan mengalihkan wajahku menjauh. Sungmin menggelitiki pinggangku dengan gemas. “Sungmin hentikan.” Kataku tertawa geli sambil menepuk tangan Sungmin yang masih menggelitiki.

Aku melepaskan pelukan Sungmin yang menggelitikiku. Aku berlari menjauh dari Sungmin. “Sungmin jelek.” Kataku meledeknya sambil menjulurkan lidahku padanya. Sungmin bersiap mengejarku. Aku kembali berlari menghindarinya yang berusaha mengejarku.

END

5 thoughts on “[FF Lomba] PART OF LOVE SONG part 2

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s