[SongFict] I’ll Waiting For You

Title :  I’ll Waiting For You // YoonHae

Author : WonAhHwang407

Main cast :

©       Im  YoonA

©       Lee Donghae

©       Jessica (etc)

Genre : Angst, Romance, Sad.

Rating : PG 13

Length : SongFict

_____________________________________________________________________



Annyeong^^

Naneun Lina imnida, tapi untuk nama author aku ~> WonAhHwang407 . aku author baru di sini, bangapseumnida chingudeul. Oo ya, aku 95 lines jadi kalo mau koment panggilnya eonni atau saeng aja ya ^^

FF ini terinspirasi dari lagu Seo eonni – I’ll Waiting For You, ini juga SongFict pertama saya, karena saya pingin nyoba buat hehehe.. jadi kalo ceritanya G.A.J.E mohon dimaafkan ya Kosong-Kosong #EmangLebaran wkwkwkw

Liriknya juga sedikit aku usahain biar jelas.. dan biar kalian gak terlalu bingung dengan ceritanya, soalnya ini SongFict jadi yah.. beginilah dimulai sesuai dengan lirik lagunya dan disesuaikan dengan liriknya. Sudut pandang FF ini menggunakan sudut pandang YoonA eonni aja. Semoga kalian gak terlalu bingung dan bosan.. soalnya FF ini percakapannya cuman 10 % dari isinya.. kebanykan isi hati Yoong unni aja.. oke dh, Happy reading ^^d

#INGET.. SUDUT PANDANGNNYA YOONA UNNI🙂

_____________________________________________________________________

Kau ada di depan penglihatanku, satu-satunya dalam hatiku

Kau ada di depan penglihatanku, satu-satunya yang selalu ku rindukan

 

Angin pagi ini bertiup pelan. Membawa embun pagi yang dingin berterbangan di udara, menerobos rongga dunia yang mulai terang. Kali ini aku terbangun lagi tanpa ada kau di sampingku. Hanya bantal guling bisu yang ada. Jam menunjukkan pukul 07.30 KST, sudah cukup pagi tapi kau sudah tak ada di sini.

Dengan cepat aku beranjak dari tidurku. Duduk sebentar di pinggir ranjang. Menatap ranjang yang kini kosong. Entah sampai kapan ini akan terjadi.  Ku lihat kau yang tersenyum lembut di sampingku dalam photo di atas meja di samping ranjang. Senyum indah dan begitu menyejukkan.  Namun.. senyum itu hilang jauh sekarang, meninggalkan kenangan bagiku.. hanya untukku.

)()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()(

“makan malam sudah siap, kau tak makan?” tanyaku lembut padamu yang tengah sibuk mengetik hal yang tak ku tahu apa di laptopmu  —–  Mungkin saja pekerjaanmu.

kau melihat tajam ke arahku.

“aku tak lapar, simpan dan makan saja sendiri” balasmu kemudian mematikan laptopnya lalu beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi di kamar, tempat kami berada sekarang.

Aku hanya mampu tersenyum, ini lebih baik daripada aku harus menangis atau merutuki diriku sendiri.

Bagaimanapun kau bersikap padaku, itu tidak akan membuatku putus dari anganku, karena hanya ada kau bagiku, hanya ada kau di depanku.. tak ada yang lain, aku mencintaimu.

)()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()(

Kali ini aku hanya bisa menunggu. Duduk di atas ayunan depan rumah, sembari menggerakkan kakiku untuk menggerakkan ayunan agar bergerak. Mataku terus melihat kea rah jalan sunyi depan rumah. Berharap ada cahaya dari mobilmu dan aku akan dengan senang hati menyapamu, meraih tas kantormu dan jasmu. Beberapa kali cahaya mobil terlihat namun saat mendekat mobil itu hanya melaju cepat meningglakan sunyi di belakangnya.

Malam semakin larut.. malam ke-7 dari kepergianmu saat itu. Seminggu tepat sudah.

Tahukah kau.. aku merindukanmu, bagaimana keadaanmu saat ini, cepatlah pulang.. aku sangat merindukanmu, bagaimanapun kau tetaplah orang yang selalu mengisi hati dan selalu terlihat dipandanganku.

_____________________________________________________________________

Aku tak bisa kau lihat,  Kata-kata ku tak mampu kau dengar?

Tapi aku tetap di sini, aku menunggu untukmu

Akhirnya seminggu lebih lamanya aku menunggu kau pulang dengan mata hitam yang selalu membuatku terpesona. Aku beranjak dari ayunan yang ku tempati. Baru saja aku akan mengambil tas dan jaketmu, kau telah melangkah cepat masuk ke dalam rumah, tak memperdulikan aku yang menghampirimu.

)()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()(

Hari ini aku berniat akan memberimu kejutan. Hari ini adalah hari ulang tahunmu 15 Oktober 2011, kau bertambah umur satu tahun. Dengan riang aku mendorong troli belanja ini. Mencari keperluan untuk memberimu kejutan dan merayakan ulang tahunmu.

“daging ini sepertinya enak, oppa” seru seorang gadis, memperlihatkan daging yang ia maksud pada pria di sampingnya. Tangan pria itu memeluk erat pinggang gadis itu.ia tersenyum, menganggukkan kepala pada gadis itu.

Aku hanya terdiam, mematung di tempatku. Persendian dan otot-ototku terasa lemas, ingin rasanya aku berlari dari tempat ini, tapi aku tak bisa. Hanya mampu melihat ke depanku. Gadis itu menoleh ke arahku, ia mengangkat alisnya dan terlihat heran.

“waeyo agashi? Apakah anda ingin membeli daging juga?” tanyanya. Pria disampingnya ikut melihat ke arahku. Aku dapat melihatnya melihat sekilas ke arahku kemudian melihat kembali pada daging yang ia perhatikan tadi.

“agashi, agashi..” panggil gadis itu.

“Oppa.. oppa” aku hanya mampu mengeluarkan kata itu.

“ne?” gadis itu mendelik.

“oppa.. waeyo? Oppa..”

Aku melepas peganganku pada troli itu. Melangkah menuju pria itu, dengan tangan gemetar aku aku menyentuh bahunya.

“oppa” aku memanggilnya.

“Sica-ah.. kajja” ia tak menghiraukanku dan memilih menarik tangan gadis itu.

Aku terdiam di tempatku. Ia semakin menjauh.. oppa tidakkah kau mendengar aku memanggilmu? Aku di depanmu oppa? Apa aku hanya sebuah bayangan yang terus di sekitarmu namun tak terlihat.. apa aku seperti orang bisu yang tak mampu kau dengar suaranya..

Oppa.. aku.. aku mencintaimu oppa.. Donghae oppa.

)()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()(

Lagi-lagi kau tak pulang. Hari ini kau berumur 25 tahun 2 hari, tapi aku belum mengucapkan selamat ulang tahun padamu.. belum sempat aku mengucapkannya kau memperlihatkan hal yang tak ku inginkan.

Mungkin aku sudah tahu lama kau tak menganggapku istrimu.. tapi, apa kau bisa mendengar hal yang ingin ku katakan ini oppa.. aku akan tetap menunggumu.. aku selalu menunggu untukmu.

_____________________________________________________________________

Bagiku hanya satu, yaitu kamu

Aku tersenyum meskipun itu menyakitkan

bahkan air mata mengalir saat aku tersenyum

 

hari ke – 3 di umurmu yang ke 25. Pintu rumah terdengar terbuka dengan cepat aku beranjak dari sofa yang ku duduki. Engkau sudah berdiri di depan pintu. Melihatku, aku tersenyum.. tapi .. kau hanya melihatku dengan diam. Tak ada satu pun reaksi dari wajahmu. Walau reaksi itu sebuah bentakan aku akan menerimanya, asal kau mau menganggapku ada.

Dari dulu.. bahkan sampai saat ini kau selalu yang pertama bagiku. Cinta pertama dan terakhirku. Tak peduli jika banyak yang ingin aku tidak bersamamu atau kau yang pergi dariku, aku akan selalu di sini.. selalu bagiku hanya oppa.. hanya mencintaimu.. bukankah kita ini satu dan nomor satu. Aku mencintaimu.. sangat mencintaimu…

mungkin karena aku seorang wanita sehingga mudah bagiku melupakan dan memaafkan kesalahanmu. Bahkan selama ini aku tetap terlihat baik, sangat baik, begitu baik.. penuh tawa dan senyum.

Menyapa temanku dengan senyuman, memberikan lelucon agar mereka tertawa atau pun tersenyum. Bukankah ini menunjukkan keadaan yang sangat membahagiakan? Ia kan? Hehe.. aku sangat baik dengan senyumku.. sangat, tapi apa kau tahu..

setiap aku bangun malam hari.. tak ada kau di sampingku. Tak ada kau di rumah.. tak ada kau.. aku tak mampu menahan mataku untuk menjatuhkan tangis yang selalu ku jaga, yang bahkan tak pernah ku keluarkan.. tapi.. karenamu.. tangis ini tumpah begitu saja, dan hampir setiap malam aku begitu. Menangisimu, meratapimu.. menginginkanmu.. kasihmu.. cintamu..

yahhh.. aku tersenyum dengan sakit dan tangis yang ku tahan, aku tak ingin menunjukkan kau membuatku bersedih.. orang yang bersama orang yang ia cintai adalah anugerah.. angugerah itu kebaikan lalu untuk apa aku menunjukkan aku tak bahagia bersamamu di depan teman-temanku, kau yang terbaik.. Lee Donghae.

_____________________________________________________________________

Aku berada dimana memori tentangmu tetap

Berapa lama aku harus menunggu sebelum kau melihatku

Tidak tahukah kau hatiku menangis

Kau belum juga kembali semenjak hari itu. 25 tahun 14 hari umurmu. Aku merasa sangat lama, padahal itu baru 14 hari dari hari itu. Apa aku akan sanggup jika itu akan berlangsung seminggu lagi..! Sebulan lagi..! atau dua bulan, tiga bulan.. apa aku sanggup?

Kau mendiamkanku dengan angan dan kenangan tentangmu. Lihatlah photo pernikahan yang terpajang di ruang keluarga ini. Senyum kita merekah, seolah membawa orang lain ikut tersenyum, bahkan teman-temanku mengatakan itu senyum natural, berasal dari hati terdalam, kita sangat indah bukan ?

Ku langkahkan kakiku menuju satu kamar kosong yang berada di samping kamar kita. Masih tertata rapi, masih dengan barang-barang yang kita beli dulu. Ada ranjang bayi, mainan bayi. Dan lihatlah lemari bayi itu, bukankah itu penuh dengan pakaian bayi. Aku mengingat kata-katamu

“kelak.. kamar ini akan penuh dengan tawa bayi mungil kita, penuh dengan tawa bahagia kita”

 

apakah kata itu masih berlaku? Masih kau ingat.. aku tidak tahu, aku merasa sesak mengingat itu, benar-benar sesak.. ingin sekali menangis untuk meringankannya. Tak dapat ku bendung lagi.. air mata itu jatuh, mataku terasa perih. Aku menjadi cengeng.. beberapa hari ini aku memilih tak keluar rumah, mataku sedikit bengkak.. seperti mayat hidup yang berjalan dengan kantong mata hitam yang menggelantung dan mata yang menyipit, efek menangis yang sering ku lakukan.

Aku sangat cengeng.. aku sangat cengeng karenamu..

_____________________________________________________________________

Aku berada dimana memori tentangmu tetap

Mengulurkan lengan dan menangkapku diam-diam dalam pelukan

Dengan senyum hangat yang menatapku

Cinta yang bahkan membuat air mata yang indah

 

Dadaku terasa semakin sesak, tangis semakin menjadi. Aku keluar dari kamar ini, rasanya sangat menyesakkan di sini.

Memilih keluar rumah, berjalan-jalan menikmati udara sore hari yang sejuk. Menatap daun-daun pohon mapple jatuh dari tangkainya. Mula-mula hanya satu lalu dua dan semakin banyak, menutupi tanah di bawahnya.

Di bangku itu…… aku sering menunggumu…. kadang kau yang menunggu……… lalu tanpa aku sadari kau sudah membawaku ke dalam pelukanmu. Membelai pelan rambutku lalu berbisik padaku, Saranghae.

Sangat indah.. lalu kau akan melepas pelukan itu dan mencium keningku, menatapku penuh cinta dan begitu hangat. Tak peduli keadaan waktu itu, kau akan mengajakku mengelilingi taman tempat aku berdiri sekarang.

Apa kau ingat saat hujan turun dengan lebatnya? Kau memaksaku tetap bersamamu mengelilingi taman ini, melihat bunga-bunga dan pohon-pohon di sini, dan tah henti-hentinya kau berkata, “ini sangat indah”.

Dan tanpa kita sadari, tanpa tau siapa yang memulai, kita telah berpegangan tangan. Tak melepasnya sampai saat berpisah tiba.

Tapi.. saat ini.. biarlah dengan air mata ini aku mengenang cintamu, dan membuatnya terasa indah.. untukku.

Lalu seminggu setelah itu kita tak bertemu. Kita sakit bersama, sakit karena hujan waktu itu. Selama itu kita merasakan rindu. Lalu saat sehat kembali, kau mengajakku bertemu kembali, lalu sorenya hujan turun, kau tak memaksaku untuk menemanimu keliling taman, kita pulang bersama, dengan senyum yang indah.

_____________________________________________________________________

Hatiku masih tetap sama

Bagiku hanya kamu

Saya akan berdiri sendiri

Bahkan ketika air mata dan waktu mengalir

Bahkan air mata mengalir saat aku tersenyum

Aku berada dimana memori tentangmu tetap

Hujan turun.. aku tetap di tempatku. Air hujan menguyurku, membasahi bajuku, hingga tak ada sedikit pun celah yang kering. Daun mapple mulai jarang jatuh, hanya satu dua. Hujan semakin deras, angin bertiup pelan.

Saat aku mulai menjatuhkan air mata, hujan semakin deras dan angin mulai bertiup kencang. Daun-daun mapple kembali jatuh berserakan, bahkan daun-daun lain ikut bergoyang, tertiup angin lalu perlahan jatuh ke tanah.

Mataku menyusuri tempat ini. Berharap aku dapat menemukanmu. Berharap dapat melihatmu..

Tidak ada kau..

kembali menangis dengan diam. Dapat ku lihat orang-orang berlarian mencari tempat berteduh, melewatiku dengan cepat. Gemiricik air hujan jatuh di dekat kakiku. Mataku tetap berkeliling mencarimu. Jebal.. berilah aku melihatmu..

aku tidak tahu, kemana aku harus pergi lagi? Kemana aku harus meluapkan rasa cintaku? .. tidak ada yang lain.. tetap padamu. Biarkan saja waktu bergulir, biar saja air mataku jatuh.. aku akan tetap menunggumu..

“Hikkksss.. hikkss.. hikkksss”

Kau tetap dalam angan dan ingatanku oppa.. kembalilah.. aku menunggumu~~

)()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()(

The END

)()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()( )()()()()()()()()()(

BINGUNG -__-“ ya khan?? Heheh.. namanya juga SongFict.. pasti ceritnya di usahain sma sesuai isi lagunya ^^

Karena lagunya ending kayak gitu, FF-nya endingnya kaya gitu juga ^^v ~> peace.. !!

 

5 thoughts on “[SongFict] I’ll Waiting For You

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s