Our Love chap 7

Author : Choi Yoo Rin a.k.a Ajeng
Main cast : Cho Kyuhyun, Kim Seohyun, Lee Young Im, Lee Sungmin, Lee Sunkyu
Support cast : Cho’s family, Kim’s family, Lee’s family, Choi Minho, Hwang Mi Young
Genre : Romance, Family, Friendship
Length : chapter
Rating : 13+

Dorrr dorr doorr *author datang bawa petasan*😀
Annyeong readersnim, ada yang masih inget sama ff Our Love??
Readers : enggak thor soalnya uda lumutan nunggu lama ga diposting-posting jadinya lupa
Author :😦 ;-(
Jeongmal mianhae readersnim #bow, bow, bow . . Author bener-bener sibuk bolak balik ke luar kota buat ngurusin mau masuk kuliah, ikut tes sana sini jadi belajarnya ekstra. . .ini pun masih harus bolak balik lagi, mau ospek… Mianhae, mianhae😐
Oya, yang di chap 6 kemarin banyak yang marah-marah akan sikap Young Im. . .haha, kalo ga ada konflik kan ga seru.. tapi tenang saja readersnim….entar endingnya happy kok…
Sepertinya author udah kebanyakan bacotnya, happy reading deh. . Jangan lupa RCL,, DILARANG KERAS MENG-COPAST tanpa seijin author:-/

********************

Author POV
Setelah memeriksa semua pasiennya, Seohyun kembali ke ruangannya. Ia duduk sambil terus memijat keningnya. Sakit. Itu yang saat ini ia rasakan di kepalanya. Ditambah sakit yang ada dihatinya. Entahlah, ia bingung akan perubahan sikap Young Im. Mengingat kata-kata Young Im tadi pagi, membuatnya semakin merasakan sakit dihatinya. Sakit yang sudah bertahun-tahun lalu berusaha ia pendam, ia kubur dalam-dalam tapi kini kembali muncul. Tanpa ia sadari, air mata telah mengalir di pipinya.

Flashback 6 tahun silam
“Doorr!! Hayoo. . .ngelamun ya?!” seorang yeoja berseragam SMA bernama Young Im mengagetkan sahabatnya.

“Aisshh kau ini. Kalau aku jantungan bagaimana?” sahabatnya yang bernama Seohyun terlihat kesal sambil memegangi dadanya.

“Hehe. . .mianhe. . .” Young Im senyum-senyum gaje. Seohyun hanya mendengus kesal lalu membuka buku yang ada di depannya.

“Eemmm Seo, aku mau cerita sesuatu sama kamu.”

“Apa?” tanya Seohyun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.

“Aku. . .dan Kyuhyun-ssi, ah ani maksudku Kyuhyun oppa sudah. . .jadian.”

“M. .mwo?? Jadian??” Seohyun terlihat kaget mendengar hal itu. Young Im mengangguk semangat.

“Chukkae kalau begitu.” Seohyun berusaha tersenyum, menutupi rasa kaget dan sedihnya.

“Gomawo Seo. .” ucap Young Im kemudian memeluk Seohyun.

“Eee, Young-ah aku mau ke toilet dulu.” Seohyun pergi ke toilet yang ada di sekolahnya, ia merasa dadanya sesak. Sesuatu dari matanya terus mendesak ingin keluar. Saat sampai ditoilet, tumpahlah semuanya. Air matanya. Ia sadar cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Seohyun sebenarnya sudah lama menaruh hati pada namja yang juga disukai sahabatnya, Young Im. Ya, sejak awal masuk SMA ia sudah tertarik pada Kyuhyun. Tapi ia tak pernah menceritakan perasaannya pada siapapun termasuk Young Im. Saat Young Im curhat padanya bahwa sahabatnya itu menyukai Kyuhyun, saat itu juga Seohyun mencoba untuk menghilangkan perasaannya pada namja itu. Dan saat ini, saat Young Im sudah resmi menjadi yeojachingu Kyuhyun, ia semakin yakin bahwa ia harus menghapus perasaannya itu. Walau hatinya sakit, ia terus mencoba untuk tegar. Memutuskan untuk serius belajar mengejar cita-citanya menjadi dokter dan mengubur dalam-dalam perasaannya pada Kyuhyun.
Flashback END

“Kenapa semua jadi seperti ini?” gumam Seohyun lirih.

Tok tok tok. . .seseorang mengetuk pintu ruangan Seohyun. Seohyun segera menghapus air matanya.

“Masuklah.”
Ceklek. Muncullah Sunny dari balik pintu.

“Eh kau Sunny-ah. Ada apa?”
Sunny tak menjawab. Ia memandang Seohyun heran. Mata Seohyun terlihat merah.

“Kau kenapa Seohyun?”

“Nde? A. .apanya yang kenapa?”

“Matamu. Kau habis menangis ya?”

“Hah menangis? Ani, siapa yang menangis. Tadi ada sesuatu yang masuk ke mataku.”

“Ooh. . . Oya, aku kesini mau mengajakmu makan siang.”

“Sudah jam makan siang ya? Cepat sekali.” Seohyun melihat jam tangannya.

“Sungmin oppa dan Kyuhyun sudah menjemput kita.”

“Mwo??” Seohyun terlonjak kaget.

“Ne, mereka mengajak kita makan siang bersama. Sudah kajja, mereka menunggu kita di depan.”

“Ne.” Seohyun bergegas melepas jas dokternya. Setelah mengambil tas, ia dan Sunny berjalan keluar.
Author POV END

Kyuhyun POV
Siang ini aku dan Sungmin hyung berinisiatif mengajak Seohyun dan dokter Sunny untuk makan siang bersama.
“Mereka ngapain aja sih? Lama sekali.” gerutu Sungmin hyung.
Kami saat ini ada di depan loby rumah sakit menunggu mereka. Aku dan Sungmin hyung yang 1 kantor memutuskan untuk menggunakan mobilku saja. Jadi kami berempat nanti 1 mobil.

Bwara Mr. Simple. . Simple. . .
Tiba-tiba handphoneku berbunyi.
“Yoboseyo chagi. .”
“. . . . .”
“Nde? Ee. . .aku. . .mau makan siang dengan Sungmin hyung.”
” . . . .”
“Besok saja ya. Kan aku juga sudah buat janji dengan mu minggu besok.”
“. . . . .”
“Baiklah. Kau tak keberatan kan?”
” . . . . .”
“Gomawo atas pengertianmu.”
” . . . . .”
“Ne, annyeong.”

“Nugu Kyu?” tanya Sungmin hyung setelah aku menutup teleponku.

“Young Im.”

“Ada apa?”

Aisshh. . .kenapa Sungmin hyung menanyakan hal itu sih. Aku jadi tidak enak. Apa aku harus jujur kalau tadi aku menolak ajakan Young Im untuk makan siang karena aku lebih memilih makan siang dengan Seohyun. Bukannya apa-apa, aku hanya merasa tidak enak karena Sungmin hyung sepupu Young Im.

“Maaf membuat kalian menunggu lama.” akhirnya Sunny dan Seohyun keluar juga.

“Gwaenchana. Ya sudah kajja kita berangkat.” aku membukakan pintu disebelah kemudi untuk Seohyun. Entahlah, aku tidak ingin melanjutkan obrolanku dengan Sungmin hyung tadi. Ku lirik Sungmin hyung, ia sepertinya tak curiga. Syukurlah.
Setelah semua masuk ke mobil, aku segera menyalakanmya dan mulai melaju menuju restoran.

Hening. Ku lirik Seohyun yang ada disampingku, ia hanya menatap lurus kedepan.

“Ehem..” aku mencoba memecah keheningan di mobil ini.

“Hyunie. .sepertinya makan siang nanti kita tidak perlu mengeluarkan uang.” kataku sambil menatap Seohyun sekilas.

“Maksud oppa??”

“Iya. . .nanti akan ada yang mentraktir kita. Yah sebagai pajak karena sudah jadian.” jawabku sambil tetap menatap lurus kejalan.

“Bilang saja mau gratisan.” celetuk Sunny.

“Kalian sebenarnya bicara apa sih? Aku masih belum mengerti.” Seohyun menatap Sunny, Sungmin dan aku bergantian.

“Aisshh. . . Cho Seohyun, ternyata kau punya juga ya penyakit pabo.” kata Sunny.

“Pasti Kyuhyun sudah menularkan pabonya pada Seohyun.” ledek Sungmin hyung.

“Aisshh, apa katamu hyung? Aku pabo?” aku menepikan mobil hendak menjitak Sungmin namun ditahan oleh Seohyun.

“Sudah oppa. . . Oppa lanjutkan saja mengemudikan mobilnya.” saran Seohyun. Aku hanya mendengus kesal, dan kembali menjalankan mobil.

“Jadi kalian sudah jadian??” tanya Seohyun sambil melihat ke belakang.

“Hehe. . .iya Seohyun.” jawab Sunny sambil cengar cengir

“Gomawo ya Seo. Berkat kamu juga, aku bisa mengutarakan perasaanku pada Sunny.”

“Aku tidak melakukan apa pun kok Sungmin-ssi. Hanya memberi kesempatan pada kalian untuk bicara berdua.”

“Itu tetap saja kau sahabat yang pengertian Seo-ah.” timpal Sunny.

“Iya. .karena kalian juga, semalam istriku ini pulang diantar Minho.” aku angkat bicara.

“Bwahahaha. . . Cho Kyuhyun bisa juga cemburu.”

“Sudahlah hyung jangan menggodaku lagi.”

“Ne. . .ne. . .baiklah sebagai rasa terimakasihku, aku akan traktir kalian.”

“Jinjja hyung?” ku lihat hyung dari spion. Ia mengangguk mantap.

“Daritadi dong hyung. Pakai berbelit-belit duluan.”

“Yang penting kan di traktir.” kata Sunny

“Ne. . .ne. . .”
Kyuhyun POV END

Young Im POV
Dari tadi aku terus mengganti-ngganti chanel tv padahal acaranya tidak ada yang kunikmati. Hhhhh. . . .benar-benar membosankan. Ku lihat jam yang menggantung didinding.

“Sudah jam makan siang. Aku ajak Kyuhyun oppa makan siang bersama saja.”
Ku ambil handphoneku yang ada diatas meja, lantas menelepon Kyuhyun oppa.
Tuutt. . .tuutt. . .tuuttt
Klik.
“Yoboseyo”
“. . . .”
“Oppa dimana sekarang?”
” . . . . .”
“Padahal aku mau mengajak oppa untuk makan siang bersama.”
“. . . .”
“Hmmm. . . . .iya sih. Ya sudah deh oppa makan siang dengan Sungmin oppa saja.”
“. . . .”
“Ne, aku tidak keberatan kok oppa.”
” . . . .”
“Ne cheonma. Ya sudah oppa aku tutup dulu teleponnya. Annyeong~”
“. . . .”
klik.
“Sepertinya aku telat mengajak Kyuhyun oppa makan siang. Ia akan makan siang dengan Sungmin oppa. Tak apalah, aku makan siang diluar sendiri saja.”

Aku matikan tv, lantas pergi ke kamar untuk mengambil tas dan sweaterku.

“Begini saja cukup.” gumamku saat melihat pantulan diriku dicermin setelah memakai sweater. Setelah memasukkan handphone dan dompet ku ke dalam tas, aku segera beranjak keluar kamar.

“Park ahjussi~” teriakku saat menuruni tangga. Ku lihat Park ahjussi berjalan tergesa-gesa dari arah dapur menghampiriku.

“Ne Nyonya, ada apa?”

“Antarkan saya ke restoran untuk makan siang.”

“Baiklah Nyonya. Sebentar saya keluarkan mobilnya dari garasi.”

“Ne, saya tunggu di depan.”

oO~Oo

“Nyonya, jadi mau makan dimana?” tanya Park ahjussi.
Sudah 30 menit kami mencari restoran, tapi aku belum menemukan restoran yang cocok.

“Eemm. . .kita lurus saja Pak, setelah lampu merah belok kanan. Sepertinya di daerah situ banyak restoran yang terkenal enak masakannya.”

“Ne, baiklah Nyonya.”
Young Im POV END

Author POV
“Permisi, ini pesanannya.” seorang pelayan mengantar makanan ke meja yang ditempati Kyuhyun, Seohyun, Sungmin, dan Sunny.

“Ne, gomawo.” jawab mereka berempat.
Mereka lalu menyantap makan siang mereka.

Keobi naseo shijakcocha anhae bwahtadamyeon
handphone Seohyun berbunyi.
“Yoboseyo dokter.”
“. . . . .”
“Ne, saya sedang makan siang.”
” . . . .”
“Oh ne ne arraseo.”
“. . . .”
“Gwaenchana dokter. Ne, annyeong~”

“Nugu?” tanya Kyuhyun setelah Seohyun memasukkan handphone nya ke dalam tas.

“Dokter Hwang. Beliau memintaku menemuinya setelah makan siang.”

“Oo. .”

“Oppa, bagaimana pekerjaannya dikantor?” tanya Sunny pada Sungmin.

“Ya baik-baik saja. Walaupun mempunyai partner seperti Kyuhyun, masih bisa lah dia diandalkan.” ledek Sungmin dengan menampilkan wajah polosnya.

“Hyung!! Jangan mulai deh. Atau hyung mau aku membocorkan rahasia hyung?” Kyuhyun mulai menampilkan evil smirknya pada Sungmin.

“Memang rahasia apa Kyuhyun-ssi?” tanya Sunny.

“Aisshh. . . .dasar kau ini Kyu. Membuat aku malu saja. Biar aku sendiri yang cerita pada yeojachinguku.”

“Eemmm begini chagi, dulu saat aku masih pedekate sama kamu, aku sering meninggalkan kantor. Dan tugas-tugas itu diambil alih Kyuhyun.” jelas Sungmin.

“Gomawo Kyuhyun-ssi.” ucap Sunny.

“Ne cheonma.”

“Mianhae karena aku, oppa harus seperti itu.”

“Gwaenchana chagiya~”

“Oppa hebat.” puji Seohyun.

“Siapa dulu. Cho Kyuhyun~”

“Ne ne aku akui, Cho Kyuhyun hebat, Cho Kyuhyun tampan.”

“Akhir nya kata tampan itu keluar juga dari mulutmu Hyunie.”

“Haha, kasihan sekali kau Kyu, baru sekarang dipuji oleh Seohyun.”

“Biarkan :-P”
Tanpa diduga-duga, Kyuhyun langsung mencium pipi Seohyun hingga membuat si empunya (?) pipi malu.

“Chagi, kau mau seperti itu?” goda Sungmin pada Sunny.

“Jangan disini oppa, malu.” jawab Sunny malu-malu.

“KYUHYUN OPPA!!” teriak seorang yeoja tiba-tiba. Sontak mereka berempat melihat kearah sumber(?) teriakan.

“Chagi..” “Young-ah” ucap KyuSeo bersamaan.

“Jadi oppa menolakku hanya karena ingin doubledate seperti ini?!”

“Chagi aku-”

“Oppa jahat!!”

Young Im lalu lari keluar restoran.

“Oppa kejar Young Im!!” perintah Seohyun.

“Andwae. Biar ku antar kau dan Sunny ke rumah sakit setelah itu akan ku temui dia.”

“Hyung kau bisakan naik taksi ke kantor??”

“Ne.” jawab Sungmin singkat. Terlihat sekali raut kekecewaan di wajah Sungmin pada Kyuhyun. Sungmin kecewa akan sikap Kyuhyun. Bukannya ia mau membela Young Im, tapi ia hanya ingin Kyuhyun bisa jujur pada 2 istrinya.
Author POV END

oO~Oo

Seohyun POV
Tok tok tok. .

“Masuklah.”

“Permisi, tadi dokter menyuruh saya untuk menemui dokter.”

“Oh ne. Silahkan duduk Seohyun.”

Aku lalu duduk dikursi berseberangan dengan dokter Hwang.

“Maaf tadi aku mengganggu acara makan siangmu.”

“Gwaenchana dokter.”

“Aku memanggilmu karena ada hal penting. Ini!” dokter Hwang memberiku selembar amlop coklat. Aku tak lantas membukanya.

“Itu surat panggilan bakti dinas.”

“Bakti dinas??”

“Ne. Dokter-dokter muda yang belum lama mengabdi di suatu rumah sakit harus menjalani bakti dinas. Di rumah sakit ini ada enam dokter yang berstatus junior termasuk dirimu dan dokter Sunny.” jelas dokter Hwang.

“Ini bersifat wajib dokter?”

“Ne. Tapi waktunya terserah kau kapan akan melaksanakannya. Di dalam surat itu tertulis tempat yang akan kau tempati selama menjalani bakti dinas.”

“Baiklah dokter, akan saya pikirkan kembali.”

“Yasudah kau boleh kembali ke ruanganmu.”

“Ne, gomawo dok. Annyeong~” aku membungkukkan badan lantas keluar dari ruangan dokter Hwang.

Bakti dinas. Aku pernah mendengar tentang itu. Dan setauku bakti dinas selalu ke tempat yang jauh dari perkotaan.
Hhhhhhh. . . . . .
Seohyun POV END

Kyuhyun POV
“Oppa jahat. Oppa sudah tak peduli dengan ku lagi. Oppa sudah tidak mencintaiku lagi. Iya kan??” cecar Young Im sambil terus memasukkan bajunya ke koper.

“Ani. Aku masih mencintaimu chagi. Aku peduli terhadapmu. Ku mohon dengarkan penjelasanku dulu.” aku mencoba menahan tangannya agar berhenti memasukkan baju-bajunya ke dalam koper. Dan itu berhasil. Dia diam, menatapku. Omo~, dia menangis.. Aku tidak tega. Aku tau aku salah. Ku bawa dia dalam pelukanku.

“Hiks. . .hikkss. . .” dia semakin menangis saat dalam pelukanku.

“Mianhae. . .jeongmal mianhaeyo. . Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku. . .aku. . .hanya ingin mencoba adil.” kataku sambil membelai rambutnya.
Dia melepas pelukanku.

“Aku akan menginap di rumah appa dan eomma untuk beberapa hari. Aku butuh waktu oppa. Terserah oppa mau ikut denganku atau tetap disini.”

“Mwo??”
Young Im tak menjawab. Ia tutup rapat kopernya lalu menyeret koper itu keluar kamar.

“Chagi~ jebal. . .tetaplah disini.” aku masih terus menahannya.

“Park ahjussi~” teriaknya.

“Ne nyonya.”

“Tolong bawakan koper ini. Dan antarkan aku ke rumah appa dan eomma.”

“Baiklah nyonya.”

“Chagi. . .ku mohon jangan pergi.”

“Aku beri waktu 2 hari oppa.” katanya lalu masuk ke dalam mobil.

“Aisshh, kenapa jadi seperti ini??”
tanpa pikir panjang, aku lantas masuk ke dalam mobil untuk menyusul Young Im.
Saat diperjalanan kurasakan handphoneku bergetar. Ternyata ada pesan masuk dari Sungmin hyung.

From : Sungmin hyung
Selesaikanlah dulu masalahmu. Biar tugas kantor aku yang menangani.

Segera ku balas pesan dari Sungmin hyung.

To : Sungmin hyung
Ne gomawo hyung. Dan mianhae~

Setelah itu tidak ada lagi balasan dari Sungmin hyung.
Kyuhyun POV END

oO~Oo

Author POV
Seohyun hempaskan tubuhnya di ranjang kamarnya. Sakit di hatinya, lelah dihatinya lebih mendominasi dari lelah tubuh karena bekerja.
Drrtt. . . .drrtt. . . .sesuatu yang ada di dalam tas nya bergetar. Segera ia ambil benda itu dan membukanya. Sebuah pesan singkat dari Kyuhyun.
From : Kyuhyun oppa
Hyunie, mianhae. Sepertinya aku akan pulang larut. Aku sekarang dirumah appa Lee untuk membujuk Young Im agar mau pulang.

“Hhhhh. .” Seohyun hembuskan nafas berat. Dugaannya benar bahwa Young Im ke rumah orang tuanya dan yang pasti Kyuhyun menyusulnya kesana. Karena saat ia pulang dari sakit tadi rumah sepi. Hanya ada bibi Jung. Ia lirik ponselnya. Kemudian mulai mengetik beberapa kata untuk membalas pesan Kyuhyun.

To : Kyuhyun oppa
Ne oppa gwaenchana. Oppa selesaikanlah dulu semuanya. Dan aku harap oppa bisa membawa Young Im pulang.

Tok. . .tok. . .tok. . .ada yang mengetuk pintu kamar Seohyun. Segera ia bangkit lalu duduk di tepi ranjang.
“Masuklah.”
Ceklek.
“Nyonya, makan malamnya mau saya siapkan sekarang?” tanya bibi Jung.

“Aku masih kenyang bi.”

“Atau mau saya antar ke kamar ini saja?”

“Eemmm tidak usah bi. Biarkan di meja makan saja. 15 menit lagi aku turun untuk makan.”
Terlihat oleh Seohyun, bibi Jung tersenyum.

“Baiklah nyonya, saya permisi dulu.” ceklek. Bibi Jung keluar menutup pintu kamar Seohyun.
Ia lirik lagi ponselnya yang ada di ranjang, belum ada balasan dari Kyuhyun. Kemudian ia putuskan untuk mandi.

@Lee’s family house
Kyuhyun duduk di sebelah Young Im berseberangan dengan Tn. dan Ny. Lee. Mereka sedang ada di ruang keluarga.

“Mianhae appa, eomma. . .” Kyuhyun angkat bicara setelah sekian menit mereka terdiam. Kyuhyun dongakkan kepalanya. Ia tatap kedua mertuanya. Ia yakin mertuanya bisa bersikap bijak.

“Aku memang salah telah berbohong. Tapi aku tidak bermaksud menyakiti Young Im. Aku hanya tidak ingin membuat Young Im mulai merasa terabaikan.”
Kyuhyun diam sejenak.
“Aku ingin adil pada keduanya.”

“Tapi oppa kan sudah pernah berlibur berdua dengan Seohyun.”

Kyuhyun diam. Ia tatap nanar istrinya. Ia tak percaya Young Im akan berkata demikian.

“Young~ pernahkah kau berpikir bagaimana perasaanku saat kau memaksaku menikah dengan Seohyun? Saat itu aku benar-benar seperti boneka yang selalu mengiyakan kemauanmu. Tidakkah kau berpikir bahwa kau telah egois? Memaksakan kehendakmu pada orang lain.”

“Oppa pikir aku berbuat seperti itu untuk kepentinganku semata?? Tidak oppa!!” suara Young Im terdengar bergetar, menahan tangis.

“Young Im, appa mengerti sangat mengerti kenapa kau menyuruh Kyuhyun menikah dengan Seohyun. Tapi sikapmu sekarang salah nak. Kalau pernikahan mereka kau yang menginginkan, harusnya kau juga siap dengan segala resiko kedepannya. Mereka suami istri, sah dihadapan Tuhan dan hukum negara. Jadi mereka juga berhak untuk jalan berdua.”

“Dan kau Kyu, appa hargai keinginanmu untuk bersikap adil tapi caramu yang salah. Jangan pernah ada kebohongan dalam suatu rumah tangga. Apalagi kalian bertiga. Appa justru kasihan pada Seohyun. Dialah yang paling menderita.”
Setelah mendengar pernyataan appanya, Young Im langsung lari ke kamarnya.

“Biar eomma saja Kyu.” eomma Lee menahan Kyuhyun saat akan mengejar Young Im. Akhirnya Kyuhyun duduk kembali.

“Kau pulanglah saja. Kasihan Seohyun sendirian. Biar appa dan eomma yang membujuk Young Im. Biarkan malam ini Young Im disini.” saran appa Lee.

“Baiklah appa. Gomawo untuk nasihat-nasihatnya. Mianhae sudah merepotkan appa dan eomma.”

“Gwaenchana Kyu.”

“Yasudah saya pamit. Annyeong~” Kyuhyun membungkukkan badannya sebelum pergi.

“Ne, hati-hati Kyu.”
Author POV END

Sunny POV
Sepulang kerja, aku merasa kurang bersemangat. Entahlah, mungkin karena surat itu. Tadi sebelum pulang, dokter Hwang memberiku sebuah surat. Surat panggilan bakti dinas. Aku tau ini tugas mulia tapi aku belum siap berhubungan jarak jauh dengan Sungmin oppa. ‘Ottokhae?’

Apa sebaiknya aku rundingkan dengan Sungmin oppa saja?
Kulirik handphoneku, tanpa berpikir lagi, aku langsung menelepon Sungmin oppa.
Tutt. . .tuutt. . .tuutt. . .klik.
“Yoboseyo oppa. .”
“. . . .”
“Eemm, oppa sedang apa?”
“. . .”
“Aku lagi santai aja oppa. Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan dengan oppa.”
” . . . ”
“Aku. . .mendapat surat panggilan bakti dinas oppa.”
” . . .”
“Ne, bakti dinas di daerah lain selama 3 bulan.”
” . . . ”
“Ne, maka dari itu oppa. Aku belum siap berhubungan jarak jauh.”
“. . . .”
“Iya sih. . . Oppa yakin tidak apa-apa?”
” . . . ”
“Hehe. . Oppa memang pengertian.”
“. . .”
“Ne ne arra. Kalau begitu besok aku akan menemui dokter Hwang lagi.”
“. . . . ”
“Ne oppa gomawo.”
“. . . .”
“Ne, arraseo.”
“. . .”
“Nado saranghae Sungmin oppa.”
“. . . .”
“Ne, annyeong~”
klik.

Syukurlah, Sungmin oppa tidak keberatan malah memberi dukungan besar. Aku benar-benar beruntung mempunyai namjachingu seperti Sungmin oppa.
Sunny POV END

Seohyun POV
Ceklek. Pintu kamarku terbuka. Sepertinya Kyuhyun oppa *yaiyalah masa Sungmin*
Tekk (efek bunyi menyalakan lampu)
“Oppa~”

“Hyunie. . .kau belum tidur?”

“Eemm belum bisa tidur. Oppa kok pulang? Young Im mana?”

“Dia menginap dirumah appa Lee. Hhhhh. . . .dia masih belum mau memaafkanku.” jawab Kyuhyun oppa sambil duduk di sebelahku.

“Sabar oppa~” kataku sambil mengelus pundaknya. Ya, hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku. Entahlah, aku juga bingung. Aku merasa bersalah pada Young Im. Apa harus aku katakan sekarang tentang surat panggilan bakti dinas ku ke Kyuhyun oppa? Tapi suasananya belum memungkinkan. Aku tidak tega harus menambah beban pikiran nya, apa lagi meninggalkan dia untuk bakti dinas disaat ia dan Young Im seperti ini.

“Oppa~”

“Nde?”

“Ini!!” aku memberikan surat panggilan bakti dinasku padanya. Dia kelihatan bingung. Namun lantas membacanya.

“Hyunie. . . Ini. . .” Kyuhyun oppa menatapku.

“Ne oppa. Aku harus menjalani bakti dinas. Kurasa dengan kepergianku selama 3 bulan dari rumah ini akan meluluhkan Young Im.”

Seketika Kyuhyun oppa memelukku sangat erat.

“Aku tak ada niat untuk mengusirmu agar Young Im kembali. aku ingin kita bertiga kumpul.”

“Oppa…” kataku lirih

“Hyunie…aku sudah mencintaimu. Ku mohon jangan tinggalkan aku”

“Oppa ini bicara apa?! aku hanya menjalani bakti dinas. Hanya 3 bulan oppa.”

hening. . . .

“hhhhh…..baiklah”
Kyuhyun oppa melepas pelukannya, lantas tersenyum padaku.

“Gomawo oppa”

Ia tak menjawab. Perlahan wajahnya mulai mendekat ke wajahku. Saat bibir kami menempel, aku baru memejamkan mata. Terhanyut oleh permainan Kyuhyun oppa.

oO-Oo

Aku merasakan silau mentari mulai menerpa wajahku. aku kerjap-kerjapkan mataku.

“Eemmmhhh” aku menggeliat kecil. Setelah cukup sadar, aku melihat ada tangan yang melingkar di pinggangku. Aku baru ingat semalam aku dan Kyuhyun oppa….

Sontak aku lepaskan tangan Kyuhyun oppa dari pinggangku. Entahlah, aku merasa semakin bersalah pada Young Im. Disaat ia tidak ada disini, aku malah berbuat hal itu dengan Kyuhyun oppa.

“Young Im mianhae….” kataku lirih. Tanpa kusadari air mataku mulai mengalir di pipiku.

” Hyunie…kau menangis??” Kyuhyun oppa tiba-tiba bangun.

“Op..oppa sudah bangun??”

“Tadi aku terbangun saat kau melepas tanganku. Waeyo kau menangis??”

Bukannya berhenti menangis, aku malh semakin terisak…

“Hiikkss…hikkss…oppa……”

TBC

63 thoughts on “Our Love chap 7

  1. Rada nyesek bacanya
    Kyu ngga jujur sih, kyu mulai cinta sama seo
    Young Im kan yg mau seokyu nikah, yah hrs rela
    Lanjut eonnie~

  2. akhrnya keluar juga lanjtan nya. Aduh kurang panjang nch saeng. Pisahn aja seokyu untk smentara biar young im sadar. Seo fighting

    • Hehe, kurang panjang ya. .mian deh eonni, cz masih sibuk PK2 di kampus. . .ini aja baru PK2 tahap 1, stlah hari raya msh ada yg tahap 2 dan 3. Insyaallah di part selanjutnya aku panjangin😉

  3. Wah akhirnya
    FF paling dinanti nih akhirnya keluar juga
    serba salah ya, si kyu juga sih punya istri dua😀
    bener kata appa lee klo yg pling menderita tuh seohyun
    dri jaman skolah aja udah nahan gejolak asmara apalgi wktu nikah
    fighting seomma
    semoga bakti dinasmu lancar😀

  4. wah chingu cerita’a bgus bnget dna tambah seru,,,kshan ya seo merasa bersalah sma young im,,tpi ini semua kslahan young im kan yg memksa seokyu menikah kan dia,,,
    wah kyu oppa jga mersa menyesal ,,q stuju bnget dengan appanya young im
    kalo dri semua ini yg paling menderita itu seo,,,,
    wah seo dpet tugas dinas slama 3 bulan,,
    ya ampun q bener gak tega sma seo ,,,
    chingu di tunggu part slnjut’a,,,

  5. young im kok gitu sih, siapa suruh nyuruh kyu nikah!!!!! Ih ngeselin bgt sih. Udah kyu sm seo aja, young im sakit aja #jahat. Biarin dia jahat sih sm sahabatnya sendiri, egois. Aaaa kesel

  6. young im kan yg nyuruh seokyu buat nikah sampau maksa-maksa tapi kenapa sekarang malah egois ga rela gitu, kan jadinya kasian seo eonnie ngerasa bersalah gitu
    lanjut ya chingu ^^

  7. kasihan seonni… Ternyata seonni sudah mencintai kyuppa sejak lama,,,huaa nyesek bgt lyt seonni mendrita gra2 young im yg egois… Young im jg egois d0nk dlu yg nyruh kyuppa nkah ma seonni kan dy knpa skrg berubah jadi jahat sch sma seonni.. Endingnya hrus seokyu ya eonn….

  8. ya ampun sedih deh… seo yang sabar yah…young im jahat bangetkekanak-kanakan dehmasa gitu aja cemburu terus kabur kerumah orang tuanya…
    seo jangan pergi yah kasian kyu oppa.. lagian kyu oppa juga udah bilang kalo dia udah mencintai seo..
    kyu kamu harus adil yah..
    oh iya aku baru tau kalo dulu seo juga udah mencintai kyu.. tapi dia relain buat young im…
    ditunggu lanjutannya

  9. Huh maunya Young Im apa seh ??
    Dy yg maksa2 Kyu utk nikahi Seo,skg dy jg ga ga trima keadaan kalo SeoKyu skg saling cinta ><
    Seolah-olah Young Im cuma manfaatin Seo :p

    Mungkin emg lebih banik Seo ikut baki dinas itu,skalian dy bs tenangi pikirannya..
    Drpd trus2an nerima perlakuan buruk dr Young Im,ga tega😦

  10. young im ko jadi berubah gni..
    kasian bgd ma seo tersikasa lahir batin. hhiks..
    seo ikutin bakti dinas aja,biar young im sdar.. n seo ga terlalu tertekan
    update soon

  11. Kasian seo di sini dy merasa serba salah..
    In young bener” egois ..
    Aku harap seokyu ga akan pernah berpisah..
    Update soon ^^

  12. hikz hiks kok pendek banget sih,,,kasian seo deh,udah tepaksa jd yang ke2, bukannya mau ngedo’ain sih tp young im nya cepat2 dewasa deh, kan situ yg suruh seo nikah sm kyu,,,

  13. .wah jengkel sndri ma young im
    khsan seoninya
    cingu kpn seokyu brstu tnpa ada yg ganggu
    next partnya cingu jngan lma”
    mian bru ngoment di part ni^^

  14. kasian seo… young im tuh gimana sih!! egois bgt… yg nyuruh kyuppa nikahin seonni siapa, malah jadi penghalang aja nih orang #kesel tingkat dewa
    lanjuttt

  15. huah, cinta segitiga itu memang rumit dan menyakitkan, gak bisa ngebayang.in sakitnya seo saat kyu sama young im, lanjut author.

  16. Di sini yg paling menderita itu seo
    Kasian liat seo d gitu’n😦
    Itu sie young I’m egois bgt sie
    Di tunggu kelanjutannya

  17. Lama” young im makin childish aja..
    Kn dy yg nyuruh seokyu bwt nikah??
    Kok skrng jadi gini??
    Moga aja keguguran #plakk biar tau rasa, jaat amad sama uri seomma..

    Moga aja bakti dinasnya diperpanjang aja jadii 6 bulan..
    Biar seomma gk trlalu mnderita..
    Untung appanya young im bisa nngerti klo seomma yg paling mnderita..
    Klo gini mnding seomma minta cerai tuch sama kyuppa, trus gak jadi karna seo hamil..

    Lanjutannya ditunggu lohh..

  18. Lama” young im makin childish aja..
    Kn dy yg nyuruh seokyu bwt nikah??
    Kok skrng jadi gini??
    Moga aja keguguran #plakk biar tau rasa, jaat amad sama uri seomma..

    Moga aja bakti dinasnya diperpanjang aja jadii 6 bulan..
    Biar seomma gk trlalu mnderita..
    Untung appanya young im bisa nngerti klo seomma yg paling mnderita..
    Klo gini mnding seomma minta cerai tuch sama kyuppa, trus gak jadi karna seo hamil..

    Lanjutannya ditunggu lohh…

  19. disini aku kasian sama seo,, dia sangat tersiksa.
    harusnya young im bisa nerima apa adanya dong..
    buat kyu milh seo dong, atau young im minta pisah, atau young im suka sama namja lain.
    lanjut chingu

  20. ffnya keren thor . . .🙂 lanjutin dong chap 8 nya ,,, kmi dah lumayan lama nungguin chap 8 thor .. tpi thor harus tetap semangat sama tugas2 kuliah yg blom dislsaikan🙂 *fighting! (bow)

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s