She Is My Girl!

Author: NauraFanfictionGirls

Cast:

Seo Joo Hyun a.k.a Park Seohyun

Jessica Jung a.k.a Park Jessica

Lee Donghae a.k.a Choi Donghae

Cho Kyuhyun a.k.a Choi Kyuhyun

Other Cast:

Kim Taeyeon a.k.a Park Taeyeon (eomma Seohyun & Jessica)

Park Jung Soo (mian kalau salah >_<) (appa Seohyun&Jessica)

Choi Siwon (appa Kyuhyun&Donghae)

Choi Sooyoung (Eomma Kyuhyun&Donghae),

Genre: friendship (maybe), romance, dll

***

Jessica POV

Kriiing! Kriiing!

Arghhh …! Lagi-lagi jam beker sial itu membangunkanku!! Huh ….! Dengan mata masih tertutup, ku edarkan tangan kananku ke meja kecil disebelah tempat tidurku. Tepatnya mencari jam beker nyebelin itu!

Krek

Akhirnya mati juga bunyi yang memekakan telinga itu. Aku kembali pulas dalam tidur. Hh … liburan seperti ini, appa dan eomma sedang bekerja di Jepang, pulang bulan depan. Dan, kuliah juga libur. Jadi hanya ada aku, Seohyun adikku, dan pembantuku Hara di rumah.

Jessica POV End

Donghae POV

Pagi duniaaaa!!!! Hari kedua di liburan. Masih jam 6 lewat. Aku tahu, sleepy princess-ku pasti masih tertidur. Ah, aku kerumahnya saja! Bangunin dia. Hihihi ….

Aku segera mandi dan memakai pakaian rapi juga kacamata hitam dan topi hitam. Biar keren dong. Donghae gitu lho (Donghae lebay nih *ditimpuk Fishy).

Aku segera mengendarai mobil Audi-ku ke rumah My Sleepy Princess. Siapa lagi kalau bukan Park Jessica, hihihi … walau aku belum resmi jadi namjachingu-nya. Tapi … ini adalah usaha untukku supaya My Sica bisa berpaling padaku! Dia kan selama ini tergila-gila sama Ok Taecyeon itu. Cih, kerenan juga aku, iya nggak? -_-.

Ting tong!

Aku telah sampai di rumah mewah nan asri dengan taman ber-cat putih tingkat dua. Ya, siapa lagi kalau bukan rumah Putri Tidur-ku. Eh? Kenapa aku dari tadi ngomongnya Sleepy Sica, My Sica. Putri Tidur ya? Hihi … sebut dia Yeppo Sica (Sica Cantik).

“Annyeong haseyo. Donghae ya?” Hara, pembantu Jessica sudah sangat sangatt hafal denganku. Karena tiap pagi aku sering jemput dia ke kuliah, atau sekedar mampir melihatnya. Walau dia menolak atau mengacuhkanku. Ya! Karena sifatnya yang dingin dan chic itu lah aku menyukainya! Mungkin orang-orang bilang aku pabo karena menyukainya. Tapi aku tak marah. Hehehe …

“Ne Hara. Mm … boleh aku ke kamar Jessica?” tanyaku.

“Ne, silakan. Kamar Nona Jessica ada di lantai paling atas. Naik tangga depannya langsung kamar Jessica.” Jelas Hara.

“Arraseo.” Aku segera ngacir (?) masuk ke rumah kediaman Lee. Ah, itu dia kamar Sica. Di jendela sebelah pintu masuknya ada papan yang bisa diputar kayak di toko-toko yang biasanya open/close. Disini tulisannya …. ‘I’M BUSY!’. Hahaha … BUSY apa-nya? Dilihat dari sisi-sisi kaca. Omo~ dia masih tertidur. Rambut blonde-nya acak-acakan. Dengan piama pink bergambar teddy bear coklat. Hihihi … imut sekali dia!

Aku segera masuk ke kamarnya.

“Sssst … nona Sica….” Aku segera berbisik di telinganya. Dia sedikit bergerak. Aku segera menjauh. Ukh … ternyata tertidur lagi. Dasarrr …

“Nona Park.Yeppo Sica …” aku membisikkan lagi dengan sebutan kesukaanku ‘Yeppo Sica’.

“Huahm ..” dia menguap. Lucu sekali … >_<.

“Ekh … HUAAAA!!!!!!!!! CHOI DONGHAE!!!!!!!!!!!!!!!! EOMMA!!! APPA!!! HUAAAA!!! MENJAUHHHHHH!!!!”  hahaha …. Rasanya dia takut sekali.

Donghae POV end

Jessica POV

“Ekh … HUAAAA!!!!!!!!! CHOI DONGHAE!!!!!!!!!!!!!!!! EOMMA!!! APPA!!! HUAAAA!!! MENJAUHHHHHH!!!!”  teriakku. Hhhhh!!!! Kenapa dia bisa disini???? Aduuuh … Sica! Untung kamu bangun! Kalau tidak, aku bisa di apa-apain sama ikan jelek ini!

“Mi … mianhaeyo, Yeppo Sica! Aku hanya membangunkanmu kok. Tak lebih!” dia membentuk tanda peace di kedua tangannya. Cih, apa dia bilang? Yeppo Sica? HAHAHA! Itu adalah sebutan terkonyol dari seluruh sebutannya. Lagian, dia ini kurang kerjaan banget deh! Dari setahun yang lalu, dia itu memang seperti anak ikan! Setiap hari mengikutiku kemana-mana. Bahkan saat aku kursus dia ikut menemaniku sampai jam 10 malam. Ckckck … maunya apa sih? Sudah kutolak berkali-kali tetaaaappp …. Saja seperti ini!

“Heh, sana pergi! Aku mau mandi! Awas ngintip!!!” teriakku ketus sambil duduk di tempat tidur. Untung tadi malam aku pakai piama serba panjang, kalau hanya memakai dress pendek kan bisa berabe (?).

“Ne, ne, kutunggu dibawah yah!” jawabnya. Aku hanya mengacuhkannya. Lalu segera masuk kamar mandi. Kukunci dan kututup jendela kamar mandi dengan tirai padahal, jendela kamar mandi itu buram. Tapi kalau si Ikan Jelek itu ngintip gimana? Huuuh ….

Setelah selesai mandi aku segera memakai kaus putih lengan pendek dan rok motif kulit jerapah (?) dan juga rambutku diikat satu. Hhh … malesin!

Tok! Tok! Tok!

Siapa lagi, sih?

“Siapa???” tanyaku yang masih berkutat dihadapan cermin.

“Ini aku Seohyun, eon …” oh, ternyata Seohyun.

“Seohyun, masuk saja!” aku segera membuka pintu.

“Eonnie, ada Donghae sunbae di bawah.” Ujar Seohyun. Cih ujung-ujungnya tentang si Ikan lagi!

“Ne, ne, ne! Aku sudah tahu! Tadi dia tidak sopan masuk ke kamarku!” gerutuku.

“Oh ya, eonnie???? Kau tidak apa-apa, kan?” Seohyun mendadak cemas. Hihi … dongsaengku polos sekali.

“Aniyo. Aku tidak apa-apa, Hyunnie … tadi dia tidak sopan. Membangunkanku tanpa izin!” ketusku.

“Oh … lho? Masa bangunin orang minta izin dulu. Kan orang yang dibangunin ya tidak tahu.” Jelas Seohyun. Aku memasang tampang pabo.

“Whatever! Kajja, kita turun!” aku menarik tangan Seohyun.

Jessica POV End

Author POV

Jessica turun dengan Seohyun ke lantai paling bawah. Mereka berjalan ke arah meja makan. Tampaklah Donghae dan Hara sedang berbincang-bincang ringan. Jessica kembali memasang wajah dinginnya. Dan tatapan acuh terhadap Donghae.

“Sica-ah! Mari makan! Aku telah membuatkan-mu Kimchi! Seohyun-ah, ayo makan,” Donghae menyerahkan sepiring Kimchi berporsi banyak kepada Jessica. Jessica pun langsung melongo.

“M-mwooo??? Hei Ikan! Kamu kira porsi makananku sebanyak makanan gajah apa? Sudah aku makan setengah, kamu setengahnya!” Jessica pun meluapkan amarahnya yang sudah matang (?) di dalam pikirannya.

“Hehehe … aku takut kamu sakit, Yeppo Sica (sambil nyubit pipi Sica) soalnya kudengar kamu melakukan diet ketat,” Jessica makin cemberut dibuatnya.

“Huuuuh! Jangan ikut campur URUSANKUUUUU!!!” Jessica sudah badmood. Dia hanya cemberut.

“Sssst …. Eonnie, eonnie, harusnya eonnie berterima kasih pada Donghae sunbae. Sudah di buatkan makanan. Dikasih porsi besar lagi. Sst … aku yakin, sebenarnya eonnie itu mau kan di kasih Kimchi berporsi banyak. Eonnie kan suka sekali Kimchi. Hihihi …” Seohyun berbisik kepada Jessica sambil terkikik.

“Ah …. Kalian sudah selesai makan. Sica, ayo kita shopping!” Donghae menarik tangan Jessica.

“Mwo? Issh~! Tau darimana kamu, aku akan shopping pagi ini?” Jessica memberontak.

“Ya dari Seohyun, lah! Tadi dia bilang kamu dan Seohyun akan shopping. Jadi, daripada mengganggu urusan Seohyun yang buanyaaak itu. Mending kamu shopping sama aku aja! Iya, kan Seohyunnie?” ujar Donghae lalu ia menatap Seohyun dengan menunjukkan puppy eyes-nya.

“Ah, uh, ne!! Ne, eon … aku hari ini sebenarnya ada janji sama Yoona. Jadi … kan eonnie sama Donghae sunbae saja. Dia modis lho dalam hal shopping,” Seohyun menyetujui karena Donghae itu sangat sukaaaa dengan Jessica.

“Ehm, Seohyun gomawo!! Dan, kamu panggil aku Oppa saja. Arraseo?” Donghae tersenyum lebar.

“Ne, arraseo Donghae oppa …!” tegas Seohyun. Jessica makin cemberut dibuatnya.

“Hyunnie … kau tega sekali …” sedih Jessica saat tengah bersiap-siap dengan Seohyun. Padahal janji Seohyun yang ada acara dengan Yoona. Malahan hari ini dia tidak ada acara apa-apa. Tapi dia tidak tega melihat Donghae. Sudah mati-matian mengejar cintanya hanya untuk eonnie kesayangannya ‘Park Jessica’.

“Nah, eonnie sudah cantik. Sana pergi. Nanti pulang malam yaaa! Annyeong ..” Seohyun mendorong Jessica masuk ke dalam mobil Donghae. Dalam raut wajah Donghae, dia memberikan tanda ‘Gamsha hamnida, Seohyun!’.

Author POV End

Seohyun POV

Setelah Jessica eonnie dan Donghae oppa pergi. Aku segera berganti pakaian. Mungkin aku akan berjalan-jalan di sekitar Seoul. Membeli boneka Keroro atau ke toko buku. Entah lah.

“Hara, aku pergi dulu, ya.” aku segera mengambil kunci mobil.

Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul Saranghae!

            Handphone-ku berbunyi. Aku segera menepikan mobilku.

“Yoboseyo?”

Seohyun-ah! Ini aku, Yoona. Bisa tidak kita sekarang bertemu di café dekat jalan Apgujeong?” ternyata itu Yoona. Kebetulan sekali!

“Oh, ne, aku akan segera kesana Yoong. Tapi sepertinya agak lama. Soalnya aku sedang pergi ke jalan Chingajung (mian author ngasal >_<)”

No problem!” klik! Yoona mematikan sambungan telepon. Saat aku hampir menancap gas. Tiba-tiba kulihat seseorang. Namja. Sedang kedinginan. Ya, hari ini memang hujan deras. Dan, namja itu sepertinya tidak membawa payung atau mantel. Dia sedang berteduh dibawah pohon tepat diseberangku.

“Siapa ya, dia? Sepertinya orang baik-baik. Dari penampilannya dia seperti orang baik. Ah, kulihat dia saja lah. Siapa tahu butuh pertolongan!” aku segera mengambil payung di jok belakang. Dan keluar dari mobil.

“Annyeong. Kau tidak apa-apa?” aku mencoba menyapanya di tengah hujan deras.

“A … annyeong ….” Dia menjawab dengan kedinginan.

“Boleh … kutahu namamu?”

“Ch … Choi … Kk .. Kyu … Hyun ..” ah, namanya Choi Kyuhyun! Lho? Kok marganya sama seperti marga Donghae oppa, ya?

“Oooh … mengapa kamu disini? Ayo masuk ke mobilku! Ku antar kau pulang! Dimana rumahmu?” aku segera menggandengnya menuju mobilku.

“Di .. jalan …. Shincago (ngasal lagi -_-) nomor … de .. la .. pa ..n ..” lho? Berarti rumahnya Donghae oppa dong? Apa benar dia saudara Donghae oppa?

“Apa … kau … kenal …. Choi Donghae?”

“N .. ne … di .. a …. Hyung-ku…” MWO? Ngapain yah dia disini.

“Lalu … kenapa kau bisa hujan-hujanan?” hhh lama-lama aku seperti mengintrogasi dia deh😀.

“Tadi …. Aku hanya berjalan-jalan sebentar. Lalu hujan. Dan aku terpaksa berteduh dibawah pohon. Tapi jadi begini deh!” dia sudah tak terlalu kedinginan. Lebih baik kubawa dia ke rumah langsung! Oh iya! Aku harus meng-SMS Yoona.

To: My Best Friend

From: Seohyun

Yoong, sepertinya aku tak bisa bertemu denganmu hari ini. Tadi aku menolong seorang namja yang kehujanan. Dan sekarang aku mau mengantarnya pulang!

From: My Best Friend

To: Seohyun

Ohhh … baiklah! Kau baik Seohyun.

From: Seohyun

To: My Best Friend

Gomawo, Yoong😀

To:  Seohyun

From: My Best Friend

No problem! Cheonma J

***

Aku telah sampai di rumah Donghae oppa. Ya … juga rumah Kyuhyun.

“Annyeong haseyo. Saya Park Seohyun. Tadi menemukan Kyuhyun di bawah pohon kehujanan.” Aku segera mengenalkan diri. Tampaknya dirumah keluarga Choi juga tidak ada Mr. Choi dan Ms. Choi. Hanya ada pembantunya.

“Ohh … aduh, Kyuhyun-ssi, mari masuk. Hmm … saya Minri, pembantu Choi. Bisa saya panggil siapa anda?”

“Seohyun. Sepertinya kau sibuk Minri. Lebih baik aku ikut merawat Kyuhyun. Lagian, Donghae oppa kenal dengan keluargaku.”

“Gamsha hamnida, nona Seohyun. Baiklah. Aku ambilkan air panas dan kompres.”

“Dimana bantal air-nya, Minri?” aku berniat tulus kepada Kyuhyun. Dia sekarang sedang tertidur di sofa.

“Ada di kotak P3K yang ada di loker meja belajar Kyuhyun.” Aku segera mengangguk dan membopong Kyuhyun kekamarnya. Uuukh! Berat sekali!

Setelah sampai di kamarnya. Omo~ isinya game semua!!! Hihihi … tidak jauh beda dengan kamarku lah. Yang isinya keroro semua. Hehe J

Aku segera menidurkan Kyuhyun dengan bantal air. Minri memberikan kompres dan air panas. Bibir Kyuhyun berwarna biru. Aku mengompresnya. Setelah sudah baikan. Kutinggalkan Kyuhyun. Minri membuatkanku Bibimbap.

“Gamsha hamnida, Minri,” aku memakan Bibimbap.

Seohyun POV End

Kyuhyun POV

Auw … kepalaku pusing sekali! Huuuh .. lho? Kok aku dikompres? Dan .. kenapa aku sudah dikamar? Perasaan tadi aku ketiduran di sofa bawah sama Minri dan yeoja … entah lah namanya. Yang pasti aku berhutang budi padanya. Dia baik sekali. Aku melepas kompres-an yang ada di kepalaku. Mengelap seluruh keringatku. Siapa ya yang mengompresku?

Aku berjalan turun. Itu dia yeoja yang menolongku dan juga Minri. Wajahnya natural. Dan ya … cantik. Juga sepertinya baik.

“Kyuhyun-ssi! Anda sudah bangun? Mari saya buatkan cokelat panas.” Minri berjalan ke dapur.

“Kau … sudah baikan, ya? syukurlah…” dia hanya tersenyum.

“Boleh … kutahu namamu?” tanyaku pelan.

“Park Seohyun.” Seohyun. Nama yang indah.

“Gamsha sudah menolongku. Aku akan berhutang padamu…” aku merasa membebaninya.

“Cheonma. Tidak usah. Aku ikhlas membantumu. Lagian kau ini dongsaengnya Donghae oppa. Aku mengenalnya. Dia menyukai eonnie-ku.” Seohyun mulai bercerita. Baru sekali ini aku dekat dengan Yeoja.

“Ooooh! Jadi kamu dongsaengnya Park Jessica, ya! pantas mirip. Ya, Donghae hyung memang seperti itu. Dia menyimpan banyyaaaakkk …. Sekali foto eonnie-mu itu di kamarnya. Kau tak tahu, ya, Donghae hyung itu suka bawa kamera ke kampus buat nge-foto Jessica noona!” aku hanya tertawa. Hyung-ku itu gila sekali.

“Hahaha … aku sudah merestui-nya kekeke~” canda Seohyun.

“Iya … ckckck …”

Ting tong!

“Donghae hyung! Panjang umur!” aku hanya berceloteh aneh. Ya, itu Donghae hyung.

“Panjang umur? Apa maksudmu evil? Ckck … lho? Seohyun? Kenapa kamu disini?” Donghae hyung menoleh kepada Seohyun.

“Aku habis menolong Kyuhyun, oppa. Ah, sudah pukul empat sore! Aku harus pulang. Annyeong,” Seohyun bergegas mengambil tasnya.

“Annyeong. Gamsha hamnida, Seohyun-ah!” aku melambaikan tangan. Entah, aku rasanya lebih ingin dia dekat denganku. Omo~ apa aku suka dengannya????

Kyuhyun POV End

***

Author POV

Sebulan kemudian ….

“Eonnie? Mengapa kau ceria sekali?” tanya Seohyun pada Jessica yang sedang senyum-senyum sendiri di sofa.

“Hihihi … kau pasti tidak menyangka, Hyunnie!” tawa Jessica dengan penuh misterius (?).

“Ada apa? Ah coba kutebak! Apa eonnie jadian sama Hae oppa?” tebak Seohyun asal.

Bingo! Kau tepat sekali!! Tadi Donghae oppa menembakku! Omo~ itu hal paling romantis yang pernah kurasakan!!!” Jessica hanya senyum-senyum gaje *ditimpuk Gorjess Spazer*

“MWO?? Eonnie jadian? Chukkae, eon!” Seohyun hanya tersenyum.

01:00 PM

Seohyun tidak ada kerjaan lagi. Dia hanya menonton keroro. Lagi dan lagi berulang-ulang.

Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul! Suara ringtone HP-nya terputus karena dia sudah buru-buru angkat.

“Yoboseyo?”

Seohyun-ah! Ini aku, Kyuhyun. Bagaimana kalau hari ini kita ke taman bermain? Aku sedang malas di rumah. Game-game ku di curi sama Donghae hyung.” Seohyun hanya terkekeh mendengarnya.

“Ne, Kyu. Aku juga sedang malas. Kau jemput aku, ya?” Seohyun hanya tersenyum gembira.

Oke! Siap-siap, ya! annyeong,” Kyuhyun mematikan telepon.

“Ne, annyeong,”

Seohyun langsung bersiap-siap.

Tiiin! Tiiin!

“Nona … ada Kyuhyun di bawah.” Hara menghampiri Seohyun.

“Oh baiklah. Bilang tunggu sebentar!” Seohyun memperbaiki tataan rambutnya. Sekarang rambutnya digerai. Rambutnya itu berwarna hitam bergelombang.

“Kyuhyun-ah! Kajja! Kita pergi!” Seohyun segera menghampiri Kyuhyun setelah siap.

“Ne, ayo!” Kyuhyun menggandeng Seohyun. Mungkin kalau orang-orang lihat, mereka seperti sepasang kekasih. Padahal, sekarang mereka hanya sahabat.

“Kita mau kemana sekarang? Oh iya, ke Lotte World, yuk!” Kyuhyun mengusulkan.

“Boleh juga!” Seohyun hanya tersenyum.

Author POV End

Kyuhyun POV

Akhirnya sampai juga di Lotte World. Baru sekali aku ke tempat ini bersama Yeoja yang hanya sahabatku. Terakhir … kesini sama Donghae hyung dan eomma, appa.

Ku lihat Seohyun. Aigoo … dia tertidur. Imut sekali saat tidur. Hihi … rasanya pengen nyubit pipi chubby-nya itu! Kekeke~…

“Hei, bangun! Sudah sampai Keroro!” aku menggodanya. Dia masih tak berkutik.

“Nona Park! Sudah sampaaiiii … ya sudah kutinggal ya! satu .. dua …”

“Huahm! Hei! Jangan tinggalin aku!” Seohyun segera terbangun dan memeluk lengan kananku.

“Eh? Mi … mian. Tidak sengaja. Hehe …” dia hanya tertunduk malu.

“Gwenchana. Ckck … kau kalau tidur kayak anak kecil ya!” godaku sambil berjalan menuju tempat loket.

“Enak saja! Kau tuh! Kamar isinya poster, PSP, PS 2, PS 3, pokoknya isinya gameeee semuanya! Dasar!” celotehnya. Lucu sekali dia. Polos.

“Kau sendiri isinya boneka kodok! Hahaha!” tawaku.

“Ish~! Tukang Game!”

“Tukang Kodok!”

“Game!”

“Kodok!”

“Game!”

“Kodok!”

“Permisi agesshi, mau beli berapa tiket?” hahaha .. ternyata sudah bagian kami. Kulirik Seohyun. Dia masih mendengus.

“Eh? Dua! Dua tiket!” aku menyerahkan uang.

“Mau kemana dulu?” tanyaku.

“Hmm …. Roller coaster?” tawarnya.

“Baiklah. Tapi jangan nangis ya, Kodok!” candaku lagi.

“Kau juga jangan nangis Game!” candanya balik.

Kyuhyun POV End

Seohyun POV

Aku masih mendengus. Dia meledekku terus! Dasar Evil.

“Woi! Jangan ngelamun! Ayo naik!” teriak Kyuhyun menarikku.

“Eh? Siapa yang ngelamun!” kilahku.

“Kamu! ckckck … mikirin siapa? Kodokmu itu ya? tenang, kata Donghae hyung, dia dan Jessica sedang membakar kodok-kodokmu itu! Kekeke …” grrrr ….

“Enak saja! Kudengar tadi Hae oppa dan Sica eonnie sedang merusak game-game milikmu itu! Weeek!” aku menjulurkan lidah.

“Sssst! Agasshi! Agesshi! Kalau mau berpacaran, lebih baik pergi ke Romance Loving House!” seru seorang petugas. Mwo? Berpacaran?

“Ehm … kami sahabat! Bukan berpacaran!” jelasku pelan.

“Ahahaha … nanti juga bakal jadian! Lihatlah. Dari tatapan kalian saja sudah ketahuan!” petugas itu bisa sekali berbohongnya.

“Hihihi … bisa aja sih!” Kyuhyun hanya terkekeh. Tapi dia segera menutup mulutnya.

Aku hanya tersenyum. Sebenarnya … ya aku hanya malu. Tapi kupikir dulu! Kalau nanti aku jadi yeojachingunya si Evil ini. Bisa-bisa nanti aku ketularan Evil lagi? Ottohkae????

Roller coaster sudah berjalan. Aku hanya menutup mata. Kenapa? Takuuuut!!! Ini tinggi sekali! Aku hanya bisa menutup mataku. Duh .. kalau aku mati gimana, ya? aiiih!

“Huaaaaaa!!!! Eommaaaaa!!! Appaaaa!!!” kulirik Kyuhyun berteriak seperti anak kecil. Ckckck … tampang Evil kayak dia bisa takut juga, ya? dasaaarr …

“Hei, sudah kubilang! Jangan berteriak seperti anak kecil! Malu-maluin tau!” ucapku.

“Eommmaaaa! Appaaa!! Takuuuuuuttttt….” Saat roller coaster mulai mencepat dia makin takut. Malahan keluar air mata dari matanya. Ckckck … aneh!

“Wahahahaa!!! Kau seperti anak balita kehilangan mainannya tau! Ckck …” ledekku. Namun saat sudah sampai bagian paling atas. Aku jadi merasa takut. Tiba-tiba …

Nguuuuuuung! Roller coasternya semakin cepat! Huuuuaaaa!!

“Eommmaaaa! Appa!!! Sica eonnieee!!!” teriakku. Tanpa sadar aku memeluk Kyuhyun. Kyuhyun juga makin mengeratkan pelukannya. Apa karena takut.

ah … akhirnya roller coaster berhenti. Tapi Kyuhyun masih memelukku!! Aigoo … seperti anak kecil sekali dia ini!

“Kyu!! Ayo! Sudah selesai! Ish~ berat tau!” aku memukul-mukul punggung Kyuhyun.

“Eh, mian .. hihi … sudah sampai ya!” Kyuhyun segera melepaskan pelukannya. Badanku jadi pegal!

Seohyun POV End

Kyuhyun POV

Aku sepertinya merasa sangaaaaat … nyaman dipelukannya. Entah, rasanya sama seperti saat memeluk eomma.

“Kyu!! Ayo! Sudah selesai! Ish~ berat tau!” dia memukul-mukul punggungku. Aku segera melepaskannya. Huuuh … padahal baru aja ngerasain PEWE (posisi wuenak >_<)

“Eh, mian .. hihi … sudah sampai ya!” aku segera melepaskan pelukanku. Kenapa rasanya jantungku jadi seperti mau keluar, ya? omo~ apa aku menyukainya?? OMG! Tapi, gak apa lah. Dia kan cantik, lucu, polos, enak lagi dipeluk ckckck *ditampar Seomate*. Hah … akhirnya kudapatkan juga wanita ideal. Gak mau kalah sama Donghae hyung, dong! Haha …

Sekarang kami berjalan menuju rumah hantu. Hiiii …. Sepertinya seram!

“Hei! Kalau masuk lagi, jangan seperti tadi ya!” ledeknya sambil menggembungkan kedua pipinya. Aigo … pingin sekali aku mencubitnya!

“Iya, tupai … ckkck ..” aku mendapat ide jahil lagi.

“Balita!”

“Tupai!”

“WHATEVER!” teriaknya. Hahaha … mudah sekali dijahili dia.

Kyuhyun POV End

Author POV

Sudah banyak sekali permainan yang dicoba oleh Seohyun dan Kyuhyun,

“Kyu, makan yuk! Aku lapar,nih!” pinta Seo manja.

“Ne, makan apa?” tanya Kyuhyun balik. Saat sedang mutar-mutar, Seohyun tertuju kepada restoran dengan papan bertuliskan ‘Sweet Potato House’.

“Kyu, Kyu!! Aku mau makan itu!!” teriak Seohyun seperti anak kecil.

“Hahaha … ternyata selera makanmu kuno sekali, ya!” ledek Kyuhyun sambil mengacak-acak rambut Seohyun. Seohyun hanya menggembungkan kedua pipinya.

“Selamat siang Agesshi, Agasshi, mau pesan Sweet Potato berapa?” tanya pemilik kedai itu.

“Aku mau pesan lima, ya!” seru Seohyun. Kyuhyun langsung terbelalak.

“Mwo? Hei! Siapa yang mau menghabiskannya! Satu Goguma (sweet potato dalam bahasa korea) saja aku sudah kenyang!” seru Kyuhyun.

“Ya sudah, aku makan empat kamu satu! Lagian aku juga yang bayar. Masalah buat kamu?” cuek Seohyun. Kyuhyun hanya mendengus. Tak kusangka. Badan kecil makanan melebihi porsi namja! Gumam Kyuhyun dalam hati.

“Nih, makan!” Seohyun menyerahkan satu goguma kepada Kyuhyun. Mereka makan di kursi taman.

“Gomawo,” ucap Kyuhyun. Kyuhyun baru menghabiskan setengah tiba-tiba ….

“Kyu? Sudah habis belum? Aish! Lama sekali! Aku makan empat goguma sudah habis!” seru Seohyun memerhatikan Kyuhyun dengan tampang polos.

“Kau ini raksasa, ya! makan cepat banget! Apa gak dikunyah?” tanya Kyuhyun.

“Aniyo. Aku kalau makan goguma memang cepat. Dulu ya, wakt aku SD, ikut kontes makan sepuluh goguma dengan waktu kurang dari semenit! Dan aku menang!”

“Dasarrr … hahaha! Ayo sekarang kita pulang!” ajak Kyuhyun menggandeng tangan Seohyun.

“Baiklah,” Seohyun hanya menurutinya.

SKIP-à

“Gomawo, Kyu. Hati-hati, yah,” ucap Seohyun sesampainya di rumah.

“Ne, cheonma, Seo. Annyeong!” balas Kyuhyun. Seohyun memasuki rumahnya.

Author POV End

Seohyun POV

“Cieee …. Habis kencan, nih, yee….” Tiba-tiba Jessica eonnie meledekku saat memasuki kamar.

“Mwo? Aniyo! Kami hanya bermain di taman bermain saja. Eonnie nih!” balasku. Sebenarnya aku malu.

“Bermain di taman bermain, makan bareng, pulang dianterin. Itu sudah seperti sepasang kekasih, Seo. Kulihat kau dipeluk sama Kyu. Ckckck …” tawa Jessica eonnie meledak. Aigo … dia tau, ya!!!

“Eonnie … ngikutin aku dan Kyu oppa, yah?” tanyaku menyelidik.

“Eh … bukan hanya aku sih … Donghae …” omongan Sica eonnie terputus karena aku langsung melempar bantal ke wajahnya.

“Iiiih! Eonnie nakaalllll!!!” aku hanya cemberut.

“Hahahaha! Sudah, sudah. Eonnie minta maaf. Haha …  yasudah, sana cepat mandi dan makan malam! Eomma dan appa sebentar lagi pulang!”

“Ne, ne,” aku masuk ke dalam kamar mandi.

@7:00 PM

Aku dan Jessica eonnie di ajak eomma dan appa ke sebuah restoran terkenal. Tumben appa mengajak kami.

“Eomma? Wae? Kenapa appa mengajak kami makan malam?” tanyaku kepada eomma.

“Appa akan ada meeting kepada perusahaan Batu bara.” Jelas eomma. Aku hanya mangut-mangut. Appa-ku memang bekerja sebagai direktur perusahaan minyak bumi.

Tiba-tiba Kyuhyun Oppa meng-SMS-ku.

To: Seohyun

From: Kyuhyun

Hyun-ah! Aku sedang malas, nih. Appa-ku mengajakku makan malam diluar entah kenapa? Kau sedang apa, Hyun?

Wah, kebetulan sekali, Kyuhyun oppa juga sedang pergi!

To: Kyuhyun

From: Seohyun

Kebetulan oppa, aku dan keluarga juga sedang makan malam diluar. Kata eomma, appa ada meeting dengan sebuah perusahaan.

To: Seohyun

From: Kyuhyun

Jinjja? Ahh …. Asyik sekali! Oh ya, appaku juga ada meeting dengan sebuah perusahaan! Hihihi … hampir sama, ya! Seo, aku sudah sampai. Sudah dulu, ya! bye …. J

To: Kyuhyun

From: Seohyun

Ne, oppa, bye … J

Aku pun segera menaruh HP-ku di tas. Sambil menunggu tamu appa.

“Annyeong haseyo, Mr. Park!” sapa seseorang.

“Ah, Mr. Choi! Sudah lama tak bertemu. Kenalkan, ini istriku dan ini anak-anakku. Park Jessica dan Park Seohyun,” appa mengenalkanku dan Sica eonnie. Aku membungkukkan badan. Dan kembali duduk. Tunggu … Choi? Choi kan marganya Kyuhyun oppa. Apa jangan- jangan ..

“Ini anak-anakku, Choi Donghae dan Choi Kyuhyun,” jelas Mr.Choi. MWO? Jadi … teman appa itu adalah appa Kyuhyun? Asyiiiiik ….

“Seohyun!” Kyuhyun segera menghampiriku.

Seohyun POV End

Kyuhyun POV

Aku melihat Seohyun. Waaaah … teman appaku adalah appa Seohyun! \(^O^)/ kulirik Seohyun. Dia hari ini sangat cantik. Padahal baru tadi bertemu.

“Seohyun!” panggilku. Aku segera duduk disamping Seohyun. Haha, Hae hyung langsung ngacir ke tempat Jessica.

“Oppa! Haha … ternyata appa kita berteman, ya!” ucap Seohyun.

“Ne, haha …” balasku.

Setelah makan malam selesai, kami pulang.

Kyuhyun POV End

***

Author POV

Sudah seminggu ini Kyuhyun dan Seohyun tidak bertemu. Sejak makan malam waktu itu.

Saranghae, saranghae! Lantunan lagu Kissing You berbunyi di HP Seohyun. Itu tandanya telepon Kyuhyun. Ya, Seohyun mempunyai ringtone  khusus untuk Kyuhyun. Ya, karena dia menyukai Kyuhyun.

“Annyeong,” Seohyun mengangkat telepon.

Annyeong, Seohyun. Eh … kamu mau gak, ke Café biasa? Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu sangat, sangattt penting! Ne? jeballl …” Kyuhyun berbicara sangat memohon pada Seohyun.

“Memangnya kenapa, Kyu? Baiklah aku kesana. Tunggu ya, annyeong,” Seohyun mematikan sambungan.

Ahhh … gamsha! Annyeong!” Kyuhyun segera mematikan teleponnya juga.

Setelah rapi, Seohyun berangkat ke café biasa tempat dia dan Kyuhyun bertemu.

Dia berdandan rapi sekali. Entah kenapa, feelingnya mengatakan bahwa Kyuhyun akan memberikan sesuatu yang terindah untuknya.

Setelah sampai di café, dia tidak melihat sesosok Kyuhyun. Tiba-tiba ada SMS masuk di HP-nya.

To: Seohyun

From: Kyuhyun

Kau sudah sampai? Kalau sudah sampai, bilang kepada pelayan yang menjaga tempat duduk khusus, bahwa kau undangan Tuan Choi, oke? Mian aku telat😀

Hah? Tempat khusus? Ngapain Kyuhyun sampai mesan tempat khusus segala? Aneh! Batin Seohyun.

To: Kyuhyun

From: Seohyun

Baiklah, tapi … kenapa pakai di tempat khusus segala?

To: Seohyun

From: Kyuhyun

Ada deeeeeh :p

Seohyun berjalan ke tempat salah satu pelayan.

“Mmm … mian, tapi aku undangan dari tamu Tuan Choi.” Ujar Seohyun.

“Oh, Tuan Choi, mari saya antar!” Seohyun berjalan mengikuti pelayan itu. Sampailah Seohyun di balkon café itu. Terlihat pemandangan kota Seoul di malam hari. Juga lampu-lampu yang menghiasi pagar balkon itu. Juga ada meja makan berbentuk ‘love’ berwarna pink. Juga dua kursi nan cantik yang menghiasi meja itu.

“A … apa ini tempat yang dipesan Tuan Choi?” tanya Seohyun.

“Ne, agasshi … saya permisi dulu. Annyeong,” pelayan itu kembali keluar balkon. Seohyun dengan gugup duduk di kursi berwarna merah itu. Di belakang meja makan itu, tanpa Seohyun sadari ada sebuah piano. Dari balik piano itu, lah, Kyuhyun bersembunyi. Dia memakai tuksedo hitam.

Ting! Suara alunan lagu ‘Way Back Into Love’ mengalun. Kyuhyun bermain Piano sambil bernyanyi dengan merdu.

“O .. oppa?!” Seohyun kaget dan berdiri menghampiri Kyuhyun yang sedang asyik bernyanyi juga memainkan piano itu.

“Park Seohyun, mau kah kamu menjadi yeojachingu-ku?” tiba-tiba Kyuhyun bertekuk lutut dan membukakan sebuah tempat cincin. Cincin itu bertuliskan ‘SeoKyu’.

Tak terasa Seohyun mengeluarkan air mata. Air mata kebahagiaan.

“Lho? Kok nangis?” tanya Kyuhyun. Kyuhyun segera beranjak dan menyeka air mata Seohyun.

“Aku tidak akan memaksamu, Hyunnie …” ujar Kyuhyun.

“Aku … aku mau, oppa!” Seohyun berhambur ke pelukan Kyuhyun. Terasa hangat dan nyaman.

“Gomawo, Seohyunnie …” ucap Kyuhyun. Mereka segera duduk dan memakan makan malam romantis.

“Oppa …gomawo untuk semua ini,” ucap Seohyun.

“Ne, gwenchana, chagi.” Jawab Kyuhyun.

“Oppa, tumben kau romantis dan dewasa sekali. Biasa-nya childish banget,” ujar Seohyun polos.

“MWO? HAHAHAA! Aku belajar dari Donghae hyung dan Jessica!” tawa Kyuhyun.

“Kirain belajar sendiri -_-.” Sahut Seohyun.

Setelah selesai makan, mereka bermain piano bersama menyanyikan lagu ‘Way Back Into Love’.

“Permainanmu bagus!” puji Kyuhyun.

“Gomawo.” Jawab Seohyun.

“Mari kita pulang. Kau ku-antarkan.” Ucap Kyuhyun.

Seohyun dan Kyuhyun berjalan bersama menuju parkiran.

“Omo~! Sudah pukul setengah sebelas malam!” seru Seohyun di perjalanan.

“Tenang, sudah ku-SMS eomma-mu dan Jessica,” jawab Kyuhyun. Seohyun kembali lega. Di perjalanan-pun dia tertidur.

“Hihihi … kamu itu very very cute, Park Seohyun!” gumam Kyuhyun. Sesampainya di rumah Seohyun, Kyuhyun masih susah membangunkan Seohyun. Akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Jessica.

“Noona, dongsaengmu itu susah dibangunkan, aku sudah di depan rumah,” ujar Kyuhyun di telepon.

Aigoooo … baiklah Kyu! Aku akan kesana,” jawab Jessica.

“Hyunnie …. Kau sangat nakal. Mianhae telah merepotkanmu, Kyuhyun,” ujar Jessica menarik Seohyun keluar mobil.

“Gwenchana, noona, aku pergi dulu. Annyeong,”

“Ne, annyeong,” jawab Jessica.

3 Tahun kemudian ….

Seohyun tengah bersiap di depan altar. Dia akan melaksanakan pernikahan bersama … siapa lagi kalau bukan CHOI KYUHYUN.

“Park Seohyun, kau berjanji akan menjadi istri yang bla … bla .. blaa …(mian author gak ngerti soal beginian >o<)”

“Saya JANJI!” tegas Seohyun. Kemudian ia melirik Kyuhyun.

Setelah selesai pernikahan, eomma Seohyun dan eomma Kyuhyun menghampiri SeoKyu yang sudah sah menjadi suami-istri.

“Aigo~ anak eomma sudah dewasa L jaga dia baik-baik ya, Kyu,” ucap eomma Seohyun, Park Taeyeon.

“Ne, ahjumma …” jawab Kyuhyun sambil membungkukkan badan.

“Ah, ayo Taeng kita pergi, biarin mereka bersenang-senang dahulu. Bye! Bye!” Sooyoung eomma Kyuhyun menarik tangan Taeyeon.

“Hahahaha! Baiklah, oh ya, eomma mau pesan kepada kalian, cepat-cepat buat cucu, yaa! Hahahaha!” Taeyeon lekas pergi bersama Sooyoung. Seohyun hanya tertawa. Tiba-tiba Jessica dan Donghae yang sudah lebih dulu menikah sudah mempunyai anak bernama Lee Hara.

“Waaah … Kyuhyun sudah nikah, haha … eh, jaga istri yang benar. Jangan main game melulu,” nasihat Donghae sambil menepuk-nepuk bahu Kyuhyun.

“Ne, ne, hyung … oh ya, hyung harus jaga anak yang benar!” nasihat Kyuhyun balik.

“Aku memang jaga anak yang benar kok!” Donghae mulai bertingkah seperti anak kecil.

“Hhhh …” Seohyun dan Jessica menggelengkan kepalanya.

Setelah selesai acara. Kyuhyun dan Seohyun memakai mobil Audi pergi menuju rumah baru mereka. Sampai disana, Kyuhyun langsung menggendong Seohyun ke dalam kamar.

THE END

35 thoughts on “She Is My Girl!

  1. suka banget sama couplenya… seokyu n haesica…
    pas liat cast nya kirain bakalan kebalik, seohae n kyusica…lha authornya nulisnya kyu paling bawah, pdhl seo paling atas…
    tp g p2 deh… sweet

  2. wah bagus daebakk
    kan katanya mau dibuatin part 2 nya. aku mau nanya kira kira judulnya apa biar nanti gak susah cari lanjutan ceritanya? 😀

  3. Ceritanya bagus thor
    tapi alurnya kecepatan
    jadi feelnya kurang kena
    mungkin kalo pas seokyu pacaran nggk dipercepat pasti feelnya bakalan kena banget

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s