Stay With One Love [Part 1]

TITLE             : Stay With One Love part 1

AUTHOR       : Keyindra_clouds (Kim Key94)

MAIN CAST  :Yesung Super Junior, Yuri SNSD, Siwon Super Junior, Yoona SNSD

Hey… I’ll back dengan FF ku selanjutnya. Makasi banget bwt admin yang udah mau nerima aku. Ini sangat ngedukung baget Author bwt bikin FF lebih baik lagi untuk kedepan. Jeongmal Kamshamida. bagi yang pernah baca FF ku saat masih jadi author freelance, jangan heran kalo cerita and tokohnya mirip banget. tapi ini versi yang lain. OK.

Yang belum baca silahkan kunjungi:

http://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/05/22/freelance-loving-you/

and

http://smtownfanfiction.wordpress.com/2012/06/13/freelance-forever-love-with-you/#more-12778
SILAHKAN MEMBACA GRATIS!!!!

 

 

JONG WOON POV

 

Sinar matahari pagi telah merayap menghangatkan seluruh isi bumi. Kulihat seorang yeoja yang tak asing bagiku yang selama ini telah mengisi hari – hariku. Ia masih berada dalam alam mimpinya. Kupandangi raut wajahnya teduh mengisi kehidupanku selama ini. Aku tersenyum dan mengelus lembut pipinya yang putih itu.

Di sisi ranjang yang lain kulihat dua orang malaikat kecil yang sudah rapi dan bersih tengah bermain dengan serius mengutak – atik mainannya, aku bahagia memandangnya.

“chagi…bangunlah chagi…..” ku coba menepuk pelan dan lembut tangan serta pipinya. Ia hanya menggeliat pelan, masih dengan mata terpejamnya. Aku tahu cara yang harus kulakukan agar ia terbangun. Kudekatkan wajahku padanya dan lama – lama kulumat bibir merah mudanya, cara ini terbukti ampuh membangunkannya.

Beberapa detik kemudian……………

“opp……pa……….euhmmm…mmm”. Tepat dugaanku ia mulai sadar dari tidurnya. Ia mulai sedikit membuka mata dan mengerjap – ngerjapkannya. .

“bangunlah chagi…kau lupa kalau hari ini ada apa?…”

“anii…aku hari ini akan dirumah seharian..” ucapnya masih dengan mata sedikit terpejam sambil menaikkan selimutnya kembali menutupi tubuhnya.

“gurae??” tanyaku sambil menaikkan salah satu alisku……”apa surat lamaran kerja yang berada dimeja itu tak jadi diserahkan untuk menerima wawancara panggilan kerja hari ini??”.

Yuri segera membuka selimutnya kembali, tiba – tiba langsung beranjak kaget dan terbangun.

Yuri segera mengambil jam diatas nakas. “omo..oppa kenapa kau tak membangunkanku dari tadi?”. Pekik Yuri. Segera ia berlari menuju kamar mandi dan seperti biasa ia seorang yeoja pelupa, ia melupakan bahwa hari ini ia ada wawancara kerja. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah Yuri yang seperti itu.

“hey, kalian berdua sedang apa??…….apa yang kalian berdua lakukan…”. mereka berdua hanya tertawa memandangku, aku mengusap pelan kepala mereka berdua dan langsung ikut bermain dengan mereka.

Sudah hampir 3 bulan ini Yuri lulus dari kuliahnya. Awalnya aku menawarinya sebagai asistenku di rumah sakit tempat ku bekerja, tapi dia menolaknya. Alasannya ia hanya ingin mencari pekerjaannya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Yah.. bagaimana lagi itu keinginan Yuri, aku hanya bisa mendukungnya. Aku bangga memiliki seorang anae yang mandiri sepertinya, ia tak mau menerima bantuan orang lain termasuk aku sendiri sebelum ia benar – benar membutuhkannya. Selama ia bisa, pasti dia lakukan.

********************

YURI POV

 

Huh..kenapa hari ini aku bisa telat bangun, wawancara dimulai 1 jam lagi. Kenapa Jong Woon tak segera membangunkannku…runtukku dalam hati. Aku langsung mandi dan segera berganti pakaian serta membereskan semua keperluan untuk wawancara, langsung saja kumasukkan kedalam tas, dantak lupa sedikit memoles wajahku agar terlihat segar hari ini.

“Omo….40 menit lagi wawancara dimulai, bagaimana ini ?…. . Jarak dari apartemenku sekitar 30 menit jika naik kendaraan umum, pasti aku akan telat…belum lagi aku harus berjalan 15 menit menuju lokasi…bisa – bisa aku langsung gugur sebelum wawancara”.

Kulirik sebuah kunci diatas meja dan segera ku ambil. Segera aku mendekati Jong Woon yang tengah bermain dengan Jae Woon dan Nam Young.

“oppa…………”

“wae, chagi??..”

“hari ini aku pinjam mobilmu dulu ya, kau hari ini kan cuti sehari……ayolah oppa…oppa kan hari ini libur….” ucapku memohon.

Cup….Sebuah kecupan singkat mendarat dibibirnya dariku. Aku langsungtersenyum memandangnya.

“issh…kau ini pandai merayuku saja ….ne…cepatlah berangkat, daripada telat”. Ia pun akhirnya mengizinkanku membawa mobilnya.

“gomawo oppa..”

Baru selangkah berjalan sebuah tangan menarik pergelanganku. Aku pun ikut tertarik dan slettt…….

Aku segera terduduk dipangkuannya…

Cup…ia menciumku kembali dan melumat bibirku. Aku pun tidak bisa menolak ciuman manis dari bibirya dan segera kubalas ciumannya, ku lumat bibirnya dan merasakan manis begitupun dia melumat bibirku juga. Kami saling menggigit bibir bawah satu sama lainhingga akhirnya aku terhanyut oleh sensasi ciumannya.

“cepatlah berangkat…wawancara akan segera dimulai…” ujarnya setelah melepas ciumannya dariku.

“kau ini….bilang saja minta morning kiss…” . gerutuku

“apa kau mau lagi??…” ucapanya menggoda.

“shirreo….”. tolakku. Dan Jong Woon pun terkekeh pelan, sekali lagi ia menciumku, tapi kali ini dipipi.

“ciuman semangat untuk istriku tercinta agar hari ini berjalan lancar….”

Hampir 3 bulan lebih aku lulus dari kuliahku. Awalnya aku ingin bekerja dikantor Jong Woon tapi ku urungkan niatku karena aku tak mau mengambil secara paksa pekerjaan orang lain, meskipun Jong Woon termasuk orang yang berpengaruh besar terhadap rumah sakit itu. Lebih baik aku memulai karir ku dari nol dan mencari sendiri apa yang aku mau.

********************

AUTHOR POV

Segera Yuri pun melajukan mobilnya dengan kecepatan extra, sesekali ia melirik jam tangannya. Didapatinya jalanan menuju tempat wawancaranya agak sedikit macet karena ada sedikit perbaikan jalan. Ia akhirnya memutar balik arah dan mencari jalan yang sedikit jauh menuju tempat wawancaranya.

@ PARANG HOSPITAL

“Kim Yuri…” sebuah panggilan memanggilnya, ia segera menoleh dan beranjak masuk menuju ruangan tersebut. Ia mencoba menarik napas pelan dan menghembuskannya untuk menghilangkan rasa gugupnya.

“anneyeong haseo…KimYuri Imnida…” . Yuri mencoba memperkenalkan dirinya kepada sang interviewer. Ia pun mengangguk pelan dan segera duduk.

“langsung saja ke topik utama nona.. kulihat prestasi selama kuliah bagus, nilaimu pun juga bisa dibilang diatas rata – rata. Saya sendiri pun telah membaca daftar riwayat hidup anda, pengalamanmu juga lumayan bagus”.

“kamshamida agasshi..”

Yuri pun menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh dokter yang mewawancaranya. Ia menjawab sebisa mungkin, terlihat dari mukanya yang serius.

“baiklah, Yuri – sshi…kau hanya tinggal menunggu pihak rumah sakit menghubungimu..”

“kamshamida agasshi..”

Segera ia meninggalkan ruangan tempat wawancaranya. Ia menghela napas pelan, sedikit perasaan lega menghinggapinya karena dapat melalui semua itu.

********************

YURI POV

 

Drtttt……….drtt………..

“yeoboseo….Ga Eun…….wae??..”

“ahjumma….appa dan eomma hari ini tidak bisa menjemputku sekolah..ahjumma tolong jemput aku ya…”

“eumm….ne,, ahjumma akan menjemputmu”.

Beberapa saat kemudian…………………

“ahjumma….” teriaknya. Aku segera manghampirinya, ia pun membalasnya dengan pelukan dari tangan kecilnya.

“waeyo, umma dan appamu tak memjemputmu??”.

“molla…ahjumma….”

“kajja..kita pulang…ahjumma antar sampai rumah ya..”

“ahjumma aku ingin bertemu Jae Woon dan Nam Young…bolehkan ahjumma…” ucapnya sambil memasang tampang aegyo – nya. Aku pun hanya mengangguk dan segera melajukan mobil menuju apartemen.

@ JONG WOON APARTEMENT

 

Aku memasuki apaertemen dengan membawa tas dan barang – barang sekolah Ga Eun. Ga Eun langsung berlari menghampiri Jae Woon dan Nam Young yang sedang bermain dan merangkak. Ia langsung menciumi mereka.

“ Jae Woon…………Nam Yong…….” suara teriakan khas dari anak kecil mengagetkan Jong Woon  di dapur, ia segera melihat siapa yang datang.

“annyeong…ajusshi….”.

“Ga Eun…annyeong…..Yuri – ya,  waeyo tiba – tiba kau membawa Ga Eun kemari??”

“Ga Eun bilang dia tidak dijemput appa dan eommanya, ia menelponku dan akhirnya kuajak dia kesini….oppa sudah makan siang???”

“baru saja aku mulai memasak…kajja bantu aku…”

********************

“oppa..kau masak apa hari ini??….”

“euhmm….membuat cake..kajja bantu aku…”

“cake??…bukan seperti ini membuat cake…”

“mwo??…ini benar..sesuai dengan petujuk yang ada dibuku resepnya”

“anii…yang benar itu seperti ini…….” Aku mencolek adonan kue tersebut dan menempelkannya pada hidung Jong Woon. Jong Woon pun kesal karena aku mengerjainya, ia mencoba membalasku tapi aku mencoba mengelak. Segera pergelangan tangan ku ditariknya dan kini tubuhku menempel ditubuhnya. Ia mendekatkan wajahnya padaku perlahan lahan memiringkan kepalanya dan…..

—chu—-

Ia menciumku dan mendekapku erat. Ciuman lembut dari bibirnya tak bisa ku tolak, ia merengkuh pinggangku erat agar ku tak jatuh. Aku meremas pelan  lengannya serta membalas ciumannya. Ia menciumku penuh cinta aku terhanyut akan sensasi dari bibirnya. Kujambak pelan rambutnya karena ia menggigit bibir bawahku..

“Ahjumma, Ajusshi…apa yang kalian lakukan??…ajusshi jangan menggigit bibir Ahjumma..”

Sontak aku mendorong tubuh Jong Woon dan melihat Ga Eun tengah memperhatikan adegan (?)  kami. “anii…kami tidak melakukan apa – apa bohong Jong Woon…”Aku melirik tajam Jong Woon, tapi ia pura – pura tak melihatku dan tak terjadi apa – apa.

“itu hukuman karena mengerjaiku.” Jong Woon tersenyum evil karena aku menatapnya tajam.

********************

Seseorang tengah memencet bel apartemenku. Aku yang sedang duduk santai sambil menceritakan kejadian ku pada saat diwawancara dengan Jong Woon oppa sehabis makan siang langsung beranjak membuka pintu. Kulihat dari layar monitor ternyata Jinki oppa yang datang, pasti mau menjemput Ga Eun.

“oppa….annyeong”

“annyeong Yuri – ya…………Apa Ga Eun merepotkanmu?…”

“aniyo. Gwencana, Jae Woon dan Nam Young jadi punya teman bermain”

“appa…..Ga Eun berteriak dari dalam rumah dan langsung memeluk Jinki diikuti Jong Woon dari belakangnya”.

“princess appa yang cantik…kenapa baru menelpon appa dan tidak bilang kalau mau pergi ke rumah ahjumma..”. Ga Eun hanya terkikik.

“gomawo Yuri, Jong Woon – ya…kalian telah menjaganya”

“ahjumma, ajusshi…..bolehkah aku meminjam Jae Woon dan Nam Young sebagai adikku hari ini…” ucapnya dengan tampang aegyo polosnya.

Mwo..apa yang dikatakan Ga Eun ini tak dapat ditebak orang…. kami bertiga yang mendengarnya hanya tertawa ketika melihatnya..

“sayang Jae Woon dan Nam Young itu bukan untuk dipinjam…”

“tapi aku mau saeng appa….kajja berikan aku saeng appa….”. Ku lihat Jinki gelagapan sambil menggaruk – garuk tengkuk leher belakangnya menanggapi pertanyaan putri kecilnya itu. Aku dan Jong Woon oppa hanya bisa tertawa melihatnya.

“euhmmm…..ne..nanti appa berikan, tapi bukan hari ini, arraseo!!…kajja kita pulang….” . Jinki hanya pasrah mengikuti kenginan putri kecilnya. Dilihatnya kami berdua, ia hanya tersenyum malu karena ucapan Ga Eun.

“jinja….kapan appa??…..”

Jinki oppa yang kehilangan kata – kata dan bingung harus menjawab apa, langsung saja menggendong Ga Eun dan langsung berpamitan pada kami.

********************

JONG WOON POV

Setelah kejadian lucu tadi aku Yuri kembali masuk rumah. Aku dan Yuri masih sedikit tertawa mendengar ucapan dari Ga Eun tadi yang ingin meminjam Jae Woon dan Nam Young karena menginginkan seorang dongsaeng.

“oppa…dimana Jae Woon dan Nam Young??…”

“mwo..bukannya mereka disini tadi….” . Aku dan Yuri bingungcelingukan mencari mereka yang entah dimana, tapi aku yakin mereka masih ada didalam rumah. Mereka cepat sekali merangkak dan berpindah tempat.

“Jae Woon………Nam Young….chagi dimanakah kalian??…..” Aku mencari mereka diseluruh ruang tengah sedangkan Yuri mencari mereka disetiap sudut ruang tamu. Tapi tak juga menemukan mereka.

“oppa…memang mereka biasanya bersembunyi dimana, mereka itu tak pernah bersembunyi seperti ini ?…” tanya Yuri sambil berjongkok mencari mereka disetiap sudut ruang tamu.

“kau tahu selama kau tinggalkan mereka bersamaku, mereka selalu menghilang sejak mereka bisa merangkak..kajja cari mereka”.

Terdengar suara khas balita sedang tertawa satu – sama lain dari arah dapur. Aku segera melangkah pelan agar bisa menangkap mereka. Sejak mereka merangkak, mereka selalu menghilang entah kemana. Aku mencari disekitar dapur tapi tak juga menemukan, begitu juga Yuri tak menemukannya diruang tamu. Mereka berdua tertawa tapi tak menampakkan dirinya. Kulihat salah satu pasang sepatu terlepas di bawah meja dapur. Aku mulai berjongkok dan segera dan merangkak mengikuti mereka karena mereka sedang ada di pojok meja dapur. Dan………….

Dugh………

“auwww…..”

“oppa………sakit tahu kepalamu…”

“mian chagi..kepalamu juga sakit tahu…..kajja, tangkap mereka..”

Beberapa saat kemudian…..,,…..

Happ……….

“akhirnya kalian tertangkap juga….waktunya mandi, kalian tahu kalian sudah bau…appa tak mau malaikat appa bau..kajja mandi..”

Mereka berdua tertawa mendengarkan perkataanku, seakan mengerti mereka pun menangguk – angguk tak jelas.

********************

“oppa….kau siapkan air hangat…aku akan ambil sabunnya dulu….” . Seperti biasanya aku dan Yuri selalu memandikan mereka berdua ketika berada dirumah saat meninggalkan kesibukan masing – masing.

Byur…byur….

“oppa…..jangan menciprat – cipratkan air…..huh…ku balas kau….”

Aku dan Yuri malah bermain air seperti anak kecil dikamar mandi, tak terasa baju yang kami kenakan basah semua oleh air. Kami hanya tertawa ketika melakukannya. Aku segera menyalakan bathup dan mengisi ulang air hangat yang akan digunakan Jae Woon dan Nam Young mandi. Tapi Yuri masih mencipratkan air ke tubuhku, kemudian aku membalasnya lagi, Ia membuatku gemas. Saat aku mendekatinya Yuri berjalan mundur sambil tertawa, rambut panjang dan pakaiannya basah semua, tanganku jahil segera mendesaknya hingga menempel di dinding kamar mandi. Dan…….

Slettt…………….

Aku tak sengaja menginjak sabun dan terpeleset Yuri yang ada didepanku segera kutarik dan ikut terjatuh. Tubuhku kini diatasnya dengan posisi menindihnya. Ku pandang matanya yang teduh itu, kucari semua makna cinta yang ada didirinya lewat tatapan matanya. Matanya tak pernah berbohong tentang apa yang dirasakan padaku. Ia tersenyum manis menatapku, kami berdua saling menatap dan mengkontak mata kami. Deru nafas kami saling tak beraturan, kudekatkan wajahku padanya.

—–Chu——

Kucium bibir tipis merah mudanya dan melumatnya secara lembut, kurasakan manis yang ada dibibirnya. Ia pun membalas ciumanku dan mengalungkan kedua tangannya di tengkuk leherku. Lama – lama ciuman kami makin memanas, kugigit bibir bawahnya dan dia pun serta menarik tengkuku agar memperdalam ciuman kami.

“euhmmmm………” terdengar desahan pelan yang keluar dari bibirnya. Aku pun makin memperdalam ciumanku.

Suara Jae Woon yang menangis diikuti oleh Nam Young membuat kami terkaget dan kami pun segera berhenti melakukan aktivitas(?) kami.

“chagiya..kita lanjutkan nanti saja..mereka berdua sudah tidak betah ingin mandi sekarang..”

Wajah Yuri pun memanas menampakkan warna merah seperti tomat. Segera aku turun dari atasnya dan mengambil mereka dan segera memandikannya. Yuri pun beranjak dan segera mempersiapkan semua keperluan mandi mereka berdua.

********************

AUTHOR POV

Semingu Kemudian…………………………

“yeobseo……ne…..jinja??…..kamshamida…jeongmal kamshamida”

Yuri berjalan mendekati Jong Woon yang sedang duduk sarapan bersama Jae Woon dan Nam Young. Segera ia memeluk Jong Woon dari belakang dan mengalungkan tangannya di leher Jong Woon.

Cups….sebuah kecupan mendarat dipipi kanan Jong Woon.

“wae, kau senyum – senyum sendiri..apa yang membuatmu bahagia hari ini..” sekali lagi Yuri mencium pipi kanan Jong Woon.

“kau tahu oppa…aku diterima di Parang Hospital….dan lusa aku boleh masuk sebagai perawat  tetap disana…” . Yuri tersenyum sumringah sambil memeluk Jong Woon

“jinja…..chukkae chagi…”

Yuri langsung menghampiri Jae Woon dan Nam Young serta mencium bibir mungil mereka yang masih belepotan dengan makanan, mereka pun tertawa.

“um…..ma…” ucap Jae Woon sambil menggerak – gerakkan sendoknya ke meja makan.

“kau tahu chagi umma sangat bahagia hari ini….sekarang kalian makan, kajja..”

“Yuri – ya..aku berangkat dulu..ini sudah jam 8..”

“ne..hati – hati dijalan… wae oppa kau melihatku seperti itu??..oohh…” Yuri seakan mengerti maksud Jong Woon langsung mengecup bibir Jong Woon.

“mwo..Cuma 5 detik..” protes Jong Woon merasa belum puas.

“kau ini…lihatlah siapa yang melihat kita!!??..apa kau belum puas dengan yang semalam??..” Yuri menatap tajam Jong Woon.

Jong Woon melirik Jae Woon dan Nam Young yang tertawa melihat appa dan ummanya bertengkar kecil seperti itu.

“cepatlah berangkat daripada terlambat..kau mau pasienmu sakitnya tambah parah karena menung……..”. hmmmphhh…

Tangan Jong Woon mengangkat dagu Yuri dan sebuah ciuman singkat mendarat dibibir Yuri, langsung saja Yuri menghentikan omongannya.

“ne..aku tahu…” Jong Woon hanya tersenyum evil dan langsung pergi.

********************

2 hari kemudian………..

YURI POV

Aku menyusuri koridor rumah sakit tempat baruku bekerja. Segera kutemui suster kepala yang akan menunjukan ruangan ku bekerja dan dengan siapa aku akan bekerja sama. Segera ku berganti seragam suster yang kudapat dari rumah sakit ini. Langsung saja aku diperkenalkan pada dokter yang akan dipasangkan menjadi rekan kerjaku.

Krekk…………

“annyeong Siwon – sshi….”. orang itu masih duduk membelakangi ku daan Suster Park. “ perkenalkan ini suster baru yang akan mendampingi anda Siwon – sshi..

Deg….

Siwon…….apa mungkin Choi Siwon sunbae sekaligus cinta pertamaku waktu SMA. Tapi segera kutepis pikiran itu, karena Siwon telah pergi 5 tahun lalu…mungkin ini Siwon yang lain.

“anneyeong haseo…Yuri Imnida..semoga bisa bekerja sama dengan anda…”

“suster Park..kau keluarlah!!.. aku ingin berbicara dengan dia…” ucapnya dingin.

Orang itu segera memutar kursi kerjanya setelah suster Park keluar. Perlahan – lahan aku melihat wajahnya. Ya ..Tuhan kenapa Siwon sunbaeku yang ada dihadapanku sekarang orang yang kusebut sebagai cinta pertama. Kenapa dia datang kembali?..

“Yu…uu…rii.. sshi…” ucapnya kaget dan terbata – bata.

“Siwon- sshi….” aku pun tak kalah kagetnya.

Aku kini duduk dihadapannya tak percaya jika yang kulihat adalah dia. Dia orang yang pernah aku cintai sewaktu SMA dan pergi meninggalkannku begitu saja. Aku tertunduk menghadapnya mencoba mengingat masa laluku bersama dia.

“Yuri –sshi…bagaimana kabarmu??..” ucapnya memecah keheningan diantara kami.

“baik..bagaimana denganmu??..kapan kau pulang dari Paris??..”

“baik..aku pulang dari paris setahun lalu.”

“kudengar dari Sungmin Sunbae saat aku bertemu dengannya kau sudah menikah di Paris….chukkae atas pernikahanmu..istrimu pasti sangat cantik…Siwon – sshi”

“gomawo…” ucapnya lesu.

“Siwon – sshi semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang baik…annyeong..aku keluar dulu..”

“baiklah…”

********************

Jam menunjukkan pukul 8 malam tapi kenapa oppa belum juga menjemputku. Aku gelisah sendiri disamping rumah sakit yang keadaanya sedikit sepi, biasanya dia tak pernah telat menjemputku tapi ini sudah lebih dari dua jam aku menunggunya didepan rumah sakit. Salju turun agak sedikit lebat hingga sweater yang kugunakan tak mempan menahan dingin yang menusuk tulangku. kucoba menggosok – gosokkan kedua tanganku agar lebih hangat.

Tiba – tiba ada orang mengayomi tubuhku dari belakang dengan jaket dengan wangi khas maskulin yang aku kenal dan langsung mendekapku.

“mianhae..chagi aku terlambat menjemputmu..kau sudah lama menungguku..pasti kau kedinginan”

“gwencana oppa….aku tahu pasti oppa akan menjemputku….aku mengerti pasti dirumah sakit banyak pasien yang harus kau tangani kan??..kajja kita pulang…aku ingin makan malam..”

“mianhae…aku terlambat menjemputmu..”. Sesalnya.

“sudahlah…kau ini….” ucapku tersenyum.

Jong Woon menggandeng tanganku menuju mobil. Ia melajukan mobil tapi arahnya berbeda bukan menuju apartemen melainkan menuju suatu kawasan restaurant perancis.

“oppa…wae kau mengajakku kemari??..”

“kajja..cepat keluar…” perintahnya

Jong Woon danaku kini memasuki sebuah restoran bernuansa Perancis, disini banyak pasangan yang menghabiskan waktu bersama untuk makan dan saling mengungkapkan rasa yang ada pada diri mereka kepada pasangannya. Aku tak tahu maksud Jong Woon mengajakku kesini. Ya sudah lebih baik kuturuti saja keinginannya.

********************

JONG WOON POV

Ya Tuhan kenapa bisa sampai jam segini, aku lupa jika Yuri pulang jam 6 sore. Ini hari pertamanya bekerja kenapa aku bisa mengecewakannya. Untungnya semua pekerjaanku telah selesai, segera kulajukan mobil secepat mungkin menuju Parang Hospital.

Kulihat Yuri sudah tak ada di depan Parang Hospital. Dia bilang kalau akan menungguku didepan rumah sakit. Tapi kenapa ia tak ada…..Astaga.. kenapa bisa  aku membuatnya kecewa seperti ini, tapi dia pasti menelponku jika pulang duluan..Segera kuturun dari mobil dan mencoba mencari Yuri disekitar rumah sakit.

Aku tertegun mendapati seorang yeoja yang kukenal mengenakan sweater merah tengah berdiri disamping rumah sakit yang sedikit sepi. Ia menggosok – gosokkan tangannya agar merasa hangat, mungkin dia merasa kedinginan karena sudah menungguku lama.

Kudekati dirinya dan kulepas jaket yang membalut tubuhku ini. Segera aku mengayomkan jaket itu pada tubuh Yuri dan mendekapnya dari belakang untukmencoba menghangatkannya. Yuri pun terlonjak kaget dan segera menoleh kebelakang.

“mianhae..chagi aku terlambat menjemputmu..kau sudah lama menungguku..pasti kau kedinginan..”

“gwencana oppa….aku tahu pasti oppa akan menjemputku….aku mengerti pasti dirumah sakit banyak pasien yang harus kau tangannikan??..kajja kita pulang…aku ingin makan malam..”

“mianhae…aku terlambat menjemputmu..”. Sesalku

“sudahlah…kau ini….” Yuri hanya menjawabnya enteng.

Segera kulajukan mobil tapi bukan menuju apartemen melainkan menuju sebuah restaurant perancis bernuansa klasik. Setidaknya aku ingin menebus kesalahanku pada Yuri yang membiarkannya kedinginan dan sendirian disini  karena menungguku.

********************

“kajja…keluarlah..”

Aku segera membuka pintu mobil untuk Yuri dan segera berjalan memasuki restaurant ini. Disini terlihat interiornya yang didominasi sofa dan kursi berlapis kulit berwarna off white yang memberi kesan elegan. Restoran ini selalu menghadirkan live musik dari alunan piano di setiap malam yang akan menambah suasana romantis.yang Kupilih tempat yang tidak terlalu pojok agar bisa menikmati makan malam dan mendengar musik klasik romantis.

Lagu “My All Is In You” mengalun merdu dan lembut ditelinga semua orang bahkan semua orang yang ada  terhanyut oleh lagu itu. Kulihat Yuri menghayati setiap irama yang dilantunkan oleh orang yang memainkan piano tersebut. “kau salah memainkan not itu seharusnya nada fa sedikit tinggi dan intro yang kau dentingkan membuat nada itu menjdi bubar…. kau salah jika mengubah lagu itu dengan alunan seperti itu…”. Kata – kata itu tak sengaja keluar dari mulut Yuri begitu saja, aku yang mendengarnya tercengang. Sepertinya dia tahu betul tentang lagu itu terlihat dari tatapan matanya menggambarkan ada suatu kenangan yang tak bisa dihilangkan dengan lagu itu.

“kau tahu lagu itu??..” tanyaku pelan – pelan setelah lagu itu selesai.

“ne…itu lagu yang selalu kunyanyikan sewaktu SMA, kenangan itu ada di lagu itu……Sudahlah,  kajja kita makan dan segera pulang oppa. Jae Woon dan Nam Young pasti sudah menunggu kita untuk dijemput…”

********************

Ciittt……..Aku menghentikan mobil secara tiba – tiba didepan sebuah minimarket.

“wae??…”

“tunggu sebentar..ada yang harus kubeli..”

“ne..cepatlah…kurasa mereka berdua sudah mengantuk…”

Segera aku memasuki toko bunga di samping minimarket itu, Yuri mengira pasti aku pergi ke minimarket. Memang sengaja kuhentikan mobilku didepan minimarket, agar ia tak tahu dengan apa yang akan terjadi padanya.

20 menit kemudian…………..

Tok……tok……

Aku mengetuk kaca mobil pelan, Yuri segera menoleh dan membuka kaca mobil..

“mian…menunggu lama…”

Kuberikan sebuket bunga mawar putih yang kusembunyikan di belakang tanganku. “mianhae…aku sedikit mengecewakanmu hari ini….dan chukkae atas hari pertamamu kerja…”

Yuri menatapnya heran, segera diambilnya bunga itu..dari tangan Jong Woon. Dan memasukkan ke dalam mobil. Jong Woon pun segera masuk mobil.

“gomawo. Anii, kau pasti sibuk dengan pasienmu…aku mengerti bagaimana keadaanmu.”  Cups…..kecupan singkat mendarat di pipi kiri Jong Woon.

huatsiu…..huatsiu…

“wae, Jae Woon kau bersin..kau alergi pada bunga??”…”kau ini lucu sekali chagi.” “Oppa, ini akibat kau membeli bunga yang berbuluh..Jae Woon jadi bersin.” Omel Yuri.

“Nam Young – ah..jangan dirusak dan dimakan bunga eomma…” segera kuambil sesuatu yang ada dijok kursi belakang mobil, kuserahkan sebuah biskuit bayi agar ia berhenti memakan  sesuatu yang bukan makanan. “ini untukmu chagi…arraseo..”. ia segera menerimanya dan memakannya hingga  remahan  – remahannya jatuh berceceran. Aku dan Yuri hanya bisa tertawa melihat tingkah laku mereka berdua yang sudah mulai besar.

********************

AUTHOR POV                                     

 

Siwon kini sedang berada diruangan bersama dengan Yuri melayani beberapa pasien. Sesekali Siwon melihat Yuri. Ia yakin bahwa sampai detik ini ia tak dapat menghilangkan perasaan cintanya pada yuri seperti 6 tahun lalu.

“kamshamida agasshi….semoga lekas sembuh..” ucap Yuri seraya memberikan senyumannya.

“Yuri – sshi…ini sudah jam makan siang ..maukah kau makan siang bersama ku…gwenchana hanya makan siang sesama rekan kerja..”

“ne…baiklah….”

********************

Yuri dan Siwon kini tengah duduk menikmati makan siang berdua di kantin rumah sakit.  Hening itulah yang dirasakan oleh keduanya. Mereka tak tahu apa yang harus dibicarakan setelah siwon memutuskan hubungannya sepihak dengan Yuri 6 tahun lalu. Tapi Yuri memandangnya sekilas dan tersenyum melihatnya.

“jadi….siapakah gadis beruntung yang menjadi istrimu itu??…tanya Yuri memecah keheningan antara mereka berdua.

Siwon menghela napasnya sejenak. “aku menikah di Perancis setelah lulus dari kuliah..aku dijodohkan paksa oleh appa dengan anak dari temannya.Aku frustasi beberapa hari hanya karena perjodohan berdasarkan balas budi, bahkan aku sempat kabur pulang dari Paris, tapi semua  yang kulakukan malah memperparah diriku sendiri… Tapi appa tetap memaksaku menikah dengannya, aku membenci gadis itu……..namanya Im Yoona….aku sama sekali pun tak mencintainya. Menganggapnya sebagai istriku pun tak pernah terlintas dalam pikiranku…..aku dan dia memang tinggal satu rumah tapi kami tak pernah bicara…”

“wae..kau berkata seperti itu???….” tanyaku heran.

“Yuri – ya…mianhae aku meninggalkanmu 6 tahun lalu…mianhae aku tak dapat memenuhi janjiku untuk menonton pertunjukkan violinmu…”

Yuri hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan dari Siwon.

“Yuri – ya….masih adakah ruang dihatimu untukku…aku ingin memulainya dari awal lagi…aku ingin menebus semua kesalahanku waktu itu….sampai sekarang aku tak bisa menghilangkan  perasaan itu padamu…kembalilah padaku, kita akan memulainya dari awal….aku akan meninggalkan Yoona dan kembali padamu…”

“mianhae…Siwon – sshi…kau yang mengakhiri sendiri kisah kita 6 tahun lalu…apa yang harus aku lakukan sekarang??…kembali padamu??…tapi waktu tidak dapat diputar kembali….andai waktu dapat diputar aku mungkin tak akan pernah mengungkapkan perasaanku padamu, lebih baik aku menyimpan rasa itu daripada berakhir seperti ini…”

“Yuri – ya….” lirihnya sambil menggenggam erat tangan Yuri. Yuri mencoba melepasnya tapi genggaman Siwon terlalu erat.

“jebal…jangan pernah ungkit masa itu…biarkan itu menjadi kenangan kita bersama…aku memang mencintaimu…tapi sekarang keadaanya berbeda dengan dulu, luka itu sekarang sudah sembuh, jangan kau buka lagi luka itu….biarkan itu menjadi kenangan indah kita waktu itu”

“Yuri – ya…jeongmal saranghae..”

Seseorang yang sedari tadi berdiri agak jauh di belakang Siwon mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Siwon dan Yuri. Ia mencoba menahan air matanya agar tak keluar, tapi apa daya air matanya pun keluar juga karena tak sanggup mendengar apa yang dikatakan mereka berdua. Ia kini berlari keluar, dengan rasa sakit dihatinya..Tak bisa dibayangkan orang yang selama ini ia cintai akan segera pergi meninggalkannya.

********************

YURI POV

 

Kulihat beberapa bintang yang tampak ditengah gemerlapnya kota Seoul yang penuh dengan cahaya. Kutarik nafas dari dalam dan menghembuskannya perlahan – lahan menikmati udara musim dingin saat ini.  Seseorang melingkarkan tangannya dipinggangku dan menyenderkan dagunya di pundakku., kemudian mencium pipiku.

“apa yang kau pikirkan…..”

“anii oppa..aku hanya lelah bekerja selama tiga minggu ini pekerjaan terlalu menyita waktuku untuk bersama Jae Woon dan Nam Young…”

“itulah adalah salah satu resiko yang harus kau hadapi…aku tak mau nyonya Kim – ku  ini menyerah begitu saja…pasti kau bisa membagi waktumu dengan mereka berdua, mereka berdua pun pasti mengerti…Arraseo!!!.. Jong Woon mencubit hidungku gemas.

“besok kau libur kan??…”

“ne…waeyo??…”

“berkencanlah denganku….karena besok adalah weekend”

“Mwo…” aku membulatkan mataku melihatnya. Dia pikir remaja usia 17 tahun yang masih dimabuk cinta.

“ayolah chagi..selama kita menikah apa kita pernah berkencan??…bahkan terakhir kali kita berkencan dua tahun lalu saat kita nonton bioskop..itu pun setelah kita menikah 3 bulan baru kita bisa berkencan untuk pertama kalinya..setelah itu kita sibuk dengan urusan kita masing – masing…apalagi setelah kelahiran Jae Woon dan Nam Young, kita bahkan tak pernah berkencan sama sekali..”

“tapi siapa yang akan menjaga mereka berdua??…eomma dan appaku sedang ada Macau sedangkan orang tuamu berada di Jepang untuk setidaknya untuk 2 hari kedepan..”

“kau pikir apa gunanya aku mempunyai dongsaeng seperti Taeyeon….Taeyeonmerengek setiap hari karena ingin memiliki anak sendiri dari Jung Soo hyung, jadi mereka akan dengan senang hati menjaga Jae Woon dan Nam Young…intinya Taeng meminjam mereka berdua agar segera memiliki baby..”

“kau ini…seenaknya saja meminjamkan anak…” kusentil dahinya pelan agar ia sadar dengan apa yang diucapkannya.

Tiba – tiba Jong Woon mengangkat tubuhku dan segera dihempaskannya ke ranjang. Segera ia mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“wae..kau mau apa??…”

“maukah kau melakukannya denganku malam ini??….”

“mianhae….aku lelah…aku sedang tidak mood melakukannya….aku mau tidur…”.  Tolakku.

Aku mendorong tubuhnya dan merangkak menuju sisi ranjang. Segera aku menutup tubuhku dengan selimut hingga menutupi muka. Sesekali kulirik dia, apakah dia kecewa karena penolakanku…aku tertawa dalam hati karena berhasil menggodanya. Kubuka selimutku kembali dan melihatnya, karena ia memiringkan badannya membelakangiku.

“dasar pervet..baru juga 15 menit ditolak..sudah tertidur…dasar tukang tidur…namja mesum”…omel ku lirih. Kutarik kembali selimutku dan segera terlelap menuju alam mimipiku.

********************

AUTHOR  POV

 

Ting…tong….

Suara bel apartemen sedikit mengganggu acara sarapan pagi Jong Woon  bersama Yuri. Jong Woon pun berjalan malas membukakan pintu. Sudah bisa ditebak siapa yang datang. Seorang yeoja yang tidak terlalu tinggi dengan rambut sebahu dan syal dilehernya

“kau terlalu pagi untuk menjemput mereka Taeng….”

“waeyo???…” ucapnya sinis seraya masuk kedalam apartemen dan meminggirkan tubuh Jong Woon  dari pintu. Kemudian ia duduk disofa ruang tengah sambil menaikkan lututnya ke sofa dan melepas kaca matanya.

“hiksss….hiksss…..hikss…..Hua….hua……. . Jung Soo kau jahat sekali, jangan harap aku memaafkanmu…pergi saja kau bersama sekretarismu yang seksi itu…huaa….hikss….hiksss…”

“ada apa lagi antara kau dan Jung Soo hyung…wae, kau menangis seperti ini…apa kau menangis semalam suntuk hingga matamu lebam seperti ditinju orang…”

“Jung  Soo selingkuh dengan sekretarisnya yang seksi dikantor….Huaa….Hyorin sialan, beraninya kau merebut suamiku….hiksss…hikss….huaa….kemarin dia makan malam berdua dengan Hyorin di restoran, Jung Soo tertawa mesra dengan Hyorin…dia tak tahu aku mengamatinya dari belakang…..lalu…lalu….. aku mengusirnya tadi malam dari apartemen…..hikss…hiksss….”

Jong Woon  hanya bisa menghela napas dan geleng – geleng kepala mendengar cerita Taeyeon yang mencemburui Jung Soo karena makan malam berdua dengan sekretarisnya hingga ia rela mengusir suaminya dari rumah. Sampai sekarang sifat kekanak – kanakan dan manja Taeyeon belum bisa hilang dari dirinya, padahal ia sudah menikah.

“kau ini seperti anak kecil saja mencemburui suamimu sendiri..”

Yuri yang sedang berada diruang makan pun segera keluar mengahampiri mereka sambil menggendong Jae Woon dan Nam Young. “eonni…wae, denganmu..?”. Taeyeon segera memeluk Yuri. Yuri pun langsung menurunkan mereka berdua diatas karpet.

“Jung Soo selingkuh….huaa…huaaa….ia tidak sayang lagi padaku…hiks..hikss…”

“eonni….Jung Soo oppa tak mungkin selingkuh, mungkin eonni hanya salah paham dengannya…bicrakanlah baik – baik dengannya eonni..”

“anii….disaat aku mau punya anak darinya, ia malah berkencan dengan sekretrisnya yang seksi itu…..huaa….awas kau Park Jung Soo….huaa….hiks..hikss….

“memang eonni sudah hamil??…” selidik Yuri.

“belum….” jawabnya dengan tampang tak berdosa. “tapi aku mau hamil bersama Jung Soo…”

Jong Woon hanya menggaruk – garuk kepalanya karena sifat Taeyeon yang seperti anak umur 10 tahun yang meminta permen. “segera berbaikanlah dengan Jung Soo hyung jika kau ingin segera memiliki anak..”

“shirreo…” tolak Taeyeon sambil melayangkan tatapan mautnya.

“oppa, eonni…semua bisa dibicarakan baik – baik…semuanya pasti akan selesai.” Lerai Yuri.

Ting….tong…

Bel berbunyi lagi, siapa lagi yang datang dan akan mengganggu pagi mereka setelah Taeyeon.

“Jong Woon – ya….apa Taeyeon ada disini??…”

“ne..masuklah dia sedang menangis…jangan kagetkan dia, bicaralah secara baik – baik, kau tahu dia masih kekanak – kanakan….”

Jong Woon  segera menyuruh Jung Soo hyung masuk, Yuri yang sedang memeluk Taeyeon, segeradisyaratkan untuk pergi dari sini dan membiarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.

“kalian bedua segera berbaikannlah!!!. Aku tak mau jika Jae Woon dan Nam Young kau jaga dalam kedaan kalian berdua sedang marah.

********************

Sebuah motor ducati merah berhenti tepat didepan Yuri, tepatnya pada tempat  ia berdiri saat menunggu Jong Woon untuk pergi. Yuri tak tahu siapa yang berada yang dibalik helm. Orang itu kemudian membuka kaca helmnya dan menyunggingkan senyum smirknya. Dan Yuri yang melihatnya hanya menatapheran.

“wae..kau melihatku seperti itu??….” tanyanya sambil mengerlingkan salah satu matanya.

Yuri menatapnya penuh tanda tanya, ia heran melihat penampilan Jong Woon yang memakai jacket hitam serta mengendarai motor Ducati merahnya. Ia tak sadar apa jika statusnya adalah appa beranak dua. Batin Yuri dalam hati.

Jong Woon mendada – dadakan  tangannya didepan wajah Yuri agar ia tersadar dari lamunannya.

“hey…apa sebegitu tampannya suamimu ini hingga kau terpesona melihatnya…kajja..naiklah.”

Jong Woon memberikan helm kepada Yuri dan segera Yuri menerimanya. Yuri pun langsung naik keatas motor Jong Woon. Jong Woon segera menarik gas pada motornya secara tiba – tiba dan membuat Yuri mendadak memeluk perut Jong Woon.

********************

JONG WOON POV

 

@  N SEOUL TOWER

Aku segera menggandeng tangan Yuri menuju tempat romantis untuk kencan kita yaitu di N Seoul Tower. Sengaja aku memperlambat jalan agar bisa bergandengan lama dengan Yuri. Yuri begitu menikmati suasana  keindahan yang ada di disekitar menara ini. Seulas senyum berkembang dibibirnya yang cantik dan mamandang kearahku.

“ambillah…dan kuncikan di menara ini serta buatlah permohonan…”

Aku menyodorkan sebuah gembok untuk Yuri kuncikan di menara ini. Aku harap lewat gembok cinta yang ku kuncikan di menara ini dapat menjadikan cinta yang kurasakan pada Yuri akan abadi. Segera kuborgol gembokku dan Yuri bersama – sama serta menuliskan harapan dan cita – cita Yuri dan aku yang diinginkan. Setelah gembok dikunci di menara N Seoul tower, aku mengajaknya naik keatas menara itu.

“kajja…kita naik..” aku menarik tangan Yuri dan menaiki N Seoul Tower

Setelah itu aku dan Yuri membuang kunci gembok dari ketinggian. Aku setengah berbisik pada Yuri

“aku harap dapat dipasangkan denganmu selamanya sampai mati memisahkan kita..saranghae nyonya Kim..”

“nado saranghae….aku harap kau adalah orang yang dikirimkan Tuhan untuk mengisi hidupku…Gomawo, kau sudah melakukannya…”

@  SEOUL MALL

 

Setelah puas dengan menara N Seoul Tower tadi, kini aku dan Yuri menuju mall yang terletak dipusat kota Seoul. Jam menunjukkan pukul 2 sore tapi aku segera mengajak Yuri berbelanja. Karena waktu kami berdua hanya singkat, jadi aku memutuskan untuk pergi ke tempat yang terdekat. Karena selanjutnya kami akan disibukkan untuk kedua malaikatku yang ada dirumah dan pekerjaan kami masing – masing.  Yuri tampak bahagia hari ini, ia selalu tersenyum setiap aku menggandeng tangannya menuju tempat yang belum bisa ia tebak yang akan kami kunjungi.

“Kim Jong Woon! Kau yakin mau berbelanja disini? Are you stupid?. Or crazy??”. Yuri  terkejut saat aku menggandengnya menuju pusat perbelanjaan mahal dan harganya selangit di Seoul itu.

“wae..ada yang salah denganku???….” tanyaku sambil berlari menarik Yuri masuk kedalam.

“kau ingin membeli apa sehingga pikiranmu tertuju ketempat ini??. Yuri masih menggerutu sendiri sambil mengerucutkan bibirnya.

“kajja..masuk, aku ingin membeli jas untuk undangan pesta pernikahan putri dari dokter Yoo besok…sekalian aku ingin mengajakmu berbelanja gaun untuk besok malam…arra?”.

“shirreo…”

“ayolah chagi…berbelanja disini tidak akan membuatku bangkrut dan jatuh miskin nyonya Kim, are you understand?!!!..”

Yuri masih tak mau masuk, ia tetap kekeuh berdiri didepan toko meski tanganku menariknya untuk masuk.

“sudahlah….jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu….kau mau memilihkan jas untukku atau tidak?”. Aku melirik kearah Yuri sambil mengangkat keatas alis kiriku dan melepas tarikan tanganku padanya.

“shirreo!!… aku tak mau.” Kulihat Yuri mendengus kesal, menyilangkan kedua tangannya diperutnya sambil membuang muka.

“euhm….baiklah kalau  begitu lebih baik, jadi aku bisa berbelanja sepuasnya dengan harga berapa pun”. Aku langsung pergi meninggalkan Yuri yang masih berdiri dengan muka masamnya didepan toko tersebut..

********************

YURI POV

 

“Tunggu aku!!..jika kau pergi berbelanja sendiri pasti kau akan memilih barang mahal dan membuang uang begitu saja..”

Aku terbelalak kaget, setahuku Jong Woon jika berbelanja sendiri pasti akan menghabiskan banyak uang tanpa memperdulikan seberapa besar yang ia habiskan dan apakah nanti barang yang dibeli itu akan berfungsi lagi atau tidak. “bagaimana kalau aku miskin mendadak hanya karena Jong Woon kehabisan uang disini untuk membeli barang yang seperti ini? Oh, andwee…..pikirku. Aku segera berlari menyusul Jong Woon kedalam toko itu.

“Huh…kau ini. Aku ikut berbelanja denganmu…”

Jong Woon melirikku sambil tersenyum evil penuh kemenangan. Lalu merangkul pundakku yang masih jengkel dengan dia.

“apa jas ini cocok jika kugunakan dengan kemeja berwarna biru, otte?”. Jong Woon mengangkat jas berwarna hitam pekat yang menggantung dihanger. “atau, jas berwarna abu – abu ini, tapi menurutku bagus yang hitam ini..”

“hem, bagus..,kau ini tetap tampan meski menggunakan apapun..” ucapku tanpa sadar.

“jinja…kau memujiku tampan…kau juga cantik chagi…”

Blusshhh…..wajahku memerah karena tak sengaja memujinya dan ia pun memujiku kembali

“anii…lupakan saja….”ucapku karena kehabisan kata – kata.

Sejenak kutinggalkan Jong Woon yang sibuk memilih jas, kemeja, dan keperluan yang ia butuhkan lainnya. Aku ingin melihat – lihat barang – barang bagus yang ditawarkan toko ini. Ku alihkan pandanganku melihat sekumpulan gaun yang dipajang dengan rapi dan keroyalan khas gaun tersebut. Aku mengambil gaun tanpa lengan yang berwarna milk white dengan taburan kristal – kristal kecil diseluruhnya yang didesain elegan klasik dan mencoba menge-paskannya tanpa mencobanya. “Mwo??..1 juta won. Omo!!…omo!!” kenapa ada gaun yang semahal ini, batinku.

“kau suka dengan gaun itu??….” tanya Jong Woon sambil menyipitkan matanya.

“anii…aku hanya ingin melihatnya saja…”

“aku ingin kau mencoba gaun itu…tidak ada kata tidak…!!!”. Jong Woon menarikku sambil merebut gaun yang ku pegang tadi dan memasukkannya dalam ruang ganti.

Beberapa saat kemudian……………..

“aku ambil ini dan yang berwarna biru beserta high heels yang berwarna putih itu..”

“semuanya 3 juta won.” Ucap sang kasir.

Mwo..aku membulatkan mataku karena Jong Woon memborong pakaian beserta heels yang aku lihat tadi, dan total uang yang tidak main – main 3 juta won. Hanya untuk membeli dua buah gaun dan sepasang heels.

“kajja kita pulang…”ucapnya dengan wajah tak berdosa.

********************

AUTHOR POV

 

Yuri menatap pantulan dirinya pada cermin dimeja rias. Berkali – kali ia membubuhkan make up diwajahnya yang cantik karena merasa aneh dengan kondisi dandanannnya saat ini. Sudah banyak tissue yang berserakan dimeja riasnya mengenaskan teronggok didepannya. Malam ini ia akan menghadiri pesta pernikahan putri dari senior Jong Woon, dokter Yoo yang mengadakan  acara pernikahan.

“kenapa ada yang aneh hari ini denganku, ini terlalu mencolok..” ucapnya tanpa sadar sambil menghapus make up nya kembali. Dan kembali ia memoleskan make up – nya kembali dan memperbaikinya.

“chagiya…wae, kau menghapus ulang dandananmu??….” tanya Jong Woon yang melihat wajah frustasi Yuri yang sedari tadi berkutat dengan dandanannya. Jong Woon yang melihatnya segera menghampirnya dan berdiri dibelakang Yuri yang menatap cermin.

“anio..oppa, aku hanya ingin tampil beda malam ini, dan membuat oppa senang..”

Jong Woon langsung membalikkan badan Yuri serta menyelipkan rambut panjangnya ke telinganya. “ kau itu sudah cantik, mau ataupun tidak menggunakan make up kau sudah cantik…”

“gomawo…” ucap Yuri yang langsung memeluknya.

Jong Woon mengalihkan pandangannya ke arah kaki Yuri. Ia memandang sekilas sepatu yang digunakan oleh Yuri. Segera ia mengambil kantong belanjaan kemarin yang ada di lemari. Dan  Jong Woon pun melepas sepatu yang dikenakan Yuri dan memakaikannya dengan yang baru.

“nah…perfect..” ucap Jong Woon sambil tersenyum. “ tapi menurutku belum perfect??…”. ia meralat kata – katanya kembali sambil mengetuk – ngetukkan jari telunjuk di pipinya.

Cupss….Kecupan singkat mendarat di bibir tipis Yuri dari Jong Woon dan ia pun langsung menggandeng tangan Yuri keluar. Yuri menatapnya melongo dengan kelakuan Jong Woon.

********************

@ WEDDING PARTY

 

Beberapa pasang mata melihat Jong Woon menggandeng seorang yeoja dengan gaun milk white dengan rambut terurai dipundaknya. Memang sebagian mereka banyak yang tak tahu jika Jong Woon telah menikah. Hanya sedikit saja orang terdekat Jong Woon yang mengetahui bahwa ia sudah menikah meskipun usia pernikahan lebih dari 2 tahun.Jong Woon pun  berkumpul pada teman – teman seprofesinya dan tak segan – segan  memperkenalkan Yuri pada seluruh temannya. Tapi Yuri memilih meninggalkan Jong Woon untuk duduk menikmati suasana pesta.

Pandangan Yuri tertuju pada seorang namja yang sedang memainkan piano. Lagu  “My All Is In You”mengalun lembut ditelinga para tamu. Hati Yuri mencelos mendengarnya, ia melihat namja yang memainkannya adalah Siwon.Saat ia melihatnya seakan – akan dunia itu berputar kembali lagi ke masa 6 tahun lalu. Disaat bersamaan ia duduk disamping seorang yeoja yang juga menghayati lagu itu. Ia mengeluarkan air matanya.

“gwenchana agasshi??…” tanyaku sambil menyodorkan sapu tangan kepada yeoja itu.

“anii…aku tak apa – apa, kamshamida..”

Lagu pun berhenti, suara riuh tepuk tangan menepuki Siwon yang telah selesai dengan permainan not di pianonya. Ia turun dari panggung pengantin dan membawa setangkai mawar putih. Yuri tekejut karena Siwon berjalan menuju kearahnya, ditambah lagi a menyodorkan setangkai bunga itu kepada Yuri.

“ini untukmu..kuperhatikan dari atas kau terlihat cantik malam ini, kau tampak berbeda dengan Yuri yang kukenal 6 tahun lalu..”

Yuri tak tahu harus berkata apa, ia bingung dengan apa yang harus keluar dari mulutnya. Lidahnya kelu untuk berkata apa, jadi ia hanya menerima bunganya.

“Siwon – sshi….” gadis disebelah Yuri menatap Siwon.

“oh, kau…apa kau mengikutiku pergi ke pesta ini??….bisa tidak sehari saja kau tak usah menampakkan diri dihadapanku Im Yoona!!..” ucapnya begitu tegas dan menyakitkan.

Siwon langsung menarik tangan Yuri dan pergi menjauhi Yoona yang tengah duduk dengan raut muka menahan tangis. Jong Woon yang melihatnya pun hanya bisa mengikuti mereka dari belakang karena takut terjadi apa – apa dengan Yuri.

********************

YURI POV

 

Siwon seenaknya saja menarik tanganku keluar pesta, aku mencoba meronta untuk dilepaskan pergelangan tanganku. Ya Tuhan wanita disampingku adalah Im Yoona…Im Yoona istri Siwon – sshi  yang ia ceritakan tempo hari, jadi aku secara tidak sengaja melukai hati wanita itu. Aku melihat yeoja itu begitu rapuh, tapi sekuat hati ia mencoba tegar menghadapi Siwon yang selalu mengacuhkannya dan membencinya.

“Yuri – sshi, aku mohon ikutlah denganku..”

Aku segera menarik pergelangan tanganku dari cengkeraman Siwon. Aku tak mau membuat seseorang terluka hanya karenaku, aku ingin meminta maaf pada Im Yoonaatas perkataan Siwon tadi.

“lepaskan aku!!..jangan seenaknya saja membawaku…” bentakku.

Siwon  perlahan – lahan melepaskan pergelangan tanganku, dan ia menatapku tajam.

“kau pikir, aku akan membiarkan wanita itu mengganggu kehidupanku…aku membencinya!!…”

“lalu apa hubungannya denganku…kau mau membuat dia meninggalkanmu, kau tahu kau membuatnya menagis tadi!!….” aku juga tak mau kalah bicara dengannya dan membentakya lagi.

Siwon langsung mendorongku hingga terhimpit ke dinding. Ia menatapku tajam, hanya amarah yang menguasai dirinya. Ia mencengkeram lenganku erat hingga aku tak bisa lepas dari cengkeramannya.

“Tatap aku Yuri….sampai sekarang aku masih mencintaimu, perasaanku masih sama seperti 6 tahun lalu, aku ingin mengakhiri semua dan memulai lagi hubungan kita kembali. Aku akan segera menceraikan Yoona. Persetan dengan perkataan appaku, aku muak dengan pernikahan ini. Kembalilah padaku, kita mulai semuanya dari awal.”

Plakk……

Aku mendorongnya sekuat tenaga dan menamparnya.

“Asal kau tahu, aku baru bertemu sekali ini dan melihat Yoona – sshi menangis, kau pikir apa dia tidak terluka atas ucapanmu itu. Dengan seenaknya kau mengatakan didepannya bahwa kau membencinya dan kau mencintaiku, kau ini suami macam apa heh??..”

“aku bukan suaminya!!!…” teriaknya lantang menghadap mukaku.

“setidaknya hargai dia sebagai seorang yeoja, perlakuanmu itu tidak bisa dikatakan sebagai Siwon yang kukenal, kau jahat padanya..”

“Tatap aku Yuri….tatap aku Yuri!!!…aku mencintaimudan kau masih mencintaiku…”

Siwon mendekatkan wajahnya dan aku hanya memejamkan meringkih kesakitan akibat cengkeraman tangannya yang erat.

Bughh…..

Sebuah pukulan menghantam tubuh Siwon, kulihat ternyata Jong Woon memukul Siwon.

“Oppa…”

“jangan berani – beraninya kau sentuh Yuri, kau pikir kau siapa…” Jong Woon marah dan memukul sekali lagi Siwon. Siwon juga tak mau kalah dan ia  pun membalas pukulan Jong Woon hingga sudut bibir Jong Woon berdarah.

“hentikan!!!…” teriakku. Aku mencoba membantu Jong Woon berdiri. “Siwon – sshi… sekarang keadaan kita berbeda, aku sudah menjadi milik orang lain..lupakan aku dan pergilah dari kehidupanku..”

“kk….aa…uu…”

“iya..sekarang aku telah menikah dengannya, itulah alasannya kenapa aku tak mau kembali padamu!!!…”

Siwon meninjukan tangannya ke dinding, ia shock dengan apa yang baru ia dengar baru saja. Ia pun hanya berlalu meninggalkan kami dengan muka penuh emosi.

“oppa…gwenchana…??..” tanyaku khawatir.

“aku tak apa – apa…“ ucapnya seraya berdiri.

********************

JONG WOON POV

 

Keheningan tercipta antara aku dan Yuri saat kami masih dalam mobil. Aku sedikit kecewa karena baru mengetahui ternyata Yuri masih mencintai orang yang bernama Siwon tadi. Aku hanya diam sambil menatap jalanan lurus, tanpa mempedulikan rasa perih yang ada di sudut bibirku.

Setelah sampai diapartemen aku meninggalkan Yuri dan menuju kamar serta membanting pintunya. Aku bingung dengan kejadian tadi, aku ingin sendiri dulu malam ini, dan tak ingin memikirkan semua kejadian tadi.

Pagi harinya……

Kuraba – raba tempat tidur disebelahku, ternyata tak ada seseorang yang tidur disebelahku. Mataku mulai terbuka seutuhnya dan mengingat kejadian tadi malam, baju yang kugunakan pun masih baju semalam. Ya Tuhan…aku mendiamkan Yuri tadi malam. Aku segera beranjak keluar, dan ternyata semalaman aku mengunci pintu kamar. Apa yang telah kulakukan terhadap Yuri?.

Aku keluar dari kamar dan mendapati Yuri tengah tertidur disofa masih dengan gaun yang ia gunakan semalam. Kudekati dia dan membelai lembut pipinya. Ternyata matanya sembab, apa dia menangis semalam. Aku sungguh merasa menyesal atas kejadian kemarin.

“oppa…” ia menggeliat pelan dengan suara parau.

“mianhae..aku membangunkanmu..”

“anii..kau tidak membangunkanku…” seulas senyum tipis menegembang dari bibirnya.

Seketika itu keheningan tercipta lagi antara aku dan Yuri. Bahkan tadi malam aku sempat mengacuhkannya. Yuri terdiam sebentar dan mengusap sudut bibirku yang terluka.

“apa masih sakit?….mianhae atas kejadian semalam…” sesalnya.

Aku segera memeluk Yuri dan mendekatkan tubuhku ke tubuhnya. “mianhae..”..ucapku. tak terasa air mataku keluar dengan sendirinya membasahi pundak Yuri yang menggunakan gaunnya tanpa lengan.

“mianhae. Aku tak mau kehilanganmu…” tangan lembutnya mengelus punggungku. Kemudian ia melepas pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya pada wajahku.

“aku yang salah, tidak seharusnya aku membuatmu cemburu dengan Siwon. Kau tahu saat aku berkata bersedia dihadapan pendeta 2 tahun lalu, kurasa itulah menjadi awal kehidupan baruku bersama orang yang kusebut cinta sejati. Aku memutuskan untuk melabuhkan hatiku hanya pada satu orang yaitu Kim Jong Woon. Kim Jong Woon yang mengubah hidupku selama 2 tahun lebih ini, Kim Jong Woon yang ada disaat aku membutuhkannya, Kim Jong Woon yang memberiku dua orang malaikat kecil, Kim Jong Woon yang selalu hadir dalam hari – hariku. Sejak saat itu hidupku hanya untuk Kim Jong Woon seorang, tidak Siwon ataupun Kyuhyun. Mereka semua adalah masa laluku yang menjadi jembatan dan mempertemukan aku denganmu. Yaitu cinta sejatiku, cintaku hanya untuk satu cinta yaitu Kim Jong Woon…”

“Yuri – ya……”

“kita sudah berjanji dihadapan Tuhan bahwa kita akan selalu bersama selamanya, kau tak perlu takut  akan kehilanganku. Cinta sejati tidak datang kepadamu, tapi harus datang dari dalam dirimu.Kwon Yuri hanya mencintai satu orang yaitu Kim Jong Woon…”

Yuri memelukku erat dan tak bisa membendung airmatanya lagi. Ia menangis, menangis karena mencintaiku. Aku terlalu menyangsikan hatinya karena takut kehilangan Yuri. Aku takut jika Yuri akan mencintai orang yang bernama Siwon itu. “mianhae..aku membuatmu cemburu kemarin..” ucapnya. Ia membenamkan kepalaya didadaku. Aku membelai rambut panjangnya dan berbisik kepadanya…Kim Jong Woon hanya milik Kim Yuri..”. Aku mengarahkan wajahnya tepat didepan wajahku dan mencium bibirnya lembut, berusaha meredakan tangisnya.

“aku mencintaimu bukan karena dirimu, tapi aku mencintaimu bagaimana ketika aku bersamamu.”

Ia tersenyum lembut, kedua manik matanya tak pernah berbohong tentang apa yang ia katakan. Yuri mengusap air matanya kemudian tersenyum, memancarkan paras cantiknya. Aku mencium kedua matanya agar ia tak menangis kembali.

********************

AUTHOR POV

 

Seorang yeoja berdiri didepan kaca apartemennya dan memandang kota Seoul  yang tak henti beraktifitas. Meskipun ia melihat keramaian kota Seoul itu, hatinya terasa sepi. Sepi karena ia mencintai seseorang yang membencinya. Im Yoona gadis itu. Gadis yang telah menikah dengan Choi Siwon itu tak pernah berbicara dengan suaminya sendiri meskipun mereka tinggal satu  rumah. Hanya karena suatu perjodohan yang sangat menyakitkan bagi Siwon itu.

“hari ini aku makan diluar, jadi kau tak usah membuat makanan untukku.” Ucapnya dingin sambil berlalu tanpa memperhatikan Yoona.

Yoona berlalu meninggalkan Siwon yang meliriknya. Ia sudah lelah dengan perlakuan Siwon, sebegitukah dirinya hina dimata Siwon hingga ia tak pantas untuknya. Yoona sudah berusaha menjadi istri yang sabar menghadapi perlakuan Siwon. Hatinya terlalu sakit ketika Siwon berkata bahwa Siwon membencinya.

********************

Setidaknya pikiran Yoona lebih tenang karena gaun rancangannya mulai dijual disebuah boutique yang belum lama berdiri tapi boutique itu sudah dikenal beberapa kalangan di masyarakat.

“annyeong haseo…apa nyonya Kwon ada ditempat?.” Tanyanya pada salah satu staf di boutique itu.

“Yoona – sshi..gaun rancanganmu sangat bagus, dan banyak orang menginginkannya. Aku belum pernah melihat gaun secantik dan seelegan itu.”

“kamshamida..agasshi.”Setidaknya ia dapat menyibukkan dirinya untuk sejenak melupakan masalahnya dengan Siwon sementara.

“annyeong Yoona – sshi..chukkae, untuk penjualan gaun rancanganmu. Banyak orang yang tertarik dengan rancanganmu.”

“kamshamida..agasshi.”

“jadi, apakah kau mau bekerja sama dengan boutique ku ini??.” Tawarnya

“jinja?. Ne..agasshi dengan senang hati saya menerimanya.”

Yoona tersenyum dan melupakan masalahnya sejenak, tidak sia – sia ia selama ini kuliah designer di Paris. Ternyata banyak yang menghargai gaun rancangannya. Ia keluar boutique dengan perasaan senang. Saat ia mendorong pintu keluar, ia bertemu dengan seorang yeoja yang memberinya sapu tangan saat ia menangis dipesta, dan Yoona pun menjatuhkan barang yang dibawa yeoja itu.

“mianhaee agasshi?..”ucap Yoona seraya membantu membereskan barang  yeoja itu.

“gwenchana, aku yang salah..” ucap Yeoja itu.

Yoona memandang sekilas wajah yeoja dihadapannya itu. Ia mengenalinya, tak salah itu adalah yeoja yang memberinya sapu tangan dipesta itu.

“agasshi..jeongmal mianhae. Aku tak sengaja menjatuhkannya.”

“Yoona – sshi…” ucap Yuri terkaget karena wanita yang ia tabrak adalah Im Yoona.

“Kau mengetahui namaku?.” Tanya Yoona heran

“Siwon – sshi yang menceritakan tentangmu kepadaku, karena aku yang menabrakmu. bolehkah kita bicara sebentar sambil makan di cafe seberang sebagai permintaan  maaf ku padamu.” Tawar Yuri.

“baiklah.”

********************

YURI POV

 

Aku tak sengaja menabrak seorang yeoja yang baru saja keluar dari boutique eomma. Ya Tuhan ternyata Yoona. Yoona yeoja yang Siwon benci dan sekarang berdiri dihadapanku. Apa yang harus kukatakan tentang kejadian waktu itu.

“agasshi..jeongmal mianhae..aku tak sengaja menjatuhkannya.”

“Yoona – sshi…” ucapku terbata karena yeoja yaang didepanku adalah Im Yoona.

“Kau mengetahui namaku?.” Tanya Yoona menatapku heran.

“Siwon – sshi yang menceritakan tentangmu kepadaku, karena aku yang menabrakmu bolehkah kita bicara sebentar sambil makan di cafe seberang sebagai permintaan  maaf ku padamu.” Tawarku.

“baiklah.” Ia tersenyum menyetujuinya.

********************

@ CAFE

“mianhae, aku minta  maaf atas kejadian malam itu.” Ucapku memecah keheningan.

“gwenchana. Memang itulah sikap Siwon kepadaku sejak pertama kali menikah dengannya, kalau boleh tahu ada apa antara kau dengan Siwon?…euhmm, mianhae mengganngu privasimu.”

“Siwon – sshi adalah sunbaeku sewaktu SMA. Sekaligus cinta pertamaku waktu itu. Aku dan Siwon sempat menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih. Sejak itu aku menganggap Siwon adalah cinta pertamaku yang tak akan pernah kulupakan. Saat itu Siwon berjanji untuk menonton pertunjukkan Violinku. Tapi  dia meninggalkanku begitu saja dan pergi ke Paris, ia hanya meninggalkan sebuket bunga mawar putih sebagai hadiah atas keberhasilan pertunjukkan violinku dan sepucuk surat bahwa aku harus melepas dan melupakannya. Mulai saat itu aku menganggap hubunganku dan Siwon berakhir cukup sampai disana.”

Tak terasa air mataku jatuh lagi, tapi aku segera mengusapnya. Aku mengingat kejadian 6 tahun lalu saat Siwon meninggalkanku dan aku menyusulnya hingga ke Bandara. Ia mengakhiri begitu saja hubungan diantara kita.

“mianhae, aku merebut Siwon darimu.” Sesal Yoona sambil menundukkan kepalanya. Yoona pun tak kalah menangis.

“hey, kau jangan bicara seperti itu!. Aku dan Siwon memang ditakdirkan untuk tidak berjodoh, kau tak perlu takut aku akan akan mengambilnya. Siwon adalah masa laluku, dan sekarang aku sudah bahagia bersama orang yang  mencintaiku. Yoona – sshi, suatu saat Siwon akan mencintaimu. Dia hanya belum melihat ketulusan dirimu yang sesungguhnya. ”

“tapi Siwon membenciku, dia mencintaimu. Selamanya dia tidak bisa melupakanmu!.” Tegas Yoona.

********************

“Aku pamit dulu. Ada tiga orang yang menungguku diboutique sana. Bersabarlah karena Siwon pasti akan mencintaimu. Annenyeong….” pamitku pada Yoona.

Kutinggalkan Yoona sendiri didalam cafe. Dia masih ingin mencari ketenangan agar ia tak bertemu Siwon lagi. Aku berjalan menuju boutique, dan ternyata Eomma sudah menungguku didepan boutique dengan kereta bayi yang berisi mereka berdua. Eomma mengajakku naik mobil menuju kerumahnya katanya ada hal yang harus dibicarakan penting antara appa denganku. Aku hanya bisa menurut  dan mengikutinya saja. Sekalian aku ingin bertemu dengan Appa karena sudah kangen dengannya.

@ RUMAH KELUARGA KWON

 

Aku berjalan memasuki rumah yang dikategorikan super mewah ini. Aku tak heran jika orang tua kandung ku sanggup membeli rumah sebagus ini. Bisa dibilang Appa adalah seorang pengusaha yang sukses dikorea karena jaringan hotel yang didirikannya sudah menyebar dibanyak negara asia timur. Appa duduk di sofa ruang tamu dan membaca koran. Aku langsung menghampirinya serta memeluknya, karena hampir seminggu lebih aku tak bertemu dengannya.

“Yuri – ya, ada yang akan appa bicarakan sesuatu yang penting denganmu.” Ucapnya tegas sambil melipat korannya.

“wae, appa ingin tiba – tiba ingin bicara penting denganku, aku tak ada masalah dengan Jong Woon oppa. Kenapa appa tiba – tiba memanggilku?.”

“ini bukan masalah antara kau dan Jong Woon, tapi masalah siapa penerus perusahaan hotel Appa.”

Mwo?. Penerus Perusahaan?. Apa hubungannya denganku. Aku berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan oleh Appa.

“maksud Appa?.” Tanyaku masih bingung.

“kau tahu, kau adalah satu – satunya putri Appa yang menghilang selama ini. Appa pada waktu itu sudah berkata pada adik tiri Appa, jika Appa tidak menemukanmu, maka semua aset milik Appa setelah meninggal akan jatuh ke tangan adik Appa. Appa tak mau itu terjadi, kaulah pewaris tunggal semua aset milik Appa bukan dia. ”

“j..ja..di, maksud Appa aku adalah penerus tunggal Kwon Hotel’s Coorperation Group?.” Tanyaku mencoba menerka isi pikiran Appa.

“ne.. Kau mau kan menjadi penerus Appa?. Appa tahu jika kau bukan lulusan dari ekonomi dan keuangan, tapi setidaknya usiamu masih muda dan masih bisa belajar lagi. Appa mohon jadilah penerus Kwon Hotel’s Coorperation Group?.”

“lalu bagaimana dengan pekerjaanku appa?.”

“appa beri waktu kamu dua hari untuk keluar dari rumah sakit itu!. Kau belum bekerja cukup lama, jadi mudah untuk mengundurkan diri. Kau harapan satu – satunya Appa, tolong jangan kecewakan Appa.” Wajah Appa semakin memelas, memohon padaku agar aku keluar dari rumah sakit itu dan menjadi penerus perusahaannya.

********************

 

AUTHOR POV

Klik..klik..

Bunyi pasword apartemen terbuka otomatis. Jam menunjukkan pukul 4 sore. Yuri pun segera memasuki apartemennya. Pikiran Yuri masih tertuju pada masalah antara dirinya dan sang Appa. Ia bingung harus memilih antara pekerjaannya atau kelanjutan nasib perusahaan Appanya.

Yuri berjalan menuju kamarnya dan segera memandikan Jae Woon dan Nam Young. Sejenak ia melupakan masalah antara dirinya dan Appanya karena melihat senyum mereka berdua yang selalu tersenyum saat bersamanya.

“nah, sudah bersih dan wangi. Ini untuk kalian.” Yuri menyodorkan dua buah dot berisi susu, mereka berdua pun menerimannya dengan senang hati. Dan ia segera mengambil laptopnya, ia sudah memutuskan entah benar ataupun salah ia tak mau mengecewakan appanya. Yuri masih bisa belajar hal – hal tentang keuangan. Selagi ia bisa apapun akan ia lakukan asal tidak merugikan orang lain.

Rasa kantuk tak dapat ditahan Yuri padahal ini masih jam 5 sore. Ia putuskan untuk tidur sebentar agar rasa lelahnya hilang, karena kemarin ia begadang semalaman. Dan akhirnya ia pun tertidur untuk sesaat.

********************

Jong Woon memasuki apartemennya dan mendapati apartemennya sepi. Padahal Yuri bilang bahwa ia pulang lebih cepat hari ini. Jong Woon melangkahkan kakinya menuju kamar. Didengarnya suara kedua malaikatnya saling tertawa. Dibukanya pintu kamar ia mendapati Yuri tengah tertidur dengan Jae Woon dan Nam Young yang berada diantaranya.

Jong Woon segera menghampiri mereka serta menggendong mereka berdua. Tak lupa memberi kecupan dipipi mereka berdua.

“apa Umma kalian lelah hingga ia tertidur jam segini?.” Tanya Jong Woon kepada kedua malaikatnya.

“Um..ma.” Suara Jae Woon seakan menjawab pertanyaan Jong Woon.

“Ap..pa.” Suara Nam Young juga tak kalah menjawabnya.

“kalian berdua diamlah, Appa akan membangunkan Umma..Arraseo.” Jong Woon menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya.

Jong Woon merebahkan dirinya dikasur dan langsung memeluk Yuri lalu mendekapnya. Sesekali ia mengecup dahinya lembut. Yuri yang tak sadar pun memiringkan badannya dan membalas pelukan Jong Woon. Perlahan – lahan ia mencium lembut bibir Yuri. Melumatnya dengan lembut serta merasakannya, cukup lama ia mencium Yuri yang tertidur hingga Yuri mengerang dan membuka matanya. Tapi kemudian ia menutup matanya kembali. Jong Woon tersenyum merasa Yuri sudah bangun dan kembali mencium bibir merah mudanya itu.

“kis…sseu….” suara Jae Woon mengagetkan Yuri yang masih terbuai oleh sensasi ciuman Jong Woon. Yuri pun segera memelototkan matanya dan mendorong Jong Woon hingga ciuman mereka terlepas.

“kau ini sudah kubilang jangan melakukan itu dihadapan mereka berdua!.” Gerutu Yuri.

“tapi kau suka kan chagi?.” Gumam Jong Woon sambil mengangkat satu alisnya.

“isshh….kau  ini. Kau mau makan tidak malam ini?. Jebal, lepaskan tanganmu yang memelukku ini.”

********************

Yuri melangkahkan kakinya ke dapur untuk membuat makan malam. Ia memikirkan matang – matang apa yang dikatakan oleh Appanya. Ia bimbang dengan apa yang ada dipikirannya. Ponsel Yuri bergetar menandakan sebuah pesan pendek masuk, ia pun segera tersadar dari lamunannya.

From : Siwon Choi

To: Lovely Yuri

Kau suka dengan bunga mawar putih dan

Sekaleng Cola itu.

Aku selalu mengingatnya!!

Pisau yang digunakan Yuri tanpa sadar mengiris jarinya sendiri darah segar pun mengalir dari jari telunjuknya.

“auwww…”

“chagiya, gwenchana?” tanya Jong Woon panik.

Jong Woon yang mmelihat jari Yuri berdarah segera ia memasukkannya dalam mulut agar darah itu berhenti mengalir. Yuri menatap Jong Woon yang memperlakukannya seperti itu.

Aku mencintai Jong Woon. Kenangan itu harus aku lupakan, hidupku hanya untuk Jong Woon. Batin Yuri sambil menatap Jong Woon. Tanpa sadar ia memeluk Jong Woon.

“saranghae….” Lirih Yuri.

——–TBC——–

Akhirnya bisa selesai juga part satu. Jeongmal kamshamida buat kalian yang dah ngerespon FF aku sebelumnya. Mian kalo masih banyak typo. Please comment dan RCL – nya.

NB: FF ini pernah dipublish diblog lain, saat masih jadi author freelance.

untuk part 1 yang because I Love You secepatnya akan aku terbitin. #mian banyak bacod…..gamsha

11 thoughts on “Stay With One Love [Part 1]

  1. Ping-balik: Stay With One Love (Part 2) | Twinklesupergeneration

  2. Ping-balik: Stay With One Love (Part 3) | Twinklesupergeneration

  3. Aigo…kasian lihat yoona yg ga dianggap kehadirannya sama siwon oppa,suka bgt lihat jongwoon opa yg sayang dan cinta bgt ma yuri.

  4. Ping-balik: Stay With One Love (Part 4 A) | Twinklesupergeneration

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s