Stay With One Love (Part 3)

TITLE             : Stay With One Love part III (sequel Forever Love With You)

AUTHOR       : Keyindra_clouds

MAIN CAST  :Yesung Super Junior, Yuri SNSD, Choi Siwon Super Junior, Im Yoona SNSD, Victoria f(x)

GENRE          : Romance, Sad, Angst, Comedy, mix, temukan sendiri!!!!!

LENGHT        : Series

Annyeong…ni next part selanjutnya..mian kalo jelek dan gak beraturan. #Gak usah banyak CingCong lu thor langsung aja chek this out.

Oh ya lupa jangan lupa comment ya. Bagi silent readers gpp, toh pasti mereka bisa comment dari dalem hati mereka. Tapi kalo bisa jadilah readers yang aktif. (#mian banyak bacod).

Ini part sebelumnya:

[Part 1]            [ Part 2]

SILAHKAN MEMBACA GRATIS!!!!. MIAN MASIH BANYAK TYPO #BOW…PLEASE COMMENT AND RCL-NYA.

###############

AUTHOR POV

Klik..klik..Beeeppp…

Dibukanya pintu apartemen yang seperti biasanya oleh seorang yeoja yang tak lain adalah penghuni apartemen itu. Didapatinya keadaan  apaetemen yang sepi. Sepertinya mereka tengah tertidur di kamar mengingat jam menunjukkan pukul 10 malam. Ini sudah masuk jam tidur kedua malaikatnya.

Yuri berjalan dengan langkah pelan. Pikirannya masih terlintas tentang kejadian baru saja yang antara dirinya dengan Siwon. Diusapnya lagi airmata itu.

 

FLASHBACK

“lep..paskan aku Siwon –sshi.”

“kau yang selama ini memiliki hatiku. Aku mencintaimu meski kini kau milik orang lain. Kaulah adalah satu – satunya yeoja yang memiliki hatiku.”

“saranghae Yuri.”  Lanjutnya.

Plakkk….

Seketika tangan Yuri kembali menampar pipi kiri Siwon.

“mianhae aku menamparmu lagi. Tapi kau keterlaluan!. Sekarang keadaanya berbeda, aku memang mencintaimu tapi itu dulu. Kau sendiri yang mengakhiri hubungan kita 6 tahun lalu. Aku menyusulmu ke bandara setelah pertunjukkan violin itu untuk meminta penjelasan alasan kenapa kau mengakhiri hubungan kita dengan sepucuk surat itu. Tapi saat aku sampai di bandara, apa yang kau katakan?. Kau mengatakan bahwa aku hanya seorang yeoja yang  suka mengejar – mengejarmu dan mengaku – ngaku kekasihmu. Dan parahnya lagi orang tuamu merendahkan orang tuaku bahwa orang kalangan menengah sepertiku jangan harap menjadi kekasih seorang bangsawan seperti dirimu. Karena itu hanya mimpi.”

“mianhae Yuri. Tapi waktu itu aku terpaksa mengatakan seperti  itu karena…?”

“karena apa?. Karena kau tak ingin melukai perasaan orang tuamu. Baiklah jika itu alasannya aku mengerti karena kita dulu memang tak sederajat. Tapi apakah kau lupa saat kau berkata jangan pernah lagi mencintaiku, karena aku tak lagi mencintaimu. Kita sudah selesai, cukup sampai disini. Lupakan aku dan carilah penggantiku karena aku sudah tak akan mencintaimu lagi. Sejak saat itu aku menganggapmu bukan lagi Siwon yang kukenal. Bukan lagi Siwon orang yang kucintai.”

Amarah Yuri meledak seketika, emosinya tak terkontrol. Rasa sakit yang ditinggalkan Siwon 6 tahun lalu kini ia lampiaskan dihadapan orang itu. Yuri sakit, terlalu sakit saat Siwon memintanya menjadi yeojachingunya dan memutuskannya secara sepihak.

“terima kasih kau telah  menjadi cinta pertamaku dan mengenalkan aku akan cinta. Cinta memang tak bisa ditebak kadang membuat orang sakit dan membuat orang bahagia karenanya. Tapi aku bisa belajar dari hal itu dan menemukan seorang cinta sejati yaitu Kim Jong Woon. Orang yang menikahiku sekarang. Pulanglah, coba kau buka hatimu untuk Yoona. Dia gadis yang baik. Dan LUPAKAN AKU!!.”

Siwon hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan amarah maupun tangis. Ia memang mengecewakan Yuri waktu itu. Keterlaluan. Ya itu memang pantas untuknya karena ia meninggalkan gadis itu dan begitu saja memutuskan hubungan mereka.

 

FLASHBACK END

Yuri terduduk disofa. Ia mengusap air matanya yang jatuh lagi tanpa sadar. Sekarang hidupnya hanya untuk Jong Woon dan kedua malaikatnya bukan untuk kembali ke masa lalu.

Yuri melangkahkan kakinya menuju kamar. Dilihatnya Jong Woon tengah tertidur disamping kedua malaikatnya. Ia menuju kamar mandi dan mencuci mukanya yang baru saja menangis dan bersikap seolah – olah tidak terjadi apa – apa. Perlahan – lahan diangkatnya satu per satu malaikatnya kedalam box bayi. Dan segera ia merebahkan diri disamping orang yang dicintainya selama ini.

***************

 

YURI POV

Jong Woon. Ya, hanya Jong Woon lah orang yang aku cintai. Aku memandang wajah Jong Woon yang teduh saat tertidur. Aku  mencintainya. Jong Woon yang mengajarkanku tentang cinta bahwa cinta tak selamanya akan membuat orang terluka. Jong Woon yang mampu membuatku bangkit dari keterpurukan. Jong Woon yang  mencintaiku. Hanya  Jong Woon yang aku cintai. Selamanya aku mencintai Jong Woon.

Cups…

Sebuah kecupan singkat dariku mendarat dibibirnya. Aku menjelajahi setiap inci wajahnya dengan  memiringkan diriku menghadapnyamenggunakan jari telunjukku  mulai  dari mata sipitnya yang berwarna coklat, hidungnya yang mancung dan terakhir bibirnya. Sekali lagi aku mengecup singkat dibibirnya. Sepertinya tidurnya terganggu oleh perlakuanku karena ia mengerang pelan. Dan perlahan – lahan membuka matanya.

“Yuri –ya. Kau sudah pulang?. Kenapa tak membangunkanku?. Mianhae aku ketiduran.”

“oppa. Seharusnya aku yang minta maaf karena mengganggu  tidurmu.”

“kalau begitu tidurlah!. Kau pasti lelah dan mengantuk.”

“oppa.” Panggilku lirih.

“hmm.”

“saranghae.”

“nado saranghae chagi.”

“oppa…”

“apalagi?.”

Cups..aku mencium bibirnya. “night kiss.”

“gomawo. Tidurlah!” Jong Woon  mengecup keningku lembut.

Aku memeluk Jong Woon. Memeluknya erat menaruh kepalaku di dadanya mendengarkan irama detak jantungnya. Hanya ada Jong Woon satu – satunya orang yang aku cintai.

***************

 

JONG WOON POV

“Yuri –ya. Kau sudah pulang?. Kenapa tak membangunkanku?. Mianhae aku ketiduran.”

“oppa. Seharusnya aku yang minta maaf karena menggangu  tidurmu.”

“kalau begitu tidurlah!. Kau pasti lelah dan mengantuk.”

“oppa.” Panggilnya lirih.

“hmm.”

“saranghae.”

“nado saranghae chagi.”

“oppa…”

“apalagi?.” Jawabku sekenanya.

Cups..Yuri mengecup bibirku sekilas. “night kiss.”

“gomawo. Tidurlah!” Aku mengecup keningnya lembut dan erat memeluknya.

Beberapa menit kemudian Yuri sudah tertidur tapi tidak denganku yang masih berjaga. Aku mengingat kejadian didepan gedung apartemen tadi. Dimana Yuri tengah saling berpelukan dengan Siwon yang kuketahui adalah cinta pertamanya.

Yuri –ya apa kau mencintaiku?. Jika benar kau mencintaiku apakah hatimu sepenuhnya untukku?. Apa aku bisa memiliki hatimu sepenuhnya tanpa ada orang lain yang memilikinya?. Entahlah, mungkin aku terlalu egois jika ingin memiliki hati dan ragamu sepenuhnya. Pertanyaan itu timbul begitu saja. Aku hanya bisa memejamkan mata tapi tidak bisa tertidur. Kurasakan ada suatu cairan bening mengalir dikelopak mataku. Tapi langsung ku usap air mataku ini dan memeluk Yuri erat. Aku tak mau kehilangannya.

***************

 

AUTHOR POV

Bunyi musik R&B mengalun keras disebuah tempat klub malam. Banyak yeoja maupun namja yang mengunjungi tempat ini sekedar untuk berkencan, minum – minum, ataupun melampiaskan nafsunya bersama dengan yeoja yang dapat disewa.

“berikan ak..ku..huk..huk..segelas lagi..?” pinta seorang namja pada bartender yang diketahui adalah Siwon itu.

“tapi agasshi kau sudah terlalu banyak minum.”

“cepat berikan!!. Tenang saja berapa pun akan kubayar.” Bentaknya.

“tap..tapi anda sudah mabuk berat..”

“cepat berikan!!. Atau huk…huk…aku membunuhmu malam…ini juga.”

Karena tak tega bartender itu pun segera menuangkan so-mek (campuran bir dengan soju) kedalam  gelas Siwon.

“Yuri –ya.. huk..aku.. huk.. men..huk..nyesal telah memutuskan.. huk..mu.. kenapa kau malah menikahdengannya…huk..aku…….mencintaimu..huk..huk..kenapa..huk..kau…meninggalkanu.Kang Yuri..huk Sekarang aku merasa…huk… Begitu menyesal…huk.” Racaunya tidak karuan sesekali kepalanya tak dapat menopang badannya karena mabuk berat.

Bartender itu menggelengkan kepalanya pelan. Karena selama ini ia selalu dihadapkan pada pelanggan yang mabuk akibat patah hati. Aneh, didunia ini wanita bukan Cuma satu kan?. Gumam bartender itu pelan.

Siwon membayar acara minum – minumnya dengan suara gebrakan meja yang mengagetkan sebagian pengunjung di club malam itu.

“ini. 300 ribu won. Sekarang kau ambil. A..ku pul…ang sa..ja!. Pas..ti Yuri sudah menungguku dirumah. Ha..ha…ha..ha…!”

“agasshi, kau tidak apa – apa?. Apa perlu salah satu temanku mengantarkan anda?. Kau begitu mengkhawatirkan agasshi.” Tawar bartender itu.

“a..aku bisa pulang sen..diri..ha..ha.. ka..rena Yuri menungguku di..rumah kami.”

Siwon mulai bangkit, namun tubuhnya tak dapat menyeimbangkan dirinya, alhasil Siwon hingga akhirnya Siwon menjadi sempoyongan. Tidak bisa berdiri sempurna, dan seperti akan jatuh saja.

Beberapa kali Siwon mencoba menyeimbangkan diri dan mencoba melangkah. Kepala dan kakinya terasa berat untuk digunakan. Sambil berjalan ia meracau lagi “kenapa kau me…ning..galkanku Yuri.. ak..ku mencintaimu.”

Sesekali ia bersandar pada emperan toko yang berderet merapatkan tubuhnya sebentar. Pandangannya berputar – putar. Tenaganya habis rasanya ia ingin sekali memejamkan matanya.

Brukkk…

Siwon terjatuh kembali didepan sebuah toko yang baru saja tutup. Orang dalam toko itu yang melihatnya segera menolongnya.

“gwenchana agasshi.” Ia mencium orang ini berbau alkohol. Sepertinya mabuk berat hingga ia seperti ini. Pikirnya.

“Yuri. Saranghae.” Racaunya tak jelas.

“mari ku antar pulang agasshi.” Tawarnya. Orang itu pun memapah Siwon pulang hingga ke apartemennya.

Syukurlah orang ini ketika ditanyai alamatnya masih jelas. Kadang itu orang mabuk akan lupa tentang alamatnya sendiri. Jadi kebanyakan orang membiarkan  orang yang mabuk itu disembarang tempat karena tak tahu harus pergi kemana ia mengantarnya.

***************

Ting….tong….

Ckrekk…..

“mianhae nona. Apa ini suami nona?. Sepertinya ia sedang mabuk berat karena memanggil – manggil nama Yuri terus menerus.”

“Siwon ya. Oppa. Kenapa dia jadi begini?.”

“dia kutemukan didepan tokoku nona. Kelihatannya ia mabuk berat.”

“kamshamida ajusshi telah mengantarnya. Maaf merepotkan anda.”

“kalau begitu saya permisi dulu nona.” Pamitnya.

Yoona menerima lengan Siwon dari orang yang mengantarnya tadi didepan pintu dan mengambil alih Siwon dari ajusshi itu. Yoona memapah tubuh Siwon yang sempoyongan dan membawanya kekamar. Siwon pulang diantar oleh seseorang yang menemukannya dijalan. Bau alkohol begitu menyengat dari badannya.

Dengan susah payah, Yoona merebahkan dan membaringkan Siwon diatas ranjangnya. Ia tidak tega melihat keadaan Siwon yang seperti ini. Yoona beranjak keluar kamar mengambil tisue basah, perlahan – lahan membuka pakaian Siwon yang terkena tumpahan minuman beralkohol itu membersihkan badannya itu.

Yoona beranjak untuk membuang tisu itu dan mengambil pakaian Siwon dilemari. Tapi Siwon malah menarik tangannya hingga ia jatuh diatas tubuh Siwon. Seketika itu muka Yoona memerah.

“Yuri –ya.. saranghae.” Racau Siwon.

Yuri! Yuri. Kenapa Siwon masih menyebut nama Yuri berulang kali. Apa tidak bisa jika laki – laki itu menghargainya sebagai seorang istri. Sampai kapan Siwon, aku harus bersabar menantimu yang tak kunjung melupakan masa lalunya. Sampai kapan Siwon!!. Apa aku harus mengakhiri semua ini lalu kau puas.

Yoona mencoba melepas pelukan Siwon. Namun sia – sia sekuat apapun Siwon adalah lelaki yang mempunyai lengan kuat. Tapi akhirnya ia dapat melepas diri dari pelukan Siwon.

Baru saja Yoona mulai melangkah mengambilkan baju Siwon. Siwon menggenggam tangannya erat. Seakan – akan Yoona tak boleh meninggalkannya.

“jangan tinggalkan aku. Aku tak mau hidup seperti ini.”

“mianhae Siwon. Aku akan kembali ke kamar.”

“tidurlah denganku. Aku tak mau sendiri. Jebal, jangan tinggalkan aku.”

Melihat kondisi Siwon yang seperti, Yoona menjadi tak tega. Ia pun mulai merebahkan dirinya disebelah Siwon. Perlahan – lahan Siwon memiringkan badannya (masih dengan keadaan topless karena Yoona tak jadi mengambilkan baju untuknya) dan memeluk Yoona erat seakan tak mau kehilangannya dan tiba – tiba saja ia mencium bibir Yoona lembut. Yoona masih tidak percaya dengan hal yang dilakukannya ini maka ia tidak membalas ciumannya. Tapi Siwon tidak kalah akal meski ia dalam keadaan mabuk ia menggigit bibir bawah Yoona dan berhasil memasukkan lidahnya dalan rongga mulut Yoona. Perlahan dengan pasti ia melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan karena tidak mencintai Yoona. Tapi apa daya nafsunya mengalahkan akal sehatnya dan melampiaskannya pada Yoona. Malam ini ia memiliki Yoona secara utuh.

***************

YURI POV

Aku mendengar suara tangisan salah satu malaikat keciku yang sedikit menggangu kegiatanku didapur. Aku beranjak meninggalkan pekerjaanku sebentar dan menuju kamar. Mungkin mereka sudah bangun, pikirku. Aku membuka pintu kamar dan….

Aaaaaa………….Teriakanku membuat Jong Woon kaget dan segera menurunkan Jae Woon dari gendongan. Aku segera menutup mata karena tak mau melihatnya seperti itu.

“wae, pagi – pagi kau berteriak?.” Tanyanya berjalan kearahku.

“kenapa kau hanya memakai handuk seperti itu?. Jangan mendekat!. Jangan mendekat!.”

“wae?.”

Aku membalikkan badan dan menutup wajahku tidak mau melihat Jong Woon yang hanya melilitkan handuk tanpa memakai pakaian. “jangan mendekat!.”

“cepat berikan mereka berdua padaku.” Lanjutku masih membalikkan badan.

“kenapa kau seperti itu bukankah kau sudah melihat seluruhnya beberapa kali. Kenapa berteriak melihatku seperti ini?.”

“cepat berikan mereka berdua, kalau tidak?, kalau tidak?.”

“kalau tidak apa?.” Tantangnya.

“kalau tidak..?, kalau tidak..?, tidak ada morning kiss untuk seminggu kedepan!!.”

“mwo?. Andwee….. Baiklah kalau begitu.” Jong Woon berjalan pelan mendekatiku. Aku masih menutup wajahku tak mau melihatnya.

“berbaliklah!.” Perintahnya.

“andwee… sebelum kau memakai bajumu.”

“Yak. Kim Yuri berbaliklah dan tutup matamu jika kau tak ingin melihatku!.”

Aku pun perlahan – lahan berbalik sambil memejamkan mata. Jong Woon akhirnya memberikan mereka berdua padaku dan aku segera menerima mereka.

Cupss…..

Masih dengan mata terpejam ia mengangkat daguku dan mencium dan melumat bibirku lembut. Aku yang terkaget segera membelalakkan mataku, seketika itu wajahku pun sempurna berwarna merah seperti udang rebus.

“Jong Woon!!. kenapa kau selalu mencurinya, sebelum aku memberikannya?.” Omelku

“karena aku mencintaimu. Hanya mencintaimu.” Kekehnya pelan.

“ppaalii. Kau berangkat kerja!!. Ini sudah jam 8 lebih.” Perintahku sambil berteriak karena kehabisan kata – kata.

“kalau begitu gantikan bajuku.”

“mwo?. Andweeee….” Teriakku sekali lagi dan keluar kamar. Aku tak mau wajahku memerah seperti ini dihadapan Jong Woon.

***************

JONG WOON POV

Aku menatap pantulan diriku dicermin sambil sesekali mengacak – acak rambutku (banyangin gaya rambut Yesung di MV Bonamana #author mimisan liatnya.) dan mengancingkan pakaianku. Tiba – tiba pandanganku teralih pada keranjang pakaian kotor yang berisi T-shirt panjang berwarna ungu yang dikenakan Yuri semalam dan mengambilnya.

Tercium parfum khusus laki – laki yang sedikit menyengat ketika aku memegang benda itu. Apa kau tadi malam memeluknya erat hingga aku bisa merasakan bau yang ditinggalkannya dipakaianmu?. Yuri-ya. Benarkah kata – kata kau mencintaiku yang kau katakan semalam itu sepenuhnya dari hatimu?.

Kubuka laci meja rias Yuri. Kulihat dua kotak berwarna biru dan silver. Aku membuka kedua kotak itu yang berisi sepasang cincin berlian yang terdapat ukiran nama Yuri dan Jong Woon. Ya, cincin pernikahanku dan Yuri waktu itu. Apa kau benar menerima pernikahan ini berdasarkan cinta yang kau berikan padaku?.

Kotak yang kedua berisi kalung berlian juga dengan lambang cinta dan tulisan J dan Y. Kalung ini kuberikan Yuri saat kita merayakan anniversary pernikahan kita yang kedua. Saat itu ia berjanji mencintaiku selamanya. Dan sekarang apa janji itu masih melekat dihatimu?.

Aku meremas T- Shirt Yuri dan membuangnya kembali kedalam keranjang pakaian kotor tadi dan segera keluar masih dengan perasaan antara kesal, bingung dan cemburu.

***************

 

“Yuri – ya, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?.” Ucapku tiba – tiba pada Yuri yang masih menyuapi mereka berdua.

“kau ingin menanyakan apa?. Jangan harap kau akan menerima morning kiss pagi ini karena kejadian  tadi!!.”

“anii. Bukan itu. Tapi, apakah kau masih ada rasa dengan Siwon?. Aku tahu tidak segampang itu melupakan orang yang pernah mengisi hidup kita meskipun singkat.” Tanyaku pelan dan sesingkat mungkin.

Prangg….Sendok yang digunakan Yuri terjatuh tiba – tiba.

“wae. Kau tiba – tiba menanyakan itu. Oppa-ya kita sudah pernah membicarakan ini beberapa kali. Bahkan kau bilang kau tidak akan mengungkit hal tentang Siwon kecuali profesionalismeku saat bekerja.” Yuri mulai sedikit emosi.

“dengarkan aku Kim Jong Woon!!. Aku mencintaimu. Hanya kau satu – satunya orang yang aku cintai. Sebagian hatiku hanya ada kau. Aku hanya setia pada satu cinta pada satu orang yaitu kau.” Lanjutnya sebelum sempat aku menjawab pertanyaannya.

Apa aku masih meragukan Yuri sebagai orang yang mencintaiku?. Tidak, seharusya kata – kata itu tidak keluar dari mulutku.

“mianhae, aku berkata seperti itu.” Ucapku memeluknya.

“ssst…gwenchana. Satu hal yang harus kau ketahui aku hanya akan mencintai satu cinta yaitu cinta yang kau berikan padaku.”

“ne, aku tahu. Mianhae, telah berkata seperti itu. Gomawo kau sudah mencintaiku. Saranghae Kim Yuri.” Aku mendekatkan wajahku padanya dan menciumnya lembut. Sangat lembut seakan tak mau kehilangannya.

***************

Tok…tok…

“masuklah.” Perintahku.

“Annyeong Jong Woon uisa (dokter). Apa aku menggangumu?.” Ucapnya manis.

Aku terkejut melihat siapa yang datang. “kau. Victoria!.”

“anii. Kau tak mengganguku. Wae kau kemari?.” Lanjutku yang masih menatapnya tak percaya.

“Yak, Kim Jong Woon!!. Apa kau lupa dengan pesanku semalam. Aku meralat ucapanku untuk menolak  makan siang bersama dengan temanku yang baik ini yang mengajakku makan gratis.”

“oh. Ku kira kau datang menemuiku karena sakit. Ternyata masih seperti kebiasaanmu dulu makan gratis dan aku yang bayar.” Candaku yang tertawa ringan.

“Jangan salahkan aku jika kepalamu sakit karena jitakkanku.” Ancamnya dan kami pun tertawa meledak.

“kajja kita makan siang!. Kita pegi ke resto Jepang saja mengenang masa – masa kita yang sedikit indah.” Ajakku padanya sambil melepas jas putihku.

“mwo?. Sedikit indah?. Aniyo. Masa itu adalah masa kenangan yang sangat sangat jelek bagimu bukan bagiku.” Lanjutnya yang masih tertawa.

“aisshhh. Victoria Song, jangan harap aku membayarkanmu makan siang hari ini.” Jengkelku.

“ne. Arraseo. Kajja kita berangkat.”Dan Victoria pun kembali tertawa.

***************

@JAPANESE RESTAURANT

“kami pesan Sushi jumbo dan Ramen dengan Kari pedas porsi jumbo.”

“kau serius pesan makanan dalam porsi besar seperi itu Victoria?.” Tanyaku heran dengan pesanan yang dipesan Victoria.

“ada yang salah?. Ini kan makanan favorit kita berdua. Kau lupa jika aku sangat menyukai ramen pedas.”

Beberapa saat kemudian pesanan kami datang. Tapi kami tak lantas memakannya karena Victoria mengatakan bahwa harus ada yang diingat ketika makan ramen porsi jumbo ini. Yaitu tangan kami berhigh five dulu setelah itu saling beradu sumpit sebelum mulai meyumpitkan ramennya. Sungguh ini kebiasaan aneh yang kami lakukan ketika akan makan mie ramen. Kebiasaan ini berasal saat itu ketika ada festival ramen dekat kampus dan kami berdua mengikutinya sebagai tim tapi sayangnya kami kalah karena aku tak kuat makan ramen yang banyak.

“Jong Woon. Ada sesuatu di..?” ucapnya sambil menunjukkan sesuatu dengan tangannya dibibir.”

Aku seakan mengerti segera mengelap bibirku yang terkena makanan. Tapi tak menemukan apa – apa.

“mianhae.” Victoria mengelap bibir sebelah kiriku yang terkena makanan dengan tisu.

“mianhae.” Ucapnya sekali lagi.”

Seketika itu tercipta keheningan untuk beberapa detik. Apa yang Victoria lakukan?. Kenapa sama persis yang dilakukan Yuri padaku ketika aku bersamanya. Hey, apa yang kau pikirkan Kim Jong Woon. Victoria sudah punya kehidupan sendiri bahkan kau sudah mengetahui siapa yang memiliki Victoria dan kau sudah memiliki Yuri.

“gwenchana.” Ucapku ringan.

“euhmm. Jong Woon-ya sebentar lagi aku ada acara dengan direktur baru di perusahaan. Mianhae hanya bisa sebentar menemanimu. Dan terima kasih atas makan siangnya.”

“gwenchana. Sampai bertemu lagi.” Ucap Jong Woon tersenyum.

***************

 

AUTHOR POV

 

@ KWON HOTEL COORPERATION’S – Seoul, Gyeonggi Province

Victoria lari tegopoh – gopoh memasuki gedung tempat kerjanya. Ia rasa mungkin saja telat karena hari ini ia mempunyai janji dengan putri direktur untuk mengajaknya memperkenalkan tentang dunia perhotelan.

Tok…tok..tok..

“masuklah.”

“annyeong haseo. Mianhae saya terlambat.”

“gwencana nona. Saya juga baru datang.” Ucap seorang yeoja berambut panjang warna hitam yang memakai rok 12 senti diatas lutut serayatersenyum.

“perkenalkan ini putriku yang kuceritakan tempo hari. ‘Kwon Yuri’.” Ucap Kwon sajangmin.

“annyeong. Victoria imnida. Semoga kita dapat bekerja sama dengan baik nona Kwon.”

***************

“jadi hotel ini memiliki fasilitas yang bisa dibilang sebanding dengan harganya. Setiap awal dan akhir musim dikorea, karena banyak turis domestik maupun luar negeri yang menikmati suasana provinsi gyeonggi dan ditambah lagi letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Seoul.” Terang Victoria pada Yuri.

Yuri terpesona akan keindahan hotel yang ditawarkan oleh perusahaan appa-nya ini. Terakhir kali ia berkunjung sebulan yang lalu tapi tidak sampai berkeliling ketempat yang indah didalam hotel ini.

Mereka berdua melanjutkan acara pengenalan hotelnya dengan melihat ruangan – ruangan untuk rapat dan direksi – direksi yang menyangkut tentang kemajuan hotelnya.

“ini, mungkin berkas – berkas yang anda harus pelajari mengenai hotel ini. Saya harap anda dapat mempelajari dan mengerti isinya dengan baik. Dan rencananya selasa depan akan ada meeting. Jadi mohon kehadirannya.”

“baiklah. Jadi apa yang bisa kulakukan sebagai kegiatan pertama dalam menjalankan perhotelan ini?.”

“mungkin anda bisa membuat suatu rancangan proposal yang dapat dibicarakan dalam rapat minggu depan?.”

“ne, kamshamida.”

“baiklah nona. Saya permisi dulu masih ada pekerjaan lain. Annyeong.”

“kamshamida Victoria –sshi.”

Beberapa menit kemudian….

“bagaimana dengan acara perkenalannya?.”

“lumayan appa. Victoria –sshi bilang jika aku ingin berpartisipasi sebagai orang yang pertama kali terjun kedunia bisnis mungkin aku harus membuat proposal sebagai langkah awal.”

“kau sudah berani membuat proposal dalam rapat minggu depan?.”

“setidaknya aku akan mencoba dulu. Baru setelah itu tahu hasilnya.”

“kau memang putri appa. Tak salah appa mengalihkan jabatan appa padamu setelah appa pensiun nanti.”

“gomawo appa.”

“kau mau pulang bersama dengan appa?. Ini sudah sore.”

“mianhae appa. Tapi aku harus menjemput Jae Woon dan Nam Young. Mereka berdua sedang dirumah umma Jong Woon. Lain kali saja appa.” Tolak Yuri.

***************

From: Seunghyun Kwon

Cepat masuk keruangan ku.

Akan ada badai besar yang terjadi.

Victoria sesegera mungkin melangkahkan kakinya menuju ruangan yang diketahuinya adalah CEO diperusahaan ini. Tepat didiepan ruangan atasannya itu, tangannya mulai memegang knop pintu dan perlahan – lahan memasuki ruangannya.

“jadi apa yang kau lakukan dengan yeoja bodoh itu selama dia disini?.” Tanyanya sambil melempar beberapa map kearah meja yang digunakan ketika ada tamu.

“yeoja bodoh?.” Tanya Victoria dengan bingungnya.

“yeah. Yeoja bodoh karena dia sama sekali tidak tahu menahu tentang perusahaan ini.”

“maksud sajangmin?. Apa dia adalah nona Kwon Yuri?.”

“tentu saja siapa lagi kalau bukan dia. Dia tidak tahu menahu tentang perusahaan ini. Dia juga bukan lulusan ekonomi. Tapi itu bagus untuk kelancaran rencana kita.”

“maksud anda?.” Tanya Victoria lagi yang masih bingung.

“aku adalah orang yang akan merebut posisi direktur utama dari yeoja bodoh itu. Jadi kau harus menjalankan rencana yang kubuat.” Perintahnya sambil tertawa penuh kemenangan.

***************

JONG WOON POV

Aku sedikit menyesal dengan kata – kata yang ku ucapkan tadi pagi kepada Yuri. Kenapa aku mesti meragukannya. Aishh…kau ini Kim Jong Woon, Yuri sudah memilihmu menjadi pendamping hidupnya dan kau pun mencintainya.

Drtt…drrtt…

 

From: Victoria Song

Mianhae untuk kejadian tadi siang.

Jika kau memaafkanku. Bisakah kita lain kali jalan berdua.

Aku memang sengaja tidak membalas pesan dari Victoria. Victoria kenapa kau membuatku seperti ini lagi, kau sudah memiliki pendamping hidup aku tak mau mengganggu kehidupanmu. Dulu kau tak pernah menganggapku sebagai orang yang lebih dari sekedar teman. Tapi aku tetap menunggumu sampai kau bisa membuka hatimu untukku. Aku membanting setir mobil dan tanpa sadar telah sampai didepan apartemenku. Victoria Song kenapa kau hadir lagi disaat aku telah menemukan orang yang mencintaiku dan aku cintai.

Aku berjalan pelan menuju apartemen. Pikiranku kacau masalah tentang kecurigaanku terhadap hubungan Yuri dan Siwon belum selesai ditambah lagi kedatangan Victoria yang tiba – tiba membuat pikiran yang selama ini kuhilangkan muncul kembali.

Klik….klik. aku menekan tombol pasword diapartement yang kemudian terbuka secara otomatis.

“appa pulang!.” Panggilku pada mereka berdua.

“omona. Astaga, kalian sedang mencoba untuk berdiri?.” Pekikku.

Aku panik melihat mereka berdua saling menopang badan mereka satu sama lain untuk berdiri. Kemudian aku langsung membantu mereka berdiri dengan mengangkat tangannya dan berhasil mereka dapat berdiri untuk beberapa detik saja. Dan brukk… . Mereka terjatuh kembali. Ha..ha..ha..pikiran itu seakan hilang entah kemana ketika kulihat dua orang malaikat kecil yang ada didepanku.

“Jae Woon -ah, Nam Young -ah. Kalian dimana chagi?. Teriak Yuri dari kamar.

Ssstt…aku menaruh jari telunjukku didepan bibir mereka masing – masing. Menandakan jangan ada suara ketika umma sedang mencari kalian. “ kita kejutkan umma dari belakang. Ok. Arraseo.” Bisikku pada mereka berdua.

“Aigoo.. kau mengagetkan Eomma-mu ini Jae Woon –ah, Nam Young-ah.. kenapa kalian menghilang  saat umma tak mengawasi kalian berdua..” Kata Yuri yang sedikit keras karena panik akan menghilangnya mereka.

“kajja kita kagetkan umma. Kalian diam disini dulu. Nanti setelah appa panggil kalian keluar!. Arraseo?.”

Mereka mengangguk pelan seakan mengerti dengan ucapanku. Tiba – tiba Yuri muncul dari dalam kamar dengan wajah panik. Dalam hati aku hanya senyum – senyum sendiri melihat tingkah Yuri yang kebingungan mencari mereka.

“oppa, kau sudah pulang?. Apa kau melihat mereka berdua disekitar ruang tengah ini?.”

“aku baru pulang jadi….” Belum sempat aku menjawab pertanyaan Yuri mereka sudah telebih dahulu bersuara.

“appa…”

“omo. Jadi kalian disini rupanya!.”

“issh. Kalian kenapa muncul seperti ini. Rencana kita menjadi gagal untuk mengerjai  umma.”

“mwo?. Kalian mau mengerjaiku. Dasar!!.” Yuri mencubit lenganku kecil. Hingga aku merasa kesakitan.

“auww. Appo chagiya.” Rengekku.

“salah siapa mengerjaiku?.” Yuri mengerucutkan bibirnya tanda ia sedang jengkel denganku sambil menyilangkan tangan diperutnya.

Aku tersenyum evil dan tiba – tiba memeluknya erat serta mengangkat tubuhnya. Ia meronta – ronta menendang – nendangkan kakinya diudara. Aku tak habis akal untuk menggodanya.

“turunkan aku op…hmmpttt.”

Cupss…aku mendaratkan ciuman sekilas dibibirnya langsung saja ia mengatupkan bibirnya. “turunkan aku!!. Dan pergi mandilah Kim jong Woon, Aku tak suka baumu yang seperti ini!.”

“itu kata maaf dariku dan jika kau masih mengerucutkan bibirmu seperti itu jangan harap jika aku akan menyentuh bibirmu dengan ini.” Aku menunjukkan bibirku kemudian menurunkannya dan lari menuju kamar sebelum Yuri sukses menendangku menuju kamar mandi.

***************

YURI POV

 

Setelah makan malam itu tak juga menemukan inspirasi tentang judul proposal yang kubuat untuk dijadikan pertimbangan minggu depan. Aku masih berkutat dengan laptop dan berkas – berkasku tadi siang membacanya satu persatu tapi tetap saja tak menemukan inspirasi. Ditambah lagi Jong Woon dan mereka berdua yang tak bisa membuatku tenang.

Alhasil aku hanya bisa menelungkupkan kepalaku diantara kertas – kertas yang berserakan ini. Siapa tahu aku bisa menemukan inspirasi untuk dijadikan judul. Aaa….Kwon Yuri babo. Kenapa otakmu saat ini tidak bisa berkompromi untuk menghasilkan ide.

“Kenapa selama dua jam selintas ide pun tak muncul. Ah, Yuri babo, babo, babo.” Ucapku sambil memukul – mukul kepala.

“umma..” ucap Jae Woon yang merangkak mendekatiku.

“ne.” Jawabku sekenanya.

“kiss..seu.” ucapnya lagi dan mengambil posisi duduk dipangkuanku.

“mwo?. Chagi, kenapa kau selalu berkata kisseu setiap hari?.” Aku yang gemas segera meyerang pipi gembulnya itu dan beberapa kali menciumnya.

***************

“omona, kenapa kamar menjadi berantakan seperti ini?.” Tiba – tiba Jong Woon yang menggendong Nam Young masuk kedalam kamar dan mendapati kamar seperti kapal pecah dengan kertas yang berserakan dimana –mana.”

Aku pura – pura tak mendengarnya dan kembali menjatuhkan kepalaku diatas meja.

“chagiya gwenchana?.” Tanyanya sambil mengangkat kepalaku pelan serta meletakkan punggung tangannya didahiku.

“kau sakit?.” Lanjutnya.

“aniyo. Aku tak apa – apa.” Ucapku lesu.

“lalu?.”

“aku tak punya ide untuk membuat rancangan proposal.” Ucapku polos dan langsung membuatnya tertawa pelan. Yeah, Yuri bagus sekali kau mempermalukan dirimu didepan suamimu sendiri mengingat kau yang mempunyai indeks prestasi 3,9 dan skripsimu pun berakhir membahagiakan dengan nilai A. Tapi kau berkata kau tak punya ide benar – benar memalukan.

“rancangan proposal?. Wae kau membuat rancangan proposal?.”

“minggu depan aku akan berpartisipasi dalam rapat dewan dikantor appa. Jadi jika aku ingin berpartipasi maka buatlah sebuah rancangan proposal yang dapat dipertimbangkan untuk kelanjutan perusahaaan.”

“oh. . Jadi itu masalahmu?. Kau perlu bantuan?.”

“kau mau membantuku?.” Tanyaku

Jong Woon segera mengambil map – map yang berisi berkas penting tadi dan membacanya sejenak. Sesekali ia bertanya padaku apa yang biasanya orang sukai pada saat musim peralihan musim semi ke musim panas.

“bagaimana kalau paket bulan madu untuk pasangan yang baru menikah?.” Usulnya tiba – tiba.

“bulan madu??. Mungkin ide yang cukup bagus.”

“kau bisa tawarkan paket bulan madu dengan fasilitas mewah dengan harga diskon. Dikantor masih ada kan barang – barang sisa promo musim semi lalu?.”

“ne. Mungkin ada sisanya, besok akan ku tanyakan pada manager promosi.”

“kau bisa memperbaikinya sedikit lebih berkelas dengan sedikit tambahan biaya dan jangan lupa ubah desain kamarnya sesuai keinginan kosumen sebelum ia memesan kamar hotel. Jadi kau bisa tawarkan dulu baru setelah itu konsumen diberi kebebasan untuk memilih.”

“ne. Kajja kita buat rancangan proposalnya.”

***************

AUTHOR POV

Sekitar satu jam lebih mereka berkutat dengan ide – ide yang akan dituliskan dalam rancangan proposal Yuri. Sesekali mereka bercanda dengan kedua malaikat kecilnya sambil merancang ide demi ide untuk tulisannya.

“gomawo oppa. Kau sudah membantuku.” Ucap Yuri yang diakhiri dengan pelukan erat ditubuh sang suami.

“oppa. Dari mana kau tahu tentang hal seperti ini?.” Lanjutnya kemudian melepas pelukannya dari Jong Woon.

“appa ku juga pemilik hotel seperti appamu tapi jaringan hotelnya tidak dikorea melainkan di Jepang. Dan aku pernah bekerja dihotel appa saat mengalami sedikit penurunan karena dihantam krisis. Jadi aku sedikit tahu tentang hal – hal seperti ini.”

“lalu kenapa kau tidak melanjutkan bisnis appamu itu dan memilih menjadi seorang dokter?.”

“ceritanya panjang. Ada alasan tersendiri aku melanjutkan study ku dibidang kesehatan.”

“kalau boleh tahu apa alasanmu?. Mianhae menggangu privasimu oppa.”

“ini semua berawal dari hyung –ku kemudian umma Taeng.”

“maksud oppa?.”

“ne. Dulu saat aku berumur 5 tahun hyung –ku berumur 8 tahun Kim Young Woon divonis menderita kanker otak yang sudah mencapai stadium 4. Awalnya orang tuaku sempat tidak mempercayainya tapi lambat laun kanker yang diderita Young Woon hyung makin parah hingga akhirnya tepat minggu ketiga bulan oktober saat musim gugur hyung meninggal dalam keadaan koma setelah operasi. Seminggu lebih aku mengurung diri dikamar karena tak dapat menjaga hyung ku sendiri hingga ia meninggalkanku lebih dahulu.”

Tanpa terasa air mata Jong Woon sedikit menetes membasahi pipinya. Tapi tangan Yuri secara cepat mengusapnya.

“Sssttt… jika kau tak kuat tak usah dilanjutkan lagi.” Ucap Yuri yang menaruh jari telunjuk dibibir Jong Woon.

“anii. Aku tak apa –apa.?.” Lalu Jong Woon pun melanjutkan ceritanya kembali.

“umma Taeng yang akhirnya dapat membujukku dan mengatakan bahwa aku tak sendirian masih ada kedua orang tuaku dan tentunya Taeyeon yang sudah kuanggap adik kandungku sendiri. Aku dianggap anak kandung oleh umma Taeng, setiap hari aku selalu pulang sekolah dijemput oleh umma Taeng dan setiap hari juga ia yang menggantikan posisi umma sementara ketika umma dan appa sedang sibuk mengurusi bisnis mereka berdua. Sampai suatu hari umma Taeng masuk rumah sakit dan dikatakan meninggal oleh dokter. Seketika itu aku menjadi anak yang kehilangan orang yang aku sayangi, aku sendirian lagi. Karena umma Taeng meninggal akibat kanker darah yang sudah dideritanya lebih dari dua tahun. Akhirnya orang tuaku memutuskan mengangkat taeng menjadi adikku. Dan sekarang hanya Taeng lah adik satu – satunya yang akan kujaga agar tidak bernasib sama dengan umma-nya dan hyungku.”

“mianhae, aku membuatmu menangis dengan mengingatkanmu pada masa lalumu.” Tangan Yuri memeluk Jong Woon erat dan mengelus pelan punggungnya.

“gwencana. Karena kau adalah istriku setidaknya kau harus tahu tentang masa laluku.”

“oppa ak…” belum sempat Yuri melanjutkan omongannya Jong Woon sudah memutusnya.

“mereka berdua tertidur.” Lirih Jong Woon.

Yuri melihat mereka berdua yang tetidur di atas bantal yang tidak sengaja untuk mainan mereka berdua. Dilihatnya wajah keduanya sangat teduh dan hangat dengan tampang polos dan tak berdosa yang mereka berdua miliki. Mereka berdua mirip sekali dengan Jong Woon saat tertidur.

“oppa. Mereka berdua sedang tertidur. Sebentar , aku pindahkan mereka dalam box.”

“ne, aku ambil minum dulu.”

Beberapa saat kemudian setelah menaruh mereka dalam tempat tidurnya. Yuri segera membereskan berkas – berkas yang dikerjakannya tadi. Dilihatnya ponsel Jong Woon yang bergetar menandakan ada pesan masuk.

Diusapnya pelan layar ponsel Jong Woon dan terpampanglah sebuah nama dari si pengirim pesan tersebut. Victoria Song. Gumamnya pelan. Kemudian dengan memberanikan diri ia membuka pesan tersebut.

 

From : Victoria Song

 

Kenapa tak membalas pesanku?.

Jika ada waktu bisakah kita pergi berdua mengenang masa – masa kita?.

 

***************

YURI POV

 

Tunggu dulu, Victoria Song. Siapa wanita ini?. Kenapa mengirimkan pesan seperti ini pada Jong Woon. Aku mencoba berpikir kembali, apa mungkin Victoria sekretaris appa dikantor. Ah, kurasa tidak mungkin. Tapi apa hubungan Jong Woon dengan Victoria?. Tanyaku dalam hati.

Aku meletakkan kembali ponsel Jong Woon dan segera aku membereskan berkas – berkasku. Nama sekretaris appa Victoria Song. Apa mereka pernah menjalin hubungan dengan yeoja itu.

Stop!!. Yuri kau jangan berpikiran macam – macam. Jong Woon  sekarang mencintaimu. Jadi kau tak perlu takut jika dia tak akan kembali pada yeoja itu. Mungkin yeoja yang bernama Victoria itu adalah temannya.

I can tell you’re looking at me, I know what you see. Any closer and you’ll feel the heat (GG). You don’t have to pretend that you didn’t notice me. Every look will make it hard to breathe (T.R.X).B-Bring the boys out (Yeah, You know). B-Bring the boys out (We bring the boys out! We bring the boys out)

“yeoboseo. Untuk apa kau menelponku malam – malam seperti ini.”

“…..”

“bukan urusanmu Siwon –sshi. Aku keluar atau tidak.”

“…..”

“tidak bisa!. Aku tidah bisa bertemu denganmu besok karena aku mempunyai tanggung jawab sebagai istri.”

“…..”

“terserah kau saja. Aku lelah dengan hubungan diantara kita Siwon –sshi.”

“…..”

Klik..aku memutus begitu saja panggilan dari Siwon.

“Yuri –ya.” Sebuah suara dari Jong Woon mengagetkanku dari ambang pintu.

“op…pa.” Ucapku tak kalah kaget.

Jong Woon berjalan mendekat kearahku. Lalu tiba – tiba saja ia memelukku erat. Apa jangan – jangan ia mendengar semua ucapkanku di telpon tadi dengan Siwon.

“yuri –ya. Aku tahu kau tak bisa melupakan Siwon begitu saja. Tapi izinkan aku memiliki hatimu sepenuhnya. Izinkan aku mencintaimu seumur hidupku.” Lirihnya yang dapat kudengar dengan jelas.

Tuhan, kenapa Jong Woon bisa berkata seperti itu apa dia mendengar semua pembicaraanku dengan Siwon tadi. Aku mencintaimu Jong Woon tidak ada orang lain selain kau yang aku cintai.

“aku juga mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan aku. Kau adalah orang yang ditakdirkan Tuhan aku cintai. Aku mencintaimu!!.”

“Aku lebih mencintaimu lebih dari yang kau tahu.” Ucapan Jong Woon seakan membuat hatiku tertusuk walaupun ia mengatakan bahwa ia mencintaiku.

***************

JONG WOON POV

“aku juga mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan aku. Kau adalah orang yang ditakdirkan Tuhan aku cintai. Aku mencintaimu!!.” Ucap Yuri pelan namun dapat kurasakan itu sedikit menyakitkan.

Ada apa denganku kenapa perasaan ini muncul kembali perasaan tak mau kehilangannya. Apa hakku melarang Yuri berhubungan dengan mantan kekasihnya. Padahal mereka sudah tidak saling menjalin hubungan. Meskipun aku mengetahui Siwon masih mencintai Yuri tapi Yuri sekarang milikmu. Kau dan Yuri kini sudah terikat jadi apa yang masih kau ragukan.

“Aku lebih mencintaimu lebih dari yang kau tahu.” Balasku.

“sudahlah.” Lanjutku. Aku mengusap kepalanya pelan dan ia pun mendongakkan kepalanya.

“op..pa . Tadi itu hanya….”

“ne, aku tahu. Sudahlah jangan dibahas lagi. Kau lelah kan?. Sekarang istirahatlah!.”

Aku memapah Yuri berjalan ketempat tidur. Kulihat wajahnya tampak sedikit berbeda, Ia hampir menangis. Apa aku tadi keterlaluan berkata seperti itu?.

“jebal, jangan tinggalkan aku. Aku butuh dirimu oppa.” Isaknya.

“ne. Aku disini untukmu.” Ucapku mensejajarkan diriku dan bersandar pada ranjang.

Yuri menangis. Sungguh aku keterlaluan jika membuatnya menangis. Aku merengkuh tubuhnya memeluknya erat. Dan ia pun terisak didadaku, sungguh bukan ini yang kuinginkan. Aku mencintaimu dengan segenap sisa umurku Yuri.

“tidurlah.” Perintahku lirih.

“aku mau memelukmu seperti ini. Jebal, jangan lepaskan pelukanmu ini.”

Aku mengusap kepalanya pelan dan mengecup dahinya singkat untuk membuatnya lebih tenang. Cups… Aku  mendaratkan ciuman dibibirnya sekilas.  “saranghae Kim Yuri.”

***************

AUTHOR POV

Hari yang dinantikan Yuri pun akhirnya tiba. Hari ini ia akan menjajal proposalnya untuk didiskusikan dalam rapat dewan. Entahlah berhasil atau tidaknya urusan nanti. Bersama sekretarisnya Kim Ryewook ia memasuki ruangan tempat rapat berlangsung. Dalam hati Yuri berharap semoga bisa berjalan lancar.

“nona Kwon. Proposal yang anda buat lumayan menarik untuk disetujui. Jadi apakah bisa dliaksanakan secepat mungkin.” Ucap manager direktur marketing yang sedari tadi mendengar dengan seksama apa yang dipresentasikan Yuri didepan.

“anda menyetujui proposal ini sajangmin?.” Tanya Yuri yang tidak percaya.

“coba anda survey dari 11 orang yang hadir dalam rapat ini pasti lebih dari 8 orang yang menyetujuinya.”

“baiklah untuk kedepannya, besok kita bicarakan berdua denganku.” Lanjutnya.

Rapat diakhiri dengan sesuatu yang menggembirakan bagi Yuri. Ia tak menyangka bahwa ide yang beasal dari Jong Woon dapat diterima ditelinga para direksi.

“wow. Kerja yang luar biasa Kim Yuri.” Goda Appa Yuri sambil menepuk – menepuk bahunya pelan.”

“iisshh… Appa… Aku disini bernama Kwon Yuri bukan Kim Yuri. Kim Yuri hanya sebutan untuk Jong Woon saja.” Usap Yuri kesal.

“ne..ne. Appa tahu. Appa keruangan dulu, selamat bekerja.” Kekehnya pelan dan langsung pergi.

***************

Seunghyun sebagai CEO dihotel ini marah besar. Bagaimana bisa seorang Kwon Yuri yang diketahui sebagai lulusan keperawatan bisa menghasilkan proposal sebagus itu dan parahnya lagi proposal itu disetujui hampir semua dewan direksi. Ia akhirnya memanggil Victoria masuk dan melampiaskan semua kekesalannya.

“Victoria –sshi. Sepertinya kita harus segera menjalankan rencana kita agar aku bisa berkuasa penuh atas hotel ini.!!” Marahnya.

“lalu, aku harus menjalankan rencana yang bagaimana sajangmin?.”

“kau hanya perlu mengusik kehidupan pribadinya dan aku yang akan menyerangnya dengan berbagai masalah dikantor. Jadi reputasinya akan hancur dan dia akan depresi. Lalu dengan mudahnya aku bisa mendapatkan segalanya.”

“bukankah nona Kwon masih sendiri?. Apa yang harus ku usik?.”

“kau itu jangan sok tahu nona Song. Kau pikir dia masih lajang?. Dia sudah memiliki suami dan dua orang anak. Jadi kelemahannya adalah di suami dan anak – anaknya.arraseo?.”

“oh, jadi begitu. Tapi anda harus ingat dengan perjanjian kita jika anda berhasil maka anda harus menyerahkan 30 persen yang anda miliki untukku.”

“baiklah. Akan ku pertimbangkan jika itu yang kau mau.”

***************

YURI POV

Hari ini kukira pulang agak sedikit malam karena harus ada penyusunan berkas – berkas baru yang harus dikerjakan. Tapi ternyata berkas – berkas itu selesai sebelum waktunya berakhir jadi aku bisa pulang jam 5 sore. Aku berjalan keluar dari kantor dan mendapati mobil audy hitam yang tak asing bagiku. Dan anehnya kudapati Jong Woon tengah berbicara ringan sambil tertawa dengan appa. Sejak kapan aku menelponnya untuk menjemputku?. Aku berjalan santai dan menghampiri mereka berdua.

“Yuri-ya kau sudah mau pulang nak?.”

“ne appa. Semuanya sudah kuselesaikan dan kuletakkan dimeja appa.”

“kau tahu darimana aku pulang jam segini?.” Tanyaku pada Jong Woon.

“feeling.” Jawabnya enteng.

“oh jadi Jong Woon mau menjemput Kim Yuri. Appa kira ia mau bertemu dengan appa.” Goda appa padaku.

“isssh… Appa jangan panggil aku Kim Yuri disini tapi Kwon Yuri sesuai marga appa.”

“yak Kim Yuri. Kau itu nyonya Kim.” Omel Jong Woon.

“sudah – sudah appa tadi hanya bercanda.” Lerai appa.

“appa tak mau pulang bersama kami?.” Tawar Jong Woon.

“aniyo. Nanti appa menggangu kalian lagi. Lagipula appa ada janji makan malam dengan ummamu Yuri.”

“kalau begitu kami pulang dulu. Mereka berdua sudah menunggu kami pulang kerumah. Annyeong appa.”

***************

@JONG WOON’S APARTEMENT

 

Aku dan Jong Woon memasuki apartemen kami. Karena hari ini umma Jong Woon menjaga mereka berdua diapartement jadi tak perlu menjemputnya dirumah umma Jong Woon.

Klik….klikk…

Pintu apartemen terbuka. Dan..Astaga apa ini. Kenapa banyak kantong belanjaan disini. Sepertinya ada orang yang barus aja memborong seluruh barang – barang di mall. Puluhan kantong belajaan berserakan dari pintu masuk hingga ruang tamu. Apa maksudnya ini?. Aku dan Jong Woon berjalan sambil mengelompokkan belanjaan itu menjadi dan menumpuknya dan kudapati eommonim  dan Taeng eonni sedang asyik membuka belanjaannya.

“umma. Apa perlu setiap seminggu sekali pergi ke salon untuk spa, menicure and pedicure?.” Tanya Taeng eonni sambil melihat – lihat gaun yang dibelinya.

“tentu saja. Spa itu penting bagi kita dan juga perawatan kuku kita. Bahkan jika menantu perempuan umma satu – satunya harus umma paksa agar ia mau seperti kita.”

“umma tahu kita itu terlalu cepat tadi pergi shopping. Bahkan waktu 4 jam saja begitu kurang untuk kita umma. Oh, ya umma tadi kira – kira kita habis berapa?.”

“sekitar 22 juta won..”

“umma…..Taeng…kenapa kalian membuat rumahku menjadi tumpukan kantong belanjaan seperti ini!!.” Teriak Jong Woon.

“kau sudah pulang rupanya. Bagaimana chagi apa kau mau menjadi shopaholic seperti kita berdua?.” Tanya umma Jong Woon mendadak padaku.

“aniyo umma. Lain kali saja. Aku sedang sibuk diperusahaan.” Tolakku.

“umma –ya. Dimana kedua anakku?. Apa kau meninggalkannya di mall?.” Selidik Jong Woon.

Umma Jong Woon yang sedari tadi sedang asyik memjelajahi belanjaannya langsung menonyor kepala Jong Woon. “kau pikir ummamu ini haelmoni macam apa heh?.”

“mereka berdua sedang asyik dikamar barunya dengan Jung Ahjumma.” Lanjut umma sambil menarik tanganku dan mengepaskan beberapa gaun dibadanku.”

“style generation?. Ini kan merek…” Pekikku kaget.

“ne. Merek ini memang sedang booming dipasaran. Bahkan kami harus berebutan jika ingin membeli dress jenis ini. Wae kau seperti itu?.”

Ini gaun yang Yoona rancang. Aku tahu betul gaun ini karena gaun ini selalu terjual diboutique umma. “aniyo, hanya saja gaun ini temanku yang merancangnya”

“jinja?. Siapa dia?. Bisakah kau pertemukanku dengan dia Yuri?.”

“ne, tentu saja eomma. Dia setiap harinya bekerja di boutique ummaku.”

“baiklah kalau begitu Taeyeon, Jung Ahjumma kita pulang pekerjaan kita disini sudah selesai. Besok kita lanjutkan acara shopingnya, ku tagih janjimu menantuku sayang.” Teriak umma Jong Woon dan langsung pergi meninggalkan apartemen kami.

***************

JONG WOON POV

Kenapa hari ini begitu menjengkelkan?. Umma…..Taeng kenapa kalian bisa membuat kamar yang seperti ini untuk Jae Woon dan Nam Young. Dan kau Kim Yuri kenapa kau tak menganggapku tadi?. Aku mengacak – acak  rambutku frustasi akibat ulah mereka berdua serta Yuri sambil mempoutkan bibir tanda rasa kesal. Tiba – tiba sebuah tangan melingkar  dipinggangku dan mendadak mendekatkan tubuhnya dipunggungku.

“oppa. Wae mukamu masam seperti itu?.”

“sudahlah. Aku tak suka melihat wajah suamiku seperti itu.. Kau mau dengar berita gembira tidak dariku?.” Lanjutnya dan langsung membalikkan badanku menghadap Yuri.

“mwoya?.”

“kau tahu proposalku disetujui dalam rapat tadi siang..” Ucapnya girang.

“jinja?.” Tanyaku memastikan

“ne. Tentu saja..gomawo untuk semuanya.” Cupss. Yuri mencium bibirku sekilas.

“jadi apa boleh aku meminta hadiah padamu?.” Tanyaku mengerlingkan mata.

“kau mau minta apa?.” Tanyanya polos.

Langsung saja kucium bibirnya dan kutahan tengkuknya agar ia dapat membalas perlakuanku. Kudorong tubuhnya pelan  hingga ia jatuh diatas sofa dengan posisi aku menindihnya. Lama kami berciuman hingga melepas satu sama lain karena kami membutuhkan oksigen untuk hidup. Tak lama kemudian segera saja ciumanku turun ke leher jenjangnya dan satu persatu melepas kancing kemejanya.

Tapi empat pasang mata sedang memperhatikan kami yang entah darimana datangnya. Mata mereka membulat sempurna memperhatikan adegan gulat (?) yang kami lakukan.

“sejak kapan kalian disana?.” Tanyaku melihat kaget mereka dan langsung saja merapikan pakaianku dan Yuri.

“ap..pa..umm…ma kisseu…” Suara mereka bersamaan membuatku salah tingkah dihadapan Yuri.

“aniyo, appa sedang bermain perang – perangan dengan ummamu. Kajja kita serang umma!.”

Aku langsung menggendong mereka berdua seolah – olah tak terjadi apa – apa dan Yuri pun segera mengancingkan kemejanya. “urusan kita belum selesai Kim Jong Woon.” Ucapnya sambil melayangkan tatapan mautnya serta langsung pergi menuju kamar mandi.

***************

“kau marah padaku chagi?.” Godaku.

“kenapa kau selalu menciumku bahkan kau hampir melakukan itu padaku ketika ada mereka?. Kau tahu mereka mungkin akan meniru kita dan itu tak baik untuk psikologis mereka.” Ucapnya kesal.

“kau keterlaluan!!.” Lanjutnya sambil marah dan pergi meninggalkanku.Mwoya?.Aku hanya bisa membulatkan mata akibat perkataan Yuri.

 

Every single day I try jeongmal geuoi da wassseo. We get closer to a good time siryeondeure say goodbye.

“yeoboseo.. ne..aku kan segera kesana suster.”

Aku berjalan menghampiri Yuri yang duduk di sofa ruang tengah sambil bermain dengan mereka berdua. Aku mencium dan mengelus kepala mereka berdua “ bantu appa agar umma tak marah lagi. Arraseo.”

“chagi.. Aku ada urusan sebentar dirumah sakit. Mianhae..untuk yang tadi.” Aku mengecup keningnya sekilas dan langsung pergi. Kulihat sekilas sebelum keluar rumah masih sama wajahnya seperti yang tadi ‘mengerucutkan bibirnya’.

***************

AUTHOR POV

“um..mma.”

Sebuah suara kecil memanggil Yuri dan badannya mencoba untuk berdiri secara tegak. Yuri secara sigap membimbingnya berdiri dengan mengangkat tangannya agar dapat menopang tubuhnya.

“ne. Kajja kita latihan berjalan!. Tapi Jae oppa dulu baru setelah itu Youngie, arraseo.”

Yuri memegangi tangan mereka berdua secara bergantian untuk belajar berjalan. Ia tersenyum sendiri tak terasa mereka berdua sudah hampir bisa berjalan. Waktu begitu cepat berlalu baru saja aku menikah dengan Jong Woon tapi ternyata aku sudah memiliki dua orang malaikat kecil.

“omona, sudah jam 8 malam. Umma belum membuat makan malam untuk appa.” Pekik Yuri.

Yuri segera beranjak kedapur untuk membuat makan malam. Dibukanya kulkas tapi ia tak menemukan suatu bahan makanan pun tapi masih ada beberapa makanan instan. Tapi Jong Woon tak suka makanan instan, gumamnya.

Ting..tong…

“eonni??. Wae kau datang kemari lagi?.” Tanya Yuri.

“euhmm… salah satu kantong belanjaanku ketinggalan disini.” Ucapnya polos dengan wajah tak berdosanya.

“eonni. Aku boleh minta tolong padamu?. Tolong jagakan mereka berdua sementara aku pergi berbelanja sebentar?.” Tawarku.

“shirreo. Lebih baik kita pergi bersama – sama saja sambil menikmati udara malam.” Paksa Taeyeon yang langsung masuk dan mengambil salah satu dari mereka.

***************

Yuri dan Taeyeon kini tengah berjalan bersama sambil menggendong Jae Woon dan Nam Young. Terbesit dalam pikirannya kejadian tadi sore, Ia membentak Jong Woon. Tapi Jong Woon juga keterlaluan, runtuknya dalam hati. Bagaimana pun juga dirinyalah yang salah. Jong Woon sudah meminta maaf tapi Yuri malah mengacuhkannya.

“Yuri –ya. Kau beruntung sekali memiliki Jong Woon oppa. Jong Woon oppa adalah namja babo dalam hal percintaan.” Ucap Taeyeon tiba – tiba.

“maksud eonni?.” Tanya Yuri heran.

“tentu saja. Jong Woon oppa selama tinggal di Jepang hanya 3 kali menjalani masa pacaran. Pertama dengan gadis jepang semasa SMA, dan yang kedua adalah yang paling parah dengan gadis korea teman kuliah oppa. Dan terakhir kau, istrinya Kwon Yuri.”

“Ayaka Umeda!!(mian yang jd fansnya AKB48 kalo author pake cast ini). Gadis yang menjadi yeojachingu Jong Woon oppa semasa SMA. Mereka putus akibat Ayaka masih bersifat kekanak – kanakan dan selalu merengek padanya. Tapi untuk yang kedua aku belum mengetahui siapa yeoja yang disukai oleh Jong Woon oppa.”

“kau belum tahu???.”Yuri hanya menggelengkan kepalanya.

“Victoria Song gadis yang sangat Jong Woon oppa cintai sekaligus yang menyakitinya. Gadis itu sudah melukai hati oppa. Aku benci padanya.” Tegas Taeyeon.

Yuri bingung mencerna kata – kata dari adik iparnya itu. ‘Victoria Song’. Apa jangan – jangan gadis yang mengirimkan pesan pendek beberapa hari lalu, pikirnya. Lalu apakah mereka berdua masih ada rasa diantara mereka?.

Seseorang melambaikan tangan kearah Yuri ketika Yuri sedang fokus dengan pembicaraannya dengan Taeyeon. Dia adalah Im Yoona. Yoona menghampiri mereka berdua dengan senyum khasnya.

“Annyeong Yuri –sshi.”

“annyeong.” Balas Yuri tak kalah dengan senyumnya.

“mianhae untuk kejadian waktu itu.” Ucapnya menunduk.

“gwenchana. Aku sudah melupakan kejadian itu.”

“omo!!!. Aegi..kau lucu sekali.” Yoona mencubit pipi gembul Nam Young yang sedang Yuri gendong. “apa ini…?”

“ne. Mereka berdua anakku. Eonni, perkenalkan ini designer Im yang tadi sore kuceritakan.”

Taeyeon langsung saja membelalakan matanya dan menghampiri Yoona serta menyanjung – nyanjungnya. Sesekali ia menjabat tangan Yoona dan mengajak pergi begitu saja Yoona dengan membawa Jae Woon dan Nam Young pergi entah kemana. Tapi Yuri percaya jika Taeyeon pasti akan mengembalikkan mereka.

“desaigner Im bolehkah kita saling mengenal?. Yuri –ya biarkan mereka berdua bersamaku nanti akan kukembalikan.”

“ne, eonni. Tapi jangan terlalu malam mengembalikan mereka eonni.”

“arraseo.”

Yuri berjalan memasuki area supermarket untuk berbelanja membeli makanan. Ia tahu jika Jong Woon paling anti dengan makanan instant. Hanya butuh waktu 20 menit untuk Yuri membeli kebutuhannya. Ia berjalan santai sambil membawa kantong belanjaannya, terlintas dipikirannya saat melihat toko cake yang buka. Yuri berinisiatif membeli cheese cake sebagai permintaan maafnya pada Jong Woon.

Pandangan Yuri seketika itu tertuju pada seorang namja yang ia kenal sedang makan bersama dengan seorang yeoja. Tapi sepertinya Yuri pernah melihat Yeoja itu dimana?. Mata Yuri semakin membulat sempurna ketika melihat Yeoja itu memainkan sumpit yang ada makannannya dihadapan  namja itu yang diketahuinya adalah suaminya sendiri. Yeoja itu akhirnya menampakkan wajahnya karena menoleh kejendela.

“Victoria Song.” Yuri menutup mulutnya ketika mengetahui yeoja itu adalah Victoria Song.

***************

YURI POV

Jadi benar yang dikatakan oleh Taeyeon eonni bahwa Jong Woon oppa pernah mencintainya. Aku terkaget setengah mati jika yeoja yang kuketahui adalah Victoria Song. Pertahananku rapuh saat itu juga. Aku memang tak pernah cemburu melihat Jong Woon saat bersama dengan gadis lain. Tapi ini berbeda kenapa firasatku menyatakan tidak enak hubungan diantara keduanya.

Aku masih memperhatikan keduanya secara seksama dari kejauhan hingga acara makan mereka berdua selesai. Dadaku sesak, entah mengapa ada perasaan tidak rela ketika aku melihat Jong Woon dan Victoria. Tuhan apa yang terjadi padaku?.

Setelah mereka keluar aku pun keluar dari tempat persembunyianku. Perlahan – lahan ku ikuti mereka berdua dari jarak kejauhan. Aku melihat Victoria tersenyum bahagia dan menggandeng tangan Jong Woon ketika mereka bersama begitupun Jong Woon yang tak merasa canggung dan membalas gandengan tangan dari Victoria, apa itu juga dirasakan Jong Woon?.

Beberapa saat kemudian Victoria telah masuk kedalam mobilnya terlebih dahulu. Tapi Jong Woon masih berjalan santai sementara mobilnya ada  diseberang jalan.

Brukkk…..

“mianhae…. gwencana agasshi?.” Tanya orang yang menabrakku. Tapi pandanganku masih fokus pada Jong Woon yang sedang berjalan. Tiba – tiba ada sebuah  mobil yang berjalan dari arah berlawanan mendekat pada Jong Woon. Seketika itu aku pun langsung berlari kencang dan memeluk tubuh Jong Woon agar menghindarkannya dari mobil itu.

“OPPAA…AWASSSS!!!!!.”

Aku berhasil, yah aku berhasil menyelamatkan Jong Woon dari sebuah kecelakaan. Aku terguling bersama Jong Woon dan lututku tergores aspal serta menghantam trotoar jalan.

“oppa, gwenchana?.” Tanyaku khawatir.

“omona!!. Kakimu berdarah…” pekik Jong Woon yang terkaget.

“nan gwenchana.”

Beberapa orang tengah mengerubungi kami tapi Jong Woon segera menggendongku masuk kedalam mobil dan memberitahu pada mereka bahwa kami tak apa – apa. Jong Woon segera melajukan mobil menuju rumah sakit tapi tanganku segera menghentikannya.

“jangan pergi kerumah sakit!!. Lebih baik kita pulang saja, aku tak apa – apa.”Cegahku yang memegang tangannya.

“tapi bagimana dengan kakimu?. Tidak bisa!!. Kita harus ke rumah sakit.” Jong Woon tetap kekeuh pada pendiriannya yang ingin membawaku kerumah sakit.Aku memalingkan wajahku memandang kosong jendela mobil berusaha agar air mataku tak jatuh setelah melihat kejadian tadi.

“kalau begitu turunkan aku disini!!!.” Perintahku tiba – tiba dengan mata yang hampir saja akan menangis. Entah setan apa yang merasukiku hingga aku berani membentak Jong Woon seperti ini.

“maksudmu??. Kenapa kau bersikap seperti ini Yuri –ya!!!. Kau ini kenapa Yuri-ya!!” Suara Jong Woon pun meninggi.

“turunkan aku disini jika kau masih ingin membawaku ke rumah sakit.” Tanpa terasa air mataku menetes dengan sendirinya. Entah Jong Woon melihatnya atau tidak tapi aku segera memalingkan mukaku dari hadapannya.

“baiklah jika itu keinginanmu kita pulang.” Desahnya dengan helaan napas panjangnya yang mengalah.

***************

@ JONG WOON’S APARTMENT

Jong Woon menggendongku masuk kedalam apartemen. Dia langsung membaringkanku diatas ranjang dan segera mengambil beberapa obat yang ada didalam lemari. Kakiku memang sakit dan perih karena aku hanya memakai celana diatas lutut serta blazer yang menutupi kaosku.

“auuh…iissshh…auuhh..” rintihku saat Jong Woon membersihkan luka yang ada dilututku.

Jong Woon secara cekatan segera memberi obat luar untuk lututku dan membalutnya dengan perban dan menekuk pelan – pelan kakiku yang menghantam trotoar. Kulihat mimik muka Jong Woon yang begitu asing bagiku. Ia diam tanpa berbicara sedikit pun dan seolah – olah mendiamkanku. Kakiku memang sakit tapi perasaanku jauh lebih sakit saat aku melihatnya bergandengan tangan dengan yeoja lain layaknya seorang kekasih.

Hikss..hikss.. isakku pelan yang mungkin dapat didengar olehnya. Jong Woon segera membalikkan badannya dan duduk diatas ranjang sejajar denganku. Ia mengusap air mataku yang baru saja akan turun kepipi.

“uljima…jangan menangis lagi. Mianhae..aku membentakmu tadi. Gomawo kau sudah menyelamatkanku tadi.” Jong Woon memelukku dan menumpukkan dagunya dipuncak kepalaku.

“kau sudah makan??.” Lanjutnya seraya melepaskan pelukkannya.

Aku menggeleng pelan. “mianhae, aku menjatuhkan barang belanjaanku tadi.” Sesalku.

“tunggu aku sebentar. Aku akan keluar membeli makanan untukmu.” Jong Woon mengecup dahiku singkat dan beranjak meninggalkanku.

“oppa.. apa kau sudah makan??.” Tanyaku tiba – tiba.

Ia menoleh kembali dan mengangguk. “ne, aku tadi sudah makan dengan temanku.” Jawabnya lalu menghilang dibalik pintu.

***************

Taeyeon eonni menelponku dan memberitahu bahwa ia dengan Yoona sudah berada didepan pintu apartemen. Dan ingin mengembalikan mereka berdua karena mereka berdua sudah mengantuk. Aku berjalan terseok – seok mencoba untuk berdiri dan membukakan pintu tapi saat aku keluar kulihat Taeng eonni dan Yoona tengah berpamitan dengan Jong Woon.

“masih sakit?.” Tanya Jong Woon memapahku menuju tempat tidur setelah meletakkan mereka berdua dikamar barunya.

“anii.” Jawabku dengan gelengan lemah.

“makanlah dulu. Kau belum makan malam kan?. Aku suapi ya!.”  Jong Woon menyuapiku, aku hanya mengangguk pelan.

Beberapa saat kemudian…….

Kulihat Jong Woon sudah tertidur tapi aku masih berjaga. Entah mengapa mataku ini sulit untuk ditutup. Terlintas dalam pikiranku tentang kejadian yang beberapa jam lalu kulihat dan perkataan Taeyeon eonni. Victoria Song…Victoria Song, orang yang Jong Woon cintai sekaligus orang yang menyakitinya. Nama itu terus berdengung ditelingaku. Aku mencoba duduk dan memikirkan gadis itu. Ternyata dunia begitu sempit gumamku pelan dan tertawa masam. Aku bahkan mengenal Victoria Song yang ternyata sekretaris yang kepercayaan appa dikantor.

Aku mencoba berdiri dan berjalan menuju kamar Jae Woon dan Nam Young. Aku ingin melihat mereka sebentar. Ckrekk…. kubuka kamar baru mereka berdua. Kudapati salah satu mereka tengah terbangun dari tidurnya dan duduk untuk mencoba mencari botol kesayangannya.

“kau mencari ini chagi.” Aku berjalan mendekati Jae Woon yang tengah bingung mencari botol kesayangannya dan memberikan dot kesayangannya yang berisi susu. Ia pun menerima dengan senang hati dan duduk menghadapku yang duduk ditepi ranjang. Aku mengelus kepalanya pelan. Jae Woon melapangkan tangannya seakan – akan meminta untuk kugendong.

Tiba – tiba pandanganku beralih menuju sebuah kertas yang berada di bawah lemari kamar baru Jae Woon dan Nam Young yang dulu merupakan ruangan yang berisi benda kenangan – kenangan masa lalu Jong Woon. Dengan susah payah aku berjongkok dan berusaha mengambil kertas itu dan ternyata sebuah foto. Dadaku sesak seketika melihat foto itu.

Jong Woon dan Victoria…….

Perlahan – lahan kubalik foto itu dan mendapati sebuah tulisan.

Febuary 2, 2007

Victoria Song, saengil chukkae hamnida ke 20. Semoga dengan usiamu ini kau semakin dewasa dan dapat melihatku sebagai namja yang kau cintai.(tapi itu mutahil untukmu mencintaiku)

Aku memang pengecut tak pernah mengatakan isi hatiku yang sejujurnya. Berapa tahun aku memendam perasaan ini 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun atau bahkan untuk selamanya. Taukah kau mungkin aku tak akan pernah bisa menghilangkanmu dalam memori otakku atau bahkan kau akan hidup selamanya dihatiku. Aku mencintaimu Vic meski kini kau tengah bahagia membangun cinta bersama orang lain yang kau cintai.

 

…..Kim Jong Woon……

Apa sampai sekarang kau masih mencintainya??. Gumamku pelan. Aku menutup mulutku agar dapat meredam tangisku tapi apa daya tangisku mulai pecah karena dadaku sesak melihat ini. Apa kau mencintaiku berdasarkan pelampiasan karena gagal mendapatkan Victoria.

“Kim Jong Woon….aku mencintaimu.” Isakku yang memeluk Jae Woon.

—–TBC—–

17 thoughts on “Stay With One Love (Part 3)

  1. Dipart ini banyak nyeseknya:/
    jadi ikut ngerasain nyeseknya:/
    huaaaa thor kok makin lama makin rumit sih .. #tapi aku suka😀 makin seru dan makin lika-liku ^^
    ayo thor lanjut .. !! kagak sanggup liat Yeyul gak bahagia😥

  2. Kasian sekarang giliran yuri yang curia sama jong woon oppa,smg mereka bisa segera menyelesaikan kesalahpahamman ini.dan rencana vic dan orang itu ga berhasil untuk merebut posisi yuri dari perusahaannya

  3. Ping-balik: Stay With One Love (Part 4 A) | Twinklesupergeneration

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s