Shadow [3]

Title : Shadow // Part 3

Author : WonAhHwang407

Genre : Angst, Romance, Sad.

Main cast :

  • Seo Jo Hyun as Seohyun
  • Cho Kyuhyun as Kyuhyun
  • Song Qian as Victoria
  • Jung Yonghwa as Yonghwa
  • Etc

Rating : PG 13

Length : On Going

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Jangan lupa ninggalin jejak sebagai bukti kalian itu bukan silent readers dan kalian itu Wires ^^

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

—-()-Before on last part-()—-

“Kyuhyun oppa, kau akan kemana?” Victoria terlihat sulit menyamakan langkah cepatnya dengan langkah cepat Kyuhyun yang berjalan menuju parkiran mobil.

“aku harus cepat menemukannya Vic, harus” ujar Kyuhyun.

“tapi kau sudah mencarinya di semua sudut kampus ini kau akan mencarinya kemana?” Tanya Victoria.

“Ayolah Vic jangan menggangguku, aku sedang terburu-buru” seru Kyuhyun.

Deg… jantung Victoria seakan berhenti berdetak saat itu juga. Kekasihnya itu mencemaskan gadis selain dirinya, oh… ini tidak mungkin.

“oppa, siapa kekasihmu?” Tanya Victoria lagi kembali mengejar Kyuhyun.

“tentu saja kau” teriak Kyuhyun yang berada jauh di depannya. Victoria kembali berhenti.

Kyuhyun memasuki mobilnya lalu membawanya melaju cepat meninggalkan halaman parkor itu. Victoria masih terdiam. “untuk dulu dan sekarang aku masih mencintainya dan aku berharap ia juga seperti itu padaku”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Mobil mercy merah itu melaju cepat di jalan itu. Kyuhyun – pengendara mobil itu terlihat gusar. Ekor matanya bergerak tak menentu. Melihat pinggir jalan, mencari seseorang di sana. Tak jauh dari sana. Di depan sebuah toko. Seohyun mengeratkan mantelnya, pandangannya menatap pada langit. Mendung. Hujan telah reda sejak tadi. Hanya gerimis kecil yang masih jatuh ke tanah yang sudah becek karena hujan. Disampingnya Yonghwa belum bersuara kembali sejak berujar tentang keinginannya untuk tetap membantu Seohyun. Sesaat kemudian Yonghwa melirik Seohyun dengan sebuah senyum dibibirnya. “Kau akan ke kampus?”

Seohyun menghela napasnya sejenak. “iya”  tentu saja ia lebih memilih ke kampus daripada harus kembali ke kediaman keluarga Cho.

“Kita pergi bersama?” usul Yonghwa. Seohyun menatap pria itu ragu. “tak perlu berpikir lama, Ayo”

Tak sempat Seohyun menolaknya Yonghwa sudah menarik tangannya.

Berjalan pada trotoar yang masih tergenang air. Gerimis pun masih jatuh, membuat dingin terasa.

Salahkah Seohyun menolak cinta pria ini hanya karena tunangannya yang tak pernah menganggapnya itu?

Segera ia menggeleng, ia sendiri tak tahu kenapa hatinya memilih tunangannya itu. Padahal sudah jelas ada pria lain yang lebih mencintainya.

“Seohyun, coba kau lihat!!”

Suara Yonghwa membuat gadis itu tersentak. Mengikuti arah jari Yonghwa menunjuk. Di sana. Dari celah pohon yang masih menjatuhkan titik air bekas hujan tadi. Ia melihat lengkungan indah di langit. Tanpa sadar ia tersenyum menatapnya. Lengkungan indah bernama pelangi itu biasanya akan muncul setelah hujan.  Sebaliknya, Yonghwa tak melihat pada pelangi itu. Matanya menatap pada gadis di sampingnya itu. Ia tersenyum. Sungguh mencintai gadis itu.

Mobil mercy itu mulai melaju pelan. Kemudian berhenti tak jauh dari tempat dua orang itu berdiri. Kyuhyun tersenyum, senyum sinis yang selalu tersungging di bibirnya. Ia bergumam tak jelas melihat pada Seohyun yang masih melihat pelangi. Beralih memperhatikan Yonghwa yang masih menatap Seohyun. Lagi. Ia bergumam tak jelas.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Di atas hamparan rumput hijau di taman itu terdapat empat buah kursi yang mengelilingi sebuah meja. Tuan Cho, salah satu yang menduduki kursi itu tengah menyesap kopi dari sebuah cangkir dengan pelan. Disampingnya Tuan Seo juga tengah menyesap teh dari sebuah cangkir.

“bagaimana keadaan Seohyun dan Kyuhyun saat ini?”  gumam nyonya Seo namun masih bisa terdengar oleh tiga orang lainnya.

“tenang saja, mereka pasti baik-baik saja” ujar nyonya Cho seraya tersenyum.

“semoga dengan seminggu bersama akan membuat cinta mereka lebih kuat” tuan Cho memberikan senyumnya setelah berucap.

“semoga saja” balas tuan Seo lalu kembali menyesap tehnya.

“bagaimana jika diantara mereka tidak ada yang saling mencintai?” tanpa bisa nyonya Seo kendalikan, bibirnya menanyakan hal itu.

“jangan berpikiran seperti itu, aku yakin Seohyun bisa membuat Kyuhyun menyukainya” nyonya Cho mencoba menjelaskan, tangannya mengusap pelan punggung nyonya Seo.

Tak ada percakapan lagi. Keempat orang itu larut dalam pikiran mereka masing-masing.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“Gomawo” ucap Seohyun, tangannya menyerahkan helm yang baru saja ia pakai. Yonghwa mengambil helm itu. “cheonmaneyo, aku suka mengantarmu”

Setelah keluar dari kelasnya di kampus tadi Seohyun langsung mencari Yonghwa. Meminta pria itu mengantarnya pulang. Bukan tanpa alasan ia meminta. Ia tak ingin Kyuhyun mengantarnya pulang dan kembali menurunkannya jalan. Terhitung sudah tiga kali pria itu menurunkannya di jalan.

“Seohyun-ah” Yonghwa menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Seohyun. Gadis itu masih diam. Masih memikirkan tentang sikap Kyuhyun itu.

“Seohyun-ah..”

“Ah, mianhe” gadis itu tersadar seraya membungkukkan badannya meminta maaf pada Yonghwa.

“apa yang kau pikirkan?” Tanya Yonghwa.

Seohyun menggeleng pelan. “aku masuk dulu, kau tak bisa mampir dirumah Kyuhyun, lain kali kau bisa mampir ke rumahku”

Yonghwa tersenyum mendengarnya. Segera Seohyun memutar badannya hendak masuk ke dalam rumah besar itu.

“Seohyun-ah” panggil Yonghwa.

“ne”

Chu~

Sebuah ciuman tipis mendarat di pipinya. Membuatnya terdiam dan tentunya terkejut.

“sampai jumpa” ujar Yonghwa dengan sebelumnya tersenyum kemudian memasukkan gigi motornya hingga ia menarik gas dan motor itu pun mulai menjauh.

Seohyun masih terdiam. Masih tak percaya akan mendapatkan ciuman di pipinya. Ini bukan dari tunangannya ini dari pria lain.

“Seohyun-ssi” seseorang memanggilnya yang masih terdiam. Tak ada sahutan dari gadis itu. Ia tampak masih terkejut.

Terlihat senyum meremehkan dari bibir pemanggil itu.

“terlalu bahagia rupanya” gumam sang pemanggil.

“sini”

Pemanggil itu menarik tangan Seohyun. Sontak saja gadis itu terkejut.

“Ya!!..” ia melihat kepada yang menarik tangannya. “Cho Kyuhyun-ssi”

Kyuhyun, pemanggil itu terus saja menarik tangan Seohyun. Seohyun terus meronta, mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Kyuhyun.

‘Ya!! Lepaskan Kyuhyun-ssi” teriak Seohyun.

Hingga akhirnya mereka duduk pada kursi putih tempat mereka duduk kemarin saat Seohyun kembali dari rumah Tiffany. Raut wajah Seohyun masih terlihat kesal, berbeda dengan Kyuhyun yang tak terlihat jelas raut apa yang ia tampakkan.

“kenapa kau menarikku?” Seohyun mencoba bertanya.  Bukan menjawab pertanyaan Seohyun Kyuhyun malah beranjak dari tempat itu.

Entahlah apa yang terjadi pada dirinya? Sungguh aneh.

Seohyun mengernyit. Apa dia melihat Yonghwa mencium pipinya? Oh jangan itu buruk?.

Aish.. Seohyun-ah kenapa kau memikirkan perasaan pria itu, batin Seohyun. Tangannya memukul dahinya pelan.

“Kyuhyun” Seohyun kemudian beranjak menyusul pria itu.

“kau kenapa?” Tanya Seohyun saat sudah berada di samping Kyuhyun.

“kau tak mungkin menarikku tanpa sebab”

Kyuhyun tak menghiraukannya. Ia terus berjalan memasuki rumahnya. Membuat beberapa pelayan menyaksikan Seohyun yang masih mencoba bertanya alasan Kyuhyun menarik tangannya.

Terdengar bisik dari pelayan itu. Iya, ini adalah pertama kalinya mereka melihat raut wajah tuan muda mereka seperti itu. Seperti tak berekspresi. Mereka kemudian memperhatikan Seohyun yang berjalan di sampingnya. Apa gadis itu penyebabnya?

Pelayan-pelayan itu menggeleng. Baru hari kedua, Kyuhyun sudah menampakkan sikap bukan dirinya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“Kyuhyun-ssi, kenapa kau diam saja? Jawab aku” Seohyun menahan lengan pria itu saat ia hendak memasuki kamarnya. Biarlah ia melawan egonya untuk tak memikirkan perasaan Kyuhyun karena ia tak tega melihat Kyuhyun berekspresi seperti itu. Jika memang ini karena salahnya, ia bisa meminta maaf agar Kyuhyun memaafkannya.

“menyukai seseorang memang tidak berdosa tapi tak menyukai orang yang membuat orang yang menyukaimu tersenyum,  itu adalah dosa dari yang disukai”

Kyuhyun melepas tangan Seohyun yang menahan lengannya.

Gadis itu kembali terdiam. Ia masih mencoa mencerna perkataan Kyuhyun  yang memang cukup berbelit-belit.

“dosa dari yang disukai?” gumamnya. “apa ia cemburu?”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Matahari baru kembali ke peraduannya. Cahaya keperakan mulai berganti dengan gelapnya malam. Bulan mulai memancarkan cahayanya ditemani bintang venus yang baru muncul. Lewat jendela kamar itu Seohyun menatap bulan. Angin malam yang berhembus membuat rambutnya bergerak pelan. Menghela napas panjang kemudian berbalik dan duduk di pinggir ranjangnya.

Bibir gadis itu tertutup rapat. Kembali menghela napas panjang untuk yang kesekian kalinya. Matanya beralih menatap  pintu kamarnya. Segera ia bangkit dan beranjak membuka pintu dan keluar dari kamarnya. Menyusuri koridor rumah itu. Sedikit lagi ia tiba pada tangga menuju lantai bawah rumah itu namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang hendak menuju tangga itu sepertinya. Seseorang di ujung sana juga berhenti saat melihat sosok Seohyun. Mata mereka beradu sesaat hingga akhirnya Seohyun dan orang itu memilih kembali melangkahkan kakinya.

“kau akan kemana?” Tanya Seohyun saat menuruni tangga bersamaan dengan orang itu. Tak ada jawaban.

“Kyuhyun-ssi” Seohyun memanggil namanya.

“aku sedang tidak ingin menjawab pertanyaan karena aku memiliki banyak pertanyaan di otakku yang aku sendiri pun tidak tahu apa jawabannya” Kyuhyun terus melangkah, mengacuhkan Seohyun di belakangnya.

“apa aku ada dalam salah satu pertanyaan di otakmu?” Seohyun mempercepat langkahnya mengikuti langkah Kyuhyun.

Tap. Mereke mulai menginjakkan kaki di lantai bawah rumah itu.

“aku akan minum dulu baru menjawab pertanyaanmu, tunggu di taman belakang” ujar Kyuhyun kemudian melangkah cepat menuju dapur.

“baiklah”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“minumlah”

Kyuhyun meletakkan secangkir teh di atas meja. Seohyun melihat sebentar pada Kyuhyun kemudian melihat secangkir teh itu. Ia sedikit ragu melihat sikap Kyuhyun itu. Terlalu aneh sehingga bisa membawakan Seohyun secangkir teh.

“aku tidak menaruh racun atau pun obat perangsang di sana” ujar Kyuhyun membuat Seohyun mengernyit. “apa itu berarti kau memasukkan salah satu diantara itu di sana?” Tanya Seohyun.

“minum saja” ujar Kyuhyun kesal karena Seohyun berpikiran macam-macam tentangnya.

“lumayan” gumam gadis itu. “sekarang apa bisa kau memberitahuku?” Tanya Seohyun.

“kau sungguh ingin tahu?” Kyuhyun malah bertanya balik dengan cepat Seohyun mengangguk menjawabnya.

“bukan” jawab Kyuhyun.

“oh” ujar Seohyun pelan. Terlihat jelas raut kecewa di wajah gadis itu.

“kau mengerti?” Kyuhyun menopang dagunya dan menatap Seohyun. Gadis itu  kini tengah menunduk tentu tak tahu bahwa Kyuhyun tengah menatapnya.

“kau mengerti?” Kyuhyun bertanya kembali. Seohyun melihat ke arah Kyuhyun. Sesaat saja ia dapat melihat Kyuhyun tengah menatapnya. “kau mengti arti kata bukan  itu?”

“maksudmu?” suara Seohyun terdengar bergetar. Gugup.

“bukan hanya satu hampir semuanya berkaitan denganmu,”  Kyuhyun menghela napasnya panjang. “itu sangat aneh, kenapa kau bisa ada di otakku?”

“kau tak ingin aku ada di otakmu?”

“siapa yang ingin otaknya dipenuhi oleh gadis jelek sepertimu!, jika aku ingin semua wanita bisa menjadi milikku” Kyuhyun mulai kesal. Bahkan nada bicaranya terdengar emosi.

“aku sudah bilang kau harus mengikuti perintahku tapi kau malah keluar meninggalkan aku dan Victoria. Apa kau tidak tahu aku harus bertanggung jawab padamu selama orang tuamu pergi selama satu minggu ini. Baru dua hari saja kau sudah membuatku seperti ini bagaimana hai selanjutnya nanti? Kau pergi dengan sopir taksi itu yang bahkan jauh jika dibanding denganku. Dan kau sungguh tidak tahu diri, kau sudah bertunangan tapi kau biarkan pipimu dicium pria lain bahkan  tunanganmu sendiri pun tidak pernah menyentuhnya. Kau tak masuk kuliah hanya karena berjalan-jalan dengan pria itu, kau seharusnya menuruti perintahku!! Jangan membuatku kesal” napas Kyuhyun tak terkontrol saat selesai berbicara. Dadanya bahkan kembang kempis sambil menatap Seohyun.

“apa sudah selesai? Aku mengajakmu berbicara secara baik, kenapa kau malah memarahiku?” Seohyun menatap Kyuhyun dengan kesal.

“aku sudah bilang, aku tidak pernah memintamu untuk menjagaku. Kau seperti ingin membuat waktuku sesuai dengan keinginanmu?. Jangan mengatakan Yonghwa sopir taksi yang jauh dibanding denganmu karena Yonghwa sangat jauh lebih darimu. Kau tak membiarkan Yonghwa mencium pipiku tapi kau malah menjalin kasih dengan Victoria, pertunangan kita memang permainan tuan Cho tapi perasaan tak bisa dipermainkan”

Kyuhyun terdiam, masih menatap kea rah Seohyun yang juga masih menatapnya.

“apa aku harus meninggalkan rumah ini?” Seohyun menatap Kyuhyun tepat pada maniknya. Pria itu tak berekspresi. Ia bahkan memandang lurus ke depan, tak membalas tatapan Seohyun.

“apa kau lelah dengan semua ini? Apa kau ingin semuanya diakhiri saja?” Tanya Seohyun semakin menjadi-jadi.

“aku sudah katakan tetap pada jalurmu, aku yang berhak atas semua ini, berakhir atau tidak akulah penentunya”

Segera Kyuhyun beranjak dari tempatnya kemudian mengarahkan tatapannya pada Seohyun.

“bangunlah, berdiri di sampingku” ujar Kyuhyun.

“ada apa?” Seohyun beranjak dan berdiri di samping Kyuhyun.

“maafkan aku”

Chu~

Pupil mata Seohyun melebar. Tak berkedip sesaat. Sebuah ciuman ia dapatkan untuk kedua kalinya hari ini. Dari pria yang berbeda dan di tempat yang berbeda. Jika tadi siang Yonghwa mencium pada pipinya sekarang Kyuhyun menciumnya pada bibirnya. Mata Seohyun mulai mengerjap.

Hanya ciuman tipis memang bukan French kiss namun tetap saja Seohyun terlihat terkejut.

“maafkan aku” ujar Kyuhyun lagi setelah melepas ciuman itu.

Kyuhyun pun melangkah meninggalkan Seohyun sendiri di sana. Gadis itu masih terdiam. Sangat terkejut. Beberapa kali matanya mengerjap. Perlahan jari telunjuknya bergerak menyentuh bibirnya. Bibir yang baru saja mendapatkan ciuman dari tunangan yang ia cintai. “apa ini mimpi??”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
“Seohyun-ah” panggil Yonghwa saat Seohyun berjalan tak jauh di depannya.

‘Yonghwa-ssi”  seru Seohyun seraya menengok ke tempat Yonghwa. Tangannya bergerak mempererat buku-buku yang ia bawa di depan dadanya.

“panggil Yonghwa oppa” ujar Yonghwa saat ia dan Seohyun mulai berjalan bersama.

“hmm.. baiklah, Yonghwa-s – oppa”  ujar Seohyun seraya tersenyum.

“kau sedang sibuk?” Tanya Yonghwa, tangannya menunjuk pada buku yang Seohyun bawa.

“oh.. ini, iya aku mendapat tugas untuk mendesign sebuah baju yang cocok untuk menghadiri pertemuan dengan seseorang yang special”

“ada tugas seperti itu?”

“ne, karena seorang designer itu harus pintar membaca kebutuhan konsumen dan keadaan dilapangan seperti bisnis”

“oh~ bagaimana kalau aku membantumu?” Yonghwa menawarkan diri untuk membantu Seohyun. Ia tersenyum, menampakkan smiling eyes-nya.

“baiklah”

“kapan rencana kau akan mengerjakannya?”

“secepatnya lebih baik oppa”

“bagaimana sepulang kuliah nanti kita pergi untuk mencari inspirasi untukmu?”

“nanti siang?” Yonghwa mengangguk.

“baiklah”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Satu persatu penghuni kelas itu meninggalkan kelasnya. Seohyun baru saja merapikan buku-bukunya saat seseorang memasuki kelasnya. Seohyun masih tak menyadari ada orang lain yang masuk ke dalam kelasnya padahal teman-teman yang lain berbondong untuk keluar. Hendak beberapa orang mahasiswi berteriak namun pria yang memasuki kelas itu langsung menempelkan telunjuknya di depan bibir, diam.  Mahasiswi-mahasiswi itu diam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Annyeong” sapa pria itu pada Seohyun.

“ne?” Seohyun segera mengalihkan pandangannya ke arah pria yang memanggilnya. “Kyuhyun-ssi” serunya, heran. Pria itu tersenyum.

“ada apa?” Tanya Seohyun takut, matanya memperhatikan sekitarnya. Tampak mahasiswi-mahasiswi tadi mengernyitkan dahi mereka.

“aku ingin menemuimu saja, kenapa?”

Seohyun menelan salivanya dengan pelan. “tapi jangan saat masih orang seperti ini” ucap Seohyun seperti berbisik.

“kenapa?” Kyuhyun bertanya dengan suara yang cukup besar. Seohyun terlihat kesal.

“ikut denganku” ujar Kyuhyun kemudian melangkah di depan Seohyun. Di belakang Seohyun mengikutinya.

Pandangan mahasiswi-mahasiswi itu pun terus membuntuti mereka. Seohyun hanya menunduk takut.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“kita akan kemana? Aku ada janji lain, apa bisa cepat?” Tanya Seohyun.

“janji?” ujar Kyuhyun seraya menghentikan langkahnya kemudian memutar badannya menghadap ke arah Seohyun.

“ne”

“dengan siapa?”

“ne?… ah itu – mmmmm… aku ada tugas dan rencananya sekarang aku dan….” Seohyun menatap takut pada Kyuhyun. Alis pria itu bertaut. “Yonghwa akan menemaniku mencari inspirasi” lanjut Seohyun lalu langsung menunduk saat selesai berbicara.

“mwo?, pria itu lagi? Kau akan pergi menggunakan taksi? Begitu? Hahaha.. sungguh menyedihkan” ujar Kyuhyun, nada bicaranya sungguh meremehkan.

“Ya! Kenapa kau jadi sentiment sekali? Apa Yonghwa pernah mengejekmu?”

“tidak”

“lalu? Kenapa kau selalu mengejeknya”

“kau membelanya?”

“bukan begitu tapi kau tidak boleh seperti itu”

“lalu aku harus bagaimana? Mengatakan Yonghwa itu sangat tampan, sangat mandiri tapi tidak populer, begitu?”

Seohyun menghela napasnya panjang. Ia mulai menatap kesal pada Kyuhyun. Pria itu membalasnya lebih kesal lagi.

“aku tidak butuh kepopuleran seorang lelaki” ujar Seohyun. Segera ia melangkah cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih terlihat kesal.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“kenapa dia tidak pernah bisa menghargai orang lain? Jangankan lelaki perempuan sepertiku saja tak pernah, sungguh pria yang sangat menyebalkan!! CHO KYUHYUN KAU MENYEBALKAN!!!!” rutuk Seohyun. Ia mnghentakkan kakinya pada tanah yang ia pijaki. Tangannya mengacak rambutnya dengan cepat.

“kenapa aku harus menyukai lelaki seperti itu, menyebalkan, menyebalkan, MENYEBALKAN!!” rutuk Seohyun lagi.

“Seohyun-ah?” seseorang berhenti di sampingnya sambil memperhatikan perilaku Seohyun tadi.

“eh?” Seohyun merapikan rambut berantkannya dan sebagian menutupi wajahnya.

“Yonghwa oppa” ujarnya saat melihat jelas pria di sampingnya.

“kau kenapa?” Tanya Yonghwa, merapikan rambut Seohyun yang berantakan. Gadis itu menggelng pelan. “gwenchana”

“sungguh?”

Seohyun mengangguk.

Yonghwa menurunkan tangannya dari kepala Seohyun saat rambut gadis itu mulai terlihat rapi.

“begini lebih cantik” ujarnya kemudian.

“apa kita pergi sekarang?” Tanya Seohyun.

“tentu, Kajja!!” ujar Yonghwa kemudian menarik tangan Seohyun.

“pria itu.. aish!! Kenapa dia ada di dunia ini” rutuk seseorang yang berdiri tak jauh dari tempat Yonghwa dan Seohyun tadi.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“pemandangan di sini memang selalu indah saat malam hari”  ujar Yonghwa saat Seohyun memperhatikan pemandangan kota Seoul dari bukit tempat ia dan Yonghwa berada sekarang.

“neomu yeoppo” gumam Seohyun.

“kau suka?” Tanya Yonghwa. Seohyun menjawabnya dengan anggukan.

“aku saat bosan pasti akan ke tempat ini, biasanya aku akan memainkan gitar, sayang sekali aku tak membawa gitar sekarang”  jelas Yonghwa.

“aku suka menyanyi”  ujar Seohyun, menoleh ke arah Yonghwa.

“berarti kita cocok menjadi pasangan, aku memainkan gitar dan kau bernyanyi”  balas Yonghwa. Tawa mereka berderai.

Di sana. Di balik pohon ek besar yang tak jauh dari tempat itu seseorang pria tersenyum sinis, senyum yang selalu tersungging di bibirnya. “aku juga suka menyanyi berarti aku lebih cocok dengannya”

“suaraku tidak terlalu jelek, bagaimana kalau kita bernyanyi bersama?” usul Yonghwa.

“sudah lama aku tak bernyanyi, baiklah” Seohyun menerima usul Yonghwa dengan senyum manis di bibirnya.

“dasar gadis tidah tahu diri, bagaimana bisa ada senyum semanis itu padanya” ujar pria di balik pohon itu.

“tidak jadi, aku ingin kau menyanyi secara utuh tanpa ada suaraku, bagaimana?” usul Yonghwa lagi.

Seohyun  menjentikkan jarinya beberapa kali pada dagunya.

“mau?” Tanya Yonghwa.

“baiklah, tapi jangan salahkan aku jika telingamu rusak mendengar suaraku”

“arasso”

“mm…” Seohyun berdehem sebentar.

“aku mulai ya”

(As One – Sonnet)

“Najocha moreuge neol hyanghae ttwineun nae gaseum
Najocha moreuge nae maeum du nun meolge hae
Najocha moreuge nae mame nega deureowa
Can’t believe, I’m falling in love”

“(Only) in my ear jageuman soksagim
(Oh, only) in my heart hyanggeureon baramcheoreom
(Only) in my dreams salmyeosi nae mame soksagyeo jun I love you”

Yonghwa menatap takjub pada gadis di depannya. Ia terpesona untuk kesekian kalinya. Suara lembut gadis itu sangat indah. Ia tersenyum sedari tadi.

Pria di balik pohon itu malah menatap gadis itu tanpa ekspresi. Seperti kemarin saat ia mendapati pipi gadis itu dicium Yonghwa.

“So tell me neoui mami soksagineun dalkomhan norae
Naegeman soksagyeojwo oh sweet melody
Wanna be with you and only you
Ireoke neomu sojunghan neo”
“So tell me neoui mami deullyeojuneun haengbokhan norae
Neoreul wihae sarangseureon oh my sweet sonnet
Wanna be with you (be with you)
And only you (only you)
Naegero waseo bichi dwaejwo neolsaranghae”
Pria itu menyandarkan punggungnya pada pohon ek itu. Membelakangi arah tempat Yonghwa dan Seohyun.

“Ireoke dugeundugeun daeneun gaseumsoge neo
Ireoke haneobsi nae mame geuryeoboneun neo
Ireoke nae nunsoge maeil salgoinneun neo
Can’t believe, I’m falling in love

(Only) in my ear jageuman soksagim
(Oh, only) in my heart hyanggeureon baramcheoreom
(Only) in my dreams salmyeosi nae mame soksagyeo jun I love you”
“So tell me neoui mami soksagineun dalkomhan norae
Naegeman soksagyeojwo oh sweet melody
Wanna be with you and only you
Ireoke neomu sojunghan neo

So tell me neoui mami deullyeojuneun haengbokhan norae
Neoreul wihae sarangseureon oh my sweet sonnet
Wanna be with you (be with you)
And only you (only you)
Naegero waseo bichi dwaejwo neolsaranghae”

Pria itu kini menunduk. “apa aku bisa membuatmu seceria itu Seohyun-ssi?”

“Kkumcheoreom naeryeo
Machi kkumcheoreom naeryeo
Naegero kkumcheoreom wajun neo

Neoui hyanggiga
Ije neoui hyanggiga
Nae ane gadeukhae”

“I need you mamgyeolmada sumgyeolmada nareul dameun neo
Maeum gadeuk nareul dameun geu mami joha
Spend my life with you
Just me and you
Eonjena nawahamkke haejwo

So tell me neoui mami deullyeojuneun haengbokhan norae
Neoreul wihae sarangseureon oh my sweet sonnet
Wanna be with you (be with you)
And only you (only you)
Naegero waseo bichi dwaejwo neolsaranghae”

Hening saat Seohyun menyelesaikan lagunya. Hanya desiran angin yang terdengar.  Di depannya Yonghwa hanya tersenyum dengan wajah penuh kegum pada gadis di depannya.

“kenapa? Apa suaraku jelek?” Tanya Seohyun. Yonghwa menggeleng.

“indah!! Sangat indah”

“sungguh”

“Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo.. Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo”

“aish.. telepon sialan” rutuk pra di balik pohon itu kemudian meninggalkan tempat itu dengan cepat.

“oppa, apa ada panggilan di teleponmu?” Tanya Seohyun.

“tidak ada”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“Gomawo oppa” gumam Seohyun saat motor Yonghwa semakin menjauh. Ia berbalik kemudian melangkah menuju rumah keluarga Cho yang berada di depannya.

“hebat sekali!! Hebat”

Pokpokpokpok. Seseorang menyambutnya dengan tepukan tangan saat ia baru menginjakkan kakinya pada halaman rumah itu.

“jam berapa ini, hah?” rutuk Kyuhyun langsung.

“memangnya kenapa? Kau marah?”

“Ya! Aku sudah bilang kau har – ”

“Oppa” seseorang memotong perkataan Kyuhyun.

“aku baru ke kamar mandi sebentar kau sudah menghilang” lanjut gadis itu saat baru saja sampai di tempat Seohyun dan Kyuhyun.

“ah, Seohyun-ssi” serunya heran saat melihat Seohyun. Senyum terukir pada bibir Seohyun kemudian menundukkan kepalanya sedikit.

“kau baru pulang kencan?” Tanya gadis itu – Victoria.

“tidak” jawab Seohyun cepat.

“tapi biasanya kalau seorang gadis pulang malam pasti ia habis berkencan, iya seperti itu”

“tidak juga”

“cepat masuk ke kamarmu dan tidur, jangan melanggar aturanku lagi” seru Kyuhyun hamper berteriak.

“oppa” ujar Victoria, tak percaya dengan sikap Kyuhyun tadi.

“tidak peduli apapun, kau hanya boleh bersamaku, cepat ke kamarmu” seru Kyuhyun lagi. Seohyun masih diam.

“kau tak mendengarku?” seru Kyuhyun lagi.

“apa perlu aku mengangkatmu?”

“kenapa kau seperti ini tuan Cho? Urus saja kekasihmu itu, jangan peduli padaku, aku bukan siapa-siapa untukmu walaupun kau tahu aku menyukaimu”

“MWO??” Victoria membulatkan bibirnya. “kau menyukai Kyuhyun”

“kau bilang menyukai orang itu tak berdosa, benar!! Tidak berdosa tapi itu menyakitkan kau tahu”

“tunggu, kalian ini sebenarnya ada apa?” Victoria terlihat gusar dan heran. Di sampingnya Kyuhyun tak bersuara.

“bahkan menjalani pertunangan permainan ini pun aku mau karena aku mulai menyukaimu tapi kau… kau hanya ingin semua sesuai dengan keinginanm, dimana hatimu tuan Cho?? Dimana kau meninggalkannya?” Seohyun hamper berteriak.

“Ya!! Apa yang kau katakan jangan meneriaki kekasihku” rutuk Victoria.

“aku bilang jangan keluar dari jalurmu, kau sudah kelewat batas Seo Jo Hyun-ssi” ujar Kyuhyun, mulai membuka mulutnya kembali.

“oh, begitu?? Aku kelewat batas? Ya kesabaranku sudah kelewat batas, kau benar” setitik air mata mulai jatuh dari mata gadis itu. “kau benar”

“kalian bertunangan permainan?” ujar Victoria pelan saat mencerna kembali perkataan Seohyun sebelumnya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Fin!! Satu part lagi END ^^ jangan lupa ninggalin jejak ya ^^

42 thoughts on “Shadow [3]

  1. kyu oppa cemburu ya? seo eonni juga kalau ngeliat kyu oppa sama vic eonni cemburu rasanya juga sama pasti sakit kan? semoga seokyu bisa bersatu dan ga ada lagi yang ganggu, ditunggu lanjutannya

  2. Kyu egois. Kyu itu suka sama Seo tapi gengsi untuk bilang, ya??😀 apa? Mau end?! Ya, gapapa! Lebih cepat lebih baik^^ lanjutt chingu! ξ\(ˇ▼ˇ)/ξ

  3. wah akhirnya setelah di tunggu2 ni ff publis jga,,
    wah chingu cerita’a makin seru bnget dan ok bnget,,
    q ska bnget bacanya,,,wah kyu oppa cmburu nih ngelihat seo di cium sma yonghwa,,
    omo kyu oppa mencium seo di bibirnya,,,wah q gak tega di sini ngelihat seo sedih,,jdi kyu oppa mengikuti seo dan yonghwa,,skrang vic tahu klo seo dan kyu oppa mjalin pertunagan bhongan,,chingu ditunggu part slnjut’a,,

  4. akhirnya ada kelanjutannya juga..
    argh.. kyuppa perasaan sebenernya dirimu ma seo itu gmana?
    oppa slalu nyakitin seo, seo deket ma namja lain oppa marah. apa oppa cemburu?
    oppa jan sakitin seo trus..
    lanjut..
    jan bkin seo trus yg menderita n tersakiti. sekali” kyuppa harus merasakan.y

  5. he? satu part lagi end? kok cepet bgt siihhh huahhh si kyu tuh sbnrnya udh mulai suka blm sih sm seo trs maksudnya dia keluar batas tuh apa? kata2 kyu yg belibet td juga aku gak ngerti #plak

  6. aish makin complicated,
    kyuppa cemburu eoh??
    gituin aja kyuppa, seonni.. biar
    ngerasa dia udah cinta seonni..

    hahh kayaknya kesabaran Seonni udah di ubun2,
    next chap ditunggu,

  7. akhirna muncul jga FFna heheheheeh
    makin seruuuuu author…..
    kyupa sdah mulai jatuh cinta ma seo kan……..
    dtnggu klnjtanna jangan lama2 ya author
    Gomawo

  8. Makin dibuat campur aduk sm sikap Kyu ke Seo..kdg ngeselin,kdg romantis dadakan -_-
    Ini kayanya lmaks dari kesabaran Seo slama ini berhadapan sm sikap acuh ga acuhnya Kyu ke dy
    Next adalah part ending ?? berarti Kyu harus bnr2 menjernihkan hati & pikirannya dr Vic & membalas cintanya Seo !!!

  9. Udah mau end ya?????
    Wah, buruan lanjut ya….
    Postnya jngan lama2…
    kyaknya kyuppa udah mulai cinta sma seo tapi malu utk mengakuinya alias gengsi…
    Lanjut~>>>>

  10. Abis ini udh end thor ??
    yah agak cepet thor … tapi aku penasaran banget ama chap terakhir ini …
    Ayo thor lanjut ya😀

  11. Daebakk! Eonni lanjut yah part selanjutnya.. Aku WIRES sejati jadi gak sabar buat menanti kelanjutan ff nya…. Eonni JJANG!! ^^v

  12. Sumpeh d penasaran…
    Tp suka pas adegan ciuman seo ma kyu biarpun cuman nempel tp berkesan bngt…bagi seokyu’y
    oh ayo donk crtain prsa2n kyuhyun dia itu galau milih vict atau seo.
    Moment seokyu dikit d banding yongseo tapi berkesan bngt ko pas moment seokyu ciuman.
    Lanjuuuut suka deh

  13. ah,kyupa udah ketauan cemburu!
    kyupa gak punya perasaan bgt sich dsini,seo kn gk salah!
    end? aku kira bkal sampe beberapa part lg,tp bgus!! aku gk pengen seo kelamaan menderita!
    end update soon yah?? hwaiting!!

  14. huaa berarti part 4 udah endingnya yaa?
    Aku gak sabar nunggu jalan cerita selanjutnyaaa
    Aaahhh diem2 juga kyuppa ada rasa tuh sama seomma :3 ahaha

  15. Duhhh pengen tau kelanjutan.x apa reaksi victoria?? Ya?? Klu tau klu seokyu itu tunagan,,, OMG,, duh seo unnie mrh kan sma kyu oppa mka.x jgn ska cri msalah:/🙂

  16. iiiiiiiiiich greget bgt dech ma skapnya kyuppa!!
    oppa klo ska ma seo blng aj yg ju2r!!
    klo seo di ambil org bru thu rasa!!
    hadeeeeuuuuuh kyuppa egois bgt seo g blh jln ma namja lain tp kyuppa sndri mlh pcran ma vic!!
    nydar dri donk oppa!!
    kyuppa g ngertiin prasaan seo!!

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s