Always With You Until The End chap 2

Author             : Choi Yoora/ Alice Appril

Main Cast        : Im Yoona, Kim Kibum

Other Cast       : Lee Donghae, Son Eunseo, Go Hara, Kwon Yuri

Genre              : Romance, sad, Friendship

Length             : Series

Rating             : 15

Credit                  : vanflamighty ( http://aquaticshineeworld.wordpress.com )

Disclamer        : para cast adalah milik Tuhan, orang Tua mereka, Agency mereka dan para pengemar mereka, Author Cuma minjem sebentar… hehehe. Tapi cerita ini murni dan mutlak milik Author. Selamat membaca dan tetap memberikan coment ya…

 

 

 

Don’t leave me alone please…

I need you all the time …

I am so hurt when you were not beside me anymore …

 

*Author POV*

 

Kibum berjalan selangkah demi langkah meninggalkan kediaman keluarga Im yang sudah ditempatinya selama 15 tahun.  Dihiraukannya teriakan seorang gadis yang terus memanggil namanya dari dalam rumah. Walaupun perasaan sedih dan iba terus bergejolak dalam dirinya karena membiarkan gadis itu terluka, namun dia tetap melanjutkan langkahnya.

Hanya ada satu nama dalam pikirannya yang mungkin bisa membantunya saat ini.

*Kibum POV*

 

Aku memencet bel di salah satu apartemen. Dan tak lama pintu pun terbuka memperlihatkan sosok sahabatku disana.

“Kibum, tumben malam-malam kau kesini” tanyanya yang tampak kaget dengan kedatanganku.

“Dan apa isinya tas besar itu?”

Aku tersenyum tipis sebelum menjawab

“Bisakah kau persilahkan aku masuk sebelum aku menjawab pertanyaanmu?”

 

Donghae langsung mengerti dan mempersilahkan aku masuk, apartemen ini masih sama seperti terakhir kali aku datang.

“Baiklah, sekarang kau sudah masuk lalu apa jawaban dari pertanyaanku tadi”

 

Aku duduk di sofa dan mulai menceritakan semua kejadian tadi, tentang orang tua Yoona yang ingin menjodoh putrinya dengan putra salah seorang rekan bisnis mereka, bagaimana saat Yoona menyatakan perasaannya padaku di hadapan kedua orang tuanya, dan saat mereka mengusirku dari sana.

 

MWO!!!” pekik Donghae begitu aku selesai bercerita.

“Mereka mengusirmu? Bagaimana bisa? Lalu Yoona?” begitu mendengar pertanyaannya yang terakhir hatiku sedikit kelu. Aku juga tak tau bagaimana keadaannya sekarang.aku menggeleng pelan menandakan bahwa aku tak tau.

“Kalau begitu apa rencanamu selanjutnya? Kau ingin tinggal dimana?”

“Kalau kau mengizinkan, aku ingin tinggal disini beberapa hari, sampai aku mendapatkan tempat tinggal yang baru”

 

Donghae menghela napas dan menepuk pundakku

“Kau diizinkan tinggal disini sampai kapanpun kau mau, aku tak keberatan”

Gomawo Donghae~a, setelah aku mendapatkan tempat tinggal aku pasti akan langsung pindah”

Donghae mendecak pelan

“Jangan hiraukan itu, justru seharusnya kau menghiraukan bagaimana nasib kuliahmu. Lebih baik uangmu kau simpan untuk biaya kuliah”

“Aku sudah memikirkannya, aku akan bekerja untuk membiayai kuliahku”

Donghae menatapku iba

“Hey… jangan melihatku begitu, aku tak semenderita itu. Lagipula dari kecil aku sudah terbiasa hidup susah seperti ini, jadi aku tak kaget lagi”

 

 

~Yoona Room~

*Yoona POV*

 

Juri Eonni membantuku berdiri dan memapahku kembali kekamar. Sungguh tubuhku sama sekali tak memiliki energy sedikitpun bahkan hanya untuk berjalan. Aku menyaksikan dia pergi selangkah demi selangkah meninggalkan aku yang masih terus memanggilnya. Tega sekali dia menghiraukan aku bahkan dia juga membiarkan aku jatuh tersungkur dalam tanggis.

Tok-Tok Tok-Tok

 

Pintu kamar yang tak kukunci mengayun begitu selesai suara ketukan itu. Tanpa memalingkan wajah untuk mengetahui siapa yang datang aku sudah bisa menebak dari langkah kakinya yang anggun.

“Yoona~a” panggilnya begitu dia tiba ditepi ranjangku. Ku hiraukan panggilannya dan tetap pada posisi aku tidur membelakanginya. Eomma menyentuh kepalaku dan diusapnya lembut.

“Eomma tau kau marah pada kami. Tapi Yoona, apa yang kami lakukan ini semua demi kebahagianmu nanti. Mengertilah sayang, setiap orang tua mengingingkan yang terbaik untuk anaknya, begitu pula kami”

 

Aku ingin sekali membantah kalimatnya, namun tubuhku benar-benar terasa lemas hingga untuk berucap saja aku enggan.

 

“Yoona… jangan kau mencoba untuk melawan Appamu, kau tau betapa kerasnya dia. Eomma tak ingin kau terluka, jadi demi kebaikanmu turuti keinginannya dan mulailah lupakan Kibum.”

Darah ku mulai panas begitu mendengar kalimat Eomma, entah ada kekuatan dari mana hingga tanpa sadar aku telah bangun dari tidurku dan menatap Eomma

 

“Apa yang Eomma katakan tadi? Menyuruhku untuk melupakan Kibum Oppa? Tau kah siapa yang selama ini selalu menemaiku kalau aku kesepian? Siapa orang pertama yang datang saat aku mengalami kesulitan? Siapa yang memelukku dan memberikan ucapan selamat ulang tahun padaku, disaat kalian yang merupakan orang tua kandungku tak ingat dengan hari itu?”

Eomma tampak terkejut dengan ucapanku

 

“Dia Eomma, Kibum Oppa lah orang nya. Dan kau menyuruhku untuk melupakannya? Hanya dia yang selalu ada untukku saat kalian sibuk dengan pekerjaan kalian dan melupakan aku. Bahkan untuk mengingat kapan, dimana dan bagaimana rasanya pelukkan kasih sayang dari kalian pun aku tak bisa.”

Aku semakin tak bisa mengontrol emosiku. Rasanya memang sudah cukup aku menahan ini semua, terlebih lagi orang yang biasanya bersamaku dan mensupportku sudah tak ada lagi.

 

“Yoona~a”

“Tidak Eomma, biarkan aku bicara sekarang” dengan cepat aku lanjutkan kalimatku yang terpotong tadi.

“Kau tau Eomma, tak ada seorang anak yang merasa canggung dan dingin jika bersama orang tuanya. Semua anak pasti merasakan kasih sayang dan kehangatan dari orang tua mereka. Tapi itu semua tak berlaku untukku, Dimana kalian saat aku merindukan kalian? Dimana kalian saat aku menangis? Pernahkan kalian datang hanya untuk menenangkanku. Dan sekarang kalian dengan mudahnya mengatakan ingin menjodohkan aku dengan orang lain yang sama sekali tak ku kenal. Apakah itu adil untukku?”

 

Kulihat Eomma menghembuskan napas dan menghampiri aku diseberang kasur

“Yoona~a, Eomma tau kami tak pernah ada untukmu, tapi kami tetap orang tua mu yang menginginkan kebahagian untukmu”

“Orang yang bisa membahagiakan aku adalah Kibum Oppa. Tapi kalian telah memisahkan kami, ku mohon sekarang Eomma keluarlah aku ingin sendiri”

Aku kembali memalingkan wajahku darinya, berharap tak ada lagi perdebatan yang akan membuatku semakin sakit.

 

 

~campus~

*Author POV*

 

 

“ Kenapa pagi ini kau tak berangkat bersama Eun Seo?” tanya Kibum pada Donghae yang berjalan disampingnya. Memang tak seperti hari-hari biasanya, Donghae selalu rutin menjemput EunSeo.

“ Hari ini dia ingin berangkat bersama Ayah dan adiknya”

 

Tepat saat mereka baru memasuki kelas, sesosok gadis manis telah tersenyum manis menyambut mereka.

“Selamat pagi” ucapnya ramah sambil menghampiri Donghae.

“Pagi” jawab Kibum.

Donghae memperhatikan kekasihnya dengan seksama, keningnya berkerut menandakan adanya keanehan pada Yeojanya. Eunseo sadar jika Donghae tengah memperhatikannya.

 

Waeyo, ada yang salah?” tanya Eunseo.

“Sebegitu senang kah kau aku tak menjemputmu hari ini? hingga kau harus terus tersenyum begitu” Kibum tertawa renyah mendengar ucapan Donghae. Namun Eunseo mendengarnya sebagai sebuah sindiran halus dari Donghae.

“Kibum~a, kemana Yoona? Tumben sekali dia tak mengikutimu” Eunseo mencoba mengalihkan kontak matanya dari Donghae.

 

Mendengar pertanyaan Eunseo, bukannya menjawab Kibum malah berjalan masuk dan memilih tempat duduknya. Eunseo merasa aneh dengan tingkah temannya.

“Hae~a, Kibum kenapa?”

“Sebelum aku menjawabnya, sepertinya lebih baik kalau ku tanyakan dulu ada apa denganmu pagi ini? Sedang mencoba bersikap gembira dan menutupi sesuatu dariku begitu?”

“Aku? Memangnya ada apa denganku? Sepertinya aku baik-baik saja”

Donghae tak merespon ucapan Eunseo, dia hanya memandang tak percaya pada gadis dihadapannya.

 

“ Ayolah Chagi, aku kan hanya ingin menyambut kedatangan kekasih dan sahabatku saja” jawabnya manja sambil menggelayutkan tangannya di lengan Donghae.

Karena merasa Eunseo tak mau bicara akhirnya dengan kesal Donghae melepaskan tangan Eunseo dari lengannya dan berjalan menghampiri Kibum. Eunseo hanya bisa menghelakan napas panjang.

 

@@@

 

Seorang gadis tengah berjalan dengan angkuhnya menuju kesalah satu ruangan yang berada di ujung koridor. Tanpa memperdulikan tatapan orang disekitarnya yang tengah memandangnya .

Braak… di tutupnya pintu ruangan dengan sekuat tenaganya.

“Hutf… mereka semua seperti tak pernah melihat wanita cantik” keluhnya sambil mengeluarkan tas kecil yang berisi make up. Sambil menabur bedak di wajahnya. Gadis itu mendegar suara jepretan kamera (maaf Readers aku gak tau namanya apa).

 

Karena penasaran, dia menghampiri sumber suara. Dilihatnya seorang Namja tengah sibuk memotret dengan kamera polaroidnya.

“Hei… !!!” sapanya pada Namja itu. Dan orang itu hanya meliriknya sebentar.

“Ada perlu apa?” jawabnya dingin.

“Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa berada disini?” Namja itu menoleh dan mengerutkan keningnya heran.

“Apakah didepan pintu ditulis larangan untukku masuk kesini, yang ku tau siapapun boleh masuk kesini, kecuali pencuri”

 

Baru saja namja itu akan beranjak pergi, gadis itu kembali memanggilnya.

“Hei, aku kan hanya bertanya, mengapa kau menjawabnya seketus itu?” perlahan dia menghampiri Namja tersebut dan mengulurkan tangan.

Nan Go Hara Imnida

 

 

~Yoona Room~

*Yoona POV*

 

Lagi-lagi kudengar pintu kamarku diketuk, ini sudah kesekian kalianya Juri Eonni mengetuk kamarku dan memintaku makan, aku sama sekali tak menjawab ataupun menuruti permintaannya.

“Nona, ayolah saya mohon keluar kamar sebentar, dari semalam Nona belum makan sama sekali, saya jadi khawatir” bujuk Juri Eonni dari depan pintu kamarku.

Aku sama sekali tak bergeming dengan panggilannya, hingga perlahan ku dengar ada suara sesegukkan kecil dari arah pintu,

 

Aku bangkit dari kasurku dan berjalan mendekati pintu kamar, sambil menempelkan telingaku dipintu. Benar dugaanku, aku buka lock kunci pintu dan melihat Juri Eonni tengah terduduk di depan pintu kamarku sambil menangis kecil.

Aku ikut mensejajarkan diriku dengannya, Rupanya dia belum menyadari keberadaanku yang sekarang ada disampingnya.

“Eonni” panggilku sambil menyentuh tangannya. Dia menoleh padaku dan menatapku lega.

“Ya Tuhan, akhirnya kau mau keluar”

 

Aku kembali tersadar, kalau ternyata dirumah ini masih ada seseorang yang peduli padaku. Aku tak akan pernah tega untuk mendiaminya. Karena saat ini hanya dia yang kupunya dan aku tidak ingin dia juga pergi meninggalkanku karena ulah ku sendiri.

Ku turuti permintaannya untuk makan, walaupun sebenarnya aku tak bernapsu melakukan apa-apa saat ini. Tapi demi bisa membuatnya senang, aku melakukan apa yang dia minta.

“Eonni, bisakah ku minta sesuatu darimu?”

Juri Eonni menatapku

“Nona ingin minta apa? Apa makanannya kurang?” Aku menggeleng cepat.

“Bisakah Eonni mencarikan dimana sekarang Kibum Oppa tinggal?”

 

 

*Kibum POV*

 

Aku tengah menyantap makan siangku di kantin kampus, sampai akhirnya Donghae dan Eunseo datang dan duduk di seberangku. Aku hanya tersenyum sekilas dan kembali menyantap makananku.

“Kibum~a, Yoona Eoddiseo ? aku tak melihatnya sejak tadi pagi” tanya Eunseo yang langsung menghilangkan selera makanku. Aku diam tak menjawab pertanyaannya.

“Bumie~a, Wae Keure ?” aku menatapnya lalu tersenyum

“Aku tidak tau” ku lihat Eunseo mengerutkan kening tak mengerti, aku melirik Donghae yang berada tepat disamping Eunseo. Sadar aku tengah melihatnya dia memandangku dan menganggukan kepala menyuruh untuk memberitaunya.

“Ya, ada apa sih? Ada sesuatu yang kalian tutupi dariku? Hae~a” Eunseo menarik tangan Donghae, memintanya untuk menjelaskan.

“Aku tak berhak memberitahu mu, karena ada yang lebih berhak bercerita daripada aku” Jawab Donghae seraya beranjak pergi menuju stan makanan.

 

“Kibum~a, apa terjadi sesuatu dengan Yoona? Apa dia sakit? Bicaralah kau ini kenapa diam saja”

Aku tau Eunseo tipikal orang yang tidak akan berhenti mencari tau sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Perlahan aku menghembuskan napas, dan mulai kembali menceritakan kejadian tempo hari, yang sejujurnya sudah sangat ingin kulupakan.

@@@

 

Eunseo membelalakkan mata sambil membekap mulut dengan tangannya, begitu aku selesai bercerita.

“Benarkah itu? Jadi sekarang kau dan Yoona…” dia tak melanjutkan kalimatnya. Aku hanya bisa diam dan tak sedikitpun bersuara.

“Pasti Yoona sedang menangis, aku tau betul anak itu”

Ya benar, aku juga sudah menduganya. Apa lagi yang tengah dia lakukan sekarang selain menanggisi kepergianku.

“Lalu kau. Apa kau tak menjawab pernyataan Yoona?” kini giliran aku yang mengerutkan kening tak mengerti.

“Dia sudah menyatakan perasaannya padamu dan juga dihadapan orang tuannya. Apa kau juga menjawabnya?”

“Itulah Eunseo~a, aku tidak tau sejak kapan dia memiliki perasaan seperti itu”

“Astaga Bummie~a, kau ini bagaimana mungkin tidak tau kalau Yoona sudah lama menyukaimu. Orang yang baru pertama melihatnya saja, pasti langsung menyadarinya, tapi kenapa kau malah…”

 

“Kau seperti tak mengenal siapa Kibum saja” ucap Donghae yang sudah kembali sambil membawa makanan untuknya dan Eunseo.

Aku terdiam, jadi selama ini hanya aku yang tidak tau mengenai perasaannya. Aku yang tidak tau atau aku yang sengaja untuk tidak ingin mengetahuinya?.

“Kau tau kan?” aku kembali menatap gadis manis yang sudah menjadi sahabatku beberapa tahun lalu.

Mwo?” dia mendekatkan diri padaku

“Perasaan Yoona, kau mungkin tidak sebuta itu sampai tak menyadarinya. Tingkah laku Yoona sangat terlihat jelas jika dia tengah bersamamu”

Aku mematung begitu menyadari ucapan Eunseo yang tepat sekali seperti apa yang baru saja aku pikirkan. Sepertinya dia benar aku memang menghindari perasaan Yoona yang sebenarnya padaku. Lalu perasaan ku sendiri kepadanya bagaimana?

“Sudah Eunseo~a jangan memaksanya bicara lagi, biarkan dia tenang dulu”

 

Aku menghela napas begitu mendengar Donghae mengatakan itu. Setidaknya untuk sekarang aku bisa bebas dari pertanyaan itu. Tapi ku akui sejak tadi perasaan ku tak tenang, bagaimana kabarnya gadis itu? Apa semalaman kemarin dia hanya menanggisiku. Perasaan bersalah kembali memenuhi diriku. Siluet bayang Yoona yang memanggilku sambil menanggis kembali terlintas dipikiranku.

 

 

 

*Author POV*

 

Seorang Yeoja tengah berdiri mematung di depan pintu apartemen. Pandangannya tak lepas dari lorong apartemen itu, menunggu seseorang datang. Sesekali ia melirik pergelangan tangannya ada benda putih melingkar disana menunjukkan bahwa hampir dua jam sudah ia berdiri disana.

 

“Yoona” sapa sebuah suara dari ujung lorong. Seketika gadis itu pun menoleh dan menatap laki-laki yang memanggilnya.

“Donghae Oppa”

“Sudah sejak kapan kau berdiri disitu” tanyanya sambil menghampiri Yoona. Namun Yoona sama sekali tak menjawab. Seperti tau apa yang dipikirkannya, tanpa banyak bicara Donghae membuka pintu apartementnya dan menyuruh gadis itu masuk.

“Masuklah, dia akan datang sebentar lagi”

Yoona menggelengkan kepalanya pelan

“Aku akan menunggunya disini saja” Donghae menghembuskan napas pelan

“Cuacanya sedang tak bagus Yoong, kau bisa sakit nanti, masuklah” lagi-lagi Yoona menggeleng. Akhirnya Donghae menghampirinya dan menarik tangannya untuk masuk kedalam.

 

“Jangan keras kepala begitu, aku bukan Kibum yang bisa dengan sabar menghadapimu” Yoona berjalan masuk dan duduk di salah satu sofa ruang tamu Donghae.

“Kau baik-baik saja?” tanya Donghae sambil berjalan kedapur “Eunseo mengkhwatirkanmu” lanjutnya lagi.

“Rencananya kami akan datang kerumahmu nanti malam” kali ini Donghae kembali dengan segelas tea hangat ditangannya. Dia menyodorkan gelas yang dibawanya pada Yoona.

“Aku baik-baik saja” Jawabnya sambil mengambil gelas dari Donghae.

Walaupun sehari-hari mereka terlihat tak akur, tapi pada kenyataannya mereka peduli satu sama lainnya.

“Donghae~a, siapa yang datang ? kenapa ada sepatu wani..” ucapannya terhenti begitu dia tau siapa pemilik sepatu yang tadi dilihatnya.

“Bummie~a, barang-barang dapur kita menipis, aku akan keluar sebentar untuk membelinya, Yoong~a aku tinggal dulu”

Donghae mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar, begitu menghampiri Kibum dia membisikkan sesuatu

“aku tak tau sudah berapa lama dia menunggu didepan pintu, bicarakan semua baik-baik”

 

Setelah kepergian Donghae, suasana berubah menjadi dingin dan kaku. Entah sejak kapan kedua orang ini bertingkah aneh, padahal dulu mereka terlihat sangat akrab dan tak canggung.

“kenapa tak diminum” tanya Kibum menunjuk pada gelas yang sejak tadi hanya di pegang Yoona.

“aku tidak haus” jawab Yoona sambil menunduk.

“Paling tidak hargai Donghae yang sudah membuatnya” mendengar itu perlahan Yoona mau meneguk tea yang sudah mulai dingin itu.

“Kau mencari ku? Ada apa?”

Yoona berdeham sesuatu dengan sangat pelan, hingga Kibum harus mencodongkan badannya

“Kau mengatakan apa?”

Kali ini Yoona mengangkat wajahnya dan menatap tajam laki-laki tampan yang ada didepannya.

“Aku bilang, KAU ITU TAK PUNYA PERASAAN” ucapnya penuh penekanan.

“Bagaimana bisa kau se-egois itu, pergi meninggalkan aku tanpa peduli sedikitpun pada teriakan ku yang memanggilmu sambil menangis. Dan yang lebih parahnya, kau meninggalkanku tepat saat aku menyatakan perasaanku didepan orang tuaku dan juga kau”

 

Kibum tersentak kaget saat Yoona membentaknya, gadis kecilnya membentaknya, selama ini tak pernah sekali pun Yoona berkata kasar padanya apalagi membentaknya. Setelah mengeluarkan perasaan yang telah menekannya sejak kemarin, Yoona kembali menunduk dan menangis, entah ini sudah keberapa kalinya dia menangis.

 

“Yoong~a” panggil Kibum pada Yoona, yang sama sekali tak dihiraukan Yoona. Kibum berjalan mendekati Yoona dan dengan pelan membelai rambut gadis itu mencoba untuk menenangkannya.

“Yoongie, jangan menangis lagi, kau tau kan aku tidak suka melihatmu menangis terlebih lagi kau menangisi aku”

Perlahan Yoona mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang sedang mengelus rambutnya.

“Kalau begitu kembali lah Oppa” Tangan Kibum yang masih mengelus rambut Yoona berhenti ketika mendengar ucapan gadis itu. Dia menggeser duduknya sedikit lebih jauh dari Yoona,

“Oppa” Yoona yang menyadari perubahan Kibum.

“Kau tak ingin aku menangis kan? Kalau begitu kau harus kembali kerumah dan penuhi janjimu itu untuk selalu ada disisiku”

 

~Tbc~

 

NB : akhirnya ff ini keluar juga lanjutannya, sempet nyerah buat nulisnya sih. Tapi sayang juga kalo gak diterusin. Aku minta maaf kalau terlalu lama ngepostnya. Dan silahkan Readers semua menebak-nebak apa yang akan Kibum lakukan?

 

8 thoughts on “Always With You Until The End chap 2

    • hemmm… gitu ya ? tar kalo masih gak di terima sama Appanya Yoona gimana chingu ? kita liat nanti ya apa yang akan Kibum lakukan

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s