[Chap.1] Ramalan Korek Api

YeSeoHae ver.

Title : Ramalan Korek Api (YeSeoHae version)

Author : Lynd_Seokyu

Cast : Yesung (Super Junior), Seohyun (SNSD), Donghae (Super Junior), [cameo]Lee Sunkyu (SNSD).

Disclaimer: ini ff asli punya saya.. dilarang membash karakter pada ff ini.. dan mohon maaf karena karakter idola kalian saya nistakan di ff ini *bow* semua cast cuma minjem nama doang(?) be a good readers yah semua^^

A/N : Annyeong^^ lama saya tak kesini^^v selain karena hiatus yang berkepanjangan(?) sampai akhirnya ff2ku lumutan semua-,- jadinya yah begitulah(?) *malah curhat–;;)* kali ini aku gk bawa ff Seokyu._. tapi lagi pengen buat YeSeo/SeoHae:mrgreen: tapi aku tetep wires kow._.v it’s just a fanfic right?^^v

Oke.. langsung aja dibaca ffnya yah^^ maaf jika ada typo(s) yang bertebaran dimana – mana(?) abis lagi males ngedit lagi *alibi*😛

Last, happy reading all \(^o^)/

———————————————–

“Su- Sunbae… Igeo”

“Igeo Mwoya?”

“Animida… ha- hanya sebuah surat biasa”

“Geuraeyeo?”

“Nde”

“Arra.. kau boleh pergi sekarang”

———–

“Seohyun~ah!”

“Wae?”

“Palli! Coba lihat disini!”

“Wae?”

“Igeo.. bukankah itu suratmu?”

“Nde?”

“Palliwa!!! Ada yang menempelkan surat cintamu di papan pengumuman!”

“MWO?”

————

Suasana malam yang selalu terasa menakutkan. Semua orang mungkin sudah terlelap ketika sang bulan sudah berdiri kokoh diatas sana. Hanya sesekali terdengar suara binatang malam dan gesekan ranting – ranting pohon yang tertiup angin.

5 orang siswi Neul Paran High School terlihat sedang duduk membentuk lingkaran di salah satu toilet pria di sekolah mereka itu. Entah apa yang mereka lakukan disana tengah malam begini. Tanpa mempedulikan suasana sekolah yang mencekam dan dengan penerangan tunggal oleh sebuah lilin berukuran sedang yang mereka bawa, ditemani suhu udara yang begitu dingin, mereka saling duduk merapat untuk meredam semua kecemasan mereka.

“Apa ini akan berhasil?” Tanya Siswi berambut pendek sebahu.

“Mollayo… geunde, cara ini yang sekarang sering dipakai senior untuk meramal cinta mereka” jawab siswi yang memakai mantel coklat.

“Ya sudah, untuk apa lagi berlama – lama? Ayo kita coba!” cetus salah seorang diantara mereka diikuti anggukan setuju oleh yang lainnya.

Siswi bermantel coklat itu merogoh sesuatu dari tasnya. Ia tersenyum sekilas sebelum mengeluarkan benda itu.

“Chaang…” gumamnya sambil menunjukkan benda yang diambilnya-Sebuah korek api-.

“Kita hanya perlu mengaitkan 2 batang korek api –yang berdiri berdampingan- pada penutup kotaknya dan dengan tinggi yang dibuat tidak sama, kemudian bakar batang yang tertinggi dan sebutkan pertanyaanmu. Jika api dari batang yang tertinggi berhasil membakar batang terpendek maka jawabannya ‘Ya’ tapi jika tidak maka sebaliknya, Arrachi?” jelas siswi bermantel coklat itu sembari menunjukkan caranya.

“Ne..” jawab ke empat siswi lainnya sambil mengangguk mengerti.

“Nah, sekarang dari siapa kita harus mencobanya?” tanyanya lagi. Ke empat yeoja lainnya saling berpandangan kemudian menatap dia kembali seolah – olah mengisyaratkan bahwa yeoja bermantel coklat itulah yang harus mencobanya terlebih dahulu.

“Aish, arra.. arra..” gumamnya kembali sambil bersiap melakukan hal yang tadi dijelaskannya.

Hening…

Suasana disana 2 kali lipat lebih hening dari sebelumnya. Semua siswi itu berkonsentrasi pada korek yang di pegang teman mereka itu. Dalam satu hentakan kecil pemantik ditangannya sudah menyala dan mulai membakar batang korek api yang tertinggi.

“Apa jodohku berada di sekolah ini?” tanyanya hati – hati. Mereka semua terlihat menahan nafas seakan takut hembusan nafas mereka dapat mengacaukan segalanya.

Perhatian mereka tertuju penuh pada nyala api yang terus menyusuri batang korek api tertinggi.

“Jeongmalyo?” guman yeoja itu tak percaya ketika nyala api tadi berhasil membakar batang korek api terpendek. Sementara ke empat temannya ikut bergumam tak percaya.

“Seohyun-ah.. neo.. apa benar ramalan ini bisa dipercaya?” Tanya salah seorang dari keempat yeoja itu pada gadis bermantel coklat tadi.

“Mollaseo..” jawab gadis bermantel coklat yang dipanggil Seohyun tadi. Terlihat jelas gadis itu juga masih belum percaya pada ramalan yang baru beberapa saat lalu Ia lakukan.

“Sudahlah.. ayo dilanjutkan!” gumam yeoja bertubuh agak gemuk yang duduk paling dekat dengan Seohyun. Seohyun menelan salivanya dengan susah payah kemudian kembali mengaitkan 2 batang korek api pada kotak korek api tersebut.

“Apa aku mengenalnya?” gumamnya lagi sambil mengawasi nyala api yang mulai menyusuri batang korek api tertinggi. Debaran jantungnya terasa dua kali lebih cepat ketika nyala api tadi kembali berhasil membakar batang korek api terpendek. Semakin penasaran, Ia kembali melakukan hal yang sama –mengatur letak korek api dan membakarnya-.

“Apa dia orang yang aku ‘harapkan’?”

“Apa dia seniorku?”

“Apa bulan ini kami akan berpacaran?”

Berhasil! Batang korek api terpendek kembali berhasil terbakar bahkan setelah 5 kali berturut – turut dilakukan.

“Yak! Seo Joo Hyun! Mengapa semuanya berhasil? Kau yakin ramalan ini bekerja?” Tanya yeoja berambut pendek sebahu diikuti anggukan setuju dari ketiga yeoja lainnya. Rupanya setelah mengamati ramalan yang sedari tadi Seohyun lakukan, mereka bertambah ragu pada kebenaran ramalan tersebut.

“Sudah ku bilang sejak awal… aku sendiri tidak tau kebenarannya! Tapi apa salahnya mencoba? Bukankah kalian sendiri yang kemarin merengek padaku untuk diajarkan cara meramal ini? Jika pada akhirnya kalian hanya berniat protes seperti ini, seharusnya sejak awal kalian tak perlu menggangguku!” balas Seohyun terdengar mulai kesal.

“Mian… kami.. hanya ragu” gumam yeoja itu pelan sambil menunduk dan menunjukkan wajah bersalah. Melihat itu Seohyun menarik nafas sejenak. Benar, ini bukan sepenuhnya salah teman – temannya itu. Mereka hanya ragu karena memang hasil yang sedari tadi dilihat mereka sangat tidak meyakinkan. Tapi kalau mau dipikir – pikir lagi, semua ramalan itu sama… –sama – sama tidak logis-.

“Baiklah, apa boleh buat… mungkin dengan begini kita bisa memastikan kebenarannya” Gumam Seohyun sambil kembali mempersiapkan korek api tersebut.

“Apa dalam 3 hari kedepan aku akan berpacaran dengan Lee Donghae Sunbae?” Tanya Seohyun sambil memperhatikan batang korek api ditangannya. Jantungnya serasa berhenti berdetak begitu pertanyaan itu terucap dari mulutnya. Wajahnya bersemu merah di balik kegelapan ruangan itu.

Sementara ke empat temannya yang lain hanya bergumam tidak jelas dengan nada menggoda. Ada yang tertawa kecil mendengar pertanyaan Seohyun yang dinilai terlalu ‘Frontal’. (Dengan pertanyaan ini secara tidak langsung Seo Joo Hyun sudah mengakui dirinya menyukai Sunbae mereka yang bernama Lee Donghae).

Tangan Seohyun terjatuh lemas ketika nyala api kembali berhasil membakar batang korek api terpendek. Sementara tawa senang teman – temannya semakin terdengar berani(?) ditengah malam ‘mencekam’ ini.

“Geurae! Kita tunggu hasilnya 3 hari ke depan” ujar yeoja berambut pendek sebahu itu sambil tersenyum menggoda ke arah Seohyun. Mereka segera bersiap untuk pulang.

Kegiatan mereka terhenti ketika dirasakannya hembusan angin yang cukup kencang menerpa tubuh mereka yang langsung berhasil membangunkan bulu roma kelima siswi itu. Mereka secepatnya berdiri merapat dan saling berpelukan satu sama lain.

Suara langkah kaki dikoridor depan toilet pria tempat mereka berada semakin membuat mereka membatu ditempatnya.

#Brakk

Pintu toilet yang tiba – tiba terjebab terbuka membuat mereka semakin gemetar ketakutan. Samar – samar dilihat mereka bayangan hitam semakin mendekat ke ambang pintu dan…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!” Teriakan ke 5 siswi itu terdengar menggema disekolah yang begitu sepi dan mencekam ini. Mereka terus berteriak sampai sorot lampu senter milik Pak Kim –satpam sekolah mereka- mengenai wajah masing – masing dan sukses menghentikan pekikkan mereka.

“Kalian, sedang apa disini tengah malam begini?”

********

Seohyun mengepel lantai toilet laki – laki yang semalam dipakai mereka pakai untuk ‘meramal’. Wajahnya terlihat begitu kesal setelah tadi pagi Ia –dan teman – temannya- dipermalukan oleh kepala sekolah di apel pagi sekolah mereka. Kini kabar ‘mereka berlima melaksanakan ramalan korek api di toilet pria pada malam hari’ sudah menyebar luas dan membuatnya semakin tidak punya muka untuk menatap hoobaenya di kelas 1 atau Sunbaenya yang berada di kelas 3. Terlebih lagi… Lee Donghae. . .

Belum cukup sampai disitu. Ia bersama ke 4 temannya dihukum oleh wali kelas mereka untuk membersihkan toilet pria -yang semalam mereka pakai- selama seminggu setiap pulang sekolah. Dan kalian tau apa yang paling membuat Seohyun naik pitam? Temannya Lee Sunkyu –si yeoja berambut pendek sebahu- dengan wajah bersalah andalannya meminta ijin untuk tidak ikut membantu menyelesaikan hukuman mereka karena Ia ada Les piano, Les Matematika, dan segala jenis les yang tiba – tiba bermunculan selama seminggu ini. Sedangkan ke tiga temannya yang lain? Dengan wajah tidak berdosa mereka melangkah pulang meninggalkan Seohyun yang hanya bisa menahan kekesalannya.

“Apa kabar Nona ‘gadis korek api’?”

Seohyun menutup matanya jengah begitu mendengar suara sapaan dari belakangnya. Tanpa berbalik pun Ia 100% yakin siapa pemilik suara –yang menurutnya sangat menyebalkan- itu.

“Apa sekarang kau sedang berperan sebagai Upik abu?” Lagi… namja pemilik sorot mata tajam namun terkesan sedikit nakal(?) dan dingin itu kembali mencoba menguji kesabaran Seohyun. Dengan senyum kemenangan yang terpampang jelas diwajahnya Ia bersandar disalah satu sisi tembok dalam toilet itu sambil terus memperhatikan punggung Seohyun.

Seohyun berhasil mengendalikan emosinya. Ia memutuskan untuk tidak menanggapi ejekan ‘namja gila’ yang bernama Yesung ini. Bahkan Ia dengan sengaja memasang Headset ditelinganya sambil memutar musik dengan volume paling kencang kemudian kembali melanjutkan tugasnya.

Beberapa saat kemudian Seohyun memekik kecil ketika dirasakannya 2 telapak tangan mencengkram masing – masing pundaknya. Tubuhnya terdorong dan tersudut di dinding dekat pintu. Sepasang headsetnya terlepas begitu saja. Ia menatap wajah namja yang menyudutkannya ditembok ini. Yesung… masih dengan senyum bangganya -yang kali ini terlihat sedikit menyeramkan dimatanya- tengah balas menatap manik mata milik Seohyun.

“Yak!! Neo Micheosseo (kau sudah gila)?” Protes Seohyun. Tubuhnya sedikit bergetar ketakutan namun berhasil Ia redam. Berhadapan dengan orang semacam Yesung butuh kesabaran dan keberanian yang berpuluh kali lipat.

“Katakan padaku… dalam ramalanmu, apa itu masih mengenaiku?” tanyanya terdengar begitu percaya diri.

“Cih, kau terlalu percaya diri Sunbae! Kau pikir lelaki di dunia ini hanya dirimu?” Balas Seohyun berani.

Senyuman diwajah Yesung sedikit memudar.

“Siapa?” tanyanya pelan namun dengan nada suara yang terdengar begitu tajam.

“Apa kau perlu tau?”

“KU TANYA SIAPA DIA?!” Teriak Yesung tiba – tiba. Ekspresi wajah Seohyun terlihat seperti sudah hampir menangis namun terus berusaha Ia tahan.

“KAU TIDAK PERLU TAU DAN INI SAMA SEKALI TIDAK ADA URUSANNYA DENGANMU!” Teriak Seohyun sekuat tenaga sambil menginjak keras kaki kanan Yesung dan mendorong tubuh namja itu menjauh. Ia segera berlari menjauh ketika berhasil lepas dari himpitan tubuh Yesung sedari tadi. Cairan bening sudah berhasil lolos jatuh dari matanya. Ia menangis.. dalam hati Ia terus merutuki kebodohannya selama ini. Sebuah surat cinta yang Ia tulis pada musim panas tahun lalu menjadi malapetaka tersendiri baginya. Yesung… salah seorang senior yang dulu Ia sukai sekarang berubah menjadi yang paling Ia benci.

Sekelebat bayangan masa lalu terus membuatnya berlari menjauh semakin cepat. Bayangan saat Ia menyerahkan surat cintanya pada Yesung dan begitu terkejutnya Ia ketika melihat surat cintanya sudah terpajang di mading keesokan harinya.

Belum cukup sampai disitu. Sejak saat itu hidupnya terus ‘dihantui’ Yesung. Yesung menempel padanya seperti parasit yang terus mengganggu hidupnya. Membuat rasa sukanya perlahan – lahan berubah menjadi benci dan semakin berlipat ganda ketika hal yang baru beberapa menit lalu dilakukan Yesung terhadapnya. Sungguh, kali ini Yesung sudah sangat keterlaluan!

*********

Sudah 2 hari berlalu sejak kejadian di toilet itu. Selama itu pula Seohyun semakin berhati – hati dan menjaga jarak dengan Yesung.

Suasana kelas terdengar begitu riuh pertanda bahwa ada jam yang kosong hari itu. Hal itu berarti berkah(?) yang luar biasa bagi setiap murid di kelas itu…

“Seohyun~ah.. eotthae? Apa sudah ada perkembangan mengenai kau dan Donghae Sunbae?” Tanya yeoja yang duduk dibangku tepat didepan Sulli -Lee Sunkyu-.

Mendengar itu Seohyun bertopang dagu lemas.

“Jangankan ada ‘perkembangan’, Ia melirik padaku saja tidak pernah!” Jelas yeoja itu lemas.

“Geuraeyo? Aish.. sudah ku duga hal ini akan terjadi. Sia – sia sudah usaha kita malam itu” mendengar itu Seohyun tertawa sinis(?).

“Setidaknya yang ‘menelan’ semua ‘getahnya’ hanya aku saja” Sindir Seohyun sedangkan yeoja teman baiknya itu hanya tersenyum – senyum tidak jelas.

“Padahal jika kalian jadian hari ini tepat sekali saatnya”

“Mwoseumshoria (apa maksudmu)?“

“Kau ingat ini tanggal berapa?”

“mm.. 14 Maret” jawab Seohyun enteng sama sekali belum mengerti ucapan temannya itu. Sedangkan yeoja dihadapan Seohyun hanya bisa melenguh kesal.

“Walau kau tidak bilang, aku tau tanggal 14 Februari kemarin kau membuatkan Donghae Sunbae coklat” Seohyun membelalak sempurna sambil menatap Sunny dengan tatapan shock (?)

“Tapi tak jadi ku berikan! Aku menaruhnya di lokerku dan coklat itu menghilang dengan sendirinya disana.. entahlah, mungkin sudah dimakan tikus yang sedang kelaparan” Jelasnya meyakinkan diri sendiri dengan nada terdengar masih sepenuhnya panik.

“Kau salah… justru coklat itu sudah sampai di tangan ‘pemiliknya’!” ujar Sunny dengan nada setenang mungkin.

“Ap- Apa maksudmu?” Tanya Seohyun semakin gugup.

“Kau lupa aku memegang kunci cadangan lokermu –berkat kebiasaanmu yang selalu dengan ceroboh lupa mengunci kembali lokermu-“

“Tapi bukankah kau tidak ada hak untuk memberikan benda itu pada Donghae Sunbae!” protes Seohyun dengan nada kesal.

“Kau lupa dengan Surat yang kau rekatkan di kotak pembungkus coklat itu? Tertulis nama LEE DONGHAE dengan font yang terlalu besar dan sanggup dibaca walau dengan jarak 1 meter. Dan kau bisa bayangkan sendiri apa yang terjadi selanjutnya..” Kembali Sunny menjelaskan dengan nada setenang mungkin. Sedangkan Seohyun semakin merosot(?) ditempatnya. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursinya dengan lemas.

“Lalu Donghae Sunbae tidak sengaja lewat dari tempatmu dan melihat itu semua. Dia mengambilnya karena tertulis namanya disana…” Sambung Seohyun lemah dengan tatapan kosong(?)

“Bravo!” balas Sunny.

“Surat itu… astaga… bagaimana ini?” gumam Seohyun cemas sambil mengingat isi surat yang dia tulis sebulan yang lalu. Dan yang paling membuatnya cemas adalah pernyataannya pada akhir surat agar Donghae membalas surat dan coklatnya itu di…

“Ini tanggal berapa?” Tanya Seohyun kembali dengan nada seperti orang kesetanan(?)

“14 Maret!” Tegas Sunny.

“Ja- jadi h- ha- hari ini?”

“White Day! Aku sudah membaca suratmu waktu itu dan aku tau kau meminta Donghae Sunbae untuk menemuimu saat White day, Hari ini!”

Sekali lagi Seohyun membatu di tempatnya… beberapa saat kemudian seperti mendapat ide dengan cepat Ia mengemasi barang – barangnya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Tanya Sunny bingung.

“Ku rasa masih ada waktu untuk pergi dari sini!” jelas Seohyun panik sambil terus berusaha memasukan buku – bukunya ke dalam tas.

“Kau ingin menghindar? Aish jinjja~ ya~ kau tidak mungkin menghindar selamanya!”

“Aku tidak ped-“

“Seohyun~ya!!” teriakan seorang yeoja menginterupsi pembicaraan Seohyun dan Sunny. Yeoja bertubuh agak gemuk –yang barusan berteriak- itu tampak begitu panik sambil berlari menghampiri Seohyun.

“Wae geurae (apa yang terjadi)?” Tanya Seohyun semakin panik.

“I- Igeo~ Ye- Yesung Sunbae! Dia ke sini!”

“MWO?”

“Sembunyi! Cepat Sembunyi!!” pekik Sunny ikut panik. Mereka mendorong Seohyun hingga tersudut di samping loker kelas sambil menutup tubuh yeoja itu menggunakan mantel mereka. Seohyun berjongkok disana sambil dihalangi oleh kedua temannya.

“Seo Joo Hyun! Dimana dia?” Seohyun menahan nafas begitu mendengar suara namja itu terdengar tak jauh darinya.

“Mo- Mollaseo Sunbae” jawab Sunny sambil tersenyum kikuk.

“Seo Joo Hyun! Nawa!” teriak Yesung sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kelas.

Seohyun menggigit bibir bawahnya sendiri. Dalam hati ia terus mengucap sumpah serapah agar namja yang baru saja meneriakkan namanya itu segera menghilang dari dunia ini.

Yesung tersenyum licik begitu melihat tumpukkan mantel dibelakang 2 murid perempuan tak jauh darinya itu.

“Baiklah.. ku rasa dia tidak ada disini. Aku pergi!” teriak Yesung lagi sambil memasang tatapan ‘mengancam’ pada 2 teman Seohyun agar tidak memberitahu Seohyun bahwa tempat persembunyian yeoja itu sudah diketahui olehnya. Dengan cepat namja itu berjalan ke arah pintu kelas itu dan bersembunyi dibaliknya.. sebelumnya namja itu kembali memberi isyarat agar kedua teman Seohyun tidak banyak bicara.

Mendengar perkataan Yesung beberapa saat lalu, Seohyun perlahan – lahan membuka mantel yang menutupi tubuhnya.. Ia membuang nafas lega begitu didapatinya suasana kelas yang kosong tanpa Yesung.. dengan gerakan cepat yeoja itu berlari ke bangkunya dan kembali mengemasi barang – barangnya.

“Aku pergi dulu! Gomawo Sunny~ah, kau sudah sangat membantuku hari ini!” tegur Seohyun sambil berlari kecil menuju pintu.. ia tidak menyadari raut wajah tegang yang terus – menerus terpeta diwajah sahabat baiknya itu.

#blam

Pintu itu terdorong tertutup dengan sendirinya tepat saat Seohyun tiba didepannya. Seohyun kembali membatu ketika melihat sosok yang muncul dari balik pintu itu… Yesung…

“N- Neo?” hanya itu yang bisa keluar dari mulut Seohyun. Ia mengambil beberapa langkah mundur ketika namja itu semakin mendekat kearahnya.

“M- ma- mau apa k- kau?” Tanya Seohyun terbata – bata.

Seohyun kembali terpana ketika sebungkus(?) mawar merah berada tepat di depannya. Ia menatap tidak percaya namja yang beberapa detik lalu menyodorkan benda itu kehadapannya.

“Anggaplah itu sebagai permintaan maafku” jawab Yesung enteng..

“Ambilah!” tambah namja itu lagi karena Seohyun masih belum merespon apapun.

Akhirnya dengan enggan Seohyun meraih bunga itu dan menerimanya.

Yesung terlihat seperti ingin mengucapkan sesuatu lagi namun gerakan namja itu terhenti ketika pintu kelas disamping mereka kembali terbuka. Seohyun kembali terpaku ditempatnya begitu melihat siapa yang berada di ambang pintu.

“Apa kau yang bernama Seo Joo Hyun?” Tanya namja diambang pintu yang tak lain adalah Donghae..

“N- ne..” jawab Seohyun kembali terbata – bata.

Namja itu mendekat kemudian memperhatikan wajah Seohyun dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Jadi pacarku..” Ujar Donghae begitu saja.

Seohyun memandang namja dihadapannya ini dengan kening berkerut.. ia yakin ia sedang bermimpi saat ini..

Tiba – tiba Ia merasakan sesuatu menarik tengkuk lehernya.. semuanya berlangsung begitu cepat hingga sebuah bibir mendarat dengan mulus di bibirnya…

~Chu~

Mata Seohyun membelalak sempurna begitu dirasakannya sebuah benda asing menempel di bibirnya. Bunga yang berada digenggamannya terlepas begitu saja hingga jatuh membentur lantai..

Ia tidak percaya.. Seorang Lee Donghae.. Menciumnya….

= To Be Continued… =

22 thoughts on “[Chap.1] Ramalan Korek Api

  1. Keren..wow ff yeseohae ini penyegaran banget nih buat aku sbg wires yg selalu baca ff seokyu..pokok’a ff ini kece bin kinclong(?)..aku suka..ditunggu next partnya^.^

  2. Jarang banget nemuin ff yang seohyun sama yesung. .
    Keren ceritanya thor><
    itu donghaenya maen nyosor aja yah-.- wkwkwk. .
    Next part ditunggu thor^^

  3. sebenernya aku wire! tapi aku se7 kalo seo ma siapa aja asal cakep!hehe
    tapi kyu cuma boleh ma seo,atau aku!!#kdip2*abaikn yg ke-2
    woa,seo ma sapa ya??

  4. Aish, bagus nih gan ceritanya. Tapi ane ngakak pas pertama kali liat judulnya yang menurut ane lucu banget. Wakakakak. Lanjut gan.😀

  5. ahhh …. jinjja !!!! crita’a keren bngt oenni . suka deh adegan” yg kya cemburu”an antara oppa dong hae dn yesung . lanjut dong ff’a jngn lma” ya ! entar aku’a kepo bngt lggi
    hehehehehe

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s