Shadow [Last Part]

Title : Shadow // Part 4

Author : WonAhHwang407

Genre : Angst, Romance, Sad.

Main cast :

  • Seo Jo Hyun as Seohyun
  • Cho Kyuhyun as Kyuhyun
  • Song Qian as Victoria
  • Jung Yonghwa as Yonghwa
  • Etc

Rating : PG 13

Length : On Going

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Lama banget baru aku share nih part terakhir wkwkkw, oh ya aku ingetin ya, bacanya pelan-pelan biar ngerti soalnya kayaknya ceritanya agak aneh -_-“

Oke deh,  Wiresdeul selamat membaca jangan lupa ninggalin jejak ya :)

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

~Before On Last Part~

“bahkan menjalani pertunangan permainan ini pun aku mau karena aku mulai menyukaimu tapi kau… kau hanya ingin semua sesuai dengan keinginanmu, dimana hatimu tuan Cho?? Dimana kau meninggalkannya?” Seohyun hampir berteriak.

“Ya!! Apa yang kau katakan jangan meneriaki kekasihku” rutuk Victoria.

“aku bilang jangan keluar dari jalurmu, kau sudah kelewat batas Seo Jo Hyun-ssi” ujar Kyuhyun, mulai membuka mulutnya kembali.

“oh, begitu?? Aku kelewat batas? Ya kesabaranku sudah kelewat batas, kau benar” setitik air mata mulai jatuh dari mata gadis itu. “kau benar”

“kalian bertunangan permainan?” ujar Victoria pelan saat mencerna kembali perkataan Seohyun sebelumnya.

~This Part is Begin~

Diam. Tak ada percakapan dari siapapun sekarang. Angin malam berhembus, leluasa mempermainkan hawa dinginnya pada permukaan kulit. Victoria masih menatap tak percaya pada Seohyun dan Kyuhyun, yang ditatap hanya diam. Kyuhyun sempat menatap sekilas ke arah Seohyun yang masih terlihat menahan marahnya. “memang semuanya hanya permainan” Kyuhyun berujar kemudian. Senyum tipis terbentuk dari bibir Seohyun.

“Oppa, kenapa kau melakukan itu?”

“entahlah Vic, seharusnya dari pertama aku menolak saja sehingga semua ini takkan terjadi”

“iya, dan aku tidak akan terjebak dalam perasaan ini” helaan napas Seohyun terdengar jelas usai berucap. Pandangan mata tajam Kyuhyun tertuju padanya.

“aku tak menyangka, kau terlihat sangat baik tetapi sangat licik” Victoria mendorong bahu Seohyun dengan pelan, membuat Seohyun mundur beberapa langkah ke belakang.

“chakkaman Vic, semua ini adalah ideku” Kyuhyun menahan Victoria yang hendak beranjak menuju tepat ke depan Seohyun.

“idemu? Ige mwoya, oppa?”

“iya, semua ini adalah ideku”

“oppa!!” bentak Victoria.

“Seohyun-ssi kembalilah ke kamarmu” ujar Kyuhyun.

Tanpa menunggu Kyuhyun berujar kembali Seohyun beranjak meninggalkan tempat itu. Sempat sekali ia menoleh untuk melihat Kyuhyun namun yang ia lihat Kyuhyun yang sedang berbicara dengan Victoria. Ia menghela napas panjangnya kemudian melangkah lebih cepat lagi.

“Hidup menuntut kita untuk memilih, apapun dalam hidup ini semua adalah pilihan. Pilihan untuk melangkah, pilihan untuk berbicara, pilihan untuk melihat, semua kau lakukan karena pilihan yang kau inginkan oleh karena itu saraf akan bekerja, tak ada keinginan untuk memilih maka saraf pun takkan bekerja”

Perlahan tangan Kyuhyun menggenggam tangan Victoria. “pilihanku kali ini bukan karena aku bermaksud membohongimu tapi karena aku tak ingin menyakitimu”

“gomawo” ucap Victoria, membalas genggaman tangan Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun tepat pada manic matanya.

“dan ada yang ingin aku katakan padamu” Kyuhyun memberikan senyumnya.

“apa itu?”

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Victoria. Ia menelan salivanya dengan pelan. Disampingnya Victoria terlihat tak sabar menunggu jawaban yang akan Kyuhyun katakan.

“pilihan ini – “

“Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo.. Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo”

I-Phone dalam saku Kyuhyun berbunyi keras. Menarik tangannya dari genggaman tangan Victoria. Mengangkat panggilan yang masuk ke I-Phonenya lalu mendekatkannya ke telinganya.

“yeoboseyo?”

“…”

Kyuhyun melihat ke arah jendela kamar Seohyun, lampu kamar itu masih menyala.

“tidak”

“…”

“tentu”

“…”

“ne”

“siapa?” Tanya Victoria langsung saat Kyuhyun menurunkan I-phonenya dari telinganya.

“orang tuaku, oh ya… ini sudah malam, kau ingin aku antar pulang?”

Victoria menatap Kyuhyun lama sebelum menjawab “iya”

Kyuhyun tersenyum kemudian menepuk bahu Victoria. “kajja” serunya, melangkah menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat mereka.

Tanpa sepengetahuan mereka. Dari balik jendela kamar itu, Seohyun memperhatikan setiap gerak-gerik mereka. Senyum tipis terbentuk pada bibirnya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“selamat malam” seru Kyuhyun seraya melambaikan tangannya pada Victoria yang baru saja keluar dari mobilnya. Victoria tersenyum sambil membalas lambaian tangan Kyuhyun. Roda mobil itu berputar kembali membuat mobil yang Kyuhyun tumpangi perlahan menjauh dari depan rumah Victoria.

Pandangan mata itu kembali tajam. Menatap lurus ke depannya.

“ini eomma, sebenarnya sekarang tidak boleh menelpon tetapi karena aku merindukan suaramu eomma menelpon, oh ya 3 hari lagi eomma pulang sedikit dipercepat, kau tidak keberatan?”

Perkataan eommanya saat menelponnya tadi terngiang dipikirannya.

“oh ya, jangan lupa jaga kesehatanmu,”

“dan satu lagi, jaga Seohyun”

Kyuhyun menginjak pedal gas dengan keras membuat mobil itu melaju cepat di jalan yang mulai sepi. Hanya beberapa kendaraan yang melewatinya. napas Kyuhyun tak beraturan saat menepikan mobilnya di bawah pohon di tepi jalan. Masih seperti tadi, ia memandang tajam ke depan.

“jaga Seohyun” lagi perkataan eommanya terngiang dipikirannya.

“sial, apa yang terjadi padaku”

Dengan keras ia memukul setirnya, membunyikan klaksonnya dengan keras.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Seohyun masih berdiri di balik jendela kamarnya. Masih melihat ke arah luar, tepatnya gerbang rumah itu. Sosok yang ia tunggu belum juga kembali. Jam sudah menunjukkan pukul 11. 57, 3 menit lagi hari akan berganti. Dipejamkannya matanya, lama. Merasakan perasannya saat ini.

Apakah pilihannya memang salah? Mencintai sosok yang tak mungkin mencintainya?

Mata itu terbuka kembali. Gerbang rumah itu adalah yang pertama ia lihat. Menghela napas beratnya. Masih belum ada tanda-tanda sosok yang ia tunggu pulang.

“Kyuhyun-ssi, kau kemana?”

Sempat terlintas dalam pikirannya bahwa Kyuhyun menginap di rumah Victoria namun segera ia menepis pikirannya itu.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“tambahkan satu gelas lagi”

Tangan itu untuk kesekian kalinya meminta untuk dituangkan gelas demi gelas bir ke dalam gelasnya. Pelayan itu menumpahkan kembali segelas bir ke dalam gelas itu. Sekali tegukpun bir itu sudah lenyap diminum.

“tambahkan lagi”

“maaf tuan, birnya sudah habis” ujar pelayan itu.

“bar apa ini kalau persedian birnya hanya sedikit”

“anda sudah menghabiskan lima botol bir tuan”

“apa kau lihat aku masih baik-baik saja, 11 botolpun aku masih sanggup” pria itu beranjak dari tempatnya kemudian mengeluarkan 5 lembar 10.000 won.

Sejenak ia mengedarkan pandangannya ke lantai dansa bar itu. Senyum sinis muncul pada bibirnya. Ia melangkah menuju pintu keluar. Tanpa memperhatikan setiap orang yang ia temui ia terus melangkah hingga ia berada di parkiran.

Sebuah mobil hitam baru saja berhenti tak jauh darinya. Pria itu masih saja tak memperhatikan siapapun itu. Beberapa langkah dari mobilnya seseorang menepuk bahunya.

“Kyuhyun-ssi”

Pria itu –– Kyuhyun –– tertawa kemudian membalik badannya untuk melihat sosok yang menepuk bahunya.

“oh, kau sopir taxi? kau juga suka ke tempat ini” ujar Kyuhyun.

“Bodoh, Seohyun mengkhawatirkanmu”

“apa kau bilang? Seohyun? Kau akan bertemu dengan Seohyun di sini? Yonghwa akan bertemu Seohyun di sini, oh bagus sekali”

“Ya!! Aku tahu kau belum mabuk, sekarang cepat pulang atau aku akan menyeretmu paksa untuk pulang” bentak Yonghwa.

“tidak terima kasih, aku masih ingin main-main” Kyuhyun kembali melangkah namun kali ini ia hendak kembali memasuki bar itu.

“kau memintaku untuk mengantarmu pulang?” Yonghwa berteriak dengan keras. Untung saja parkiran itu sepi, tidak akan ada yang terganggu oleh teriakannya.

“kenapa kau bersikeras ingin membawaku pulang, hah!!?” balas Kyuhyun tak kalah kerasnya.

“sudah aku bilang, Seohyun mengkhawatirkanmu” ujar Yonghwa.

“oh, begitu? Untuk kali ini, baik aku mengikutimu karena kau terlihat sangat marah, kau akan membawaku pulangkan, Menggunakan apa? Taxi?” Kyuhyun tertawa kemudian.

“ikut aku” ujar Yonghwa tak membalas perkataan Kyuhyun. Ia melangkah cepat, Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

“masuklah” ujar Yonghwa setelah menekan kunci otomatis pembuka kunci pintu mobil hitam di depannya.

“siapa kau sebenarnya?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Kyuhyun.

“masuklah” ujar Yonghwa kembali, ia lebih dulu masuk. Tak lama kemudian Kyuhyun mengikutinya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Mobil itu melaju pelan. Membelah jalan kota Seoul di malam hari. Yonghwa mengeluarkan I-Phonenya kemudian menelpon seseorang. Kyuhyun memperhatikan gerak Yonghwa dari sudut matanya diiringi dengan senyum sinisnya.

Terdengar suara dari seseorang dari dalam telpon namun tak terdengar jelas oleh Kyuhyun.

“iya, aku sedang bersamanya untuk pulang”

“..”

“aku mengerti, kau tak perlu menunggunya dia baik-baik saja tidurlah”

Sontak saja Kyuhyun memberikan deathglare-nya kepada Yonghwa.

“ne, jaljayo~” ujar Yonghwa mengakhiri telponnya.

“Seohyun?” tanya Kyuhyun langsung.

Yonghwa mengangguk seraya meletakkan I-Phonenya ke atas dashboard.

“apa tujuanmu sebenarnya? Siapa kau sebenarnya?” tanya Kyuhyun kembali. Kali ini ia melihat Yonghwa dengan tajam, menjelaskan keseriusannya saat ini.

Terdengar Yonghwa tertawa kecil disertai dengan gelengan kepalanya. “aku kira kau sudah tahu dari dulu”

“ untuk apa aku tahu jika tak ada hubungannya denganku, kali ini kita berhubungan maka aku bisa menanyakannya dan aku perlu tahu tentang itu”

“oh, sekarang sudah berrhubungan? Memangnya hubungan apa?”

“Seohyun”

“oh, begitu”

Yonghwa mempercepat laju mobilnya.

“memang apa kaitan Seohyun dengan kita?” Tanya Yonghwa kemudian.

Kyuhyun terkekeh kemudian menatap tajam Yonghwa di sampingnya.

“kau sengaja memancingku” ujar Kyuhyun.

“tidak aku hanya bertanya, aku memang berhubungan dengan Seohyun tapi apa kau juga? Bukankah kau tak pernah menganggapnya ada?” Yonghwa semakin mempercepat laju mobilnya.

Kyuhyun tak berkata lagi, ia hanya melihat lurus ke depannya. Yonghwa menengok sekilas Kyuhyun yang tak menjawab pertanyaannya kemudian focus kembali pada jalan di depannya.

Mobil terus melaju. Perlahan mulai melewati jalan menuju rumah keluarga Cho. Dari jauh mulai terlihat lampu salah satu kamar masih menyala, baik Kyuhyun atau pun Yonghwa melihat cahaya lampu itu. Hingga perlahan roda mobil berhenti berputar dan berhenti didepan gerbang rumah. Mesin mobil masih hidup, suaranya masih mampu terdengar hingga dalam mobil. Kyuhyun menghela napasnya kemudian mencoba melihat kamar dengan lampu masih menyala itu namun sayang gerbang yang tinggi menghalangi penglihatannya.

“mulai dari dulu sebenarnya kita sudah berhubungan, aku-Seohyun-kamu” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Lalu tanpa berkata lagi Kyuhyun turun dari mobil itu.

Yonghwa masih diam. Tak mematikan mesin mobilnya meski sudah lama sejak Kyuhyun turun dan masuk ke dalam rumah itu. Aku-Seohyun-kamu. Yonghwa melihat kea rah gerbang rumah itu cukup lama lalu menggerakkan persnelingnya dan menekan gas hingga mobil itu melaju cepat, meninggalkan deruman suara di belakangnya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Terdengar hembusan napas lega dari Seohyun, melihat sosok yang baru saja menutup pintu gerbang dan hendak melangkah memasuki halaman rumah itu. Seohyun tersenyum, rasa khawatirnya sudah sirna sekarang.

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu melihat pada kamar dengan lampu yang masih menyala. Di balik jendela, Seohyun cepat menghindar dari penglihatan Kyuhyun. Setelah lama, ia mencoba mengintip, melihat apakah Kyuhyun masih melihatnya atau tidak? Sudah tidak ada dia di sana. Seohyun tersenyum kembali disertai dengan hembusan lega juga.

Tok Tok Tok!!

Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Seohyun tak langsung membukanya, ia berpikir sejenak, siapa yang mengetuk pintu? Apakah Kyuhyun? Sepertinya begitu. Akhirnya Seohyun membuka pintu kamarnya. Benar saja. Sosok Kyuhyun berdiri di sana. Ada senyuman pada wajahnya. “gomawo” ujarnya tiba-tiba seraya mengulurkan tangannya. Seohyun membalas uluran tangan itu.

“kau mengkhawatirkanku, bukan?” Tanya Kyuhyun. Seohyun tersenyum. Perlahan Kyuhyun menarik tangannya, melepaskan tautannya dari tangan Seohyun. Ia melangkah memasuki kamar Seohyun.

“padahal kita bermasalah tadi tapi kau masih mau mengkhawatirkanku, apa kau sangat mencintaiku?” Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang Seohyun. Di depan pintu kamarnya, Seohyun masih berdiri. Tak sedikitpun ia bergeser dari tempatnya semula.

“kau sangat mencintaiku, bukan?” Kyuhyun berkata lagi. Ia membawa pandangannya ke arah Seohyun. Mejatuhkannya tepat di manic mata gadis itu. Seohyun menunduk. Begitu mudahkah pria itu menjelaskan perasaan? Bahkan dirinya sendiri sulit untuk mengerti tapi dia?

“tapi kenapa kau melanggar perintahku? Bukankah lebih baik kau menurutinya saja dan semua akan berjalan baik, aku tidak akan tahu apa yang kau rasakan dan aku..,” Kyuhyun menghela napasnya sejenak, menatap lebih lama Seohyun kemudian mengalihkannya. “aku takkan bingung seperti saat ini”

Ia kemudian beranjak seraya merapikan pakaiannya. “sebentar lagi orang tua kita akan pulang, jangan melanggar lagi. Kamu harus tahu, aku harus menjagamu oleh karena itu aku membuat peraturan untukmu” Kyuhyun berdiri tepat di depan Seohyun.

“semua bukan karena aku egois, oh.. mungkin sedikit memang egois tapi itu semua yeah… karenamu, selamat tidur” ujar Kyuhyun kembali lalu mulai menggerakan kakinya beranjak dari tempatnya.

“tunggu– “ Seohyun menahan lengan Kyuhyun sehingga langkah pria itu terhenti.

“kau tak mengingat kejadian itu?” Tanya Seohyun.  “kekasihmu sudah tahu semuanya, apa yang akan terjadi selanjutnya? Kau sungguh tak marah?”

Kyuhyun melepaskan tangan Seohyun dari lengannya. Ia kembali menatap Seohyun lembut, terlihat begitu damai pancaran matanya. Ia berucap, berucap sesuatu yang membuat gadis itu hampir menangis terharu. Ada adegan tersembunyi di sini, yang begitu indah, yang begitu cantik, dan akan selalu dikenang mereka.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Langit mulai menurunkan bulir-bulir halusnya. Setelah beberapa hari hujan, akhirnya musim dingin benar-benar datang. Lihat saja bulir-bulir halus itu, jatuh dengan lembut melewati kain tebal yang menutupi tubuh Seohyun yang berdiri di sebuah halte. Tentu saja ia tengah menunggu bus datang, namun sebuah mobil hitam justru berhenti di depannya. Sang pengendara keluar dengan mantel tebal berwarna cokelat muda dan sebuah kacamata cokelat menghiasi wajahnya. Seohyun mengernyit, heran tentunya. Ia sepertinya tak pernah bertemu dengan pengendara mobil ini, setelah pria itu melepas kacamatanya barulah Seohyun tersenyum. Ia mengenal pengendara itu.

“terima kasih untuk kemarin malam” ucap Seohyun. Pria itu – pengendara/Yonghwa – berdiri di samping Seohyun, ia tersenyum mendengar ucapan Seohyun.

“oh ya, ini mobil siapa?” Tanya Seohyun.

“mau berkeliling bersamaku?” ujar Yonghwa.

“jawab pertanyaanku dulu, ini mobil siapa?”

“kau ingin tahu?” Tanya Yonghwa kembali membuat Seohyun reflex mengangguk.

“nanti akan ku jelaskan kau harus mau menemaniku berkeliling dulu”

“baiklah”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Melihat pintu café itu beberapa kali. Beberapa kali menghembuskan napas panjang, bosan. Victoria kembali menengok arlojinya, jarum jam sudah bergeser 45 derajat dari sebelumnya berarti sudah lima belas menit ia menunggu dari tadi. Ini bukan kali pertama ia menunggu lama namun saat ini semua sungguh terasa lama, entah kenapa. Ia menyesap kembali jus-nya lalu kembali melihat pintu. Tak bergerak sedikitpun pintu itu. Tak ada satu pun orang masuk. Kembali ia meminum jus-nya, menengok kembali. Beberapa kali sudah ia melakukannya. Tepat 90 derajat jarum jam berputar. Seseorang mendorong pintu itu dari luar. Dengan sebuah hoodie hijau, celana hitam dan sepatu kets hijau, pria itu melangkah ke arah Victoria duduk. Gadis itu mengulum senyumnya, menyambut kedatangan orang yang ia tunggu.

“akhirnya kau datang, Kyuhyun oppa” ujarnya bahagia. Kyuhyun membalasnya dengan senyuman seraya menarik kursi kemudian duduk.

“kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun. Victoria mengangguk, tentu saja ia baik-baik saja kalau pria itu masih mau menemuinya.

“oppa, bisakah kau menjelaskan semuanya? Apa yang terjadi antara kau dan Seohyun?” Victoria menggenggam erat tangan Kyuhyun, menatap dalam kekasihnya itu.

Kyuhyun mencoba tersenyum meski tipis itu dapat membuat Victoria tersenyum lebih lebar darinya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Mobil hitam itu semula melaju lebih cepat dari lajunya saat ini. Melaju pelan lalu berbelok memasuki taman kota. Seohyun keluar setelah Yonghwa membukakan pintu untuknya. Hendak ia keluar tapi Yonghwa mendahuluinya membuka pintu. Pria itu menyambutnya dengan senyum. Seohyun tersenyum tipis namun Yonghwa tersenyum lebih lebar dibuatnya.

Mereka duduk pada kursi taman di bawah pohon ek. Menatap butiran salju yang turun mulai menutupi semua permukaan yang ia dapat jatuhi. Lapangan, pohon-pohon, tiap-tiap kursi taman yang tak terduduki dan semua permukaan yang dijatuhinya.

“Yonghwa oppa, kau bisa mulai menjawab pertanyaanku?” Seohyun berujar seraya memutar kepalanya, menatap Yonghwa.

Yonghwa tersenyum kemudian menghela napasnya pelan membuat uap air terlihat jelas karena dinginnya cuaca.

“kenyataan aku bukanlah aku” ujar Yonghwa menjawab. Seohyun mengernyit, tak mengerti.

“aku bukanlah aku, bukan seperti yang kau tahu, aku bukanlah pria dari jurusan hukum, bukan pria mandiri yang hidup sebagai sopir taxi, aku adalah Jung Yonghwa, Seo Jo Hyun,” jelas Yonghwa, tak melepas pandangannya dari Seohyun yang semakin mengernyitkan dahinya hingga matanya ikut menyipit.

“aku adalah Jung Yonghwa yang selalu melihatmu selama ini, Seo Jo Hhyun,” Yonghwa menggerakkan tangannya membelai pipi Seohyun, gadis itu tersentak namun tetap mencoba untuk tenang.

“aku adalah anak keluarga Jung, saingan keluarga Seo dan Cho, Seo Jo Hyun,” Suara Yonghwa mulai melemah, ia mulai menunduk dengan perlahan sejalan dengan tangannya yang mulai turun dari membelai pipi Seohyun.

“andai aku bukan dari keluarga Jung, aku takkan seperti ini, menjadi sopir taxi hanya untuk bisa bersama Seo Jo Hyun, andai saja aku anak keluarga Cho tentu aku adalah tunangan Seo Jo Hyun” pria itu mulai terisak.

Seohyun terdiam, tak tahu ia harus berbuat apa. Dicobanya menggerakkan tangannya menyentuh Yonghwa namun tak sampai ia menariknya kembali. Pria itu sangat mencintainya, melihat pria itu seperti bercermin. Ia yang sangat mencintai tunangannya yang telah mempunyai kekasih, tapi jalan setiap orang berbeda meski tujuan itu satu tapi harus bagaimana, setiap jalan tak selamanya lurus pasti ada persimpangan yang ada, kau harus memilih salah satu jalan dari persimpangan itu. Karena hidup itu adalah pilihan. Hebatnya, akan ada bayangan yang membayangi pilihan itu. Bayangan untuk bahagia atau bayangan untuk menderita. Percayalah sebenarnya bayangan itu bukanlah bahagia atau menderita, bayangan itu adalah pilihan dan pilihan adalah bayangan, karena bayangan dan pilihan adalah hidup.

“Yonghwa oppa” Seohyun berusaha membuka bibirnya memanggil. Yonghwa mencoba mengangkat kepalanya menatap Seohyun di depannya. Kali ini Seohyun tersenyum lebih lebar dan tulus.

“kau tak perlu mengandaikan semua ini, takkan ada perubahan dari perandaian. Jangan menyesali semuanya, terima kasih sudah membantuku. Maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu oppa, akan ada pelangi diakhir hujan seperti yang kau perlihatkan padaku” Seohyun menggenggam tangan Yonghwa erat kemudian melepasnya perlahan.

“aku ada keperluan dengan seseorang, ku mohon berhentilah seperti ini, aku akan menemuimu saat hal yang akan ku kerjakan selesai” ujar Seohyun, ia tersenyum menatap Yonghwa. Mengerti atau tidak dengan perkataan Seohyun, Yonghwa tetap mengangguk.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“aku datang ingin menjelaskan semuanya, Victoria-ah” seru Kyuhyun. Victoria mengernyitkan dahinya, aneh, berbeda, tak seperti biasanya. Kekasihnya memanggilnya seperti itu dan dengan nada yang berbeda pula.

“apakah ini buruk?” Tanya Victoria ragu, tiba-tiba ia merasa tak sanggup mendengar penjelasan Kyuhyun.

“buruk atau tidaknya orang mempunyai pandangan berbeda”

“kenapa perkataanmu kali ini mempunyai makna setiap katanya, apakah ini memang buruk?” Tanya Victoria lagi.

“Vic, aku akan menjelaskannya, kau harus dengar, bisa?” Kyuhyun menggenggam tangan Victoria lembut seraya menganggukkan kepalanya. Victoria menyetujuinya dengan anggukan pula.

“aku dan Seohyun memang melakukan pertunangan permainan, sejak tujuh bulan yang lalu, tidak singkat bukan?” Kyuhyun mulai menjelaskan, Victoria mendengarnya dengan seksama.

“entah kenapa, aku selalu bersikap dingin kepada Seohyun dari awal hingga sekarang. Aku pun bingung, bagaimana bisa aku begitu kepadanya, kepada orang lain aku akan berusaha tersenyum namun di depannya entah kenapa aku selalu tak tahu harus seperti apa sampai aku tak tahu ketaktahuanku membuatnya tersakiti” jelas Kyuhyun.

“tak ada namaku sedikitpun?” Tanya Victoria, tangan Kyuhyun yang masih dalam genggamannya semakin ia genggam erat.

“semenjak pertunangan itu, aku tidak tahu lagi nama yang membuatku gelisah selain tunangan pemainan itu, entah dimana perasaanku yang dulu semua terjadi begitu saja” jawab Kyuhyun.

“begitu?” lirih Victoria, ia melempar pandangannya ke arah lain. Matanya mulai beriak, titik demi titik mulai jatuh bersusulan.

“jadi itu semua berarti?” gumamnya namun Kyuhyun masih dapat mendengarnya.

“uljima” Kyuhyun menarik dagu keasihnya itu – ralat mantan kekasihnya sekarang.

“kita bukan pasangan lagi?” ujar Victoria. Kyuhyun mengangguk dan Victoria hanya bisa memejamkan matanya membuat susulan-susulan air mata itu semakin cepat, berlomba lebih cepat menuruni pipi gadis itu.

“jangan menangis, percayalah ada pelangi setelah hujan” ujar Kyuhyun.

Victoria menghapus air matanya yang berjatuhan dan Kyuhyun pun menarik tangannya dari dagu gadis itu.

“ada hal lain yang harus aku kerjakan, aku akan menemuimu setelah semuanya selesai” ujar Kyuhyun dengan senyuman kemudian meninggalakan Victoria setelah melambaikan tangan padanya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Waktu itu, perayaan pertunangan anak keluarga Cho dan Seo. Semua tertata rapi namun terkesan tertutup. Meja-meja tertata dengan lima buah kursi yang mengelilinginya. Lampu dengan cahaya indahnya terdekor mengelilingi masing-masing tiang lalu ada bunga-bunga penghias dan sebuah panggung kecil yang menjadi sorotan dari pesta kecil, pertunangan itu.

Saat baru saja kedua pasangan, Cho Kyuhyun & Seo Jo Hyun memasukkan cincin tunangan ke tangan masing-masing tunangan, tepuk tangan meriah terdengar. Ada satu orang dengan tepuk tangan pelan, ia yang duduk di pada kursi di sudut ruangan. Anak dari keluarga yang sengaja tak diundang namun tetap bisa datang ke pesta itu, dia – Jung Yonghwa.

Semua tamu telah pulang, hanya keluarga dari pasangan yang bertunangan yang masih. Mereka berkumpul di dekat panggung. Tawa mereka terdengar bahagia, bahkan membuat pipi pasangan itu bersemu merah.

“Kyuhyun, kau antar Seohyun pulang ya” ujar tuan Cho. Kyuhyun mengangguk kemudian melangkah terlebih dahulu dengan Seohyun menurutinya dari belakang.

Mereka terus berjalan menuju parkiran, tak ada pembicaraan dari mereka. Maklum mereka belum kenal dekat, pertunangan ini adalah usul keluarga mereka.

“bagaimana kalau pertunangan ini kita jadikan petunangan permainan?” ujar Kyuhyun tiba-tiba yang membuat langkah Seohyun terhenti.

“kita sama-sama bertunangan karena orang tua kita, bagaiamana kalau kita bertunangan permainan”

Jauh dari sana, seseorang melihatnya dengan pandangan tajam. Kedua tangannya dimasukkannya ke dalam saku celananya. Dilihatnya sang pria dari orang yang ia amati memasuki sebuah mobil lalu meninggalkan gadis yang bersamanya sendirian. Pria itu tersenyum kemudian memasuki mobil taxi di depannya. Dengan cepat ia mengenakan pakaian sopir taxi yang sudah ia sediakan.

Mobil taxi mulai melaju pelan, mendekat ke arah gadis yang kini berdiri di pinggir jalan.

Gadis itu masuk ke dalan taxi.

Entah bagaimana percakapan dimulai. “aku Yonghwa, Agassi siapa?”

“aku Seohyun, Seo Jo Hyun”

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Seorang pria meletakkan buku yang ia baca pada meja di depannya. Melihat kea rah I-Phonenya. Ada sebuah pesan yang ia terima.

From : Seohyunie

To : Me

Aku bilang akan menemuimu saat hal yang ku kerjakan telah selesai, besok pagi aku akan ke rumahmu

Pria itu tersenyum. Tak perlu menunggu kau datang Seohyun aku sudah tahu, batinnya.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“maaf aku terlambat lagi” ujar Kyuhyun seraya membungkukkan badannya. Victoria tersenyum, baru beberapa hari tak bertemu Kyuhyun, banyak perubahan pada pria itu. Ia mulai terbiasa membungkuk untuk meminta maaf dan gaya rambutnya pun sedikit berbeda.

“urusanmu sudah selesai?” Tanya Victoria.

Kyuhyun mengangguk. “maaf aku tidak bisa lama, aku hanya ingin menyerahkan ini” ujar Kyuhyun kemudian meletakkan benda yang ia maksud di atas meja.

Victoria terdiam kemudian tersenyum menatap Kyuhyun.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

“tak perlu memberiku” ujar Yonghwa tiba-tiba kepada Seohyun yang duduk di depannya.

“kau marah?” Tanya Seohyun.

“kau sedang terburu-buru, bukan?”

Seohyun mengangguk pelan, membenarkan.

“aku sudah tahu tentang benda yang akan kau berikan, aku ingin ke bandara, bukan? Pergilah aku rasa seseorang baru saja menghentikan mobilnya di luar”

“Yonghwa oppa” ujar Seohyun.

Yonghwa tersenyum. “fighting, aku sudah merestui kalian”

Seohyun tersenyum lebih lagi kemudian beranjak menemuinya yang telah menunggu di luar.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Victoria tersenyum tipis, mencoba menghadirkan rasa senang dalam hatinya. Iya, ia harus senang menerima benda itu, harus. Jika ia adalah orang yang memberikannya tentu ia akan berharap siapapun akan senang menerimanya. Benda itu – surat undangan pernikahan CHO KYUHYUN – SEO JO HYUN.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Kejadian malam itu. Saat Kyuhyun sampai setelah Yonghwa mengantarnya pulang. Disitulah semua di mulai.

“kau tak mengingat kejadian itu?” Tanya Seohyun.  “kekasihmu sudah tahu semuanya, apa yang akan terjadi selanjutnya? Kau sungguh tak marah?”

Kyuhyun melepaskan tangan Seohyun dari lengannya. Ia kembali menatap Seohyun lembut, terlihat begitu damai pancaran matanya.

“aku ingin – ” Kyuhyun menarik Seohyun ke dalam pelukannya.

“kita memulainya dari awal, bukan permainan tapi keseriusan, bukan pertunangan tapi pernikahan, buakn siapa-siap tapi kita, aku sekarang kekasihmu, kau sekarang kekasihku”

Dengan pelan, Kyuhyun mulai mencium Seohyun. Seolah mengeskspresikan cinta yang rasa saat ini, kepadanya, Seo Jo Hyun.

Dan dari situlah semua berawal, ini akan selalu mereka kenang dalam hidup mereka.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

END—–à

Akhirnya ff ini end, satu ff lagi hiatusku nyaman🙂 kekekekek~~

25 thoughts on “Shadow [Last Part]

  1. Ending yang manis..🙂
    Ga perlu banyak kata dan tindakan,akhirnya SeoKyu bisa bener2 bersatu dengan perasaan yang sudah saling cinta satu sama lainnya🙂

  2. ‘bayangan itu adalah pilihan dan pilihan adalah bayangan’ aku gak ngerti kalimat itu… apa mungkin maksudnya “pilihan dan bayangan itu sama”?

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s