Family [OneShoot]

sss_副本

FAMILY

FF ini diangkat dari kisah nyata yg sedikit ditambah-tambahin. Author bikin ini waktu lagi galau dan lagi nangis terisak-isak. Jadi kalu ada Typo atau apalah yg kurang memuaskan author hanya bisa mengatakan “jeongmal mianhae”

Cast : Seo Joo Hyun as Kim Seo Hyun

Kim Ki Bum

Mr. KIM & Mrs.KIM

 Cho Kyuhyun

Im Yoon Ah

Kwon Yuri

Hwang Mi Young (Tiffany) as Cho Mi Young

Kim Taeyeon

Length : Oneshoot

Genre  : family, Friendship, Romance

Author : Cho Min Ah

Suara itu lagi. Teriakan itu lagi. Bunyi keras itu lagi. Hampir setiap hari hanya itu yg kudengar. Aku hanya bisa diam dan menangis di dalam kamar. Aku hanya bisa memeluk oppaku sambil terisak. Aku tidak bisa melakukan apapun selain itu. Aku hanya bisa diam. Tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Kadang aku hanya menangis dalam hati. Meringis aku kesakitan setiap mengingat hal ini.

Aku adalah orang yg sangat tidak berguna yg sudah tidak sanggup menjalani hidup yg bagaikan neraka ini.

Namaku Kim Seo Hyun. Aku adalah yeoja yg sama sekali tidak bahagia. Keluargaku Broken Home. Hampir setiap hari eomma dan appaku bertengkar. Mereka tidak mau tidur bersama. Mereka bahkan sudah berunding untuk cerai.

Yg bisa kulakukan hanya menangis. Hanya mengadu kepada oppa dan chingudeulku. Juga guru Bimbingan Konseling(BK) di sekolahku dan saeng eommaku Kim Taeyeon. Aku sungguh sangat sakit setiap mengingat kejadian di rumahku.

Appa bukanlah bos besar yg memerintah di kantor besar yg memiliki peran tinggi. Appa hanyalah seorang karyawan kantor dengan jabatan yg tidak terlalu tinggi. Jabatannya hanya setara dengan manager.  Eomma juga hanya seorang guru yg mengajarkan bernyanyi di sebuah gereja atau panti asuhan. Aku hanya seorang pelajar biasa yg masih berumur 16 tahun. Oppaku, Kim Ki Bum adalah orang yg dingin dan cuek namun lembut dan perhatian dan umurnya jauh beda denganku. Dia sekarang sudah menjadi mahasiswa jurusan bahasa berumur 22 tahun.

Keluargaku benar-benar kacau semenjak eommaku mengikuti sebuah organisasi agama. Dia jadi sibuk dan jarang ada di rumah. Selalu pulang malam dan tidak pernah memasak. Walaupun ada waktu senggang eommaku hanya menggunakannya untuk bermain HP dan berSMSan dengan temannya. Dia jarang sekali mencuci dan menyetrika baju. Dia juga tidak pernah mengurus rumah. Semua itu appa dan aku yg lakukan.

Bukannya aku ingin menjelek-jelekkan eommaku tapi memang itu kenyataannya. Appaku bukan orang yg terlalu sibuk tapi aku tau dia sangat kelelahan dengan pekerjaannya di kantor. Eommaku bukanlah orang yg mau menyambut kepulangan suaminya. Saat dia berada di rumah dan appa pulang dari kantor dia hanya diam dan terus menonton TV tanpa memedulikan appa.

Appaku adalah orang yg pendiam namun akhir-akhir ini dia sering membuat lelucon untuk menutupi kekecewaannya pada eomma. Ya aku mengerti itu. Appa selalu berusaha tersenyum di depanku dan Kibum oppa. Dia selalu berusaha menjadi yg terbaik bagiku dan Kibum oppa. Sedangkan eomma? Dia selalu sibuk dengan pekerjaannya yg tidak jelas itu.

Appa, bagiku dia adalah sosok yg sempurna. Dia selalu berusaha keras. Dia selalu berjuang demi keluarganya. Untuk eomma, untukku dan Kibum oppa. Tidak jarang dia memberi uang pada eomma setelah dia gajian.

Tapi eomma, dia bukanlah sosok istri dan eomma yg baik bagiku. aku memang sayang kepadanya. Tapi aku tidak yakin dia sayang padaku. Kurasa dia lebih sayang pada pekerjaan dan teman-teman kerjanya. Eommaku tidak pernah mau mengeluarkan uang untuk keluarga kami. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. dia tidak pernah berusaha untuk jadi yg terbaik. Dia tidak pernah menanyakan bagaimana keseharianku di sekolah.

Saat appa sakit dia malah memikirkan pekerjaanya. Dia tidak mau merawat appa. Saat aku dan Kibum oppa sakit hanya appa yg mau izin kerja beberapa hari untuk merawat kami. Sedangkan saat eomma sakit dan appa tidak merawatnya dia pasti mencibir dan bilang “appamu tuh sama sekali tidak pernah memperhatikan eomma. Kalau eomma sakit dia pasti cuek. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri!” aku hanya bisa berkata dalam hati dengan kekecewaan yg mendalam ‘bukannya kau yg hanya memikirkan diri sendiri!’ padahal saat appa pulang kerja saat eomma sakit, appa selalu menanyakan keadaan eomma. Lalu dia masih bilang appa hanya memikirkan diri sendiri dan tidak memperhatikannya!!

Aku benar-benar sangat kecewa pada eommaku. Dan puncak kekecewaanku adalah saat aku melihat buku catatan yg selama ini hanya dia yg boleh melihat. Halaman awal catatan itu biasa-biasa saja. namun saat aku membuka halaman terakhir buku itu aku menemukan tulisan  ‘Lee Jong Hyun’ lalu ada juga tulisan ‘Lee Seo Hee’ Seo Hee adalah nama eommaku tapi marganya kan Kim bukan Lee. Ya Lee itu adalah marga dari Lee Jong Hyun teman kerja eomma yg setiap hari selalu ada SMSnya di HP eomma. Eomma apa kau tidak sadar diri!? Sudah punya suami masih ingin suami orang!? Itulah manusia, tidak pernah merasa cukup.

Aku benar-benar kecewa saat melihat tulisan itu. Saat itu aku berpikir ‘tidak ada lagi eomma dalam hidupku!! Dia sudah mati!! Kim Seo Hee yg kulihat hanya hologram. Yg bicara dari akhirat sana.’ Yg ada dalam pikiranku adalah agar appa bisa sabar saat mengetahui hal itu. Aku memang tidak ingin memberitahukan hal ini pada siapapun. Hanya oppa dan Taeyeon ahjumma saja yg akan kuberitahu.

Hari ini aku kembali berangkat ke sekolah dengan galau dan sedih. Saat aku masuk ke area sekolah dua orang sahabatku menyapaku.

“anneyeong, Seo! bagaimana keadaanmu??” tanya Yoong sahabatku.

“aku baik.” Jawabku sambil tersenyum miris.

“jinja?? Ayolah Seo, dari wajahmu saja aku sudah yakin kau ada masalah lagi.” Kata Yul, sahabatku yg lain.

“bagaimana kalau saat jam istirahat nanti kita pergi ke ruang BK dan curhat pada Miyoung unnie??” usul Yoong.

“aku memang berencana kesana kok. Tapi masa’ kalian juga ikut??” tanyaku ragu.

“tidak apa! Kami ingin mendengar masalahmu dan mencoba membantumu.” Kata Yul.

“baiklah.”

Cho Mi Young atau Miyoung unnie adalah satu-satunya guru BK di sekolahku. Dia adalah yeoja cantik dan bijaksana. Dia juga bisa menyelesaikan hampir semua masalah siswa di sekolahku. Umurnya 25 tahun dan dia masih lajang. Dia tidak suka dipanggil songsaenim karna dia bilang dia masih muda. Dia juga adalah noona dari namja yg kusukai. Cho Kyuhyun. Kyuhyun adalah temanku dari SD sampai sekarang. Dia adalah namja yg baik dan lucu. Aku sangat menyukainya. Dia tampan dan keren.

Sesuai rencana, saat jam istirahat aku dan kedua sahabatku pergi ke ruang BK yg sepi dan hanya ada Miyoung unnie disana. Saat aku mengetuk pintu ruangan itu dan mulai melangkahkan kakiku masuk Miyoung unnie langsung menyapa dari dalam

“hai, Seo, Yoong, Yul!”

“anneyeong, unnie…” balasku Yoong dan Yul.

“Mau curhat lagi ya??” tebak Mi Young unnie.

“ne.” jawabku.

“baiklah. Duduklah di tempat biasa.”

Aku, Yoong dan Yul duduk di sebuah meja pendek dan lebar yg dikelilingi beberapa bantal untuk duduk. Ya disitulah biasa para siswa mengadukan masalahnya. Ruangan itu memang nyaman. Disana adadapur kecil dan sebuah mini fridge. Juga beberapa snack yg bisa dimakan saat sedang curhat. Miyoung unnie memberikan kami masing-masing secangkir susu dan beberapa potong biscuit.

“baiklah, apa ceritamu??” tanya Miyoung unnie setelah duduk di depanku. Aku pun menceritakan kejadian yg kualami tadi malam dimana eomma dan appaku bertengkar karna kemarin eommaku tidak pulang semalaman dan tidur di rumah Taeyeon ahjumma. HPnya tidak aktif dan masalah lainnya. Appaku bahkan sampai memecahkan sebuah guci yg kuharap tidak mahal. Eommaku bukannya merasa bersalah malah menantang appaku. Dan mereka merencanakan untuk bercerai. Aku bercerita sambil menangis. Saki~t hatiku rasanya. Sakit sekali dan berdenyut-denyut. Yoong dan Yul berusaha menenangkanku sambil mengelus punggungku atau memelukku. Miyoung unnie mendengarkan ceritaku dengan seksama.

“sebenarnya dulu aku juga pernah merasakan hal yg seperti itu. Aku dan Kyuhyun. saat itu aku juga hanya bisa menangis sambil memeluk Kyuhyun yg masih berumur 3 tahun. Namun aku berusaha mencari jalan keluarnya. Dengan cara apapun juga. Aku mencoba dengan cara mogok makan, diam sepanjang hari dan lainnya sampai akhirnya aku kesal karna eomma dan appaku tidak rukun juga. Akhirnya aku meneriaki dan memarahi mereka sambil menangis. Lalu aku berlari meninggalkan rumah dan pergi ke tempat kakekku. Esoknya eomma dan appaku meminta maaf  padaku dan Kyuhyun sambil menangis. Akhirnya keluarga kami kembali rukun.” Cerita Miyoung unnie.

“yah… tapi aku tidak yakin itu akan berhasil untuk mendamaikan keluargamu.” Lanjutnya sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal. “yg lebih penting sih agar kau terus bersabar dan memohon pada Tuhan untuk kerukunan keluargamu. Sekali-sekali suarakan pendapatmu juga.” aku menghapus air mataku.

“hiks.. gomawo unnie.” Ucapku sambil tersenyum.

“nah..jangan menangis terus ya. Nanti airmatamu habis dan tidak bisa dikeluarkan saat terharu saat menikah dengan Kyuhyun.” Miyoung unnie tersenyum menggodaku.

“cieeeh…” sorak Yoong dan Yul.

“apaan sih!?” seruku malu. Miyoung unnie Yoong dan Yul menertawaiku.

Aku pulang dengan perasaan agak tenang. Tapi ketenangan itu hilang ketika aku melihat pecahan beling berserakan di lantai ruang keluarga rumahku. Kulihat Kibum oppa memperhatikan pecahan itu sambil menghela nafas dan memasang wajah kecewa.

“oppa, eomma dan appa..” ucapku tertahan.

“ya, mereka bertengkar lagi. Eomma pergi dan appa ada di kamarnya.” Kata Kibum oppa.  Aku menghela nafas. aku berusaha mengumpulkan pecahan beling itu dengan Kibum oppa. Mataku mulai basah. Pandanganku mulai kabur dan aku menangis lagi.

“akh..” rintihku ketika tanganku berdarah terkena pecahan beling. Kibum oppa mendekatiku dan melihat tanganku.

“bahaya memungut beling dengan mata yg berair. Ayo, kita obati lukamu.” Kibum oppa menyuruhku duduk di sofa yg ada di ruang keluarga di depan TV. Dia mengambil kotak P3K dan mulai mengobati lukaku.

“sudah selesai. Lain kali hati-hati.” Kata Kibum oppa. Lalu dia pergi untuk mengembalikan kotak P3K.

Memoriku berputar mengingat masa lalu. Dulu, saat umurku masih sekitar 10 tahun kebawah, kami berempat sering menghabiskan waktu di sini. Duduk di sofa ini sambil menonton TV. Rebutan remote TV. Makan bersama. Tertawa dan mengeluarkan lelucon-lelucon tidak perlu. Airmataku kembali mengalir deras. Wajahku merah, pipiku basah. Aku terisak lagi.

Kibum oppa kembali dan melihatku menangis.

“ada apa lagi??” tanyanya.

“aku… ingat saat kita masih sering bersama disini. Bercanda dan bermain dengan eomma dan appa. Hiks.. hiks..” jawabku. Kibum oppa menatapku miris dan langsung memelukku.

“mianhae.. aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Sesal Kibum oppa pelan.

“bukan salah oppa. Bukan salah oppa… hiks..” aku membalas pelukan Kibum oppa dan menangis di dadanya. Samar-samar kulihat appa mengintip dari pintu kamar dengan wajah sedih.

Aku terjaga malam ini. eomma belum pulang sejak insiden tadi siang. Aku menunggunya sambil menonton TV di ruang keluarga.

Cklek..

Kudengar suara pintu dibuka. Aku menoleh kearah pintu rumah dan melihat eomma masuk ke dalam rumah. Aku segera menghampirinya.

“eomma! Eomma darimana saja?? kenapa baru pulang??” tanyaku.

“bukan urusanmu.” Jawab eomma singkat. Aku terkejut.

“tapi eomma semua sangat menghawatirkan eomma! Eomma itu yeoja tapi kenapa pulang malam-malam!?” tanyaku.

PLAKK!!!

Bukannya menjawab eomma malah menamparku dengan keras sampai aku terjatuh.

“EOMMA!!” seruku kaget sambil memegangi pipiku yg memerah. Airmataku mengalir lagi. Kulihat Kibum oppa keluar dari kamarnya. Dia kaget dan langsung menghampiriku.

“Diam kamu!! Kalian tidak perlu sok perhatian terhadapku!! Kalian semua munafik!! Kalian iblis bermuka dua!! Bilang saja terus terang kalau kalian tidak ingin aku ada di dunia ini!! bilang saja kalau kalian sangat membenciku dan ingin aku segera lenyap dari bumi ini!! ‘tapi eomma, semua sangat mengkhawatirkan eomma!’ apa itu!? Menjijikkan!!” seru eomma sambil mengikuti ucapanku tadi dengan gaya lebay.

“EOMMA!!!” seru Kibum oppa marah.

“Apa!? Apa!? Kamu mau membela adikmu dan appamu!? HAH!? Silahkan saja!! terus saja kalian meninggalkanku!!! Buang saja aku!! Aku tidak membutuhkan kalian para sampah yg tidak berguna!!!” seru eommaku.

“SINTING KAMU KIM SEO HEE!!!” seru appaku ikut keluar dari kamar.

“Iya!! Memang aku sinting! Lantas kamu mau apa!? HAH!? Kerjamu hanya bekerja saja!! tidak pernah mengurus keluarga!!”eomma membalas perkataan appa.

“Kibum, bawa Seohyun masuk ke kamar.” Suruh appaku. Kibum oppa pun membawaku ke kamarku dan menemaniku disana. Sementara itu dari luar terdengar seruan-seruan yg memekakkan telinga dan membuat air mataku tambah mengalir dengan deras.

“mian..” ucapku pelan.

“mianhae… seandainya aku tidak menunggu eomma pasti tidak akan terjadi seperti ini… hiks..” ucapku lagi. Kibum oppa mendekatiku dan memelukku.

“bukan salahmu. Bukan salah siapa-siapa..” Kata Kibum oppa.

“hiks..huu..hiks…hiks..hiks..” malam itu aku habiskan dengan menangis di pelukan Kibum oppa.

Beberapa hari kemudian aku berjalan pulang ke rumah dengan hati gembira. Kyuhyun baru saja menanyakan keadaanku. Dia bilang

“akhir-akhir ini matamu bengkak dan merah. Apa kamu baik-baik saja??” saat aku menjawab aku baik-baik saja dia memberiku sebatang coklat dan setangkai permen lollipop. Lalu dia berkata

“kata orang kalau kita makan yg manis2 saat sedih pasti akan jadi gembira. Makanya makanlah permen dan coklat itu ya! Aku tidak ingin melihatmu menangis. Jadi tersenyumlah!” lalu dia mengelus kepalaku. Ah~ aku senang sekali!!

Aku melangkahkan kakiku dengan riang. Saat aku memasuki pekarangan rumahku aku mendengar teriakan-teriakan dari dalam. Hatiku kembali terasa tersambar petir. Lagi-lagi.. aku membuka pintu rumahku dengan pelan. Kulihat eomma dan appa sedang bersilat lidah di ruang keluarga. Aku melewati ruang tamu dengan perasaan gelisah dan takut. Kudengar eomma berkata

“memangnya kenapa, Kim Hyun Bum-ssi!?” lalu appa berteriak

“JAGA UCAPANMU KIM SEO HEE!!!” aku melihat Kibum oppa mengepalkan tangannya melihat pertengkaran eomma dan appa. Aku menangis lagi. Ya Tuhan, kapan cobaan ini akan berakhir??

“Kim Seo Hee kau sudah keterlaluan!!” seru appaku.

“memang kenapa?! Kamu mau apa?? Kamu mau pukul aku?? Hah?? Ayo! Ayo coba!! Pukul aku dimanapun kamu mau!!” tantang eomma sambil menunjukkan wajahnya.

Inilah kelemahan appa. Appa tidak pernah bisa memukul seorangpun yeoja. Dan sifat itu menurun pada Kibum oppa. Makannya eomma tidak takut dengan appa.

Kulihat appa mulai mendekati eomma dengan tangan yg siap menampar. Aku tau appa tidak mungkin menampar eomma tapi aku tetap mencoba menghentikan appa.

Aku berlari dan berhenti di depan appa dan eomma.

“CUKUUUPP!!!!!!!” seruku. Appa, eomma dan Kibum oppa terkejut. Tapi tiba-tiba eomma mendorongku dengan kuat dan aku lagi-lagi terjatuh dilantai. Kibum oppa menghampirku. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Aku kini sudah mengepalkan tanganku. Aku berdiri dengan cepat dan menatap eomma dan appaku dengan tatapan marah.

“CUKUP SUDAH!!! AKU TIDAK INGIN MELIHAT PERTENGKARAN LAGI DI RUMAH INI!!! KALIAN PIKIR ENAK APA JADI ANAK YG ORANGTUANYA BERTENGKAR SETIAP HARI!!? KALIAN HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI!!! TERUTAMA EOMMA!!! EOMMA SANGAT EGOIS!!!! EOMMA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KAMI!! COBA KALIAN RASAKAN BAGAIMANA RASANYA JADI AKU DAN KIBUM OPPA!!!! COBA BAYANGKAN!!! PIKIRKAN!! ATAU KALIAN MAU MERASAKANNYA DULU!!!?? HAH!?!?! JUJUR SAJA SELAMA INI AKU SELALU BERSABAR DAN HANYA BISA MENANGIS TAPI TIDAK KALI INI!! AKU TIDAK BISA DIAM SAJA KALI INI!!! LEBIH BAIK KALIAN CERAI SAJA KALAU TIDAK MAU HIDUP BERDUA!!! KALIAN TIDAK BERPERASAAN!! KALIAN JAHAT!! EGOIS!! KEJAM!!” aku berteriak panjang dengan kesal. Aku sudah tidak peduli lagi!! Aku tidak mau tau lagi!! Pertengkaran ini harus dihentikan!!! HARUS!! Atau keluarga kami tidak akan bahagia selamanya!!

“Kamu.. DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI!!!!” seru eomma. “KAMU SUDAH KUBESARKAN TAPI BERANI MEMBENTAKKU!!! KAMU PIKIR KAMU SIAPA!?!?! HAH!? APA KAU TIDAK BELAJAR!? AKU MENGANDUNGMU SELAMA 9 BULAN!! AKU JUGA MELAHIRKANMU DENGAN PERTARUHAN NYAWA!! TAPI KAMU MALAH MEMBENTAK DAN MEMARAH-MARAHIKU!! BERANI SEKALI KAMU!! DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI!!” lanjutnya. Aku terdiam. Iya memang benar, dia meliahirkanku dengan pertaruhan nyawa. Tapi aku tidak mau tau!! Aku harus menghentikan pertengkaran ini!!

“MEMANGNYA KENAPA KALAU KAU MENGANDUNGKU SELAMA 9 BULAN!? KENAPA KALAU KAU MELAHIRKANKU DENGAN TARUHAN NYAWA?! LAGIAN SIAPA YG MEMINTAMU MELAHIRKANKU!? BUKAN AKU KAN!? DAN JUGA KALAU AKU TAU AKU AKAN LAHIR DI KELUARGA SEPERTI INI AKU AKAN MEMINTA PADA TUHAN AGAR  AKU DAPAT KELUARGA YG BISA LEBIH HARMONIS DAN SALING MENYAYANGI!!! BUKAN SEPERTI KELUARGA INI!!” seruku membalas perkataan eomma dan berlari keluar rumah.

“Seohyun!!” panggil appa dan Kibum oppa sambil mengejarku. Aku kembali masuk ke dalam rumah dan berteriak

“DASAR YEOJA TAK TAU DIUNTUNG!!!!! TUKANG SELINGKUH!!! SEKARANG SIAPA YG TIDAK TAU DIRI?! HAH!?” dan aku kembali berlari pergi.

Aku melangkahkan kakiku tanpa arah. Aku hanya terus berlari sambil menahan tangis. Tiba-tiba hujan deras mengguyurku dan Seoul. Aku tetap berlari menerobos hujan deras yg membasahi tubuhku.

Aku terus berlari sampai akhirnya aku tiba di sebuah rumah mungil yg halamannya luas dan penuh dengan bunga ada yg putih dan ada yg biru. Aku yakin setiap hari disiram semua. Mawar dan melati semuanya indah!#PLETAAKK!!! Dilempar sandal sama readers.

Aku tau rumah ini. rumah Miyoung unnie dan Kyuhyun. Miyoung unnie suka sekali bunga. Makanya halamannya luas dan penuh dengan bunga ada yg putih dan ada yg biru. Aku yakin setiap hari disiram semua. Mawar dan melati semuanya indah!#BUAAKK!!! Ditabok readers.

Aku mengetuk pintu rumah itu perlahan. Pintu terbuka dan terlihatlah Miyoung unnie dengan wajah kagetnya. “Seohyun!? kok bisa ada disini?? Aduh.. kau basah kuyup..” ucapnya kaget.

“aku…berhasil..melakukannya..” kataku sambil tersenyum dan akhirnya aku tidak bisa melihat apa-apa. Yg bisa kudengar adalah teriakan Miyoung unnie yg meminta Kyuhyun membantunya mengangkatku. Setelah itu aku benar-benar tidak bisa melihat dan mendengar apa-apa.

“Seohyun!” kudengar ada suara memanggilku.

“Seohyun!” uuh.. siapa sih?? Aku membuka mataku dan terkejut melihat Miyoung unnie ada disamping kananku. Ugh… aku memegang kepalaku dan mencoba untuk duduk.

“aku…” ucapanku terputus karna pertanyaan Miyoung unnie.

“kau datang ke sini dengan keadaan basah kuyup, dan kau tiba-tiba pingsan setelah bilang ‘aku berhasil melakukannya’. Maksudnya apa??”  aku tersenyum lemah.

“aku berhasil. Akhirnya aku bisa melakukan hal yg sama sepertimu. Aku berusaha unuk tidak menangis dan aku bisa menyuarakan pendapatku.” Jawabku.

“ma..maksudmu..??”

“ya, aku sudah bilang apapun yg ingin kukatakan pada eomma dan appa.”

“syukurlah, ya, Seo.. kuharap eomma dan appamu bisa mengerti. Jadi kau benar-benar lari dari rumah??” tanya Miyoung unnie.

“entahlah. Aku hanya memakai seragam.. eh??”

aku terkejut melihat pakaianku yg awalnya seragam berganti menjadi piyama yg hangat dan lembut. Tapi agak kebesaran.

“aku menggantikan bajumu. Kebesaran ya?? Soalnya itu piyamanya Kyuhyun. aku tidak punya piyama jadi kalau tidur pakainya baju santai.” Terang Miyoung unnie. Aku hanya mengangguk sampai aku mendengar  ‘soalnya itu piyama Kyuhyun.’ punya Kyuhyun katanya!? matilah aku!!

“i..i..ini piyama..Kyuhyu..n??” tanyaku.

“yap! Kau senang kan??” goda Miyoung unnie di telingaku. “UNNIE!!” seruku malu.

Pintu tempatku dan Miyoung unnie berada terbuka.

“oh, kamu sudah sadar, Seo??” terdengar suara Kyuhyun. “n..ne.” jawabku.

“ngomong-ngomong Yoona dan Yuri akan datang. Tadi aku sudah telpon mereka.” Kata Kyuhyun.

“ah, gomawo Kyuhyun-ah.” Ucapku.

“kan aku sudah berkali-kali bilang panggil aku oppa! Aku lebih tua darimu tau!” protes Kyuhyun. “kita hanya beda beberapa bulan kok!” tolakku.

“aku..akan membuatkan susu hangat untukmu dulu ya!” ucap Miyoung unnie tiba-tiba dan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilanku.

“nah, sekarang beritahu aku, kau pasti belum memakan permen dan coklat yg kuberi tadi.” Tebak Kyuhyun.

“bagaimana kau bisa tau??” tanyaku.

“kau terlihat tidak senang.” Jawab Kyuhyun.

“mana bisa aku senang dulu. Masalah keluargaku belum selesai.” Kataku.

“lalu bagaimana dengan panggilanku??” tanya Kyuhyun.

“panggilan apa??”

“oppa, oppa.”

“idiiih… males…” ucapku.

“jiah.. gitu dia. Awas ya! Kuberitahu appa, eomma dan Kibum hyung kalau kamu ada disini!” ancamnya sambil berdiri meninggalkanku.

“eh, jangan dong!” aku turun dari ranjang dan berusaha mengejarnya. Karna takut tertinggal aku pun melompat ke punggungnya dan..

“GYYAA!!”

“KYAA!!”

GUBRRAAKK!!!!!

Kami pun jatuh dengan indahnya. Tanpa kusadari aku kini sedang berada di atas tubuhnya. Posisiku dan dia dekat sekali. Wajahku dan wajahnya juga. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku.

BRRAAAKK!!!

Pintu kamar ini menjeblak terbuka. Aku dan Kyuhyun kaget dan langsung berusaha menjauhkan diri masing-masing. Ternyata Yoong dan Yul.

“aiih…aiiihhh… ternyata kamu bisa nyerang juga Seo…” goda Yoong dan Yul.

“tidak! tidak! kalian salah paham!” seruku dan Kyuhyun bersamaan.

“waaahh.. ngomongnya barengan pula!” kata Yul.

“iih!! Kalian tuh salah paham tau!! Udah ah!” kataku kesal.

“hehehe.. becanda kok Seo.. jadi gimana nih Seo?? kamu mau tinggal disini??” tanya Yoong.

“aku akan menginap di rumah Taeyeon ahjumma.” Kataku.

“mau kuantar??” tawar Kyuhyun.

“ehm..ehm..” Yul dan Yoong berdehem.

“ba..baiklah.” kataku menerima.

“ayo.” Kyuhyun menarik tanganku menuju parkiran rumahnya dan mengeluarkan mobilnya ke taman yg luas penuh dengan bunga itu. Ada yg putih dan ada yg biru. Aku yakin setiap hari disiram semua. Mawar dan melati semuanya indah!#Author minta disate#

“cepat naik.” Suruhnya. Aku pun naik ke mobilnya dan duduk di sebelah Kyuhyun sedangkan Yul dan Yoong dibelakang. Setelah siap pada posisi masing-masing Kyuhyun mulai melajukan mobilnya menuju rumah Taeyeon ahjumma.

Tanpa kusadari ternyata di jalan aku berpapasan dengan Kibum oppa yg membawa motor yg sepertinya sedang mencariku. Dia yg menyadari hal itu langsung menghentikan motornya dan berbalik melihat mobil yg kunaiki.

“hmm.. Seohyun.. kalau ke sana berarti rumah Taeng Ahjumma!” seru Kibum oppa. Lalu dia kembali menjalankan motornya ke arah yg aku lalui.

Tok! Tok! Tok!

Aku mengetuk pintu rumah Taeng Ahjumma. Pintu terbuka perlahan.

“Seohyun?? Masuklah.” Suruh Taeng ahjumma. Aku, Kyuhyun, Yul dan Yoong masuk ke rumah itu.

“aku sudah dengar semuanya dari Kibum. Kau pergi ke rumah Miyoung ‘kan??” ucap Taeng ahjumma. Taeng ahjumma adalah sahabat Miyoung unnie. Mereka seangkatan dan selalu bersama di tingkatan sekolah manapun.

“ne,” aku mengangguk pelan.

“apa kau tidak mau pulang?? Appamu dan Kibum mencarimu. Mereka sangat khawatir.” Kata Taeng ahjumma. Aku hanya diam.

“eommamu menangis. Dia juga sangat khawatir. Dia mengurung diri dikamar. Dia menelpon teman-temannya yg siapa tahu melihatmu.” Cerita Taeng ahjumma membuatku terkejut.

“ahjumma, jangan bercanda.” Ucapku mengelak.

“aku tidak bercanda. Kalau kau tidak percaya pulanglah.” Kata Taeng ahjumma.

“aku…”

Cklek!!(?)

Pintu rumah Taeng ahjumma terbuka lebar dan aku melihat Kibum oppa berdiri di depan pintu. Gawat. Semua yg ada di ruang tamu rumah Taeng ahjumma terkejut.

Kibum oppa mendekatiku dengan tatapan marah.

“KAMU…!!!” tangannya bergerak mendekatiku. Aku menutup mataku dengan takut. Aku kira dia akan memukulku. Ternyata..

Greebb!(?) dia memelukku.

“aku khawatir tau! Kau membuatku pusing. Kau harus meliat appa.” Kata Kibum. Aku menangis lagi. Aku membalas pelukan Kibum oppa.

“mi..anhae…” ucapku pelan. Semua yg ada di ruangan itu tersenyum.

Akhirnya aku pulang ke rumah. Saat melihatku appa langsung berlari dan memelukku.

“kau kemana saja?? appa sangat khawatir..” kata appa. Aku membalas pelukannya.

“mianhae, appa.” Kataku.

“lihat eommamu. Dia ada di kamar.” Suruh appa.

Aku melangkahkan kakiku ke kamar eomma dengan ragu. Aku membuka pintu kamarnya perlahan. Dia menoleh. Aku melihat keadaanya yg kacau. Rambutnya acak-acakan, matanya bengkak, wajahnya sayu dan dia memegang HPnya. Saat melihatku dia langsung melempar HPnya dan berlari ke arahku. Dia memelukku. Erat sekali. pelukan pertamanya sejak umurku 13 tahun. Sejak dia mulai mengikuti organisasi ga jelas itu.

“eom..”

“jangan bicara. Kau tak tau betapa khawatirnya aku. Kenapa kau melakukan ini?? kau membuatku gila.” Kata Eomma.

“mianhae…” aku membalas pelukan eomma. Kami berdua menangis. Tak lama kemudian aku merasakan pelukan hangat dari appa dan Kibum oppa. akhirnya keluarga kami bersatu kembali.

Eomma bilang soal ‘Lee Jong Hyun’ itu, dia memang pernah berhubungan dengan eomma. Tapi sekarang, eomma tidak ada hubungan apapun dengannya. Maka, kami bertiga pun memaafkannya. Eomma dan appa kembali rukun. Dan keluarga kami bersatu kembali. Inilah keluarga yg kuimpikan. Keluarga bahagiaku. Keluarga idamanku. Keluarga kebanggaanku.

Ngomong-ngomong, Kibum oppa menembak Yoong. Bukan! Bukan ditembak dengan pistol! Maksudnya dia meminta Yoong jadi pacarnya. Dan Yoong menerimanya dengan senang hati. Aku harap kami bisa jadi keluarga nanti. Yuri, dia sekarang bertunangan dengan sepupu dekatku Yesung(Kim Jong Woon). Yess!! Keluargaku bertambah lagi!

***

aku tersenyum melihat yeoja-yeoja(termasuk Yul) yg mengangkat tangan bersiap menangkap bunga yg akan dilempar oleh Yoong. Yup! Hari ini adalah hari pernikahan Kibum oppa dan Yoong. Kuharap hidup mereka bahagia selamanya.

PLUK!!! Tanpa kusadari saat aku sedang asyik tersenyum sebuah bunga jatuh di tanganku. Aku melongo. “yaaaahh…” aku mendengar desahan kecewa yeoja-yeoja tadi.

“uuhh… selamat, Seo.. kau akan menikah…” ucap Yul sedih.

“heh??” aku kebingungan.

“jual bunga itu padaku… aku mau menikah secepatnyaa…” ucap Yul nelangsa. Dia napsu sekali mau menikah dengan Yesung.

“ee.. baiklah. Ambil saja.” aku memberikan bunga itu pada Yul tapi sebelum Yul mengambilnya sebuah tangan langsung merampasnya dengan cepat. Aku dan Yul melihat pemilik tangan itu. Kyuhyun.

“mana boleh begitu.. kalau mau menikah, minta sama Yesung!” kata Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya.

“AAARGGHH!!! NAPPEUN!!” teriak Yul kesal.

“sudahlah jagi.. aku akan segera menikahimu kok. Tidak usah berebut bunga.” Terdengar suara Yesung. “tapi..tapi..” Yul mewek di depan Yesung. Yesung pun membawa Yuri pergi sambil terus mencoba membujuknya.

“hei, kau akan segera menikah tuh.” Ucap Kyuhyun tepat di telingaku.

“eh?? Eee.. dengan siapa??” tanyaku.

“aku.” Aku mendengar gumaman Kyuhyun samar.

“hah?? Apa??” tanyaku.

“anniya. Bukan apa-apa.” Dia tersenyum jahil.

“ikh.. apasih, jangan membuatku penasaran!” kataku kesal.

“aku bilang… Chu~” tanpa kusangka Kyuhyun mencium bibirku. Mataku membulat. Dia menjauhkan bibirnya dari bibirku. “hihihi..” dia tersenyum nakal.

“SIALAN!! Kau merebut ciuman pertamakuu!!!” seruku kesal.

“aih.. tidak apa-apalah.. nanti juga kau akan jadi istriku.” Katanya.

“APA!?” wajahku memerah mendengarnya. Hmm.. aku tersenyum dan menarik kerah jas-nya dan mendekatkan wajahnya pada wajahku.

“aku juga akan merebut ciuman pertamamu..” aku tersenyum dan mengecup bibirnya sekilas.

“saranghae, oppa..” aku tersenyum dan berlari meninggalkannya yg pastinya sedang melongo seperti orang bodoh. Hahaha…

Itulah keluargaku. Keluargaku yg kusayangi. Keluarga yg sangat penting bagiku. Karena merekalah aku bisa hidup dan menjalani hidup ini dengan bahagia.

THE END

30 thoughts on “Family [OneShoot]

  1. wah chingu cerita’a bgus bnget dan ok bnget,,
    akhirnya keluarga seo rukun kmbli,,,
    wah seo dan kyu oppa so sweet bnget sih,,,
    chingu di tunggu ff slnjt’a dri mu,,,

  2. Ini genrenya apa chi?kok aku malah kebanyakan ngakak dr pada nangisnya(?)

    Thor,galau2 jg bikin ff bagus bngt?Kyaaaa…galau2 pinter bikin fanfic….Hyaaaa….aku ingin jg jadi author yg berbakat sepertimu…#mulaimerasakankelebayanseorangreaders

    Daebak thor….ada sequel nya gk?

  3. aaaa ini ff keren banget smoe bikin aku nagus tp semprlet bikin ketawa juga pas bagian di bunganya mawar melati semuanya indah wkwk good job thor

  4. Ini genrenya apa chi?kok aku malah kebanyakan ngakak dr pada nangisnya(?)

    Thor,galau2 jg bikin ff bagus bngt?Kyaaaa…galau2 pinter bikin fanfic….Hyaaaa….aku ingin jg jadi author yg berbakat sepertimu…#mulaimerasakankelebayanseorangreaders

    Daebak thor….

  5. Terharu bgt ma ceritanya.keluarga memang segalanya karena disaat orang2 disekitar kita tidak ada bersama kita maka keluarga lah yg akan tetap setia tanpa pamri bersama baik itu suka maupun duka

  6. Wah bagus nih ceritanya chingu. Apalagi castnya persahabatan antara YulYoonHyun n keluarga Seo, terus akhirnya juga SeoKyu. Waktu ane baca ff ini, banyak cast yang ane sendiri yang ganti. Mr n Mrs kim itu ane ganti castnya jadi Kim Heechul n Kim Hyoyeon cos ane gak enak ngebaca ff yang ane gak tau castnya atau OC. Terus juga Oppanya Seo yang disini Kibum, ane ganti jadi Donghae cos ane kurang hapal n kurang tau Kibum itu kayak giman. Boleh kan diganti castnya secara pribadi doang pas baca ff ini chingu?

  7. neh cerita sedih tp da mawar melati semuanya indah bikin gakak..
    seru chingu..
    tp aq agak bingung yg pas akhir2nya tu g ad keterangan beberapa taun kemudian atau gmn chingu..
    so far bagus kok..

  8. Terharu.
    Perjuangan seo menyatukan keluarganya bener” hebat.
    Autor suka bunga mawar melati yah?
    Dari tadi cerita bunga mulu.ngakak bacanya.
    Tp seokyu moment cuma dikit.
    Tak apalah,tetep daebak!

  9. Asik yul ama yesung , hehehe kluar jga dri mulut seo kekeke untunglah makny sadar jga heheh ,kyu biasa evilnya muncul ℓάģ¡‎‎‎ #dipelototin sparkyu # ^_^V

  10. akhirnya kluarga seo rkun kmbli!!
    pas awlnya ksian bgt seo mnangis trz liat ortunya brtengkar!!
    kyaaaaa seo trnyata agresif jg!!

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s