Sherlock Chap 2

sherlock-vivipsd5

cover by I’m Vivi Elf

Tittle : Sherlock

Author : L’danger

Cast :
-Seo Joo Hyun ask Seohyun
-Cho Kyuhyun ask Kyuhyun
-Lee Jinki ask Onew shinee
-Park Sun Young ask Luna f(x)

Genre : Horor, Romaction, Sad, Angst and Action ect

Type : Chapther

Disclaimer : Semua cast yang ada disini hanya pinjem dari God, our parent and sment. Dari awal sampai akhir murni pikiran saya

Dont Plagiator, Dont Siders and Dont Bashing this cast
FF ini terinspirasi dari mvnya Shinee dan novel obsesi
FF ini pernah dipost di MCLS(Maknae Couple Love Story)

Anneog xD udah lama gk pernah ngepost FF disini #curhat :p
Yasud, langsung aja😉

^^Happy Reading All^^

KAU AKAN MATI SEO JOO HYUN !

Tanganya bergetar tak karuan melihat tulisan itu yang dilumuri darah. Cairan krystal terus saja mengalir dari matanya.
“Ehemm!” ucap sesosok namja dari belakang jendela

Sontak Seohyunpun mengadahkan mukanya gemetar. Disipitkan matanya agar bisa melihat sosok namja itu karena hanya dengan penyinaraan bulan saja yang ada. Namja itu memperlihatkan setengah wajahnya dan juga sebuah peso berlumuran darah yang ia jilati.

“TUNGGU SAJA SAAT WAKTUNYA KAU MATI SEO JOO HYUN!” gertak namja itu. Dan semuanyapun menjadi gelap.

***Flashback End***

Seohyun melangkahkan kakinya memasuki rumah yang ia tinggali. Matanya membelalak sempurna saat didapatinya sosok orang tua yang ia rindukan. Senyumanya mengembang seketika dan didekati orang tuanya. Dipegang bahu eommanya tapi eommanya hanya diam mematung. Ditepuk lagi bahu eommanya tapi nihil tidak ada respon sama sekali. Akhirnya Seohyun mendatangi appanya yang tengah membaca koran tapi dengan keadaan membelakangi Seohyun.

“Appa-“ ucap seohyun sambil memegang bahu sang appa.

Tidak ada respon sama sekali. Sama seperti eommanya. Seohyun semakin bingung, hatinya benar benar dag dig dug tak karuan. Wajahnya sudah mulai pucat. Tanganya semakin dingin. Bibirnya semakin membiru. Tubuhnya sangat kaku. Seperti mayat hidup bagi orang orang yang melihatnya.

Eomma dan appa seohyun mengembalikan badanya. Ditatap manik mata Seohyun dengan kejam. Darah segar sangat terekspor di tubuh mereka. Seohyun membelalak tak karuan. Tubuhnya benar benar tegang sekarang melihat orang tuanya seperti itu, air mata mengalir sangat deras dari pelupuk matanya.

Orang tuanya semakin mendekat. Dekat dan dekat. Dikeluarkan sebuah pisau berlumur darah ke arah Seohyun. Seohyun hanya diam, tubuhnya benar benar kaku. Cuma air mata dan pikiranya yang masih berfungsi. Ditutup matanya, berharap ada sebuah keajaiban.

Jleb !

Pisau itu menusuk sangat dalam diperutnya. Dibuka matanya penuh dengan kemirisan.

“Pergilah, pergi. Jaga dirimu baik baik nak” Seohyun membuka matanya. Lidahnya kelu. Air mata mengalir dari pelupuk matanya. Tubuhnya masih mematung. Ia sangat ingin untuk berteriak namun apa daya jika ia sangat tidak berdaya.

‘Eomma ! Appa!’ hanya jeritan hatinya yang dapat ia keluarkan.

Suara langkah kaki terdengar nyaring ditelinganya. Suara pisau yang digesek mebuat bunyi aneh yang tidak berirama. Senyuman licik terpampang jelas diwajahnya. Senyuman tajam dan sorotan mata pembunuh terpampang jelas.

“Cih- dasar tidak berguna” cibir laki laki itu.

Seohyun diam. Hanya diam saja. Mungkin ini sudah akhir dari hidupnya. Hanya tatapan tajam yang beradu diantara mereka berdua.

Dipoleskan pisau itu dipipi kanan Seohyun. Semakin mempoles dan semakin mempoles.

“Upps-maaf nona cantik” darah segar keluar dari pipi Seohyun. Seohyun hanya diam mematung. Tubuhnya benar benar bergetar tak karuan.

Dikelilingi tubuh Seohyun dengan tatapan tajam. Dilihat dari bawah sampai atas tubuh seohyun tanpa minat sekalipun.

“Sepertinya kau harus mati sekarang SEO JOO HYUN” ucap namja itu ditelinga kiri Seohyun.

Jleb !

“Kya..!” jeritan keras memenuhi ruang kamar Seohyun. Nafasnya sangat mengebu gebu. Tanganya mencekram sarung sprey dengan kuat. Tatapan penuh dengan ketakutan terpancar jelas dari matanya.

Cklek

“Nona, kau kenapa?” ucap bibi Gong.

Seohyun hanya diam saja. Tubuhnya sangat bergetar. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya. Didekap tubuh Seohyun oleh bibi Gong. Tanganya gemetar ingin membalas pelukan sang bibi. Tangisannya mulai mereda. Rasa hangat sangat ia rasakan.

Ditepuk tepuk pelan tubuh Seohyun dengan perasaan iba. Yang ia fikirkan Seohyun menangis karena masalah orang tuanya yang tidak jadi pulang. Itu sudah wajar bukan? Seorang anak menangis karena orang tua yang jarang pulang bahkan memberi kabarpun tidak.

“Sekarang jelaskan pada bibi. Ada apa sebenarnya?” ucap bibi Gong halus

Seohyun menceritakan semua kerindua yang ia rasakan. Suaranya benar benar parau karena tangisan yang ia keluarkan. Cairan krytal turun dari pelupuk mata bibi Gong. Hati keduanya benar benar menyesakkan batinya.

“Uljima, aku akan selalu berada disisimu nona” ucap bibi Gong parau dan hanya dapat jawaban anggukan dari Seohyun.

‘Mianhe bibi Gong, aku harus berbohong padamu’ batin Seohyun menyesal

***—***

Seohyun tengah memperhatikan kamarnya. Kejadiaan tadi malam masih sangat menghantuinya. Otaknya berpikir keras tentang kejadian tadi malam. Apakah mimpi atau nyata. Hanya kata kata itu yang mengelilingi otaknya sekarang.

Disentuh lantai kamarnya. Dicermati dengan saksama. Tidak ada satupun tetesan darah disana. Dialihkan pandanganya ke kaca jendela. Kacanya masih utuh tak ada satupun pecahan kaca yang berserakan. Hatinyapun menjadi damai. Mungkin itu semua hanya mimpi.

Drt..Drt..Drt..

“Yeobose-“ ucap Seohyun

“—-“

“Nde lun- Wae-yo?”

“—-“

“Oke”

Dilangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk sedikit membasuh tubuhnya. Tanpa ia sadari ada sesosok mata yang meperhatikannya. Tatapan mata yang sangat tajam dan evil smirk menghiasi wajahnya.

***—***

Ting..Tong..

Suara bel menggema dirumah mewah itu. Seohyun mendekat untuk membukakan pintu rumahnya.

Cklek—

“Kya Seohyun !” ucap Luna sembari memeluk Seohyun. Seohyun hanya diam tanpa mengerti apa maksud Luna.

Dipersilahkan Luna untuk duduk diruang tamunya.

“Ada apa lun?” ucap Seohyun to the point

“Sepertinya kau tidak senang aku disini Seo?” ucap Luna sambil mengerucutkan bibirnya. Seohyun hanya diam menahan tawanya yang serasa ingin lepas begitu saja. Bukan karena Luna tidak cantik kalau sedang ber-aegyo tapi karena Luna terlalu menggemaskan dimatanya.

“Nde nde, wae-yo dear?” ucap Seohyun penuh dengan kehalusan

Luna hanya tertawa mendengar sahabatnya berkata seperti itu. Sudah lama ia tidak pernah memanggilnya dear “Erm.. begini.. ak..aku-“

“Katakan saja dear” ucap Seohyun lagi

“Aku berbacaran dengan Kyuhyun”

Deg…

Seakan akan suara bom tengah menghantui hati Seohyun. Tubuhnya menegang untuk kesekian kalinya. Lidahnya sangat kelu. Rasa penyesalan memuncak dihatinya. Rasa penyesalan yang telah menolak Kyuhyun. Ia sangat ingin untuk menangis detik ini juga tapi tidak mungkin itu semua ia lakukan didepan sahabatnya, Luna.

Sekelibat kejadian tadi malam menghantuinya lagi. Jika memang benar yang dikatakan Luna padanya berarti kejadiaan tadi malam adalah real.

“Seo-kau kenapa?” ucap Luna sembari melambai lambaikan tanganya dimuka Seohyun

“Ah-aku tidak apa apa” ucap Seohyun sadar dari lamunanya

“Benar, kau tidak apa apa?”

“Nde, aku tidak apa apa. Ooh ya selamat atas keberhasilanmu Lun. Aku turut senang” ucap Seohyun tulus. Tapi didalam hatinya, ia merasakan sesak yang begitu mendalam

***—***

Terlihat Luna dan Seohyun tengah bercanda tawa disebuah taman kota Seoul. Keceriaan terpancar dari wajah mereka berdua. Dipandangi wajah Seohyun oleh Luna dengan saksama. Kepolosan wajah Seohyun terlihat sangat jelas dimata Luna. Sekelibat rasa tidak tega ia rasakan. Entah kenapa pikiran Luna seperti itu.

‘Seo kenapa kau bisa hidup dengan ketegaran yang sangat kuat. Ketegaran akan kerinduanmu kepada orang tua yang tidak pernah memikirkanmu. Ketegaran yang melawan gejolak hatimu yang sesunggunya. Aku sangat iri padamu Seo. Mianhe jika aku harus melakukan ini semua. Tapi sesunggunya aku juga tidak ingin melakukan ini’ batin Luna sambil mengamati wajah polos nan lugu Seohyun.

***—***

“Seo aku duluan ya” ucap Luna sembari melambaikan tanganya pada Seohyun

“Nde, hati hati” ucap Seohyun juga sambil melambaikan tangannya

Seohyun berjalan menyusuri taman kota Seoul sendirian. Karena mengingat Luna yang tengah sibuk untuk perkejaannya sendiri. Ya ! luna memang seorang model yang sedang naik daun. Itu semua membuatnya begitu sibuk disaat hari libur seperti ini.

Diamati sebuah keluarga yang sedang bercakap cakap gembira. Senyuman terukir jelas dari bibirnya. Otaknya memutar kejadian masa lalunya bersama sang orang tua. Masa lalu yang indah tapi tidak akan pernah terulang lagi.

Drt..Drt..Drt..

Handphonya berbunyi. Diambil handhonnya dari dalam tas. Dipandang layar handphonya. Private Number. Seohyun mengangkat alisnya tapi tetap saja ia angkat.

“Yeoboseo-“

“—-“

“Nde-‘ ucapnya kaget

“—-“

“Apa maksudmu tuan?”

“—-“

“Tuan tunggu-“

Bib bib bib. Sambungan telepon terputus.

Ditengokan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Sepertinya Seohyun tengah mencari seseorang. Dilangkahkan kakinya menuju jalan raya. Raut wajahnya benar benar khawatir.

Terlihat seorang anak kecil tengah bermain bola ditengah jalan. Dari arah yang berlawan terlihat sebuah van sedang melaju dengan sangat kencang menuju anak kecil itu.

“Awas !” teriak Seohyun sembari lari menuju anak itu

Dugh..!

Kepala anak kecil itu membentur cukup keras pada dinding trotoar. Darah segar keluar dari kepalanya. Sedangkan Seohyun terguling guling di aspal. Tapi tidak sampai membuatnya terluka parah.

Dilangkahkan kakinya menuju anak kecil yang terkapar tadi. Digoyang goyangkan tubuh anak kecil tadi, tapi tidak ada respon sama seklai. Ketakutan menjalar diotaknya. Cairan krystal sudah mengalir dengan sangat deras dari pelupuk matanya.

“Tolong tolong !” teriak Seohyun histeris

“Ada apa nona?” ucap salah satu yeoja yang berlari menghampiri Seohyun

“Tolong, anak ini baru saja kecelakaan. Tolong bantu saya angkat anak ini ke mobil saya” ucap Seohyun sembari melihat darah anak itu yang selalu keluar.

“Baik nona. Saya bantu” mereka berduapun membawa anak kecil tiu memasuki mobil Seohyun

“Gashamida nona”

“Nde”

Mobil vios hitam milik Seohyunpun melenggang dengan kecepatan maximum.

***—***

Sudah hampir 1 jam Seohyun duduk di depan ruang ICU. Badanya masih sangat bergetar. Ketakutan sangat ia rasakan. Hidupnya sekarang penuh dengan terror. Terror yang tidak jelas dari mana asalnya dan alasanya.

Cklek—

“Bagaimana dok?” Tanya Seohyun sambil berdiri dari tempatnay duduk

Raut wajah dokter itu sangat sulit untuk diartikan

“Dok bagaimana?” ucap Seohyun lagi

“Erm.. begini—darah yang ia keluarkan sangat banyak membuat kami sangat susah untuk menanganinya” rasa kekecewaan terpampang jelas dari rayut muka Seohyun. Ia hanya bisa berharap bahwa anak kecil itu akan baik baik saja.

“Dan ia sempat dalam kondisi kritis tapi berkat Tuhan semuanya berjalan lancar. Dan mungkin juga ia akan amnesia, karena benturan yang sangat keras. Dan ia juga terkena gagar otak kecil”

“Ga—gagar otak?” ucap Seohyun gemetar

“Nde, tapi kemungkinan untuk sembuh masih sangat bisa”

“Kalau begitu saya tinggal. Permisi” Dokter itupun melenggang begitu saja

“Nona, maaf luka anda harus diperiksa” ucap sesosok suster sambil memegang bahu Seohyun

“Ah—nde”

***—***

Seohyun menyusuri jalanan pakiran rumah sakit sendirian. Suhu yang dingin membuat ia harus merapatkan jaket yang ia kenakan. Apalagi rintikan hujan tengah turun dari atas langit. Langit yang sudah gelap karena sudah malam membuatnya semakin gelap lagi karena akan turun hujan.

Tap..Tap..Tap..

‘Suara langkah kaki itu lagi’ batin Seohyun sambil mempercepat langkahkanya

Tap..Tap..Tap..

suara kakiku itu semakin terdengar jelas ditelinga Seohyuh. Ditengokan kepalanya kebelakang. Tak ada satupun orang disana kecuali dirinya. Dipercepat lagi langkahnya menuju mobilnya.

Srek..Srek..Srek..

Suara semak semak terdengar ditelinganay. Ditengokan kepalanya ka arah semak semak disamping kananya. Semak semak itu bergoyang goyang tak berirama

Meong..

Seekor kucing hitam muncul ditengah tengah semak itu. Lututnya semakin lemas karena mengingat kejadiaan kemarin malam. Seekor kucing yang terbunuh didalam kotak dan dikamarnya pula.

Tap..Tap..Tap..

Suara langkah kakinya semakin dekat. Seohyun berlari dengan kencang meski pergelangan kakinya retak sedikit karena peristiwa tadi. Disaat ia sudah disamping mobilnya, dirogoh saku jaketnya mencari sebuah kuncing yang ia letakan disana. Dibuka pintu mobilnya dengan gemetar dan dirobohkan tubuhnya di jok pengemudi.

Tanganya semakin bergetar. Kunci mobilnya tidak mau menancap dilubangnya.

Tok..Tok..Tok..

Kaca mobilnya diketuk oleh seseorang. Seohyun diam sebenatr, tubuhnya kaku. Ia tidak mau memalingkan mukannya karena takut.

Tok..Tok..Tok..

Suara ketukan itu semakin keras. Sepertinya orang itu benar benar tidak sabar. Seohyun mencoba untuk memasukan kunci mobil kelubangnya, tapi karena tangannya yang bergetar membuat Seohyun menjatuhkan kunci mobilnya.

Diambil kunci mobilnya yang jatuh. Bulu kuduknya sudah benar benar merinding. Disaat sudah didapatinya ia mendongakan kepalanya

“Kya…!” suara jeritan memenuhi mobil Seohyun

“Seo-seo—kamu kenapa” Tanya seorang namja sambil mengketuk kaca mobil Seohyun

“Kyu—kyuhyun” ucap Seohyun terbata bata

Dibuka pintu mobilnya dan didekati Kyuhyun.

Grep—

Seohyun memeluk Kyuhyun dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Sontak Kyuhyunpun kaget tapi iapun akhirnya memeluk Seohyun.

Kyuhyun merasakan kegetaran dari tubuh Seohyun. Kegetaran karena rasa takut yang amat sangat besar.

***—***

“Kamu kenapa Seo-?” tanay Kyuhyun saat mereka sudah berada di dalam mobil

“Ak-aku tidak apa apa kyu?” ucap Seohyun sambil menundukan mukanya

“Benarkah kamu tidak apa?” Tanya Kyuhyun sekali lagi

“Nde”

“Kalau kamu tidak apa apa. Kenapa tidak berani menatapku?”

Deg.. hatinya berdegup kencang lagi.

Bukannya Seohyun tidak mau menatap muka Kyuhyun tapi ia tidak mau hatinya tersakiti lagi. Tersakiti untuk kedua kalinya.

“Sungguh, aku tidak apa apa” ucap Seohyun sambil tersenyum ke arah Kyuhyun meski ia paksakan

“Be—benark—“

“Bagaimana bisa kau tahu aku disini” ucap Seohyun mengalihkan pembicaraan

“Tadi aku sedang melewati jalan ini dengan Onew. Lalu aku melihat mobilmu disini. Makanya aku berhenti”

“Onew? Dimana dia?”

“Disitu” ucap Kyuhyun sembari menunjuk mobil Audy hitam disebrang jalan

***—***

Hening? Suasana menjadi sangat hening. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang mau berbicara. Hanya lantunan lagu opera yang menghiasi moment mereka dimobil ini.

“Sepertinya kita sedang diikuti sesorang” ucap Kyuhyun sambil melihat spion

“Nde?” ditengokan kepalanya ke arah belakang. Benar ! sebuah van sedang mengikuti mereka

Tunggu? Van? Van itu yang menubruk dirinya dan seorang anak kecil tadi. Oh God ! perang akan dimulai sebentar lagi

“Apa tidak apa-apa?” Tanya Seohyun ketakutan

“Aku tidak tahu. Jika manusia yang ada didalam Van itu banyak kemungkinan kecil untuk menang. Tapi tidak usah khawatir aku dan Onew akan melindungimu” jawab Kyuhyun sembari tersenyum ke arah Seohyun

Van itu semakin mempercepat laju mobilnya. Kyuhyun yang melihat itu juga semakin mempercepat mobilnya. Dibawa Van itu menuju jalan kosong agar tidak terjadi kecelakaan di jalan raya. Van itu akan mendahului mobil Seohyun dari arah kanan sontak Kyuhyun membanting setirnya kea rah kanan pula.

“Argh..!” jerit Seohyun yang merasa badannya seperti barang karena dibanting kesana kemari

“Mianhe Seo-“ uacap Kyuhyun masih dengan keseriusan dimukanya

Dibanting lagi setirnya ke arah kiri. Van itu masih saja tidak mau putus asa. Dikemudikan setirnya ke arah kanan. Kyuhyun kaget dan langsung membanting setirnya ke arah kanan.

Brak…!

Terjadilah tubrukan antara mobil Seohyun dan Van itu. Van itu terguling guling kesebelah kanan. Asap asap sudah bermunculan daro Van itu.

“Mianhe Seo” ucap Kyuhyun khawatir

“Tidak apa apa kyu”

Seseorang keluar dari Van itu. Tubuh yang tegap, mata yang tajam. Tangan yang memegang sebuah pisau berdarah. Jubah yang ia kenakan, masker yang ia kenakan membuatnya sulit untuk dikenalin.

Kyuhyun tengah berdiri tegap di depan Seohyun. Ia benar benar siap untuk melindungi Seohyun walau harus mati sekarang. Tangannya sudah mengepal sangat keras. Kemarahan yang memuncak sangat ia rasakan.

Duor..!

Belom sempat mereka bertengkar Van itu sudah meledak dengan sendrinya. Kesempatan itu digunakan dengan sebaik baiknya oleh orang asing tadi. Ia berlari dengan sangat cepat sambil menjulurkan pisaunya. Kyuhyun yang melihatnyapun langsung sigap mencekram lengan tangan orang asing itu. Tangan orang asing yang satunyapun akan mendaratkan tinjuanya keperut Kyuhyun tapi dengan sigap Kyuhyun memundurkan badanya dan langsung meninju pipi kanan orang asing itu.

Orang asing itu mencoba mendaratkan pisaunya ke perut Kyuhyun tapi dengan sigapnya lagi Kyuhyun menepisnya dengan mudah

“Cih.. kekuatanmu tidak ada bandinganya. Apa kau tidak tahu aku hah? Aku adalah kapet judo di clun sekolahku !” ucap Seohyun sombong

Sedangkan Seohyun hanya bisa diam saja. Otaknya tak merespon sama sekali yang harus ia perbuat.

Orang asing tadi melihat tubuh Seohyun yang tengah menatapnya kosong. Pikiran licikpun tertanam diotaknya.

Ditinju perut Kyuhyun dengan sangat keras dan Kyuhyunpun meninju balik perut orang asing itu. Mereka berputar putar sambil meninju satu sama lain. Disaat dirinya membelakangi Seohyun iapun memutar badanya dan
Jleb..!

Pisau itu mempoles lengan kiri Seohyun tapi belom saja saat kedua kalinya ia akan menusuk perut Seohyun tanganya ditarik oleh Kyuhyun. Dan pukulan keraspun mengenai mukanya

“Seo pergi dari sana” ucap Kyuhyun sambil berteriak. Seohyunpun menjauhi medan perang dengan memegangi lukanya. Benar benar perih. Itu yang ia rasakan.

Mereka berduapun masih berkelahi. Kyuhyun benar benar menghabisi orang asing itu dengan murka. Tak luput orang asing itu juga membalas pukulan Kyuhyun dengan pisaunya tapi tak ada satupun yang mengenai badan Kyuhyum

Bruak …

Kyuhyun menendang perut orang asing itu samapi terkapar. Darah keluar dari mulutnya. Orang asing itu berusaha untuk bangkit dan iapun berlari menuju mobil Seohyun. Dikemudikan mobil Seohyun meninggalkan mereka berdua

“Shit..!” umpat Kyuhyun kesal

“Kyu—Arghh kyu sudahlah” ditengokan kepalanya menuju Seohyun. Darah segar tengah keluar bebas dari lenganya.

“Se-seo kau tidak apa apa?” Tanya Kyuhyun sambil berlari ke arah Seohyun

“Argh—sakit kyu” raut wajah Kyuhyun semakin bingung. Ia tidak tau harus berbuat apa karena ia bukan seorang dokter

“Apa aku terlambat”

***TBC***

Jangan lupa RCL ya and sorry for typo ^^

2 thoughts on “Sherlock Chap 2

  1. yaaaa….seo knp nlak kyuppa??
    bknnya seo jg ska ma kyuppa!!
    luna bnran pcran ma kyuppa?
    bru smlm kyuppa nmbak seo ko dh jdian ma luna sich!!
    y ampun sp sich org it bkin pnsran aj!!

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s