The Hallucinations (Chap. 1)

Artposter_The_Hallucination

The Hallucinations

Title: The Hallucinations by Julistyjunghaae

Cast: All members Suju and SNSD especially YoonHae

Genre: Horror, Fantasy and Mystery | Length: Chapter | Rate: PG-16

Disclaimer:

This story is pure from my imagination. All cast belong themselves. No bash, No Plagiarism and No copy paste without my permission. Latest RCL please, Gomawo.

-ooOoo-

Chapter 1 (Wrong decision)

-oOo-

Kyuhyun masih berkutat pada PSPnya lalu Eunhyuk, Youngwoon dan Heechul masih memperhatikan gadis-gadis yang memasuki gerbang sekolah khusus putri yang ada disebelah sekolah mereka dengan teropong sedangkan Siwon membaca buku sejarahnya lalu Donghae yang tersenyum memandang layar ponselnya tipis.

Braakkk…

Pintu terbuka dengan keras. Semua menatap siapa yang membuka, ternyata Jungsoo, ia menatap seluruh temannya dengan pandangan yang aneh dan menyuruh semua untuk berkumpul. Membicarakn sesuatu yang penting.

“Ada apa Hyung” Kyuhyun berucap namun Jungsoo tak memperdulikanya dan tetap menatap laya I pad-nya serius.

Saeng-deul, kalian mau pergi ketempat ini” semua diam. Tak ada yang berbicara, mereka semua menatap Jungsoo dengan pandangan yang aneh. Ada apa dengan Hyung mereka ini! Itulah yang mereka pikirkan.

Hyung ini berbahaya”

Ne, bukankah kau sudah tau Hyung bahwa orang yang masuk kerumah itu pasti tidak akan penah selamat” ujar Kibum.

“Hmmm.. kalian tau sudah tau ternyata, anggap saja kita sedang, hmmm, ini bukanlah semacam uji nyali atau semacam game yang meminta nyawa yang kita mainkan tapi anggap saja kita menjadi seorang detektif yang mencari tau tentang penyebab kematian semua orang yang datang kerumah itu”

“Itu menantang maut hyung” ujar Donghae dengan pelan.

“Percaya padaku, tak akan ada yang mati tapi kita masih butuh beberapa orang…”

“…. wanita”

MWO

“Kita butuh 10 wanita agar jumlahnya sama, bagaimana” semua diam, tampak berpikir. Apakah mereka mau mengajak kekasih mereka kedalam sesuatu yang berbahaya seperti ini. Tapi mereka tak dapat melawan keinginan Jungsoo yang tak dapat ditolak.

Itu mutlak adanya.

“Tapi Hyung,  jika seperti ini aku tak mau, aku pergi” ujar Kibum seraya mundur tapi dengan cepat Jungsoo datang menghampirinya dan membisikan sesuatu dengan cukup keras ditelinga kibum sehingga semua dapat mendengarnya.

“Kau mau aku membocorkan semuanya”

Kibum beku. Ia berjalan kembali dan duduk dengan tenang tanpa menatap Jungsoo yang tersenyum miring kearah mereka.

“Adakah yang mau mundur” semua bungkam. Jika mereka melakukan sama seperti Kibum lakukan dan pergi mungkin semua rahasia terbesar mereka akan terbongkar karena Jungsoo lah yang tau semua rahasia yang dimiliki dari semuanya.

“Bagus, beritahu kekasih kalian besok berkumpul ditempat biasa” Jungsoo pergi. Semuanya menghela nafasnya pelan dan membuangnya berat.

“Jungsoo Hyung sudah gila” gumam Siwon.

-oOo-

“Donghae-ah, ini gila. Jungsoo sudah kelewatan, ia sungguh…”

“Sudahlah, tak akan terjadi apapun” ujar Donghae seraya menatap langit datar.

“Jadi maksudmu, kau mau membawaku ketempat berbahaya itu” Donghae diam. Salah memang, mengikuti ajakan Jungsoo yang mainstream itu namun apa daya. Semua sudah terjerat pada ikatan Jungsoo.

Entah apa namun sepertinya meraka seperti tak dapat lepas dari Jungsoo ‘terikat dengan sendirinya’

“Kapan itu dimulai”

“Besok, karena jaraknya jauh, kita akan memulainya malam agar kita dapat sampai disana pagi, dan kita sepakat untuk ketemuan disekolah ini, jam 7 malam nanti” Yoona hanya mengangguk.

Yoona menghela nafasnya, selalu dan tak akan berubah, ia tak akan pernah bisa menolak semua keinginan Donghae. Semuanya tanpa terkecuali walau ia tau semua tampak sia-sia karena Donghae hanya menggunakanya sebagai boneka.

Saranghae” satu kata terucap dari Yoona. Donghae diam, Yoona-pun sama. Donghae mulai membalikan tubuhnya dan pergi meninggalkan Yoona yang masih beku. Tak pernah ada balasan jika ia sudah mengatakan bahwa ia sungguh mencintai Donghae.

Yoona mulai berjalan. Matanya menatap punggung Donghae tengah diam. Ia diam, dari jauh tampak Donghae memperhatikan sesosok gadis yang tengah bercengkrama dengan pria lain. Yoona tersenyum, kecut.

Ia berjalan dan mendekat pada Donghae. Memegang tangannya dan menariknya jauh hingga pandangan gadis itu bersama sosok pria lain itu tak dapat terjangkau oleh mata Donghae dan dirinya.

“Hmmm…Donghae-ah

Yoona merasa bahwa Donghae marah padanya. Hal yang sia-sia saat ia menarik lengan Donghae jauh. Dengan santai Donghae jalan, menabrak punggung Yoona dan berjalan, menjauh dari Yoona yang tengah diam.

Hanya seorang tak berharga, itulah aku dimatanya

-oOo-

“Baiklah, apa semua sudah berkumpul” ujar Jungsoo. Shindong mundur, hanya ia yang tak membawa pasangan karena pada kenyataannya ia baru putus dengan Nari tadi siang. Jungsoo memperhatikan semuanya dan sekarang ia tertuju pada Shindong.

“Mana kekasihmu?”

“Kami sudah berpisah” ujarnya dengan pelan. Jungsoo menatap datar Shindong. Ia mengalihkan pandangan dan diam. Jungsoo tampak berpikir dan dengan mantap ia berucap.

“Baiklah, 19, angka keberuntungan bukan?, kalau begitu ayo kita pergi”

Jungsoo mengembakan senyuman-nya, agak menakutkan dilihat dan tampak penuh arti sedangkan yang lain diam. Tiba-tiba bus datang kearah mereka semua. Dengan ragu semua masuk dan duduk dalam keheningan. Saat Yoona memandang Donghae, ia menatap Donghae yang sedang memperhatikan seorang gadis.

Jessica

Yoona memalingkan wajahnya kearah jendela. Bukankah ia kekasihnya tapi kenapa bukan ia yang ditatap oleh Donghae? Yoona menghela nafasnya perlahan lalu menatap Taeyeon yang tertidur disebelahnya.

Malam sudah berubah menjadi mencekam dan Yoona masih tetap terjaga. Ia masih memperhatikan Donghae yang mungkin juga sudah terlelap. Ia menatap sekitar, semua tidur kecuali supir yang mengendarai bus. Entah perasaan apa namun sesaat, saat ia memperhatikan jalanan, ia melihat sebuah tanda bacaan yang tampak usang.

Tanda baca dari kayu dengan warna tulisan berwarna merah tak rapih. Hanya sesaat namun deretan kata yang tertulis dipapan itu mampu membuat Yoona berpikir keras.

Jangan datang dan mengundang atau kematian akan menghapiri

Yoona masih diam, entah kenapa semua bulu ditubuhnya mulai meremang dan perasaan tak enak sudah datang menghapiri dirinya sendiri. Yoona mencoba untuk tenang dan berpikir positive namun semuanya hilang saat ia menatap jendela, ada sosok bayangan aneh, yang tak ia ketahui. Seperti debu yang tertiup angin, berbayang dan cepat menghilang.

Keringat dingin mulai datang saat suara aneh mulai terdengar pada gendang telinganya. Dalam hati Yoona berucap. Tidak ada hal yang aneh dan juga semuanya akan baik-baik saja, hanya kalimat itu mensugestikan dirinya sendiri agar dapat tenang.

Dengan perlahan ia tutup matanya namun entah kenapa telinganya sekarang menjadi sangat peka terhadap suara sekecil apapun. Suara germicik air yang terasa berbeda, suara gesekan yang tampak ngilu juga suara tangis seseorang yang ia sendiripun tak tau.

Yoona berdecak, kenapa ia harus menjadi satu-satunya yang special disini. Kenapa hanya ia yang dapat merasakan hal aneh sebelum kesini. Kenapa hanya dia yang merasakan bahwa ini bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Kenapa?

Karena Yoona berbeda

Yoona menutup telinganya. Suara seperti decitan cutter yang mengores black board dengan sangat keras, menggema ditelinga Yoona. Ngilu, itu yang dirasakan Yoona saat mendengarnya, seperti mimpi saat ia berada dalam suatu tempat dengan kekosongan yang ada dan saat ia ingin beucap atau berteriak.

Tak ada satupun kata yang dapat keluar dari mulutnya dan tubuhnya seperti beku, tak dapat bergerak. Itulah yang ia alami sekarang juga, nafasnya mulai memburu dan keringat sudah membasahi bajunya. Ia mencoba untuk tenang dan membuka matanya perlahan.

DEG

-oOo-

Pagi sudah datang. Semua sudah terbangun namun Yoona masih diam. Dari malam, ia masih shock atas apa yang ia lihat. Bukan hal yang biasa, ia masih menatap horror rumah besar yang ada dihadapannya, dengan gerbang yang menjulang tinggi.

Semua tertawa senang karena akhirnya meraka dapat melihat rumah yang selalu dibicarakan dari mulut ke mulut tersebut. Yoona mendekat pada pak supir yang masih diam, dengan ragu ia mendekat.

“Pak, apa kau akan menunggu kita sampai selesai” bukan menjawab tapi supir tersebut masih menatap horror rumah tak terurus tersebut dan dengan cepat ia menggeleng. Wajah supir tersebut sudah berkeringat dan mengambil kunci bus lalu menaiki bus dengan segera.

“Pak, apa yang kau lakukan” teriak Yoona, panik karena bus tersebut mininggalkan Yoona dan semuanya.

Waeyo, Yoona?” Tanya Taeyeon.

“Busnya pergi”

“Bukankah seperti itu! Nanti 2 hari lagi baru ia akan datang kesini kembali” ujar Tiffany dengan tenang.

“Kalian tidak takut? Dan kenapa kalian bisa berbicara setenang itu?”

“Untuk apa, bukankah disini juga banyak pria?” ujar Soo young tampak tenang.

Yoona hanya diam. Tak ada yang memihaknya untuk pergi kembali, tapi tadi malam benar-benar membuat nafas yoona hampir tercekat. Semuanya bercampur, tak dapat bernafas, tak dapat bergerak dan rasanya sesuatu mencekik dirinya sangat kuat.

Jika ini adalah film harry potter, mungkin bayangan itu adalah dementor yang datang menghampiri dirinya. Menghisap semua yang ada dipikiranya dengan ketakutan yang menjerit-jerit dalam hatinya. Memberontak untuk dilepas namun tersegel oleh sebuah kunci abadi.

Yoona menghampiri Donghae setenang mungkin. ia menatap Donghae dan beralih pada Jungsoo yang masih menatap gerbang rumah yang terkunci.

“Bagaimana kita bisa masuk” Kyuhyun berucap, Jungsoo tak menjawab namun mengeluarkan sebuah kunci. Ia membuka gembok pagar tinggi tersebut dan membukanya lebar. Ia tersenyum kearah semuanya dengan senyuman aneh khas miliknya. Senyuman yang memiliki arti berbeda

Semuanya mulai berjalan, memasuki area pekarangan rumah besar, tampak seperti rumah orang inggirs. Tak terawat juga tampak mengerikan. Semula yang tampak tenang berubah menjadi tak enak namun masih bisa dikendalikan.

Yoona berjalan dipaling belakang. Ia memegangi tangannya dingin. Dia menatap seluruhnya, tak ada yang terlewat. Ia menatap tanah yang becek. Ia berjongkok dan dan menatap sebuah kayu yang tertutupi oleh rumput dan tanah yang becek. Yoona mulai membacanya.

Jangan masuk atau kau tak akan bisa keluar lagi

Nafas Yoona tercekat. Kakinya bergetar dan keringat dingin sudah menetes. Dalam hati ia berucap beribu doa agar tak terjadi apapun padanya dan yang lain.

“YoonA” Teriak Yuri. Yoona menatap Yuri dan dengan cepat ia berjalan menuju rombongan. Ada yang aneh dan tidak beres dengan rumah ini, batin Yoona. Namun Yoona tetap diam, pasti akan sulit.

Clekk..

Yoona menahan Jungsoo untuk masuk namun Jungsoo tak memperdulikanya, semuanya seperti itu, bahkan Donghae sekalipun. Seohyun mendekat dan menepuk pelan bahu yoona seraya tersenyum manis.

“Tidak akan terjadi apapun yang aneh, unnie” ujar Seohyun dengan lembut. Bahkan sang Angel seperti Seohyun tak mepercayai dirinya. Yoona tersenyum kecut, apakah mereka tak mempunyai sedikit rasa takut.

Yoona berjalan, semua sudah jauh. Yoona tertinggal dan hendak berlari namun langkahnya terhenti melihat sebuah lukisan besar. Terdapat sebuah keluarga yang tampak bahagia dan disitu ada seorang pria yang tengah duduk manis. Tampan pikir Yoona. Yoona mendekat namun yang ada hanyalah setengah dari rombongan.

Yoona menatap sebuah kamar. Ingin berjalan memasuki ruangan tersebut namun rasa takut sudah datang menghampiri. Namun ia masih menatap kamar tersebut. Langkahnya terhenti, rasa penasaran sudah membuatnya akan ingin mati penasaran.

Dengan ragu ia mulai berjalan. Ada seseorang! Yoona ingin mendekat namun orang itu tampak aneh. Orang itu duduk, membungkuk terlalu dalam dengan baju putih bercorak merah. Yoona ingin mendekat dan mau menyentuh bahu orang tersebut.

“Yoona” Tiffany memegang bahu Yoona. Dengan nafas yang hampir tercekat, ia menghela nafasnya lega. Ia mulai menatap orang tadi namun orang tersebut sudah tak ada.

“Kemana orang itu?” gumam Yoona.

“Yang mana?” Yoona hanya menggeleng.

“Kemana yang lain?” lanjut Yoona.

“Kami berpencar”

Dalam kesunyian mereka semua memandang takut arah jalan. Gedung yang sangat menyeramkan. Entah mengapa Yoona merasa bahwa ada yang berada disekitarnya. Bukan teman-temannya melainkan sosok yang… dan pikirannya tentang seseorang yang berada didekat kamar itu masih ada dibenaknya.

Srekk…

Entah apa tapi ada lukisan terjatuh. Lukisan bergambar pria tampan. Semua tersentak kaget dan Yoona mulai mendekat dan semakin mendekat tapi tangannya tertahan oleh sesuatu, ternyata Donghae. Yoona tersenyum lalu melepaskan tangannya dari genggaman Donghae.

Yoona masih memperhatikan lukisan yang jatuh. Rasanya masih ada yang terganjal dihatinya. Ia menatap aneh sebuah kamar. Kamar yang sama. Masih kamar dengan sosok yang sebelumnya ia lihat. Rasanya saat ia menatap lamat kamar kosong tanpa disinari cahaya.

Ada yang aneh. Ada sepasang mata, dengan warna merah menyala. Sayup Yoona dapat melihat sebuah tangan yang memegang tembok seperti hendak keluar, dengan cairan kental berwarna merah yang jatuh dari tangan itu. Yoona mulai berjalan, hendak pergi dan saat ia ingin kesana, lagi-lagi Donghae mencegahnya.

Disisi lain Seohyun memandang takut arah depan sambil mencengkram tangan Kyuhyun kuat. Ia merasakan hal yang aneh. Ia melihat sosok bayangan yang buram didekat sebuah pintu sebelah kanan mereka. Seohyun semakin meremas tangan Kyuhyun dan mencoba tenang namun semua sia-sia.

Ada sesuatu yang berada didekat telinga Seohyun. Sesuatu seperti menyentuh telinganya dan meniupnya pelan. Seohyun menatap pinggir kanan dan kirinya namun nihil. Tak ada siapapun karena ia yang berada dipaling belakang.

Seohyun menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Rasa takut semakin menggoncanganya. Ia menutup matanya perlahan lalu membukanya perlahan walau ia memberi jeda sejenak untuk menarik nafasnya perlahan.

DEG

“KYUHYUN”

TBC

Author note: Gimana Chap 1nya??? jelek, aneh?, ataukahh tidak memuaskan, mian yah kalau misalnya ini FF tuh lama banget dipostnya soalnya saya lagi sibuk…. oh yah, maaf kalau misalnya ada Typo yang bertebaran… hehehe,, tapi kalau yang udah baca dimohon untuk komen yah….🙂

46 thoughts on “The Hallucinations (Chap. 1)

  1. Ping-balik: The hallucinatin (Chap. 1) « Lovely girl

  2. Bacanya agak deg-degan..
    Seru banget ceritannya, bikin tegang..
    Kenapa cuma Yoona yang bisa ngerasain hal aneh pas awal datang, Penasaran sama kelanjutannya..
    Lanjut thor tapi jangan lama2 ya…

  3. OMO!!!
    salah waktu bacanya, kenapa pas malam gini, , ,
    Yoona punya indra keenam, itu bagus dan dia tampak lebih berani meskipun takut setidaknya mereka akan bisa memecahkan misteri itu tapi di prolognya ga ada satupun yang hidup, dan ada kalimat jangan masuk dan mengundang kalau ingin tetap hidup,,, Yoonaku gimana nasibnya, tapi kisah cintanya juga menyedihkan, cintanya bertepuk sebelah tangan, , ,
    penasaran…

  4. Ini pertama kalinya baca ff horor.
    Untung bacanya pagi” jd ga trlalu ikutan merinding. Haha xD
    Dsini yoona yg paling ‘istimewa’. Kisah cintanya brtepuk sbelah tangan😦
    Dilanjut, eo? Jangan lama”.

  5. Deg2an bnget. Bgus penggambaran situasinya. Bisa bikin ngebayangin apa yg YoonA liat dan rasain. Pilihan katanya jg bgus. Alurnya jg stbil. Dan yg paling penting t, aura seremnya berasa.
    Cm mau ksh saran dikit. Tanda bc-nya jg di perhatiin yah. Sayang bnget kalo crta sbgus ini di nodai sm penggunaan tanda bc.
    Aku suka ide critanya dan pnasaran stengah mati sm ni ff.
    Mikirnya sih t rmah ad vampirnya yak? Vampir ganteng gt. Muahaha.
    Tp Yoong gak bkal tergoda yah. Kan ada Ikan yg tampan. /poke Hae.
    Next part di tnggu bnget yak!
    And YoonHae moment as well. #jiwashipperkumat

  6. Deg2an bnget. Bgus penggambaran
    situasinya. Bisa bikin ngebayangin
    apa yg YoonA liat dan rasain. Pilihan
    katanya jg bgus. Alurnya jg stbil. Dan
    yg paling penting t, aura seremnya
    berasa.
    Cm mau ksh saran dikit. Tanda bc-
    nya jg di perhatiin yah. Sayang bnget
    kalo crta sbgus ini di nodai sm
    penggunaan tanda bc.
    Aku suka ide critanya dan pnasaran
    stengah mati sm ni ff.
    Mikirnya sih t rmah ad vampirnya
    yak? Vampir ganteng gt. Muahaha.
    Tp Yoong gak bkal tergoda yah. Kan
    ada Ikan yg tampan. /poke Hae.
    Next part di tnggu bnget yak!
    And YoonHae moment as well. #
    jiwashipperkumat

  7. hw,….. serem…… deg2n nunggu lanjutannya….
    apa yg terjadi dgn seomma y???
    kq kyuppa kgx nenangin seomma ???
    ternyata bukan yona unnie saja yg peka, tetapi seomma juga peka terhadap susana yang ada disekitarnya….
    semoga mereka bisa bertahan 19 orang tnpa terkecuali…..

  8. Ping-balik: The hallucination (Chapter 2) | Twinklesupergeneration

  9. kerenn..aq smpi brdebar2 bacany >~<
    tp,apkh cma yoon yg mmliki kkuatan itu? yg lain nggk?
    aq mrsa aneh sma jungsoo?ap dy dlang dr smua ini?atau mngkin dy slah stu kluarga d rmh tsb mngkin..aq pnsran sma cwo yg d tmui yoona kmar itu..
    oiy,miris bnget y yoona..klu hae gx cnta ma yoona knpa bsa pcran? next d tnggu chingu..segera

  10. jantung q gx karuan bca nih ff..
    kren bnget deh..feel menakutkanny dapat bnget ><
    semoga aj yoona yg bisa mnolong mreka kluar dr tmpat itu n juga mngthui rahasia d blik kmtian kluarga trsebut..
    tp kekny mati semua y d sni u,u
    gx ad pngecualian ap?

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s