FRIDAY the13th [CHAPTER 2]

CHAPT2

Author : 리지아  Lee Jia
Main cast : Cho Kyuhyun and Seo Joo Hyun
Other cast : Shin Min Ah, Lee Seung Gi, Nam Woohyun, Kim Taeyeon and Kevin Woo

Genre : Romance, Sad

Length : Chaptered

Disclaimer : Every cast in here is belong to God. But the story is belong to me. Do not copy without ask my permission.

Seohyun POV

“Woohyun. Dia menyukaimu, Seo.”
Ucapan Seung Gi seolah membuat jantungku berhenti berdetak. Apa maksudnya? Sungguh mustahil seorang Nam Woohyun menyukaiku. Yang kumaksud mustahil disini karena Woohyun adalah namdongsaeng-ku! Konyol sekali!

 
“Lee Seung Gi-shii.. tolong jangan bercanda denganku. Kau tahu kan kalau Woohyun adalah namdongsaeng-ku. Apa yang kau katakan barusan sungguh seperti lelucon untukku. Tolong jangan seperti ini. Dan apa maksudmu appa-ku menculik Kyuhyun?” tanyaku putus asa.

Seung Gi oppa hanya diam mendengar kata-kataku. Ia hanya menatapku dengan sendu, seolah bingung akan penjelasan macam apa yang akan dia berikan padaku.

Sampai akhirnya Shin Min Ah eonnie berkata, “Apa menurutmu seorang adik tidak boleh mencintai kakaknya sendiri?” OMO.. apa yang dikatakan oleh yeoja di depanku ini sungguh membuatku merinding.

“Eonnie.. tolong jangan katakan hal seperti itu. Woohyun tidak mungkin mencintaiku, ia adalah adik kandungku. Dan aku tidak pernah merasakan bahwa ia mencintaiku, rasa sayangnya padaku tidak lebih dari rasa sayang seorang adik terhadap kakaknya. Jadi…”
“Yahh.. Seo Joo Hyun.. kau pikir Woohyun adalah adik kandungmu? Bodoh sekali kau berpikir seperti itu. Apa selama ini kau tidak tahu kalau kau itu hanya seorang anak pu..” ucapan Min Ah terhenti karena dengan cepat Seungi Gi oppa berkata, “Stop, chagiya.. kau sudah berjanji untuk menjaga ucapanmu kan? Aishh.. jinjja…” kulihat Seung Gi oppa melotot pada Min Ah eonnie. Tapi reaksinya itu hanya mempertegas bahwa apa yang dikatakan barusan oleh Min Ah eonnie adalah sebuah kebenaran.

Mulutku terbuka perlahan, “Apa maksud eonnie.. aku adalah anak pungut? Dan Woohyun bukanlah adik kandungku?” oh, kurasa air mataku yang tadi sudah berhenti mengalir mulai kembali menetes.

 

Author POV

Shin Min Ah hanya bisa diam mendengar pertanyaan Seohyun,  “Apa maksud eonnie.. aku adalah anak pungut? Dan Woohyun bukanlah adik kandungku?”

Min Ah merasa ragu untuk menjawab, padahal awalnya ia sendiri yang bermaksud untuk mengucapkannya. Mungkin karena Seung Gi mencegahnya tadi. Min Ah menatap Seung Gi dan menaikkan sedikit ujung dagunya seakan berkata “Kau saja yang menjelaskannya.”
Lee Seung Gi menghela nafas dan menatap manik mata Seohyun yang sudah basah, “Seo.. kumohon kau harus berjanji padaku untuk tidak melakukan hal bodoh saat kau mendengar apa yang akan kuceritakan padamu saat ini.” Seohyun pun menggangukkan kepalanya perlahan, terlihat jelas ada ketakukan dalam bola matanya.
“Beberapa hari lalu, aku mendengar percakapan seseorang dengan bawahannya. Appa-mu. Ia sedang berbicara serius dengan Sekretaris Choi. Aku tidak bermaksud untuk menguping, namun saat itu aku memang hendak menemui appa-mu untuk memberitahukan kalau aku tidak jadi menikah dengan Yuri, sepupumu.  Itulah alasanku kenapa saat ini aku berada di Seoul bukan di Paris. Yuri telah membohongiku, Seo. Dia mau menerima cintaku hanya agar dapat pergi dari perusahaan appa-mu dan dari keluargamu yang ia rasa telah mengekang kebebasannya selama ini. Ia hanya bersandiwara! Ia meninggalkanku begitu saja dengan kekasihnya, Minho. Di malam sebelum pernikahan kami dilangsungkan dan hanya meninggalkan sepucuk surat. Kau pasti mengerti maksudku. Aku bermaksud memberikan surat itu pada appa-mu, karena ia yang memaksakan perjodohan di antara kami. Kurasa ia harus tahu kalau Yuri selama ini terkekang dan hanya bersandiwara mencintaiku… namun saat aku berada di depan ruangan appa-mu, kudengar suara bentakan yang keras. Dan aku mengenal suara itu…”

 

FLASHBACK

Wednesday, 3rd July 13

10.00 am

 

“Bodoh! Apa saja kerjamu hah? Mengurus seorang Cho Kyuhyun saja kau tidak sanggup? Apa gunanya aku mengeluarkan uang begitu banyak kalau kau tidak sanggup mengurusnya, huh?!!”
Langkah kakiku terhenti. Kudengar suara yang sangat kukenal seperti sedang marah. Kenal? Tentu saja. Ia tujuanku datang kemari. Presdir dari Nam CORP.  Nam Jung Soo. Aku kemari untuk memperlihatkan surat yang Yuri tinggalkan untukku beberapa hari yang lalu. Namun, rasanya aku harus mengurungkan niatku itu karena mendengar suara Presdir Nam yang, aku yakin sedang marah. Tanpa sadar aku melangkah mendekati ruangannya yang memang pintunya sedikit terbuka itu. Kupertajam pendengaranku, karena rasanya tadi aku mendengar nama seseorang disebut. Cho Kyuhyun.
“Maaf, Pak. Aku sudah menyuruh orang untuk menghabisinya, namun siapa sangka ternyata dalam keadaannya yang sedang sekarat ia mampu melarikan diri. Saya sendiri merasa hal itu tidak mungkin..” Sekretaris Choi berusaha menjelaskan sesuatu yang membuat jantungku mulai berdegup lebih kencang dari keadaan normal. Apa maksud mereka dengan MENGHABISI?
“Jangan membela diri!! Kau tahu seberapa besar kemarahan anakku Woohyun kalau ia tahu kau gagal menghabisi Cho Kyuhyun, anak ingusan itu? Mungkin kau yang akan dihabisi oleh anakku itu, Sekretaris Choi!!”
HAH? Woohyun? Kenapa Woohyun ingin menghabisi Kyuhyun? Apa… karena Kyuhyun meninggalkan Seohyun, noona-nya begitu saja? Apa Woohyun ingin membalas rasa sakit hati kakaknya? Ah.. tapi ini berlebihan. Nafasku mulai tidak beraturan seiring degup jantungku yang semakin cepat.
“Tapi, Pak Presdir.. saya benar-benar merasa aneh. Kyuhyun sedang sekarat karena kita menyuruh orang untuk menabraknya . Tapi ia masih bisa melarikan diri. Dan kurasa, kebencian Tuan Muda Woohyun pada Kyuhyun sangat berlebihan, walaupun mungkin anak itu sudah melukai hati Seohyun-shii.”
“Yahh… Choi Ji Woo!! Tahu apa kau tentang anakku Woohyun dan Seohyun? Dan kau pikir aku hanya menuruti keinginan anakku untuk membunuh Kyuhyun begitu saja tanpa pertimbangan, huh? Dasar bodoh, semua sudah kupikirkan baik-baik dan memang menurutku melaksanakan keinginan Woohyun untuk menghabisi Kyuhyun memang jalan yang terbaik! Sekarang lebih baik kau keluar dari ruanganku dan cepat cari cara untuk menemukan anak sialan itu!!”
Sekretaris Choi hanya menundukkan kepalanya dan berjalan keluar. Oh, aku harus segera bersembunyi sebelum Sekretaris Choi melihatku. Ia berjalan melewatiku yang bersembunyi dibalik daun pintu ruangan sebelah, sekilas aku melihat raut wajahnya yang begitu sedih. Ah.. aku tak peduli. Yang kutahu saat ini.. Kyuhyun.. dia dalam bahaya. Aku harus mencarinya. Tepat sebelum kulangkahkan kakiku, telingaku mendengar kembali suara Presdir Nam. Kali ini ia berbicara di telepon.
“Jangan khawatir, Woohyun-ah. Seohyun sejak awal memang ditakdirkan untuk menjadi istrimu. Appa jamin itu. Kau tidak usah takut pada Kyuhyun, ia hanya seorang namja yang dengan lancang meninggalkan Seohyun begitu saja. Selama ini bukankah kau menderita dengan hubungan mereka? Ahh.. nee.. appa mengerti.. kesabaranmu memang ada batasnya. Baiklah kita bicara lagi nanti. Appa harus pergi meeting.”

 

FLASHBACK END

 

Seohyun POV

Mworago.. rasanya aku tidak percaya dengan apa yang barusan saja kudengar. Woohyun-ah… dia.. , mencintaiku dan ingin membunuh namja yang masih kucintai, Kyuhyun. Dan.. appa… dia juga mendukung keinginan Woohyun… oh Tuhan.. apa ini.. dan Kyuhyun oppa.. ia sedang sekarat dan sekarang berarti ia tidak diketahui keberadaannya. Bagaimana keadaannya saat ini? ashh.. aku sangat takut.
Author POV

Karena sangat shock, Seohyun hanya mampu membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suara apapun. Matanya menatap kosong  dan hatinya sangat sakit dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Aku adalah saudara lain ibu dengan Kyuhyun.” Shin Min Ah membuka percakapan kembali di dalam mobil mewah itu. Seohyun kembali mendongak dan ia mulai mengerti dengan kemarahan yang yeoja ini perlihatkan padanya dari tadi. “Kau pasti tahu kalau appa-nya Kyuhyun menikah lagi saat ibunya meninggal. Ia menikahi ibuku. Saat itu usiaku 7 tahun dan Kyuhyun 4 tahun. Dan aku melanjutkan masa SMP ku di Paris. Seohyun mengingat kembali kata-kata Kyuhyun bahwa ia memiliki seorang noona yang tinggal di luar Korea. Ia tidak menyangka bahwa yeoja didepannya saat ini adalah noona dari namja yang ia cintai.

 

Sidetown, Seoul

Seorang pemuda terengah-engah memegangi kepalanya yang terus mengeluarkan darah. Ia tidak mempedulikan tatapan orang-orang di sekelilingnya. Ia terus berjalan dengan kaki telanjangnya menuju ke sebuah rumah yang alamatnya tertulis di sebuah kertas lecek yang sedang ia pegang. “Demi Tuhan aku sudah tidak kuat lagi. Dimana rumah ini?” pemuda ini terus melangkahkan kakinya sambil mengedarkan padangannya ke nomor pintu di sekelilingnya.. “chajattda..” gumamnya… ia langsung menekan bel rumah usang itu berkali-kali. Ia sudah tidak tahan karena kehilangan begitu banyak darah dari pelipisnya, tepat saat ia mendengar langkah kaki seseorang dari dalam rumah itu, kesadarannya mulai menipis dan.. gelap. Pemuda ini terjatuh di depan rumah usang itu. Samar-samar ia mendengar teriakan dari orang yang membuka pintu rumah tersebut. “Omo.. Cho Kyuhyun!! Neo.. Cho Kyuhyun.. yakkk,, eomma ppali! Ppali!” suara seorang yeoja yang ia rasa familiar namun terlalu sulit untuk berpikir saat ini bagi Kyuhyun. Ia memejamkan matanya.

 

TBC

 

5 thoughts on “FRIDAY the13th [CHAPTER 2]

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s