FRIDAY the 13th [Chapter 3]

chap2

http://rissajaejoong.blogspot.com/

Author : 리지아  Lee Jia

Main cast : Cho Kyuhyun and Seo Joo Hyun
Other cast : Shin Min Ah, Lee Seung Gi, Nam Woohyun, Kim Taeyeon and Kevin Woo

Genre : Romance, Sad

Length : Chaptered

Disclaimer : Every cast in here is belong to God. But the story is belong to me. Do not copy without ask my permission.

Author POV

“YAKKK!!! KEMANA DIA? Yahh… ppali!! Kita harus menemukan dan menghabisi anak sialan itu.. kenapa dia bisa kabur? Apa kalian tidak menjaganya, huh??!! Pabo, paboo! Bos bisa marah pada kita semua!!”

 

“Tapi, bukankah dia sekarat? Kami pikir dia tidak akan mampu melarikan diri. Dan lagi tadi Sekretaris Choi  melihatnya dan mengatakan bahwa Kyuhyun masih tidak sadarkan diri. Jadi.. kami…”

 

“Aishh.. eottokhae?!! Apa kalian sudah mencarinya? Dia pasti belum lari terlalu jauh.. ahhh jinjja aku harus menghubungi dia untuk melaporkan keadaan ini.”

Lelaki bertubuh besar dan bertampang sangar itu menghubungi seseorang dengan gusar.

 

“Mworago?? Apa yang barusan kalian bilang? Kabur? Bagaimana bisa? Tadi saja dia masih terbaring lemah dan tidak sadarkan diri saat aku melihatnya…” Sekretaris Choi tampak panik.

 

“Humm.. nee, aku akan menghubungi Pak Presdir. Dia pasti akan sangat marah padaku dan juga pada kalian. Ashh.. jeball..”

 

Beberapa kilometer dari sana, seorang pemuda sedang berjalan turun dari sebuah truk barang yang ia tumpangi  tanpa sepengetahuan supirnya.

 

“Pergilah melewati jendela itu. Jendela itu tidak terkunci rapat, lalu larilah menuju perumahan di ujung kota ini. Cari alamat ini dan tinggallah disana untuk beberapa saat.” Kyuhyun teringat suara orang itu. Ya, orang yang memberinya secarik kertas berisikan alamat yang harus ia datangi. Kyuhyun tidak mengenali orang itu. Pernah melihatnya pun tidak. Tentu saja, ia memakai masker dan suaranya sangat serak. Kyuhyun sempat ragu sebelum menuruti kata-kata orang tersebut namun ia tidak punya pilihan lain. Sakit di kepalanya sungguh mengganggunya. Orang itu juga memberinya obat penahan sakit beberapa butir. Kyuhyun penasaran dengan identitas orang itu.

 

“Aku bahkan tidak tahu ia seorang pria atau wanita. Tubuhku sangat lemas dan aku tidak melihatnya dengan jelas.” Jelas Kyuhyun pada 2 orang yeoja dihadapannya. Kim Taeyeon dan eommanya. Saat ini Kyuhyun berada di rumah Kim Taeyeon. Alamat rumah pada kertas tersebut ternyata rumah Kim Taeyeon. Kyuhyun belum sempat bertanya apa hubungan Taeyeon dengan orang tersebut.

 

“Taeyeon-shii.. apa mungkin kau mengenal orang itu? Karena alamat yang ia berikan adalah alamat rumahmu. Mana mungkin itu kebetulan?” selidik Kyuhyun yang lukanya sudah dibalut dan diobati oleh Ny. Kim, eomma Taeyeon.

 

“Emm.. aku juga tidak tahu. Malah aku sangat terkejut begitu melihatmu pingsan dengan darah bercucuran dari kepalamu! Justru aku yang ingin bertanya, siapa orang itu dan kenapa ia memberikan alamat rumahku?” Taeyeon menjawab Kyuhyun dengan pertanyaan juga.

 

“Sudah.. sudah.. sekarang lebih baik Kyuhyun-shii, kau beristirahatlah. Ini sudah larut dan lagi kondisi tubuhmu sangat lemah. Ayo, minumlah obat ini. Mungkin akan mengurangi rasa sakitmu dan tidurlah. Kau juga, Taeng.. kembalilah ke kamarmu. Kita bahas masalah ini besok.” Ny. Kim pun beranjak keluar dari kamar tamu yang saat ini dihuni oleh Kyuhyun. Taeyeon mendengus pelan kemudian mengikuti eommanya berjalan keluar kamar.

 

Kyuhyun POV

“huff..” Aku menghembuskan nafasku panjang. Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba sebuah mobil nyaris saja menabrakku hingga aku terpental dan kepalaku membentur dinding kaca sebuah restoran. Samar-samar rasanya kulihat beberapa orang namja bertubuh besar berlarian menghampiri dan mengangkatku ke dalam mobil itu. Kukira mereka akan membawaku ke rumah sakit. Tapi saat aku membuka mata, aku malah ada di sebuah rumah dalam keadaan tangan kaki terikat dan kudengar percakapan mereka yang ingin menghabisiku. Pikiranku terus melayang sampai kudengar sebuah nama disebut. Seohyun-ah.. mereka menyebutkan nama Seohyun. Yeoja yang dengan sangat terpaksa harus kutinggalkan. Aku tidak mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan tentang Seohyun. Tapi naluriku berkata bahwa Joo juga dalam bahaya, aku terus berpura-pura pingsan sampai akhirnya orang itu masuk. Beberapa orang masuk secara bergantian melihatku. Aku dapat mendengar langkah kaki dan sepatu mereka, namja… yeoja yang mengenakan heels.. kemudian namja lagi… dan orang itu. Siapa mereka? Kenapa mereka ingin membunuhku.. aku harus menemukan Joo secepatnya sebelum terlambat.

 

Shin Min Ah POV

“Seohyun-ah.. kita harus mencari Kyuhyun. Dia pasti sangat menderita, saat ia terpaksa meninggalkanmu hingga kejadian ini… pasti membuatnya sangat menderita..” Aku merasakan mataku memanas karena memikirkan namdongsaeng-ku yang entah bagaimana nasibnya.

 

“Mwo? Eonnie tadi bilang Kyuhyun oppa meninggalkanku karena terpaksa? Wae? Waeyo?” Seohyun menatapku heran. Oh, aku tidak tahu alasan apa yang Kyuhyun berikan saat ia meninggalkan gadis ini. Apa dia tidak mengatakan yang sesungguhnya? Aku ragu untuk bicara namun Seung Gi memegang tanganku dan berkata,  “Ceritakanlah, chagi… kurasa Seo harus tahu..” Aku mengangguk pelan, kuharap Seo tidak makin shock setelah mendengarnya.

 

“Eonnie, jeballl.. beritahu aku..”

 

“Nee, Seohyun-ah.. Kyuhyun dia.. dia terpaksa meninggalkanmu karena.. hum.. karena dia divonis terkena kanker paru-paru stadium lanjut. Kau pasti tahu kalau Kyuhyun sangat memperhatikan kesehatannya dan 6 bulan sekali ia selalu melakukan check-up. Anehnya, kanker itu seakan muncul tiba-tiba dan tanpa rasa sakit. Dokter berkata bahwa itu memang sering terjadi, tidak terasa gejalanya dan kemudian ternyata penyakit nya sudah parah. Dia..” belum selesai aku bicara, kulihat mata yeoja ini kembali mengeluarkan butiran beningnya. Mianhaeyo..

 

“Ahh.. andwae… itu tidak mungkin, Kyu-ah..eonnie, bukankah bisa dilakukan operasi untuk penyakitnya? Banyak orang yang menderita penyakit kanker bisa selamat dengan cangkok dan operasi kan?”

 

“Seohyun… apa kau pernah mendengar cangkok paru-paru? Kurasa tidak, manusia bisa melakukan cangkok  ginjal ataupun hati. Tapi tidak dengan paru-paru. Dan lagi kalaupun memang bisa.. dimana kau dapat menemukan pendonor paru-paru? Aku belum pernah mendengarnya sampai saat ini. Kyuhyun tidak ingin kau menderita jika berada di sisinya. Saat itu dia bilang dia akan menyelesaikan semuanya denganmu, kukira ia berkata jujur.. ternyata tidak. Jeongmal mianhaeyo, Seohyun-ah karena adikku itu berbohong dan meninggalkanmu. Mungkin menurutnya itu yang terbaik bagi kalian, saat itu.”

 

“Ah.. shireoyeo… aku…”

Kulihat Seohyun sepertinya sangat shock dengan rentetan kejadian dan kenyataan yang ia terima hari ini, mianema aku telah membentaknya tadi..

 

“Seohyun-ah.. gwenchanae? Seohyun-ah.. yahh.. Seohyun-ahh..” Aku dan Seung Gi oppa panik melihat Seohyun pingsan.

 

“Oppa, jeball kita harus membawanya ke Rumah Sakit.” Pintaku.

 

“Mollaseo, eonnie… aku… tidak apa-apa.. tadi tubuhku hanya tiba-tiba lemas…gwenchanae.. kita.. harus cari Kyuhyun oppa.. secepatnya.. kumohon..”

Aku memandang Seung Gi bingung dan ia berkata, “Baiklah kita akan mencari Kyuhyun, tapi sebelum itu, kau harus isi perutmu dulu, Seo-ah.. dan lagi ini sudah malam. Bagaimana kalau kita mencari Kyuhyun mulai besok pagi? Aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi gerak-gerik appa-mu dan Sekretaris Choi. Kurasa besok ia akan memberikan kabar padaku”

 

Ide bagus! Seruku dalam hati menanggapi ucapan Seung Gi. “Nee, kajja sekarang kita makan lalu aku akan mengantarmu pulang, Seo. Kuharap kau tidak berbuat bodoh sesampainya di rumah nanti. Kau mengerti maksudku kan?” kataku tersenyum pada Seohyun. Ia hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis, bisa kujamin kalau ia tidak akan punya selera makan.

 

Woohyun POV

Akhirnya noona-ku tercinta pulang ke rumah. Darimana saja dia sampai selarut ini baru kembali ke rumah? Kudengar tadi suara mesin mobil yang mengantarkannya. Nugu?

 

“Noona-yaa.. darimana saja sampai jam segini? Aku mencemaskanmu.” Kutatap mata noona.. ah, yeoja yang kucintai ini dan rasanya matanya sedikit sembab. “Noona, waeyo? Apa kau habis menangis? Matamu sembab, jangan bilang kau menangisi namja sialan itu lagi! Uljima, noona-ya.. ku jamin kau tidak akan melihat namja itu lagi!” kataku sedikit emosi melihat mata Joo yang sembab. Kulihat nampaknya Joo terkejut dengan ucapanku dan dengan segera ia menjawab,

 

“Ah.. gwenchanae.. Woohyun-ah.. mataku sembab karena tadi aku menonton drama yang menyedihkan di rumah temanku. Jebal, aku tidak apa-apa. Dan ini tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun oppa. Aku sudah melupakannya.”

 

Geotjimal. Aku tahu ia berbohong. Joo, Joo.. kau pikir sudah berapa tahun aku menjadi ‘dongsaeng’ mu.. bahkan sebelum aku mengetahui yang sebenarnya. Joo, matamu akan melirik ke arah kiri jika kau berbohong, aku tahu semua tentangmu, melebihi diriku sendiri. Ahh, sudahlah..

 

“Noona, istirahatlah. Ini sudah larut. Jalja!” kulihat Joo tersenyum dan masuk ke kamarnya.

Cih, berapa lama lagi aku harus memanggilnya noona? Aku benci sebutan itu.

 

Seohyun POV

“ Uljima, noona-ya.. ku jamin kau tidak akan melihat namja itu lagi!” Jantungku berdebar kencang saat kudengar kalimat itu keluar dari mulut Woohyun.  Aku segera berkata bahwa aku sudah melupakan Kyu oppa dan mencari alasan tentang mataku yang sembab. Semoga ia percaya padaku dan tidak benar-benar melakukan apa yang dikatakannya barusan. Bahuku bergetar karena ngeri. Namdongsaeng-ku selalu harus mendapatkan yang ia mau sejak ia kecil. Walaupun begitu ia selalu melindungiku. Kepalaku berputar. “Ah, sebaiknya aku tidur. Besok aku harus mulai mencari Kyu oppa bersama Min Ah eonnie dan Seung Gi  oppa. Hmm.. Kyuhyun oppa… jaljayo..”
TBC

3 thoughts on “FRIDAY the 13th [Chapter 3]

  1. y ampun tragus bnr hdupnya kyuppa!!
    dh pnya pnyakit parah ech skrg mlh da org yg mw bnh kyuppa!!
    untung skrg kyuppa da d rmh taeyeon jd untuk smntra kyuppa aman!
    ich woohyun nybelin bgt sich so baik!!

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s