The hallucination (Chapter 2)

Artposter_SeoKyu-Side

The Hallucinations

 by Julistyjunghaae

Cast: All members Suju and SNSD

Genre: Horror, Fantasy and Mystery | Length: Chapter | Rate: PG-16

Disclaimer:

This story is pure from my imagination. All cast belong themselves. No bash, No Plagiarism and No copy paste without my permission. Latest RCL please, Gomawo.

Part 1

-ooOoo-

The beginning of everything

Chapter 2 (SeoKyu side)

“KYUHYUN”

Deg

Semua panik karena Seohyun menghilang sambil berteriak nama Kyuhyun. Kyuhyun panik, tanpa peduli orang-orang yang berusaha mengejarnya dan meneriakinya, ia berlari tak tentu arah mencari Seohyun dengan nafas yang memburu.

Kyuhyun berjalan dengan cepat. Mencari kesemua arah dengan cahaya yang seadanya. Tak peduli dengan hawa dingin juga perasaan aneh yang datang menghapirinya.

Ia berjalan namun matanya menangkap sosok mahluk berbayang dengan bentuk yang aneh. Bayangan yang sama, sama yang tertangkap oleh iris mata Yoona juga Seohyun saat itu.

Shhh..

Angin datang. Menerpa rambut Kyuhyun dingin. Seolah-olah ada orang yang berada dibelakangannya. Memegang tengkuk Kyuhyun dan meniupnya perlahan dengan nafas yang sangat dingin.

Kyuhyun sudah menjadi tegang. Keringat dingin sudah mulai keluar dari wajahnya dan badannya tampak terasa beku. Hembusan angin yang datang tampak seperti memeluk Kyuhyun dan memegang pundak Kyuhyun.

Dengan sekuat tenanga Kyuhyun menggeleng dan seketika bayangan seperti debu itu menghilang, seiring dengan angin yang datang walaupun tak ada jendela sedikitpun, ditempat Kyuhyun berada.

Nafas Kyuhyun mulai memburu. Keringat dingin mulai menetes. Kyuhyun masih mencoba tenang. Bukan saatnya untuk merasa takut dikala Seohyun sedang membutuhkan pertolongannya. Yang terpenting adalah bagaimana ia bisa mencari Seohyun.

“AAAAAAAAAAA”

-oOo-

Seohyun berlari. Rasa takut sudah menjalar dari seluruh tubuhnya. Yang ada diotaknya sekarang hanyalah berlari, itulah yang ada dipikirannya. Tak peduli berapa kali ia menabrak benda-benda yang ada disekitarnya hingga jatuh.

DEG

Jantungnya hampir berhenti berdetak. Dengan perlahan Seohyun berjalan kebelakang dan terus kebelakang. Ia menutup matanya, mencoba tenang walau tubuhnya sudah bergetar hebat Karena takut.

Kembali lagi, ia merasa bahwa jantungnya akan copot. Ia merutuki habis-habisan dirinya yang bukan berlari kearah lain melainkan berjalan mundur. Ia membentur pelan tembok yang ada dibelakangnya. Ia meringis bukan karena sakit tapi karena ia mengumpat habis-habisan dirinya yang bodoh.

Shhhh…

Rasanya ia ingin menangis saat sesuatu menyentuh wajahnya. Meniup pelan telinganya dan memeluk tubuhnya dengan dingin, sedingin es. Tak ada orang namun Seohyun menjadi beku. Wajahnya yang lebam akibat terkena pukulan kayu saat berlari dan dengan keringat yang bercucuran.

Tak dapat dielakan bahwa sekarang ia lebih memilih mati jika harus berada dalam kondisi seperti ini lama, lama dalam kondisi yang benar-benar mencekam. Nafasnya ia tahan. Suara aneh mulai datang kedalam gendang telinganya.

Srak,,,Srak,,,Srak…

Suara itu membuat Seohyun mulai memandang cemas semua yang ada dipingirannya namun tak ada tapi masih terasa. Sesuatu yang membelai halus wajahnya dan tengkuknya, terasa kasar saat ia merasakan sentuhan itu.

Matanya menatap lurus kedepan dengan nafas yang terengah-engah. Ia mencoba tenang berharap bahwa angin yang datang, membelai seluruh bagian tubuhnya itu enyah. Tak berbekas dan tak mengikutinya.

Sayup ia dapat melihat sosok aneh. Berdebu, berawarna merah dan berjalan kearahnya. Dengan sangat lambat, entah mahluk apa namun dengan jalan tanpa sebuah kaki, mendekat perlahan tapi pasti.

“Ahhhh…” lembut suara Seohyun menahan nafasnya dengan penuh rasa takut. Lehernya tercekat. Tak dapat berucap sepatah katapun. Sekujur tubuhnya terasa kaku, berjalanpun ia tak bisa dan itu juga semakin membuat sosok itu semakin mendekat.

Seohyun semakin tercekat. ia berusaha untuk berteriak namun tetap tak bisa seakan tersumbat oleh kepanikan yang luar biasa. Keringat dingin mulai membasahi dirinya. Dari yang hanya dikepala sekarang sudah menuruni lehernya, badannya juga tangannya yang mulai basah.

Sosok itu mendekat. Dengan derap langkah yang terdengar aneh walaupun sosok itu tak menginjakan sedikitpun kakinya pada lantai yang kotor dan berdebu. Suara langkahnya semakin keras. Dekat semakin dekat dan dekat.

Seohyun ingin berteriak namun rasanya, lehernya tercekik dengan sendirinya oleh rasa takutnya sendiri. Lidahnya bergerak-gerak, ia berusaha membuka mulutnya yang terkatup rapat. Seolah ingin berteriak namun tidak dapat keluar.

Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Seolah jantungnya akan melompat jauh, keluar dari rongga dadanya. Ingin, Seohyun berlari dan berteriak sekeras mungkin.

Seohyun memejamkan matanya. Sejenak saat ia mulai merasa tenang dan membuka matanya, sosk itu sudah menghilang. Tak ada apapun yang tertangkap oleh matanya. Ia menghembuskan nafasnya lega.

Dengan langkah yang ringan ia mulai berjalan sedari bernafas lega namun langkahnya terhenti. Sesuatu, menyentuh bahunya. Saat Seohyun menengok

“AAAAAAAAAAAAAAAA”

Seohyun berlari dengan sangat cepat, nafasnya yang terengah-engah dan kakinya yang terasa pegal tak ia perdulikan. Rasa takut sudah membuatnya tak dapat berpikir. Ia berjalan tak tentu arah, berharap sosok yang berada dibelakangnya tak mengikut dirinya lagi namun tetap saja saat ia mengok kebelakang, yang ada sosok itu masih mengikutinya dengan senyuman yang mengerikan.

Seohyun sudah tak memperdulikan arah tujuannya berlari. Yang ia pikirkan bagaimana caranya agar dapat pergi dari sosok itu namun tanpa ia duga, tubuhnya terpeleset. Kakinya terlilit oleh sebuah tali, Seohyun berusaha melepaskan tali itu namun tak bisa.

Disisi lain, ujung tali yang berada didekat tiang penyangga, putus. Membuat tali itu menarik Seohyun kearah luar. Perlahan tapi pasti kaki Seohyun tertarik, Seohyun mencoba untuk melepaskannya dan memegang apa saja yang dapat menahannya namun tetap saja, tetap tak bisa.

Kakinya mulai berdarah, goresan-goresan lecet akibat tali kasar yang mengikat kakinya secara terus-menerus. Kakinya begitu sakit, seperti tertarik. Bukan hanya tertarik oleh tali namun juga tertarik oleh tangan yang begitu kasar dan kuku-kuku yang begitu tajam, menusuk kulit mulusnya.

Kuku-kuku itu menelusup begitu saja. Masuk kedalam kakinya dan merobak kulitnya. Seohyun meringis dan menangis. Darah mulai menetes, begitu banyak dan daging kulitnya mulai terlihat. Jika Seohyun tetap nekat terus memegang tiang yang ia peluk. Mungkin kakinya akan hilang sebelah dan dengan pasrah ia melepaskan pelukannya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAA”

Tubuhnya tampak terhempas dan jatuh begitu saja. Ia membentur sebuah batu besar dan seketika, mungkin ini lebih baik, mati dengan rasa sakit yang sekeja dan Seohyun sudah tak bernafas dengan cara yang mengenaskan. Tubuhnya yang bersimpuh darah dan kepalanya yang sudah tak berbentuk.

Meninggalkan sebercak darah dan sebuah foto yang entah dari mana, berada tepat dimana ia terpeleset.

-oOo-

Kyuhyun mulai melangkah, mencari Seohyun saat ia sudah mendengar suara seseorang berteriak dua kali dan yang ia yakini bahwa yang berteriak ada Seohyun. Suara merdunya yang melengking keras.

Langkah Kyuhyun terhenti melihat sebuah lukisan. Lukisan sebuah keluarga yang tampak sudah rusak namun masih tetap terpajang. Sebuah keluarga yang tak menggambarkan sebuah kebahagiaan melainkan sebuah penderitaan. Itulah yang Kyuhyun lihat walau samar dan tak jelas.

Samar Kyuhyun ingin melihat lebih rinci, seperti apa wajah mereka, yang ada dilukisan tersebut. Ia mengeluarkan ponselnya tersebut. Begitu ponselnya dihadapkan pada lukisan tersebut, hal pertama yang ia lihat, sosok pria yang cukup tampan. Pikirnya, tapi masih lebih tampan diriku pikirnya sekali lagi.

Ia masih memandang lukisan tersebut lekat. Lupa akan Seohyun, ia mulai memutar-mutar ponselnya dan menatap semuanya yang dapat dilihat jelas oleh cahaya ponselnya. Kyuhyun kaget. Sontak ia menjatuhkan ponselnya, ia melihat sosok yang sangat aneh.

Sh*t” umpatnya pelan. Ia mulai membungkuk, bahkan berjongkok mencari ponselnya yang jatuh dan saat ia berada dibawah kursi. Ponselnya sudah ia dapatkan, segera ia ambil dan menyorotkannya kesemua arah. Menerangi seluruh ruangan agar dapat tertangkap oleh mata elang Kyuhyun.

“Siapa” Kyuhyun berputar kesekelilingnya sambil menyorotkan cahaya ponselnya. “Siapa?” Kyuhyun berucap sekali lagi namun tak ada seorangpun yang tertangkap oleh matanya. Sayup Kyuhyun mendengar sebuah suara.

Suara angin berhembus juga gemercik air yang aneh dan juga sebuah teriakan. Menjerit, memintak keluar. Kyuhyun menatap lukisan itu kembali sambil menyorotkan cahanya ponselnya.

Kyuhyun mendekat. Kaki Kyuhyun menabrak sebuah kursi disana. Kyuhyun mengumpat dan menendang kursi itu sembarang. Kyuhyun memandang sinis lukisan tersebut. Dalam hati ia menyumpahi orang-orang yang ada dilukisan tersebut.

Tak menyadari, semuanya terdengar oleh sosok yang sekarang tepat berada dibelakang Kyuhyun. Kyuhyun mulai menengok kebelakang. Dapat mendengar sebuah deru nafas yang dingin didaerah tengkuknya.

DEG

Kyuhyun mulai mundur. Langkahnya begitu pelan karena kakinya bergeta. Begitu lemas untuk dibawa berjalan. Kyuhyun tertegun, bahunya sudah menabrak tembok dengan keras. Ia menutup matanya.

Semilir angin datang. Menyapu rambut Kyuhyun, membuatnya berangsut jatuh karena kakinya sangatlah lemas. Kyuhyun ingin berteriak namun tak bisa karena ia sudah berada dalam posisi yang tak bisa berbuat apa-apa.

Angin itu masih merpa rambut Kyuhyun. Membelai halus wajahnya dan memegang perlahan tengkuknya. Entah, namun ia merasa bahwa ada sosok yang sedang memeluknya. Basah karena terdengar gemercik air didaerah sekitarnya.

“Kyu-ah

Kyuhyun membuka matanya. Dalam hati ia berucaap beribu syukur pada Tuhan karena tepat dihadapannya. Donghae, Yoona, Yuri dan Kibum sekarang ada, memandangnya dengan cemas dan khawatir.

“Mana Seohyun?” Tanya Yoona dan Kyuhyun hanya dapat menggeleng lemah.

“Mana Won Hyung dan Fany?” Tanya Kyuhyun.

Semua diam, hanya hening yang ada saat Kyuhyun bertanya. Semua membuang muka dengan pandangan yang sendu, lalu Kibum merangkul tubuh Kyuhyun dengan perlahan. Membawanya menjauh, mencari semua orang yang hilang.

Dan kali ini Kyuhyun selamat

TBC

Author note: Alohaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……. masih inget kan sama FF diatas. karena di teaser sama Chap 1 itu spesial Yoona dan Donghae, disini aku mau bikin semua dapet bagian yang seimbang jadi gak ada tuh spesial-spesial kaya nasi goreng-__-” hehehe.. lagi pula kapan matinya kalau misalnya yang dapet part banyaknya cuma Donghae sama Yoona tapi mungkin masalah percintaaanya cenderung ke YoonHaeSicca hehee oh ya kalau udah baca tinggalin jejak yah… ^^

28 thoughts on “The hallucination (Chapter 2)

  1. Serem… Sampe ngeri liat ceritanya.. Seo unnie meninggal mengenaaskan bget…. Aduh.. Kyuppa ksian bget… Syukur yang laen pda datang.. Di tgu yh, kelanjutannya..

    Gumawo

  2. Huaa T.T itu seo nya mati g?? Tegang bgt bacanya tiba part seokyu… untung kyu
    selamat… tp gimana dgn seo??

    Itu makhluk apan sich?? Serem amat.. ni jdnya pada mati semuaa g?? Sifany jg ilang…

    #lanjuutt

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s