Jar of Heart

Title

-Jar of Heart-

Author

WonAhHwang407

Cast

Im Yoona♪

Lee Donghae♪

Kim Taeyeon♪

Etc

Genrre

Romance, Sad

Length

Drable

Rating

G

►►

 Jar of Heart Cover

2013

© WonAhHwang407

Stoyline

Start

►►


Hidup menjadi seorang Im Yoona adalah yang terbaik untukku, meski aku tak pernah mendapatkan apa yang aku inginkan tapi Tuhan mengerti ia selalu memberi apa yang aku butuhkan.  Di kota ini, Seoul, aku tinggal seorang diri. Sebuah apartemen berukuran sedang menjadi tempat tinggalku. Bekerja menjadi penyunting di sebuah perusahaan penerbit. Aku menikmati pekerjaanku, meski karena pekerjaan ini juga aku harus berdiam diri lama di dalam kamarku. Aku bersyukur karena ini juga aku tak perlu menjalani hidup yang menyesakkan hatiku di luar sana. Dan aku juga bersyukur masih bisa melihatnya dari jendela kamarku.

Hari ini aku mendapat tugas untuk menyunting sebuah novel, aku tak tahu penulisnya karena tidak tertulis di sini, mungkin saja karena di masih pemula jadi masih malu untuk menuliskan namanya. Jar of Heart sebuah judul yang membuatku menyunggingkan senyumku. Seperti mengerti apa yang aku rasakan, aku mulai menyunting novel itu. Ceritanya menarik dan kata-katanya menggugah hati pembaca. Tak terlalu banyak kata yang ku sunting sepertinya penilaianku tentang penulisnya yang masih pemula harus ku buang karena setelah menyuntingnya aku dapat merasakan perasaan yang ingin disampaikan penulis ini terasa menyentuh hatiku. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena ceritanya yang hampir sama.

I-Phone yang ku letakkan di atas meja kerjaku bergetar. Segera aku meraihnya lalu membuka sebuah pesan yang baru saja masuk. Dari Taeyeon eonni dia memintaku ke kantor hari ini karena ada rapat penting. Ku hembuskan napas panjang sejenak kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Beginilah setiap bulan, aku harus pergi ke kantor penerbit untuk rapat. Apalagi kalau bukan untuk kemajuan perusahaan. Karena tergolong masih perusahaan kecil kami harus kerja lebih untuk menjadi sedikit lebih besar dari saat ini.

Kini aku telah berdiri di halte dekat apartemenku. Setelah menengok arloji putih-ku hanya helaan napas pendek yang ku keluarkan. 10 menit lagi baru bus menuju kantor datang. Sebuah mobil hitam mengkilat melewati halte ini. Karena kaca mobil diturunkan aku dapat dengan mudah melihat siapa di dalam mobil itu. Ia bersama dengan seorang gadis di sana. Tangannya mengusap pelan pipi gadis di sampingnya itu.

Setiap kali aku berdiri di sini, kejadian seperti ini selalu terjadi. Ia selalu melewati tempat ini dengan mobilnya yang selalu berganti dan gadis lain yang selalu berganti pula. Aku tak menemukan lagi ia yang dulu. Seperti 10 tahun yang lalu saat aku masih dengannya. Kami yang masih polos memasuki sekolah menengah atas di Mokpo. Kami sepasang kekasih, kekasihku itu bernama Lee Donghae. Ia tampan dan pintar. Senyumnya begitu menawan begitu juga dengan tawa dan suaranya. Aku gadis yang pemalu sampai sekarang pun masih begitu. dia yang selalu meraih peringkat pertama di kelas sedangkan aku harus puas dengan peringkat kedua. Waktu terus berjalan seiring dengan jarum jam yang terus berputar. Perlahan ia mulai mempunyai banyak penggemar di sekolah. Setiap hari puluhan cokelat dan surat cinta ia terima di dalam lokernya. Aku mulai terlupakan. Ia mulai sibuk dengan para penggemarnya namun meski begitu ia tetaplah seorang yang pintar. Semester demi semester tetap saja ia selalu peringkat satu. Hubungan kami menggantung. Tak ada pernyataan apapun darinya. Bicara pun tak pernah. Aku terlalu malu untuk menyapa terlebih dulu. Karena sejak awal saat ia mulai menerima cokelat dan surat cinta itu aku pun menerima surat ancaman dari dalam lokerku. Mereka memakiku, mengatakan aku tak pantas dengan Lee Donghae yang sempurna itu. Aku mengakui aku memang gadis yang culun. Gaya berpakaianku sampai sekarang pun masih seperti dulu, seperti tak mengikuti jaman yang berkembang. Tapi inilah aku. Akhir sekolah pun tiba, usai ujian dan pengumuman kelulusan kami semua berpisah. Hal yang paling aku ingat adalah di malam promnight itu. Dengan gaun rajutan ibuku aku datang. Gaun selutut berwarna cokelat muda. Rambutku tertata seperti biasa berbeda dengan teman-teman lain yang terlihat glamour. Aku berdiri di sudut ruangan, tempat acara ini diadakan.

“Hai.. kau Yoona, bukan?”

Seorang gadis dengan gaun merah marumnya yang begitu mempesona. Rambutnya pirang dan bibirnya yang tipis terlihat mengkilap karena mungkin ia menggunakan lipgloss. Aku mengangguk membenarkan pertanyaan.

“kau dulu kekasih Donghae, bukan?”

Gadis itu menatapku dalam. Dengan senyuman tipis di bibirku aku menganggukkan kepalaku.

“aku juga kekasihnya dua bulan yang lalu”

Sontak aku melihatnya tak percaya. Ia tertawa melihat reaksiku itu.

“jangan  melihatku seperti itu, bukan hanya aku tapi banyak yang lain yang pernah menjadi kekasihnya. Idola sekolah itu seorang playboy

Ia meminum wine di tangannya. Pandangannya tertuju pada  Donghae yang berdiri di kelilingi gadis-gadis itu.

Lee Donghae, ia sudah berubah banyak.

“kau tersakiti olehnya?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja dariku. Gadis itu tersenyum pahit kemudian memandangku dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“mungkin bukan hanya aku banyak yang lain dan kau juga tentunya”  jawabnya.

Perubahan yang tak pernah aku pikirkan itu terjadi. 3 tahun bersama bukanlah waktu yang pendek dan tak panjang pula namun cukup membuatku tak bisa melupakan masa saat bersama dengannya dulu.

Bus yang aku tunggu datang. Segera aku memasuki dan duduk di bangku belakang. Pagi ini bus sepi. Hanya beberapa orang di bangku depan aku sendiri di belakang. Lewat jendela aku melihat mobil hitam Donghae berjalan pelan. Pandanganku tak mampu lepas darinya. Hingga bus ini melewatinya dan ia tertinggal di belakang.

Kini aku hanya membawa kepingan hati yang sudah remuk. Melangkah di setiap detik dengan senyuman yang seperti harus aku sungging bukan ikhlas aku berikan.

7 tahun sejak kelulusan sekolah aku kuliah di Seoul University, berada jauh darimu yang ku dengar melanjutkan kuliah di Harvard University. 3 tahun kemudian aku pindah ke apartemen tempat ku sekarang. Tak sengaja saat membuka tirai jendela aku melihatmu di apartemen itu, sedang berolahraga. Saat itu aku merasa waktu yang ku punya berhenti sesaat untuk merasakan bulir-bulir bahagia yang meresap ke dalam pori-pori hatiku. Namun sesaat saja semua terhempaskan saat seorang gadis datang dan memelukmu dari belakang, tanpa pikir panjang aku berbalik, menjauh dari jendela kamarmu.

3 tahun kini tak sekalipun kita bisa bertemu langsung. Kita bertemu namun kau tak menyadarinya, hanya aku yang mematung melihatmu.

Tuan Lee Donghae yang pintar, Tuan Lee Donghae yang tampan, dan Tuan lee Donghae yang playboy cinta pertamak yang meninggalkan jejak di hatiku yang kemudian menghancurkannya menjadi kepingan-kepingan yang terpecah belah. Aku berdo’a semoga kelak Tuhan mengijinkan kita bisa bersama meski mustahil karena diriku yang seperti ini.

Bus berhenti, aku turun dan segera melangkah cepat menuju kantor. Taeyeon eonni segera menghampiriku seraya tersenyum. Ia mengajakku langsung menuju ruang rapat. Rapat seperti bulan-bulan yang lalu berlangsung selama dua setengah jam kemudian ditutup. Perut terasa berbunyi sejak tadi karena aku baru menyadarinya jika aku belum sarapan. Taeyeon eonni mengajakku menuju café di lantai bawah kantor, aku menyetujui dan bersama-sama menuju tempat itu. Sambil makan kami bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing; pengalamanku menyunting dan penglamanannya di kantor. Hingga pembicaraan sampai pada novel yang ku sunting sebelum berangkat tadi.

“oh novel itu, penulisnya memang masih baru. Dia pemimpin sebuah perusahaan besar di Seoul ini, kalau tidak salah namanya Lee Donghae”

Satu sendok makanan yang hendak aku masukkan ke dalam mulutku tertahana. Segera aku memandang Taeyeon eonni, ia tengah asik dengan makanannya sekarang. Cukup lama ia baru menyadari aku tengah memandangnya. Ia balas melihatku dengan pandangan yang seolah berkata , kenapa?

Aku menunduk dan tersenyum. Tak menyangka dan mengira penulis itu seorang yang tak mengerti perasaan namun menulis sesuatu yang seolah begitu mengerti perasaan.

“kau mengenalnya?”

Taeyon eonni mengangkat sebelah alisnya lebih tinggi. Aku tersenyum seraya mengangguk.

Duniaku memang sempit, semua selalu berkaitan dengan ia yang bernama Lee Donghae. Namun belum tentu hidup seorang Lee Donghae berkaitan dengan ia yang bernama Im Yoona.

■■

FIN

■■

Annyeong^^ aku kembali datang dengan Drable ini, mian ya kalo gaje^^

FF drable ini juga sekaligus permohonan maaf saya karena belum bisa buat kelanjutan Look at me, Jebal.. Saranghaeyo Part 14 karena yeah.. ternyata UN SMA itu tak semudah SMP^^

Mungkin FF itu benar-benar harus aku cancel dan bisa saya lanjutkan selesai UN^^

Mohon pengertiannya^^

5 thoughts on “Jar of Heart

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s