Black Soshi 2정 – Trauma And Past

브라크 소시 2정

Title :
Black Soshi

Sub-Title :
2정 – Trauma and Past

Author :
Cho Hyeyoung (@YoungKkuma)

Cast :
– SNSD Member
– SJ Member
– Choi Seung Hyun –Known as Choi-nim or Seunghyun-nim–
– Choi Minho –Known as Inspektur Choi–
– Mr. Lee
– Unknown Character
– And Other…

Type :
AU, Chaptered

Genre :
Suspense, Friendship, School Life, Action(?), A Bit Thriller

Rating :
T (Teenager)

Disclaimer :
Plot is My, Character are belong to God
And DO NOT TRY TO RE-POST MY PURE(?) FF!

Jweseonghamnida kalau ada yang tidak suka dengan pairing di dalam Fan Fiction ini *deepbow

#Note : FF ini pernah dipublish di salah satu FP di Facebook.

#Warning : Mungkin FF ini akan bertemakan Serius, Ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa asing, Long shoot yang membosankan menurut Author, Alur seadanya. But pokoknya,

Happy Reading!

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2

Minho POV
06.00 am KST | Monday, Sept 10th, 2012 || Lee’s Old Mansion, Anyang

Suasana pagi hari di Mansion ini sangat berbeda dengan kota. Sejuk, bersih, tenang, dan juga… ‘Tersembunyi’. Beruntung aku menerima kasus seperti ini, aku jadi bisa lebih rileks dan sedikit menjernihkan pikiran ditempat seperti ini. Menelusuri pekarangan Mansion Tua yang sangat luas ini, adalah kegiatanku saat ini.

‘Trililiiit triliiit
‘Unknown number’

Handphoneku berdering. “Aigoo, mengganggu saja” kesalku

“Yoboseyo”
“Yoboseyo. Dengan Inspektur Choi?”
“Ne. Nuguseyo?”
“Saya Mr.Lee. Tolong anda beserta kelompok anda datang ke rumah saya secepatnya”
“Algetseumnida”

Dari suaranya tersirat kekhawatiran. Sebenarnya ada apa ini? Apakah terror?. Aku segera bergegas masuk ke dalam Mansion, memanggil satu per satu nama anggota yang tidak ‘menemani’ Donghae sekolah.

Ku lihat Jonghyun datang menghampiriku “Jonghyun-ah, mana yang lain?”
“Menurutmu? Kau taukan bagaimana lamanya yeoja?” jawabnya

“Kami tidak lama kok” ucap beberapa suara. “Oh, kalian sudah siap?” tanyaku pada pemilik suara sebelumnya(?) yang ternyata adalah Yoona, Sunny, Tiffany, dan Yuri yang sudah berada di belakang Jonghyun

“Baiklah, ayo berangkat”

***
Author POV
06.45 am KST | Monday, Sept 10th, 2012 || Lee Family’s House, Seoul

“Silahkan masuk” ucap seorang pelayan begitu rombongan Minho tiba. Dan mereka dipersilahkan masuk ke dalam sebuah ruangan yang dimana Mr. Lee terlihat sudah menunggu kedatangan mereka. “Annyeonghasimnikka” sapa mereka

“Eo, Annyeonghasimnikka. Silahkan duduk” ucap Mr. Lee. “Jadi, ada apa Mr. Lee?” tanya Minho. “Teror. Keluarga kami terkena Teror. Ini sudah kali kedua” Mr. Lee menyodorkan 2 buah kotak berpita ke hadapan minho dan Jonghyun

Dengan sigap, Jonghyun memakai sarung tangan putihnya dan membuka salah satu kotak dengan perlahan. “Bangkai kelinci tertusuk pisau bersimbah darah?!” ucap Yoona yang kaget. “Ne, itu adalah kotak yang pertama. Kami menemukan itu di Pos kami minggu lalu”

“Minggu lalu? Mengapa tidak tercium aroma bu-”

“Formalin” gumam Yuri yang memotong perkataan Tiffany. “Ne, Formalin dan beberapa jenis zat lain dapat memperlambat proses pembusukan sampai berhari-hari” jelas Sunny

“Baiklah, Jjong, tolong buka yang satu lagi” perintah Minho. Lalu Jonghyun membuka kotak yang lainnya. “Isinya sama” gumam Jonghyun. “Namun aku menemukan Micro Disc” tambah Jonghyun saat menemukan sebuah Micro Disk yang terbungkus plastic kecil

“Kapan kotak ini ditemukan?” tanya Minho. “Pagi hari tadi. Sekitar 10 menit sebelum saya menghubungi anda” jawab Mr. Lee sambil meperhatikan jam tangannya. Minho mengangguk paham kemudian ia bertanya lagi “Hmm, siapa yang membuka kotak-kotak ini pertama kali?”. Mr. Lee terlihat berfikir sejenak “Kepala keamanan kami. Karna setiap paket yang dikirimkan ke Rumah kami yang tidak dikenal pengirimnya, kami akan menyerahkannya pada Kepala keamanan kami”

“Baiklah, kami akan membawa ini untuk diteliti di markas kami”

***
07.00 am KST || Anyang High School –XI-B Class–

“Baiklah semua, kelas kita mendapatkan 2 murid baru. Silahkan perkenalkan diri kalian”

“Annyeong Haseo! Lee Donghae imnida. Aku dari KIS (Korean International School) Seoul, bangaseumnida” ucap Donghae memperkenalkan diri. “Hello, I’m Jessica Jung from California High School. Bangaseumnida” kini giliran Jessica yang memperkenalkan diri

“Kalian bisa duduk di sebelah sana. Dan buka buku Sastra Korea kalian semua” ucap sang Seonsangnim

Jessica dan Donghae duduk ditempat yang ditunjuk Seonsangnim. “Tak kuduga kita akan sekelas juga duduk bersebelahan, Nona Jung. Haha” canda Donghae tepat di telinga Jessica. “Just call me ‘Jessica’. Dan sudah aku peringatkan sebelumnya bukan? ‘Jangan ganggu aku untuk hari ini’. Arasseo?!” Donghae yang mendengarnya hanya diam. Oh no ‘Sica Effect’ nya berpengaruh pada Donghae!

In the Same Time || Anyang High School –XI-D Class–

Di kelas yang berbeda, seorang Kim Taeyeon yang tengah duduk dibangkunya terlihat tidak focus dengan rumus-rumus Fisika yang ditulis oleh Seonsangnim dipapan tulis
‘Namanya Park Jung Soo, bukan Lee Teuk, Taeyeon-ah! ’

“Kim Taeyeon” panggil Seonsangnim, namun Taeyeon tak bergeming

“Kim Taeyeon!” panggilnya sekali lagi, Taeyeon yang–baru–sadar akan lamunanya langsung menghadap Seonsangnim “Ne” jawabnya

“Apa kau tidak memperhatikan rumus yang baru saja saya terangkan?” tanya Seonsangnim menyelidik. “Animnida, Seongsangnim. Mianhamnida” Taeyeon menunduk

“Maju dan bantu Jung Soo menyelesaikan soal yang saya tuliskan di papan tulis!” perintah Seonsangnim

Taeyeon terbelalak mendengar Seondangnimnya menyerukan nama ‘Jung Soo’, dengan gugup, dia menjawab dan maju mengerjakan soal fisika yang tergolong susah bagi–semua–murid di kelas ini

“Seonsangnim, aku selesai” Tidak sampai 3 menit untuk berfikir, Taeyeon selesai dengan soalnya. Semua murid kelas XI D terkesima melihat Taeyeon termasuk Jung Soo yang–merasa–terbantu

‘Dia Mengagumkan’ pikir Jung Soo

***
11.00 am KST ‘Break Time’ || Anyang High School –Canteen–

Jessica duduk sendiri dipojok kantin yang lengang. Berkutat dengan laptopnya, dengan sesekali menyeruput cappuccino yang ia pesan sebelumnya. Web Shopping. Itulah yang dilakukannya

“Boleh kami duduk disini?” tanya sebuah suara yang membuat Jessica memalingkan pandangannya dari Laptop Screen nya. “Sure. Siapa nama kalian?” jawabnya sambil memperhatikan 2 orang yeoja yang kini duduk di hadapannya

“Soronawa Choi Sooyoung desu. Dari kelas X-A. Yoroshiku” ucap yeoja yang membawa beberapa makanan. “Joneun Kim Taeyeon. XI-D. Bangapta” ucap yeoja yang satu lagi

“Jessica Jung. XI-B” ucap Jessica. “Sudahlah, aku lelah berpura-pura tidak saling mengenal seperti ini” lanjut Jessica yang disambut angukan dari Sooyoung dan Taeyeon

“Mana Kyungsoo, Donghae, Seohyun dan Hyoyeon?” tanya Sooyoung. “Kyungsoo mengantarkan donghae untuk mengikuti tim Baseball. Seohyun di Perpustakaan. Hyoyeon di Dance room” jelas Taeyeon

“Aku mendapat e-mail dari Minho. Lihat ini” celetuk Jessica

From : Choi Minho

L.A-Lady, This is MinsPector
Mr. Lee diteror. Sepulang sekolah kau, Kyungsoo dan Seohyun harus bergegas ke lab untuk membantuku meneliti sesuatu.
Dan Donghae akan diserahkan pada Sooyoung, Taeyeon, Hyoyeon, Yoona dan Jonghyun.

Jessica dengan girangnya bersorak seakan ia lupa kejadian yang membuatnya Shock tadi pagi “Yeah! Pada akhirnya aku lepas dari anak itu!”. Sooyoung dan Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya bingung karna perlakuan Jessica yang berubah drastis itu

“Eum, itu… Bolehkah aku bergabung?” ucap seorang yeoja–yang banyak membawa buku–yang menghampiri meja mereka–SooTaeSic–. “Tentu. Silahkan” Sooyoung menggeser sedikit posisi duduknya untuk di duduki oleh yeoja tersebut. “Joneun Seo Joohyun imnida. Aku kelas X-C. Bangapta”

“Okay, Seohyun, cukup sampai disitu berpura-puranya. Kami sepakat untuk tidak melakukannya lagi” bisik Sooyoung. Seohyun yang mendengarnya terlihat lega “Jinjja? Ah~ Akhirnya”

Sooyoung lalu memperhatikan Taeyeon yang sejak tadi tidak berkomentar “Oy, Taeyeon” panggilnya. Taeyeon yang hanya memperhatikan ke arah satu titik, tidak mengubris panggilan Sooyoung

“Apa ada yang salah dengannya?” tanya Jessica memastikan. “Entahlah, tapi yang jelas Taeyeon eonnie hanya focus pada namja disana” Seohyun menunjuk seorang namja disisi lain kantin. “Namja itu? Eo, dia yang sekelas dengan Taeyeon, kalau tidak salah. Apa dia menyukainya?” ujar Sooyoung

“Maybe yes. Look at her, She looks like just has one motivation for her life, just for that guy. Is true right?” ucap Jessica dengan sangat yakin
(trans: Mungkin iya. Lihat dia, Dia terlihat seperti hanya mempunyai satu motivasi untuk hidupnya, hanya untuk laki-laki itu. Benar bukan?)

“So desuka (Benar)” Sooyoung mengangguk setuju. “Ne, Jeongmal” Seohyun pun beraggapan sama. “Sudahlah, biarkan Taeyeon seperti itu. Merasakan dunia ‘High School’ untuk beberapa bulan. Kalian tau bukan kita semua tidak pernah merasakannya?” ujar Jessica yang dibalas anggukan setuju lagi dari SooSeo

“Geurom, aku duluan, sebentar lagi kelas dimulai. Na kkalke!” ujar Jessica lalu pergi dari kantin

***
2.45 pm KST || Black Eyes Secret Office –Lab–, Seoul

Meneliti, adalah kegiatan yang dikerjakan Minho, Tiffany, Yuri dan Sunny saat ini. Meneliti kotak berisikan bangkai Kelinci putih tertusuk pisau bersimbah darah dan sebuah Micro Disc yang sangat mencurigakan.

“Fany-ya, apa kau bisa cracking Micro Disc itu?” tanya Minho pada Tiffany yang sangat focus terhadap Monitor didepannya. “Tidak bisa dibuka, aku sudah mencobanya berkali-kali” jawab Tiffany denbgan pasrahnya

“Sunny-ya, Yuri-ya, bagaimana dengan kotak-kotak itu?” Minho beranjak ke sisi lain Lab yang disana berada Sunny dan Yuri. “Kami tidak menemukan sidik jari yang tertempel disini”

“Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, Siapa yang mengirimkan 2 kotak berantai ini?” Minho mengacak rambutnya, sedikit frustasi. “Entahlah, mungkin jika kita dapat beberapa petunjuk lagi, kita akan tau siapa dibelakang semua ini” sahut Tiffany

“Sudah sampai sejauh mana?” Jessica tiba-tiba masuk dengan jas putih panjang dan sarung tangan nya. “Jalur Buntu” celetuk Minho

“Memang apa ‘bahan’nya?” Jessica yang penasaran menghampiri Yuri dan Sunny. Namun seketika mata Jessica membulat melihat apa yang di selidiki. Wajahnya pucat pasi, menggeleng-gelengkan kepalanya kuat, menangis dan duduk perlahan sambil terus meronta seperti orang ketakutan. “Andwae, andwae!!”

“Hya! Neo Gwenchanna? Jessica-ya!” Jessica tidak bergeming menanggapi rekan-rekannya yang mencoba menenangkannya. Dia ketakutan.

“Minho-ya! Bawa dia ke ruanganmu! Yuri-ya, beritahu Seunghyun-nim! Sunny bantu Minho! Ppali kajjayo!” Tiffany yang terlihat panic, langsung bertindak. ‘Dia… Trauma? Bagaimana bisa?’

***
2.45 pm KST || Lee’s Old Mansion, Anyang

Idling beberapa mobil mewah terdengar memasuki area Mansion megah tersembunyi ini. Beberapa orang pun keluar dari mobil-mobil itu. Termasuk Donghae didalamnya.

“Mana Jessica dan yang lainnnya?” tanya Donghae pada Jonghyun yang ada disampingnya. “Entahlah, mungkin mereka mempunyai kegiatan lain” jawab Jonghyun seraya melenggang masuk kedalam Mansion itu.

Donghae masih diam ditempat, kurang mengerti dengan apa yang Jonghyun katakan. Jonghyun yang menyadarinya, segera menghentikan langkahnya dan berbalik mencoba membuat Donghae tidak bingung “Daripada memikirkan mereka, lebih baik kita mencoba video game yang baru dipasang Minho kemarin! Kajja!”. Tubuh Donghae diseret ke ruang rekreasi oleh Jonghyun yang terlihat bersemangat. Sementara sang empunya tubuh, merasakan bad feeling di hatinya, membuat wajah seorang Donghae terlihat cemas. ‘Feelingku… Apa ini ada hubungannya dengan Keluargaku atau..?’

3 hari kemudian…

Donghae duduk di bangkunya, tidak fokus dengan pelajaran yang sedang diterangkan Seonsangnim di depan kelas. Sesekali ia melirik bangku kosong disebelahnya dengan tatapan penuh ke khawatiran. Seharusnya bangku itu ditempati oleh seorang yeoja. Namun, Yeoja itu belakangan ini selalu absen dari sekolah. ‘3 hari tanpa keterangan, bahkan kau tidak ada di Mansion selama itu. Kau membuatku cemas, Nona Jung’

Donghae mencemaskan gadis yang baru ia kenal selama 1 bulan lebih itu. Bagaimana tidak? Tanpa kabar, tanpa jejak, ditambah lagi, setiap kali Donghae menanyakan keberadaan Jessica, ia selalu mendapat jawaban ‘Entah’ atau ‘Ia sedang ada keperluan’ yang membuat rasa cemas Donghae bertambah, entah mengapa.

Di tempat lain…

“Sajangnim, sebenarnya apa yang terjadi dengan Jessica?” tanya seorang namja dengan jas putih yang terdapat name tag ‘Choi Minho’ pada seorang namja yang tengah duduk di kursi besarnya. “Dia trauma akan sesuatu bukan? Sajangnim yang memungutnya pasti mengetahui penyebabnya?!” Minho mendesak seorang paruh baya yang ia panggil Sajangnim tersebut yang membuat orang yang didesaknya memijat keningnya, merasa bingung harus menjawab apa.

“Ini menyangkut urusan pribadinya, kau tidak perlu tau apa itu, Minho-ya” Minho membelalakkan matanya, sedikit geram dengan jawaban yang ia terima, “Seunghyun-nim, aku harus tau apa yang terjadi! Bagaimana pun juga, Jessica berada dalam kelompokku. Dan ia memiliki peran penting dalam kasus ini!” terdengar sedikit membentak memang, namun Minho tidak perduli, ia sangat ingin tau akan hal ini karena 2 hal. Pertama, mengingat Jessica tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Kedua, miris hatinya melihat gadis American bak Barbie yang sudah mengurung diri di ruangannya selama kurang lebih 72 jam itu.

“Cepat atau lambat, kau pasti mengetahuinya. Aku yakin akan hal itu” Minho mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa maksud dari kalimat yang dilontarkan oleh Boss nya. “Tekuni saja Kasus yang ada di pundakmu, dengan begitu, kau akan mengetahuinya” tambah Seunghyun dengan senyuman tipisnya yang membuat Minho makin tidak mengerti.

“Jika tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan denganku, kau bisa keluar dari ruanganku, Minho-ya” Minho membungkuk sopan lalu keluar dari ruangan Choi Seunghyun yang notabene nya adalah Boss nya. Walaupun Seunghyun berbicara dengan tata bahasa informal dan juga segurat rasa kecewa tersirat di wajahnya–Minho–, bukan berarti Minho harus menghilangkan sikap sopan terhadap Boss nya bukan?

Sementara itu, Seunghyun tersenyum lirih melihat foto yang ia ambil dari laci mejanya. Foto yang didalamnya terdapat 4 orang namja yang berumur tidak lebih dari 25 tahun itu.

‘Sudah kuduga ini akan terjadi. Persahabatan yang manis pecah hanya karna kejadian itu. Yang berimbas pada keturunan kita. Andai waktu bisa diputar kembali, aku ingin kita memperbaikinya…’

***

Duduk dilantai dengan memeluk kakinya, dengan tatapan kosong ke arah jendela yang langsung berhadapan dengan Sungai Han tersebut. Menggeleng lemah dengan ekspresi wajah ketakutan seakan bayangan kelam masa lalu gadis itu terjadi kembali tepat dihadapannya. Masa lalu yang mengubah segalanya, merenggut orang-orang terdekatnya. Masa lalu yang sudah di pendamnya dalam-dalam, kini dengan mudahnya kembali berkelibat di benaknya.

Terdengar suara ketukan pintu, namun gadis itu tak bergeming. Seorang namja masuk kedalam ruangan setelahnya, membawa nampan berisi Salad tanpa ketimun dan beberapa makanan favorite gadis itu juga segelas air putih. Namun tetap saja, gadis itu diam tak bersuara, tetap dalam posisinya. Seakan ia tidak mendengar suara sedikit pun.

Namja itu menaruh nampan yang ia bawa di atas meja kecil, lalu mendekati gadis itu semabri berkata dengan halusnya “Jessica-ya, sudah 3 hari kau tidak makan, apa kau mau makan?”. Hening, tidak ada jawaban dari gadis itu. Sang namja menghela nafas, ia tau hal ini akan terjadi. ‘Penderitaannya pasti terlalu dalam’ pikirnya.

Gadis itu tetap dalam posisinya, namun ia mengeluarkan sepatah kata. “Pergilah Choi Minho” tuturnya. Namja itu mengalah, ia tak tau harus berbuat apa, sudah berkali-kali ia mengunjungi ruangan dimana gadis itu berada untuk membawa makanan atau sekedar mengecek keadaan gadis itu, namun selalu seperti ini hasilnya. “Baiklah, aku akan pergi, berjanjilah padaku kau akan memakan makanan yang kubawa” Gadis itu tidak merespon perkataan namja bernama Choi Minho itu, dan pada akhirnya Minho pergi sesuai keinginan gadis itu.

‘Aku butuh waktu untuk sendiri’

Keesokan harinya…
School Time || Anyang High School

Terlihat seorang siswa dengan seragam sekolahnya berjalan berdampingan dengan Seonsangnim nya di lorong sekolah. Mereka berhenti tepat disebuah pintu kelas. Saat sang Seonsangnim membuka pintu itu kelas yang tadinya dalam keadaan ricuh, seketika sunyi. Terlebih lagi, para penghuni kelas terperangah melihat seorang siswa yang dibawa Seonsangnim mereka. Murid Baru.

“Annyeonghasimnikka, Cho Kyuhyun imnida. Bangaseumnida” dengan aksen dinginnya, siswa bernama Cho Kyuhyun itu memperkenalkan diri. Dan tanpa disuruh, ia melenggang duduk di belakang meja Donghae yang kosong. Membuat seisi kelas berbisik-bisik akan keangkuhan yang diperlihatkan oleh Kyuhyun. Namun tidak dengan Donghae, ia tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi dikelasnya. Lagi-lagi ia hanya memikirkan keadaan gadis yang seharusnya duduk di bangku kosong disebelahnya.

Kyuhyun yang menyadari itu menyunggingkan sudut bibirnya, membuat evil smirk andalannya. ‘The Game has just begin, Young Master’

Break Time || Anyang High School

Choi Sooyoung menutup pintu lokernya, lalu melenggang pergi untuk mengecek anak dari kliennya yang bernama Lee Donghae itu.

Baru beberapa langkah dari lokernya, seseorang menabraknya yang membuat Sooyoung dan orang yang menabrak itu jatuh bersamaan. Sang penabrak membantu Sooyoung berdiri, dan satu detik setelahnya mata mereka bertemu. Mereka tenggelam dalam diam. Tidak ada salah satu dari mereka mau melepaskan pandangan matanya. Hening, seakan waktu berhenti. Love at First Sight? Maybe yes.

Sooyoung melupakan apa tujuan nya setelah menaruh buku-bukunya di loker. “Aku Cho Kyuhyun, Kau?” salah satu dari mereka berucap, memecah keheningan diantara mereka berdua. “Aku Choi Sooyoung” hening pun kembali terjadi.

Setelah sekian lama saling menatap, mereka sadar bahwa banyak mata yang memperhatikan mereka. “Mianhamnida, aku harus segera pergi” mereka menuturkan kalimat yang sama diwaktu yang bersamaan. Dengan secepat yang ia bisa, Sooyoung melangkahkan kakinya menuju Toilet, ia terlalu malu karna hal yang beberapa detik lalu terjadi. Sementara Kyuhyun diam ditempat, masih tidak percaya akan hal yang baru saja ia alami bersama yeoja yang baru ia kenal.

‘Bagaimana bisa aku merasakan hal semacam ini dalam misi ku?’

Di sisi lain sekolah…

Kim Taeyeon keluar dari kelasnya dengan sebuah buku tebal ditangannya. Berniat duduk dikantin untuk membacanya. Sesampainya di kantin Taeyeon duduk di salah satu meja kantin dan mulai membaca buku tebalnya.

“Chogiyo, bolehkah aku duduk disini? Meja lain sudah penuh” sebuah suara berat membuat Taeyeon berhenti terpaku pada buku tebalnya. Perlahan ujung matanya tersorot pada namja yang berdiri disampingnya dengan nampan berisi makan siang yang disediakan sekolah. “Silahkan” Taeyeon menjawab dengan singkat, ia gugup untuk banyak berucap pada namja didepannya.

“Leeteukie…” gumam Taeyeon. “Hmm?” Namja didepannya berdehem singkat, –seakan– menjawab gumaman Taeyeon. “A, anieyo” Taeyeon menggeleng cepat, dan kembali terpaku pada buku tebal ditangannya. Ia tidak membaca dengan fokus kembali, ia terlihat gelisah.

Untuk sejenak, Taeyeon berhenti membaca, melihat namja didepannya makan dalam diam namun terlihat lahap. Membuat Taeyeon mengingat namja yang ada dalam kenangan masa kecilnya. ‘Cara menyantap makanannya… mengapa begitu mirip?’

Getaran handphone Taeyeon membuyarkan lamunannya akan namja yang ada dalam kenangan masa kecilnya. Taeyeon segera meraih handphone yang ada di cardigannya dan membaca pesan singkat yang masuk.

From: Minho

Jessica hilang, ia tidak ada di ruangannya, mansion maupun kantor.
Apa ia ada di sekolah?
Jika tidak, tolong cari dia sekarang, paranoidnya belum sepenuhnya pulih.
Aku juga sedang mencarinya.

Taeyeon berdiri, ingin segera mencari Jessica yang entah dimana keberadaannya. “Kau mau kemana?” Jungsoo bertanya di sela-sela makannya melihat Taeyeon yang ingin beranjak pergi, tapi Taeyeon tidak mengubrisnya, ia mulai berjalan sebelum tangannya dicengkram oleh seseorang.

“Kau terlihat cemas, ada apa?” ucap seseorang yang mencengkram tangannya. Taeyeon menoleh, ia mendapati seorang Lee Donghae yang mencengkram tangannya dengan sorotan mata tajam membunuh. “Jessica, dia… Dia hilang” Taeyeon berkata dengan nada yang pelan, namun terdengar oleh Donghae yang mulai melepas cengkramannya pada Taeyeon dan terlihat agak gelisah.

“Dimana terakhir kali ia berada?” Tanya Donghae khawatir. “Sebuah gedung perkantoran, dekat Sungai Han” lirih Taeyeon. Tanpa menunggu lagi, Donghae bergegas menuju tempat yang yang Taeyeon katakan, walaupun sebelumnya Taeyeon meneriakinya.

***

Donghae memarkirkan mobilnya tepat didekat Sungai Han. Dengan tergesa-gesa, ia berlari menyusuri Sungai Han dan daerah sekitarnya, berharap menemukan gadis yang membuatnya cemas seperti sekarang ini.

“Dimana kau Jessica Jung?” lirih Donghae setelah sekian jam menyusuri daerah sekitar Sungai Han untuk mencari gadis bernama Jessica. Fisiknya lelah, itu pasti. Namun hati dan fikirannya terpaku untuk mencari Jessica. Tidak perduli dengan dirinya yang seharusnya duduk di kelas untuk menerima pelajaran demi pelajaran di sekolah.

Donghae hampir menyerah. Tapi matanya menangkap seorang yeoja dengan dress putih tanpa lengan yang tipis duduk sendirian di bangku taman dengan tatapan kosong yang memandang Sungai Han di hari yang hampir senja ini. Tanpa mantel, syal, sarung tangan ataupun alas kaki yang mendukung, ia tidak bergerak sedikitpun. Bak boneka yang mati rasa terhadap dingin yang mulai mengerayangi tulang-tulangnya–gadis itu.

Donghae menghela nafas, hatinya terasa sedikit lega. Gadis yang ia cari ditemukan. Walau begitu, ia tampak iba. Donghae tidak tau apa yang terjadi pada gadis itu. 4 hari tanpa kabar dan tiba-tiba gadis itu dikabarkan hilang dan ia menemukan gadis itu duduk terdiam dengan kondisi memprihatinkan –menurutnya.

Donghae mendekatkan diri pada gadis itu, kemudaian ia melepas Cardigan yang ia pakai, lalu menyampirkannya pada gadis itu. Mencegah angin kembali menusuk tubuh gadis itu. Ia duduk disamping gadis itu. “Aku tidak tau apa yang terjadi padamu, namun kau membuatku sangat khawatir, Jessica” ucap Donghae lembut sembari mengelus gadis yang duduk disampingnya.

Donghae melepas sepatu yang ia pakai begitu menyadari Jessica hanya memakai kaos kaki tipis. Memakaikannya pada kaki Jessica. Kebesaran memang, namun itu membuat gadis didepannya jauh lebih hangat. “Mari kita pulang” tutur Donghae begitu selesai dengan pekerjaannya. Donghae menggendong Jessica dipunggungnya menuju mobilnya. Dan Jessica hanya diam tidak merespon apa yang dilakukan Donghae terhadapnya. Fikirannya terlalu kosong untuk menangkap kejadian-kejadian yang saat ini.

Dan tanpa Donghae ketahui, seseorang memperhatikan gerak-gerik mereka dari kejauhan. Pandangannya terlihat dingin dan tersirat sesuatu yang tak dapat diartikan disana begitu melihat Jessica yang sudah ada dipundak Donghae. Namun jauh didalam lubuk hatinya, lega dirasakannya akibat Jessica ditemukan. ‘Syukurlah kau yang menemukannya, Lee Donghae’

Ditempat lain…

“Bagaimana Sajangnim? Target mulai bergerak dengan mobil bersama seseorang. Apa aku harus mengirim orang untuk mengejar dan membunuhnya?” tanya seorang namja pada atasannya

“Jangan terburu-buru, aku ingin drama ini mempunyai scenario yang berakhir tepat pada waktunya. Cukup singkirkan orang-orang sekitar yang mengganggu. Lagipula kita hanya perlu menyerahkan segalanya pada anak itu dan bertindak di akhir cerita. Santai saja…” Smirk yang terkesan menyeramkan begitu saja keluar menyertai perkataan namja yang tidak terlalu tua itu. Mendengar itu, sang penanya membungkuk sopan dan keluar dari ruangan bosnya.

Dan setelahnya dengan tanpa dosa yang tersirat namja tidak terlalu tua itu tertawa, namun kemudian termenung. ‘Ternyata dendam bisa menjadi manis dan pahit diwaktu yang sama’

To Be Contiuned…

Published! Gimana? Jelek? Alur Ngaco? Atau mungkin Bagus? ㅋㅋㅋ~

Author bingung mau ngomong apa lagi -_- Udah ya, Author ngilang(?) dulu.
Wajib tinggalkan jejak setelah membaca dengan cara R.C.L (Read, Comment, and Like) ^^

Annyeong!

25 thoughts on “Black Soshi 2정 – Trauma And Past

  1. Kyaa.. daebak ni ff suka suka suka..

    SNSD ft Shinee musuhnya SJ yak? kkk~
    kayany di awali dendam masa lalu ni.. wahh kayanya bakal bnyk momet HaeSica, TaeTeuk, KyuYoung.. moga endingnya bakal happy yakk.. omona Sica eonni knp? Trauma smpe segitukah? aku aj cemas, gmn Haeppa a.k.a namjachingunya, oopps

    lanjut ya thor! Keep Writing n Fighting! Next Part cpt d publish biar aku ga penasaran tingkat dewa..kkk~

  2. annyeonghaseyo aku readers baru dsini silva-imnida salm kenal . . .

    ff haesica genre action . . aku suka . .n,n
    author-ssi di tunggu part selanjutnya . . .Fighting . .! ! !

  3. ahh . . . haesica ,genre action daebaaakkkkkk .. .. ff’y tunggu kelanjutannya yaa . . .

    oh ya aku orang baru d sini salam kenal . . . n,n

  4. Ping-balik: Black Soshi 3정 – Recover | Twinklesupergeneration

  5. Ping-balik: Black Soshi 5정 – Surprisingly | Twinklesupergeneration

  6. Ping-balik: Black Soshi 6정 – Disc and Twins | Twinklesupergeneration

  7. Ping-balik: Black Soshi 7 정 – Game Over (Part A) | Twinklesupergeneration

  8. Ping-balik: Black Soshi 7정 – Game Over (Part B) [FINAL CHAPTER] | Twinklesupergeneration

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s