First Meeting [Part 2]

Untitled-1 cópia

Title : First Meeting [Part 2] || Author : andinarima || Main Cast : Lee Donghae, Jessica Jung, Kris Wu, Tiffany Hwang || Other Cast : You’ll find out in this story || Length : Chapter || Genre : Romance, Drama, Friendship || Rating : PG+13 || Inspired : Novel ‘My Boyfriend’s Wedding Dress’ karya ‘Kim Eun Jeong’

Sesampainya di lokasi syuting, Jessica melihat Seohyun dan seorang namja sedang membujuk Yuri untuk melakukan syuting lagi. Jessica melangkah menuju tempat mereka.

“Seohyun?”

“Jess eonni? Kenapa eonni kemari?” Seohyun bertanya dengan nada takut.

“Tenang saja aku tidak ingin memarahi Yuri,” kata Jessica seraya menepuk lembut pundak Seohyun. Lalu Jessica berpaling ke Yuri. Gadis itu sepertinya benar-benar tidak mau syuting lagi, karena sudah beberapa orang yang membujuknya tapi tetap saja ia tak mau. Akhirnya Jessicalah yang turun tangan.

“Yuri-ya?” sapa Jessica lembut. Ia duduk di samping Yuri. “Ada apa? Kenapa kamu mendadak tidak mau syuting?”

Yuri menoleh lalu sifat aslinya muncul kembali. “Eon, kalau fotografernya bukan Changmin Oppa aku tidak mau difoto!” tandasnya. Shim Changmin, fotografer sebelum Donghae. Ia mengundurkan diri karena tidak tahan bekerja sama dengan model yang memiliki sifat seperti Yuri.

Jessica yang tahu alasan mengenai pengunduran diri Changmin hanya bisa menghela napas. Ia tidak sanggup berkata yang sejujurnya karena takut melukai perasaan Yuri.

Donghae yang melihat pemandangan itu dari jauh langsung menghampiri mereka.

“Kalau kamu tidak mau syuting lagi tidak apa. Karena tidak akan ada yang bisa membujukmu kecuali dirimu sendiri yang mau. Lagipula mungkin saja fotografer Shim tidak mau berurusan denganmu karena sifatmu itu yang sangatlah kekanak-kanakan. Menyebalkan,” ujar Donghae tajam.

Jessica yang mendengarnya langsung memelototi Donghae, tapi Donghae tetap stay cool dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana.

Yuri melihat Donghae sekilas dan detik itu juga ia terpana. Gadis itu berdiri tepat di depan Donghae dan menatap Donghae dengan mata berbinar.

Oppa, apa Oppa fotografer pengganti Changmin Oppa?”

Donghae mendelik. “Jangan panggil aku dengan sebutan itu,” desisnya.

Semua orang disana terkejut. Yuri kalau sudah disinisin seperti itu ia akan langsung naik darah. Jessica dan Seohyun menahan napas ketika Yuri membuka mulutnya.

“Jawab saja pertanyaanku, Oppa,” kata Yuri manja. Ia tidak menghiraukan perkataan Donghae untuk tidak memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’.

Jessica maju untuk menengahi. “Iya, Yuri-ya. Ia akan jadi fotografermu.”

Mata Yuri seketika semakin bercahaya. Ia memanggil Seohyun untuk melakukan persiapan segera dan berlari ke ruangannya untuk berganti baju dan make-up.

“Donghae-ssi, tolong maklumi sifat Yuri,” ujar Jessica pelan. Tetapi Donghae hanya mendengus pelan.

Ahh, aku bisa frustasi kalau seperti ini. Menghadapi Yuri saja sudah sangat melelahkan, apalagi menghadapi seorang lagi, batin Jessica.

Beberapa menit kemudian Yuri sudah siap dengan penampilannya dan Donghae–dengan permohonan dari Jessica–sudah siap dengan kameranya. Pemotretan untuk majalah Style pun dilakukan. Beberapa kali pengambilan gambar dari sisi yang menurut Donghae ‘cocok’. Beberapa kali terjadi adu mulut kecil antara fotografer dan modelnya. Dan beberapa kali juga ketika break Yuri mendapat sinisan dari Donghae. Sepertinya gadis itu sudah mulai melupakan fotografernya yang dulu. Dan sekarang ia siap untuk mendekati fotografernya kali ini.

“Jess Eon, sepertinya fotografer kita kali ini berhasil lagi membuat Yuri menjadi ‘jinak’,” ujar Seohyun ketika memperhatikan Yuri.

Jessica mengangguk setuju. “Menurutmu berapa lama Donghae akan bertahan?” suara Jessica terdengar khawatir.

Seohyun menghela napas. “Kalau itu aku tidak tahu Eon.”

B-bring the boys out… girls’ generation make you feel the heat…

Jessica mengambil ponselnya. Ada pesan dari Taeyeon.

“Jess, tadi Kris ke kantor. Ia membawa seorang namja dan menanyakan alamat tempat syuting Yuri. Mungkin sebentar lagi ia akan sampai di sana.”

Jessica menghela napas lalu mematikan panggilan.

Aigoo, kenapa harus sekarang? Bukankah baru dua minggu yang lalu?” gumamnya.

Annyeong.” Suara berat seorang namja terdengar di telinga Jessica dan Seohyun. Mereka berbalik dan terkejut. Terlebih Jessica.

A.. annyeong,” ucap Jessica.

Ya Tuhan, tolong aku…

“Ahh, Kris-ssi, apa namja di sebelahmu adalah model yang waktu itu kau ceritakan?” tanya Seohyun. Ia berusaha mengalihkan tatapan Kris ke Jessica dan … berhasil.

Kris tersenyum tipis lalu mengenalkan seorang namja yang tak kalah tinggi di sampingnya.

“Perkenalkan ini Kai, model yang sudah cukup terkenal di Inggris. Ia yang akan menjadi partner dari Yuri.”

Annyeong, Kai-imnida. Nice to meet you!” Kai tersenyum.

Jessica dan Seohyun tersenyum, namun Jessica masih dihantui perasaan bersalah terhadap Kris. Ia berharap akan ada seseorang yang membantunya.

Yuri dan Donghae berjalan menuju tempat Jessica. Mereka telah selesai mengambil gambar Yuri, yang nantinya gambar itu akan dipilih Jessica untuk menjadi cover majalah Style.

“Jess eonni,” panggil Yuri. Lalu matanya beralih ke kedua namja yang sedang mengobrol dengan mereka. “Kris-ssi?” Matanya terbelalak ketika melihat Kris. Lalu matanya kembali beralih ke Jessica. “Jessica eonni,” panggilnya lagi lebih pelan.

Jessica menoleh. “Ya?”

“Aku sudah selesai. Dan…” Yuri membisikkan kalimat berikutnya, “fotografer kita kali ini sangat tampan.”

Jessica melongo. “Hah? Menurutmu… begitu?” Yuri mengangguk dengan semangat.

“Sica-ssi, tolong antarkan aku kembali ke kantormu,” perintah Donghae, dan ia langsung melangkah menuju mobil Jessica tanpa sedikit pun melirik Kris dan Kai.

“Hah? Baiklah.” Jessica kemudian pamit kepada Seohyun, Yuri, dan Kai. Namun untuk Kris ia tak berani menatap matanya. Jessica melangkah menuju mobilnya yang di dalamnya sudah ada Donghae dan Yoona, dan menjalankannya menuju kantor Style.

Jessica sedang sibuk memiliih foto Yuri untuk dijadikan cover depan majalah Style. Ia sangat memperhatikan detail fotonya. Foto itu harus mampu memikat pembeli dari segi manapun. Dan isinya juga harus yang berkualitas.

Style Magazine. Majalah ibukota yang menjurus ke bidang fashion. Tak hanya fashion wanita, fashion pria pun menjadi salah satu rubrik andalan. Selain majalah, Style juga merupakan merek baju yang dikelola adik Jessica, yaitu Krystal. Kakak adik ini bekerja sama di bidang fashion. Style Magazine, majalah milik Jessica ini merupakan tempat promosi yang sangat baik bagi Style Clothes, merek baju yang diluncurkan Krystal. Selain memperat hubungan bisnis, mereka berdua juga mempererat hubungan persaudaraan dengan adanya kerjasama ini.

Tiba-tiba pintu terbuka tanpa adanya ketukan terlebih dahulu. Seorang namja tampan melangkah menuju meja Jessica dengan gaya santainya yang keren. Jessica mendongak dan langsung berubah kesal.

“Ya! Kau tidak bisa mengetuk pintunya terlebih dahulu?” serunya.

“Kupikir kau sedang tidak sibuk,” sahut Donghae enteng.

Jessica mengerucutkan bibirnya, kesal terhadap sikap namja ini. Dari pertama bertemu dengannya, Jessica sudah berfirasat kalau kerjasama ini tidak akan berjalan lancar.

“Setelah kau selesai dengan pekerjaanmu, tolong antarkan aku ke hotel,” kata Donghae tegas seraya berjalan ke arah pintu.

Mwo? Memangnya aku asistenmu?” ketus Jessica.

“Itu salahmu kenapa tidak menyiapkan aku asisten.” Donghae berbalik. “Aku tunggu lima menit dibawah. On time!” Lalu Donghae kembali melangkah keluar ruangan Jessica.

Jessica menghela napas. Benar-benar kesal atas sikap fotografer barunya. Sangat menyebalkan! Tapi sebagai pimpinan yang baik dan juga karena takut dimarahi Appa, mau tak mau Jessica menurut setelah memilih salah satu foto. Jessica mengabil map cokelat lalu memasukkan foto-foto tersebut ke dalam map itu. Ia mengambil tasnya lalu berjalan keluar. Sebelum ke lobi, ia akan ke ruangan editor majalah ini dulu untuk memberikan foto yang sudah dipilihnya.

“Yoona-ya, kau sedang tidak sibuk?” sapa Jessica ketika melihat Yoona sedang browsing tentang sesuatu–yang pasti tidak berhubungan dengan pekerjaannya.

Yoona gelagapan ketika mendengar suara itu. Ia lalu kembali ke aplikasi yang digunakannya untuk bekerja. “Ada apa eonni kemari?”

Jessica memberikan map cokelat yang dipegangnya ke tangan Yoona. “Itu foto yang sudah kupilih untuk cover depan, sisanya kuserahkan padamu. Aku pulang dulu. Annyeong!” ujar Jessica seraya berjalan menuju lobi.

“Lama sekali,” desis Donghae yang sudah berdiri dari duduknya.

Mian.” Jessica tak berniat meladeni Donghae lebih jauh. Ia berjalan menuju mobilnya dan mengendarai mobil itu keluar dari parkiran kantornya.

“Kau berniat menginap dimana?” tanya Jessica di sela-sela menyetirnya.

Donghae menggaruk kepalanya, bingung. “Aku tidak tahu penginapan bagus disini. Apa kamu punya rekomendasi?” Donghae menoleh.

Jessica tampak berpikir. “Bagaimana kalau di gedung apartment tempatku tinggal? Kurasa disana masih banyak apartment kosong.”

“Terserahmu sajalah.” Kembali Donghae sibuk dengan ponselnya.

Jessica menjalankan mobilnya menuju Seungri Apartment. Tak lama kemudian mereka sampai di gedung apartment berlantai 10 itu. “Kita sudah sampai.” Jessica mengambil tasnya lalu menyampirkannya di bahu. Ia turun dari mobil dan langsung bergegas memasuki gedung. Namun beberapa meter sebelum ia mencapai pintu masuk gedung ia berhenti mendadak. Donghae yang mengikutinya dari belakang berkerut heran.

“Kenapa berhen–” kalimat Donghae terputus ketika dia menyadari gadis di sampingnya kini berubah pucat. “Kau… gwaenchanayo?”

Jessica menggeleng. “Kamu masuk saja dulu.”

“Tapi–”

Kalimat Donghae terputus ketika ia mendengar sapaan seorang pemuda terhadap Jessica.

“Hai, Jess,” ucap pemuda itu dingin. Ia melangkah pelan menuju Jessica. “Kau terlihat baik-baik saja setelah lari dari pertunangan itu,” sindir pemuda itu.

Jessica merinding mendengarnya. “Hai, Kris-ssi,” sahutnya pelan. Sangat pelan sampai dia yakin kalau Kris dan Donghae tak dapat mendengarnya.

Wajah Kris menunjukkan keterkejutan. “Apa? Kau memanggilku dengan sebutan itu? Kau… tidak memanggilku dengan sebutan Oppa?” desis Kris.

Donghae yang tak mengerti apa masalah yang sesungguhnya mulai tak tahan melihat kedua orang yang baru dikenalnya ini bertengkar di tempat umum. Terlebih sekarang ia sudah sangat letih. Ia harus istirahat. Ia ingin sekali tidur!

“Hei! Kalian tak bisakah bertengkar nanti saja?” ujar Donghae kalem.

Kris, yang sepertinya baru menyadari kehadiran Donghae, menatap sebal ke arahnya. “Siapa kau? Dan kenapa bersama tunanganku?”

TBC

 

4 thoughts on “First Meeting [Part 2]

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s