Black Soshi 7 정 – Game Over (Part A)

Title :
Black Soshi

Sub-Title :
7 정– Game Over (Part A)

Author :
Cho Hyeyoung (@YoungKkuma)

Main Cast :
– Jessica Jung
– Lee Donghae

Other Cast :
– Choi Minho
– Do Kyungsoo
– Choi Sooyoung
– Kim Taeyeon
– Choi Seunghyun
– Seo Joo Hyun
– Lee Sunkyu
– Cho Kyuhyun
– Lee Hyukjae
– Unknown Character
– And Other…

Type :
AU, Chaptered

Genre :
Suspense, Friendship, Romance<a
Rating :
T (Teenager)

Poster :
Cho Hyeyoung

Disclaimer :
Plot is My and the Characters are belong to God
And DO NOT TRY TO RE-POST MY FANFICTION!!

Jweseonghamnida kalau ada yang tidak suka dengan pairing di dalam Fan Fiction ini *deepbow

A-Yo! /alaHipHop/ Author akhirnya menampilkan anggota SuJu satu per satu ke chapter ini–dan juga di chapter 7B nanti. So, tunggu kehadiran bias kaliaaaan~

Author minta maaf yang sebesar-besarnya karna lama banget nge-post. Akhir-akhir ini Author banyak tugas ><

#Warning : Mungkin FF ini bertemakan Serius, Ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa asing, Alur seadanya. But pokoknya,

Happy Reading!

Part Sebelumnya :
Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | FINAL Chapter: 7 A – 7 B

HaeSica 7

Author POV
Thursday, October 4th – 2012

Minho mendecak kebingungan. Sudah cukup dengan misteri yang ada di pundaknya saat ini, Tiffany malah menambahnya dengan teka-teki konyol yang menurutnya tidak penting. Tapi entah mengapa, Minho malah menyanggupinya.

Semalam…
Karaoke Center, Anyang

“Sebenarnya… Untuk apa mengajakku kesini?” Minho mengeluarkan suaranya saat ia baru memasuki sebuah ruangan karaoke yang katanya(?) sudah dibooking Tiffany.

“Kami hanya prihatin dengan keriputmu. Hahaha” tawa Yuri meledak seketika. Soal keriput, para anggota Black Soshi sudah sering menyinggungnya seminggu belakangan. Mereka hanya mau membuat Minho tidak terlalu memikirkan kasusnya. Maka dari itu, mereka membuat lelucon akan ‘Keriput’.

“Keriput? Jangan bercanda” Minho terkekeh pelan. Ia sama sekali tidak terkecoh dengan lelucon itu. Menurutnya, wajahnya ini tampan dan tidak memiliki guratan keriput sama sekali.

“Oh ya, mana Donghae dan Jessica?” tanya Kyungsoo karna dua manusia itu tidak terlihat sejak tadi. “Di mansion. Jessica eonni bilang ia tidak suka karaoke, dan Donghae juga seperti itu” Kyungoo hanya ber-Oh ria mendengar jawaban Yoona.

“Sebaiknya putar lagu apa dulu? Usulkan lagu lama”

“Ah! Candy by H.O.T eotte? Kan lagu lama” usul Taeyeon

“Geurae. *Kyo! Sica! (*Nyalakan!)” pekik Tiffany yang disambut kebingungan Minho, “Sica? *Michinde? Dia tidak ada disini (*Kau gila?)”

“Molla? Uimiga– (Tidak tau? Artinya–)”

“Uimi… Kau harus cari sendiri” Tiffany memotong perkataan Seohyun. Ia mempunyai ide untuk membuat Minho bersantai sejenak. “Jika kau tau artinya, aku akan memberikan sesuatu untukmu” Tiffany mendekat pada Minho, membisikkan sesuatu di disana.

***

Acara karaoke itu selesai. Mereka semua memutuskan untuk kembali ke mansion dengan mobil masing-masing, kecuali Minho dan Sooyoung. Jika Minho memilih menghabiskan malam dengan setumpukan misteri dan kasus, maka Sooyoung lebih memilih mengerjakan tugas-tugas dari oppanya.

Baru saja Sooyoung duduk di halte, sebuah suara membuatnya menoleh, “Sooyoung-ah!”

“Eo, neo…?”

“Ne, aku Kyuhyun. Kau lupa?” Sooyoung hanya cekikikan mendengarnya, mana mungkin dia lupa pada namja yang satu ini, “Aniya”

“Kau mau kemana?”

“Belanja, lalu pulang” ucap Sooyoung malas. Ini berkat Seunghyun. Namja itu baru saja membeli apartment di daerah Anyang dan menyuruh Sooyoung untuk merapikannya. Walaupun alat-alat rumah tangga sudah tersedia, tapi tetap saja bahan makanan dan pernak-pernik lainnya belum ada. Belum lagi Sooyoung harus menaiki bis karna mobilnya sedang menginap di bengkel. Dan Sooyoung benci bis.

“Perlu aku antar?” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan mata berbinar. Ia menganggap Kyuhyun sbagai penyelamat saat ini. Tanpa pikir panjang, ia mengangguk dan mengikuti Kyuhyun masuk ke mobil namja itu.

Choi’s Apartment, Anyang

Sooyoung baru saja turun dari mobil Kyuhyun, ia berniat langsung naik ke apartmentnya. Awalnya, Kyuhyun menawarkan di untuk membawakan barang belanjaan Sooyoung yang banyak itu, namun Sooyoung menolak. Ia takut Seunghyun melihat Kyuhyun dan kejadian tempo hari dimana Seunghyun membentak Kyuhyun dan diriya terulang, lagipula ini sudah hampir larut malam.

Tapi terlambat. Dibalkon sana tanpa Sooyoung ataupun Kyuhyun ketahui, seorang namja menatap gerak-gerik keduanya dengan tatapan tidak sukanya. Choi Seunghyun.
“Darimana kau?” suara itu menyeruak di gendang telinga Sooyoung begitu ia membuka pintu. “Belanja. Seperti yang oppa minta”

“Selarut ini? Bersama Kyuhyun?”

Sooyoung kaget. Namun ia berusaha menyembunyikannya dengan terus berjalan ke arah dapur, menaruh barang belanjanya, bertingkah sewajarnya, “Oppa tau darimana?”

“Sudah kubilang, jauhi namja itu! Kau–”

“Oppa! Kau tidak berhak–”

“Mwol?!” emosi Seunghyun mulai tersulut, ini kali pertama Sooyoung memotong perkataannya. “*Neo michinde? Eoh?! Jangan dekati namja itu! (*Kau Gila?)”

“Sirheo! (Tidak mau!)”

“Ya! Dengarkan aku! Kau akan menyesal jika mengenalnya lebih jauh! Kau lihat? Sekarang sudah hampir jam 12 malam, dan kau baru diantarnya pulang?!” suara Seunghyun makin meninggi. Sooyoung mulai gemetar, beberapa hari lalu Seunghyun membentaknya, dan sekarang, kejadian yang sama terulang namun lebih parah.

“Kau yang menyuruhku!” Sooyoung sedikit membentak, dan kali ini dia tidak menangis, “Memangnya salah?! Apa yang berbahaya dari Kyuhyun?!”

Seunghyun mulai naik pitam, tapi ia tau ini tidak akan berujung. Cho Kyuhyun, namja itu bagi Seunghyun seperti sebuah kutu kecil dalam jutaan helai rambut. Alasannya? Hanya Seunghyun dan beberapa orang saja yang tau. Bahkan jika Seunghyun memberi tau Sooyoung, mungkin adiknya itu tidak akan percaya.

Seunghyun pergi kekamarnya dan kembali membawa sebuah amplop besar kemudian duduk di pantry nya, “Paling cepat kau akan tau besok.” Sooyoung hanya memiringkan kepala tidak mengerti sebagai respon.

Seunghyun menyodorkan amplop besarnya pada Sooyoung, membuat Sooyoung makin tidak mengerti terlebih, saat Sooyoung ingin membukanya, Seunghyun malah melarangnya, “Berikan pada Minho. Dan jangan dibuka!”

Walaupun Sooyoung sedikit kesal dengan oppanya, ia tetap mengangguk karna Sooyoung tidak mau berdebat dengannya lagi, “Arraseo.”

Back to Thursday, October 4th – 2012
05.30 pm KST – Lee’s Old Mansion, Anyang

“Cha” Sooyoung melemparkan sebuah amplop besar pada Minho yang sedang berpangku tangan di pantry. Dan sebagai respon, Minho menatap Sooyoung aneh “Ige mwoya?”

“Molla. Seunghyun oppa hanya menyuruhku memberikan itu padamu”

“Ah… Seunghyun-nim…” Sepeninggalnya Sooyoung, Minho membuka amplop itu secara perlahan. Betapa terkejutnya Minho mendapati dua amplop putih dengan label yang sangat familiar di dalam amplop besar itu.

“FBI..?”

***

“Hya, kau yakin tidak mengenali pemilik benda ini?” Jessica menggeleng lemah, kemudian kembali berjalan menuju Pantry walaupun sedari tadi Minho membuntutinya.

“Jinjja mollayo?” Jessica mengangguk malas, baginya ini adalah hal terbodoh yang dilakukan Minho. Sedari tadi Minho hanya membuntuti Jessica dan menanyakan tentang disket berlabelkan JJ’s Diary itu.

“Inisialnya mirip denganmu lagipula ini ditemukan dikamarmu, apa kau ya–”
“Neo! Sudah jangan ikuti aku! Aku tidak tau tentang itu.” Jessica memotong perkataan Minho, membuat Minho terdiam. Dan dengan watados(?)nya, Jessica melenggang pergi. Sica effect itu bekerja lagi, pikir Minho.

“Ada apa?” sebuah suara menyentakkan Minho, ternyata itu Donghae, “Ah, Donghae! Kau mengagetkanku.”

“Eh, apa itu?”

“Disket yang kau temukan” ucap Minho santai. Tiba-tiba mendapatkan sebuah gagasan dalam otaknya, dan mungkin ini akan sedikit membantunya.

“Ya Lee Donghae. Kau pernah cerita kalau ada yang pernah tinggal disini bukan?” Donghae mengangguk.

“Dan kau pasti ingat bukan orang-orang itu beserta kamar yang mereka tempati?” Donghae mengangguk lagi.

“Nah, sekarang sebutkan asal usul orang-orang itu, kamarnya juga” Donghae tidak mengangguk lagi melainkan ia menggaruk tengkuknya tanda ia tidak mengerti. Namun Donghae hanya mengikuti perkataan Minho dan mulai menunjukkan apa yang Minho ingin tau.

“Ikut aku”

***

“Ige…”

“Wae? Terkejut?” kini giliran Minho yang mengangguk. Donghae telah mengejutkannya dengan membawa dirinya ke ruangan yang ‘tersembunyi’ didalam mansion keluarganya.
Donghae mengintari ruangan yang cukup luas itu dan berhenti pada sebua sudut, “Ini adalah sturktur Lee’s Family. Kakekku adalah generasi keempat dari keluarga besarku sekaligus yang mendirikan mansion ini. Kau tau Lee Hong Jae? Ialah kakekku.” Minho tercenggang, sepengetahuannya Lee Hong Jae adalah orang yang paling berpengaruh pada kemajuan-kemajuan di Korea. Terkenal dengan desas-desus yang mengatakan bahwa Lee Hong Jae tidak suka keberadaan keluarganya diketahui masyarakat luas. Dan Minho telah membuktikan fakta itu saat ini.

Donghae mulai berjalan lagi dan berhenti di sudut lainnya yang menampilkan sejumlah foto dengan senyum hangat, “Ini orang-orang yang pernah menginap disini saat liburan musim panas 2002.” Minho kembali tercenggang kemudian ia melirik disket yang ada ditangannya. “Musim panas 2002? Disket ini…”

“Apa ada di antaranya yang berinisial JJ?”

Donghae berfikir sejenak kemudian menggeleng pelan, “Aku hanya ingat sebuah nama dengan inisial J, bukan JJ.” Donghae menunjuk seorang pria –di sebuah foto besar–dengan perawakan gagah nan bermuka European yang tersenyum hangat dengan merangkul kedua gadis kecil dihadapannya.

Kini Minho ikut mengarahkan pandangannya kearah pria di foto itu. Ia menemukan sebuah kemiripan dengan gadis idamannya.

Mata coklat berkilauan nan tajam, seakan meneduhkan setiap orang yang melihatnya.

12.00 am KST

Seorang gadis dengan wajah Barbie-nya yang dingin duduk sembari mengayun pelan ayunan yang didudukinya. Mata coklatnya terlihat sembab ditemani dengan kantung matanya yang mulai menghitam tanda bahwa akhir-akhir ini ia bersedih juga tidak bisa memejamkan mata diatas ranjangnya. Hanya dengan gaun tidur tanpa lengan dan cardigan tipis yang melapisi tubuhnya, gadis itu sama sekali tidak merasakan hawa dingin khas akhir musim gugur, sebab suatu hal. Hatinya telah beku selama sepuluh tahun belakangan.

“Ini tengah malam, gadis dingin sepertimu tidak pantas ada diluar”
Gadis itu tidak menoleh, ia tetap mengayun ayunannya tanpa memperdulikan seorang namja yang sudah berkacak pinggang beberapa meter dari posisinya.

Namja itu berdecak kesal, lagi-lagi ia diacuhkan. “Mengapa kau belum tidur?”

“Menurutmu apa, Donghae-ssi?” gadis itu kembali bertanya dengan dinginnya.

“Dilihat dari matamu yang berkantung, kau pasti tidak bisa tidur, Nona Jung.”
Gadis yang dipanggil Nona Jung itu hanya menunjukkan wajah datarnya. Jawaban namja didepannya benar namun kurang mengenai sasaran.

Donghae menghela nafasnya, ia hendak berbalik meninggalkan Jessica sebelum ia menyadari Jessica hanya memakai pakaian tipis.

“Pakai ini,” Donghae menyampirkan jaket yang sebelumnya ia pakai ke pundak Jessica, “Sebaiknya kau segera tidur, besok ada porseni. Juga kau harus bangun lebih awal agar tidak kena denda.”

Jessica sedikit tertegun begitu Donghae meninggalkannya dengan senyuman lembut. Ia memangdang jaket yang tersampir dibahunya dan tanpa sadar gadis berambut coklat–tidak pekat–itu mengeluarkan sebuah senyum. Senyuman tipis namun sangat berarti.

“Thanks a lot, Aiden.”

***

“Falcon… Hah.” Minho mendesah pelan, Ini sudah hampir jam 2 pagi dan dia masih ada di pantry(?) dengan surat-surat dengan berbagai macam data seseorang dan laptopnya. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang orang yang disebut-sebut sebagai ‘Falcon’ itu.

Sebutannya Falcon. Nama asli, masih misteri. Ahli besi–senjata dan peluru–, pengedar Kokain dengan kualitas terbaik di dunia dan pasaran illegal. Penembak jitu juga killer yang sangat teliti. Selalu berganti ‘tuan’ tiap tugasnya usai–dan tidak pernah sama. Berhasil melarikan diri dari FBI di daratan Britania tahun lalu. Dengan kata lain, ia pintar sembunyi dan menyamar. Sungguh rubah kecil yang licik.

Hanya informasi itu yang Minho dapatkan dari surat yang diberi Sooyoung. Sebenarnya jika dilihat secara ekstrinsik, tidak ada sangkut pautnya dengan kasusnya. Namun jika ditelusuri lebih dalam, ternyata ada.

Lagi-lagi Minho mendecak kesal, semua ini membuatnya pening. Kembali, ia menatap sebuah kertas–seperti note–yang ia buat dengan tulisan tangan berupa sandi. JSAXII dan Y.NSUWD.

“Kau tidak akan menemukan maksudnya tanpa tau kata kuncinya.” Seseorang membuatnya tersentak, Minho menoleh kearah suara tersebut. Dengan terkaget ia berkata, “Ya! Bagaimana kau bisa masuk?! Dan–dan… Astaga! Bahkan kau membawa Sungmin! Kalian hantu ya?!”

“Ya Choi Minho!” namja itu menunjukkan gummy smile nya, ia meraih leher Minho dengan tangan kanannya dan meletakkan kepalan tangan satunya di atas kepala Minho. Sebuah salam kekanakan yang selalu dilakukan oleh dua sahabat itu. Choi Minho dan Lee Hyukjae.

“Ya! Kau merusak rambutku, Opsir Lee!” pekik Minho. “Mwo?! Ya! Aku ini Detektif! Bukan Opsir!”

Sementara itu, Sungmin hanya menggelengkan kepala melihat keduanya. Kejadian seperti ini kerap kali terjadi tatkala Lee Hyukjae bertemu dengan teman kecilnya itu. Mereka berdua adalah teman lama. Hyukjae atau Eunhyuk, adalah namja 21 tahun yang selalu sensitive dengan panggilan Opsir. Seorang detektif jebolan Black Eyes dengan origin Korea Selatan. Lee Sungmin? Seorang detektif 20 tahun yang juga peneliti sekaligus pembuat sejanta berlisensi khusus untuk B.E.

“Hey kalian tidak punya wine? Atau Soju?” ucap Sungmin yang tengah menegadah cabinet pantry mansion tersebut. “Ye, pesankan pizza dan burger segera, Minho-ya! Dan siapkan sebuah kamar untuk kami. Ppali!”

“Ho ho ho, tunggu dulu! Tunggu dulu tuan-tuan! Wine? Pizza? Burger? Kamar? Memangnya ini Penginapan?!”

“Kami harap begitu.”

“Mwo?! YA!”

Baik Eunhyuk maupun Sungmin tidak mengubris pekikan Minho, mereka malah mengutak-atik laptop Minho, membuat sang empunya marah. Perkelahian kecil terjadi disana. “Ya! Ya! Jauhkan tangan kalian!”

“Kami berniat membantu kok! Kau ini ke–”

“YA! *KKEUT! Kalian ini! Berisik tau! (*STOP!)”
Minho, Sungmin dan Eunhyuk menghentikan kegiatannya–dengan keadaan memalukan, karna suara seorang yeoja dengan rambut blonde pendeknya. Sungmin dengan cepat membetulkan posisinya, lalu menatap kearah gadis bernama Sunny itu dengan canggung, “Jangan hiraukan kami, Miss.”

Sunny memutar bola matanya, ia berjalan kearah Sungmin. Sebagai reaksinya, Sungmin hanya melemparkan tatapan bingung dan canggungnya serta diam ditempat. Titik rasa bingung Sungmin mencapai puncaknya tatkala Sunny berhenti tepat hanya beberapa senti dari hadapannya, “M..mwonde?”

“Kau menghalangi lemari es nya.”

Sungmin mematung. Gerakan Sunny yang tepat berhenti–tanpa melakukan apapun–dihadapannya membuat namja penggemar warna pink itu berfikir jauh. Sunny menatap Sungmin terheran, “Ya! Kau menghalangi lemari es nya! Minggir!”
Sungmin tersadar dengan refleks ia menyingkir dan menggaruk tengkuk belakangnya. Sementara Eunhyuk dan Minho hanya tertawa geli melihat tingkah Sungmin yang mendadak aneh itu.

Setelah Sunny pergi dengan sebotol air dingin ditangannya, Sungmin mulai menatap Eunhyuk dan Minho dengan death glare nya.

“YA! MATI KALIAN!”

Friday, October 5th – 2012

“Sica-ya! Berangkat bersama yuk?” Jessica menghela nafasnya, suara itu selalu mengusik paginya.

“Sirheo. Aku mau menyetir sendiri, Donghae-ssi”

“Geurae, gwen–” Donghae menghentikan perkataannya begitu menyadari Jessica sudah berlari ke arah Taeyeon dan Seohyun yang sudah bersiap meninggalkan halaman mansion tersebut dengan mobil Taeyeon sembari berkata “Taeyeon-ah! Aku ikut!”

Beberapa decakan terdengar ditelinga Donghae. Donghae pun menoleh dan mendapati 3 orang namja disana. Sebut saja Kyungsoo dan entah 2 orang lagi itu siapa–pikir Donghae.

“Kau payah!”

“Mengajak yeoja berangkat bersama saja tidak bisa.”

“Manly dong!”

Donghae tidak terima dengan ocehan namja-namja itu. Tangannya mengepal, sembari berjalan keluar ia memekik “Ya! KKEUT!”

Anyang High School

Pagi itu tepat pukul 9 pagi, seluruh siswa sudah berkumpul di aula besar sekolah mereka. Pembukaan porseni tahunan yang ke 12 akan segera dimulai, namun dari sekian banyak siswa yang berbincang dengan temannya, beberapa siswa dengan name tag Choi Sooyoung, Jessica Jung dan Seo Joohyun duduk dengan gelisah dibangkunya karna salah seorang temannya belum kembali.

“Aigoo! Mana Taeyeon? Ke toilet saja lama sekali!” oceh Sooyoung. Kim Taeyeon. Gadis itu tak kunjung muncul kembali sejak 45 menit lalu. Handphone maupun walkie-talkie nya pun tidak aktif. Seohyun sudah menyarankan agar salah stu dari mereka menyusul Taeyeon, tapi beberapa panitia melarangnya dengan alasan beberapa menit lagi acara akan dimulai.

‘Beep Beep– Beep Beep––’

Walkie-talkie–berupa pin kecil, pita bow tie, kancing–yang ada pada masing-masing dari Sooyoung, Jessica dan Seohyun berkedip sembari mengeluarkan bunyi kecil. Setelahnya, sebuah suara gemetar terdengar pelan dari sana.

“Yoboseo. It’s GgoggumaTY. Seorang siswa mati tertembak. Tolong kirim bantuan”

Ekspresi 3 orang siswi itu berubah seketika. Cemas begitu mendengar pesan Taeyeon. Belum sempat rasa cemas itu memudar, Sooyoung kembali menerima pesan di ponselnya.

‘Sooyoung-ah, Ajhussi mendengar suara tembakan dari lantai dasar. Apakah sesuatu terjadi?’

Begitu pula Jessica. Darahnya berdesir kencang. Ekspresi wajahnya tak dapat diartikan tatkala sebuah pesan yang menggretakkan juga baru saja masuk pada walkie-talkie berbentuk pin kecilnya.

‘This is Kyungs. Aku tidak dapat menemukan Donghae dimanapun. Apakah ia ada bersama kalian?’

To Be Contiuned

Aku benar-benar minta maaf karna kelamaan update FF ini. Tugasku ngga bisa dihindari >< *curcol
Mian banget kalo kependekan / alur ngaco / aneh / kurang memuaskan / dsb. :"

Oh ya, ada yang penasaran dengan apa yang terjadi di part selanjutnya? ㅋㅋㅋ Ikutin terus ne? ^^

Khamsahamnida buat yang udah baca, terutama yang setia nungguin FF buatanku ini *bow
Keep R.C.L Please… *Wajib!

Cha, See You on the LAST Chapter ㅜ.ㅜ/

9 thoughts on “Black Soshi 7 정 – Game Over (Part A)

  1. Kyaaaaaaaaaaaa, penasaran abis sumpah deh.. Aduh itu siapa yang mati ya? Bukan Haeppa kan? ya kan? ahh endingnya gimana nih ? penasaran deh🙂

  2. Ping-balik: Black Soshi 7정 – Game Over (Part B) [FINAL CHAPTER] | Twinklesupergeneration

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s