I Choose Your Heart chap 3

Judul : I Chose Your Heart

Author : Choi Yoo Rin

Genre : romance, friendship

Rating : 13+

Length : 1 of …?

Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Jung Jessica, Lee Donghae

 

Disclaimer : semua cast milik Tuhan, orang tua mereka, manajemen, dan diri mereka sendiri. Author hanya meminjam nama. Ide cerita murni milik author karena ini kisah nyata *curhat*. Kalaupun jalan ceritanya ada yang mirip itu hanya kebetulan. Tidak pernah ada unsur kesengajaan. Sekali lagi ini murni ide author.

CHAPTER 3

Author POV

Pagi ini Seohyun kurang begitu bersemangat untuk pergi ke kampus. Hal itu karena kejadian semalam di toko buku. Ya, ia melihat Kyuhyun dan sahabatnya Jessica sedang ada disana berdua. Padahal selama ini Seohyun belum pernah mengenalkan Kyuhyun pada Jessica ataupun sebaliknya. Ia juga kecewa kenapa Jessica tak pernah bilang kalau sudah mengenal Kyuhyun.

“Joohyun-a, kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” tanya Young Eun saat melihat Seohyun turun dari kamarnya.

“Aniyo eonni… aku baik-baik saja.”

“Biar eonni antar kamu ke kampus ya?”

“Kalau tidak merepotkan, aku mau.”

“Ya tidak lah Joohyuniku tersayang… ya sudah kamu sarapan dulu ya setelah itu kita berangkat.”

“Ne”

Seohyun mau diantar oleh Young Eun karena ia malas harus ke kampus bersama Jessica. Sejujurnya, ia benar-benar marah terhadap dua orang itu, Jessica dan Kyuhyun. Cemburu. Mungkin kata itu yang pas untuk menggambarkan perasaan Seohyun kali ini. Hei, Jessica sendiri kan tau kalau Seohyun menyimpan perasaan pada Kyuhyun.

 

 

++++++++

“Gomawo eonni…” ucap Seohyun saat ia sampai di depan gerbang kampusnya sembari melepas seatbelt yang ia kenakan.

“Ne Joohyun, cheonma… kamu…..sedang tidak ada masalah kan??” young eun sangat tau betul Seohyun. Jika Seohyun sedang ada masalah, maka ia akan seperti ini. Kurang bersemangat, seperti orang sakit…dan hobinya online mendadak hilang…

“Aniyo eonni… aku baik-baik saja kok. Eonni tidak perlu khawatir.” Seohyun tersenyum. Ya ia tidak ingin atau lebih tepatnya belum ingin eonninya tau mengenai masalahnya.

“Aku turun dulu ya eonni.”

“Nanti apa perlu eonni jemput?”

“Tidak perlu eonni.. aku ingin ke suatu tempat dulu sepulang kuliah nanti.”

“Baiklah kalau begitu. Jika ada apa-apa telepon eonni ya.”

“Ne.”

 

Seohyun melangkahkan kakinya dengan malas menuju kelasnya. Hah…sebenarnya ia ingin sekali bolos kuliah hari ini….ia ingin pergi ke suatu tempat dimana orang-orang tak akan mengganggunya. Melepaskan kepenatan, menghibur hati yang sedang gundah. Tapi itu tak mungkin kan?!! Ia juga tak mau merelakan kuliahnya… ia sangat menomorsatukan pendidikan. Ya seperti sekarang ini, walaupun ia sedang ada masalah tapi kuliah harus tetap jalan.

“Seohyun!!” teriak seseorang dari belakangnya. Seohyun pun membalikkan badan dan seperti dugaannya, Jessica lah yang memanggil namanya tadi.

“Kau hari ini tidak membawa mobil sendiri ya??” tanya Jessica saat sudah di samping Seohyun.

“Aniyo. Aku sedang malas bawa mobil. Wae?”

“Tumben aja… o iya, nanti kita ke cafe seperti biasa ya??”

“Aku sedang tidak mood kesana Sica-ah.. aku ingin segera pulang nanti setelah kuliah.” Jawab Seohyun sambil melanjutkan jalan ke kelasnya. Jessica terdiam. Ia tau, Seohyun sedang ada masalah karena tak biasanya Seohyun seperti ini.

 

“Seohyun-ah, apa kau sedang ada masalah?” tanya Jessica setelah mereka sampai di kelas.

“Aniyo. Gwaenchanayo.”

 

Kyuhyun POV

“Ayolah hyung…… jangan bagitu! Kau tidak boleh menghindar dari semua orang seperti ini. Lagipula aku kangen padamu hyung. Sudah lama kita tidak bertemu. Giliran aku di korea, hyung yang pergi ke luar negeri.” Ocehku dengan hyungku. Ah ani, dia hyung sepupuku. Sekarang dia berada di Cina.

“…………………”

“Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus kembali tinggal di korea. Bukannya pengobatanmu sudah selesai?”

“………………..”

“Aku tau dari ahjumma. Sudah pokoknya kau harus segera pulang. Dan 1 lagi, aku sudah menemukan yeoja yang kau ceritakan selama ini. Aku akan menerima permintaan tolongmu tapi kau harus kembali. Titik.”

Tuuuttt…..ttuuuttt……ttuuuuttt….. aku memutus teleponnya. Hah, aku tidak ingin mendengar alasan hyungku untuk tidak pulang. Hyung…jebal….pulanglah. apapun akan kulakukan demi kebahagiaanmu hyung. Aku sudah menemukan gadis itu. Akan kulakukan seperti yang kau minta. Yang kulakukan ini tidak ada apa-apanya dibanding apa yang kau lakukan dulu untukku.

 

flashback

“hyung setelah ini kita main game yuk. Kau harus bisa mengalahkanku.” Ucapku begitu bersemangat saat aku dan hyung sepupuku berjalan kaki pulang sekolah. Kami saat ini sama-sama berada di bangku SMP. Tapi hyungku ini sudah kelas 2 sedangkan aku masih kelas 1. Ya walaupun kami berasal dari keluarga berkecukupan tapi keluarga kami selalu membiasakan kami untuk bersikap tidak terlalu menonjolkan kekayaan. Salah satunya dengan berjalan kaki sepulang sekolah seperti ini. Lagipula aku dan hyung lebih menyukai jalan kaki.

“Aiishhh kalo masalah game aku tidak akan bisa mengalahkanmu Kyu….”

“Ayolah hyung jangan pesimis dulu. Kuncinya kau harus punya strategi dulu untuk mengalahkanku. Cari kelemahanku saat bermain game hyung.” Aku terus berceloteh tanpa memperhatikan arah jalanku. Aku menyeberang secara tiba-tiba karena ini bukan jalan utama jadi kupikir aman saja.

“Kyu awaassss!!!!!!!!!!!!”

Tiiinnnnn……….Bruakkkk….

“Hyung!!” aku berlari menghampiri hyungku yang terkapar bersimbah darah di jalan. Ya, ia mendorongku saat aku akan tertabrak oleh truk tadi.

“Hyung kenapa kau mendorongku tadi?? Kau tidak seharusnya seperti itu hyung. Hyung jebal bertahanlah. Aku akan menyelamatkanmu.”

Setelah kejadian kecelakaan itu, aku sangat menyalahkan diriku sendiri. Betapa bodohnya aku karena aku hyungku jadi seperti ini. Luka luarnya memang tidak ada yang serius. Tapi luka dalam yang diderita hyungku. Saat kecelakaan kepala hyung membentur aspal terlalu keras sehingga pembuluh di otaknya mengalami masalah. Dan itu dapat menyebabkan ia mengidap sebuah penyakit otak dalam jangka panjang. Aku berjanji sejak saat itu aku akan melakukan apa saja demi hyungku.

Flashback end

 

“Mianhae hyung…mianhae…” ucapku lirih.

Tokk tokkk tookkk….

“Kyu….kau sudah bangun apa belum? Cepat bangun!! Kau harus berangkat kuliah.” Teriak Ahra noona dari luar kamarku.

“Ne noona. Aku sudah akan keluar kok.”

“Noona tunggu di meja makan.”

 

“Tumben kau sudah bangun sebelum noona membangunkanmu Kyu.” Ejek noonaku saat aku baru duduk dimeja makan. Noonaku ini memang selalu menyebalkan.

“Bangun labih awal salah, bangun telat salah.” Jawabku sambil menerima sepiring roti dari eomma.

“Aishhh bukan sperti itu maksudku. Sudahlah, percuma bicara padamu. Kau itu kan pabo.” Ucap noona sambil menekan kata pabo.

“Enak saja kau bilang aku pabo. Aku ini-“

“sudah, sudah…kalian ini. 2 tahun tinggal bersama di California belum cukup membuat kalian akur?” lerai eomma.

“Noona dulu sih eomma yang memulai.”

“Ahra kau seharusnya bisa membimbing namdongsaengmu. Kau kan yang lebih tua.” Kata appa.

“Benar tu noona. Jangan Cuma mengejekku.” Kataku sambil memeletkan lidah pada noona. ‘Haha….aku menang noona….. jangan macam-macam padaku didepan appa dan eomma, karena kau pasti kalah.’

“Ne appa.” Jawab noona pasrah.

Kyuhyun POV END

 

Author POV

Kyuhyun baru menyelesaikan mata kuliah terakhirnya hari ini.

“Masih terlalu awal untuk pulang.” Gumamnya setelah melihat jam tangannya. Ia clingak clinguk melihat sekelilingnya. Mencari seseorang. Kemudian ia memutuskan untuk menelepon seseorang tersebut.

“Yoboseyo…”

“………………”

“Apa kau masih ada jadwal kuliah sekarang?”

“………………..”

“ Bisa kita bertemu sekarang??”

“……………….”

“Ohh begitu ya…. ya sudah tidak apa. Lain kali saja.”

“…………….”

“Ne, annyeong…” Kyuhyun menutup teleponnya sedikit kecewa.

“Benar apa katamu hyung. Gadis itu tidak mudah untuk didekati. Dia…….gadis yang lumayan dingin terhadap orang yang baru dikenalnya.” Gumam Kyuhyun.

 

 

Seohyun dan Jessica baru saja selesai kuliah. Seohyun masih terus bersikap dingin terhadap Jessica. Jessica tau itu. Tapi ia tak mengerti apa yang menyebabkan Seohyun seperti ini.

“Seohyunie……kau………benar-benar tidak mau ke cafe bersamaku?”

“Aku sedang tidak mood untuk kesana Sica.”

“Atau kita online saja bagaimana? Kita cari tempat baru sambil online. Aku hari ini membawa laptop ingin online bersamamu.”

“Tapi aku tidak membawa laptop. Dan aku sedang tidak ingin online.”

“Wae Hyunie?? Biasanya kau paling antusias untuk online.”

“Bukan urusanmu Jessica.. dan kenapa jadi dirimu yang berminat untuk online. Apa kau menemukan sesuatu di dunai mayamu??!!” Seohyun berkata seperti itu dengan penekanan di setiap perkataannya sehingga membuat Jessica terkesiap.

“Apa maksudmu Seohyun??”

“Sudahlah. Aku capek.” Tanpa menjawab pasti pertanyaan Jessica, Seohyun pergi meninggalkan Jessica yang masih terdiam.

Gee gee gee gee baby baby… tiba-tiba handphonenya berbunyi.

“Ne, yoboseyo…”

“………………….”

“Mianhae…..aku tidak bisa. Mungkin lain waktu saja.”

“………………….”

“Gomawo. Annyeong…”

Author POV END

 

Seohyun POV

Aku keluar kelas meninggalkan Jessica secara sepihak. Aku sudah tidak kuat. Berdebat dengannya, berlama-lama disampingnya membuatku selalu ingat saat ia bersama Kyuhyun. Aku memang tidak punya hak apa-apa pada Kyuhyun. Tapi kenapa mereka harus berbohong padaku? Apa salahku?? Aku terus berlari menuju gerbang kampus. Karena mataku yang berkaca-kaca, aku berlari sambil menunduk menyembunyikan wajahku.

Brruukkk…. aku tidak sengaja menabrak seseorang.

“Mianhae.” Ucapku lantas akan meninggalkannya namun orang yang ku tabrak memanggil namaku.

“Joohyun..” suara itu. Panggilan itu. Hanya appa, Young Eun eonni dan………………..dia yang memanggilku dengan nama itu. Dia, Kyuhyun.

“Joohyun, kau kenapa?” tanyanya mendekat ke arahku. Namun aku masih menundukkan kepalaku. Aku tidak ingin dia tau jika aku menangis.

“An…aniyo….nan gwaenchana. Mianhae Kyu, aku terburu-buru. Aku pergi dulu.” Aku langsung pergi meninggalkannya.

Aku terus berlari. Keluar dari gerbang kampus, aku kembali berjalan tenang. Menyusuri trotoar, dengan mata merah, sembab. Berjalan tanpa tau arah. Entah apa yang dipikirkan orang-orang yang melihatku. Orang gila. Mungkin seperti itu. Keadaanku yang memilukan. Tak terasa kakiku telah membawaku ke tempat ini. Sungai Han. Aku duduk di salah satu bangku yang ada di pinggir sungai ini. Menikmati pemandangan sore hari yang indah.

“Hiikss….hiikkss…..” aku terisak, kembali menangis. Meluapkan semuanya disini. Aku benci keadaan seperti ini. Paboya Seohyun. Pabo, pabo. Kau adalah gadis bodoh. Untuk apa kau seperti ini??!!! Dia bukan siapa-siapamu. Untuk apa kau menangisinya?!! Kau tidak punya hak untuk cemburu pada mereka.

Aku mengusap air mataku secara kasar. “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” aku berteriak sekencang-kencangnya untuk meluapkan semua kekesalan dalam hatiku. Tuhan……aku mohon jangan beri cobaan seperti ini. Aku tidak sanggup. Jika memang Kyuhyun bukan untukku, buatlah aku tegar. Rela, ikhlas menerima kenyataannya. Tak terasa, air mataku jatuh lagi…

“Ini.” Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku dan memberiku sebuah sapu tangan. Sapu tangan berwarna pink. Saat aku mendongak, ternyata orang itu namja.

“Pakai saja.”

Aku sedikit ragu-ragu untuk mengambilnya. Tapi yasudahlah, daripada tidak ada yang bisa digunakan untuk mengusap air mataku.

“Gomawo.” Ucapku sedikit serak.

“Ne, cheonmaneyo. Ehmm….boleh aku duduk di sini??”

“Silahkan.” Aku sedikit bergeser supaya ia bisa duduk.

“Ehmm…….seberapa banyak masalah yang kau alami?? Sepertinya sangat banyak ya…dan tentunya itu masalah rumit. Benarkah tebakanku?”

Bukannya menjawab, aku menatap namja itu. Isshhh….namja satu ini sok tau sekali.

“Bukan urusanmu.” Jawabku dan kembali menatap pemandangan sungai.

“Hhhhhh…………aku pernah menjumpai seorang yeoja disini. Dia juga sepertimu. Menangis. Saat kutanya, jawabannnya pun sama seperti jawabanmu barusan. Aku sebenarnya ingin membantunya untuk menenangkan diri. Tapi gadis itu terlalu keras kepala. Hingga beberapa setelahnya, aku mendengar jika ia telah meninggal bunuh diri. Sungguh miris.”

“Kau kira aku akan bunuh diri?? Hidupku masih panjang, dan aku ingin menikmatinya.”

“Baguslah kalau begitu.”

Kami terdiam… kulirik dia, dia memandang lurus ke arah matahari terbenam.

“Indah ya?” tanyanya dan secara tiba-tiba menoleh padaku. Aku jadi kikuk sendiri.

“Ee…eem..ne indah.”

“O ya, aku Sungmin. Lee Sungmin.” Katanya sambil mengulurkan tangannya padaku.

“Kau bisa memanggilku Seohyun.” Entah kenapa aku tidak ingin dia tau nama lengkapku. Aku takut dia memanggilku Joohyun. Aku tidak mau ada orang lain yang memanggilku seperti itu. Cukup 3 orang yang saat ini ku sayang.

“kau pasti ada masalah dengan pacarmu ya?” lagi-lagi namja ini sok tau. Huh.

“Aniyo, aku tidak sedang bertengkar dengan pacarku. Aku tidak punya pacar.”

“Ooo……padahal gadis yang aku ceritakan tadi masalahnya karena pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dan pacarnya itu lebih memilih sahabatnya.”

Deg…..jantungku berdetak lebih cepat. Hatiku kembali merasa sakit. Pacar. Sahabat. Akankah kisahku berakhir seperti itu??

“Hey..” dia mengibaskan tangannya di depan wajahku.

“Ah..n..ne.. ooo begitu.” Aku hanya bisa menjawab sekenanya.

“Kau masih ingin terus disini?”

“Nde?!”

“Yasudah sepertinya kau masih ingin ditempat ini. Mianhae aku ada urusan. Sapu tangannya boleh untukmu. Tapi kalau kau tidak mau, kau bisa mengembalikannya besok. Aku datang kesini setiap sore. Dahh..annyeong…”

“Ne, annyeong.”

Namja itu akhirnya pergi. Hahhh…lumayanlah, untuk penghibur. Meskipun sedikit mengganggu. Aku melihat jam tangan yang kupakai. Sudah pukul 6. Aku harus segera pulang.

Seohyun POV END

 

 

Author POV

Jessica menghempaskan tubuhnya di ranjang miliknya. Kepalanya terasa nyut-nyutan. Entah memang sakit kepala, atau mungkin karena terlalu banyak yang ia pikirkan.

“Donghae oppa…eodiga??” gumamnya sambil menatap langit-langit kamarnya.

“Bogoshipo…” gumamnya lagi yang terdengar lirih. Donghae adalah sunbae Jessica di kampus. Dulu mereka sangat dekat. Mungkin orang awam akan mengira jika mereka berpacaran. Tapi hal itu tidak terjadi. Ya kedekatan mereka terjalin dulu, dulu sebelum Donghae menghilang secara tiba-tiba tanpa memberi kabar pada Jessica. Teman-temannya pun juga tidak tau dimana Donghae sekarang berada. Lee Donghae, pria itu hampir membuat Jessica gila karena kelimpungan mencarinya. Jessica tidak munafik, ia menyimpan perasaan terhadap Donghae. Dan ia pun yakin jika Donghae mempunyai perasaan yang sama terhadapnya. Hingga sekarang, ia masih mencintai pria yang berhasil meluluhkan hatinya itu. Hanya pria itu, ya Jessica terkenal cukup dingin pada orang yang baru ia kenal terlebih namja. Tapi Donghae berbeda. Donghae mampu mencairkan gunung es di hati Jessica.

Tok tok tokk…

“Eonni ini aku..” Kristal, adik Jessica mengetuk pintu kamar kakaknya.

“Masuklah.”

“Eonni….eonni sedang ada masalah ya?? Aku lihat semenjak kepergian Donghae oppa, eonni jadi lebih sering melamun.”

“Aniya…. eonni baik-baik saja.  Jinjja? Eonni terlihat seperti itu ya?”

“Eonni….”

“ Kau ini anak kecil jangan sok tau deh… mungkin tiap kali kau mengamati eonni, kebetulan eonni sedang memikirkan tugas kuliah jadi seolah terlihat melamun.”

Krystal tau betul watak kakaknya. Saat ini belum saatnya ia meminta penjelasan lebih pada eonni satu-satunya ini. Nanti jika Jessica sudah terbuka hatinya, pasti akan otomatis menceritakan masalahnya pada Krystal.

“Baiklah eonni. Jika nanti butuh teman curhat panggil saja aku. Aku keluar dulu.”

Jessica membelai rambut panjang adiknya. “Gomawo nae dongsaeng..”

 

 

 

+++++++++++

“Mati kau, mati, mati, mati!! Haisshh shiitt..!” Kyuhyun menggerutu tak jelas karena kalah bermain game.

“Kyu….” panggil eommanya.

“Ne eomma.. wae??” jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop yang ia gunakan untuk bermain game.

“Cepat jemput hyungmu di bandara.. kata ahjumma Lee dia berangkat pulang ke Korea tadi pagi dan seharusnya sudah sampai sekarang.”

“Mwo?? Hyung pulang?? Eomma sedang tidak mengerjaiku kan??”

“Aniyaa, eomma serius. Cepat jemput hyungmu.”

“Ne eomma aku akan berangkat sekarang.” Kyuhyun bergegas mengambil kunci mobil dan pergi ke Incheon airport. Di tengah perjalanan ia terus-terusan tersenyum. Senang. Lega. Itu yang ia rasakan. Akhirnya hyung yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri itu mau kembali ke Korea. Lega, karena itu artinya hyungnya sudah tidak berpikiran untuk menghindar dari orang-orang sekitar karena sesuatu. Sesuatu yang membuat laki-laki itu meninggalkan Korea.

“Aku janji hyung akan membuatmu bersatu dengan yeoja itu. Aku janji.” Kyuhyun mengendarai mobilnya lebih cepat untuk segera sampai di bandara. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu hyungnya.

Sesampainya di bandara, Kyuhyun segera menuju tempat kedatangan. Ia clingak clinguk mencari sosok hyung yang 2 tahun ini tidak ia jumpai. 10 menit ia berputar-putar mencari, tapi belum juga menemukan sosok yang ia cari itu. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang. Sontak ia berbalik.

“Hyung!!” ia lantas memeluk namja yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri itu.

“Bogoshipoyo hyung..” ucapnya setelah melepas pelukan mereka.

“Hyung tidak tuh..”

“Aisshhh kau ini hyung.. oo iya, kenapa kau muncul dari belakangku? Mengagetkanku saja.”

“ahahaha….sekali-sekali mengerjaimu kan tak masalah. Tak selamanya setan itu menang.”

“Apa kau bilang? Setan…haiisshh…”

Begitulah mereka. Terus bercanda di perjalanan pulang menuju kediaman keluarga Cho. Ya, itu karena keluarga hyungnya tinggal di Cina.

Author POV END

 

 

Jessica POV

Sudah seminggu ini Seohyun mendiamkanku. Dia tak pernah mengungkapkan apa salahku terhadapnya sehingga ia bersikap seperti itu padaku. Aku lelah dengan semua ini. Andai Seohyun juga tau bahwa aku sedang kehilangan seseorang. Seseorang yang amat sangat ku cintai. Aku memang tak pernah bercerita pada Seohyun tentang perasaanku terhadap Donghae. Entahlah, aku belum ingin banyak orang yang mengetahuinya. Aku ingin Donghae yang pertama mengetahuinya.

Di sini, di tempat ini biasanya aku dan Seohyun sering manghabiskan waktu bersama. Tapi belakangan ini sudah tidak pernah lagi. Aku rindu saat-saat bercanda dengannya.

“Jessica, mau pesan sesuatu?” Jiyeon eonni menghampiriku.

“Eh eonni.. emmm boleh deh. Seperti biasa ya eonni.”

“Ne.” Jiyeon eonni lantas pergi.

Aku kembali melamun. Menatap keluar jendela cafe. Melihat lalu lalang orang di sekitar cafe.

“Ehem… apakah aku mengganggumu?” tiba-tiba ada yang bertanya padaku. Sontak aku menoleh.

“Kyuhyun-ssi??!! Kau…sedang apa disini?”

“Ini kan tempat umum.” Jawabnya santai sambil duduk berhadapan denganku.

“Ne, aku tau. Maksudku tumben kau kemari. Ini adalah tempat favoritku dengan sahabatku. Jadi aku lumayan tau siapa-siapa yang sering kesini juga.”

“Aku suntuk di rumah. Saat jalan-jalan, tak sengaja aku melihat cafe ini dan aku kira cafe ini lumayan untuk menghilangkan rasa jenuhku. Dan ternyata itu benar. Apalagi aku bisa bertemu denganmu.” Kyuhyun tersenyum dan menatapku intens, membuatku salah tingkah.

“Jessica, ini minuman pesananmu.”

“Gomawo eonni.”

“Anda juga mau pesan tuan?” tanya Jiyeon eonni pada Kyuhyun.

“Aku pesan minuman paling enak yang ada di cafe ini.”

“Baiklah, tunggu sebentar tuan.”

“Aisshhh apa katanya tadi? Tuan?? Kesannya aku ini sudah bapak-bapak dipanggil seperti itu. Apa dia tidak menyadari betapa tampannya aku dan kelihatan sangat muda.”

Aku hanya terkekeh melihat sikapnya. Meskipun di awal tadi aku merasa sedikit terganggu dengan kedatangannya, tapi untuk sekarang tidak apalah. Lumayan untuk mengurangi kejenuhanku.

Aku menyesap minumanku sambil melihat pemandangan di luar jendela (lagi). Saat aku kembali menatap Kyuhyun, ia tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya. Tiba-tiba tangannya menyentuh ujung kiri bibirku. Ku rasakan ia mengusap sesuatu.

“Ada bekas minuman di situ.” Ucapnya setelah menjauhkan tangannya dari wajahku.

“N..nde… ne. Gomawo.”

“Ini tuan pesanan anda. Minuman terbaik andalan cafe ini.” Jiyeon eonni meletakkan segelas minuman di meja.

“Gomawo. Ah ya, satu lagi. Lain kali jika aku kesini kau jangan memanggilku tuan lagi. Arra?”

Kulihat Jiyeon eonni sedikit kaget. Hahah…dasar namja satu ini.

“Ne.” Jawab Jiyeon eonni kemudian pergi.

“Kau ini Kyu.”

“Biar saja, hak ku dong. Pembeli adalah raja.”

Aku tak menanggapinya. Kami saling terdiam.

“Ehmm… Jessica-ssi, apa kau sudah punya namjachingu??” aku terkesiap mendengar pertanyaanya. Aku bingung harus menjawab apa. Memang aku belum punya pacar, tapi apa arti kedekatanku selama ini dengan Donghae??!!!

“Jessica-ssi?? Hey nona es!!” dia mengibaskan tangannya di depan wajahku. Aku kembali kaget dia memanggilku seperti itu. Panggilan itu. Hanya Donghae yang pernah memanggilku seperti itu.

“Permisi Kyuhyun-ssi. Aku harus segera pergi dulu.” Aku berdiri hendak meninggalkannya.

“Tapi kau kan belum menjawab pertanyaanku barusan.” Aku tak memperdulikannya. Aku langsung menuju pintu keluar cafe. Betapa kagetnya aku saat melihat seseorang berada di depanku saat aku hendak keluar.

“Seohyun….” aku kaget. Aku takut ia melihatku bersama Kyuhyun. Bukan apa-apa, aku takut ia salah paham. Sungguh, aku tidak ada niatan untuk merebut Kyuhyun darinya. Ia tak merespon. Malah berbalik dan berlari menjauhiku.

“Seohyun tunggu!! Seohyun!!” aku terus mengejarnya. Tapi ia malah mencegat taksi dan pergi.

“Haiisshhh…pasti dia berpikir yang macam-macam.”

Jessica POV END

 

 

Author POV

Drrtt…ddrrtt…. handphone Donghae bergetar. Ada panggilan masuk. Saat ia lihat ternyata Kyuhyun yang menelepon.

“Yoboseyo..”

“……………..”

“Mwoya?? Kau menanyakan hal itu padanya??”

“……………..”

“Kau ini Kyu. Jangan kelewatan lah.”

“……………..”

“Ne, ne arra. Tapi jangan berlebihan. Nanti ia malah terpikat padamu.”

“……………..”

“haha…..aniya.. aku percaya padamu.”

“……………”

“oke. Annyeong..”

Klik. Ia tersenyum sendiri setelah mendengar penuturan adik sepupunya lewat telepon barusan.

“Bogoshipo Nona es.” Ucapnya kemudian keluar kamar.

 

“Donghae-ya, kamu mau kemana?” tanya Ny.Cho saat melihat keponakannya turun dari tangga.

“Mau jalan-jalan sebentar ahjumma. Bosan di kamar.”

“Kenapa tidak meminta Kyuhyun untuk menemanimu saja?”

“Tidak usah ahjumma. Aku tidak apa-apa kok.”

Sejujurnya Ny.Cho masih khawatir dengan kesehatan Donghae. Mengingat keponakan satu-satunya itu baru saja selesai melakukan operasi di Cina.

“Baiklah kalau itu mau kamu. Kalau ada apa-apa segera hubungi ahjumma ya.”

“Ne, ahjumma. Saya pamit dulu. Annyeong.” Donghae membungkukkan badannya sebelum keluar.

“Ne, annyeong. Hati-hati.” Pesan Ny.Cho

 

 

Sementara itu di tempat lain

Seohyun, gadis itu duduk di pingir sungai Han. Matanya sembab, hidungnya merah, di pipinya masih ada bekas aliran air mata. Suara isakan juga masih terdengar dari mulutnya.

“Jahat. Semuanya jahat.” Gumamnya. Tiba-tiba terdengar suara petir. Dan tak lama hujanpun turun.

“Aisshh…kenapa turun hujan sih.” Ia berdiri, tapi tidak mencoba menyelamatkan dirinya dari guyuran hujan. Ia membiarkan hujan membasahi tubuhnya. Gadis itu berjalan pulang dengan jalan kaki. Sakit. Itu yang ia rasakan. Belum reda marahnya terhadap Jessica, kini sahabatnya itu menambah luka di hatinya. Ya, Seohyun melihat semua adegan Kyuhyun dan Jessica di cafe tadi.

“Aku memang kalah cantik dibanding Jessica. Tapi tak seharusnya kalian seperti ini padaku.” Gumamnya. Ia kemudian menyeberang jalan tanpa melihat-lihat dulu.

Tiiiinnnnn….suara klakson mobil membuatnya menoleh ke samping dan betapa kagetnya Seohyun karena sebuah mobil hendak menabraknya. Ia pun jatuh pingsan. Sang pengemudi mobil  segera keluar untuk melihat Seohyun.

“Tadi aku belum menabraknya kan?” tanya orang itu pada dirinya sendiri.

“Agassi, agassi.” Ia menepuk pipi Seohyun mencoba membangunkannya. Tapi nihil. Akhirnya ia menggendong tubuh Seohyun dan membawanya pulang.

Author POV END

 

Kyuhyun POV

Hahhh….aku merasa kehilangan. Kenapa Seororo tidak pernah online lagi ya?? Kemana dia?? Apa aku coba menghubunginya saja ya?? Ku ambil handphoneku lantas mencoba menghubunginya.

“Sial!!” umpatku karena bukannya mendapat jawaban darinya, malah yang terdengar suara operator. Kenapa nomornya tidak aktif sih??

Ceklek..aku melihat Donghae hyung masuk sambil menggendong seorang yeoja sambil terburu-buru.

“Hyung, nuguseyo??” tanyaku.

“Nanti saja kuceritakan Kyu. Sekarang bantu aku. Tolong ambilkan obat dan baskom. Juga pinjamkan bajunya eonnimu.”

Sebelum melaksanakan perintah dari hyung, aku melihat siapa yang di gendong hyung. Omona!!

“Joohyun!!” kagetku.

“Kau mengenalnya kyu?” tanya hyung heran.

“Ne.”aku segera berlari untuk mengambil obat dan baju ganti untuk Joohyun. Keningnya berdarah, keadaannya basah kuyup. Setelah semua yang kuperlukan ada di tanganku, aku menuju ke kamar tamu. Kulihat hyung sedang membersihkan luka di kening Joohyun.

“Hyung, bolehkah aku yang mengobatinya??” tanyaku hati-hati. Entahlah, saat ini aku sangat khawatir terhadapnya

“Ne Kyu. Silahkan.  Aku akan menghubungi keluarganya.” Setelah Donghae hyung keluar, aku memberi perban pada kening Joohyun. Astaga, badannya panas. Aku segera mengompres dahinya, sekedar supaya panasnya turun.

“Enngghhh….” dia bergerak. Sepertinya dia akan sadar. Tak lama ia membuka kedua matanya. Aku tersenyum saat ia sudah benar-benar sadar.

“Joohyun, kau sudah sadar?? Apa masih ada yang sakit?” tanyaku khawatir.

Bukannya menjawab, ia malah menatapku tajam.

“Joohyun..” ulangku.

“Aku mau pulang.”

“Kau masih sakit. Berbaringlah dulu.”

“Apa urusanmu aku sakit ataupun tidak.”

Mengapa dia jadi jutek seperti itu padaku. Apa aku telah berbuat salah padanya??

“Tapi kau demam. Tidak baik jika kau memaksakan diri untuk pulang.”

“Terus maksudmu aku harus menginap, begitu?? Tak sudi aku menginap disini.” Ia hendak berdiri namun ku tahan lengannya.

“Joohyun dengarkan aku!!” aku sedikit menaikkan nada bicaraku. “Entah karena apa kau bersikap seperti ini padaku. Meskipun kau sedang marah padaku, tapi setidaknya kali ini jangan egois. Jangan siksa badanmu karena amarahmu. Aku tidak peduli kau membenciku atau apapun. Tapi untuk saat ini hilangkanlah egomu. Kau itu sedang sakit.”

Terdengar isakan darinya. Apa kata-kataku tadi sudah kelewatan??

Aku lantas memeluknya. Dia hanya diam saja. Aku membelai rambutnya, mencoba sekedar menenangkannya.

“Mianhae…” ucapku lirih..

 

TBC

 

13 thoughts on “I Choose Your Heart chap 3

  1. sbnarnya agak sebel jg dsini sm kyu oppa klu mmang oppa mau comblanging sica eonni sm hae oppat g’usah trllu berlbihan kya gtu kan ksian seo eonni. Cpet lanjut chingu

  2. Sempat kaget waktu kyu oppa bersihin bibir sica dari sisa minuman yg diminum ny,,
    trus waktu kyu oppa tanya sica udah punya pacar belum,,
    ige mwoya?!O_o
    tpi pas dibaca lagi terusan (?) ny,,
    manggut-manggut deh,,

    sungmin itu cuman sekedar lewat (?) atau…

    Seo eonnie salah paham tuh,,

    next jangan lama yah~😉

  3. trnyata kyuppa dketin sica cm mw nyomblangin sica ma haeppa y!
    tp prhtian kyuppa ma sica g usah gtu jg kli!!
    pa lgi ps bgian kyuppa brsihin bi2rnya sica psti org lain mkirnya mcm2 pa lgi seo ngliat smuanya!!
    kyuppa hrus jlasin tuch smuanya biar seo g slh phm n g skit hti!!

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s