Our Family, Our Love [sequel Our Love]

Judul : Our Family, Our Love (sequel Our Love)

Author : Choi Yoo Rin

Cast : Seohyun, Kyuhyun, Cho Im Seo

Genre : marriage life, comedy

Type : drabble

 

Hohoho #ketawa ala sinterclause…… annyeong readersnim😀 Choi Yoo Rin bawain sequel dari Our Love nih… masih pada inget kan Our Love?? Itu tu yang Kyuhyun punya dua istri #readers : lupa thor , # author : nangis dipojokan. Author kepikiran buat sequel ff itu karena author lagi bongkar-bongkar(?) file ff nah nemu langsung author baca. Pas selesai  baca endingnya itu jadi pengen bikin sequelnya. Tapi gak mau yang ada konflik-konfliknya gitu. Author pengen nulis kisah bahagia keluarga Kyuhyun dan Seohyun setelah mereka punya anak.  :D  hah oke lah cukup sekian dan terimakasih atas perhatian readers mau baca cuap-cuap ga penting dari author. Author harap readers suka sama ff ini.

Happy reading J

Don’t copast !!

 

“Im Seo-ya……kajja bangunlah…nanti kau terlambat ke sekolah..” Seohyun mencoba membangunkan putri nya itu. Namun sang putri tak kunjung membuka matanya. Malah semakin merapatkan selimutnya.

“Im Seo-ya…….” Seohyun terus menarik selimut yang menutupi Im Seo.

“Eomma, ijinkan aku tidur 1 jam lagi. 1 jam saja….” ucap Im Seo tanpa membuka matanya.

“Mwoya? 1 jam kau bilang. Aishh anak ini. Bangunlah Cho Im Seo!” namun sang anak masih tidak menggubris eommanya itu.

“Lihat sayang, eommamu selalu kerepotan tiap pagi membangunkan noonamu.”  Ucap Kyuhyun pada namja kecil yang berada di gendongannya. Ya, saat ini usia Im Seo memasuki  enam tahun dan ia sudah bersekolah di TK nol besar. Sedangkan anak kedua Kyuhyun dan Seohyun masih berusia empat tahun. Anak mereka yang kedua adalah namja bernama Cho Kyungsan.

“Aishhh, aku tidak mau tau oppa. kau harus membangunkan Im Seo dan menyuruhnya mandi. Aku mau menyiapkan sarapan untuk kita.” Seohyun mengambil alih Kyungsan yang ada di gendongan Kyuhyun lalu keluar kamar Im Seo.

“Mwo? Aku?” tunjuk Kyuhyun pada dirinya sendiri.  Im Seo memang selalu susah dibangunkan saat pagi hari. dan tiap pagi pula Seohyun selalu kerepotan menghadapi kebiasaan buruk putrinya itu. Dan bingo! Pagi ini Seohyun menyerah. Ia mengutus(?) Kyuhyun menggantikan perannya membangunkan Im Seo.

“Anak appa yang paling cantik, kajja bangunlah sayang. Nanti kau terlambat kesekolah…” rayu Kyuhyun yang ia buat selembut mungkin.

“Memang aku anak yeoja appa satu-satunya kan jadi wajar aku cantik.” Im Seo menjawab tapi tetap memejamkan kedua matanya berbalik memunggungi Kyuhyun dan malah menarik selimut hingga kepalanya.

“Isshhh…. Cho Im Seo kau sudah bangun ya!! Ayo bergegaslah mandi. Kajja Im Seo-ya.” Kyuhyun menegakkan tubuh putrinya itu secara paksa.

“Ne, ne appa….” Im Seo masih memejamkan matanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Ayooo!!”

Sambil bersungut-sungut gadis kecil itu bangun dan menuju kamar mandi.

 

********

Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Im Seo menyusul appanya ke meja makan. Disana sudah ada eommanya yang sedang menyuapi namdongsaengnya.

“Hai adik manis….” sapa gadis kecil itu pada adiknya yang sedang dipangku oleh eommanya. Kemudian ia mencium pipi Seohyun.

“Kajja Im Seo sarapanlah dulu.” Ucap Seohyun.

“Loh, appa mana eomma?” tanya Im Seo saat menyadari appanya tidak ada disana.

“Appa masih dikamarnya. Mungkin sebentar lagi turun.”

Im Seo kemudian mulai memakan sarapannya. Ia sesekali menatap eommanya. Gadis itu merasa eommanya tidak seperti pagi-pagi biasanya.

“Mianhae eomma.” Ucap gadis kecil itu yang membuat eommanya menatapnya. Seohyun tersenyum. Ia mendudukkan Kyungsan di kursi kemudian menghampiri Im Seo. Ia berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Im Seo. Mengusap rambut putri nya itu dengan sayang.

“Eomma tidak marah padamu Im Seo-ya… eomma hanya sedikit kesal tadi. Tapi rasa kesal eomma tak sebesar rasa sayang dan cinta eomma padamu. Tanpa kau meminta maaf, eomma sudah memaafkanmu.”

“Aku selalu membuat pagi eomma menyusahkan.” Ucap Im Seo menundukkan kepalanya.

“Eomma tidak pernah merasa susah karenamu. Eomma hanya sedikit lelah karena kemarin banyak pasien di rumah sakit. Eomma hanya minta satu hal dari Im Seo.” Gadis itu mendongak.

“Eomma minta, Im Seo mulai mengurangi kebiasaan buruk Im Seo. Im Seo sudah memiliki dongsaeng. Itu tandanya Im Seo sudah besar. Masa Im Seo tidak malu pada Kyungsan saeng karena tiap pagi masih harus dibangunkan. Im Seo juga sudah bersekolah. Harus bisa bertanggung jawab pada diri Im Seo sendiri.”

Im Seo memeluk eomma yang ia sayangi itu.

“Ne eomma. Im Seo janji tidak akan susah dibangunkan lagi. Tidak akan menyusahkan eomma dan appa lagi.”

Tanpa mereka tau  sang appa, Kyuhyun tengah tersenyum mengamati mereka dari tangga.

‘gomawo Hyunie kau telah menyayangi Im Seo’ ucapnya dalam hati.

 

*********

Setelah sarapan, Kyuhyun mengantar Im Seo ke sekolah sekaligus ia berangkat ke kantor. Semenjak Kyungsan lahir, Seohyun memutuskan untuk membuka praktek di rumahnya sendiri.  Sesekali ia datang ke rumah sakit tempat ia bekerja dulu.

“Appa, mianhae.” Ucap Im Seo saat mereka di dalam mobil perjalanan ke sekolah Im Seo.

“Minta maaf untuk apa sayang?”

“Im Seo selalu menyusahkan appa dan eomma.”

Kyuhyun menghentikan laju mobilnya. Ia menatap putrinya.

“Dengarkan appa sayang. Appa dan eomma sangat menyayangimu. Kau dan Kyungsan anak kami mana mungkin kami akan marah sehingga membenci kalian. Senakal apapun kalian appa dan eomma akan tetap sayang pada kalian.”

“Appa..” Im Seo lantas menghambur ke pelukan ayahnya.

“Im Seo paham kan apa yang appa jelaskan?” setelah melepaskan pelukannya.

“Ne appa.” Jawab Im Seo tersenyum.

Kyuhyun melajukan kembali mobilnya.

“Im Seo-ya, hari adalah hari ulang tahun pernikahan appa dan eomma. Kelihatannya eomma mu lupa. Bagaimana kalau kita memberi kejutan pada eomma?”

“Kejutan apa appa?”

Kyuhyun hanya tersenyum evil sambil terus melajukan mobilnya.

 

*******

Seohyun sampai di sekolah Im Seo. Siang ini ia berniat menjemput putrinya itu.

“Mwo? Im Seo sudah pulang?” Seohyun kaget mendengar penuturan salah satu guru Im Seo.

“Ne Ny. Cho. Sekitar 15 menit yang lalu.”

“Baiklah. Saya permisi dulu. Annyeong.” Seohyun membungkukkan badannya sebelum pergi.

“Siapa yang menjemput Im Seo?” gumamnya. Kemudian ia putuskan untuk menelepon suaminya. Barangkali suaminya itu yang menjemput putrinya.

“Yoboseyo oppa.”

“……………………”

“Apa oppa yang menjemput Im Seo?”

“……………………”

“Mwo? Jadi oppa tidak menjemputnya?!”

“…………………..”

“Ah aniyo oppa gwaenchana. Yasudah oppa aku matikan dulu teleponnya. Annyeong.”

Seohyun semakin was-was karena Kyuhyun tidak menjemput Im Seo. Ia putuskan untuk kembali ke rumah barangkali Im Seo sudah sampai.

 

Sudah pukul 5 sore, namun Im Seo tak kunjung pulang. Seohyun sudah menghubungi orang tua dari teman-teman Im Seo namun nihil. Putrinya itu tidak sedang berada di rumah teman-temannya.  Ting tong, bunyi bel menghentikan Seohyun yang dari tadi mondar mandir di ruang tamu.

Ceklek. Ia membuka pintunya.

“Im Seo-ya…” ia segera memeluk Im Seo saat melihat gadis kecil itu telah berdiri di depan pintu rumah mereka. Bulir air mata sudah tak dapat ia bendung lagi. Sambil menangis, ia terus mengusap rambut panjang putrinya itu, memeluknya erat tak mau kehilangan.

“Eomma kenapa menangis?”

Seohyun hanya menggeleng. Ia tak mampu berkata apapun.

“Uljima eomma.” Im Seo mengusap air mata di pipi ibunya.

“Kau baik-baik saja kan sayang? Tidak terjadi apa-apa kan padamu?” seohyun memeriksa tubuh putrinya itu.

“Aniya eomma. Aku baik-baik saja kok. Maaf telah membuat eomma khawatir.”

“Tidak apa-apa Im Seo. Asal kau pulang dengan selamat itu sudah syukur. Sekarang Im Seo ganti pakaian lalu makan ya.”

“Ne eomma.” Gadis kecil itu berlari menuju kamarnya.

Setelah Im Seo masuk ke kamarnya, Seohyun menatap orang yang pulang bersama Im Seo yang tak lain adalah Kyuhyun.

“Nappeun.” Ucapnya singkat lantas berlalu menuju dapur.

“Chagi, chagi tunggu dulu.” Kyuhyun menahan lengan istrinya.

“Mianhae aku telah membohongimu serta membuatmu khawatir. Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu.”

“Kejutan apa?” tanya Seohyun tanpa membalikkan badannya.

“Happy anniversary sayang..” tiba-tiba sebuah kue tart berada di depan Seohyun. Sebenarnya dari tadi Kyuhyun sudah membawa kue tart itu namun Seohyun tak menyadarinya karena begitu khawatir akan Im Seo. Kyuhyun sekarang telah berdiri di depan istrinya membawa sebuah kue tart.

“Selamat ulang tahun pernikahan kita yang ke enam tahun Ny. Cho.” Ulangnya lagi. Seohyun masih diam. Namun buliran air mata kembali mengalir di pipinya.

“Hyunie, kau kenapa menangis?” tanya Kyuhyun panik.

“Jangan seperti ini lagi oppa. Oppa mau di hari ulang tahun pernikahan kita aku terbaring di rumah sakit karena sakit jantung memikirkan anak-anak kita? Aku takut tahun depan Kyungsan yang menjadi objek sasaranmu.” Kyuhyun menggeleng cepat.

“Ani, ani Hyunie. Aku tidak akan seperti tadi lagi. Aku tidak mau kau masuk rumah sakit. Maafkan aku.”

“Baiklah aku maafkan oppa.”

 

END

 

Haha…..ff drabble super gaje ya ff ini…xixixixixix, entahlah ide author sudah mulai berkurang. Yah semoga meskipun jelek, gaje ff ini dapat sedikit menghibur readers. Gomawo telah menyempatkan membaca ff buruk ini. Bow

 

13 thoughts on “Our Family, Our Love [sequel Our Love]

  1. jarak im seo ma kyungsan 2 thn?
    mian klo ga salah pas im seo baru lahir seo udah hamil kyungsan kan?
    sequel lagi dong..

  2. wah ada sequelnya aku suka ceritanya,ternyata im seo udah gede tp kenapa im seo dan kyungsang selisih umurnya 2thn?bukannya klw ga salah saat im seo lahir seo lg hamil kyungsan?
    kurang panjang ceritanya bikin sequelny lg dong

  3. waduhh..mianhae itu salah ketik..harusnya satu tahun jarak mereka.. huu waktu lagi ngetik, dirumah lg rame ga bisa konsen. Im Seo lahirnya bulan agustus, kalo Kyungsan bulan mei tahun setelah Im Seo lahir…
    gomawo untuk komennya n masih ingat sama Our Love

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s