Saranghae chap 2

Judul : Saranghae

Author : Choi Yoo Rin

Cast : Cho Kyuhyun, Cho Jonghyun, Seo Joohyun, Im Yoona, etc.

Genre : fantasy, romance, sad

Length : chapter

Disclaimer : ide cerita murni milik author, castnya author hanya meminjam selebihnya mereka milik Tuhan, orang tua dan agensi mereka.

Summary : mimpi ini selalu datang dalam tidurku. Memimpikan seseorang yang tak ku kenal sama sekali. Sekali dua kali mungkin aku bisa menganggapnya hal wajar. Tapi ini sudah berkali-kali. Siapakah sebenarnya sosok dalam mimpiku itu?

 

okke tanpa banyak cuap, happy reading🙂 and sorry for typo

Chapter 2

 

“Harusnya kau itu tetap kesana. Tidak perlu menampakkan diri di depan mereka. Cukup melihat, bagiku itu sudah lebih dari cukup.” Tambahku.

“N…nona…bicara dengan siapa?” tiba-tiba bibi Nam sudah berdiri di pintu. Aku lupa menutup pintu kamarku tadi.

“Nde??? A..aa..aku… ah ya! Aku sedang latihan untuk drama di kampus bi. Sekalian menghafal percakapan yang akan ku ucapkan.” Ishhh benar-benar jawaban yang menggelikan. Dari dulu aku tidak suka jika disuruh bermain drama, ini malah ku jadikan alasan. Semoga bibi Nam lupa jika aku tidak suka bermain drama.

“Saya kira nona kenapa. Oh ya non, ini air minum yang nona minta.”

“Ne, letakkan di atas nakas saja ya bi.”

“Fffiuhhh…..” aku menghembuskan napas lega setelah bibi Nam keluar. Segera ku tutup pintu kamarku dan menghampiri Jonghyun si hantu itu yang kini tengah menertawakanku.

“Sudah? Puas kau menertawakanku?” tanyaku sinis setelah ia berhenti tertawa.

“Hahaha….mian…aku terlalu terbawa suasana..hahahah” katanya dengan memgangi perutnya.

“Mwoya? Terbawa suasana?! Aissshh jinjja!!” aku menyedekapkan tanganku, sebal. Ya ya ya, memang kelakuanku sedikit konyol sih. Aku menatap namja hantu itu yang masih saja tertawa. Ku kerjap-kerjapkan mataku, mengamati wajahnya. Aku merasa tak asing dengannya. Wajah itu…. tunggu sebentar !!

“Kau!!” tudingku padanya. Sontak ia berhenti tertawa dan menatapku heran.

“Kau namja yang ada di mimpiku selama sebulan ini kan?!”

Ia sedikit kaget. Namun kemudian wajahnya kembali terlihat tenang.

“Ne. Aku yang sebulan ini selalu datang ke mimpimu.”

“Untuk apa? Mengapa? Bagaimana bisa? Kenapa aku? Dan……kenapa kau tidak lagi muncul di mimpiku?”

“Molla..”

“Mwo?? Molla katamu?”

“Ne, aku juga tidak tau mengapa aku datang ke mimpimu dan mengganggu tidurmu. Dari pertanyaan-pertanyaanmu tadi aku hanya bisa menjawab satu. Aku tidak pernah muncul di mimpimu lagi karena sekarang aku sudah bisa bertemu denganmu. Dan….maaf jika dulu aku mengganggu tidurmu. Aku sungguh tidak berniat mengganggu.”

Aissshh….aku jadi tambah bingung dengan semua ini. Sebenarnya aku masih ingin bertanya padanya, tapi melihat raut wajahnya dan jawaban yang ia berikan barusan aku jadi tak enak untuk melanjutkan pertanyaanku.

“Ah yasudahlah. Aku mau mandi kemudian istirahat dulu.” Ucapku lantas berdiri menuju kamar mandi.

Seohyun POV END

 

$$$$$$$

“Jadi dua minggu lagi oppa sudah siap untuk sidang skripsi?”

“Ne Sulli-ah. Kau doakan saja semoga lancar.”

“Pasti oppa.”

“Eomma juga akan mendoakan yang terbaik untukmu Kyu. Semoga setelah lulus kuliah kau bisa segera memimpin perusahaan ayahmu yang sekarang masih di handle Kim ahjussi.”

“Ne eomma. Aku janji akan melakukan yang terbaik untuk eomma, Sulli, dan almarhum appa.”

“Jong oppa juga oppa.” tambah Sulli.

“Ah ne.”

“Kyu…”

“Ne eomma, wae?”

“Semenjak kuliah kau belum pernah mengenalkan eomma dengan teman yeojamu.”

“Eomma…….”

“Kyu………sudah saatnya kau mencari pengganti yeoja itu. Kau putra eomma. Putra eomma yang tampan, pintar, dan baik hati. Tak mungkin ada yeoja yang menolakmu. Masih banyak yeoja diluar sana yang mau menerimamu.”

“Tapi dia tidak eomma….”

Sulli yang menyadari suasana saat itu tidak enak, segera angkat bicara “Ah oppa, kajja antarkan aku ke kampus. Sepertinya aku akan telat jika naik bus.”

Ny. Cho menghembuskan nafas lelah. “Ya sudah Kyu, antarkan adikmu ke kampus.” Ny. Cho sangat memahami bagaimana Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun terpojok dan kehabisan kata-kata tapi ia tak akan bisa melawan orang tuanya. Kyuhyun sangat menghormati orang tuanya. Ia tidak akan pergi di tengah perdebatan jika belum dapat ijin dari ibunya.

“Ne eomma. Kami pamit. Annyeong.” Sebelum keluar, Kyuhyun mencium pipi ibunya begitupun Sulli.

Di perjalanan, mereka pun hanya diam. Sulli sendiri saat ini enggan membuka percakapan dengan kakaknya itu karena ia tau kakaknya sedang tidak ingin membahas sesuatu. Diapun akhirnya memilih diam hingga tiba di kampusnya. 30 menit berlalu, mereka tiba di kampus Sulli yang juga kampus Kyuhyun tapi berbeda jurusan.

“Oppa aku pergi dulu, annyeong.” Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun tak lantas pergi dari tempat itu. Ia mengamati Sulli yang berjalan memasuki gedung fakultas tempat adik satu-satunya itu menuntut ilmu. Sebenarnya Kyuhyun sendiri bingung mau pergi kemana setelah ini. Ia sudah tidak ada jadwal kuliah mengingat dua minggu lagi ia sidang skripsi. Dan skripsinya pun sudah siap. Ia kemudian tak sengaja melihat dua orang yeoja yang tengah berjalan melewati mobilnya juga masuk ke dalam gedung yang Sulli masuki tadi. Kyuhyun sedikit mengagumi salah satu yeoja itu.

“Yeoja yang manis..” gumamnya.

Akhirnya ia memutuskan pergi setelah kedua yeoja itu masuk. Di jalan, ia juga masih bingung mau kemana. Akhirnya ia berhenti di sebuah taman yang cukup sepi pengunjung. Ia turun dari mobil dan duduk di salah satu bangku taman yang tak jauh dari tempatnya parkir. Kyuhyun membuka tas yang selalu ia bawa, mengambil sesuatu dari dalam tasnya itu. Buku diary. Lebih tepatnya diary milik saudara kembarnya.

“Jong hyung………” gumamnya lirih saat melihat diary itu (lagi). Ia kembali membaca isi diary tersebut.

11 Juni 2012

Hari ini aku akan menemui yeoja itu. Ternyata ia satu kampus denganku. Pacar sahabatku Donghae adalah teman dekat yeoja ini. Betapa bahagianya diriku. Tuhan, terimakasih……..

Setelah halaman itu, tidak ada lagi tulisan-tulisan dari Jonghyun. Ya, tanggal itu 11 Juni 2012 adalah hari dimana Jonghyun mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.

“Yeoja itu satu kampus dengan hyung…berarti sekampus denganku juga.” Gumam Kyuhyun.  Kyuhyun kembali teringat akan sesuatu. Sesuatu yang diucapkan oleh hyungnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Flashback

“Hyung, jebal bertahanlah. Kau harus kuat.” Ucap Kyuhyun sambil memangku kepala Jonghyun di pinggir jalan. Saat itu Kyuhyun tak sengaja melintas di jalan tersebut dan melihat kerumunan orang.

“K..kyu……ak..akuu ada s..sesuatu yang ingin ku ucapkan padamu.. Kyu…. bisakah ak..aku meminta sesuatu darimu un.untuk yang terakhir kalinya..”

“Hyung jangan katakan seperti itu.. kau pasti bisa sembuh. Apapun permintaanmu akan aku kabulkan tapi kau juga harus bertahan hyung.”

“Aku ingin k..kau menjaga se..seorang untukku. Dia yeoja yang s..sangat aku sayang. Ak..aku sangat percaya padamu K..Kyu… k..Ku mohon bahagiakanlah dia… untukku..”

“Aku janji hyung akan menuruti permintaanmu. Bertahanlah dulu, tidak lama lagi ambulans akan datang.”

Flashback END

“Mianhae hyung…satu tahun sudah berlalu kau pergi tapi aku belum menepati janjiku. Mungkin sudah saatnya aku memenuhi permintaan terakhirmu itu.” Gumam Kyuhyun setelah menutup buku diary Jonghyun.

 

Jonghyun POV

‘Mianhae Seo, aku bohong padamu. Aku datang padamu karena ingin merasakan dekat denganmu. Ingin menjagamu walau hanya sementara. Sebelum seseorang datang dan menggantikanku.” gumamku dalam hati. Saat ini aku sedang di toko baju bersama Seohyun untuk membelikan kado Yoona. Lusa Yoona mengadakan pesta ulang tahun.

“Jong-ssi bagaimana menurutmu yang i-“ Seohyun menoleh padaku. Ucapannya terhenti karena ia menyadari aku sedang menatapnya.

“Nde? A..ini bagus kok. Yoona pasti menyukainya.” Jawabku mengalihkan.

“Hmm…baiklah aku ambil ini saja.” Gadis itu lantas menuju kasir. Setelah membayar, kami beranjak pulang.

“Seo…”

“Ne, ada apa Jong-ssi?” tanyanya sambil menghentikan langkahnya dan menatapku.

“Boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“Tentu saja.” Jawabnya tersenyum.

“Kau sudah memiliki namjachingu?”

1 detik

2 detik

3 detik

“Bwahahahaha…” bukannya menjawab, yeoja itu malah tertawa keras. Apanya yang lucu?!

“Selama ini apa kau pernah melihat aku bersama namja?” tanyanya balik.

“Emmmmm memang sih selama ini aku tak pernah melihatmu jalan bersama namja selain aku.”

“So, aku pikir kau sudah bisa menyimpulkan.” Ucapnya lantas melanjutkan jalan.

“Seo, tapi barangkali kau memiliki namja yang telah mencuri hatimu?” tanyaku lagi setelah berhasil mensejajarkan langkahku dengannya.

“Aniyaa…. belum pernah ada namja yang berhasil menggetarkan hatiku.”

“Masa sih?”

“Kau ini. Sudahlah jangan bahas itu lagi. Kajja pulang. Sepertinya hujan akan segera turun.”

Aku masih diam mematung. Memandang punggungnya yang mulai menjauh. Apakah kehadiranku ini juga tidak dapat menggetarkan hatimu Seohyun??

Jonghyun POV END

 

$$$$$$$$

Hari ini Kyuhyun pergi ke fakultas tempat dulu hyungnya kuliah. Ia dan hyungnya berbeda fakultas memang. Ia berniat mencari Donghae, sahabat hyungnya itu.

“Permisi, apa kau kenal dengan Lee Donghae ? dia semester delapan.”

“Ooo Donghae. Ne, saya kenal. Kamu mencarinya?” Kyuhyun mengangguk cepat.

“Tadi saya lihat dia sedang dikantin. Coba kamu kesana. Mungkin dia masih disana.”

“Baiklah. Gomawo.”

“Cheonma.”

Kyuhyun segera menuju kantin. Ia sudah tak begitu bingung tentang tata ruang disana karena dulu ia sering ke fakultas itu untuk menemui hyungnya. Namun, ia tidak pernah tau yang namanya Donghae.

Saat sampai di kantin, hanya ada tiga orang namja yang sedang duduk. Kyuhyun dengan segera menuju ketiga namja itu untuk menanyakan keberadaan Donghae.

“Permisi, apa kalian tau dimana Donghae?” bukannya menjawab, ketiga pria itu saling pandang kemudian menatap salah satu diantara mereka.

“Ada apa kau mencariku?” ucap salah satu dari ketiga namja itu.

“Kau Donghae?”

“Ne aku Donghae. Ada perlu apa?”

“Aku ingin bicara sesuatu denganmu. Bisa kita bicara berdua?”

“Baiklah. Teman-teman aku pergi dulu ya. Dah.” Donghae berjalan meninggalkan dua temannya. Sebelum mengikuti Donghae, Kyuhyun membungkuk pada dua teman Donghae.

“Saya permisi. Mari” ucapnya.

“Ne.”

 

 

“Ada apa?” tanya Donghae lagi. Kini mereka tengah duduk di taman kampus. Suasana yang sepi membuat Donghae memilih tempat itu untuk bicara dengan Kyuhyun.

“Aku saudara kembar Jonghyun. Apa benar kau sahabat hyungku?”

“Sebelumnya, aku sudah tau jika kau saudara kembar Jonghyun karena wajahmu mirip dengannya. Tapi kau salah jika menyebutku sahabatnya.”

“Nde? Maksudnya?” Kyuhyun heran dengan ucapan Donghae jika ia dan kakak kembarnya tidak bersahabat.

“Hari itu, tepat sehari sebelum hyungmu kecelakaan ia menemuiku. Sebelumnya kami memang sudah saling kenal namun tidak begitu akrab. Ia memintaku untuk membantunya dekat dengan teman yeojachinguku yang berbeda fakultas dengan kami. Aku menyanggupi permintaanya. Aku memberinya janji akan mempertemukan dengan yeoja itu keesokan harinya. Ya, saat dimana Jonghyun mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.”

“Jadi benar kau mengenal yeoja yang dicintai oleh hyungku?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Ne. Lantas tujuanmu menemuiku ada perlu apa?”

“Aku ingin bertemu dengan yeoja itu.”

“Jangan bilang kau juga memiliki perasaan seperti hyungmu pada yeoja itu.”

“Nde? Ah ani. Aku belum pernah bertemu dengannya. Aku…..aku hanya ingin memenuhi janji terakhirku pada Jonghyun hyung.”

“Baiklah. Lusa yeojachinguku mengadakan pesta ulang tahun. Aku akan mengundangmu juga sebagai temanku. Disana aku akan memperkenalkan kalian.”

“Gomawo Donghae-ssi. Emmm….bolehkah aku meminta nomor ponselmu?”

“Ne. Ini.”

“Sekali lagi gomawo telah mau membantuku.”

“Haha, ne ne sama-sama. Apa masih ada lagi?”

“Ah sudah. Apa kau ada urusan lain?”

“Ne, aku ada janji dengan Dosen. Maklum semester tua. Hehe. Ya sudah aku permisi dulu. Annyeong.”

“Ne.”

 

 

Seohyun POV

Setelah menyadari bahwa namja hantu yang berteman denganku ini adalah seseorang yang selalu datang dalam mimpiku, entahlah. Ada sedikit perasaan senang. Andai saja namja itu masih hidup. Aku sendiri masih bingung mengapa ia memilih menemuiku daripada keluarganya. Akhir-akhir ini aku sering tak sengaja melihatnya tengah melamun. Ku rasa ia sedang memikirkan keluarganya. Rindu keluarganya. Mungkin kata itu yang lebih tepat.

Cling.. tiba-tiba namja si-hantu itu muncul mengagetkanku yang sedang bersantai ria di halaman belakang rumah.

“Isshhhh jinjja kau ini.” Aku menatapnya sebal. Selalu saja datang mengagetkanku.

“Kau masih belum terbiasa ya? Maaf.”

“Ani, bukannya begitu. Siapapun yang muncul dengan tiba-tiba aku juga akan tetap kaget. Tak peduli itu manusia ataupun-“ Aku berhenti melanjutkan bicara. Ku lirik namja yang duduk di sampingku.

“Ah maksudku-“

“Aku mengerti.” Ia menatapku tersenyum. Arrggghhh kenapa suasananya jadi seperti ini??!!! Tidak biasanya aku merasa canggung saat dengannya. Aku merutuki mulutku sendiri yang begitu sembrono mengeluarkan kata-kata.

Aku membalas senyumannya kaku.

“Aku ada permintaan padamu.” Ucapnya kemudian.

“Nde? Permintaan apa?”

“Apakah kau mau memenuhi permintaanku?”

“Asal tidak yang aneh-aneh saja.” Jawabku iseng. Ya iseng. Sebenarnya apapun yang ia minta aku akan berusaha mengabulkannya. Ku pikir permintaanya tidak akan memberatkanku.

“Berkunjunglah ke makam ku.”

“Nde?” tanyaku meyakinkan apa yang baru saja ku dengar.

“Selama ini kau belum pernah tau tempat peristirahatan terakhirku kan? Jadi kumohon berkunjunglah kesana. Tapi-“

“Tapi apa?”

“Tapi itu nanti setelah aku benar-benar pergi dari kehidupanmu.”

“Aku janji akan mengabulkan permintaanmu.” Kembali hening menyergap diantara kami berdua. Entahlah aku merasa sedikit tak rela saat ia mengucapkan benar-benar pergi dari kehidupanku. Hhhh…..sadar Seohyun, kalian itu berbeda. Aku menggeleng cepat saat pikiran-pikiran tak masuk akal mulai berdatangan di kepalaku.

“Kau kenapa?” tanyanya.

“Hehe, tidak apa-apa.”

Seohyun POV END

 

 

*******

Kyuhyun tengah melamun di balkon kamarnya. Ia memandangi langit malam yang bertabur bintang-bintang. Sambil memikirkan sesuatu.

“Lusa aku akan bertemu gadis itu.” Ucapnya kemudian. Seperti apa wajah gadis itu, bagaimana sikap gadis itu setelah bertemu dengannya, apa reaksi gadis itu jika Kyuhyun menjelaskan tentang perasaan hyungnya. Pertanyaan-pertanyaan itu terus berkecamuk di benak Kyuhyun. Ia takut respon gadis itu akan mengecewakan sehingga ia tidak bisa memenuhi permintaan hyungnya untuk bisa menjaga gadis tersebut.

Wuusss…..angin tiba-tiba bertiup kencang. Namun tak lama reda.

“Sepertinya akan semakin dingin.” Kyuhyun berdiri hendak masuk ke kamarnya karena udara yang semakin dingin.

“Kyu…….” Kyuhyun terbelalak kaget melihat siapa yang ada di depannya saat ia berbalik.

“Hyung…..”

 

TBC

Makin aneh saja ya ff ini?! Hehe. Ah ya author akan jelaskan sedikit sesuatu. Disini Kyuhyun dan Jonghyun itu saudara kembar. Kenapa Kyuhyun memanggil hyung? Karena Jonghyun lahir terlebih dahulu. kelahiran mereka selang 3 menit. Jadi readers bayangkan sosok wajah Kyuhyun itu ada dua ne😀

 

9 thoughts on “Saranghae chap 2

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s