I Choose Your Heart chap 4

Judul : I Chose Your Heart

Author : Choi Yoo Rin

Genre : romance, friendship

Rating : 13+

Length : 4 of …?

Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Jung Jessica, Lee Donghae

 

 

CHAPTER 4

Setelah isakan Seohyun berhenti, Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ia usap kedua pipi chubby Seohyun dengan kedua ibu jarinya.

“Mianhae jika kata-kataku tadi menyinggungmu. Sekarang gantilah pakaianmu. Aku sudah membawakanmu baju ganti milik noonaku. Aku akan keluar mengambilkan makanan untukmu.” Seohyun hanya diam saja. Kyuhyun beranjak keluar, dan menutup pintu kamar yang di tempati Seohyun.

Saat melewati ruang keluarga, ia melihat appa, eomma, noona, dan donghae sedang disana.

“Eh Kyu, bagaimana yeoja itu?” tanya Donghae.

“Dia masih mengganti pakaiannya hyung. Aku akan membuatkan bubur untuknya.”

“Tadi aku sudah menelepon keluarganya Kyu. Mereka akan mengusahakan untuk bisa datang menjemput Seohyun malam ini juga.”

“Mengusahakan??” tanya Kyuhyun heran.

“Ne, kyu. Di luar sedang ada badai. Hujan lebat disertai angin kencang. Tak baik kalau keluarga yeoja itu tetap kesini malam ini.” Ujar eomma Kyuhyun.

“Sepertinya yeoja itu kurang nyaman berada disini.” Ucap Ahra yang membuat Kyuhyun terkesiap.

‘Ada apa sebenarnya denganmu Joohyun-a..?’ gumam Kyuhyun dalam hati.  Kyuhyun bingung mengapa sikap Seohyun padanya berubah.

“Aku akan meyakinkannya noona supaya ia mau menginap malam ini.” Kata Kyuhyun kemudian beranjak ke dapur untuk membuatkan Seohyun bubur.

“Kau…..sudah lama mengenalnya ya Kyu??”tanya eomma Kyuhyun yang membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap eommanya.

“Nde? N…ne eomma.” Kyuhyun menjawab sekenanya dan kembali berjalan menuju dapur.

“Sampai-sampai seorang Cho Kyuhyun yang tak pernah berkutat di dapur pun dengan senang hati pergi ke dapur untuk membuat semangkuk bubur.” Gumam Ahra setelah Kyuhyun pergi.

“Adikmu itu sedang jatuh cinta Ahra-ya..” ujar Tn.Cho santai sambil membolak-balik koran yang dibacanya.

 

Seohyun POV

Aku masih terdiam. Dia. Kyuhyun tadi memelukku. Kenapa ia melakukan ini terhadapku. Apa maunya?? Belum puaskah ia telah membohongiku telah jalan berdua dengan sahabatku sendiri di belakangku. Cho Kyuhyun aku membencimu……

Tok…tokk…tokk…. “Joohyun-a, apa kau sudah selesai berganti baju?” aku tak menjawab pertanyaan namja itu.

“Joohyun-a, bisakah aku masuk sekarang?” aku tetap membungkam mulutku. Ceklek. Ia pun akhirnya masuk. Mungkin jengah karena aku tak meresponnya. Kulirik ia, ia meletakkan nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas susu.

Sedetik kemudian ku dengar ia menghembuskan nafas berat. Rasakan kau Cho Kyuhyun. Kalau sudah tidak tahan biarkan aku pergi sekarang. Aku muak melihatmu.

“Kenapa kau belum mengganti bajumu? Kau bisa masuk angin jika terus seperti itu.” Cih, apa pedulimu namja menyebalkan..!!

“Baiklah. Aku akan memanggil noonaku dulu supaya ia yang membantumu berganti baju. Tak mungkin kan jika aku yang menggantikan bajumu.” ia hendak keluar.

“HENTIKAN CHO KYUHYUN!!!” teriakku.. “Cukup sudah semuanya. Aku sudah muak terhadapmu. Kau tidak perlu bersusah-susah seperti itu. Biarkan aku pulang.” Ucapku dengan nada tinggi. Dia mendekat kepadaku.

“Sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini? Terakhir kali kita bertemu kau baik-baik saja. Kenapa sekarang jadi seperti ini?” tanyanya masih dengan nada lembut.

“CUKUP!! Kau sudah tak perlu bersandiwara di depanku. Aku tak suka ada orang yang berpura-pura manis di depanku tapi sebenarnya ia adalah seorang pembohong. PEMBOHONG!!” Aku menekankan perkataan terakhirku. Ku tatap ia tajam. Dari sinar matanya, kurasakan ia mulai tersulut emosi.

“Apa maumu? Apa maumu hah??” ia menarik lenganku kasar. “ Salahku apa terhadapmu Seo Joohyun? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Katakan!!” bentaknya.

“Katakan apa yang telah ku perbuat sehingga membuatmu muak!! Dari tadi aku sudah bersabar menghadapimu. Tapi kau tetap saja keras kepala.”

“Aku mau pulang!!”

Ia menarikku menuju jendela. Ia buka tirai jendela kamar ini. Membukanya lebar-lebar.

“Lihat!! Lihat itu!! Di luar sana sedang ada badai hujan. Kau tetap akan pulang, hah?! Kau tidak khawatir terhadap keluargamu yang tetap datang kesini dengan keadaan jalanan yang seperti itu?? JAWAB AKU SEO JOOHYUN!!” ia membentakku.

Ceklek, pintu kamar ini terbuka. Kulihat eomma Kyuhyun, noonanya, dan seorang namja masuk ke kamar ini.

“Sudah Kyu,, tak seharusnya kau membentaknya seperti itu.” Kata wanita paruh baya yang ku yakini adalah eomma Kyuhyun.

“Dia terlalu keras kepala eomma. Egois.” Aku melirik Kyuhyun tajam setelah mendengarnya berkata seperti itu. Namja yang tadi ikut masuk mendekat kearahku dan Kyuhyun.

“Mianhae agassi… aku yang telah menabrakmu tadi. Mianhae, karenaku kau terpaksa berada disini sekarang. Aku telah menghubungi keluargamu dan mereka akan mengusahakan agar bisa menjemputmu malam ini. Jadi, selama menunggu kedatangan mereka kumohon menurutlah dulu. Gantilah pakaianmu itu. Dan makanlah. Kalau kau seperti ini, aku akan semakin merasa bersalah.”

Aku sedikit terenyuh mendengar penuturan namja ini. Apa aku sudah segois itu?!! Ini semua karenamu Cho Kyuhyun. Aku masih enggan bersuara.

“Kajja Kyu, kita keluar dulu.” Namja itu merangkul bahu Kyuhyun untuk keluar. Kini tinggalah aku dengan eomma dan kakak perempuan Kyuhyun.

“Maafkan perkataaan kasar putraku tadi. Sebenarnya ia tidak bermaksud kasar padamu. Mungkin ia hanya tersulut emosi.” Aku tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan eomma Kyuhyun.

“Mianhae ahjumma.” Ucapku. Tak sopan jika aku tetap mendiamkan wanita ini.

“Ne gwaenchana. Ahra, bantu dia untuk berganti baju kemudian suruh ia memakan buburnya dan meminum obat.”

“Ne eomma.”

Wanita paruh baya itu tersenyum sebelum keluar.

“Seo Joohyun. Namamu Seo Joohyun kan?” tanya eonni Kyuhyun saat kami hanya berdua.

“Ne eonni.” Jawabku lirih. Ia menggandeng tanganku, menuntunku untuk duduk di tepi ranjang. Kemudian ia membantuku untuk berganti baju. Bajuku sudah basah kuyup.

“Ternyata muat juga baju ini.” Ucapnya sambil tersenyum.

“Nde??”

“Ini bajuku saat masih SMA. Tepatnya SMA kelas 3. Ternyata muat untukmu. Pintar juga adikku memilihkan baju untukmu. Karena masih bagus, kau boleh memiliknya. Sebagai kenang-kenangan dariku.” Kata yeoja yang ku ketahui namanya Ahra. Ia lantas mengambil mangkuk yang berisi bubur dan menyuapkan bubur itu padaku. Aku menerima suapannya.

“Yang membuat bubur ini adalah Kyuhyun.” Ucap Ahra eonni yang membuatku sedikit tersedak.

“Nde??” tanyaku masih tak percaya setelah selesai minum karena tersedak barusan. Bukannya menjawab, Ahra eonni malah senyum-senyum sendiri.

15 menit kemudian aku telah selesai makan dan minum obat.

“Seohyun, sebenarnya ada masalah apa kau dengan adikku? Sepertinya kau sangat membencinya.”

Aku menundukkan kepalaku. Mana mungkin aku menceritakan masalahku pada Ahra eonni.

“Yasudah tak apa jika kau tak mau bercerita. Sebaiknya kau beristirahatlah. Sudah malam.” Ahra eonni menyuruhku berbaring lantas menyelimutiku.

“Mianhae eonni.” Gumamku lirih. Ahra eonni hanya tersenyum.

Seohyun POV END

 

 

 

Author POV

Jessica sedang perjalanan ke kampus. Ia kembali memikirkan apa yang terjadi kemarin.

“Jadi itu yang membuat sikapmu berubah padaku..” gumam Jessica.

Flashback

Jessica pergi ke rumah Seohyun setelah kejadian di cafe itu.

“Mianhae Jessica, Seohyun belum pulang sejak tadi.” Kata Young Eun. Sejujurnya ia khawatir kenapa Seohyun belum pulang. Padahal setaunya, Jessica ini biasa bersama Seohyun.

“Gwaenchana eonni. Mungkin ia masih ada urusan.” Jessica mencoba tersenyum supaya kakak sepupu Seohyun itu lebih tenang.

“Emm Jessica, beberapa waktu yang lalu aku dan Seohyun melihatmu bersama seorang namja di toko buku. Pacarmu ya??”

“Nde??” Jessica terkesiap. ‘Di toko buku…’ gumamnya dalam hati

“Ne, tapi saat aku ajak Seohyun untuk menemuimu ia menolak. Ya sudah kami langsung pulang.”

“Aniyo eonni dia bukan pacarku. Kami hanya berteman.”

“Eeemmm eonni aku pamit dulu ya. Annyeong.”

“Ne annyeong, hati-hati Jessica.”

Flashback END

“Baiklah. Aku akan menebus kesalahanku.” Gumam Jessica sambil tersenyum misterius, dan semakin menambah kecepatan mobilnya menuju kampus.

 

 

Seohyun mengerjap-ngerjapkan matanya saat ia merasakan silau matahari pagi mengganggu tidurnya. Ia melihat di sebelahnya, ada baju terlipat rapi dan juga handuk. ‘mungkin untukku mandi’ pikirnya. Tanpa pikir panjang ia segera mandi, ia ingin cepat pulang.

30 menit kemudian Seohyun sudah rapi. Ia keluar kamar, mencari Ahra dan eomma Kyuhyun. Ingin berpamitan untuk pulang.

“Eh sudah bangun.” Seohyun sedikit kaget. Ia berbalik. Ternyata Kyuhyun yang bicara barusan.

‘Menyebalkan. Kenapa ia harus bertemu namja ini.’ Gumamnya dalam hati.

“Aku mau berpamitan dengan ibu dan kakakmu.”

“Sarapanlah dulu. Setelah itu biar ku antar kau pulang.”

“Eh Seohyun. Kajja sarapanlah dulu.” Ahra baru keluar dari arah dapur.

“Eonni, aku langsung pulang saja.”

“Ayolah..sarapan dulu. Hari ini aku sudah masak spesial untukmu.”

“Jinjja? Eonni masak? Pasti rasanya tidak karuan.” Celetuk Kyuhyun.

“Apa katamu?? Haisshh sudahlah aku sedang tidak mood berdebat denganmu. Kajja Seohyun kita ke ruang makan.” Ahra menggandeng tangan Seohyun.

Author POV END

 

Kyuhyun POV

Kulihat gadis itu masih terlihat kaku di rumah ini. Apa mungkin karena ada aku ya. Haiisss sebenarnya apa salahku padanya sih sehingga ia sebegitu marahnya.. makan pun ia terlihat tak menikmatinya.

“Seohyunie cobalah ini. Ini makanan kesukaanku lhoo” Ahra noona mengambilkan lauk untuknya.

“N…ne eonni. Sudah. Ini sudah cukup.”

“Jangan sungkan di rumah ini gadis cantik. Anggap saja kami keluargamau sendiri.” Ujar appa.

“Ne Seohyun. Jangan merasa asing disini.” Tambah eomma.

“Setelah ini akan ku antar pulang Seohyun. Aku akan menemui orang tuanya dan meminta maaf telah menabraknya.” Kata Donghae hyung. Aku tersentak kaget.

“Biar aku saja yang mengantarnya hyung.” Ucapku tiba-tiba. Semua menoleh padaku.

“A..aku yang akan menemui orang tuanya. Lagipula sekalian berangkat ke kampus.”

Aku menatap hyungku. ‘hyung…jebal..’ gumamku dalam hati.

Ku lihat ia tersenyum “Baiklah.” Hah syukurlah. Sepertinya hyung mengerti kemauanku.

 

+++++++++++

“Joohyun…. hari ini kau ada kuliah?” tanyaku pada yeoja yang merebut perhatianku sejak beberapa bulan lalu ini. Dia diam.

“Ne.” Akhirnya ia mau meresponku.

“Joohyun, sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan padamu. Tentang sikapmu padaku” aku menoleh padanya.  Ia memalingkan wajahnya menghadap keluar jendela mobil.

“Aku sedang tidak ingin membahasnya Kyuhyun-ssi.”

Aku diam. Entahlah aku juga jadi bingung mau bicara apalagi.

“Lagipula tidak ada yang salah denganmu. Lupakan saja akan sikapku semalam. Anggap aku sedang frustasi sehingga bersikap seperti itu.” Tambahnya.

Tak terasa aku sampai di depan rumahnya.

“Gomawo.. dan maaf sudah merepotkanmu.” Ucapnya sebelum turun.

“Ne cheonma. Ah tidak merepotkan kok. Oya, apa tidak sekalian kau ikut bersamaku berangkat ke kampus?”

“Tidak usah Kyuhyun-ssi. Mungkin hari ini aku ijin tidak masuk dulu. Aku ingin istirahat di rumah saja.”

“Badanmu masih sakit ya?? Apa perlu kuantar kau ke dokter?” tanyaku khawatir.

“Tidak usah.. aku hanya butuh istirahat.”

Ia kemudian keluar dari mobil, aku mengikutinya. Di depan pintu gerbang seorang yeoja menunggunya.

“Joohyun-a, kau tidak apa-apa?? Itu keningmu, apa masih sakit?” tanya yeoja itu khawatir

“Gwaenchana eonni…” kulihat Joohyun tersenyum hangat pada yeoja yang dipanggilnya eonni itu. Aku sedikit lega melihat senyumnya itu… sejak dirumahku dan melihatku ia tak pernah senyum seperti itu.

“Agassi, mianhae. Aku…emm maksudku hyungku yang telah menabraknya semalam. Hyungku tidak sengaja melakukan itu. Atas nama hyungku dan keluargaku aku meminta maaf yang sebesar-besarnya. Jika agassi ingin meminta Joohyun untuk diperiksa kami akan menanggung biaya rumah sakitnya.”

“Ne gwaenchana. Maafkan kami juga karena lalai menjaga Joohyun. Sepertinya  Joohyun tidak akan mau kerumah sakit.” Yeoja itu melihat ke arah Joohyun. Kemudian tersenyum.

“Gomawo anda telah mengantarnya. Ia mungkin hanya butuh istirahat cukup. Sampaikan juga terimakasihku pada keluargamu karena telah merawat Joohyun.”

“Ah ne. Itu sudah kewajiban kami. Baiklah saya permisi dulu.”

“Ne..”

Aku masuk kedalam mobil. Di tengah perjalanan aku kembali memikirkan kata-kata gadis itu semalam. Dia muak padaku.katanya  Aku ini pembohong. Apa aku telah membohonginya?? Bohong tentang apa?? Aarrgghhhh… aku menggaruk kepalaku kasar. Tiba-tiba handpneku berbunyi. Kulihat tertera nama Jessica sedang memanggil. Lantas ku pakai headsetku.

“Ne, Jessica ada apa??”

“………………”

“’Oke nanti pukul 11 di cafe waktu itu ya..”

“……………”

“Ne.. annyeong.”

Tumben gadis itu mengajakku bertemu dulu. Biasanya aku dulu yang mengajaknya dan itu pun tak mudah.. sepertinya ada hal penting sehingga ia meminta bertemu duluan.

Kyuhyun POV END

 

Author POV

“Joohyun-a jika ada yang meresahkan hatimu ceritakanlah pada eonni… jangan kau pendam sendiri.” Young Eun duduk di tepi ranjang menemani adik sepupunya itu. Sejak pulang tadi Seohyun hanya diam, terlihat lebih murung.

“Eonni sudah lama mengenalmu Joohyun. Eonni tidak ingin kau memikul beban hatimu sendiri. Ceritakanlah, siapa tau eonni bisa membantu. Jangan siksa dirimu Joohyun-a…”

“Hiikss….hikkss…..eonni…” Seohyun menghambur kepelukan eonninya. Tangis yang sejak tadi berusaha ia tahan akhirnya keluar juga. Sang kakak mengelus punggungnya mencoba menenangkan dahulu…

“Hiikksss…..eonni kenapa semuanya jahat padaku??” tanya Seohyun masih dalam pelukan Young Eun

“Nugu?? Siapa yang telah jahat padamu Joohyun??”

“Mereka…. mereka jahat padaku eonni. Apa salahku pada mereka??”

Youn Eun melepas pelukannya pada Seohyun. Ia tatap yeoja yang sangat ia sayangi itu.

“Joohyun-a, sebenarnya ada apa?? Jelaskan pada eonni.”

 

+++++++++++

“Jessica mian membuatmu menunggu. Tadi aku masih ada urusan.” Ucap Kyuhyun yang baru datang ke tempat ia janjian dengan Jessica.

“Ne gwaenchana. Aku juga tak lama menunggumu. Kau mau pesan sesuatu??”

“Boleh. Apa saja.”

Jessica kemudian memanggil Jiyeon dan memesan 2 gelas cappucino moca.

“Jadi apa yang mau kau bicarakan padaku?” tanya Kyuhyun. Jessica mengernyit, tak biasanya Kyuhyun to the point seperti itu. Biasanya namja itu akan berbasa basi dulu.

“Em…ini mengenai Seohyun..”

“Seohyun?? Maksudmu Seo Joohyun??” tanya Kyuhyun

“Ne. Dia adalah sahabatku.”

Kyuhyun terlonjak kaget. Selama ini ia tidak tau jika Jessica adalah sahabat yeoja itu.

“Aku mengetahui facebookmu dari dia. Tapi aku tak ada niat buruk kok. Aku hanya ingin tau saja seperti apa teman akrab sahabatku di dunia maya.”

Jessica menghentikan pembicaraannya karena ada Jiyeon yang mengantar minuman pesanannya.

“Gomawo eonni.”

“Ne Sica.”

“Ku kira kau memang tertarik padaku sehingga meng-add facebookku.” Ucap Kyuhyun.

Jessica terkekeh geli dengan penuturan pede Kyuhyun barusan.

“Kau tertalu percaya diri Kyuhyun-ssi. Mana mungkin aku tertarik pada namja sepertimu. Kau bukan tipeku.” Tanpa Jessica sadari, Kyuhyun tersenyum lega.

“Kau salah besar jika berkata seperti itu. Diluar sana banyak yang mengidam-idamkan aku untuk menjadi pacar mereka.”

“Hhaha…sudahlah bukan saatnya untuk membicarakan itu. Aku tau kau itu memang tampan dan mempesona sampai-sampai sahabatku sendiri terpikat olehmu.”

Kyuhyun diam, mencoba mencerna ucapan Jessica barusan.

“Maksudmu???” tanya Kyuhyun mencoba memastikan perkiraanya.

“Ne… Seohyun tertarik padamu. Sangat sangat tertarik. Dan yang lebih pentingnya lagi ia salah paham terhadap kita.”

“Dia tau aku mengenalmu juga??”

“Ne Tuan Cho. Dan dia melihat kita BERDUA di toko buku waktu itu.” Jawab Jessica sambil menekan kata berdua.

“Dan lebih parahnya lagi saat itu aku menolak ajakannya karena akan menemuimu di toko buku itu.” Tambah Jessica dengan raut wajah menyesal.

“Pantas saja…” gumam Kyuhyun.

Author POV END

 

Jessica POV

Hah. Lega rasanya. Satu masalah telah selesai. Ya walaupun belum seratus persen terselesaikan karena aku belum meminta maaf secara langsung pada Seohyun. Seohyun, maafkan aku karena tidak berkata jujur padamu. Aku tak bermaksud buruk, saat itu aku hanya ingin mengetahui lebih jauh mengenai namja yang kau sukai itu. Tak lebih. Aku tak mau kau sakit hati karena salah mencintai seorang namja. Tapi malah kau sakit hati karena perbuatanku. Mianhae Seohyun-ah.. gee gee gee gee baby baby handphoneku berbunyi. Kulihat nomor tak dikenal.

“Ne, yoboseyo..”

“……………….”

“Oh Young Eun eonni. Ne eonni ada apa??”

“……………….”

“Aku sekarang dirumah. Bagaimana kalau kita bertemu di luar saja??”

“……………….”

“baiklah eonni. Sampai bertemu disana.

“………………”

“Ne, annyeong.”

Kakak sepupu Seohyun, Young Eun eonni memintaku untuk bertemu. Pasti mengenai Seohyun. Ya sudahlah aku ingin cepat-cepat semuanya clear.

 

@cafe

“Jadi seperti itu kejadian sebenarnya Sica-ah… hmmmm hanya kesalahpahaman.” Kata Young Eun eonni setelah mendengar semua penjelasanku.

“Ne eonni. Aku tau caraku memang salah. Tak seharusnya aku berbohong pada Seohyun.”

“Eonni akan membantumu agar Seohyun mau menemuimu. Dan saat itu jelaskanlah padanya semua yang terjadi sebenarnya.”

“Jinjja eonni??” Young Eun eonni mengangguk.

“Gomawo eonni. Dan maaf telah melibatkanmu dalam masalah ini.”

“Gwaenchana… sudah sewajarnya Sica, eonni melakukan ini. Eonni tak mau Joohyun terus menerus murung dan sedih.”

“Betul eonni. Dan sepertinya dia sangat mencintai Kyuhyun.”

“Kau benar…”

Jessica POV END

 

 

Author POV

“Chukkae hyung….. sepertinya, gadis itu masih mengharapkanmu..” ucap Kyuhyun pada Donghae.. saat ini mereka tengah menikmati udara malam di balkon kamar Kyuhyun.

“Belum tentu Kyu… dua tahun aku telah meninggalkannya tanpa kabar. Dan siapa tau laki-laki lain telah mengisi kekosongan hatinya.” Jawab Donghae dengan tatapan sendu.

‘Hyung, aku janji akan segera mempertemukanmu dengannya.’ Batin Kyuhyun.

“Eh, Hyung besok jalan-jalan yukk?!”

“Kemana?”

“Emm ke suatu tempat. Kulihat, kau jarang keluar rumah.”

“Oke..  tapi aku sedang tidak mood untuk menemanimu ke toko PSP.”

“Haisshhh…. kau ini hyung. Kali ini aku tidak akan mengajakmu untuk menemaniku ke toko PSP. Lagi pula, Ahra noona akan mengomeliku jika aku membeli PSP baru.”

“Hahaha…..ne, rupanya kau sadar itu juga.”

Kyuhyun hanya memanyunkan bibirnya. Tapi ia senang, lebih tepatnya lega. Sebentar lagi, hyung kesayangannya itu akan bertemu dengan gadis yang amat sangat disayangi oleh sang hyung.

 

 

++++++++++

Gee gee gee gee baby baby… handphone Jessica berbunyi saat ia tengah mengerjakan tugas kuliahnya di cafe tempat biasa ia dan Seohyun menghabiskan waktu bersama namun kali ini tanpa Seohyun. Ia melihat nama Kyuhyun tertera di layar handphonenya.

‘Ada apa lagi anak ini?!’ gumam Jessica dalam hati. Ia lantas menekan tombol hijau lalu menempelkan handphone itu di telinganya.

“Ne, yoboseyo..”

“……………………..”

“Aku sedang di cafe mengerjakan tugas kuliah. Kenapa?”

“……………………”

“Kapan ??”

“…………………….”

“Oke, aku usahakan.”

“……………………………”

“Haisshh ne, ne. Kau ini dasar tukang memaksa.”

“……………………”

“Ne….  dan aku minta jangan sampe kali ini Seohyun salah paham lagi.”

“………………….”

“Ne..ne… ya sudah aku mau melanjutkan tugasku dulu. Annyeong..”

Klik. Jessica menutup teleponnya sepihak.. ya, mungkin itu terkesan tidak sopan, tapi bagi gadis seperti Jessica hal itu biasa. Ia terkesan dingin terhadap orang yang baru ia kenal. Apalagi Kyuhun. Semenjak kejadian salah paham itu, Jessica agak menjaga jarak dengan Kyuhyun.

 

Jessica POV

Hari ini aku datang ke cafe tempatku dan Kyuhyun janji bertemu. Aku sendiri tidak begitu tau apa keinginannya mengajakku bertemu. Masalah Seohyun, sudah ku jelaskan padanya beberapa hari lalu. Terus ini ada apa lagi?!

Ku edarkan pandanganku mencari nomor meja yang telah Kyuhyun beritahukan tadi. Ternyata ia telah memesan meja tersendiri. Dasar namja itu.

“Ah itu dia.” Aku segera menghampiri meja yang ternyata Kyuhyun sudah ada disana. Aku berniat mengagetkannya karena posisnya yang membelakangiku. Tapi ku urungkan niatku. Aku masih enggan ber akrab-akrab ria dengan namja ini.

“Mianhae aku te-“ ucapanku terpotong karena kaget melihat siapa yang duduk.

 

TBC

 

Kira-kira siapa ya yang dilihat jessica? Emmm sepertinya ff ini sudah mulai membosankan yah??!! Readers tak usah khawatir karena sebentar lagi ff ini akan berakhir J

8 thoughts on “I Choose Your Heart chap 4

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s