EVIL DEVIL [Chapter 17]

Untitled_副本

Sebelum-sebelumnya, saya mau minta maaf sebesar-besarnya! jeongmal caeseonghamnida! karena ada kesalahan sama internet jadinya ga bisa buka blog apapu. sekarang baru bisa, makanya maaf yaa…

Selamat membaca🙂

EVIL DEVIL

Chapter 17    : Sunny’s Date

Cast                        : Seo Joo Hyun

                                   Shim Changmin

                                   Cho Kyuhyun

                                  Victoria Song

                                  Cho Sunny

                                  Lee Sungmin

                                  Park Hyori (OC)

 

Length                    : Series (Chapter), Chapter 17

 

Genre                      : Action(?), Romance, Fantasi, Friendship

 

Author                    : Cho Min Ah

 

Last Episode:

Tanpa sadar Changmin berdiri. Dan mendekatkan wajahnya. Akhirnya dia menyentuh bibir Seohyun lembut dengan bibirnya sendiri. Tiba-tiba tirai yg mengelilingi tempat Seohyun terbuka, dan muncullah Kyuhyun dengan wajah kagetnya setelah melihat Changmin mencium Seohyun. begitu juga Changmin yg tersentak kaget begitu mendengar suara tirai dibuka, apalagi setelah mengetahui kalau yg membukanya adalah Kyuhyun.

~~~EPISODE  17~~~

 

“hei, kakimu, sudah tidak apa-apa?” tanya Sungmin saat mereka berdua masih menjalankan hukuman mereka.

“masih agak sakit, sih, tapi sudah tidak apa-apa.”

“maaf, gara-gara mengejarku.”

“oh, akhirnya sadar juga kalau ini salahmu??” tanya Sunny dengan nada mengejek.

“heh! bagus-bagus aku sudah mau minta maaf padamu, masih cari ribut juga!?” Sungmin yg mendengar ucapan Sunny langsung naik darah.

“apa!? Hei! kau yg masih cari ribut! Kau tau, kakiku sakit! Gara-garamu! Aku terlambat! Gara-garamu! Aku dimarahi Bu Guru dan jatuh dari kursi! Gara-garamu! Sekarang aku dihukum berdiri diluar kelas! Juga gara-garamu! Semua gara-garamu!! Dasar tukang bikin orang sial!!” akhirnya kemarahan Sunny meledak.

Mendengar Sunny bicara, Sungmin tertunduk, “maaf..” ucapnya pelan.

Lagi-lagi, Sunny merasa kalau dia salah bicara. “nggak, aku juga..” akhirnya keduanya kembali diam. Tak lama Sunny menghela nafas. “hei! mana sih sifat narsismu tadi!? Keluarin dong, murung begini nggak cocok buatmu lho!”

Sungmin menatap Sunny bingung. “ayo, ayo! Keluarin tuh kata-kata aku ganteng, imut, manis andalanmu! Mana?! Mana?! Keimutanmu Cuma segitu!? Sudah kuduga, masih terlalu cepat seratus tahun untuk mengalahkan keimutanku!”

“apa!? Hoo.. berani menantangku!? Lihat nih, lihat! Diliat darimana-mana juga aku yg paling imut tau!” ucap Sungmin sambil memasang pose-pose dan ekspresi ‘imut’nya.

“iya, apalagi diliat dari namsan pake sedotan.” Ucap Sunny santai.

“oohh,, kamu juga manis kok. Apalagi kalau dilihat dari helicopter yg terbang dengan ketinggian 20.000 km di atas awan!” ucap Sungmin mulai ngawur.

“enggak, enggak, kamu yg paling manis. Jauh lebih manis lagi kalo ngeliat kamu jadi sarimin!”

“no,no,no, yg paling manis itu kamu ap..”

“WOI!!!!” ucapan Sungmin terpotong seketika begitu mendengar teguran keras dari guru mereka.

“ups…”

“Lee Sungmin, Cho Sunny, PULANG!!!”

Mendengar amukan guru mereka yg ‘tidak bisa ditoleransi’ lagi, akhirnya mereka berdua berlari ketakutan ke arah gerbang. Bahkan sampai melupakan tas sekolah yg mereka bawa dari rumah.

“hah..hah..hah..” dengan nafas tersengal akhirnya mereka berhenti di depan gerbang. Sunny dan Sungmin lalu saling menatap satu sama lain dan kemudian tertawa bersama.

“eh, kubawa ke tempat menarik deh!”

“ha? Kemana?” tanya Sunny bingung.

“sudah, ikut saja!”  Sungmin menggandeng tangan Sunny dan membawanya pergi.

***

Kyuhyun berbaring di ranjang di sebelah Seohyun. Sementara itu Changmin kembali duduk di kursinya tadi, membelakangi Kyuhyun.

“Seohyun… kenapa??” tanya Kyuhyun.

“sakitlah, sudah tau masih nanya lagi.”

“maksudku sakit apa??” tanya Kyuhyun agak kesal mendengar jawaban Changmin.

“demam, 39 derajat tuh.”

“ha? Benarkah?!” Kyuhyun langsung beranjak, duduk di ranjangnya.

“tidak perlu sepanik itu, aku akan menjaganya.”

Awalnya Kyuhyun diam mendengar ucapan Changmin, namun akhirnya dia kembali berbaring di ranjangnya. Akhirnya ruangan itu menjadi hening.

“hei, kau.. nggak, kita.. rasanya akhir-akhir ini jadi kurang dekat ya..?” ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“hmm.. kurasa kau benar juga.”

“kira-kira apa ya, yg membuat kita berdua jadi menjauh gini??” tanya Kyuhyun.

“entahlah, kalau kuingat,, sejak… hmm,, yg kuingat Cuma  waktu pertama kali Seohyun datang, kita masih akrab. Kita juga mengerjainya kan, saat itu??” ucap Changmin sambil berusaha mengingat-ngingat masa lalu.

“iya, sejak kapan ya, kita jadi begini??”

“thor, sejak kapan coba?? Alasannya??” tanya Changmin tiba-tiba.

“hmm.. ntar, gue inget-inget dulu..” ucap Author yg tiba-tiba muncul entah dari mana. “oh, iya.. kalo nggak salah dari chapter 10 tuh. Yg Seohyun nangis gara-gara dikatain sama kakak kelasnya.”

“nah, itu dia tuh! Yg waktu Seohyun lari-lari terus nabrak aku. Terus tuh dia lari lagi, terus kamu ngejar dia. Terus aku nahan kamu terus kamu..” Kyuhyun mencoba menceritakannya.

“yak, karena cara Kyuhyun bicara sangat buruk mari kita lihat flashback satu ini,” Changmin mencoba memotong ucapan Kyuhyun.

___FLASCBACK ON___

“dimana-mana parasit itu seharusnya dibasmi!! Karna sangat mengganggu pemandangan dan kesehatan!! Apalagi parasit yg seperti dia yg mengganggu hubungan orang!”

“kauu…” tangan Changmin sudah melayang ingin menampar siswi itu. Tapi tangannya ditahan oleh Seohyun. Seohyun menggeleng pelan.

“Seohyun..” Changmin menatap Seohyun tak tega.

“maaf, aku ke toilet dulu.” Seohyun langsung pergi meninggalkan Changmin dan keluar dari kelasnya. Orang-orang di luar kelas ribut membicarakannya. Bisik-bisik. Seohyun yg tidak ingin mendengarnya  langsung berlari secepatnya.

Brruukk!!!

 Saat berlari Seohyun bertabrakan dengan seseorang.

“Seohyun??” Seohyun menatap orang yg ditabraknya. Victoria menatapnya heran. Begitu juga dengan Kyuhyun yg ada disampingnya.

Hati Seohyun sakit rasanya melihat Kyuhyun dan Victoria berdua. Mungkin habis makan di kantin berdua.

“lho?? Kamu nangis??” Victoria kaget melihat airmata yg keluar dari mata Seohyun*kalo dari mulut iler namanya*

‘ya! Gara-gara kalian!!’ batin Seohyun lalu langsung berlari meninggalkan Victoria dan Kyuhyun yg heran dan memanggil-manggil dia. Tiba-tiba Changmin berlari melewati mereka. Kyuhyun langsung menahan Changmin.

“lepaskan aku, Kyu!!”

“Seohyun kenapa sih??” Tanya Kyuhyun.

“memangnya itu penting buatmu!?” Changmin mulai merasa marah pada Kyuhyun.

“tentu saja. Dia kan Miikoshiku.” Changmin tersenyum miring mendengar jawaban Kyuhyun.

“heh, bukankah sekarang sudah ada Vic Noona. Sudahlah kau tidak perlu mengurusi Seohyun lagi! Urus saja Vic NoonaMU!!!” Changmin menepis tangan Kyuhyun dengan sangat kasar. Hampir-hampir seperti memukul. Lalu dia langsung berlari kembali mengejar Seohyun.

“ada apa sih dengan mereka??”

___FLASHBACK OFF___

“nah, iya, itu tuh..” ucap Kyuhyun setelah melihat flashback diatas. “ehh,, tapi kayaknya bukan Cuma itu deh.. ada lagi deh.. tapi aku yg waktu itu marah padamu.”

“nah, itu kenapa lagi?? Kok aku ga tau ya?” tanya Changmin.

“kayaknya aku inget deh..” ucap Author.

“apa? Apa? Kapan??”

“hmm.. yg chapter hmm.. 12 ituloh, akhirannya. Pas.. Seohyun balik dari dunia fana. Yg pas kalian berdua..”

“wa! Wa! Wa!! Jangan bilang!! Jangan bilang!!” ucap Kyuhyun dan Changmin bersamaan.

“eh,, iya deh.. aku nggak bilang.”

“udah ah! Kenapa kita jadi nostalgia gini sih!? Ucap Changmin mencoba mengalihkan pembicaraan.

“iya tuh, lu juga Thor, ngapain pake ke sini segala!? Sana, sana pulang ke habitat lo!” usir Kyuhyun.

“cih, situ yg manggil juga!” akhirnya dengan mencibir author menghilang dari hadapan Changmin dan Kyuhyun.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun dan Changmin jadi saling melihat satu sama lain dan kemudian tertawa bersama.

“wahahaha! Apa liat-liat?? Maho ya??” ucap Changmin bercanda.

“wahahaha! Situ kali maho!”

“waahahahhaha!!”

“sssttt…”

***

“hei, kita mau kemana sih??” tanya Sunny heran. “tempat menyenangkan apanya?”

“ya, sebelum ke tempat menyenangkan itu kita ke sini dulu!”

“lotte world??”

“iya! Kita main-main dulu.” Sungmin tersenyum sambil menarik Sunny masuk ke dalam Lotte world yg ada di hadapan mereka.

“hei, kau nggak bayar gitu masuknya??” tanya Sunny heran ketika melihat Sungmin seenaknya saja masuk ke dalam lotte world. Bahkan tanpa membeli tiket.

“ngapain bayar?? Maaf, bukannya bermaksud sombong, tapi, lotte world ini punya ayahku.” Ucap Sungmin.

“oh, begitu..” jujur saja, Sunny tidak menganggap Sungmin sombong. Apalagi baginya yg seorang putri itu adalah hal biasa.

“nah, sudah tidak penasaran lagi kan? Ayo kita bersenang-senang disini!”

Sunny akhirnya tersenyum dan menggangguk senang.  “ya!”

Mereka berdua menaiki berbagai wahana yg ada di lotte world tersebut. Berteriak bersama di roller coaster, naik komidi putar seperti anak kecil. Naik bianglala, pokoknya mereka bermain sampai puas! Setelah hampir menyelesaikan semua wahana mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil memakan es krim yg mereka ‘beli’ dari stand es krim yg ada di situ.

“hei,” panggil Sunny.

“apa??”

“kenapa kau membawaku kesini?? Ini kencan?? Apa kau suka padaku??” tanya Sunny.

“wah, tak kusangka kau berpikir sejauh itu.” Sungmin tertawa.

“aku kan Cuma tanya!”

“hmm.. bagaimana ya,, mungkin bisa dibilang kencan.” Sungmin tersenyum genit kearah Sunny.

“kau ini, eh, aku ingatkan ya, kita ini baru bertemu sekitar 5 jam yg lalu! Jangan berharap macam-macam dulu. Meskipun.. kau sedikit manis.”

“heee,, akhirnya kau mengakui juga kalau aku ini manis ya..??” Sungmin tersenyum bangga.

“ya, ya, tapi masih belum bisa mengalahkanku!”

“hehe, baiklah nona manis,, selanjutnya kita kesana, bagaimana??” tanya Sungmin sambil menunjuk rumah hantu yg ada di belakangnya.

“eehh?? Kesana?? Tidak mungkin!”

“eh? Kenapa?? Jangan-jangan kau takuut yaaaa??”  Sungmin tersenyum mengejek.

“hah!? Tidak! siapa bilang aku takut! Aku sama sekali tidak takut kok!” sanggah Sunny.

“kalau begitu ayo kesana.”

“eh,, yah.. tapi kan..”

“takut??”

“tidak!! baiklah! Ayo kita kesana!”

Sungmin tersenyum puas mendengar jawaban Sunny. Akhirnya mereka berdua masuk ke rumah hantu tersebut. Belum lagi 5 langkah, sekujur tubuh Sunny sudah basah oleh keringat dingin. Jantungnya berdebar kencang sekali. Wajahnya mulai memucat.

“uhh..” bisik Sunny gelisah.

“nggak apa-apa??” tanya Sungmin yg mendengarnya. Sunny mengangguk perlahan sebagai jawaban bahwa dia masih baik-baik saja.

Sungmin tersenyum dan tanpa bicara apapun menggenggam tangan Sunny. Berusaha menghilangkan rasa takut gadis di sampingnya. Sunny tersentak. Wajahnya yg pucat berubah menjadi kemerahan, dan kembali pucat lagi ketika tiba-tiba sesosok hantu muncul di hadapan mereka. Saking shocknya sampai Sunny hanya mampu menutup matanya dan menggenggam erat tangan Sungmin. Sungmin tersenyum lebar melihat tingkah Sunny.

“tidak apa-apa. Hantunya sudah pergi, kok.” Ucap Sungmin lembut.

Perlahan Sunny membuka matanya, dan memang benar, hantu yg tadi berada di hadapnnya sudah menghilang. Sunny menghela nafas lega. Sungmin kembali menarik tangan Sunny dan meneruskan perjalanan mereka.

“kau tidak takut??” tanya Sunny.

“nggak. Aku sudah terlalu sering ke sini. Sampai-sampai aku bosan dan hafal apa yg akan muncul disini selanjutnya.” Jawab Sungmin.

“kau hebat. Kalau aku, benar-benar tidak bisa menghadapi hal-hal berbau horror seperti ini bagaimana pun aku mencoba membiasakan diri.”

“mau kubantu??” Sungmin menawarkan diri.

“memangnya apa yg mau kau lakuka…” Sunny kembali menutup matanya ketika dia merasakan ada tangan yang menggenggam kakinya.

“hush.. hush..” Sungmin segera mengusir tangan tersebut.

Sunny kembali menghela nafas ketika kakinya sudah bebas dan mereka kembali berjalan.

“apa yg akan kulakukan ya..?? hm.. aku bisa membantumu untuk benar-benar bisa membiasakan diri. Mula-mula ketika mereka muncul, cobalah untuk terus membuka matamu. Lalu anggaplah wujud mereka itu sesuatu yg lucu.”

“ngg.. mungkin aku bisa mencobanya.”

“baiklah, sebentar lagi akan ada yg muncul. Silahkan kau praktekkan.” Sungmin memperingati.

Setelah beberapa langkah berjalan, memang benar ada sesosok ‘makhluk’ yg muncul di hadapan mereka. Sunny menggenggam erat tangan Sungmin dan mencoba membuka matanya lebar-lebar. Namun karena sudah terbiasa menutup mata ketika melihat hal-hal seperti itu, akhirnya dia gagal.

“uhh.. nggak bisa..” keluhnya.

“ya, nggak apa-apa, namanya juga baru coba. Ngomong-ngomong kau sama sekali nggak teriak, ya. Padahal biasanya orang-orang yg takut pasti akan berteriak kalau melihat hal-hal seperti ini muncul.”

“ngg.. entahlah, mungkin aku memang sudah begitu dari lahir. Aku mungkin berpikir, apa gunanya berteriak? Memangnya itu bisa menghilangkan hantunya??” jawab Sunny.

“hmm, logis juga. Ayo kita lanjutkan.”

Akhirnya setelah sampai dipintu keluar rumah hantu pun, Sunny belum bisa membuka matanya ketika melihat ‘mahkluk’ yg ditakutinya.

“hmm.. kurasa cara ini nggak berhasil untukmu, ya..” ucap Sungmin. Sunny mengangguk-ngangguk. “kalau begitu, mau coba nonton film horror??”

Sunnny menggeleng kuat. “hari ini sudah cukup.”

“hahaha, baiklah.” Sungmin tertawa. “nah, ayo kita pergi.”

“kemana lagi??”

“ke tujuan utama kita.”

“haa??”

***

“Changmin, kau balik aja ke kelas, biar aku yg jaga Seohyun.” ucap Kyuhyun.

“eh, iya deh, eh, tunggu sebentar deh, sebentar lagi ganti pelajaran. Aku malas melanjutkan pelajaran matematika.”

“oke.”

“ngomong-ngomong, kau kenapa Kyu?? Sakit??”

“ng?? yah.. dikelasku juga matematika sih, jadinya aku pura-pura sakit, terus baring-baring disini.”

“masih belum berubah, ya. Bukannya waktu itu Seohyun sudah bilang supaya jangan bolos. Nanti aku laporin lhoo..”

“aduh, perutku sakit. Kayaknya aku sakit beneran deh.”

Changmin menatap Kyuhyun malas. “terserah deh,”

Kyuhyun tertawa.

 

Tak lama kemudian, bel berbunyi.

“nah, sudah ganti pelajaran, tuh. Kembalilah ke kelas.” Usir Kyuhyun.

“kau sendiri bukannya harus kembali ke kelas?? Kan sudah ganti pelajaran.”

“maaf, ya, tapi habis ini Fisika. Jadi aku pura-pura sakit lagi. Hehe.. lagian aku sudah pintar kok.”

“cih, dasar! Ya, sudah. Jaga Seohyun, ya. Aku kembali dulu. Istirahat nanti aku kembali lagi.” Changmin pun pergi meninggalkan UKS.

Kyuhyun bergerak dari tempatnya. Duduk di kursi yg tadi Changmin duduki. Menatap wajah Seohyun yg masih pucat dan basah oleh keringat.

“sudah berapa lama ya, kami nggak berduan begini?” gumam Kyuhyun.

“Seohyun memang cantik, sih. Tapi lebih cantik lagi kalau dia tidur begini.”

“eh, dia nggak tidur sih. Pingsan, ya..”

“wah, aku tau darimana yaa??”

“ya, Ampun! Kenapa coba aku ngomong sendiri kayak orang gila??” ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“uhh..” Seohyun merintih dan membuka matanya perlahan.

“wah, sudah sadar??”

“Kyuhyun? Kenapa kau disini??” tanya Seohyun sambil mencoba untuk duduk.

“eits..” Kyuhyun membantu Seohyun. “aku, tadinya sih, aku bolos pelajaran, terus ke sini, ternyata ada Changmin dan kau pingsan. Makanya aku gantikan Changmin menjagamu.”

“bolos??”

“ups.. hehe, ngg.. aku sakit kok. Ya, sakit.”

“yah.. sudahlah, toh, itu bukan urusanku..” ucap Seohyun.

“loh?! Kok gitu sih?? Kau kan miikoshiku.” Kyuhyun yg tidak terima dengan ucapan Seohyun langsung protes.

“terus, Vic Unnie apamu??” tanya Seohyun.

“pacarku.”

“nah, karna dia pacarmu, dia kan bisa mengurusimu.”

“salah, salah. Harusnya kan, aku yg mengurusnya. Dan kau mengurusku.” Kyuhyun dengan santainya tersenyum seperti anak kecil.

“jadi, miikoshi itu gunanya untuk mengurus?? Kalau begitu pekerjakan saja Baby Sitter!”

“eh?? Seohyun, kau ini kenapa sih?? Akhir-akhir ini kau berubah!” Kyuhyun mulai muak dengan sikap Seohyun padanya.

“aku tidak berubah kok.”

“kau berubah! Dulu kau lebih ramah. Kau lebih perhatian padaku!”

“buat apa aku perhatian padamu kalau ada yg lebih bisa memperhatikanmu!?”

“maksudmu, Vic noona??”

“siapa lagi memangnya??” Seohyun menghela nafas.  “Dengar, Kyuhyun, dengan adanya Vic Unnie, aslinya aku sudah tidak dibutuhkan tau, di dunia ini.”

“Seohyun!” Kyuhyun menahan bahu Seohyun dengan kedua tangannya. “liat aku.” Ucapnya sambil menatap lekat sepasang mata dihadapanya.

Seohyun mengalihkan pandangannya.

“Liat aku, Seo Joo Hyun!” perintah Kyuhyun. Seohyun tetap berusaha mengalihkan pandangannya. “ini bukan Seohyun. ini bukan Seohyun yg kukenal. Seohyun tidak begini. Ada apa denganmu?? Apa terjadi sesuatu??”

“nggak ada kok.”

“kalau begitu kenapa kau berubah?? Aku nggak suka Seohyun yg begini! Kembalilah Seohyun!! kembali ke Seohyun yg dulu!” Kyuhyun menggoyang-goyangkan badan Seohyun.

“ck! Apasih?” Seohyun menepis kedua tangan Kyuhyun.

Belum menyerah, tangan Kyuhyun bergerak. Memeluk Seohyun erat. Mata Seohyun membulat.

“lepaskan!” Seohyun berusaha menggerakkan tubuhnya. Tapi, yah.. berkat perbedaan kekuatan fisik laki-laki dan perempuan, Kyuhyun tak harus berusaha keras untuk memeluk Seohyun.

“Seohyun, aku rindu saat berdua denganmu seperti ini, tau?? Aku rindu menyentuhmu seperti ini. aku rindu wangimu. Aku rindu mengelus rambutmu yg halus. Aku rindu matamu yg menatapku dulu. Bukan matamu yg sekarang.”

Seohyun diam mendengar kata-kata Kyuhyun. ‘aku juga. Tapi aku tidak bisa..’ batin Seohyun.

“yg paling aku rindukan ketika mendengar detak jantungmu disaat seperti ini. dan sekarang yg itu sudah terobati. Aku mendengarnya Seohyun. detakannya cepat sekali.”

“kau tidak berpikir akan ada orang yg salah paham kalau melihat kita seperti ini?? jangan perlakukan aku seperti ini, Kyu. Aku nggak suka dibilang penghancur hubungan orang.”

“maaf, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu. Aku nggak suka hubunganku dengan orang lain merenggang.”

“aku akan kembali, asalkan kau tidak menyentuhku seperti dulu.”

Mendengar ucapan Seohyun, Kyuhyun melepas pelukannya dan kembali memegang bahu Seohyun. “kok gitu??”

“pikirkan perasaan Vic Noona, Kyu.”

Kyuhyun akhirnya tersadar. “baiklah.. janji ya, kita kembali seperti dulu??” Kyuhyun menyodorkan kelingkingnya.

Seohyun tersenyum dan menyambutnya. “janji.”

‘Seohyun.. kenapa kau berpelukan dengan Kyuhyun?? Kau lupa janjimu??’ Victoria menatap Kyuhyun dan Seohyun yg saling menautkan kelingking dari jendela yg menampakkan mereka berdua.

***

“ini, panti asuhan??” tanya Sunny begitu sampai di tempat tujuan yg disebut Sungmin. Sungmin mengangguk dan tersenyum.

“ayo, masuk.” Sunny melangkahkan kakinya mengitu Sungmin masuk ke bangunan yg ada di hadapan mereka. Selamat siaang!!”

“Sungmiiiinnn!!!” seluruh penghuni bangunan itu langsung berlarian menuju pintu masuk begitu melihat siapa yg mengunjungi mereka.

“hai, semua..” Sungmin tersenyum.

“Sungmin, Sungmin, siapa itu?? Temanmu??” tanya salah seorang anak yg ada di panti asuhan itu.

“ya, teman baruku di sekolah baru. Namanya Cho Sunny. Baik-baik sama dia, yaa!!”

“yaaa!!”

Sunny tersenyum lebar melihat anak-anak mulai berebut ingin ngobrol dengannya.

“nampaknya kau suka anak-anak.” Sungmin tersenyum melihat Sunny. Sunny mengangguk semangat.

“suka sekali!”

Sementara Sunny dikelilingi oleh anak-anak panti asuhan, Sungmin bergerak mendekati seorang anak perempuan berumur sekitar 7 tahunan duduk di pinggiran sambil membaca buku.

“hai, Hyori, sedang baca buku apa??” tanya Sungmin ramah dan langsung duduk di sebelah anak perempuan bernama Hyori itu.

“ini buku yg kau belikan untuk hadiah ulang tahunku minggu lalu.” Jawabnya.

Sungmin tersenyum. “hehe, kau suka??”

Hyori mengangguk dan tersenyum. “apapun yg kau berikan aku pasti suka. Kecuali dia.” Jawab Hyori sambil menunjuk Sunny yg sibuk bermain dengan anak-anak panti asuhan lainnya.

“loh? Kenapa?? Dia baik loh.”

“nggak suka aja.”

“hmm.. aneh,, coba saja kau kenalan, pasti kau suka.”

“nggak, insting perempuanku mengatakan dia akan mengambil sesuatu yg sangat berharga dariku.”

“sesuatu berharga apa coba??”

“nggak tau. Pokoknya sangat berharga.”

“sesuatu yg pernah aku belikan??”

Hyori menggeleng. ‘itu kau, Sungmin’ batinnya.

“hai,” Hyori dan Sungmin menengadahkan kepala mendengar ada yg memanggil mereka. Sunny langsung duduk di sebelah Hyori setelah mencoba menyapanya.

“ada perlu apa??” tanya Hyori dingin.

“hmm.. boleh kenalan?”

“aku tidak merasa perlu kenalan denganmu.”

Jleb

“o..oh.. yah.. tapi aku merasa kalau itu perlu. Tenang, aku suka anak-anak, kok..” Sunny mencoba tersenyum dan mengajak Hyori berteman.

“tapi jujur saja, aku tidak suka kau.”

“uh.. yah.. sayang sekali deh, oh, iya, Sungmin, toilet dimana??”

“oh, Hyori, tolong antar dia.” Ucap Sungmin berusaha mendekatkan Sunny dan Hyori.

“ck, baiklah, karna kau yg suruh. Kesini cebol.”

‘kau lebih cebol dariku!’ batin Sunny kesal namun hanya bisa mengikuti Hyori.

Sesampainya di toilet yg kosong, Sunny masuk ke dalam dan Hyori menunggu di luar.

“dengar, Cebol. Aku yakin, kau bahkan belum sehari kenal dengan Sungmin. Kau juga tidak tau apa-apa kan tentang dia. Jadi aku mohon agar kau jangan terlalu dekat dengan dia. Tidak akan kubiarkan kau mengambilnya!” Hyori seakan mengingatkan.

Mendengar ucapan Hyori, Sunny segera menyelesaikan urusannya dan keluar.

“ohh,, begitu, pantas saja kau bersikap dingin padaku. Dengar, ya. Terserah aku dong mau dekat dengan siapa. Itu bukan urusanmu. Apalagi orang yg kudekati juga tidak protes. Kau suka padanya?? Mari kita bersaing secara sehat! Siapkan dirimu hei, gadis yg lebih cebol dari yg dikatainya cebol! Dasar anak kecil!” ucap Sunny kesal.

“apa katamu!? Hei, perbedaan umurmu dan umurku tidak sampai 2 kali lipat. Kita hanya beda 6 tahun! Lagian, walaupun umurmu sudah tua, tetap saja kau kecil. Lihat saja, tak lama lagi aku akan jadi lebih tinggi darimu dan pasti akan kudapatkan Sungmin!”

“aku terima tantanganmu!”

Sungmin hanya bisa tersenyum geli mendengar pertengkaran kedua gadis di depan toilet itu. Dia hanya bisa menyimpannya sebagai rahasia, perasaan kedua gadis itu terhadapnya. Apalagi melihat kedua gadis itu saling menatap tajam satu sama lain, nampaknya akan ada kejadian seru di masa depan.

To Be Continued…

12 thoughts on “EVIL DEVIL [Chapter 17]

  1. Eonni mianhae baru comment dsni,coz aq emng baru nemu part yg ini,hehe
    changseo! changseo! #gaje mode on
    aq agak bosen sm seokyu jd sekali kali changseo dong..tp trsrh author jg sih..update soon y eonni ^.^
    fighting! fighting! fighting!

  2. akhirnya di publish juga ff ini. aku pikir author udh males ngelanjutinnya. kenapa jadi begini ceritanya??? kenapa kyu bego banget gitu??? aku bingung deh thor…

  3. bhasanya aneh. jadi kaya cerpen gtu.mhon untuk di perhalus lagi bhasanya. trus ceritanya juga muter2 jadi bingung. kalo dalam cerita sebaiknya jangan membwa tokoh yg tidak penting. itu akan membuat si pembca jadi merasa aneh ceritanya.

  4. author jgan pake bahasa kayak ngomog sehari2, gak dapet feelnya. .
    Padahal critanya bagus, kan sayang. .
    Author gak cpek kan ? Author semangat ya
    author jumpa changmin sama kyuhyun kok gak ngajak2, aku kan pengen juga. . Keep spirit ^^9
    di tunggu part selanjutnya

  5. belum selese konfilk antara changseokyutoria ditambah lagi sunny sama hyoriiii…. kyaaaa bikin aku naik darah aja -.-
    tp keren unn aku sampe kebawa emosi baca ni ff🙂
    penasaran lanjut baca neeee

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s