Houses of God (chapter 1)

req-houses-of-god

Judul : Houses of God

Author : Choi Yoo Rin

Main Cast : Seo Joohyun / Lee Joohyun, Lee Kyuhyun / Cho Kyuhyun

Other Cast : Shim Changmin, Choi Sooyoung, etc.

Genre : romance, friendship, family, sad.

Type : chapter

Disclaimer : this story IS MINE !!!!! hahahahahah

Annyeong….. saya kembali dengan FF baru lagi nih.. FF ini terinspirasi dari lagunya Naff yang judulnya Kau Masih Kekasihku, sama sebuah film Indonesia lupa judulnya soalnya tu film saat author masih SD. Tapi perlu di garis bawahi ya, saya hanya TERINSPIRASI. Alur ceritanya murni ide saya..

Okkee Happy reading and Don’t copast

Jangan lupa RCL ne J

Andai saja waktu bisa terulang kembali

Akan ku pastikan hidupku kan selalu di sisimu

Namun ku tau itu tak kan mungkin terjadi

Rasa ini menyiksaku

Sungguh-sungguh menyiksaku

 

 

*****

Jeju Island

“Huu dasar yeoja aneh!!”

“Iya dia anak yang aneh..”

“Kau tak pantas ada di panti ini.”

Seohyun, gadis itu kembali teringat akan perkataan-perkataan pedas dari para teman-temannya di panti asuhan dahulu. Ocehan-ocehan negatif itu mereka tujukan padanya. Namun beberapa saat kemudian ia tersenyum mengingat kembali moment-momentnya ketika masih di panti asuhan saat ia berusia enam tahun. Moment bersama seseorang. Seseorang yang dapat membuat ia merasa nyaman. Tanpa mempedulikan ocehan-ocehan negatif dari teman-temannya. Ah, bukan. Mereka tak pernah menganggap Seohyun sebagai teman.

“Seohyun, kau sedang apa? Bisa bantu eomma di kedai?” Ny. Seo yang merupakan ibu angkat Seohyun membuyarkan lamunan putrinya.

“Nde? Ne eomma.” Gadis itu segera beranjak dari kamarnya menuju kedai yang berada di sebelah kediaman mereka.

“Whooaa eomma, banyak sekali pembeli hari ini.” Seohyun terlonjak kaget saat melihat banyak sekali pembeli di kedainya. Ibunya memiliki kedai segala jenis masakan laut karena notabennya tempat tinggal mereka yang berada di pinggir pantai menjadikan usaha tersebut sangat mendukung.

“Eomma juga tidak tau Seo. Tapi eomma dengar mereka para karyawan salah satu perusahaan besar di Seoul yang akan mengadakan acara di sini.” Seohyun menganggukkan kepalanya. Tanpa banyak bicara lagi, ia mulai membantu eommanya di memasak karena di kedai itu tidak ada koki.

 

Seoul City

Gedung-gedung pencakar langit, mobil-mobil yang melaju di jalan raya, lalu lalang pejalan kaki. Suasana yang ada di ibukota Korea Selatan, Seoul. Segala sesuatu yang serba modern, selalu membuat ibukota merupakan tempat idaman serta tujuan dari orang-orang yang –anggaplah kurang update- dengan teknologi. Tiap tahunnya pendatang baru di ibukota yang ingin mengadu nasib selalu bertambah. Namun terkadang suasana tersebut membuat beberapa orang, akh ralat mungkin saat ini hanya seorang yang mengaanggap semua hal yang ada di kota tersebut membosankan bahkan terkadang memuakkan. Hari ini seseorang itu yang tak lain adalah Kyuhyun benar-benar kecewa. Mungkin rasa marah sudah memuncak di kepalanya. Bagaimana tidak, kakeknya dengan sengaja mengutus sepupunya pergi ke Jeju untuk mengurus proyek yang sejak dulu sangat ingin hanya ia yang memegang. Ya, hanya dia. Kyuhyun sangat tidak suka dalam proyeknya turut campur tangan orang lain.

Suara deringan dari ponsel pribadinya menyeruak ke seluruh penjuru ruangan kerjanya. Ia melirik sekilas ponselnya, tertera id call dari sang istri. Namun ia tak mempedulikan panggilan dari istrinya itu. Mungkin karena perjodohan juga membuat namja itu kurang peduli terhadap istrinya. Ia selalu menampakkan sikap dinginnya pada semua orang kecuali satu. Kakekknya. Bagaimanapun juga, ia sangat menyayangi kakek yang telah membesarkannya tersebut. Menurut cerita kakeknya, kedua orang tua Kyuhyun telah meninggal saat namja masih kecil.

Dering ponsel itu masih terus berbunyi. Kyuhyun yang saat ini tengah kehilangan moodnya, sedetik kemudian melempar benda yang memekakkan telinganya itu. Melemparnya asal ke arah tembok. Bunyi itu lantas berhenti. Ternyata tak sia-sia usahanya barusan.

****

“Mianhae haraboji…” gadis itu, Sooyoung menundukkan kepalanya. Merasa bersalah pada kakek mertuanya ini. Merasa bersalah karena tidak bisa menjadi sosok istri yang baik untuk suaminya. Lelaki tua yang ada dihadapannya hanya bisa menghembuskan nafas berat.

“Sudahlah Sooyoungie… haraboji tidak menyalahkanmu.” Lelaki tua itu menggenggam tangan cucu menantunya. Ia sangat sayang pada menantunya ini.

“Kyuhyun!!” panggil lelaki tua itu saat cucunya, Kyuhyun memasuki rumah. Sooyoung lantas mendongak mendengar nama suaminya di sebut. Namun Kyuhyun tak mempedulikan panggilan dari kakekknya ataupun keberadaan istrinya. Ia terus berjalan, menaiki tangga menuju kamarnya.

Blamm!! Bantingan pintu tersebut sukses membuat sang kakek terkesiap. Sedangkan Sooyoung, gadis itu sudah sering mendapat perlakuan buruk dari Kyuhyun saat namja itu ada masalah. Dulu mereka tinggal di sebuah rumah yang di belikan kakek Kyuhyun. Namun beberapa bulan lalu Kyuhyun memutuskan untuk tinggal kembali dengan kakekknya karena kakekknya hanya sendiri di rumah.

“Haraboji, “ Sooyoung memanggil lelaki tua itu saat dilihatnya beliau beranjak akan menyusul suaminya.

“Biar aku saja yang menemuinya.” Lelaki tua itu mengangguk. Sooyoung tersenyum, kemudian ia berdiri, menuju kamar suaminya. Bukan, tetapi kamar mereka.

 

*****

Seohyun berjalan di pinggir pantai, menyusuri sepanjang pantai itu. Setelah membantu eommanya di kedai, ia putuskan untuk menikmati indahnya matahari yang akan tenggelam. Meskipun ia sudah sering melihat pemandangan seperti itu, namun ia tak pernah merasa bosan. Saat ini ia duduk di karang tepi pantai. Cukup jauh juga dari rumahnya. Tempat tersebut merupakan tempat favoritnya. Karang-karang besar yang menjulang seolah menjadi pembatas antara lautan dan daratan tersebut adalah tempat yang jarang di jamah oleh orang. Jauh dari keramaian itu yang Seohyun suka. Meskipun tidak di kota, namun daerah sekitar rumahnya terkadang membuatnya merasa jenuh. Terkadang saat duduk, ia melihat lumba-lumba yang mendekat ke karang. Hal itu semakin membuatnya merasa suka berada di tempat ini. Sang surya mulai perlahan menghilang. Berganti dengan sinar rembulan. Seohyun masih enggan beranjak dari tempat itu.

“Evil oppa….bogoshippo..” ucapnya lirih. Ia kembali teringat masa kecilnya. Masa kecil bersama seseorang, seseorang yang sangat spesial di hatinya.

Flashback On

“Joo-ah..” panggil seorang namja yang berusia sekitar tujuh tahun pada yeoja yang ada di sebelahnya. Yeoja yang lebih muda setahun darinya. Namun sepertinya sang yeoja tak memperdulikannya. Malah asyik menikmati sunset.

“Hey pipi chubby.” Yeoja itu seketika menatapnya sebal. Namun sang namja hanya menampilkan deretan gigi-giginya. Namja itu meringis puas karena berhasil mendapat perhatian yeoaja di sebelahnya lagi.

“Sudah ku bilang aku tidak suka di panggil pipi chubby. Kalau seperti itu, oppa sama saja dengan anak-anak yang lain.” Yeoja itu hendak pergi, dengan sigap sang namja menahan tangannya.

“Kau juga selalu memanggilku evil oppa.” namja itu tak mau kalah.

“Tapi oppa memang kenyataannya evil. Selalu mengerjai anak-anak yang ada disini. Bahkan ibu panti juga pernah oppa kerjai kan.” Sang yeoja mencoba membela diri.

“Kau juga kenyataanya memiliki pipi yang chubby Joo-ah…” sang namja malah mencubit gemas pipi chubby yeoja itu. Membuat si empunya pipi(?) semakin sebal, mengerucutkan bibirnya.

“Aku suka melihat wajahmu yang seperti itu.”

“Oppa…” mendapat ejekan telak, membuat yeoja kecil itu hanya bisa menunduk.

“Aigoo, kau jangan menangis Joo-ah. Nanti ibu panti menghukumku karena membuatmu menangis. Uljima..” yeoja itu masih menunduk.

“Hah, baiklah. Sepertinya surprise untukmu sudah cukup.”

“Nde?” yeoja kecil itu mendongakkan kepalanya.

“Saengil chukkae Joo-ah..” sang namja tiba-tiba memberinya sebuah boneka. Boneka lumba-lumba berwarna biru muda yang dipadu warna putih.

“Oppa….” yeoja itu tersenyum bahagia. Ia lantas memeluk namja yang ada di hadapannya itu.

“Mianhae Joo, aku hanya bisa memberikanmu boneka lumba-lumba ini. Yang lain jelek-jelek.”

“Tidak apa-apa oppa…. aku senang. Kau memang evil oppa ku tersayang.” Gadis yang di panggil Joo itu sontak mencium pipi sang namja. Namja tersebut mengerjap, masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami.

“Hyun-ah, Joo-ah, kajja masuklah. Sudah malam.” Panggilan dari ibu panti membuyarkan moment romantis yang mereka ciptakan.

Flashback Off

 

Buliran air mata mulai jatuh di pipi chubby Seohyun.. mengingat hal itu, kadang membuatnya senang, namun seketika membuatnya meneteskan air mata. Air mata karena menunggu janji yang sudah 17 tahun ini selalu ia tunggu.

“Evil oppa….kapan kau akan datang memenuhi janjimu?”

 

*****

Seorang wanita paruh baya turun dari mobil yang ia kendarai. Ia kemudian berjalan menuju pintu utama rumah mewah yang ada di hadapannya. Rumah yang menjadi tempat tinggalnya sejak lahir hingga ia resmi dipersunting oleh seorang namja. Namja yang bermarga Shim, yang lantas memboyongnya ke rumah baru. Pergi meninggalkan rumah mewah ini. Serta orang yang sangat ia sayang. Ayahnya.

Ting tong. Ia menekan bel yang ada di sebelah pintu.

“Nyonya Jae Shin? Silahkan masuk Nyonya.” Pembantu rumah itu yang sudah cukup ia kenal mempersilahkannya masuk.

“Aboeji ada bi?”

“Ada nyonya. Beliau sedang berada di kamarnya. Apa mau saya panggilkan?”

“Tidak usah bi. Saya langsung ke kamarnya saja.”

“Baiklah nyonya. Saya akan membuatkan minum untuk anda.”

Wanita itu, Jae Shin melangkahkan kakinya. Menaiki tangga. Menuju kamar ayahnya.

Tok tok tok.

“Masuklah.” Terdengar suara parau khas namja yang sudah berumur.

Ceklek. Mendengar pintunya dibuka, pria yang ada di kamar itu melihat ke arah pintu.

“Jae Shin-a..” mata pria yang telah berusia hampir separo abad lebih itu seketika berbinar. Melihat putrinya yang datang. Sudah lama juga ia tak melihat putrinya itu.

“Aboeji..” Jae Shin memeluk pria itu. Ia sangat rindu akan pelukan ayahnya.

“Aboeji sangat merindukanmu.” Wanita itu tersenyum. Meski sudah sama-sama berumur, keduanya tak malu menunjukkan rasa rindu satu sama lain seperti anak kecil. Rasa rindu seorang anak pada ayahnya. Begitu pula sebaliknya.

“Kajja duduklah.” Lelaki tua itu menggandeng tangan putrinya menuju balkon yang ada di depan kamarnya.

Tok tok tok.. terdengar suara ketukan pintu.

“Siapa?” tanya lelaki tua tersebut. Ia masih ingin melepas rindu pada putrinya tanpa gangguan dari siapapun. Masalah yang sedang ia hadapi cukup membuatnya lelah.

“Saya tuan.” Mendengar suara pembantunya, lelaki tua itu Lee Jaeha segera menyuruhnya masuk.

“Ini minumnya Nyonya, Tuan besar.”

“Gomawo bi.” Ucap Jae Shin, setelah sang pembantu meletakkan dua cangkir teh.

“Iya Nyonya. Saya permisi.”

 

“Bagaimana keadaan aboeji?” Jae Shin membuka pembicaraan setelah meminum teh nya.

“Ya, seperti yang kau lihat. Kau dan suamimu sendiri bagaimana?”

“Kami baik aboeji. Aboeji, sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan padamu.” Itulah Jae Shin. Tanpa berbasa-basi, langsung menuju topik. Ia memang memiliki tujuan datang kemari. Namun, juga sekaligus menjenguk ayahnya.

“Aboeji sudah dapat mengira. Pasti ada sesuatu kau datang kemari.”

“Aboeji masalah putraku, aku mohon suruh kembali saja ia dari Jeju.” Wanita itu melihat aboejinya sedikit kaget dengan ucapannya barusan. Namun sang ayah dapat menguasai lagi keadaannya.

“Memangnya kenapa?”

“Aboeji…… proyek itu dari awal Kyuhyun yang menangani. Mulai dari meyakinkan client agar mau menanamkan investasinya untuk prorek tersebut. Sampai proses pembangunan proyek itu telah di mulai di Jeju dan kini, anda menyerahkannya pada Changmin.”

“Aku hanya ingin memberinya pelajaran Jae Shin-a. Dia itu selalu berbuat seenaknya. Apa yang menjadi keinginannya harus segera terlaksana apapun resiko yang akan diperoleh.”

“Tapi aboeji begitu menyayanginya kan??”

“Apa maksud dari perkataanmu barusan Jae Shin-a? Tentu aku menyayangi cucu-cucuku. Aku menyayangi Kyuhyun sama seperti aku sayang kepada Changmin.”

Jae Shin menghela nafasnya. Sulit memang membuat ayahnya ini mencabut keputusan yang telah ayahnya sendiri tentukan. Ia juga tau ayahnya tidak pilih kasih antara Kyuhyun dan Changmin. Hanya saja, keputusan ayahnya saat ini membuatnya khawatir. Mengetahui sifat Kyuhyun yang bertemperamen keras, ia takut akan berdampak buruk pada putranya, Changmin.

*****

Sooyoung melangkahkan kakinya mendekat ke arah nampyeonnya yang sedang tertidur. Ia melihat suaminya masih belum melepas sepatu setelah pulang dari kantor tadi. Hanya melepas jas, melonggarkan dasi dan melinting lengan kemeja yang digunakannya. Benar-benar berantakan. Ia lantas membuka sepatu yang dikenakan suaminya itu. Membuka secara perlahan agar suaminya tidak merasa terganggu tidurnya. Sebenarnya namja yang tengah berbaring itu belum sepenuhnya tertidur. Ia dapat merasakan istrinya tengah membuka sepatu yang ia kenakan.

“Oppa aku tau kau belum tidur.” Ucap istrinya. Hal itu lantas membuat lelaki itu, Kyuhyun membuka kedua matanya.

“Aku sudah menyiapkan air hangat untuk kau mandi. Setelah itu makanlah. Aku tau kau pasti lelah dan lapar.” Tanpa menjawab perkataan Sooyoung, Kyuhyun melirik gadis itu yang berjalan menuju kamar mandi yang berada di kamar mereka.

“Tidak seharusnya kau susah karenaku.” Gumamnya. Sebenarnya ia tidak tega terus-terusan bersikap acuh pada istri yang resmi ia persunting setahun yang lalu. Pernikahan keduanya karena perjodohan. Hal yang biasa terjadi pada kalangan pengusaha-pengusaha. Demi memenuhi permohonan kakeknya, dan membalas segala budi baik sang kakek karena telah merawatnya selama ini, membuatnya menyetujui perjodohan itu. Dua perusahaan, Lee.corp dan Choi.corp melebur, menjadi perusahaan yang besar setelah persatuan dua anggota keluarga mereka dalam sebuah ikatan pernikahan. Pernikahan yang tidak dilandasi cinta. Hingga saat ini pun Kyuhyun tidak pernah menyentuh istrinya meskipun mereka tidur sekamar. Prinsip Kyuhyun, lelaki itu tidak akan melakukannya sebelum cinta benar-benar tumbuh di antara mereka. Setahun ini ia mencoba untuk menerima Sooyoung. Namun rasa cinta itu tetap belum juga muncul. Belum muncul atau karena sudah ada yang menempati relung hatinya sejak ia belum menginjakkan kakinya di rumah ini??

*****

Seohyun membelalakkan matanya kaget saat melihat beberapa anak buah rentenir sedang mengacak-acak warungnya.

“Hentikan!!” teriaknya. Ia berlari ke arah eommanya yang terduduk lemas di lantai. Sebenarnya hal ini sudah sering terjadi. Eomma Seohyun mempunyai hutang pada seorang rentenir. Sebenarnya yang meminjam uang itu adalah almarhum suami eomma angkatnya itu. Kejadiannya sudah lama, bahkan sebelum Seohyun diangkat anak oleh mereka berdua. Eomma Seohyun tidak mampu membayar karena bunga yang ditetapkan sangatlah besar. Rentenir itu juga tidak mau di bayar dengan cicilan. Karena menganggap uang cicilan yang diberikan Ny. Seo terlalu kecil.

“Eomma tenanglah.” Seohyun memeluk eommanya. Dapat ia rasakan eommanya bergetar ketakutan dan shock. Air mata eommanya semakin membuatnya tidak tega.

“Hei, bukankah sudah ku peringatkan sebulan yang lalu untuk segera menyiapkan uangnya!! Mana uangnya hah?!” bentak salah satu dari orang suruhan rentenir itu.

“Mana bisa kami menyediakan uang sebanyak itu dalam waktu sebulan! Usaha kami hanya usaha kecil. Kau pikir kami tak butuh makan hingga harus mengumpulkan semua uang kami untuk membayar bosmu yang tidak tau diri itu.” Seohyun balas membentak mereka.

“Yak gadis bodoh, apa kau bilang?! Kau mengatai bos kami. Beraninya kau!” orang bertubuh cukup besar dan di penuhi tato di sekujur tangannya itu hendak melayangkan pukulan ke arah Seohyun namun tangan seseorang tiba-tiba menahannya. Seohyun yang menunduk karena takut akan kena pukul orang itu, mendongak karena merasa tidak ada pukulan yang menimpanya.

“Siapa kau beran-beraninya menahanku?!”

“Beraninya hanya pada perempuan.” Bersikap tenang. Menatap ke arah Seohyun dan eommanya.

“Apa kau bilang?”

“Berapa hutang mereka?” tanya namja itu.

“Memangnya kau siapa? Apa jika kuberitau kau akan membayarnya hah?!” terdengar perkataan preman itu yang meremehkan.

“Aku calon suami gadis ini.”

 

 

To be continued

Hehehe, siapa ya namja itu?? Apa dia sudah mengenal Seohyun sebelumnya sampai-sampai mau membayarkan hutang ibu Seohyun.. kalo respon dari readers lumayan yah author lanjut.. tapi kalo gak yah cukup sampai disini..kekeke

 

 

 

 

11 thoughts on “Houses of God (chapter 1)

  1. Changminkah orang thu???
    Masa sih dy udah kenal ma seo??
    Berarti kyu sebenarnya masih inget ma seo kan??
    Semoga seokyu bisa ketemu lagi sebelum kyu bener” jatuh hati ma soo…
    Andweeeee

  2. changmin kah ??
    kyu sudah menikah dngan soo walau tidak ada cinta dari keduanya atau dari kyu saja ??
    epil oppa itu kyu kah ?? kalau iya kenapa dia ada d panti bersama seo ?? apa kyu bukan cucu kandung kakeknya ? apa kyu hanya anak angkat ? apa kyu masih mengingat seo ??
    lanjut🙂

  3. hampir mrip drama at the dolphin bay!!
    evil oppanya seo it kyuppa y!!
    tp kyuppa nya knp dh nkh sich!!
    sp tuch yg ngaku clon suami seo??

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s