I’ll Be Waiting For You

Judul : I’ll be waiting for you

Author : Choi Yoo Rin

Cast : Seohyun, Kyuhyun

Genre : sad

Type : oneshoot or drabble

Rate : general

Disclaimer : ide cerita murni milik author. Cast hanya meminjam nama.

 

Annyeong… kali ini author bawa ff SeoKyu yang oneshoot.. ff ini pernah di publish di STAR MUSEUM SM FAMILY sebagai freelance.. jika ada yang pernah baca disana, itu ff saya. perhatikan nama authornya😀

 

Meskipun menyakitkan, tak apa

Sejak awal aku sadar akan perasaanku

Ku putuskan untuk bersabar

Bersabar menunggu

Menunggu dirimu membalas rasa ini

Yang entah sampai kapan akan mampu bertahan

Hanya satu yang ku tahu

Aku mencintaimu

I’ll be waiting for you

 

*****

“Joohyun aneh, Joohyun cupu, Joohyun si kutu buku” cibiran-cibiran yang selalu aku dengar dari teman-temanku di sekolah. Namun semua itu tak ku hiraukan. Mungkin karena sudah terbiasa dengan cibiran seperti itu sejak sekolah dasar. Bahkan terkadang aku merasa ada yang kurang jika sehari tak ada satupun yang mengucapkan kalimat ‘indah’ itu di depanku. Aku sadar, cukup sadar malah. Dengan penampilanku yang seperti ini tak heran teman-temanku mencibirku seperti itu. Selalu memakai rok dibawah lutut, kacamata minus tebal, memakai kawat gigi, serta rambut yang selalu ku kepang. Mungkin kucingpun akan takut melihatku. Namun aku sama sekali tak menyesal berpenampilan seperti ini. Karena inilah aku, diriku yang sebenarnya. Dan bersikap pede dimanapun aku berada. Biarlah orang lain menilaiku seperti apa, yang terpenting aku tak pernah menyakiti ataupun mengganggu orang lain.

Menginjak kelas tiga SMU, aku semakin bergelut dengan buku-buku. Aku ingin lulus dengan nilai yang memuaskan serta dapat diterima di perguruan tinggi yang ku inginkan. Cambridge University. Sebenarnya aku berasal dari keluarga yang berkecukupan. Berkecukupan untuk menyekolahkanku di universitas bergengsi itu. Namun lulus tes disana sangatlah sulit. Jadi aku harus bisa mewujudkan keinginanku.

Istirahat ini ku gunakan untuk pergi ke perpustakaan, kegiatan rutinku. Membaca beberapa buku untuk menambah pengetahuanku. Sekaligus akan mengembalikan buku yang ku pinjam beberapa hari yang lalu. Seperti biasa, saat melewati lorong-lorong menuju perpustakaan, teman-teman yang berpapasan atau yang tak sengaja melihatku selalu melontarkan kalimat-kalimat ‘indah’. Aku tetap tak peduli. Aku tetap berjalan tenang, menatap lurus ke depan. Namun cibiran-cibiran itu semakin menjadi-jadi. Aku yang tak tahan, hanya bisa menunduk. Ingin rasanya aku berteriak pada mereka semua. Memangnya salah dengan penampilan seperti ini? Toh aku sama sekali tak pernah merugikan mereka dengan penampilanku. Aku juga kesal dengan diriku sekarang, yang tak bisa tegar seperti biasanya. Menunduk, akan semakin membuat mereka puas mengejekku. Ku gigit bibir bawahku. Mataku mulai memanas. Ah, Joohyun kenapa kau jadi cengeng seperti ini. Pandanganku mulai mengabur karena terhalang air mata yang masih ku tahan agar tidak jatuh.

Brruukk..

“Aww..” rintihku. Aku terjatuh. Terjatuh karena menabrak seseorang. Tiba-tiba sebuah tangan terulur padaku. Ku beranikan diri untuk mendongak. Mataku semakin melebar, saat melihat tangan milik siapa yang ada di depanku.

“Mianhae karena telah menabrakmu. Terlalu asik bercanda membuatku tidak melihat arah jalan sehingga menabrakmu. Mianhae.” Ucapnya masih dengan mengulurkan tangan. Aku masih menatapnya tak percaya. Dia, namja yang selalu ku lihat diam-diam saat dia bermain basket, yang selalu ku mimpikan tiap malam, yang selalu membuat jantungku berdebar tak karuan saat melihat senyumnya itu, kini telah berdiri di hadapanku. Oh betapa beruntungnya kau Joohyun. Aku menggeleng, aisshhh bagaimana mungkin aku berpikiran seperti itu. Aku segera berdiri, memunguti bukuku. Tanpa membalas ulurannya.

“Maaf.” Ucapku, lantas membungkuk. Detik berikutnya kakiku membawaku untuk meninggalkan tempat itu. Dapat ku dengar ucapan teman-teman namja itu.

“Ayolah Kyu. Kita masih ada urusan dengan Kim seongsaengnim untuk membahas lomba basket.”

“Iya Kyu. Kenapa kau masih menatap yeoja aneh itu.”

 

*****

“Joohyun..” kulihat eomma masuk ke kamarku membawa segelas susu yang selalu ku minum sebelum tidur.

“Eomma…” aku tersenyum menatap eomma yang kini duduk di sampingku.

“Tumben kau sudah selesai belajar.”

“Ne eomma. Aku lelah, ingin cepat beristirahat.”

“Baiklah. Ini susunya. Kamu minum dulu.” Aku menerima segelas susu putih dari eomma. Setelah meneguknya hingga habis, eomma mengambil gelas itu kembali.

“Eomma keluar dulu ya. Mimpi indah.” Eomma lantas mencium keningku.

Setelah eomma benar-benar keluar dari kamarku, aku membuka kembali sebuah buku. Buku yang ku hias dengan berbagai bunga hidup yang di keringkan. Ku buka buku itu. Di dalamnya terdapat berbagai macam foto seseorang. Seseorang yang ku kagumi sejak awal masuk SMU. Foto-foto yang ku dapatkan secara tidak sengaja. Selama ini, diam-diam saat melihatnya aku mengambil fotonya menggunakan ponselku. Tak sopan memang, namun dengan memandangi fotonyalah membuatku senang. Setidaknya aku bisa memandang wajahnya sepuas yang aku mau tanpa harus takut ada yang mengetahui. Dia, Cho Kyuhyun. Namja favorit di sekolah. Putra pemilik sekolah, pintar, tampan, hampir semua yeoja tergila-gila padanya, termasuk diriku. Sekali lagi aku cukup mengetahui diriku, diriku yang seperti ini harus bisa menerima jika aku hanya bisa menatapnya, mengaguminya dari jauh. Setiap lembaran dalam buku ini, selalu ada fotonya disertai tulisan-tulisanku. Ungkapan hatiku padanya selama ini yang ku pendam. Cho Kyuhyun, taukah dirimu bahwa aku begitu mengagumimu??

Aku menghela nafas.  Hampir tiga tahun aku hanya bisa menyimpan perasaan ini diam-diam. Lelah, terkadang aku merasa lelah. Lelah melihatnya bercanda bersama yeoja lain, lelah karena ia tak pernah melihatku, lelah mendengar gosip-gosip tentang dirinya dengan yeoja-yeoja cantik di sekolah. Aku lelah Tuhan…. namun dengan menatap fotonya seperti ini, semangat itu kembali datang. Semangat untuk tidak menyerah dengan perasaanku ini. Entah sampai kapan aku bisa bertahan dengan perasaanku ini.

Fighting Joohyun !!

*****

Langkah kakiku telah membawaku ke tempat ini. Kantin. Tempat yang selalu ramai saat jam istirahat ini sebenarnya tempat yang sangat tidak ingin kukunjungi. Tatapan-tatapan tidak suka dari berbagai mata telah tertuju padaku. Namun rasa hausku berhasil mengalahkan engganku menuju tempat ini. Biasanya aku membawa sebotol air mineral dari rumah. Namun hari ini aku lupa membawanya, karena tadi aku kesiangan bangun serta hampir saja telat. Aku membeli air mineral. Aku memang sangat menjaga kesehatan tubuhku, serta tidak sembarangan mengkonsumsi makanan maupun minuman. Selesai membayar, aku berbalik hendak menuju taman belakang sekolah. Namun langkahku terhenti saat mendengar sesuatu.

“Eh, kalian sudah mendengar gosip baru tentang Kyuhyun tidak?” beberapa yeoja yang duduk tak jauh dariku itu rupanya sedang membicarakan orang yang semalaman tadi terus ku bayangkan. Aku mencoba mendengarkan gosip itu. Ingin tahu, kabar apalagi yang menyangkut namja itu. Namun masih tetap pada posisiku, berdiri.

“Memangnya ada apalagi dengan Kyuhyun?”

“Kudengar, setelah lulus dari sini beberapa bulan lagi ia akan bertunangan dengan yeoja.”

“Mwo?? Jinjja??”

“Whooaaa, yeoja mana yang beruntung bisa mendapatkannya??”

“Dengar-dengar juga, yeoja itu berasal dari China. Setelah lulus kan Kyuhyun tampan itu akan melanjutkan kuliah di China. Karena di sana juga ada neneknya.”

“Jadi calon tunangannya yeoja China?”

Hatiku serasa di tusuk ribuan jarum setelah mendengar berita itu. Meskipun itu masih gosip, namun aku tak bisa menyembunyikan rasa sedih dan kecewa yang kurasakan saat ini. Selama ini memang Kyuhyun selalu digosipkan dekat dengan beberapa yeoja di sekolah ini, namun semua hanyalah isapan jempol. Selama bersekolah disini, Kyuhyun tak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi siapa tahu ia memiliki yeoja spesial di luar sana?

Kembali ku langkahkan kakiku. Ku urungkan niatku untuk ke taman belakang sekolah. Aku memilih kembali ke kelas. Saat melewati lapangan basket, aku kembali berhenti. Disana, di tengah lapangan sana, Kyuhyun serta teman-temannya sedang bermain basket. Peluh di tubuhnya tetap membuat namja itu kharismatik. Cho Kyuhyun, kapan aku bisa mengungkapkan isi hatiku ini?? Aku….begitu mencintaimu..

 

*****

Ujian kelulusan telah berakhir. Aku sangat bersyukur selain karena aku lulus juga  mendapat nilai yang memuaskan. Yang tentunya dapat membuat kedua orang tuaku senang. Aku juga telah mengikuti tes seleksi untuk masuk ke Cambridge University. Hari ini adalah hari pengumuman penerimaan seleksi tersebut. Aku begitu cemas menantikannya. Jika memang aku tidak lolos, aku akan melanjutkan kuliah tetap disini saja, Seoul.

Kubuka laptop milikku, melihat hasil tes tersebut melalui internet.

“Eomma…..appa……..” aku berteriak keluar kamar, mencari keberadaan eomma dan appaku.

“Ada apa Joohyun? Kenapa kau berlari seperti itu?” eomma dan appa ternyata sedang ada di ruang keluarga.

“Eomma, appa, aku…..aku lolos seleksi. Aku diterima di Cambridge University.”

“Jinjja?” aku mengangguk mantap.

“Whoaa, chukkae sayang..” eomma dan appa menghampiriku. Memelukku. Ah betapa bahagianya aku karena impianku terkabul untuk bisa bersekolah disana.

“Oya sayang, bukannya nanti malam akan ada pesta perpisahan di sekolahmu?” eomma mengatakan sesuatu yang aku malas untuk jawab.

“Joohyun…”

“Ne eomma, appa. Memang nanti ada pesta disekolah. Tapi aku malas datang. Aku ingin menyiapkan semuanya sebelum pergi ke Amerika.”

“Tapi kan masih beberapa hari lagi keberangkatanmu sayang. Sebaiknya kau tetap datang.”

“Ne Joohyun. Kau tidak boleh seperti itu. Gunakan kesempatan perpisahan itu untuk meminta maaf pada teman-temanmu atas kesalahanmu selama ini. Jangan sampai ada penyesalan setelah kau lulus dan tak bisa bertemu mereka lagi.”

‘Sebenarnya bukan maaf yang ingin ku ungkapkan, melainkan isi hatiku appa, eomma.’ Gumamku dalam hati.

Setelah aku mendegar gosip mengenai Kyuhyun waktu itu, memang semuanya tetap berjalan seperti biasanya. Tak ada sesuatu yang begitu menghebohkan di sekolah. Kyuhyun pun hanya diam menyikapi gosip itu. Biasanya ia akan segera konfirmasi jika ada berita yang tidak benar menyangkut dirinya. Namun kali ini, ia hanya diam. Dan bersikap seperti biasa, seolah tak ada gosip apa-apa.

*****

Dengan sedikit terpaksa, aku melangkah masuk ke aula sekolah yang digunakan untuk pesta perpisahan malam ini. Dengan memakai pakaian yang sebenarnya aku kurang pede, aku terus melangkah masuk. Sejak sore, eomma mendandaniku. Kacamata tebal yang selama ini menemaniku kini berganti kontak lens. Rambut yang biasa ku kepang dua, kini terurai dengan sedikit di curly oleh eomma serta sebuah jepitan kecil bertengger manis di rambutku. Pakaian ini juga membuatku sedikit menggigil. Gaun sebatas lutut. Tas selempang kecil berwarna biru yang senada dengan gaun yang ku kenakan menemaniku kali ini.

Suasana ramai sudah terlihat di dalam aula ini. Berbagai mata kini tertuju padaku. Namun tatapan-tatapan itu bukanlah tatapan yang biasa ku lihat. Tatapan kali ini ku rasa sebagai tatapan kagum. Namun jujur, aku masih merasa risih dengan tatapan itu.

“Dia, bukankah dia yeoja cupu itu?” dapat ku dengar ucapan salah seorang siswa yang tak jauh dari tempatku.

“Mana mungkin? Penampilannya begitu berbeda dari biasanya.”

“Mungkin saja dia merubah penampilannya.”

“Dia cantik ya.”

Baru kali ini ada siswa di sekolah ini yang memujiku seperti itu. Dari arah podium, terdengar MC memulai acara.

“Sebelum masuk ke acara inti, kita dengarkan terlebih dahulu sambutan dari pemilik sekolah ini. Kepada Tuan Cho Jae Young kami persilahkan.” Seorang pria paruh baya, yang semua orang sudah tau jika dia adalah ayah dari Cho Kyuhyun, maju menuju podium. Menyampaikan beberapa pesan untuk kami siswa yang baru lulus.

“Dan aku akan menyampaikan sedikit berita, mengenai putraku Cho Kyuhyun.” Mendengar nama itu di sebut, aku semakin intens mendengarkan penuturan pria yang aku akui sangat berwibawa itu.

“Selama ini, mengenai gosip Kyuhyun akan bertunangan saya akui memang benar adanya.”

Serasa disambar petir, hatiku sakit mendengar kenyataan itu. Jadi, semua itu benar. Ia akan bertunangan dengan yeoja asal China.

“Setelah lulus, Kyuhyun akan melanjutkan studynya ke China. Keluarga kami juga akan pindah kesana. Setelah selesai mengurus keperluan kuliah Kyuhyun, acara pertunangan itu segera keluarga kami laksanakan.” Mataku mulai memanas. Jangan sekarang, kumohon. Aku tak boleh meneteskan air mataku saat ini. Karena tak kuat, aku berlari keluar. Aku mencari tempat sepi, agar aku bisa mengeluarkan semuanya disini. Air mataku, tangisku. Tuhan…… ku mohon kuatkan aku. Jika memang dia bukan orang yang kau takdirkan untukku, buatlah aku tegar menghadapi kenyataan ini. Buatlah aku mudah untuk melupakannya. Meskipun aku sadar, perasaan ini tak akan mudah ku hilangkan. Setelah puas menangis, ku usap kembali wajahku yang basah oleh air mata tadi. Ku putuskan untuk pulang. Aku sudah tidak kuat jika kembali ke ruangan itu.

Setelah menelepon eomma agar menjemputku, aku memutuskan untuk menunggu di depan gerbang. Angin yang begitu dingin ini, sesekali membuatku mengusap lenganku dengan kedua tanganku. Memang musim dingin akan segera tiba.

“Permisi noona..” seorang anak kecil, namja menghampiriku.

“Nde? Ada apa?” tanyaku bingung.

“Ige?” dia menyerahkan sepucuk surat padaku. Ku amati dengan seksama surat itu.

“Ini dari siap-?” ternyata anak kecil itu telah pergi. Karena penasaran, ku buka amplop surat yang berwarna merah muda tersebut.

 

From : your secret admirrer

Hai Seo Joohyun.. maaf membuatmu bingung. Aku memanglah seseorang yang telah mengagumimu. Mengagumimu sejak lama. Kau yang menurutku berbeda dengan gadis lain. Kau yang bisa apa adanya. Bisa bersabar selama tiga tahun mengahadapi sikap teman-teman yang selalu bersikap buruk padamu. Aku salut terhadapmu Joohyun-ah. Oh ya, ku dengar kau diterima di unversitas impianmu ya. Waahh chukkae kalau begitu. Sebenarnya aku ingin mengucapkannya secara langsung, namun waktunya belum tepat. Ekkhmm…

Sebenarnya aku bukanlah seseorang yang pandai merangkai kata, jadi aku akan langsung pada intinya saja. Sekali lagi maafkan aku. Maaf aku telah lancang memiliki perasaan padamu. Telah lancang menyebut perasaan ini adalah cinta. Ya, aku telah mencintaimu. Rasa kagumku, berubah menjadi rasa cinta. Namun aku belum bisa mengutarakannya padamu. Aku terlalu takut mendengar jawaban darimu. Hanya lewat surat ini aku berani mengungkapkan semuanya. Hahaha,, betapa bodohnya ya aku ini.

Aku berharap, kau bisa mewujudkan cita-citamu setelah bisa diterima di Cambridge University. Kau juga harus tetap menjadi dirimu sendiri, apa adanya. Dan satu hal,  ku mohon tunggulah aku. Tunggu hingga aku bisa membanggakan diriku sendiri, membawa kesuksesan tanpa adanya campur tangan orang tua. Tunggu aku, hingga saat itu tiba saat dimana aku akan datang padamu, mengutarakan secara langsung isi hatiku padamu. Aku akan terus menyimpan rasa cintaku ini Joohyun-ah.

 

CK

“Siapapun dirimu, kenapa kau bisa mengagumiku sebesar itu. Siapalah aku yang berhak mendapat perhatianmu secara diam-diam?” tak terasa, air mata kembali mengalir dipipiku. Entahlah, firasatku mengatakan bahwa aku harus memenuhi permohonan si pembuat surat ini. Baiklah, aku akan menunggunya. Untuk cinta ku pada Kyuhyun, aku akan mencoba mengikhlaskannya.

 

END

4 thoughts on “I’ll Be Waiting For You

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s