Saranghae chap 6

re-do-saranghae

cover by : Crussialines at High School Graphics

 

Judul : Saranghae

Author : Choi Yoo Rin

Cast : Cho Kyuhyun, Cho Jonghyun, Seo Joohyun, Im Yoona, Lee Donghae etc.

Genre : fantasy, romance, sad

Length : chapter

Disclaimer : ide cerita murni milik author, castnya author hanya meminjam selebihnya mereka milik Tuhan, orang tua dan agensi mereka.

 

Happy reading J

 

Setelah mendapat kabar bahwa putri mereka dibawa ke rumah sakit, Tn. dan Ny. Seo bergegas menyusul ke rumah sakit dimana Seohyun dirawat. Raut kekhawatiran jelas terpatri di wajah mereka berdua, apalagi Ny. Seo. Sejak menerima kabar putrinya pingsan ia terus saja menangis. Setelah menyusuri lorong rumah sakit, sampailah mereka di depan sebuah ruangan. Ceklek.. saat membuka pintu ruangan itu, tampaklah Yoona serta dua orang namja yang tadi pergi mengajak Seohyun jalan-jalan.

“Seohyun-ah.. sayang..” Ny. Seo langsung mendekat ke ranjang putrinya.

“Ahjumma, Seohyun masih tertidur. Kata dokter ia kelelahan. Dan juga benturan akibat kecelakaan 2 bulan lalu yang membuatnya pingsan.” Yoona angkat bicara karena hanya dialah yang dekat dengan Seohyun dan keluarganya.

“Hikss…. Seohyun, bangunlah nak… buka matamu, biar eomma bisa tenang bahwa kau baik-baik saja.. hikss..”

“Yeobo…tenanglah.. Seohyun pasti sembuh dan segera bangun.”

“Ahjussi, ahjumma, kata dokter jika kalian sudah tiba disini kalian disuruh menemui dokter. Ada yang ingin dibicarakan.”

“Yeobo, aku akan menemui dokter sekarang. Kau mau ikut apa disini saja?”

“Aku disini saja menemani Seohyun.”

“Baiklah.” Tn. Seo kemudian beranjak keluar untuk menemui dokter.

Kyuhyun sedari tadi hanya diam. Semenjak Seohyun pingsan, ia terus menyalahkan dirinya sendiri. Merutuki kebodohannya karena memancing Seohyun mengenai Jonghyun. Bukannya ingatan yang Seohyun dapat, malah sakit yang gadis itu rasakan.

“Maaf telah merepotkan kalian. Harusnya kalian bersenang-senang dengan jalan-jalan, tetapi jadi seperti ini karena putriku. Maaf.”

“Gwaenchana ahjumma. Kami juga minta maaf telah membuat Seohyun kelelahan dan jatuh pingsan.”

“Ahjumma, saya pamit pulang dulu.” Kyuhyun akhirnya bersuara. Sebenarnya ia masih ingin menemani Seohyun, namun rasanya ia tak pantas berada di samping gadis itu saat ini. Kyuhyun seolah ingin menghukum dirinya atas kecerobohannya.

“Oh, ne. Sekali lagi gomawo telah merawat Seohyun.” Ny. Seo mencoba tersenyum pada namja yang belum ia kenal itu.

“Yoona-ssi, Donghae-ssi, aku pamit dulu. Annyeong.” Yoona dan Donghae hanya saling tatap setelah Kyuhyun pergi. Mereka juga merasa tidak enak. Niat untuk mendekatkan Seohyun dengan Kyuhyun malah berakhir seperti ini.

 

*****

Kyuhyun baru saja sampai di depan rumahnya. Setelah turun dari mobil, ia melihat sebuah mobil telah terparkir di halaman rumahnya. Keningnya berkerut, seperti tak asing dengan mobil itu. Tapi karena saat ini pikirannya sedang kacau karena memikirkan Seohyun, ia tak mau terlalu ambil pusing dengan keberadaan mobil itu serta siapa pemilik mobil itu yang sedang bertamu ke rumahnya.

“Kyuhyun oppa.” Kyuhyun yang berjalan masuk sambil menunduk lunglai, seketika mendongak mendengar ada yang memanggil namanya. Kedua matanya melebar tak percaya melihat siapa yang tengah duduk di ruang tamu bersama ibunya. Kyuhyun menghampiri orang yang memanggil namanya tersebut.

“Sooyeon, kau sudah datang. Kapan tiba di Korea?” tanya namja itu. bukannya menjawab, gadis itu malah memeluk Kyuhyun. Kyuhyun sedikit kaget dengan sikap Sooyeon.

“Oppa aku benar-benar merindukanmu. Kenapa sulit sekali menghubungi ponselmu??” tanya gadis itu setelah melepas pelukan mereka. Kyuhyun baru ingat jika ponselnya tertinggal di kamar saat akan keluar jalan-jalan tadi.

“Ah, mianhae ponselku tertinggal di kamar.”

“Selalu saja ceroboh. Kajja oppa duduklah dulu. Aku ingin bercerita banyak kepadamu.” Sooyeon membimbing Kyuhyun agar duduk di sebelahnya. Ny. Cho hanya tersenyum melihat kelakuan gadis yang sudah ia anggap putri sendiri itu.

“Oya, tadi oppa bertanya padaku kan? Hehe, tadi pagi aku tiba di Korea. Oppa sendiri habis darimana?”

“Nde? Aku hanya jalan-jalan.” Sooyeon mempoutkan bibirnya.

“Oppa kenapa tidak mengajakku?!! Aku kan juga ingin jalan-jalan setelah lama meninggalkan Korea.”

“Kapan-kapan saja. Kesibukanmu apa sekarang?”

“Aku? Rencananya sih mau buka butik disini. Itu impianku sejak dulu oppa.”

“Yah, semoga bisa cepat terwujud dan bisa sukses.”

“Eomma ke belakang dulu ne. Kalian teruskan saja mengobrolnya.”

“Ne ahjumma. Ahjumma istirahat saja.”  Ny. Cho beranjak meninggalkan putranya dengan Sooyeon.

“Eeemmm oppa, besok aku ingin ke makam Jonghyun oppa. Oppa mau kan mengantarku?”

“Ne. Besok saat jam istirahat kantor saja ya.” Sooyeon mengangguk senang. Gadis itu terus menatap namja yang sedang duduk di sampingnya. Rasa menyesal kembali datang. Andai sejak dulu ia peka, mungkin saat ini ia telah bahagia bersama namja itu.

“Sooyeon-ah..” tegur Kyuhyun karena sedari tadi yeoja itu terus menatapnya.

“Nde?? Aa…ee…mian oppa.

 

*****

Silau cahaya mentari pagi membuat seorang yeoja yang masih terbaring lemah mengerjap-ngerjapkan matanya. Saat matanya telah terbuka, ia mendapati seorang suster yang telah membuka tirai jendela kamarnya.

“Selamat pagi agassi.”

“Pagi suster.” Suara Seohyun terdengar serak. Gadis itu menoleh ke sekelilingnya.

“Eomma eodiga?” tanya Seohyun saat melihat eomma maupun appanya tak ada di kamarnya.

“Oh, ibu serta ayah anda ijin pulang sebentar untuk mengambil keperluan anda. Saya akan menjaga dan menemani anda sampai mereka kembali.” Seohyun hanya tersenyum dan mengangguk.

“Kepala anda apa masih sakit?” tanya suster itu sambil mengeluarkan peralatan untuk memeriksa Seohyun. Seohyun meraba keningnya.

“Masih nyeri sedikit sus.” Suster itu mengangguk. Setelah selesai memeriksa kondisi Seohyun, suster tersebut, mengambil sebuah mangkuk yang berisi makanan untuk sarapan Seohyun pagi ini.

“Agassi mau saya bantu suapi?” tawar suster itu.

“Biar saya makan sendiri saja sus. Saya masih kuat jika hanya makan.”

“Baiklah. Ige.” Seohyun menerima mangkuk itu. perlahan gadis itu mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Seohyun teringat saat terakhir kali ia sebelum pingsan kemarin bersama Kyuhyun. Saat itu Kyuhyun menanyakan sesuatu padanya hingga setelahnya ia merasa pusing yang teramat sangat dan tak ingat apa-apa lagi. Andai saja ia tak pingsan, mungkin acara jalan-jalannya bersama Kyuhyun akan baik-baik saja.

“Sus?”

“Ne agassi wae?”

“Emmm… sejak aku masuk rumah sakit ini, apa hanya eomma dan appa yang menemaniku?” sang suster menatap Seohyun sambil tersenyum.

“Yang membawa anda kemari adalah teman-teman anda. Mereka menunggui anda sampai orang tua anda datang. Lantas tak lama, salah satu dari teman anda itu pulang.” Seohyun mengangguk. Ingin ia bertanya siapa yang pulang itu namun ia sangat tau tak mungkin suster tau nama dari temannya. Seohyun menoleh ke arah pintu setelah mendengar pintu kamar inapnya terbuka.

“Seohyunie kau sudah bangun sayang..” Ny. Seo menghampiri Seohyun setelah meletakkan barang bawaannya di atas meja.

“Ne eomma..”

“Kajja lanjutkanlah sarapanmu. Apa eomma suapi?” Seohyun menggeleng.

“Baiklah lanjutkan sarapanmu.” Ny. Seo lantas duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang putrinya.

“Appa eodiga?”

“Setelah mengantar eomma, appa langsung ke kantor sayang. Ada sesuatu yang harus di urus di kantor.”

“Ooo…. eomma mianhae aku merepotkan kalian karena kondisi tubuhku yang rapuh..”

“Andwae.. kau tidak boleh bicara seperti itu hyunie… sedikitpun kami tak pernah merasa terepoti olehmu. Kau putri kami, yang sangat kami sayangi. Apapun akan kami lakukan demi dirimu sayang.”

“Eomma…” Seohyun memeluk ibunya setelah meletakkan mangkuk.

 

*****

Kyuhyun dan Sooyeon baru saja tiba di sebuah pemakaman umum. Ya, sesuai janji Kyuhyun, saat jam makan siang ia mengantar gadis itu untuk ke makam kakaknya.

Sooyeon terduduk lemas menatap gundukan tanah didepannya. Ia letakkan sebuket bunga yang sempat ia beli sebelum ke makam ini. Tangannya terulur untuk menyentuh nisan yang bertuliskan nama Jonghyun di sana.

“Oppa…..Jonghyun oppa…” gumamnya pelan. Buliran air mata kini telah jatuh bebas dari kedua mata indahnya. Setelah kematian Jonghyun, Sooyeon memang belum pernah pulang ke Korea jadi baru ini ia melihat tempat peristirahatan terakhir namja yang dulu ia cintai itu.

“Mianhae.. aku baru mengunjungimu sekarang.. jeongmal mianhae..” bahu gadis itu bergetar, mencoba menahan agar tak terdengar suara isakan dari mulutnya. Kyuhyun mengusap punggung gadis itu, mencoba menenangkan. Sama seperti Sooyeon, Kyuhyun juga sangat sedih tiap kali berkunjung ke makam kakaknya ini. Namun namja itu masih bisa menahan agar air matanya tak keluar.

“Sooyeon-ah, uljima.. sebaiknya kita berdoa untuk hyung.” Sooyeon mengangguk. Mereka berdua lantas sama-sama berdoa untuk Jonghyun. Berdoa yang terbaik, agar Jonghyun juga mendapat tempat terbaik disisi-Nya.

Tanpa mereka tau, sesosok namja tengah tersenyum mengamati mereka. Ya, sosok itu adalah Jonghyun. Ada perasaan rindu di hati Jonghyun pada gadis yang sudah lama tak ia lihat. Ia lega setelah melihat gadis itu masih seperti dulu setelah kembali dari Paris.

 

*****

Yoona baru saja menyelesaikan mata kuliahnya yang terakhir hari ini. Setelah ini ia berniat akan menemui kekasihnya di cafe tempat biasa mereka bertemu. Yoona menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya setelah turun dari taksi yang ia tumpangi untuk pergi ke cafe. Masih kurang 10 menit dari waktu yang ia sepakati dengan Donghae namun ia telah mlihat mobil kekasihnya itu terparkir di depan cafe. Yoona clingak clinguk mencari keberadaan Donghae. Ia tersenyum setelah melihat namja itu duduk tak jauh dari pintu masuk.

“Oppa, sudah lama?” tanya Yoona sambil duduk di hadapan Donghae.

“Tidak juga..”

“Oppa kenapa belum memesan sesuatu?” Yoona sedikit gemas dengan namja itu. tiap kali mereka janji bertemu di cafe ataupun restaurant, Yoona yang selalu datang terakhir. Ditambah lagi namja itu selalu memesan makanan saat Yoona sudah datang.

“Menunggumu.” Jawab Donghae tersenyum.

“Selalu saja.” Setelah itu Yoona memanggil seorang pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua.

“Oppa bagaimana hasil seminar proposalnya?” tanya Yoona setelah selesai memesan. Kekasihnya itu memang akan sidang skripsi tak lama lagi setelah seminar proposal selesai.

“Hmmm…menegangkan namun cukup melegakan..hehe..”

“Aku jadi deg-deg’an nanti jika aku skripsi oppa..”

“Gwaenchana…kau pasti bisa melewatinya. Skripsimu kan kau sendiri yang menyusunnya jadi jangan takut. Dosen tidak akan menyusahkanmu.” Yoona mengangguk. Ia tampilkan senyuman termanis yang ia miliki. Tak salah jika ia memilih Donghae menjadi kekasihnya karena namja itu sangat mengerti dirinya, tau apa yang harus dilakukan saat Yoona panik atau apapun.

“Oppa, setelah makan siang ini kita jenguk Seohyun ya..”

“Ne, ide yang bagus.”

*****

Seohyun menutup novel yang sedari tadi ia baca dengan kasar. Bosan. Itu yang ia rasakan saat ini. Hanya berdiam di ranjang. Meskipun ada eommanya namun ia masih tetap merasa bosan dan jenuh. Baru satu hari ia ijin tidak masuk magang namun ia sudah merindukan kesibukan di kantor. Mungkin lebih tepatnya ia rindu seseorang. Seohyun tersenyum samar saat teringat pertamakali Kyuhyun mengantarnya pulang setelah menunggu hujan reda. Seohyun baru akan  meminta pada eommanya untuk jalan-jalan di taman rumah sakit namun niatnya terhenti setelah melihat siapa yang mengunjunginya siang ini.

“Annyeong Seohyun-ah..” orang itu adalah Kyuhyun. Yang kini tengah tersenyum menatapnya. Setelah membalas senyuman Kyuhyun, Seohyun menatap seorang gadis yang berdiri di samping Kyuhyun. Ia tak pernah melihat gadis itu sebelumnya.

“Annyeong ahjumma..” sapa Kyuhyun pada Ny. Seo.

“Ne, annyeong..”

“Seohyun-ah, eomma keluar dulu ya.”

“Ne eomma..”

“Bagaimana kondisimu Seohyun-ah?” tanya Kyuhyun setelah Ny. Seo keluar dari kamar inap Seohyun.

“Sudah agak baikan.”

“Ah ya, kenalkan ini Sooyeon temanku sejak SMP. Dia baru saja kembali dari Paris.”

“Seohyun imnida.” Seohyun mengulurkan tangannya. Cukup lama menunggu hingga Sooyeon mau membalas uluran tangannya.

“Sooyeon imnida. Senang berkenalan denganmu.”

“Ne,,” balas Seohyun tersenyum.

“Kyuhyun-ssi mianhae, karena aku acara kemarin jadi berantakan.”

“Gwaenchana, harusnya aku yang meminta maaf karena diriku kau seperti ini.” Kyuhyun tiba-tiba menggenggam tangan Seohyun. Seohyun terkesiap kaget. Begitupun Sooyeon.

“Kyuhyun-ssi…”

“Kau harus cepat sembuh ne.. aku kelabakan karena tak ada dirimu di kantor.” Kyuhyun terus menampilkan senyuman hangatnya pada Seohyun, yang membuat Seohyun tak mampu untuk tidak membalas senyuman itu. Sooyeon menatap tak percaya adegan di hadapannya saat ini. Ia sangat mengenal Kyuhyun. Dulu, Kyuhyun tak pernah dekat dengan teman yeoja selain dirinya. Namun sekarang hal itu tidak lagi setelah ia melihat apa yang Kyuhyun lakukan pada gadis yang baru ia kenal.

“Ne, aku janji akan segera sembuh dan kembali menjadi sekretarismu.” Kyuhyun mengusap lembut kepala Seohyun.

“Kau sudah makan kan?”

“Sudah tadi sebelum kau datang.”

“Oke, kalau begitu aku pamit akan kembali ke kantor. Nanti aku akan berkunjung lagi kesini.”

“Ne, gomawoyo sudah menyempatkan diri menjengukku di tengah kesibukanmu.”

“Gwaenchana. Yasudah aku pergi ne. Annyeong.” Seohyun mengangguk. Ia lantas menatap Sooyeon, sekilas ia melihat raut tidak enak di wajah cantik gadis itu sebelum berbalik pergi bersama Kyuhyun. Sejujurnya Seohyun juga merasa tidak nyaman dengan gadis itu. tidak nyaman karena membiarkan Kyuhyun berdua bersama Sooyeon. Ia lantas menggeleng pelan. Bukan haknya untuk mengatur Kyuhyun pergi dengan siapa pun.

*****

Mobil Kyuhyun baru saja keluar dari area rumah sakit saat mobil Donghae memasuki area rumah sakit itu. Kyuhyun tak menyadari telah berpapasan dengan Donghae. Ia terus fokus mengemudikan mobilnya. Sedangkan Sooyeon, sedari tadi hanya memandangnya penuh rasa penasaran.

“Oppa…” panggil gadis itu

“Ne..” Kyuhyun tetap memandang lurus ke arah jalan raya.

“Yeoja tadi… nugu?” Kyuhyun sudah bisa menebak jika Sooyeon pasti akan menanyakan hal ini.

“Seo Joohyun, mahasiswi magang di kantorku sebagai sekretarisku.”

“Oohh…” Kyuhyun menatap yeoja yang ada di sampingnya itu.

“Wae?”

“Aniyo, gwaenchana… kau terlihat sangat dekat dengannya.” Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Ku antar kau pulang ya, aku lantas mau ke kantor.”

“Ne.. ah ya oppa bagaimana kalau nanti malam kita makan bersama?”

“Eeemm…. mianhae Sooyeon-ah aku tidak bisa. Lain kali saja ya..”

“Baiklah, tak apa.”

‘Oppa, kau telah berubah.. dulu kau tak pernah menolak ajakanku. Bahkan kau dulu yang selalu mengajakku makan atau jalan-jalan.’ Gumam gadis itu dalam hatinya.

“Oppa…” panggil Sooyeon kembali..

“Ne wae Sooyeon-ah?” Kyuhyun mencoba tersenyum hangat pada yeoja yang sudah ia anggap adik sendiri ini. Ada sedikit rasa tak enak karena telah menolak ajakan Sooyeon tadi.

“Aku tau oppa pernah memiliki perasaan padaku.” Perkataan Sooyeon barusan seketika membuat Kyuhyun terasa beku. Sulit sekali baginya untuk membuka mulut agar bisa menjawab perkataan Sooyeon barusan. Yah, meski itu bukan sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban darinya namun ada satu hal yang ingin Kyuhyun klarifikasikan pada yeoja itu. Kyuhyun meminggirkan mobilnya lantas berhenti. Ia menoleh ke arah Sooyeon.

“Darimana kau bisa mengetahuinya?” Sooyeon menatapnya. Sebuah senyuman yang Kyuhyun sulit untuk artikan kini telah terlihat di wajah cantik gadis berambut blonde itu. bukan senyuman hangat seperti biasa, melainkan senyuman yang…

“Dari nada bicaramu, sepertinya oppa tidak suka jika aku tahu.”

“Jangan salah paham. Aku hanya heran kenapa kau bisa mengetahuinya. Karena aku tak pernah menceritakannya pada siapapun termasuk Jonghyun.” Sooyeon mengernyit.

“Justru yang memberitahuku adalah Jonghyun oppa. Dulu sebelum aku berangkat ke Paris.” Kyuhyun bingung, darimana saudara kembarnya tau jika dulu ia sempat memiliki perasaan lebih dari sekedar teman terhadap Sooyeon..

“Tapi aku sudah tak begitu mempermasalahkan darimana Jonghyun oppa tau. Mianhae oppa, karena dulu aku tak peka akan perasaanmu..” Kyuhyun kembali menatap datar Sooyeon. Sooyeon balas menatapnya tersenyum.

“Ka oppa. aku ingin cepat sampai di rumah.” Kyuhyun mengangguk, lantas menghidupkan mesin mobilnya dan kembali melajukan mobil itu.

*****

“Seohyun-ah bagaimana keadaanmu?” tanya Yoona yang kini tengah berada di kamar inap Seohyun bersama Donghae serta Ny. Seo

“Seperti yang kau lihat Yoon. Aku sudah merasa lebih baik. Hah, aku tak betah di rumah sakit lama-lama.” Yoona tersenyum senang sekaligus lega melihat kondisi Seohyun yang sudah membaik.

Baik Yoona maupun Donghae sebenarnya belum sepenuhnya tau perihal penyebab Seohyun pingsan. Mereka hanya tau Seohyun pingsan saat bersama Kyuhyun dan mengira jika kesehatan Seohyun memang kurang baik saat itu.

“Aku menyesal, seandainya saat itu aku tak mengajakmu jalan-jalan mungkin kau tak akan pingsan di sana dan masuk rumah sakit seperti ini.” Sesal Yoona.

“Sudahlah Yoon, jangan seperti itu. aku pingsan bukan karena mu atau karena siapapun.”

“Ne sayang, Seohyun benar. Justru kita harus sering mengajak Seohyun refreshing agar tak jenuh. Bisa saja kan Seohyun jenuh malah tambah sakit.” Seohyun mengangguk cepat membenarkan ucapan Donghae. Sekali lagi Yoona merasa bersyukur telah mendapatkan namja seperti Donghae yang selalu mengerti dirinya dan tau apa yang harus di lakukan saat Yoona kalut.

“Hemm, tapi aku ragu, sebenarnya Seohyun senang diajak jalan-jalan atau karena ada Kyuhyun.” Yoona mencoba menggoda sahabatnya itu. pipi Seohyun seketika bersemu merah.

“Aishhh apa yang kau bicarakan eoh? Tentu aku senang karena jalan-jalan. Tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun.” Yoona terkikik melihat perubahan wajah Seohyun.

“Kyuhyun itu apa yang tadi kemari?” Tanya Ny. Seo

“Nde? Tadi Kyuhyun kesini?” Yoona menatap Ny. Seo dan Seohyun bergantian.

“Oo jadi dia yang bernama Kyuhyun. Apa dia juga yang menjadi atasan di tempat putriku ini magang Yoona-ya?” tanya Ny. Seo yang tak memperdulikan wajah putrinya.

“Ne ahjumma. Apa Seohyun tak pernah bercerita pada ahjumma?”

“Mana pernah anak ini menceritakan kehidupan asmaranya.”

“Isssh jinjja asmara apa sih? Dia hanya atasanku eomma..”

“Atasan pernah mengantar pulang karyawannya. Jinjja, atasan yang hebat.”

“Mwo? Kyuhyun pernah mengantar kau pulang Seohyun-ah?”

“Aisshh berhentilah menggodaku. Eomma….” Seohyun menatap sebal eommanya. Ny. Seo tertawa melihat putrinya yang terpojok.

“Seohyun-ah jadi benar?”

“Ne, ne. Memang dia pernah mengantarku pulang. Hanya mengantar pulang kan. Tak lebih.”

“Jika namja sudah mulai bersikap ‘manis’ pada yeoja dan sering memberikan perhatian lebih tandanya dia ada maksud Seohyun-ssi. Aku ini namja lhoo..” Donghae mulai angkat bicara lagi. Kali ini Seohyun diam, takut salah bicara lagi yang bisa membuat mereka memojokkannya.

Tanpa mereka tau, sesosok bayangan di pojok kamar inap Seohyun tengah menatap mereka dengan senyuman manis yang terpatri di wajah tampannya yang terlihat pucat.

‘Sepertinya aku sudah bisa pergi dengan tenang meninggalkanmu Seohyun-ah.. karena aku yakin Kyuhyun akan mampu menjaga dan membahagiakanmu’ gumamnya yang tak terdengar oleh keempat manusia yang berada di ruangan itu.

 

*****

Seorang gadis cantik berambut blonde tengah menatap bintang-bintang yang menghiasi langit malam ini di balkon kamarnya. Senyum terukir di wajahnya. Meskipun ada sedikit rasa was-was namun ia tetap yakin dan akan memperjuangkan perasaannya.

“Eonni..” seorang gadis yang lebih muda darinya beberapa tahun memasuki kamarnya dan telah berdiri di sampingnya.

“Krystal, belum tidur?” tanya yeoja tadi yang adalah Sooyeon.

“Aku belum mengantuk eonni.. eonni sendiri?”

“Sama sepertimu.”

“Bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Kyuhyun oppa?” pertanyaan adiknya membuat gadis itu, Sooyeon tersenyum samar, mencoba menyembunyikan rasa malunya.

“Hubungan apa yang kau maksud?” sebenarnya Sooyeon sudah dapat menebak arah pembicaraan adiknya ini.

“Ayolah eonni…” Krystal menggelayut manja pada lengan Sooyeon..

“Kami hanya berteman Krystal..” Sooyeon menatap teduh adiknya. Ada rasa tak rela saat mengucapkan bahwa ia dan lelaki yang di maksud adiknya –Kyuhyun- hanya berteman.

“Bukankah tujuan eonni kembali ke Korea karena Kyuhyun oppa..” Sooyeon kembali menengadah, menatap indahnya langit. Memang benar ucapan adiknya barusan. Tujuannya kembali ke Korea karena Kyuhyun, namun juga memang ingin membuka usaha di sini agar tak jauh dari keluarganya. Namun ia tak akan grusah grusuh bersikap pada Kyuhyun. Ia juga masih was-was apakah perasaan Kyuhyun masih sama seperti dulu padanya.

“Akan tiba waktunya nanti Krystal..” jawab Sooyeon akhirnya. Satu alisnya terangkat. Sebuah rencana telah ada dalam otaknya. Kali ini ia tak akan melepaskan cintanya lagi seperti dulu saat Jonghyun menolaknya dan ia dengan senang hati menerima penolakan itu dan memilih ‘kabur’ ke Paris.

 

 

To be Continued

3 thoughts on “Saranghae chap 6

  1. yaaaaahhhh padahal seokyu dah mulai deket…
    ada aja halangannya>>>
    tapi kyu dah ga suka lagi ma sooyeon kannnn????? *khawatir

    lanjutannya ditunggu^^

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s