EVIL DEVIL [Chapter 19]

1234455

oke, pertamanya saya mau minta maaf sebesar-besarnya atas kesangat terlambatan saya dalam hal ngepost dan hal ini sudah terjadi berkali-kali. mianhae, jeongmal mianhae. karena saya udh kelas 3 dan sebenernya skrg lagi ulangan jadinya saya gk punya banyak waktu untuk ngelanjutin buat FFnya. maaf ya..

Langsung aja, cek it out!!

EVIL DEVIL

Chapter 19    : Conflict

Cast                        : Seo Joo Hyun

                                   Cho Kyuhyun

                                       Shim Changmin

                            Shim Yuri

                             Cho Sunny

                              Cho Kibum

                                 Cho Yoon Ah

 

Length                    : Series (Chapter), Chapter 19

 

Genre                      : Action(?), Romance, Fantasi, Friendship

 

Author                    : Cho Min Ah

 

Last Episode:

“Aku… akan mengumumkan, siapa miikoshiku sebenarnya. Hanya ada satu.”

Semua yg ada ditempat itu terkejut. Terlebih Seohyun. Kyuhyun tidak pernah membicarakan ini sebelumnya. Kecuali dengan Victoria yg memang memintanya.

“aku sudah memikirkannya baik-baik. Miikoshiku adalah,”

~~~EPISODE  19~~~

“Tunggu, Kyuhyun! Apa maksudmu sebenarnya?” tanya Kibum yg heran dengan perkataan adiknya yg tiba-tiba.

“baru-baru ini aku sadar, bahwa yg namanya miikoshi itu seharusnya hanya ada satu. Aku tidak boleh serakah dan mengambil kedua-duanya. Oleh karena itu, aku sudah memilih antara Seohyun dan Vic noona.”

Seohyun terdiam. Dia menatap Kyuhyun tak percaya. Jujur, hatinya tak siap untuk ini. apa yg akan dilakukannya kalau Kyuhyun memilih Victoria? Atau apa yg akan dikatakannya pada Victoria jika Kyuhyun memilihnya? Tiba-tiba dirasakannya tangannya digenggam. Seohyun menoleh dan mendapati Yoona tersenyum padanya. Seohyun sadar, Yoona mencoba menenangkannya.

Seohyun tersenyum gugup. Yoona yg menggenggam tangannya masih belum cukup untuknya. Jantungnya masih berdebar kencang. Disebelahnya, Changmin menatapnya khawatir. Ingin sekali dia menggenggam tangan gadis disebelahnya. Namun dia urungkan niatnya. Belum saatnya, pikirnya.

“aku, memilih Vic noona.”

Semua mata kembali tertuju pada Kyuhyun. Dan dengan ekspresi berbeda-beda. Victoria tentu saja senang mendengarnya. Memang ini yg diharapkannya. Diam-diam dia tersenyum senang.

Berbeda jauh dengan Seohyun yg berada di belakangnya. Entah mengapa, mendengar ucapan Kyuhyun tadi rasanya sakit sekali. Jadi itu artinya, dia diusir dari istana ini?

“Tapi Seohyun, bukan berarti kau diusir.” Kyuhyun berkata seakan bisa membaca isi hati Seohyun. “aku ingin kau..”

“cukup, Kyuhyun!” Changmin memotong ucapan Kyuhyun dengan seruan. Tangannya terkepal kuat. “Sampai sepuas apa baru kau akan berhenti menyakiti hati Seohyun!? kapan kau akan berhenti mempermainkannya!?”

“Maksudku bukan begitu! Aku hanya ingin..”

“kau hanya ingin dia tetap tinggal disini dan apa?! Hidup dalam kecanggungan pada orang-orang yg ada di istana ini!? kalau begitu, dia punya kehidupan yg lebih baik di dunia fana!”

“Changmin,” Seohyun mencoba menenangkan Changmin. walau dia tahu, saat ini justru hatinya yg paling ingin dia tenangkan.

“Changmin, dengarkan aku dulu! Aku ingin Seohyun tinggal disini seperti keluarga kami. Dia tidak perlu merasa canggung!” Kyuhyun berusaha menjelaskan apa yg ada di dalam pikirannya.

“Itu menurutmu! Apa kau pernah tanya bagaimana perasaannya ketika kau bilang begitu!? Apa kau pernah tau!?”

“Changmin, cukup!”  Seohyun menarik baju Changmin dan berjalan ke depannya. “Terima kasih , sudah mengurusku selama ini. aku akan pergi. Tenang saja.”

“aku tidak memintamu untuk pergi.” Kyuhyun menatap mata Seohyun tajam.

“tapi aku ingin pergi.” Seohyun pun membalasnya dengan tatapan tak kalah tajam. Kyuhyun terdiam. “aku akan membereskan barang-barangku dan pergi.” Seohyun membungkukkan badannya dan berbalik.

Yoona menahan tangan Seohyun. berusaha untuk menahannya. Seohyun tersenyum. “terimakasih, Unnie..” ucapnya sambil melepas tangan Yoona dengan lembut.

Seohyun masuk ke kamarnya dan mengambil buku NightMare Kingdom History yg belum selesai di bacanya. Kemudian, dia melepas kalung permatanya. Kalung yg menghubungkannya dengan Gloria. Kalung yg menghubungkannya dengan wujud elemennya. Dia pasti akan merindukan mereka.

***

“Yakin kau akan meninggalkan mereka?” tanya Changmin dalam perjalanan mereka ke Shim’s Mansion.

“karena aku sudah tidak membutuhkan mereka lagi.”

“hei, kalau orang salah paham, itu terdengar kejam sekali.”

“aku akan merindukan mereka.”

Mobil Changmin berhenti. “kenapa disini?” tanya Seohyun melihat pemandangan di depannya. Sebuah pantai.

“indah kan?” Changmin tersenyum dan turun dari mobil. Dia berjalan mendekati bibir pantai.

“lumayan.” Seohyun mengikuti dibelakangnya.

“Jadi, perlu menangis?” tanya Changmin.

“kurasa tidak.”

“yakin?” pertanyaan Changmin membuat Seohyun menatapnya kesal. Changmin tersenyum. “baiklah, aku akan membeli minuman sebentar.” Seohyun mengangguk.

Sepeninggal Changmin, Seohyun berjongkok tepat di pinggir pantai. Dapat dirasakannya sisa-sisa ombak membasahi kakinya. Teringat kembali semua kenangannya di istana itu dulu. Teringat kembali momen-momennya bersama seluruh penghuni istana itu. Tak terasa air matanya menetes.

Dia tak perlu menangis. Seohyun tersenyum miring mengingat apa yg diucapkannya pada Changmin barusan. Dasar munafik. Hinanya pada dirinya sendiri. Jelas saja sakit. Orang yg dia cintai, memilih orang lain untuk, bisa dibilang untuk mendampingi hidupnya.

Seorang anak perempuan muncul entah dari mana. Rambutnya kebiruan, ikal dan berombak. Dia menatap Seohyun dari kejauhan. Tak lama, kakinya melangkah mendekati gadis itu.

“Unnie,” panggil pelan. Seohyun segera menghapus air matanya. Ia menoleh dan tersenyum.

“iya?”

“Unnie kenapa menangis?” tanya anak itu. Khawatir.

“tidak apa-apa, kok. Unnie tidak menangis. Kamu manis sekali. Namamu siapa?” tanya Seohyun berusaha mengalihkan pembicaraan.

Anak itu menggeleng. “tidak tahu.” Jawabnya. Seohyun menatapnya heran.

“kok bisa tidak tahu?”

“aku tiba-tiba saja muncul disini.”

“tiba-tiba muncul? Jangan-jangan kamu wujud elemen air?”

Anak itu mengangguk. Seohyun menatap anak itu tak percaya. Baru saja dia meninggalkan teman-temannya di istana tadi. Seohyun memeluknya.

“Wave,” ucapnya pelan.

“Wave?”

“itu namamu.” Anak itu tersenyum mendengar apa yg dikatakan Seohyun. Dia punya nama sekarang. “maaf, Wave. Unnie tidak bisa membawamu bersamaku.”

“kenapa?”

“Unnie sudah meninggalkan teman-temanmu di istana. Sekarang unnie tidak bisa kembali.”

“aku bisa mengambilkannya untuk unnie.”

Seohyun menggeleng. “tidak perlu. Bagaimana pun juga, aku sudah tidak bisa bersama mereka lagi. Aku sudah tidak punya hak untuk memakai mereka lagi.”

“Unnie bisa bersamaku. Tidak ada yg melarang unnie untuk bersama kami. Karena kami memang ada untuk unnie.”

Seohyun tersenyum. Matanya tak bisa lepas dari anak itu. Ingin sekali dia membawanya. Namun bagaimana caranya. Apapula yg akan dilakukannya jika Wave ikut dengannya.

“Memang tidak ada yg melarangnya. Dianya saja yg mikirnya begitu.”

Seohyun menoleh mendengar suara yg familiar baginya. Seorang anak perempuan dengan rambut kemerahan yg menyala seperti api.

“Firey!?” Seohyun berseru kaget ketika melihat salah satu wujud elemennya muncul. Tambah lagi disebelahnya ada seorang anak yg tak kalah familiar. Pannie.

“Unnie!” Pannie berlari ke arah Seohyun dan memeluknya.

“Kenapa kalian bisa ada disini?” tanya Seohyun.

“kami bukan mahkluk bodoh. Kau pikir kami akan diam saja saat kau tinggalkan begitu?” ucap Fairey kesal dengan kelakuan Seohyun.

“Wah, ada Guru TK rupanya disini.” Changmin datang dengan beberapa kaleng minuman.

“tunggu. Changmin, apa kau yang…?”

Changmin hanya tersenyum misterius mendengar pertanyaan Seohyun. Seohyun menghela napas melihat itu. Namun akhirnya dia tersenyum.

“terimakasih.” Ucapnya.

***

“Jadi mulai sekarang dia akan tinggal disini.” Ucap Changmin di hadapan Ibu dan Kakaknya ketika dia dan Seohyun baru saja sampai di Shim’s Mansion.

“wah, bagus itu! Dia bisa tinggal disini selama apapun dia mau.” Ucap Ibu Changmin senang.

“Terimakasih banyak.” Seohyun membungkukkan badannya.

“Yuri, bisa kau antarkan Seohyun ke kamar kosong yg paling dekat dengan kamarmu atau kamar Changmin?”

“oke. Ayo, Seohyun.” Seohyun mengangguk. “barang-barangmu tidak ada?” tanya Yuri heran melihat Seohyun hanya membawa sebuah buku.

“panjang ceritanya. Pokoknya dia tidak membutuhkan lagi barang-barang dari istana itu.”

“kau bertengkar dengan Kyuhyun?” Tanya Ibu Changmin khawatir.

“kalau hanya bertengkar biasa tidak perlu segitunya kan memusuhi dia.”

“Noona tidak tau, sih!”

“baiklah, baiklah. Kita bisa membelikan Seohyun baju kok nanti. sekarang antar dia dulu.”

“maaf merepotkan.” Ucap Seohyun tak enak hati.

“tidak perlu sungkan.” Ibu Changmin tersenyum.

Sementara Yuri mengantar Seohyun. Changmin duduk di hadapan Ibunya dan menceritakan semua yg terjadi.

“jadi begitu kejadiannya. Pantas saja kau marah sekali. Dia kan orang yg kau suka ya?” Goda Ibu Changmin.

Changmin kesal sekaligus malu dibuatnya. “daripada itu. Bu, bisakah kau urus keperluan sekolah Seohyun?”

“tentu saja! ibu akan urus semuanya. Karena dia sudah Ibu anggap sebagai anak ibu sendiri!”

“ya, karna dia anak sahabatnya ibu kan?”

“eh? Sudah tau ya?”

“Eomma Seohyun yg cerita.”

“itu artinya kau sudah tau semuanya bahkan sampai kekuatan Seohyun juga ya?”

“ya. Itu artinya, kita keluarga?”

“keluarga tiri. Kita kan keturunan anak selir.”

“benar juga.”

***

“EHH!? Jadi  kau meninggalkan istana?!”

“yah, bisa dibilang begitu. Aku sudah tidak sanggup untuk tinggal disana.”

“dasar Kyuhyun itu! Tidak tau diri!”

“hahaha, biarkan saja dia melakukan apa yg dia suka.”

“tapi kau tetap akan tinggal di End Land kan?”

“ya. Mungkin sampai sekolahku disini selesai.”

“aku sangat merindukanmu! Kenapa kita beda sekolah ya!? Huuh! Dasar Heechul Oppa itu! Tidak tau perasaan orang!”

“hahaha, sudah, sudah. Jangan menggerutu terus. Tidak baik untuk kesehatan kulit.”

“haha, kau benar juga. Ah! Kurasa aku harus tutup teleponnya sekarang. Kakak cerewet itu mulai menggerutu menyuruhku makan!”

“iya, baiklah. Sampaikan salamku untuk Heechul Oppa dan Leeteuk Oppa ya!”

“neee. Dah Seohyun.”

“Anneyeong..”

Seohyun menghela napas dan meletakkan Handphonennya di meja belajarnya yg baru. Dia berbaring di ranjang. Entah apa yg harus dia lakukan mulai sekarang. Tidak mungkin dia akan terus-terusan menumpang di mansion ini. apapula yg harus dia lakukan bila bertemu Kyuhyun di sekolah. Terlalu banyak masalah yg datang hanya karena beberapa kalimat dari mulut Kyuhyun.

Pintu kamar Seohyun terbuka. Changmin menampakkan dirinya. “apa?” tanya Seohyun.

Changmin ikut berbaring di sebelah Seohyun. mereka sama-sama menatap langit-langit kamar Seohyun.

“kau benar-benar meninggalkan mereka di tempat Gloria?” Changmin kembali menanyakan soal wujud-wujud elemen Seohyun.

“ya. Aku tidak tau lagi apa yg bisa kulakukan pada mereka. Lagipula mereka juga harus terus berlatih agar mereka bisa semakin kuat.”

“apa yg akan kau lakukan kalau kau bertemu Kyuhyun di Sekolah?”

“entahlah. Aku juga tidak tahu.”

“bagaimana kalau kau bertemu dengan Vic Noona?”

“aku juga tidak tahu.”

“eh, Seohyun.” Changmin bangun dan duduk di ranjang Seohyun.

“apa?” Seohyun ikut memposisikan dirinya sama seperti Changmin.

“kau tidak akan meninggalkanku, kan?”

“hah?” Seohyun heran mendengar ucapan Changmin.

“apa kau akan tinggal di dunia fana?” Tanya Changmin.

“tentu saja. Eommaku ada disana.”

“kau akan pergi secepat itu?”

“entahlah. Aku juga tidak tau kapan aku akan pergi.”

“aku boleh ikut kalau kau pergi?”

“aku tidak keberatan sih. Tapi kenapa?”

“aku hanya ingin melindungimu saja. kemanapun kau pergi pasti akan ada bahaya walaupun kecil.”

“haha, terserahmu saja.”

***

Seohyun menghela nafasnya. Entah sudah yg keberapa kali semenjak dia pergi dari Istana. Tak lama lagi dia akan sampai di sekolahnya. Dan kemungkinan besar akan bertemu Kyuhyun dan Victoria. Apa yg harus dilakukannya nanti?

Melihat Seohyun yg kebingungan, Changmin menepuk pundak gadis itu. “tenang saja. aku akan melindungimu dari orang-orang itu!” Seohyun hanya bisa tersenyum kecil.

Sesampainya di sekolah, Seohyun turun dari mobil dan melihat Kyuhyun bersandar di gerbang itu seakan-akan sedang menuggu seseorang. Seohyun menjadi panik. Tapi Changmin menarik tanganya dan berjalan melewati Kyuhyun tanpa menghiraukannya. Melihat itu, Kyuhyun langsung menarik tangan Seohyun. Seohyun terdiam.

“tunggu, aku mau bicara.” Ucap Kyuhyun.

“bicara apa? Tidak ada lagi yg perlu dibicarakan.”  Changmin menatap tajam Kyuhyun.

“aku tidak bicara padamu. Aku ingin bicara pada Seohyun.”

“Seohyun juga tidak perlu bicara apa-apa lagi denganmu.” Changmin kembali menarik tangan Seohyun dan membuat Kyuhyun terpaksa melepaskannya sebelum gadis itu kesakitan.

“Dasar Kyuhyun gila. Apalagi yang ingin dia bicarakan dengamu!?” ucap Changmin kesal.

Seohyun menundukkan kepalanya. Changmin menatap Seohyun kemudian mengeratkan genggaman tangannya.

“tenang saja. Aku akan selalu ada di sampingmu.”

“Terima kasih,”

Pelajaran pertama dimulai, Kyuhyun masih mencari akal agar dia bisa bicara dengan Seohyun. Tiba-tiba dia menadapat ide dan segera berdiri dari kursinya. Guru yang mengajar terkejut melihat gerakan Kyuhyun.

“ada apa?” Tanya guru itu.

“Eh? Aahh.. aduuhh…” Kyuhyun langsung memegangi perutnya. Dengan suara bergetar dia berkata “pak, perut saya, perut saya sakiitt… aahh..”

“apa kau baik-baik saja??” Tanya guru itu khawatir.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya perlahan. “se…sepertinya aku harus ke UKS”

“Baiklah, seseorang tolong antarkan dia,”

“Tidak usah! Aku pergi sendiri saja..” Ucap Kyuhyun sambil berjalan pelan ke arah pintu keluar.

“baiklah, cepat sembuh, ya.”

“terimakasih, pak”

Setelah agak jauh dari kelasnya Kyuhyun segera berlari menuju ke kelas Seohyun. Pertama-tama dia mengetuk pintu dan membukanya perlahan.

“Permisi,”

“ya, ada apa Kyuhyun?” Tanya Hyoyeon, wali kelas kelas Seohyun.

“Kepala Sekolah ingin bertemu dengan Seohyun sekarang juga.” Jawab Kyuhyun. Seohyun dan Changmin terkejut mendengar jawaban Kyuhyun.

“oh, baiklah, Seohyun, silahkan pergi.”

Seohyun terdiam.

“ada apa Seohyun? Pergilah,”

Seohyun mengangguk dan perlahan-lahan berdiri dari kursinya. Changmin juga ikut berdiri dan ingin ikut pergi dengannya.

“Changmin, bukan kau yang dipanggil. Segera duduk dan lanjutkan pelajaran.” Hyoyeon yang sudah hapal dengan kebiasaan Changmin melarangnya dengan santai.

“Sial!” gumam Changmin kesal. Seohyun menoleh padanya dan tersenyum tipis. Memberi tanda bahwa dia akan baik-baik saja.

Setelah Seohyun berada di luar kelas, Kyuhyun berterima kasih kepada Hyoyeon dan menutup pintu.  Dia tersenyum pada Seohyun dan mengulurkan tangannya. “ayo,”

Seohyun tak benghiraukannya dan berjalan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa pasrah dan mengikutinya dari belakang.

“apa yang kau inginkan?” Tanya Seohyun dingin.

“aku hanya ingin bicara denganmu. Tapi Changmin terus menghalangiku.” Jawabnya santai.

“memangnya apa yang ingin kau bicarakan?”

“aku hanya ingin kau tetap tinggal di istana.”

Seohyun tersenyum miring. “untuk apa? Untuk melihat kau dengan Vic Unnie bermesraan?”

“bukan itu maksudku. Kau adalah bagian dari keluarga kami Seohyun. Selama ini kau sudah tinggal di istana. kenapa kau harus tiba-tiba pergi?”

“itu keinginanku! Dan itu bukan urusanmu!”

“Itu urusanku! Kau selalu saja seenaknya tiba-tiba pergi dari istana. kau tidak pernah memikirkan betapa kami khawatir padamu, pikirkan perasaan kami Seohyun. Pikirkan perasaanku!”

Mendengar kata-kata Kyuhyun Seohyun tertawa. “urusanmu? Sejak kapan apa yang kulakukan menjadi urusanmu? Hah? Memangnya kau siapa? Ha? Aku sudah bukan siapa-siapamu lagi! Kau tidak punya hak untuk mengurusiku! Untuk apa aku terus-terusan tinggal di tempat yang hanya membuatku sakit hati!? Pikirkan perasaanmu? Kau memintaku untuk memikirkan perasaanmu, hahahah! Memangnya kau pernah memikirkan perasaanku!?” airmata Seohyun mulai jatuh.

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan Seohyun.

“Kyuhyun, kau! Kau selalu membuatku senang, lalu kemudian menjatuhkanku! Kau selalu membuatku bahagia kemudian kau menyakitiku. Kalau seperti itu apa aku harus memikirkan perasaanmu!? Kau selalu mempermainkan perasaanku dan membuatku berharap padamu! Kalau begitu apa aku harus memikirkan perasaanmu, Hah!?”

“Seohyun,” Kyuhyun mendekati Seohyun.

“kau, hiks.. kenapa kau tidak pernah puas menyakitiku!? Hiks, kenapa kau selalu mempermainkan perasaanku!? Hiks.. kenapa kau selalu membuatku berharap padamu!? Kau jahat! Kau jahat!” Seohyun menangis sambil memukul-mukul dada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Seohyun. Entah kenapa setelah 18 chapter (?) dia baru menyadarinya sekarang. Betapa sengsaranya Seohyun ketika bersamanya. Betapa sakitnya hati Seohyun setelah kelakuan-kelakuan Kyuhyun yg seenaknya. Kyuhyun jadi merasa bersalah dan kesal pada dirinya sendiri.

“Seohyun, maafkan aku..”

“DIAM! Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang! Aku sudah terlanjur memben…” sebelum melanjutkan perkataanya Seohyun tiba-tiba terjatuh ke lantai.

“Seohyun!” Kyuhyun berjongkok di sebelah Seohyun. Seohyun memegangi lehernya. Kyuhyun mengepalkan tangannya. “tidak lagi, Choi Minho.” Kata Kyuhyun kesal sambil menoleh ke belakang.

“Yo~” Minho sudah berdiri di belakang Kyuhyun dan tersenyum sambil melambaikan tangannya.

“Apa maumu!?” seru Kyuhyun berdiri dan menghadapi Minho.

“aah, sungguh perkelahian yang dramatis. Malang sekali Seohyun..” Minho menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum mengejek.

“Apa maumu!!?” Tanya Kyuhyun sekali lagi dengan volume lebih keras.

“wah, wah, sebaiknya kau tidak berteriak atau semua orang akan keluar dari kelas.”

“Apa maumu, Choi Minho?” Tanya Kyuhyun dengan volume biasa.

“nah, begitu kan enak didengar,” Minho tersenyum. “yaah.. kau tau kan dari dulu tujuanku tidak pernah berubah, aku hanya menginginkan Seohyun.”

“Sebenarnya apa yang mau kau lakukan padanya?”

“apa ya? Mungkin aku akan melakukan sesuatu yang… ehem!” Minho tersenyum genit.

Kyuhyun menatapnya tajam.

“jangan menatapku seperti itu. Aku sudah lama tidak muncul kan? Setelah 3 chapter aku akhirnya bisa menampakkan kembali wajah tampanku, huhu,” Minho tertawa narsis.

“Menjijikkan,” cibir Kyuhyun.

“Hei! Ucapanmu itu kejam sekali tau!! Kau tenang saja, karna kali ini kau ada disini, aku tidak jadi menculik Seohyun. Lain kali saja, ya. Daah..” akhirnya Minho menghilang.

Kyuhyun menghela nafas lega dan segera membawa Seohyun yg pingsan ke UKS.

***

Minho kembali ke Istananya dan masuk ke sebuah kamar berpintu putih. Kamar itu terlihat mencolok karena satu-satunya yg berpintu putih sedangkan lainnya berpintu dengan warna gelap.

Kamar itu terlihat seperti kamar seorang putri. Semua yang ada di kamar itu berwarna putih. Minho mendekati ranjang besar yang ada di kamar itu. Disitu, berbaring seorang perempuan yang mengenakan dress putih. Minho mengelus pipi gadis itu dan menatapnya lembut.

“bersabarlah, Krystal. Sebentar lagi. Sebentar lagi aku akan kembali mendengar detak jantungmu..”

To Be Continued…

11 thoughts on “EVIL DEVIL [Chapter 19]

  1. aku lupa udh comment ato belum ya dipart 18??😀
    aku ngerasain dobel kecewa dipart ini,pertama krn tenggang waktu yg cukup lama FF ini baru dilanjutkan lagi ..
    Kedua,krn lagi2 sikap Kyu yg tetap egois ><
    Kyu harus lebih banyak introspeksi !!!
    Minho ternyata punya niat terselubung,kayanya dia cuma mengincar kekuatan Seo, itu prediksiku lho😀

  2. Sampai jamuran dan lumutan nunggu nih ff..akhirnya nongol juga
    yyaahh thor kenapa kyu dibuat memilih vic ketimbang seo…buat panas hati aja…
    ya sudah lah seo dengan changmin aja…lagi pula gak kalah ganteng kok, baik n gak playboy kayak evil….
    Minho nongol lagi dan masih mengincar seo…apa seo akan dijadiin tumbal buat bangkitin krystal..iihhh seereeemmm….
    lanjut thor…jangan menghilang kayak kemaren ya

  3. huaahh chapter ini baru muncul padahal udah nunggu lama banget, tapi tetep aja Daebakk ~!!
    keep writing Thor
    nextnya jangan lama lama ne? ^^

  4. Akhirnya di post jjuga setelah sekian lama..
    Kecewa sekali sama sikap kyu apalagi ternyata pillihan kyu bener” tidak seperti yg diharapkan..
    Kalau aku jadi seo pasti aku akan kembali kedunia fana..
    Buat apa lagi tinggal di dunia mereka danharus berhubungan sama kyu..
    Bukankah itu semakin membuat dy sakit hati..
    Apalagi yg akan dilakukkan minho??
    Apa dy berniat membunuh seo??

  5. wuih,3 part??? bru buka!!,-,-
    ya tuhan,ya ampun,ya kyuhyun dan baekhyun(*abaikan)
    kyu,aku tahu kamu pangeran setan. tapi jgn gt amat donk,kasian seo!?

  6. unnnn kau membuatku getok getok meja belajarku sendiriiiiii -.-
    uuuhhhh kenapa jadi tambah ribet gino sih -.-
    apa minhi mau minta kekuatan seo untuk menyembuhkan krystal? emg krys itu siapanya minho?
    next baca neee

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s