EVIL DEVIL [Chapter 20]

abcdefg

EVIL DEVIL

Chapter 20   : Seohyun’s Decision, Victoria’s Confession, Climax!

Cast  : Seo Joo Hyun

   Cho Kyuhyun

   Shim Changmin

Victoria Song

Choi Minho

Choi Sooyoung

Gloria

Firey

Pannie

Wave

 

Length                    : Series (Chapter), Chapter 19

 

Genre                      : Action(?), Romance, Fantasi, Friendship

 

Author                    : Cho Min Ah

 

Last Episode:

Minho kembali ke Istananya dan masuk ke sebuah kamar berpintu putih. Kamar itu terlihat mencolok karena satu-satunya yg berpintu putih sedangkan lainnya berpintu dengan warna gelap.

Kamar itu terlihat seperti kamar seorang putri yg sangat mewah. Semua yang ada di kamar itu berwarna putih dan penuh renda. Minho mendekati ranjang besar yang ada di kamar itu. Disitu, berbaring seorang perempuan yang mengenakan dress putih. Minho mengelus pipi gadis itu dan menatapnya lembut.

“bersabarlah, Krystal. Sebentar lagi. Sebentar lagi aku akan kembali mendengar detak jantungmu..”

~~~EPISODE  19~~~

Bel istirahat berbunyi, Changmin segera berlari keluar kelas menuju UKS. Beberapa menit yang lalu dia mendapat SMS dari Kyuhyun yg mengatakan bahwa Seohyun pingsan. Tentu saja dia jadi kalang kabut.

“Seohyun!” serunya begitu sampai di UKS.

“jangan berisik, Seohyun masih perlu istirahat.” Jawab Kyuhyun.

Changmin menatap Seohyun. Memang dia tidak terlihat sesakit biasanya. Saat ini wajahnya sudah sedikit lebih tenang. Mungkin karena Minho sudah pergi sejak tadi. Changmin mengepalkan tangannya. Tiba-tiba tangannya bergerak menarik kerah baju Kyuhyun.

“Apa yg kau lakukan padanya, hah!?”

“ini bukan salahku, Choi Minho datang tadi.”

“Ini jelas-jelas salahmu! Seandainya kau tidak membawanya keluar kelas dia pasti akan baik-baik saja!”

“benarkah? Setahuku dimana pun dia berada, jika Minho ada di sekolah ini, pasti terjadi reaksi pada lehernya. Jadi tidak ada kaitannya dengan aku membawanya keluar kelas. Kau juga tidak bisa melakukan apapun kan jika Minho sudah muncul?” ucap Kyuhyun sambil memasang senyum miring.

“Kau…” Changmin geram dan hampir mengarahkan tinjunya ke wajah Kyuhyun.

“hentikan Changmin!” seru Victoria yang baru saja datang.

“Noona,”

“apa yang Noona lakukan disini?” Tanya Changmin.

“tentu saja aku mau melihat keadaan Seohyun! Kyuhyun bilang dia pingsan.” Jawab Victoria sambil mendekati Seohyun.

Mendengar jawaban Victoria Changmin tersenyum. “Heh? Melihat keadaan Seohyun? Jangan munafik. Noona hanya takut kan terjadi sesuatu antara Kyuhyun dan Seohyun? Misalnya mereka berpelukan lagi?” ucap Changmin sinis.

“hah? Apa maksudmu Changmin. Aku benar-benar khawatir pada Seohyun!” seru Victoria tidak terima.

“Sudahlah noona. Dari sikap noona juga ketahuan. Noona cemburu pada kedekatan Seohyun dan Kyuhyun. Lalu ketika Kyuhyun memilih noona, noona pasti senang kan? Ya, sangat senang sekali.”

“te..tentu saja aku senang! aku menyayangi Kyuhyun! Mana mungkin aku tidak senang jika dia memilihku!”

“lalu kau tidak merasa bersalah atau tidak enak sedikitpun pada Seohyun? Wanita tak tahu malu.” Hina Changmin.

Victoria terkejut mendengar hinaan dari Changmin. Hatinya sakit. Dia tidak menyangka Changmin akan mengatainya seperti itu.

“Oi, omonganmu barusan keterlaluan! Apa maksudmu menghina Vic noona seperti itu?” Kyuhyun mulai emosi.

“aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”

“bukan berarti kau bisa mengatainya seperti itu kan!?”

“sudah kubilang aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kyuhyun, kau tak tahu apapun! Wanita ini,” Changmin menunjuk Victoria. “dia memohon pada Seohyun untuk menjauhimu! Dia memohon pada Seohyun agar Seohyun tak mengambilmu darinya. Heh, betapa mengerikannya wanita ini!”

Baik Victoria maupun Kyuhyun terkejut mendengar perkataan Changmin.

“Benarkah itu, Noona?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Victoria tak percaya.

“Changmin! Darimana kau tahu semua itu!?” Tanya Victoria mengabaikan pertanyaan Kyuhyun. “Seohyun kah yang memberitahumu?” lanjutnya takut.

“Jangan terus-terusan menyalahkan Seohyun! Aku tidak sengaja mendengarnya ketika kau pura-pura menangis dan memohon-mohon pada Seohyun di kamarnya.” Ucap Changmin sambil memandang Victoria jijik. “lagipula aku bukan Kyuhyun yang hanya seorang pangeran labil, manja dan tidak tahu apapun sehingga menyebabkan banyak orang tersakiti!” lanjutnya.

Kyuhyun kesal namun tak menghiraukannya. Sekarang dia lebih ingin tahu tentang Victoria. “Noona, benarkah itu?” tanyanya.

Victoria tertunduk takut. Dia menggigit bibir bawahnya. Tubuhnya gemetar.

“Noona, kumohon jawablah. Semua yang dikatakan Changmin. Apakah itu benar?” Tanya Kyuhyun lagi.

Victoria mengangguk pasrah. “maafkan aku, Kyu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu.”

Kyuhyun menghela nafas.

“kau marah?” Tanya Victoria takut.

“tidak, aku hanya, entahlah. Aku juga bingung.”

“kalian berdua, kembalilah ke kelas. Aku yang akan menjaga Seohyun.” Suruh Changmin.

“hah? Sejak kapan kau jadi punya hak untuk memerintahku?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Changmin kesal.

“Ha? Kenapa? Karena kau pangeran kau jadi merasa hebat? Haa? Jangan bangga! Kau ini hanya keturunan selir!”  ucap Changmin sambil tersenyum mengejek.

Kyuhyun mengarahkan telunjuknya pada Changmin dan menatapnya tajam. “Kau tidak ada bedanya denganku!” serunya kesal.

Changmin menepis tangan Kyuhyun dengan kasar. “memang, kita sama-sama keturunan selir. Makanya kau jangan bangga menjadi pangeran. Pergilah. Aku yang akan menjaga Seohyun.”

“Kau tidak punya hak untuk mengaturku Changmin! Aku yang akan menjaganya. Aku lebih tahu apa yang harus kulakukan.” Ucap Kyuhyun berusaha menahan emosinya.

“oh, ya? Lalu apakah tadi kau mengecup lehernya ketika Minho muncul? Kurasa tidak.” Changmin tersenyum miring seakan bisa menebak apa yang Kyuhyun lakukan tadi. “kau pasti langsung emosi kan, ketika Minho muncul. Sehingga kau tidak berpikir untuk menolong Seohyun lebih dulu. Orang seperti kau mana bisa menjaga Seohyun.”

“kau pikir kau pantas menjaganya? Aku lebih dulu kenal dengannya jadi aku yang lebih tahu tentangnya!”

“lalu apa? Seohyun sudah terlalu banyak merasakan sakit karenamu. Sekarang kau masih berpikir kau pantas untuk menjaganya? Dasar tidak tau malu!”

“Kauu…!” Kyuhyun geram dan hampir meninju Changmin.

“HENTIKAN!!” seru Victoria.

“Noona,”

“Kenapa sih, Seohyun! Seohyun! Seohyun! Selalu saja Seohyun!! Apakah kau tidak bisa melihatku sekali saja!? Sejak Seohyun datang, kalian semua selalu memperhatikan dia! Selalu! Sampai kalian mengabaikanku!! Seohyun sudah merampas kalian dariku! Aku benci dia!”

“oh, keluar juga aslinya.” Changmin tersenyum sinis mendengar pengakuan

“Apa!? Kenapa!? Aku juga punya hak untuk bicara!! Aku tidak suka seperti ini! Aku tidak ingin diabaikan seperti ini! Kalau tahu begini, lebih baik Seohyun pergi saja!!”

“Jaga Ucapanmu!” Seru Changmin mendengar keinginan Victoria.

“Ahh, kalian berisik sekali..” Kyuhyun, Changmin dan Victoria menoleh mendengar suara Seohyun.

“Seohyun? Kau sudah sadar?” Changmin langsung mendekatinya.

“ya, berkat teriakan kalian bertiga.” Jawab Seohyun.

Victoria membuang muka.

“Noona, kau tenang saja. Aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Kyuhyun lagi. Aku akan segera pergi dari dunia ini.” Ucap Seohyun.

Ketiganya kaget mendengar ucapan Seohyun.

“apa maksudmu, Seohyun? Kau akan pulang ke dunia fana?” Tanya Kyuhyun.

“tentu saja bodoh. Aku sudah muak dengan dunia ini dan juga dengan semua perlakuan kalian padaku.” Jawab Seohyun dingin.

“aku tidak akan mengizinkanmu.” Kyuhyun menatap tajam Seohyun.

“Harus berapa kali kubilang, apapun yang kulakukan itu bukan urusanmu, Cho Kyuhyun. Aku punya hak untuk bergerak sesuai keinginanku. jangan mengangguku lagi.” Seohyun turun dari ranjangnya dan memakai sepatunya. Kemudian dia pergi meninggalkan UKS.

“Seohyun?”

“Puas kalian berdua!? Apalagi kau, Vic Noona. Kau senang kan!? Kau pasti sangat senang mendengar kalau Seohyun akan pergi dari dunia ini. Dengan begitu kau bisa memiliki Kyuhyun seutuhnya. Ini semua karena kalian berdua, Seohyun jadi ingin pergi dari dunia ini!” Changmin berteriak emosi.

“kau tahu darimana ini salah kami!?” Tanya Kyuhyun tak kalah marah.

“Kau tak dengar? Dia mengatakannya sendiri tadi kan!? Dia muak denganmu!” Seru Changmin. “mungkin dia sudah sadar sejak awal. Dia mendengar pembicaraan kita sejak awal. Dan ketika Vic Noona mengatakan keinginannya. Dia, Seohyun membuang perasaannya.”

Victoria hanya membuang muka. Dia juga manusia. Dalam hatinya pun ada perasaan tak enak.

“Changmin, aku baru ingat. Kita bertengkar lagi.” Kata Kyuhyun tiba-tiba.

“hah? Apa maksudmu?”

“waktu itu, kita bertengkar juga kan? Saat Seohyun demam?”

“ah, kau benar.”

“lalu saat itu juga kita menjadi akrab lagi.”

“ya, kau benar.”

“saat itu kau marah padaku karena aku terlalu mengurusi Vic Noona kan?”

Changmin mengangguk-angguk. “tapi sekarang ini kita,”

“hei, apa yang terjadi pada kita bertiga barusan? Bukankah kita terlalu mementingkan ego masing-masing?” Tanya Kyuhyun.

Victoria menoleh mendengarnya.

“iya. Karena keegoisan kita lagi-lagi Seohyun yang merasakan sakit. Kita ini bodoh sekali.” Changmin pun menyadari kesalahannya.

“Hiks.. hiks…” terdengar isakan dari Victoria.

“Noona?”

“Hiks.. kalian benar. Aku.. juga. Hiks.. aku juga egois sekali. Hiks.. kenapa ya?”

Changmin dan Kyuhyun mendekati Victoria.

“Noona, maafkan aku mengataimu tadi. Aku terlalu terbawa emosi.” Ucap Changmin. “aku juga sudah berkata kasar padamu.” Lanjutnya sambil menatap Kyuhyun.

“aku juga Changmin. Maafkan aku membentakmu.” Kata Kyuhyun menyesal.

“aku juga, maaf, hiks. Selama ini aku sudah sangat egois.. hiks.. maaf..”

“jangan menangis, Noona. Sekarang kita harus minta maaf pada Seohyun.” Kyuhyun menyeka air mata Victoria dan tersenyum. Victoria mengangguk.

“aku tahu, tujuan Seohyun. Dia pasti akan pergi ke tempat Minho sendirian.” Kata Changmin.

“jadi dia mau menghadapi Minho!?” Tanya Kyuhyun kaget.

“ya, mungkin saja. Tapi selama ini Minho selalu menginginkan Seohyun. Jadi kupikir dia akan menyerah pada Minho.”

“Maksudmu, dia rela apapun yang akan dilakukan Minho padanya!?”

Changmin mengangguk.

“Kita harus menghentikan dia!” ucap Victoria.

“benar. Sekarang dia pasti sedang menuju Choi’s Palace. Kita segera susul dia.” Kata Kyuhyun.

“Sebelum itu kita harus pergi ke suatu tempat.”

“Eh?”

***

“Jadi kalian ingin mengambil kembali kalung Seohyun?” Tanya Gloria.

“yah, sebentar lagi akan ada pertarungan.”

“need help?” Gloria mengajukan diri.

“ngg.. kurasa kau tidak akan mau bersusah payah.”

“yah, kau benar. Aku bukan orang yang suka berjuang. Aku lebih suka bermalas-malasan dirumah.”

Changmin, Kyuhyun dan Victoria tersenyum kecut mendengar pengakuan Gloria.

“Tunggu sebentar.”  Gloria mengambil kalung Seohyun. Dia menggenggamnya erat-erat. “wahai wujud dari elemen api, angin, air, keluarlah!”

“air?”  Victoria dan Kyuhyun berucap heran.

Pannie, Fairey, dan Wave muncul. Kyuhyun dan Victoria terkejut melihatnya.

“kau Pannie kan?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Pannie. Pannie mengangguk. “kau sudah berevolusi ya? Manis sekali!” Kyuhyun mengacak-acak rambut Pannie. Wajah Pannie bersemu merah.

“kau wujud dari elemen air? Namamu siapa?” Tanya Victoria pada Wave.

“Wave.” Jawabnya.

“Seohyun yang memberimu nama itu?”

“ya.”

“Yo, Firey! Lama tak jumpa!”  Changmin mengacungkan telapak tangannya dan ber high-five dengan Firey.

“hei, dimana Seohyun?” Tanya Firey.

“saat ini dia..”

“Kami membutuhkan kalian bertiga untuk menyelamatkan Seohyun!” Ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil melihat satu-persatu dari mereka dengan serius.

“apa yg terjadi pada Seohyun Unnie?” Tanya Pannie khawatir.

“saat ini, dia sedang menuju ke Choi’s Palace. Dia akan mengorbankan dirinya.” Jawab Changmin.

“Apa!?”

“Oleh karena itu, sekarang kita susul Seohyun. Ya?”

“tentu saja.” Panni, Firey, dan Wave bersiap-siap untuk pergi.

“Tunggu dulu. Aku memang lebih suka bermalas-malas. Jadi aku bantu kalian melalui mereka bertiga.” Kata Gloria.

“eh?”

“Kalian bertiga, kemarilah satu persatu.” Suruh Gloria.

Firey maju menghadap Gloria. Gloria menutup matanya beberapa saat. Kemudian membukanya kembali.

“apa yang kau lakukan?” Tanya Victoria heran.

“aku memberikan kekuatanku padanya. Mereka memang berlatih tapi anggap saja hanya untuk jaga-jaga.”

Akhirnya Pannie, dan terakhir Wave.

“gunakan pintu ‘kemana saja’ yang ada di kalung itu agar kalian cepat sampai.” Suruh Gloria.

“Baiklah,  kami pergi dulu.” Ucap Kyuhyun di depan pintu.

“hati-hati dijalan. Jangan ada yang mati ya, dari kalian.” Kata Gloria dari teras rumahnya. Dia benar-benar seorang pemalas. Turun ke tanah untuk mengantar Kyuhyun dkk pun tak mau.

“ah, iya. Bye, Gloria.” Kyuhyun dkk pun melangkah masuk ke pintu ‘kemana saja’

“selamatkanlah Seohyun dan kembalilah dengan selamat.” Ucap Gloria pelan.

***

“Choi… Minho,”  Seohyun memegangi lehernya.

Dia sudah sampai di Choi’s Palace dan sedang berhadapan dengan Minho.

“tak kusangka kau akan mendatangiku. Apa kau sudah siap untuk mati?”

“apa yang kau inginkan dariku. Segeralah lakukan.” Jawab Seohyun sambil menahan rasa sakit di lehernya.

“Hoo? Kau mengorbankan dirimu?” Tanya Minho kaget.

“ya. Cepat lakukan!” Seru Seohyun tak sabar.

“Baiklah, kalau memang itu maumu. Mempermudahku tanpa harus menculikmu. Ikut aku.” Ajak Minho.

“Tidak secepat itu Choi Minho!”

Seohyun dan Minho menoleh mendengar suara yang Familiar.

“Kami tidak ada membiarkanmu menyakiti Seohyun!” Seru Changmin.

“Aish..” Minho menghela nafas kecewa. baru saja dia akan berhasil melakukan keinginannya. Muncul pengganggu.

“apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Seohyun dingin.

“Tentu saja kami ingin menyelamatkanmu!” Jawab Kyuhyun.

“Hah? Menyelamatkanku? Sudah kubilang jangan menghalangiku, kan? Pergilah. Aku tidak butuh kalian.” Ucap Seohyun sambil memalingkan wajahnya.

“wah, kejamnya,,” Minho tertawa.

“kau mungkin tak butuh kami, tapi kami membutuhkanmu.” Kata Victoria tiba-tiba.

Seohyun berbalik badan dan tertawa lepas. “membutuhkanku? Kau? Ahahahahah! Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau membenciku dan ingin aku pergi dari dunia ini? Sekarang kau malah menghalangi dan bilang butuh aku? Apa-apaan itu? Aneh!”

“Seohyun…!?” Kyuhyun terkejut. Kepribadian Seohyun benar-benar berubah.

‘Seohyun, kau benar-benar membuang dirimu, ya?’ batin Changmin sedih.

“kau benar. Aku memang aneh, Seohyun. Mungkin kau bisa bilang kalau aku ini ‘Labil’. Disatu sisi aku membencimu dan ingin kau menjauhi Kyuhyun. Tapi disisi lain aku juga menyayangimu, Seohyun. Aku menyayangimu seperti adikku sendiri.” Ucap Victoria.

“Bhuh!” Seohyun menutup mulutnya dengan tangan seakan menahan tawa. “menyayangiku? Jangan munafik!” serunya.

“aku menyayangimu, Seohyun! Sungguh! Percayalah padaku Seohyun. Kau tahu kan, sejak kecil aku tidak punya keluarga. Aku tidak tahu bagaimana rasanya memiliki ayah, Ibu dan juga saudara! Tapi semua itu kudapatkan ketika aku menjadi Miikoshi Kyuhyun! Saat aku meninggal, kupikir aku tidak akan bisa merasakan kasih sayang mereka lagi. Tapi ternyata Tuhan berbaik hati membantuku. Dia mengizinkanku untuk bisa bicara dengan kalian meskipun tak dapat kalian lihat.” Victoria menatap Seohyun dan bercerita sepenuh hatinya.

Sementara itu, Seohyun yang masih tak percaya menatap Victoria dingin.

“ketika kau datang dan menjadi Miikoshi Kyuhyun, aku sangat senang. aku sangat senang ada seseorang yang bisa mendapingi Kyuhyun dan menjaganya. Kemudian aku berterima kasih pada Choi Minho. Karenanya, kalian bisa melihatku lagi. Karenanya, aku bisa ada dan hidup bersama kalian lagi. Kalian juga berusaha untuk menolongku. Aku sangat-sangat senang.

tapi kemudian, setelah beberapa lama aku tinggal lagi dengan keluarga kerajaan, aku sadar, aku iri padamu Seohyun. Semua yang ada di istana memperhatikanmu. Bahkan Changmin, terlebih Yoona Unnie. Mereka semua  sangat menyayangimu. Mereka selalu bercerita tentangmu. Begitu juga dengan Kyuhyun. Kalian berdua sangat dekat dan saling menyayangi. Aku iri dan cemas, tapi aku mencoba untuk tidak membencimu.

Lalu kau ingat, saat Kyuhyun mengamuk di SeaWorld? Saat itu, aku mencoba untuk menenangkannya. Tapi aku tak bisa. Malah kau yang bisa melakukannya. Saat itulah aku sadar. Hati Kyuhyun tak lagi ada padaku. Itu sudah berpindah padamu. Kyuhyun tak akan bisa lagi mendengarkanku karna hatinya selalu menatapmu. Aku juga sadar kalau kekuatanku sudah hilang. Dan saat itu aku menyalahkanmu.

Tanpa malu aku memohon padamu untuk menjauhi Kyuhyun. Dan kau menyanggupinya. Padahal aku tahu, kau juga mencintainya. Maafkan aku Seohyun, aku benar-benar egois.” Cerita Victoria panjang lebar.

“Lalu, apa hubungannya semua itu denganku? Apapun yang kau rasakan, itu bukan urusanku.” Ucap Seohyun dingin tanpa memandang Victoria.

Semua yang ada di ruangan itu terkejut. Tak menyangka Seohyun akan bicara sejahat itu.

“Choi Minho, lakukan apa yang harus kau lakukan.” Kata Seohyun sambil melangkah pergi.

Victoria mengejar Seohyun dan menahan tangannya. Seohyun menoleh dan menatapnya tajam.

“Lepaskan aku.”

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Seohyun. Seohyun memegang pipinya tak percaya. Begitu juga semua orang yang ada di ruangan itu. Mereka sangat kaget dengan apa yang barusan mereka lihat. Victoria menampar pipi Seohyun.

“aku sadar, aku sudah tidak tahu diri seperti ini, tapi, kau keterlaluan Seohyun!” seru Victoria.

Seohyun masih menatap Victoria tak percaya dan tak merespon ucapannya.

“Kau benar-benar membuatku kecewa! apa kau lupa apa yang sudah dilakukan Kyuhyun dan Changmin selama ini!? Mereka sangat menjagamu! Mereka tak ingin kau terluka! Tapi kau malah ingin mengorbankan dirimu pada Choi Minho! Apa kau tidak bisa menghargai usaha mereka berdua!?

Aku tahu, saat ini lehermu pasti sakit sekali. Kau berusaha terlihat kuat dan dingin, tapi sebenarnya aku menahannya sekuat tenaga kan!? Sebenarnya, bukan saat ini saja. Tapi jauh sebelum ini, sejak aku datang, kau telah membuang perasaanmu, kan, Seohyun!?”  ucap Victoria menggebu-gebu.

“Apa maksudmu?” Tanya Seohyun heran.

“kau ingin menjaga perasaanku, makanya kau berusaha untuk tidak mencintai Kyuhyun. Sejak saat itulah kau membuang perasaanmu.”

“jangan sok tahu…” Seohyun ingin memalingkan wajahnya namun terkejut ketika melihat ekspresi Victoria.

“sampai kapan kau akan menahan rasa sakit yang ada di dalam hatimu? Sampai kapan kau akan berhenti membohongi dirimu sendiri? Sampai kapan kau akan berhenti membuang perasaanmu?” Tanya Victoria sambil menatap Seohyun iba.

“katakan Seohyun! Katakan semua yang kau rasakan! Jangan menyembunyikannya! Jangan membuangnya! Katakan jika kau merasa sakit! Katakan jika kau sedih! Katakan jika kau marah! Katakan jika kau mencintainya! Jadilah dirimu sendiri! Itu yang kami inginkan darimu Seohyun! Itu yang kuinginkan darimu.” Ucap Victoria sambil memeluk Seohyun.

Seohyun tak bisa berkata-kata. Dinding di hatinya seperti hancur setelah mendengar perkataan Victoria. Apalagi setelah Victoria memeluknya.  Kyuhyun dan Changmin tersenyum lega. Tak lama kemudian Seohyun menangis. Dia menangis keras sekali. Akhirnya dia balas memeluk Victoria. Masalah mereka pun terselesaikan.

Namun mereka sadar, masih ada masalah yang lebih besar yang harus diatasi. Kyuhyun, Changmin, Victoria dan Seohyun menatap Minho tajam.

“sebenarnya apa yang ingin kau lakukan pada Seohyun?” Tanya Kyuhyun.

“jika kalian punya misi, aku juga punya. Jika kalian punya orang yang dicintai, aku juga punya. Karena aku punya hati.” Jawab Minho ‘melenceng’

“kau ingin mengambil nyawanya?” Tanya Changmin.

“karena aku juga punya hati. Sebenarnya aku tidak ingin. Tapi karena aku punya orang yang dicintai, aku harus melakukannya.” Jawab Minho lagi-lagi ‘melenceng’

Keempatnya bingung apa maksud perkataan Minho sejak tadi.

“begini saja, kita buat permainan. Aku sendiri melawan kalian bereempat.” Usul Minho. “jadi begini peraturannya. Aku, akan berusaha untuk membunuh Seohyun, sementara itu kalian, berusaha untuk membunuhku sekaligus juga menjaga Seohyun. Gampang kan?”

“kami tidak bilang ingin membunuhmu.”

“yakin? Aku tidak akan segan-segan membunuh Seohyun, Loh.” Minho tersenyum sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil.

“kami sebisa mungkin berusaha untuk tidak membunuhmu.” Kata Kyuhyun serius.

Minho mengangkat bahu. “terserah kalian saja. Yang jelas inti dari permainan ini adalah, siapa yang berhasil bertahan hidup antara aku atau Seohyun, dialah pemenangnya. Permainan dimulai,” setelah berkata begitu Minho menghilang.

Kyuhyun, Changmin, Victoria dan Seohyun menjadi kalang kabut di buatnya. Mereka bertiga mengelilingi Seohyun sambil mencoba menebak darimana Minho akan muncul.

“Peek a Boo!” tiba-tiba Minho sudah berada di belakang Seohyun dengan pisaunya di leher Seohyun.

Kyuhyun Changmin dan Victoria terkejut dan berbalik. Mereka sudah takut kalau Seohyun akan langsung dibunuh. Tanpa disangka, Minho menjauhkan pisaunya dari leher Seohyun dan menghilang. Kemudian dia muncul lagi beberapa meter dari mereka.

“bercanda. Permainan ini tidak akan menarik kalau selesai secepat itu.” Kata Minho santai.

“kau serius bilang begitu? Padahal tadi kesempatan emasmu, lho.” Canda Changmin.

“tenang saja. Aku bisa muncul dimanapun dan kalian akan kaget.”

“sebenarnya, apa yang kalian lakukan sih, daritadi?” tiba-tiba Sooyoung sudah muncul di sebelah Minho.

Kemunculan Sooyoung membuat Kyuhyun dkk tambah berjaga-jaga.

“Oh, kebetulan ada Sooyoung, dia boleh kan membantuku? Jadinya 4 lawan 2, masih keuntungan untuk kalian kan?”

“sesukamu saja.”

“baiklah, kau tidak keberatan kan, Sooyoung?” Tanya Minho.

“boleh saja. Toh, sejak tadi aku sudah melihat drama menarik, dan sekarang aku akan beracting di film action.”

“Oke. Tunggu sebentar, aku akan berdiskusi dengan Sooyoung.” Ucap Minho kemudian dia berbisik pada Sooyoung. Sooyoung terlihat kaget. Tetapi kemudian dia tersenyum.

“Baiklah, permainan dimulai!”

“aku akan hadapi Sooyoung,” kata Changmin. Sooyoung menatapnya heran sambil bergerak duduk di kursi yang ada disitu.

“apa yang kau lakukan? Kau tidak membantu Minho?” Tanya Victoria heran.

“Kau tidak mengerti? Ini namanya, Taktik.” Minho tersenyum jahil. Kemudian dia menghilang.

Kyuhyun dkk kembali waspada. Tiba-tiba muncul besetan di tangan Kyuhyun.  darah segar mengalir dari besetan itu. Terdengar suara tawa Minho. Kemudian, besetan-besetan itu muncul di tubuh Kyuhyun, Changmin dan Victoria berkali-kali. Tawa Minho tak berhenti.

‘apa sebenarnya rencana mereka? Apa yang akan Sooyoung lakukan? Kenapa sampai saat ini dia hanya duduk dan menonton?’ Changmin terheran-heran. “Ah!” tiba-tiba dia terjatuh. Darah mengalir dari kakinya. Minho yang memberikan itu.

“Changmin!”

“aku baik-baik saja. Jaga Seohyun!” suruh Changmin ambil berusaha menahan rasa sakitnya.

Tiba-tiba Kyuhyun terlempar ke ujung ruangan.

“Kyuhyun!”

Minho muncul dan bilang “rasakan ultra lighting Kick, Ku! Wahahahahah!” kemudian dia menghilang lagi, dan akhirnya kembali muncul di belakang Seohyun. Minho mendorong Victoria hingga dia terlempar. Lalu dia memeluk leher Seohyun dan menodongkan pisau di punggung Seohyun.

“Minho, Hentikan!” Kyuhyun berteriak berusaha untuk mencegah Minho. Minho tersenyum miring dan tak menghiraukan ucapan Kyuhyun. “aku tidak akan memaafkanmu kalau kau membunuhnya!”

“maaf, ya, Seohyun.” Bisiknya pada Seohyun kemudian menancapkan pisaunya di punggung kiri Seohyun. Tepatnya jantungnya. Seohyun langsung ambruk setelah Minho mencabut pisaunya.

Ruangan itu hening seketika.

Minho mengangkat tangannya yang berlumuran darah dan berkata, “aku pemenangnya, apa yang akan kau lakukan sebagai bukti bahwa kau tidak akan memaafkanku?”

“AAAAAAAAAAA!!!!” Kyuhyun mengambil pedang yang ada di dekatnya. Pedang itu adalah pedang pajangan, yang terbuat dari besi asli dan tajam. Kyuhyun berlari ke arah Minho sambil menodongkan pedang itu. Minho tersenyum dan menutup matanya.

“KYUHYUN JANGAAN!!!” seru Victoria.

Terlambat. Pedang itu sudah tertancap di jantung Minho.

To Be Continued…

6 thoughts on “EVIL DEVIL [Chapter 20]

  1. Kadang” lucu sekali baca ff ini..
    Berasa seperti nonton drama,film action dan komedi sekaligus..
    Hhahhaha…
    Tapi tetep selalu buat dag dig dug

  2. Keren…siplah
    tapi perasaan gak enak nih…
    sooyoung punya kekuatan membuat orang halusinasi kan…jangan2 dia membuat kyu berhalusinasi kalau kyu melihat minho membunuh seo padahal tidak…sedangkan kyu menusuk jantung minho dengan pedang padahal yg dia tusuk adalah seohyun….
    oh tidakkkkk….aduh pemikiran apa ini jadi melenceng gini…
    ayo thor segera post part berikutnya…jadi aq gak berimajinasi yg nggak-nggak…jadi deg degan nih

  3. walapun masih rada kesel sm ahjumma dan ahjussi itu tp konflik ini lbh menegangkan🙂
    yah seo jangan meninggal dong padahal udah tinggal happy end itu mahhh…. next baca part enddd semoga happy end untuk seokyu *berdoabrgseommadankyuappa*

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s