I’m Lucky

edit34

Author : Dian Senja

Genre   : Romance

Length  : Drabble

Cast       : Yesung (SJ)

Yuri (SNSD) dll.

Cover    : Chokyunie

Annyeong readers, aku author baru di sini… salam kenal. Aku bawa ff yeyul nih sebagai ff debut aku di TSG ini. FF ini aku udah post di WP pribadi aku. Mohon saran dan kritiknya ya.. maaf cuma bisa bawa drabble..

nah, sekarang aku mau post ff yeyul dulu, dalam rangka ultahnya mba yuyu *telat banget* dan kangen juga sama mas yeye. #plak! btw itu panggilan kesayangan aku buat yeyul couple (mas yeye n mba yuyu) hihi :D

no bash, no plagiat, its just fanfiction, sorry for typo and don’t forget give your comment. ok?


========================================================================================

Gadis itu sedang menatap benda yang tergantung di tembok kamarnya, kertas yang memiliki 12 lembar. Ia mengehembuskan nafasnya sambil mendesah kecil, guratan kekecewaan terlukis di wajah cantiknya.Ini hari spesial untuknya, bahkan sehari sebelumnya sudah banyak yang membanjirinya dengan ucapan selamat dari mereka yang memiliki tempat-tempat istimewa di hatinya. Tak hanya bentuk ucapan lisan, bahkan banyak orang yang menyayanginya tak segan-segan mengeluarkan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk membuatnya terkesan atas berbagai bentuk ucapan untuknya. video, banner, dsb khusus untuk di hari yang paling membahagiakan bagi gadis itu.

“Eonni, kenapa eonni murung?” Kata seseorang yang melihat gadis itu masih setia berdiri menatap kalender yang ada di depannya.

“Ah sejak kapan kau di situ Yoona-ya?” Gadis itu tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dongsaeng cantiknya itu.

“Yak! Yuri eonni, kau belum menjawabku. Kau terlihat murung, kau seharusnya bahagia. Ini hari ulang tahunmu.” Yoona pun duduk di pinggir kasur dan Yuri pun mengikuti apa yang Yoona lakukan.

“Siapa bilang aku tidak bahagia? Aku sangat bahagia.” Yuri menunjukan wajah antusiasnya di depan yoona.

“Kau bohong eonni, dari tadi aku perhatikan kau murung di depan kalender itu.” Satu suara lembut lagi yang datang membuat Yuri menoleh ke arah pintu, di sana sang adik berjalan menuju arah dirinya dan mendudukan diri di sampingnya. Jadilah mereka bertiga duduk bersama di kasur putih itu.

“Yak! Seohyun Yoona jadi dari tadi kalian mengintipku? Aissshh kalian ini!” Emosi Yuri tersulut gara-gara dua adik bungsunya ini ternyata memperhatikan gerak-geriknya tadi.

“Karena kita sayang Yuri eonnii…” teriak Seohyun dan Yoona bersamaan sambil memeluk tubuh Yuri yang berada di tengah. Hal ini membuat wajah Yuri menampilkan senyum indahnya. Setidaknya, mereka membuat Yuri sejenak melupakan penyebab murungnya.

“Eonni, ayo kita makan malam. Sooyoung eonni dan Hyoyeon eonni sudah membeli banyak makanan untuk pesta eonni.”

“Ayo!” sahut Yuri bersemangat

========================================================

“Saengil chuka hamnida.. Kwon Yuri!!!!” Teriak ke delapan gadis itu.

“Terima kasih, kalian benar-benar membuatku terharu..”

“Yak! kau cepat tiup lilinnya. kami sudah lapar.”

“Yul jangan lupa make a wish”

“1…2..3…”

“Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan dia baik-baik di sana”

huuuufftt….. lilin-lilin itu padam dan disambut dengan riuhan tepuk tangan gadis-gadis cantik itu.

“Ayo kita makan.”

=========================================================

Yuri membuka pintu kamarnya, ia terkejut dengan keadaan sepi di dormnya itu. Saat menghampiri ruang tengah ia melihat seorang pria yang sedang memainkan ponselnya.

“Selamat pagi, oppa.”

“Selamat pagi Yul, kau baru bangun?”

“Iya oppa.”

“Ah sayang sekali, kau bangun di saat yang lain sudah pergi.” Pria itu mengeluarkan kekehannya

“Aku juga tidak tahu, bukankah hari ini kami tidak ada jadwal?” Yuri masih setia berdiri sambil berbincang dengan pria yang duduk di sofa. Tampak sosok si bungsu yang sudah terlihat rapi.

“Seohyun-ah kau mau kemana?”

“Ah eonni, hari ini aku dan Kyuhyun oppa akan berkencan. Oya semuanya punya acara masing-masing jadi mereka sudah pergi dari tadi pagi. Ayo Oppa kita berangkat. Bye Eonni.”

Seohyun pun menghampiri pintu keluar diikuti pria tadi yang merupakan Kyuhyun Super Junior.

“Ayo Hyunnie, Yul kami pergi dulu ya!”

“Hati-hati di jalan!”

“Hmmmm semuanya sudah pergi, hanya aku di dorm. melihat Seohyun dan Kyuhyun oppa berkencan membuatku iri, seandainya saja ia ada di sini mungkin ulang tahunku kemarin tambah berkesan dan hari ini kami bisa merayakan berdua.” Gumam yuri

“Sebaiknya aku mandi saja lalu berjalan-jalan keluar.”

========================================================

Ulang tahun Yuri bertepatan dengan musim yang semakin dingin. Bahkan bulan ini juga akan turun salju. Siang ini, Yuri berjalan sendiri menyusuri setiap lekuk ibu kota Korea Selatan itu. Tentu saja dengan penampilannya yang jauh dari kesan keglamoran seorang bintang Hallyu, cukup celana jeans dan baju yang berlapis mantel hangat serta syal tebal membuatnya terlihat santai. Wajah eksotisnya pun dibiarkan alami tanpa sentuhan riasan yang biasa ia pakai saat tampil di atas panggung.

Kaki indahnya tak merasa lelah, mungkin ini karena hatinya sedang penuh dengan berbagai perasaan hingga tak sadar ia sudah melangkah sangat jauh dari dormnya. Langkahnya terhenti ketika sebuah bangunan yang indah di antara jejeran pertokoan itu menarik perhatiannya. Ya kafe ini selalu ramai setiap harinya, entah untuk sekedar mengisi perut atau untuk melihat wajah dari si pemiliknya tapi untuk hari ini sepertinya banyak orang yang enggan datang ke sini, selain pemiliknya tidak ada dan juga hari ini sangat dingin, apalagi ini menjelang sore.

“Yuri-ya.. apa kabar? lama kau tak berkunjung ke sini.” Seorang pria dengan wajah imut itu menghampiri Yuri yang baru saja menapakan kakinya setelah ia membuka pintu.

“Kabarku baik, ah maafkan aku oppa, aku jarang ke sini jadwal SNSD sangat padat. Kalau oppa sendiri?”

“Aku baik, duduklah. Oppa akan membuatkan cappucino hangat untukmu.”

“Terima kasih oppa.”

Yuri tak mengikuti perintah pria itu, ia justru berkeliling-keliling melihat desain kafe itu. Mumpung sepi, pikirnya. Karena Yuri tak mungkin setiap hari datang ke sini selain kesibukannya dan juga banyak orang yang datang ke sini. Yuri khawatir dengan reaksi orang-orang itu.

“Semenjak Jongwoon hyung tidak ada, tempat ini tidak seramai dulu. hanya ada beberapa orang saja yang ke sini. sekedar minum atau makan atau ada yang bertanya tentang kabar kami.”

“Hmmm penggemar Yesung oppa sangat mencintainya, ketika Yesung oppa tidak ada mereka masih tetap memperhatikan kau, Eommonim dan Abeoji.”

“Ya begitulah, Yul ini minumlah.”

Yuri berjalan menghampiri pria itu dan duduk berhadapan dengannya di salah satu meja.

“Terima kasih Jongjin oppa,” Yuri menyuguhkan senyum manisnya kepada adik kandung kekasihnya itu.

“Ah kudengar kau kemarin ulang tahun? selamat ulang tahun Yuri semoga kau dan member SNSD selalu sukses.”

“iya benar, Terima kasih oppa. oh iya, aku tidak melihat eommonim dan abeoji?”

“Eomma dan Appa sedang keluar. mungkin sedang berbelanja.”

Yuri dan Jongjin berbincang-bincang di dalam kafe, mereka memiliki kerinduan yang sama pada sang pemilik kafe ini, Yesung. hingga jam berdentang yang menandakan pukul 6 sore. Yuri kemudian pamit pada Jongjin. Ia ingin sampai ke dormnya sebelum larut malam.

“Oppa, terima kasih atas waktumu dan cappucinonya. Berapa ini?”

“Tidak usah Yul, hyung akan memukulku kalau tau kau membayar minuman ini” Yuri hanya tersenyum mendengar candaan Jongjin.

“Yul,  jangan sedih ya, hyung pasti tak ingin kau bersedih karena memikirkannya. tenanglah aku, eomma dan appa akan selalu ada untukmu.” Jongjin kemudian memeluk Yuri dengan hangat sekedar ingin membuat Yuri tidak terlarut dalam kesedihannya.

“Iya Oppa, sekali lagi terima kasih. kau sudah mau mendengarkan ceritaku. salam untuk Eommonim dan Abeoji.”

“Ya Yul, hati-hati di jalan.”

============================================================

Yuri sebenarnya ingin langsung pulang ke dorm, tapi sepasang kakinya mengajak untuk berdiam diri di sebuah taman yang tidak terlalu ramai. Ia duduk di sebuah bangku yang menghadap ke sebuah kolam kecil. Ia kembali memikirkan kekasihnya. Siapa sangka gadis yang termasuk main dancer di SNSD ini juga memiliki sifat tertutup untuk hal pribadinya, ia selalu menampilkan hal-hal yang lucu ketika berada di depan publik dan siapa yang tahu, ia sebenarnya sangat merindukan belahan jiwanya. Ini sudah terhitung setahun lebih ia tak bersama kekasihnya.

Publik pun tak banyak yang mengira bahwa si pemilik tubuh indah di grupnya mempunyai kisah asmara dengan si pemilik suara emas dari grup seniornya,Yesung super junior.

Yuri tersenyum, di saat anggota SNSD yang lain dengan anggota Super Junior mendapat banyak opini-opini dari penggemar ataupun netizen tentang kedekatan member diantara dua grup itu. Sedangkan ia dengan pria yang terkenal dengan “keunikan”nya itu tidak tercium sama sekali oleh penggemar, netizen, ataupun media. Ia dan Yesung sama-sama memiliki sifat unik tapi mereka justru sangat jago dalam hal menyembunyikan kisah cintanya. Orang-orang hanya mengira ia berpacaran dengan siapa dan Yesung menjalin asmara dengan yang lain.

Ia kembali merasa lucu ketika yesung selalu mengerjainya dengan failed High 5. Tetapi tidak ada media yang menggembar-gemborkan moment itu, padahal dengan jelas setiap moment itu tertangkap kamera. Berbeda kasusnya ketika Siwon memeluk Sooyoung dalam acara GDA atau Donghae dan Jessica yang terungkap foto masa lalu mereka berdua atau duet Seohyun Kyuhyun atau skandal sepasang leader Leeteuk dan Taeyeon. Hingga membuat mereka semua harus berhati-hati dengan sorotan kamera media maupun kamera fans.

Yuri bersyukur ia dan Yesung tak perlu khawatir seperti rekan-rekan mereka sekalipun mereka satu panggung. Karena toh publik tak ada yang menyadarinya. Bagi Yuri, sosok Yesung merupakan sosok yang lembut, selembut suaranya. Memang yesung bukanlah sosok yang suka mengumbar keromantisan lewat kata-kata tetapi sorotan teduh dan tajam dari sepasang mata kecilnya mampu membuatnya merasa terlindungi.

Air mata Yuri tiba-tiba mengalir saat kepingan-kepingan puzzle kenangannya tersusun membentuk gambar sempurna dalam ingatannya.

Gambar itu menyatu dan menampilkan sosok Yesung. Kedua tangan yuri bergerak menghapus air matanya di saat sosok yang tercipta di benaknya hadir di depan kedua bola matanya yang masih tergenang butiran air mata. Ia tak yakin dengan apa yang ia lihat, saat akan mengusap butiran-butiran itu sudah ada tangan yang mencapai sisi wajahnya. Kedua tangan itu dengan lembut menghapus air mata Yuri yang akan keluar.

“Yul, maafkan aku.” Pria itu menggunakan kedua tangannya  untuk mendekap Yuri. yuri tidak menjawab permintaan maaf itu, ia merasa bahagia, pria itu kini hadir dan ia sekarang berada dipelukannya.

“Yesung oppaa…….hiks…hiks…”

“Jangan menangis sayang, aku sudah ada di sini.”

Pelukan itu terlepas, Yuri memandangi wajah Yesung yang berbeda saat terakhir ia temui, wajahnya lebih tegas dan gagah. walaupun wajah baby face prianya itu tetap ada. kadang Yuri heran dengan Yesung, usia dan wajahnya tidak sama.

Yuri memegangi wajah yesung dengan kedua tangannya yang terasa dingin.

“Oppa, kenapa kau tahu aku ada di sini?”

“Sayang, bukan Yesung namanya kalau tidak tahu keberadaan kekasihnya.”

“Yak Oppa! kau menakutiku. tiba-tiba kau ada di depanku.”

“Berarti kau sedang memikirkanku ya?”

tangan Yuri terlepas dari wajah Yesung, Yuri kemudian menggenggam tangan Yesung yang sama-sama terasa dingin.

“Aku memikirkanmu karena kau satu-satunya orang yang belum mengucapkan selamat ulang tahun, kupikir kau lupa.”

“Aku tidak mungkin lupa sayang.”

“Tapi bagaimana bisa kau ada di sini?”

“Aku meminta izin pada komandanku untuk keluar sebentar dari base camp. aku di beri izin sampai pukul 11 nanti.” Yuri melirik jam yang ada dipergelangannya,

‘masih pukul 8, setidaknya ada waktu kurang lebih 2 jam untuk menghabiskan waktu dengannya.’ gumam Yuri

“Kau melamun?”

“Ah.. iya, lalu kenapa kau tau aku di sini?”

“Sebelum ke sini, aku mampir ke kafeku dulu dan Jongjin menceritakan kalau kau baru saja dari kafe, tadinya aku akan ke dorm SNSD, tapi firasatku ingin melewati taman ini dan aku melihatmu.”

“Begitukah? Jadi karena firasat ya?”

“Ya sayang, apa kau ingin pergi atau makan sesuatu?”

“Hmmm, aku ingin di sini saja bersamamu oppa, aku hanya ingin kita menghabiskan waktu berdua di sini.”

“Kau tidak bosan? hanya di sini saja.”

“Tidak, asal kau terus di sampingku.” Senyum Yuri tercipta dan perlahan matanya tertutup saat wajah Yesung mendekati wajahnya.

CHU..bibir mereka menyatu mengalirkan kerinduan cukup lama kedua bibir itu terpagut. Yesung berinisiatif melepaskannya dulu dan menunjukkan sebuah kalung berliontin Y.

“Selamat ulang tahun sayang, aku adalah orang yang beruntung karena bisa selalu disampingmu. Jangan sedih ketika aku tidak ada. Percayalah suatu saat kita akan bersama lagi. Saranghae Yuri-ya.”

“Terima kasih oppa, aku juga beruntung menjadi sosok wanita yang ada di sampingmu. Biarlah kita terpisah sejenak dan itu tidak akan lama, aku akan setia menunggumu sampai kewajiban pengabdianmu pada negara selesai. Sarangahae oppa.”

-FIN-

hahaha, garing ya? datar ya? aku emang lagi ga pengen pake konflik, maaf kalau tidak memuaskan *bow*

14 thoughts on “I’m Lucky

  1. Kekkkkk
    satu kat “lembut”
    cieeee bhasanya makin rapih yah..dan ada apa di sana? Owhh ada SKM kiiiwwww :-*

    ga trlalu datar ko, justru aku merasa berada di musim semi ketika ingat bang ecung lg ga ada aku ikut kangen TT____TT

    apa yah, aku ga jago masalah ngeritik, krn aku juga masih perlu di kritik/plak

    ok dah say semangat buat nulis epepnya
    di tunggu karya selanjutnya
    SEMANGAT ^^

  2. Kereen aduh feelnya dapet nih kerasa banget dah
    kangen banget sama yulsung ff hihiw udah lama gak baca wakwakwak terimakasih author sudah mengurangi kerinduanku hihihihi ditunggu karyamu yang lain neeee

  3. Sweet bgt Ъќ>:/ datar kok. Cukupan….baca ff ini mewakili para clouds. Yang ϑϊ tinggal yesung oppa
    Bikin ff yeyul ĻàԍĨ Ϋªª..

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s