Saranghae chap 9

Judul : Saranghae

Author : Choi Yoo Rin

Cast : Cho Kyuhyun, Cho Jonghyun, Seo Joohyun, Im Yoona, Lee Donghae etc.

Genre : fantasy, romance, sad

Length : chapter

Disclaimer : ide cerita murni milik author, castnya author hanya meminjam selebihnya mereka milik Tuhan, orang tua dan agensi mereka.

 

Happy reading J

Sorry for typo😀

 

*****

Seohyun melangkahkan kakinya gontai menuju kantor pagi ini. Gadis itu baru saja turun dari bus yang ia naiki. Sedari tadi ia menahan air di pelupuk matanya yang semakin lama semakin menggenang, memaksa untuk keluar. Seohyun berhenti di depan sebuah taman. Ia melangkahkan kakinya untuk duduk di salah satu bangku yang ada di sana. Gadis yang kini berusia 22 tahun itu menghempaskan kasar tubuhnya pada kursi di sana. Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya berhasil keluar, mengalir tanpa bisa ia tahan di kedua pipi chubbynya. Ingin sekali ia memutar waktu. Memang penyesalan selalu datang belakangan.

Flashback On

Seohyun diam terpaku melihat Jonghyun yang mendatanginya. Keinginannya terkabul untuk bisa bertemu namja itu malam ini.

“Jonghyun-ssi…” Jonghyun tersenyum manis padanya. senyuman yang selalu namja itu tunjukkan pada Seohyun dulu, dulu sebelum Seohyun kecelakaan. Saat mereka masih berteman, saat Jonghyun masih sering mengunjunginya serta menemaninya kemanapun gadis itu pergi.

Ada rasa rindu yang kini menyelimuti Seohyun saat melihat Jonghyun.

“Annyeong Seohyun-ah.. bagaimana kondisimu?” masih belum berubah. Jonghyun masih sama, mencoba ‘terlihat baik-baik saja’ di hadapannya.

“Jonghyun-ssi, mianhae…” Jonghyun masih tersenyum hangat menatap Seohyun, setelah gadis itu meminta maaf padanya. sungguh, saat ini tak ada yang salah. Tiada seorang pun yang bisa di persalahkan.

“Aniyo,,, jangan pernah menyalahkan dirimu. Dalam hal ini tak ada yang salah. Aku juga tak mau menyalahkan perasaanku. Aku tak pernah dan tak akan pernah mau menyesal telah menyayangimu Seohyun-ah..”

“Jong-ssi.. apa maksudmu?”

“Kau ingat namja kecil yang pernah menyelamatkanmu dulu saat kau masih kecil?” Seohyun terlihat mengingat sesuatu.

“Akulah namja itu Seohyun-ah.. sejak saat itu aku mengagumimu diam-diam. Hingga aku tau bahwa kau sefakultas dengan adikku. Kau tau? Betapa bahagianya aku setelah tau bahwa Donghae, teman sekampusku adalah kekasih sahabatmu yaitu Yoona. Donghae berjanji akan mengenalkanku padamu, namun…. namun sehari sebelum aku akan dipertemukan denganmu oleh Donghae… kecelakaan menimpaku. Dan yah, seperti inilah aku sekarang.”

“Mengenai aku yang datang dalam mimpimu, itu karena aku ingin bisa mengenalmu lebih dekat. Hingga aku bisa menampakkan wujudku di hadapanmu, dan kita menjadi teman. Sebelum kau kecelakaan. Maafkan aku Seohyun-ah karena telah berbohong padamu. Tapi aku tak akan pernah menyesali perasaanku padamu. Sampai kapanpun, aku akan tetap mencintaimu. Meskipun kita tak mungkin bersama.”

Flashback Off

 

“Sebegitu besarnyakah perasaan cintamu untukku Jong-ssi??!! Apa yang bisa kau banggakan dari yeoja sepertiku?? Hikkss..hikss… maafkan aku Jong-ssi, tak pernah bisa membalas perasaanmu padaku.. mianhae…”

 

*****

Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi hampir saja terjungkang karena kaget melihat siapa yang tengah berdiri, menatapnya dengan tersenyum.

“Jonghyun…”

“Apa kabar Kyu?? Mian mengagetkanmu.. eengg, sebaiknya kau pakailah kaos dulu, baru kita bicara.” Jonghyun melangkah ke balkon kamar saudara kembarnya itu. Kyuhyun terkesiap dari lamunannya, namja itu dengan cepat mengambil kaos dari lemari lantas memakainya. Kyuhyun ikut ke balkon, menghampiri Jonghyun yang tengah memandang pemandangan di hadapannya saat ini.

“Kyu.. aku ingin langsung ke pokok masalahnya.” Jonghyun berbicara masih dengan memandang lurus, tanpa menoleh pada Kyuhyun. Inilah saat yang Kyuhyun nantikan.

“Aku tau ingatan Seohyun telah kembali, aku senang karena aku tak dilupakan lagi olehnya. Namun aku juga sedih karena melihatnya sedih seperti sekarang. Jujur, aku tidak tau gadis itu sedih karena apa.. Kyu, sudah saatnya kau bicara padanya. Bicara yang sejujurnya mengenai semuanya pada Seohyun. Termasuk……..perasaanmu padanya.” Kyuhyun menoleh pada saudara kembarnya itu. Bukan hal aneh lagi jika Jonghyun tau mengenai perasaannya pada gadis yang juga dicintai saudaranya itu.

“Aku ingin benar-benar pergi dengan tenang Kyu… aku senang bila Seohyun bersamamu. Aku yakin kau bisa menjaganya. Dan kurasa juga Seohyun nyaman bersamamu.” Kyuhyun menunduk. Namja itu saat ini merasa bersalah dan tak enak pada Jonghyun.

“Mianhaeyo… karena diriku Seohyun melupakan ingatannya denganmu. Aku….aku juga bingung mengapa semua menjadi seperti ini. Andaikan saja mampu, akan ku hapus perasaanku pada Seohyun.”

“Jangan pernah menyalahkan dirimu karena semua yang telah terjadi. Tak ada yang salah, ini takdir yang harus kita jalani. Dan jangan pernah menyesali perasaanmu terhadap Seohyun. Kami memang tidak ditakdirkan untuk bisa bersama.” Hening menyelimuti mereka. Jonghyun menatap Kyuhyun, masih dengan senyuman yang senantiasa terpatri di wajah pucat namja hantu itu.

“Kau tau Kyu? Aku baru memikirkan ini. Menurutmu mengapa aku bertemu Seohyun?”

“Karena kau mencintainya, dan ingin dekat dengannya.”

“Hhaha, awalnya seperti itu. Tapi setelah ku pikir-pikir, pertemuanku dengannya sudah ada yang mengatur. Tuhan membuatku bisa mengenal Seohyun, namun tak bisa bersamanya. Namun Tuhan telah mentakdirkan Seohyun dengan orang yang bisa ku percaya yaitu kau. Kau tak bisa bertemu dengannya tanpa aku kan? Haha..”

Kyuhyun terdiam, mencerna baik-baik ucapan Jonghyun barusan. Takdir. Benarkah ia ditakdirkan oleh Tuhan untuk bersama Seohyun??

 

*****

Pagi yang cerah, untuk dua sejoli yang yang sedang bersenda gurau di dalam mobil. Hari pertama magang ini Yoona diantar kekasihnya, Donghae.

“Oppa, Seohyun sudah kembali ingatannya.. dia sudah ingat semuanya..” ucap Yoona setelah mereka selesai bercanda..

“Jinjja? Sejak kapan?”

“Kemarin lusa oppa, sepulang dari rumah sakit.. tapi dia masih belum berbicara dengan Kyuhyun-ssi.. ku rasa saat ini Seohyun merasa bimbang akan perasaannya.”

“Bimbang?? Kok bisa?”

“Iyaa… Jonghyun-ssi itu sudah pernah menemuinya dulu sebelum Seohyun hilang ingatan..”

“Aku…semakin tak mengerti chagi”

“Jonghyun-ssi mendatangi Seohyun dalam wujud arwah oppa.. mereka berteman sebelum Seohyun hilang ingatan. Maka dari itu, malam pesta ulang tahunku Seohyun mengejar mobil Kyuhyun karena ingin meminta penjelasan dari Kyuhyun. Awalnya Seohyun tidak tau jika Jonghyun-ssi punya kembaran yang ternyata Kyuhyun.”

“Jinjjayo?? Aigoo aigoo… rasanya seperti mimpi saja.. di jaman sekarang masih ada yang seperti itu.. “ Donghae geleng-geleng kepala, membayangkan penjelasan kekasihnya barusan.

“Ne oppa… aku juga masih belum percaya semuanya… rasanya seperti di dongeng-dongeng saja. Seohyun-ah, Seohyun-ah….”

Sampailah mobil Donghae di depan gedung perkantoran milik ayah Yoona.

“Oppa, kemarin appa bicara sesuatu padaku. Ini mengenai hubungan kita.”Yoona masih belum turun dari mobil kekasihnya itu.

“”Mwo? Hubungan kita? Memang kenapa hubungan kita chagi?” kelihatan sekali raut khawatir di wajah tampan Donghae. Sedangkan Yoona terlihat seperti menahan tawa melihat raut wajah kekasihnya.

“Appa ingin bertemu denganmu.”

“Jinjjayo?? Kapan?”

“Mollaseo. Nanti jika appa sudah menetapkan waktunya, oppa akan kuhubungi kembali.”

“Baiklah. Hah, semoga bukan hal buruk yang akan beliau bicarakan padaku.”

“Ya, semoga. Oke, aku pamit dulu oppa. Tak sopan juga di hari pertama magangku malah terlambat.”

Donghae sempat mencium kening kekasihnya itu sebelum keluar dari mobil miliknya.

 

******

Pagi ini Kyuhyun tidak langsung ke kantornya. Ia telah memberi kabar pada Minho untuk menghandle kantor selama ia belum datang. Ya, Kyuhyun akan menghadiri acara pembukaan butik baru Sooyeon di daerah Gangnam. Acaranya hanya sampai siang, jadi setelah jam istirahat kantor nanti, ia akan langsung meeting dengan beberapa dewan direksi.

“Eomma, kajja kita berangkat.” Ajak Kyuhyun saat melihat eommanya duduk di ruang keluarga.

“Eomma masih menunggu adikmu Kyu. Kau berangkatlah dulu, nanti setelah dari acara Sooyeon kau bisa langsung ke kantor tanpa harus mengantar kami pulang. Mangkanya eomma berinisiatif membawa mobil sendiri dengan Sulli.”

“Apa tidak apa-apa eomma?”

“Apanya yang kenapa-kenapa? Sudah sana berangkatlah dulu.”

“Baiklah eomma, aku berangkat. Annyeong..” Kyuhyun mencium kedua pipi ibunya sebelum pergi.

Kyuhyun segera menuju mobilnya yang ada di halaman rumahnya. Ia segera tancap gas menuju tempat Sooyeon mengadakan acara pembukaan butik barunya. Sebenarnya selain hadir di acara tersebut, ada hal lain yang ingin namja itu katakan pada gadis yang dulu ia sayang. Mengatakan sesuatu, lebih tepatnya mengklarifikasi sesuatu agar tidak ada salah paham antara dirinya dengan Sooyeon.

Kurang lebih 30 menit, sampailah Kyuhyun di daerah Gangnam. Setelah menemukan gedung tempat acara itu berlangsung, Kyuhyun lantas memarkir mobilnya.

“Kyu…” seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Kyuhyun menoleh.

“Tuan Takeshi. Annyeong…” Kyuhyun membungkuk hormat mengetahui siapa yang menyapanya.

“Nado annyeong… ayo masuk bersamaku.” Kyuhyun tercengang mendengar ajakan Tuan Takeshi. Biasanya Tuan Takeshi akan bersikap dingin dan ketus padanya, namun ini?? Kyuhyun tak mau berharap lebih dengan tawaran investasinya dengan orang Jepang ini. Mungkin saat ini mood Tuan Takeshi sedang baik, pikirnya.

“Ne Tuan. Ngomong-ngomong anda datang sendiri? Istri anda tidak ikut?”

“Dia sudah disini sejak kemarin. Aku baru datang tadi pagi.”

“Oh begitu, lalu-“

“Ah ini dia pemilik acaranya. Selamat ya Sooyeon atas pembukaan butik barumu. Semoga bisa cepat berkembang.” Ucapan Kyuhyun tersela karena Tuan Takeshi melihat Sooyeon dan menghampirinya.

“Ne ahjussi. Kamsahamnida sudah menyempatkan diri hadir. Saya tau betul bagaimana sibuknya anda di Jepang.”

“Haha, kau ini bisa saja. Oh ya ayahmu dimana?”

“Ayah bersama ibu dan istri anda di sana.” Sooyeon menunjuk beberapa orang yang tengah berbincang.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan menyusul mereka. Mari Kyuhyun-ssi.”

“Ne Tuan, silahkan.” Setelah Tuan Takeshi benar-benar menjauh, suasana antara Kyuhyun dan Sooyeon begitu canggung.

“Ehm, Sooyeon-ah chukkae untuk pembukaan butikmu. Akhirnya kau bisa mewujudkan impianmu untuk membuka butik disini.”

“Ne, gomawo oppa. Aku sangat senang bisa mewujudkan impianku itu. Meski tak semua impianku bisa terwujud, setidaknya ada yang bisa ku wujudkan.” Kyuhyun hanya diam. Ia tau kemana arah bicara yeoja itu.

“Oya, memangnya hari ini oppa tidak ke kantor?”

“Aku libur sampai siang. Hehe, sekali-sekali tak masalah kan?”

“Oppa, kau ini. Emmm sepertinya aku harus meninggalkan oppa sendiri dulu. Acaranya sudah dimulai, aku akan ke depan dulu oppa.”

“Ne, gwaenchana.”

 

******

Seohyun baru saja sampai di kantor. Pukul 09.00 KST. Artinya gadis itu telat satu jam dari jam kantor. Hari ini memang hari terakhirnya magang di kantor Kyuhyun. Meskipun ia merasa lega karena tak akan berurusan lagi dengan namja itu, namun hati kecilnya sebenarnya berat untuk jauh dari namja yang diam-diam telah berhasil mencuri hatinya. Setelah meletakkan tas di meja kerjanya, Seohyun memutuskan untuk langsung menemui Kyuhyun di ruangannya.

Seohyun mengetuk pintu ruangan Kyuhyun, namun beberapa kali ia mencoba tak ada jawaban dari dalam. Karena penasaran, ia pun langsung membuka pintu itu. Kosong. Ia tak mendapati Kyuhyun di ruangannya. Meja kerja Kyuhyun juga masih rapi tanpa ada kertas berserakan yang artinya namja itu belum datang ke kantor.

“Tidak biasanya.” Gumam Seohyun. Ia lantas menuju ke ruangan manager Choi.

“Seohyun-ssi, sepertinya anda terburu-buru?”

“Ne manager, saya baru saja akan ke ruangan anda.”

“Ke ruangan saya? Ada yang bisa saya bantu?”

“Saya ingin menyerahkan surat selesai magang saya ini manager. Sebenarnya saya ingin menyerahkannya langsung pada sajangnim, namun beliau belum datang.”

“Oh, ia saya lupa. Sajangnim ijin sampai istirahat siang nanti. Dia sekarang sedang menghadiri acara pembukaan butik Sooyeon.”

“Begitu ya. Baiklah kalau begitu.” Ada rasa kecewa yang kini menyelimuti Seohyun. Entahlah kecewa karena apa.

“Seohyun-ssi, sebaiknya anda berikan langsung pada sajangnim setelah rapat dengan para dewan direksi nanti.”

“Saya masih harus ikut di rapat nanti?”

“Sepertinya begitu. Mengingat rapat nanti sangat penting untuk menentukan kelangsungan Cho Grup.”

“Baiklah manager. Kalau begitu saya permisi dulu. Annyeong.”

*****

Yoona sedang sibuk memilah-milah berkas-berkas yang bertumpuk di meja kerjanya. Ia tau ini ulah dari sang ayah yang sengaja memberinya banyak pekerjaan di hari pertama magang ini. Namun ia tak goyah, ia tetap bersemangat tanpa mengeluh untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kedua mata sipit Yoona melebar setelah membaca salah satu dokumen. Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung menuju ruangan ayahnya.

“Sekretaris Kim, ayah ada di dalam?”

“Oh ne nona. Sajangnim baru saja kembali dari pertemuannya dengan beberapa klien. Apakah anda ingin bertemu dengan beliau?”

“Ne. Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Baiklah. Tunggu sebentar.” Yoona menunggu sekretaris ayahnya itu meminta ijin pada ayahnya untuk ia bisa bertemu. Meskipun ia adalah putri dari pemilik perusahaan ini namun Yoona sangat menghargai sikap profesional yang dinomorsatukan di perusahaan tersebut tanpa pandang bulu.

“Anda bisa masuk sekarang nona.”

“Ne, gomawo.”

 

“Ayah tau apa tujuanmu menemui ayah. Memang ayah sengaja meletakkan dokumen itu untuk kau periksa.”

“Lalu? Apa yang ayah harapkan dariku setelah tau jika dokumen ini dari Cho Grup yang menawarkan kerja sama investasi dengan perusahaan ini?”

“Ayah tau kau mengenal baik dengan Presiden Direktur Cho Grup yang sekarang. Yah, bisa dibilang sedang mencoba menguji mu. Ayah dengar, perusahaan itu sedang mengalami krisis.”

“Bagaimana mungkin aku bisa mempromosikan perusahaan yang aku belum tau seluk beluknya meskipun itu milik temanku sendiri ayah? Ya semua ini terserah ayah. Yang aku tau hanya satu, Cho Kyuhyun itu adalah pemimpin yang bertanggung jawab, pintar. Bukan setauku sih, itu menurut salah satu karyawannya. Ayah tau kan Seohyun? Dia magang disana.”

“Jinjja? Emm…. baiklah kalau begitu. Kau boleh kembali ke ruanganmu.”

“Aku harap ayah bisa mempertimbangkannya.”

Setelah Yoona keluar dari ruangan Tn. Im, beliau memanggil sekretarisnya.

“Ne sajangnim, ada yang bisa saya bantu?”

“Hubungi pihak Cho Grup, buat janji dengan mereka. Aku ingin bertemu mereka sebelum jam makan siang ini.”

“Baik sajangnim.”

 

*****

 

Kyuhyun sedang duduk berdua dengan Sooyeon di acara pembukaan butik baru yeoja itu. Inilah waktu yang Kyuhyun rasa tepat untuk menjelaskan semuanya pada Sooyeon agar hubungan keduanya tidak kaku lagi.

“Sooyeon-ah-“

“Oppa-“

Mereka kembali terdiam setelah tak sengaja memanggil satu sama lain bersamaan.

“Kau duluan saja.”

“Aniya, oppa dulu saja. Sepertinya lebih penting yang akan oppa katakan karena aku merasa oppa sudah menahannya sejak awal pesta tadi.”

“Sooyeon-ah, akuu…. aku ingin menjelaskan sesuatu padamu. Aku tidak ingin kau salah paham saja. Aku merasa hubungan kita akhir-akhir ini sedikit kaku. Kau tidak seperti Sooyeon yang ku kenal dulu.”

“Aku kira oppa tak menyadarinya. Mianhae oppa jika membuatmu tak nyaman.”

“Tidak, tidak. Bukan begitu. Aku tidak menyalahkanmu. Dalam hal ini mungkin lebih tepat jika menyalahkan semua padaku. Ya, aku yang salah. Harusnya aku bisa mempertegas hubungan kita. Mianhae Sooyeon-ah. Memang benar dulu aku pernah memiliki rasa padamu. Itu dulu sebelum kau melanjutkan study ke Paris.” Sooyeon menatap Kyuhyun intens.

“Namun setelah aku tau jika kau juga menyimpan rasa untuk Jonghyun, saat itu juga aku telah bersumpah untuk menghapus perasaanku padamu dan belajar ikhlas menerima semuanya.”

“Oppa….”

“Aku tidak marah padamu maupun Jonghyun. Aku sayang kalian. Sejak itu aku sudah menganggapmu saudaraku sendiri Sooyeon-ah. Saudara yang harus ku jaga, ku lindungi. Dan maaf….. maaf, kini aku tak bisa membalas perasaanmu yang telah tumbuh untukku. Sudah ada gadis lain yang berhasil menggantikan posisimu yang dulu di hatiku. Mianhaeyo… kau boleh membenciku.”

“Hiikkss…..hiikksss….. oppa mianhae….jeongmal mianhaeyo…”

“Aniyo, aku tak menyalahkanmu dan jebal… jangan meminta maaf padaku. Uljima Sooyeon-ah, aku tidak tega melihatmu menangis..”

“Baiklah jika memang itu kenyataannya. Aku menerimanya oppa. Semoga kali ini oppa akan bahagia bersama yeoja yang oppa pilih dan oppa sayang.”

 

*****

Yoona sedang makan siang bersama ayahnya serta Donghae. Tn. Im memang hobi memberi kejutan pada putri semata wayangnya itu.

“Tadi ayah telah bertemu Manager Choi dan Seohyun sebagai perwakilan dari Cho Grup untuk membicarakan rencana investasi disana.”

“Jinjja? Ayah jadi berinvestasi di sana?” tanya Yoona antusias.

“Ne, dari penjelasan mereka saja sudah bisa membuat ayah percaya. Asal kau tau saja, biasanya ayah akan langsung mengembalikan proposal permintaan investasi dari perusahaan yang sedang krisis tanpa membacanya.”

“Gomawo appa…”

“Oh ya Donghae-ssi, bagaimana untuk persiapan sidangmu?”

“Sudah 90 % ahjussi. Saya sudah siap dengan sidang besok. Semoga saja semua lancar.”

“Mudah-mudahan. Aku punya sahabat dulu sewaktu kuliah. Dia amat sangat percaya diri menjelang sidangnya. Hingga melupakan satu hal yang kecil sebenarnya. Dan saat di tanyakan oleh salah satu dosen penguji, dia gelagapan.”

“Untuk isi skripsi saya sudah benar-benar pahami karena skripsi itu saya lah yang menyusunnya.”

“Ya, kau benar. Mudah-mudahan kepercayaan dirimu ini tak membuat kau lupa diri.”

“Ayah!!” Yoona menyela ayahnya. Gadis itu sudah geram dengan sikap ayahnya pada sang kekasih.

“Bukannya baik jika kita percaya diri dulu sebelum menghadapi ujian. Jangan putus asa sebelum memulainya. Positif thinking.” Tn. Im terlihat mengulum senyum mendengar penuturan Donghae barusan.

“Kau benar. Lantas setelah wisuda nanti apa rencanamu? Kalau tidak salah orang tuamu bukanlah dari golongan pengusaha kan?”

“Ya, kedua orang tua saya adalah dokter.”

“Mengapa dulu kamu tidak kuliah di kedokteran saja? Meneruskan profesi orang tuamu?”

“Tidak ahjussi. Saya ingin menjadi diri saya sendiri. Lagi pula orang tua tidak memaksa saya harus meneruskan profesi mereka. Ya, rencananya saya akan mencari pekerjaan yang sesuai dengan title sarjana yang saya dapatkan nanti. Selain untuk mencari nafkah, ilmu yang saya dapatkan saat kuliah juga harus teramalkan bukan?”

“Berarti satu tahun lagi kau sudah siap untuk melamar putri ku?”

“Nde???” kaget Donghae. Sedangkan Yoona yang sedang minum sontak tersedak mendengar pertanyaan ayahnya. Donghae yang melihat kekasihnya tersedak segera memberi air putih lagi dan mengusap punggung Yoona.

“I..itu…. ya, saya siap ahjussi.”

“Ayah tapi kan aku belum lulus satu tahun lagi.”

“Kekasihmu saja sanggup masa kamu tetap menolak. Apa kamu tidak mau menikah dengan Donghae?”

“Bukan begitu ayah. Tapi…. aarrghhh. Ayah…….” Yoona memasang tampang memelas pada ayahnya.

“Sudahlah Yoon, aku siap kok jika satu tahun lagi harus menikahimu. Aku siap membiayai sekolahmu nanti.”

Yoona menghembuskan nafas berat. Menatap sebal dua orang namja yang ada di hadapannya itu.

*****

Seohyun baru saja keluar dari ruangan rapat. Dapat ia lihat raut wajah bos nya yang tak lain adalah Kyuhyun menampilkan kelegaan. Seohyun ikut senang karena sekarang Cho Grup sudah kembali stabil. Dan di rapat tadi juga para dewan direksi masih mau memberi kesempatan Kyuhyun untuk membenahi Cho Grup. Itu juga karena Kyuhyun masih bisa mempertahankan para investor agar tidak menarik investasinya dari perusahaan ini. Apalagi ada investor baru yang mau berinvestasi di Cho Grup. Sehingga keputusan Tuan Takeshi nanti bukanlah prioritas utama lagi bagi Kyuhyun.

Seohyun terus menatap Kyuhyun dari belakang. Banyak karyawan yang berjabat tangan dengan namja itu atas keberhasilannya.

Drrtt..ddrrtt…. getar ponselnya membuyarkan lamunannya. Melihat nomor asing yang meneleponnya, membuat kedua alis yeoja itu bertaut.

“Ne, yoboseyo…”

“……………………..”

“Nde?? Memangnya ada perlu apa?”

“………………….”

“Baiklah. Sampai jumpa nanti.” Klik. Seohyun masih menatap layar ponselnya setelah menutup percakapannya dengan seseorang tadi. Hati kecilnya merasa akan ada sesuatu terjadi.

“Seohyun-ssi..”

“Eh, Minho-ssi..”

“Kau ini melamun saja. Kau ditunggu sajangnim di ruangannya. Katanya kau ingin menyerahkan surat selesai magangmu.”

Seohyun menolehkan pandangannya ke sekelilingnya. Memang sudah tidak ada Kyuhyun di sekitarnya saat ini.

“Baiklah, saya akan menemui beliau sekarang. Kamsahamnida Minho-ssi.”

“Ne, cheonmaneyo..”

 

Seohyun langsung menemui Kyuhyun di ruangannya. Rasa gugup kembali menyelimutinya saat hanya berdua di dalam ruangan milik Kyuhyun.

“Kata Minho ada yang ingin kau sampaikan padaku. Duduklah dulu.” Seohyun menurut. Ia duduk berhadapan dengan Kyuhyun, namun tanpa menatap namja itu.”

“Oh ya sebelumnya terimakasih kau sudah mau menemani Minho tadi untuk bertemu Presdir Im. Berkat kalian, beliau mau berinvestasi di perusahaan ini.” Kembali Kyuhyun menyela sebelum Seohyun menjawab pertanyaannya.

“Ne sajangnim. Saya tadi hanya berkata apa yang saya tau mengenai perusahaan ini. Tidak melebihkan apa pun. Kelebihan perusahaan inilah yang berhasil meyakinkan Presdir Im.”

“Kau benar. Ya pokoknya terimakasih banyak.”

“Sajangnim, saya ingin menyerahkan ini.” Seohyun meletakkan sebuah amplop coklat di meja Kyuhyun. Kyuhyun menerima lantas membuka amplop itu dan membaca isinya.

Terdengar helaan nafas dari Kyuhyun.

“Tak terasa sudah 3 bulan kau magang di perusahaan ini. Oke, aku akan segera membuat surat pernyataan perihal kerjamu selama magang hari ini juga. Nanti sebelum pulang kau bisa kembali menemuiku.”

“Ne sajangnim. Kamsahamnida. Kalau begitu saya permisi.”

“Seohyun-ah, tunggu!”

“Nde sajangnim?”

“Apa….apa tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku? Suatu penjelasan?” Seohyun diam. Sejujurnya ia amat sangat ingin mendengar penjelasan dari Kyuhyun mengenai ia dan Jonghyun. Namun Seohyun merasa ini belum waktu yang tepat.

“Animnida sajangnim.”

“Oh begitu. Baiklah, kau boleh keluar.”

 

Seohyun memegang dadanya setelah menutup pintu ruangan Kyuhyun. Air keluar dari kedua sudut matanya.

 

To Be Continued

 

One thought on “Saranghae chap 9

  1. Yeyy akhirnya kyu mngtakan prsaannya trhdp sooeon dngn bgtu lngkah dy tuk dpati seo mkin lnar apalahgi jonghyun dah ngsih restu🙂 Hmm seouni knpa msh mnghindar sih😦 Mkin lma mkin seru crtanya pnsaran bnget ma hbngan seokyu🙂

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s