Blue Eyes

cover yeyul

Author n Cover : Dian Senja

Genre   : Fantasy, Romance

Length  : Oneshoot

Cast       : Yesung (SJ)

Yuri (SNSD) dll.

hallooooo, ketemu lagi di ff abal-abal aku.. kali ini makin geje jalan ceritanya..hehe

aku ga bisa bikin cover yang bagus jadi seadanya aja..hehe *maksa.com aku dah pernah post ff ini di WP pribadi aku jadi jangan kaget ya klo ada yang pernah baca.. *GR bgt aku* Oya, tolong jangan di bash castnya ini hanya FF jadi aku hanya pinjam namanya aja.. aku yakin kok readers semuanya bijak.😀

no bash, no plagiat, its just fanfiction, sorry for typo and don’t forget give your comment. ok?

Selamat menikmati….

 

BRAAKKK

 

“Kau.. kau siapa?” Gebrakan di pintu kaca sehingga terbuka lebar itu membuat seorang gadis terbangun dari tidurnya.

“Yuri.. jangan takut aku ini pangeranmu.” Pria itu muncul dari pintu kaca yang menghubungkan dengan balkon kamar Yuri.

“Pa..pangeran?”

Seorang pria bermata tajam itu mendekat ke arah gadis berusia 25 tahun yang ketakutan, gadis itu membungkus dirinya dengan selimut dan ia duduk merapat ke arah dashboard ranjangnya.

“Jangan mendekat! Aku tidak mengenalmu!” Yuri semakin ketakutan saat pria berjubah hitam dan memakai topeng*bayangin mas yeye yang di cover* itu terus merangkak naik ke ranjang itu dan ia membuka selimut tebal milik sang gadis.

“Kau tahu? aku menunggu waktu ini cukup lama.” Pria berambut lurus itu membelai wajah pucat Yuri, ia duduk di hadapan Yuri. Ia tarik Yuri ke dalam dekapannya.

“Jangan takut, aku ini adalah calon suamimu.” Tangan pria itu menyusuri lekuk wajah Yuri dan berakhir di dagunya, ia gerakan tangannya untuk mengangkat dagu Yuri. Akhirnya tatapan kedua mata Yuri dan pria itu bertemu. Mata tajam milik pria asing itu tiba-tiba berubah menjadi biru. Yuri pun terdiam seolah-olah mata itu membiusnya.

“Ikuti perintahku.” Yuri mengangguk, pikirannya kosong. ia tidak tahu apa yang pria lakukan itu setelahnya.

======

 

“Eungh..”

“Kau sudah bangun sayang?”

“Siapa kau? kenapa masih ada di kamarku?” Suara gadis itu bergetar ketika pria itu masih ada di sampingnya dan ia tersadar bahwa pria itu ternyata ikut tidur di atas ranjangnya semalam.

“Pergilah!”

“Kau mengusirku? lihatlah dirimu sebelum kau mengusirku.” Suara lembut pria itu membuat Yuri melihat dirinya.

“A..Apa..Apa yang kau lakukan padaku? Kau…” Yuri tergagap dengan keadaan tubuhnya yang satu selimut dengan pria asing yang sama-sama polos.

“Hei, seharusnya kau senang. aku adalah pria pertama yang membuatmu menjadi wanita tadi malam.”

“Aku tidak mengenalmu! Pergi! Kau sudah merendahkan harga diriku!” Geram Yuri, pria itu hanya tersenyum sinis.

“Kau tidak mengenalku? Baiklah namaku Yesung, aku ini pangeranmu.”

“Kau ini bicara apa? Pangeran? Jangan bicara yang tidak masuk akal! Sekarang pergilah”

“Kau menganggap omonganku tidak masuk akal?”

“Lihat ini!” Yesung menggertak Yuri, ia menarik tangan Yuri dan memperlihatkannya.

“Kau lihat! ada tanda berbentuk bintang di punggung tanganmu. Kau manusia pilihan. Kau akan menjadi istri dari seorang calon raja dan nantinya kau akan menjadi ratuku.” Yuri tetap pada posisinya, terduduk dengan selimut yang membalut tubuhnya dan tubuh pria itu yang sama-sama polos.

“Rupanya kekasihku ini masih bingung, aku ingin menjelaskan semuanya tapi aku harap kau tidak mengusirku lagi.” Yuri menundukan kepalanya. Ia seperti terjebak dalam pikiran yang tidak masuk akal. Sulit menerima keadaanya saat ini dengan akal sehat.

“Pakai dressmu dan mandilah, setelah selesai aku akan menjelaskannya dari awal.” Kembali mata biru itu membuat Yuri meredam emosinya yang meluap menjadi seorang yang penurut. Ia mengikuti perintah Yesung, mengambil dressnya, memakainya lalu berjalan ke kamar mandi.

Mata biru nan tajam milik Yesung ternyata mampu membuat Yuri tak berkutik. Yesung sendiri enggan menggunakan “alat” itu untuk menaklukan calon istrinya tapi, mau bagaimana lagi. Ini sudah waktunya, dirinya tak bisa menunggu lama.

Usianya yang akan menginjak 30 tahun mengharuskan menjemput paksa calon istrinya. Jika tidak kemungkinan buruk akan terjadi pada pria itu dan juga kerajaannya.

Yesung sudah memakai jubahnya, ia melangkahkan kakinya menuju ruang tengah di apartemen milik Yuri dan duduk di sebuah sofa empuk. Wanita itu rupanya tinggal sendiri, jelas saja.

Kedua orang tua Yuri sudah tiada sejak wanita itu lulus perguruan tinggi. Sebuah kecelakaan membuat Yuri menjadi yatim piatu dalam sekejap. Saat ini Yuri bekerja memimpin perusahaan tekstil yang dulu menjadi milik ayahnya.

“Aku sudah selesai, sekarang cepat katakan!” Sinis Yuri. Kekuatan mata biru itu sudah padam.

Tentu karena Yesung hanya menghipnotisnya tidak sekuat tadi malam. Hipnotis mata biru milik Yesung bisa hilang ketika pagi di keesokan harinya. Jika Yesung hanya memberikan hipnotis “kadar rendah” maka dalam waktu 10 menit sudah hilang.

“Tenanglah, aku akan menjelaskannya secara baik-baik.” Suara pria dingin itu berubah menjadi lembut.

“Bagaimana aku bisa tenang? Kau meniduriku semalam! Kau datang tiba-tiba dan melakukan itu semua tanpa aku sadari!” Emosi Yuri memuncak diselingi isak tangisnya.

“Jangan gunakan mata birumu lagi! Dasar pengecut!” Bentak Yuri yang tersadar ketika ia menatap mata biru milik Yesung, yang sewaktu-waktu dapat menghipnotisnya.

“Kalau kau tidak mau tenang aku akan menggunakannya!” Yesung menghardik Yuri.

“Duduklah, aku akan menjelaskan semuanya!”

Yuri tak mau berdebat lagi, ia duduk di sebelah Yesung dengan jarak yang agak jauh. ‘Pria ini menakutkan.’ Batin Yuri.

“Aku tidak akan menakutimu kalau kau mau mendengarkanku.”

“Heran? Kenapa aku bisa tau isi pikiranmu?” Yuri terdiam.

 

“Cepat jelaskan! Siang ini aku harus bertemu dengan rekan bisnisku.”

“Begini, Kau ditakdirkan menjadi istriku dan aku akan membawamu ke kerajaanku. Aku harus menikah, usiaku hampir 30 tahun. Kalau aku tidak menikah akan ada sesuatu yang buruk menimpaku dan kerajaanku, karena posisiku sebagai calon raja.”

“Apa peduliku? Kenapa harus aku?” Yuri menyela dengan nada datar.

“Itu semua karena ayah dan ibumu.”

“Appa? Eomma?”

“Ayah dan ibumu dulu ingin sekali memiliki buah hati, keduanya adalah pebisnis sukses tapi merasa kurang lengkap karena belum memiliki keturunan setelah 5 tahun pernikahannya. Tapi perlu diingat! Kerajaan kami bukanlah kerajaan yang menganut pada kegelapan.”

“Kerajaan kami bernama Blue Paradise, kami membantu tugas para malaikat langit agar menjaga ketrentaman alam semesta ini. Ayah ibumu setiap hari berdoa pada Tuhan. Suatu hari pemimpin malaikat menugaskan kami agar kami membawa berita baik kepada orang tuamu. Kedua orang tuamu wajib dibantu karena mereka sangat baik kepada sesama.

Seharusnya kau itu adalah anggota di Blue Paradise yang nantinya akan menjadi ratu, tetapi karena kebaikan hati mereka lah, kami membuatmu bersemayam dalam janin ibumu dan menjadikanmu manusia biasa dengan syarat bahwa saat kau akan menjadi ratu di kerajaan kami setelah kau dewasa dan ayah ibumu menyanggupi hal itu. Karena takdirmu adalah menjadi istriku sekaligus ratu baru di kerajaan kami.” Yuri tertegun mendengar semuanya.

“Ba..bagaimana kau bisa tahu semuanya? Lalu mengapa kau berjubah hitam dan bertopeng?”

“Tentu saja leluhurku yang menceritakannya. Ini penyamaranku, karena kerajaan Dark Kingdom sedang mencariku, mereka mencegahku untuk menikahimu. Mereka ingin membunuhku agar kerajaan kami tidak memiliki generasi penerus.

 

 

Semalam aku menidurimu karena kalaupun aku belum sempat menikahimu setidaknya kau tetap menjadi ratuku dan melahirkan putra mahkota kita. Itu sudah peraturan kerajaan sekalipun aku sudah mati nantinya karena dibunuh oleh mereka sebelum aku menikahimu.”

“Melahirkan putra mahkota?! Cih bahkan untuk menikah denganmu saja aku tidak sudi! Kau itu orang asing. Aku tak mengenalmu!” Yuri beranjak dari duduknya dan berdiri menatap Yesung.

 

“Yuri percayalah! Omonganku bukan bualan. Aku harus menikah denganmu sebelum Dark Kingdom itu membunuhku dan menyerang kerajaan karena mereka tahu usiaku yang akan menginjak 30 tahun.” Yesung memelas pada Yuri, ia menggenggam tangan Yuri.

“Bukan urusanku! Aku tidak peduli! Lagipula apa kaitannya usiamu dengan penyerangan mereka?” Yuri menghentakan tangan Yesung dengan kasar.

“Kalau aku belum menikah dan punya putra mahkota, kekuatanku semakin berkurang dan kerajaan akan mudah diserang oleh mereka. Alam semesta akan mudah dikuasai kekuatan gelap mereka. Aku akan memiliki kekuatan baru kalau putra mahkota lahir. Karena setiap penerus kerajaan yang lahir akan membawa Pearl Light! Cahaya suci yang akan menguatkan kerajaan! Sedangkan batas terakhir putra mahkota menikah dan sebelum menjadi raja adalah 30 tahun.”

“Cukup!! Lupakan yang tadi malam dan pergilah!”

“Baik aku akan pergi tapi jangan kira aku akan menyerah begitu saja, aku akan membuatmu menjadi istriku. Tanpa kekuatan blue eyesku.

ZRREEPPP

Yesung menghilang dalam sekejap, tidak seperti semalam yang membuat Yuri terkejut dengan kedatangan pria itu lewat balkon kamarnya.

 –

=========

“Kenapa jalanmu seperti itu Yuri-yah? Kau sakit?”

“Tidak, aku baik-baik saja. Kaki terkilir.” Tentu saja Yuri berbohong, tidak mungkin ia menceritakan kejadian semalam pada sahabatnya itu.

“Ah begitu.” Lawan bicara Yuri sepertinya menaruh curiga terhadap sikap Yuri hari ini.

“Kenapa kau perhatian padaku Seohyun?”

“Apa aku salah memperhatikan sahabatku sendiri?”

“Wah, walaupun sudah menikah ternyata kau tak lupa ya dengan sahabatmu.” Baik Seohyun maupun Yuri keduanya terkekeh.

“Ah iya Seohyun, apa lagi jadwalku setelah ini?”

“Hmmm, sebentar.” Seohyun membuka buku agenda yang ada di meja kerjanya. Yuri tadi sengaja menghampiri meja Seohyun terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangannya.

“Setelah bertemu rekanmu siang ini, kau sepertinya perlu lembur untuk memeriksa laporan keuangan yang tadi diberikan Sica kepadaku. Tenang saja aku siap membantumu, aku kan sahabatmu sekaligus sekretarismu.” Ujar Seohyun dengan nada manja.

“Hei, aku tidak mau jadi sasaran amukan Kyuhyun oppa, kalau tahu istrinya yang sedang hamil 5 bulan ini ikut lembur bersamaku.”

“Yuri-yah, tenang saja. Kyuhyun oppa tidak akan tahu, lagipula dia baru pulang dari Beijing nanti malam.”

“Terserahmu saja, tapi ingat ya ini bukan permintaanku.”

“Ayolah Yuri-yah, aku tak suka melihatmu bekerja sendirian.”

“Baiklah, asal kau tak lupa makan dan minum vitaminmu. Ingat Seohyun ini anak pertama kalian.”

“Aigoo, ahjumma satu ini. Siap! Aku akan melaksanakan perintahmu.” Seohyun berdiri pelan dan melakukan gerakan hormat pada Yuri.

“Sudah duduk lagi, kasian bayimu. Hei baby, kalau sudah lahir jangan suka tiru sikap eommamu yang manja ini ya?” Kata Yuri sambil menatap perut Seohyun yang berbalut dress formal ibu hamil.

“Ne, Yuri ahjumma.” Suara Seohyun dibuat seperti anak kecil. Dering ponsel milik Seohyun menghentikan percakapan kedua wanita itu.

“Pasti Kyuhyun oppa kan? Ya sudah aku masuk dulu.” Seohyun mengangguk dengan senyuman terkembang, maklum suaminya sudah 2 hari berada di negeri tirai bambu itu.

=====

“Pangeran, apa kau sudah menemukan calon istrimu?” Tanya sang Raja yang tak lain ayah Yesung.

“Iya, ayahanda. Aku sudah menemukannya.” Yesung dan orang tuanya saat ini berada di ruang tengah istana.

“Kalau begitu kenapa tak langsung kau bawa kemari?” Kali ini sang Ratu ikut bertanya.

“Ibunda, dia masih terkejut dengan kehadiranku. Aku perlu memberinya waktu, tapi aku akan berusaha lebih keras untuk segera membawanya kesini.”

“Waktumu tidak lama nak, seminggu lagi.”

“Tenang saja Ayahanda, aku akan melindungi kerajaan ini.”

“Tapi nak, yang aku khawatirkan adalah nyawamu, biarlah kerajaan ini hancur tapi aku ingin kau selamat.”

“Ibunda tenang saja, aku akan berusaha agar diriku, kita semua dan kerajaan sama-sama selamat. Para malaikat langit akan membantu kita.” Yesung menggenggam tangan ibundanya dengan lembut.

“Kami percaya padamu nak, kalau kau merasa kesulitan mendekatinya. Katakanlah padaku, aku akan membantumu.”

“Terima kasih ayahanda, aku undur diri. Aku harus kembali ke bumi.”

=====

“Kau lagi! Masih punya keberanian kau datang ke sini?” sindir Yuri

“Yuri-yah, aku tak akan menggunakan blue eyes agar kau mau ikut denganku, ku mohon pergilah bersamaku ke istana.” Yesung menghampiri Yuri yang baru saja pulang dari kantornya.

“Pergilah! Jangan menggangguku hidupku!”

“Yuri-yah, ini semua demi kerajaanku. Aku tak mau mereka hancur.”

“Aku tidak peduli!”

“Yak! Lepaskan tanganku.”

“Dengarkan aku dulu.”

“Apalagi?” Yuri memandang jenuh makhluk asing yang ada di depannya ini. Masih berjubah hitam  seperti kemarin.

“Apa kau tidak ingin bertemu kedua orang tuamu?” Yuri terpaku.

“Orang tuaku sudah lama meninggal.” Yuri menunduk sedih.

“Aku bisa mempertemukanmu dengan mereka, kau mau?”

“Bisa aku percaya omonganmu?”

“Terserah kau, lihat ini.” Yesung menunjukan sebuah cermin kecil yang menjadi bandul kalungnya.

“Eommaa… Appaa…” Lirih Yuri ketika melihat kedaaan orang tuanya yang bahagia di cermin itu.

“Aku tahu keberadaan mereka, mereka ada di langit ke tujuh. Mau ikut denganku?”

“Aku takkan menculikmu, aku akan membawamu ke istana setelah kau menyetujuinya. Aku tak ingin memaksakan, karena aku mencintaimu.”

“Benarkah?”

“Bahkan sebelum kita bertemu, aku sudah mencintaimu, mencintai takdirku yang mengatakan bahwa kau adalah calon istriku.”

TRINGG

 

Pakaian kantor Yuri seketika menjadi sebuah dress putih, ia semakin cantik bagaikan bidadari. *liat cover*

“Kalau kau berpakaian seperti tadi, kau akan dianggap aneh oleh kerajaan langit.”

“Terserah! Aku ingin bertemu mereka.”

“Baiklah, pegang tanganku.” Yuri sedikit ragu menyerahkan telapak tangannya.

“Cepatlah!”  Bentak Yesung. Akhirnya Yuri menerima uluran tangan Yesung. Yesung berjalan menuju balkon kamar Yuri dan mengepakan sayap putihnya. Yuri yang terkejut dengan perubahan diri Yesung tanpa sengaja memeluk Yesung.

“Kenapa kita tidak menghilang? Kau tidak bilang kalau kita akan terbang!”

“Mana mungkin manusia biasa sepertimu bisa menghilang, jadi cara ini ku pakai.”

Semakin tinggi langit yang mereka kunjungi maka pelukan Yuri pada Yesung semakin erat.

“Tenang sayang, jangan takut sebentar lagi akan sampai.”lirih Yesung sambil melingkupi tubuh Yuri dengan jubah hitam besarnya.

=====

“Eomma…. Appa….” Yuri menghambur ke ke arah orang tuanya.

“Yuri-yaah..” Eomma pun menmbalas pelukan Yuri.

“Apa kau ke sini bersama pangeran itu?” Ayah Yuri membelai rambut putrinya.

“Ne Appa, aku pergi bersamanya.” Yuri melihat ke belakang ternyata Yesung masih setia dibelakangnya.

“Hmm, Yuri-yah aku hanya bisa memberi waktumu sesuai jam pasir ini. pergunakanlah dengan baik. Aku akan kembali ke sini saat jam pasir ini telah habis. Kau tidak bisa lama-lama di sini, malaikat langit hanya mengijinkan sebentar.” Yesung menaruh jam pasir itu di tangan Yuri.

“Ne..”

“Yesung.. emm..emm terima kasih.” Yuri berbisik ketika Yesung akan pergi. Tentu saja ini terdengar sampai ke telinganya. Yesung yang sudah memunggungi Yuri hanya bisa tersenyum.

‘Apapun kulakukan untukmu dan kerajaanku sekalipun aku harus mati.’ Batin Yesung.

“Eomma, kau cantik sekali memakai gaun putih ini.” Puji Yuri sang ibu hanya bisa tersenyum lembut. Yuri tidur di paha ibunya sedangkan sang ayah ada di samping wanita paruh baya itu. Mereka bertiga berada di taman yang sangat luas dan indah.

“Appa kau juga tampan memakai baju itu, semuanya serba putih.” Yuri mengembangkan senyumnya sekalipun ia tahu waktunya tidak akan lama.

“Yuri-yah apa kau memaksanya untuk bertemu dengan kami?” Yuri terheran dengan pertanyaan ayahnya.

“Tidak appa, dia yang mengajakku. Sudah dua hari ini dia mendatangiku agar aku mau dibawa ke istananya. Tapi aku tidak suka dengan pria seenaknya seperti dia.”

“Kau tahu sayang, ia benar-benar mencintaimu, ia rela mengantarkanmu sampai ke sini.”

“Tapi eomma appa, ini perjanjian kalian. Kenapa aku yang dilibatkan?”

“Yuri, rubahlah sikap keras kepalamu itu. Appa mohon. Kalau sampai terjadi perperangan antara Blue Paradise dan Dark Kingdom itu akan membayahakan keadaan langit.”

“Appa….”

“Yuri, percayalah. Kau akan bahagia bersamanya.” Yuri menangis dipelukan ibunya. Yuri terus dibujuk orang tuanya agar ia mau menikah dengan Yesung. Hingga sebuah suara menghentikan momen indah keluarga itu.

“Maaf Yuri waktumu sudah habis, kami akan mengantarkanmu pulang.” Ia melihat bidadari-bidadari cantik yang tersenyum lembut.

“Pulanglah nak.” Yuri mengangguk dan beranjak meninggalkan kedua orang tuanya, ia menaiki kereta kencana itu. Ia merasa heran mengapa bukan Yesung menjemputnya, tapi ia tidak peduli.

======

Sudah hampir seminggu Yuri tidak melihat Yesung. Ia sudah berada tempat tidurnya. Malam ini hatinya gusar, khawatir terhadap keadaan pria itu. Ia teringat percakapannya dengan orang tuanya waktu itu.

 

“Dia pasti sudah menceritakan tentang dirinya kan? Sebentar lagi usianya akan menginjak 30 tahun. Itu tandanya kekuatannya semakin berkurang apalagi ia mau mengantarkanmu sampai ke sini.”

“Yuri, ia sudah lemah sekarang dan ia memaksakan untuk mengantarmu sampai ke langit ini. Eomma dan appa sudah tahu semuanya termasuk kejadian saat Yesung pertama kali mengunjungimu. Bidadari-bidadari surga yang menceritakannya kepada kami.” Pipi Yuri bersemu merah dan ia tetap mendengarkan cerita orang tuanya.

“Untuk sampai ke langit ke tujuh dibutuhkan kekuatan yang besar. Makhluk di Blue Paradise tidak akan bisa sampai ke sini kalau tidak dibantu malaikat langit dan Yesung melakukan hal itu sendiri. Pasti kekuatannya terkuras habis.

Kalau kau tak mau menikah dengannya, maka ia akan berjuang menghadapi Dark Kingdom dengan keadaan lemah. Ia sudah menepati janjinya untuk tidak menikahimu sebelum kau dewasa. Bantulah ia Yuri.”

 

‘Apakah aku harus menikah dengannya? Lagi pula hubunganku denganya belum membuahkan hasil.’ Batin Yuri.

 

TUK..TUK..

 

Suara ketukan halus dari pintu kaca Yuri membuat Yuri tersadar dari lamunannya. Ia beranjak dan membuka pintu balkon kamarnya. Ia melihat dua orang pria tampan yang berpakaian jubah putih.

“Yuri, apakah kau bisa ikut kami?”

“Ada apa ini?”

“Yang Mulia pangeran membutuhkanmu.”

“Apa yang terjadi dengan Yesung.” Kedua pria tampang yang tak lain utusan istana itu terdiam.

“Lebih baik kau ikut kami. Kami mohon.” Salah satu dari mereka berkata dengan sopan kepada Yuri. Yuri hanya bisa menundukan wajahnya sambil meremas dress putihnya. Dress yang dipakaikan oleh Yesung saat ia akan bertemu orang tuanya. Entah kenapa ia begitu merindukan pria itu.

“Baiklah, tapi sebelumnya katakan kenapa aku harus ikut kalian?”

“Yang Mulia pangeran sedang sakit, ia sudah tak sadarkan diri dari beberapa hari yang lalu. Tabib bilang kalau kekuatannya sudah habis.” Yuri tercekat dengan penuturan pria itu. ‘Apakah ini saatnya?’ Yuri bergumam sendiri.

“Baiklah, aku ikut ke sana.” Perasaannya cemas, tidak pernah ia merasakan sesedih ini. Ia mengalami kesedihan ketika kedua orang tuanya tiada dan kali ini ia merasakan hal itu lagi.

====

“Yuri ini kamar Yesung, masuklah.” Kata sang ratu. Kedua pria yang menjemputnya tadi mengantarkan Yuri pada sang Ratu.

Pria yang berbaring dengan jubah putihnya terlihat sangat tampan namun sayang wajahnya pucat dan matanya terpejam erat.

yeye ss4

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Yuri pada Ratu yang ada di sampingnya.

“Kami juga tidak tahu. Tabib istana bingung mencari jalan keluarnya, para malaikat langit sedang siap-siap apabila terjadi penyerangan Dark Kingdom yang hanya tinggal menunggu waktu. Kekuatannya sudah habis. Kami harus siap hancur.” Lirih sang Ratu.

“Maaf Yuri, aku tinggalkan kau di sini, aku harus melihat keadaan diluar sana.”

“Ne Yang Mulia.” Yuri berjalan menuju ranjang Yesung dan duduk di kursi awan samping ranjang itu. Ia menggerakan tangannya untuk membelai kepala Yesung.

“Bangunlah, banyak yang menunggumu…. Apa yang harus aku lakukan?” Yuri berbisik pada Yesung yang terpejam.

“Yesung, dia bersikeras akan menemuimu ketika kau dewasa, padahal seharusnya ia sudah menikah dan memiliki putra mahkota. Ia hanya ingin menjagamu dari kejauhan. Ia tidak mau membawamu sebelum waktunya. Ia selalu mengawasimu dari langit ini, melindungimu ketika akan ada bahaya datang, ia pun merasa terpuruk saat melihatmu sedih karena kedua orang tuamu meninggal.”

“Ia rela bersusah payah meminta izin para malaikat langit ke tujuh agar kau dapat bertemu orang tuamu karena butuh kekuatan besar untuk sampai ke sana apalagi ia membawa seorang manusia. Tentu saja ia harus terbang sedangkan kekuatannya semakin menipis. Itulah yang membuatnya terbaring lemah seperti ini.

Blue eyes yang ia miliki pun sudah redup. Kekuatan Blue eyes sebenarnya dapat melumpuhkan Dark Kingdom, tapi sayang kekuatannya sudah tidak ada. Kami semua di sini akan berusaha menjaga kerajaan ini.” Suara lirih Ayah Yesung menceritakan semuanya saat melihat Yuri terisak di dekat ranjang awan putih milik Yesung. Yuri sudah mengetahui Pria paruh baya itu, ia sudah mengira bahwa itu adalah ayah Yesung karena pakaiannya sama dengan ratu tadi.

“Maaf, aku tidak tahu kalau jadinya akan seperti ini. Aku menyesal.”

“Sudahlah Yuri semuanya sudah terjadi, lebih baik kau pulang ke bumi. Akan ada penyerangan sewaktu-waktu.”

“Tapi..aku ingin di sini. Aku ingin menemaninya sampai sadar.”

“Yuri, pulanglah. Percuma beberapa saat lagi usianya akan menjadi 30 tahun dan artinya Dark Kingdom akan menyerang.” Ujar sang Ratu yang baru saja memasuki ruangan Yesung.

“Tidak Yang Mulia, biarkan aku tetap di sini menjaganya.” Yuri mulai terisak.

 

BLAMMMM

 

“Apa itu?” Teriak Ratu.

“Yang Mulia.. Yang Mulia.. pasukan Dark Kingdom melempar batu api ke kerajaan kita.” Seorang pengawal masuk tergesa-gesa.

“Yuri, cepat kau bersembunyi, ikuti perintah Ratu. Aku akan melawan mereka. Pengawal cepat kau datangi kediaman pemimpin malaikat.”

“Yuri, ayo kau harus ikut denganku..” kata Ratu. Yuri berkali-kali melihat ke arah Yesung.

“Tapi…”

“Yesung akan ada yang menjaganya.” Tanpa berpikir panjang Yuri mengikuti perintah Ratu sedangkan Raja bersama pasukannya menghadang pasukan Dark Kingdom.

====

Istana Blue Paradise terus menerus digempur secara sepihak oleh pasukan Dark Kingdom. Para malaikat langit pun kewalahan dengan serangan yang bertubi-tubi itu.

Hingga sang raja Dark Kingdom berhasil memasuki ruang tengah Istana.

“Jungsoo keluar kau! Aku tahu kau bersembunyi!” Teriak raja Dark Kingdom

“Aku di sini Heechul, tak perlu berteriak!”

“Hah.. Mana putramu? Sudah saatnya ia kerajaan kalian akan hancur!”

“Aku takkan membiarkan kau membunuh anakku dan menghancurkan kerajaan ini!”

“Bisa apa kau? Kekuatan kalian sudah habis. Bahkan wanita itu tidak mau menjadi istrinya!”

 

ZCRRAASSHHH

 

Heechul raja Dark Kingdom itu menembakan panah apinya ke Jungsoo tapi Jungsoo terus melawan dengan kekuatan yang ia miliki. Jungsoo sudah tak berdaya.

“Aku tidak mau membunuhmu, aku hanya ingin membunuh anakmu. Mana dia?”

“Ja..ja.jangan..” Jungsoo sudah terlampau lemah untuk mencegah Heechul yang akan memasuki kamar Yesung.

Ketika ia sampai pada pintu kamar Yesung, sesosok manusia menghalangi jalannya.

“Jangan kau bunuh dia, ku mohon!”

“Siapa kau? Ah aku baru ingat kau adalah calon istrinya. Minggir!!” Yuri terus menahan tubuh Heechul. Pria itu dengan tenaga besar itu membuat Yuri jatuh. Ia kemudian mendobrak pintunya. Yuri berhasil kabur dari kereta kencana yang akan membawanya ke bumi. Ratu yang meminta pengawal untuk membawa Yuri ke bumi. Tapi Yuri bersikeras untuk tetap berada di istana itu.

 

“Ku mohon jangan…” Yuri tertatih mengejar Heechul yang akan menghampiri Yesung.

“Bersiaplah kehancuran kerajaan ini!” Heechul menghunuskan pedangnya tepat di atas perut Yesung dan mengambil ancang-ancang akan menikamnya.

“Jangaaaaan!!!” Yuri berlari sekuat tenaga. Tapi sebelum Yuri sampai pada tubuh Yesung. Pedang itu sudah menancap dalam perut pria yang sudah membuatnya jatuh cinta. Tubuh Yesung berubah menjadi debu yang bercahaya.

“Hahahahaha.. sekarang kerajaan ini sudah hancur.” Seketika suasana berubah menjadi gelap dan Yuri tak sadarkan diri.

 –

======

 

1 tahun kemudian.

 

“Yuri-yah, kau mau mengambil cuti?” Tanya Seohyun setelah ia membaca surat cuti dari Yuri karena surat ini akan menjadi pengumuman untuk para pegawainya.

“Ne, Seohyun-ah. Aku ingin meliburkan diri beberapa hari ini. Aku ingin pergi jalan-jalan.”

“Pergilah, kau itu menjadi gila kerja sejak kejadian itu.” Seohyun mengatakan itu karena ia sudah mendengar cerita Yuri. Berhari-hari Yuri tak masuk kerja membuat  Seohyun mengunjungi apartemen sahabatnya.

Betapa terkejutnya ketika ia melihat Yuri terpuruk seperti saat Yuri kehilangan kedua orang tuanya dan setelah dibujuk Seohyun akhirnya Yuri menceritakan semuanya. Awalnya Seohyun bingung dengan cerita Yuri tetapi melihat keadaan sahabatnya itu ditambah beberapa luka ditubuh Yuri membuat Seohyun percaya. Tentu saja hal ini hanya rahasia untuk Yuri dan Seohyun.

“Aku titip pekerjaanku ne? Aku tahu kau pasti bisa Seohyun.”

“Tenang saja, di sini masih banyak karyawan yang lain. Pergilah kalau perlu kau cari pria yang membuatmu nyaman.” Canda Seohyun dan Yuri hanya tersenyum.

“Aku pergi dulu, kau belum pulang?”

“Kyuhyun oppa akan menjemputku sebentar lagi. Hati-hati Yuri-yah. Selamat berlibur. Hwaiting!” Senyuman menghiasi wajah cantik seorang Kwon Yuri ketika sahabat sekaligus sekretarisnya memberi semangat.

“Gomawo Seohyun-ah, salam untuk Kyuhyun oppa dan si kecil Jinri ya.” Seohyun mengangguk.

=====

Sore beranjak malam, Yuri memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Namsan Tower. Saat akan menduduki sebuah bangku tiba-tiba ia melihat seorang bocah laki-laki sedang kebingungan. Yuri menghampirinya.

“Kau kenapa?”

“Ah ahjumma, aku mencari ayahku. Aku tadi meninggalkannya ketika aku membeli permen ini.” Bocah itu memberikan tatapan sendunya kepada Yuri.

“Mungkin ia juga mencarimu, ayo kita cari bersama-sama.”

“Terima kasih Ahjumma.” Yuri dan bocah itu berjalan bergandengan menyusuri taman di sekitar Namsan Tower. Bocah itu terus memanggil ayahnya. Setelah hampir sejam mencari ia belumbertemu dengan ayahnya.

“Appa..appa…”

“Hei, kau ini laki-laki. Jangan cengeng sayang.” Yuri mensejajarkan dirinya dengan tinggi bocah itu.

“Ayo, kita makan dulu. Setelah itu kita mencari ayahmu lagi.” Wanita anggun yang berbalut pakaian formal khas wanita perkantoran itu kembali menggandeng tangan bocah itu dan berjalan menuju sebuah kedai. Bocah yang diperkirakan berusia 6 tahun itu mengangguk dan mengikuti arah Yuri.

“Apppaaa……” Yuri terkejut ketika bocah itu melepas genggamannya dan berlari ke depan menuju seorang pria bertopi yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Kau ke mana saja hemm? Appa mencarimu. Lain kali jangan pergi tanpa seijin appa, mengerti?” bocah itu yang sudah dalam gendongan appanya hanya bisa memeluk pria itu tanpa menjawab, bibirnya sudah sibuk dengan isakan-isakan.

“Tuan, maaf aku harus pamit dulu, aku bersyukur kalian sudah bertemu.” Yuri mendekat ke arah ayah dan anak itu.

“Ah terima kasih agassi. Tanpa Anda aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan anakku.” Pria agak membungkuk sebagai tanda penghormatan dan Yuri pun membalasnya. Yuri tak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas karena keterbatasan cahaya dan pria itu menggunakan topi hitam.

“Sama-sama Tuan.”Yuri meninggalkan tempat itu. Perutnya  tak terasa lapar lagi. Ia kembali ke mobilnya dan pulang ke apartemennya. Setelah ia membersihkan dirinya dan berganti pakaian tidur. Ia duduk di depan jendela besar itu tanpa berniat membukanya.

‘Entah kenapa aku jadi ingin memiliki anak, apakah benar-benar tidak membuahkan hasil? Aku merindukanmu Yesung.’ Batin Yuri. Ia masih teringat jelas saat Yesung dibunuh oleh Dark Kingdom tetapi setelahnya ia tak sadar dan sudah berada di kamar apartemennya. Ia hanya bisa melihat beberapa luka goresan di tangan dan kakinya. Selebihnya ia tak bisa mengenang apapun.

 

TING TONG

 

“Siapa yang bertamu?” Yuri bergumam sendiri ia melangkahkan kakinya menuju pintu masuk.

“Nuguseyo?”

“Eomma….” Yuri terkejut. Seorang bocah memeluk kakinya terlebih bocah itu memanggilnya eomma.

“Kau..kau siapa? Ah bukannya kau tadi bocah yang di taman?” Yuri masih tergagap. Hidupnya memang penuh kejutan.

“Eomma aku kangen eomma.”

“Aku? Eomma?” Yuri terlihat linglung.

“Apa kabar Yuri?” Suara bass nan lembut menyapa telinganya.

“Yesung? Kau.. bagaimana bisa? Anak ini?”

“Eomma, aku masuk ya?”  Belum dijawab oleh Yuri bocah itu sudah berlari memasuki apartemennya menyisakan dirinya dan Yesung yang masih berdiri di pintu. Yesung tahu wanitanya sedang terkejut, ia melangkah masuk dan menutup pintu itu.

 

CUP

 

Yesung melumat sedikit bibir Yuri.

“Aku merindukanmu.”

“Kau….” Pelupuk mata Yuri sudah dipenuhi oleh air mata. Ia bingung dengan keadaan ini bahkan ia tak sadar jika Yesung sudah mendekapnya. Ia merasa ada yang berbeda saat dipeluk Yesung. Dulu pelukan Yesung terasa dingin tapi sekarang hangat.

“Duduklah aku akan menjelaskan semuanya. Shiyoon kemari lah. Appa harus menjelaskan semuanya pada eommamu.” Yesung membawa Shiyoon dan Yuri ke sofa, mereka duduk bertiga berdampingan, Shiyoon berada di antara mereka.

“Yuri-yah, dia adalah putra kita. Namanya Shiyoon usianya 6 tahun.”

“Tapi aku tidak merasakan hamil dan melahirkan bahkan ia sudah besar.” Akhirnya Yuri kembali sadar ketika rasa syoknya perlahan menghilang.

“Tenanglah aku jelaskan satu persatu.” Yuri mendengarkan semuanya hingga tiba-tiba pangkuannya terasa berat ternyata bocah itu tertidur dan kepalanya ditaruh menimpa paha Yuri. Yuri tersenyum ia menyamankan posisi kepala bocah itu di pahanya lalu membelai lembut rambut putranya.

“Jadi, kau bisa selamat hanya karena kelahiran Shiyoon?”

“Ne, aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku merasa sudah melebur jadi debu tetapi tiba-tiba tubuhku kembali utuh saat sebuah cahaya terang bersinar yang ternyata itu adalah Pearl Light. Aku melihatmu tak sadarkan diri. Aku meminta para pengawal membawamu ke bumi setelah itu aku melawan raja Dark Kingdom tapi sayang dia terlalu pengecut dan ia pun kembali ke alamnya.”

“Lalu Shiyoon? Istana?”

“Bukankah sudah kubilang tadi? Shiyoon lahir bukan seperti bayi bumi. Ia menjadi cahaya saat lahir, ia keluar sendirinya saat perasaanmu mencintaiku makanya kau tak merasakannya.

Dark Kingdom memang tidak berhasil meruntuhkan kerajaan Blue Paradise tapi ia membuat kekacauan dengan cara mengubah waktu antara bumi dan langit menjadi berbeda jauh. Kau lihat Shiyoon sudah besar kan?”

“Bukankah kejadian itu setahun yang lalu? Jadi ini akibat ulah Dark Kingdom?”

“Iya, tetapi berkat adikku ia berhasil membunuh pimpinan pengatur waktu Dark Kingdom sehingga keadaan seperti semula. Sebagai bentuk penghormatan, Adikku yang menjadi raja dan putranya menjadi pangeran.”

“Lalu kau?”

“Aku dan Shiyoon lebih memilih menjadi manusia biasa. Keinginanku direstui oleh ayah dan ibu serta seluruh penghuni Blue Paradise karena kau adalah manusia. Mereka ingin kita bisa bersama. Tenang saja semua kekuatanku sudah lenyap ketika aku menjadi manusia.” Yesung menutup ceritanya dengan senyuman.

“Sejak kapan kau di bumi?”

“Sejak semua keadaan di langit seperti semula, kalau menurut perhitungan bumi. Mungkin sudah 5 bulan yang lalu dan aku harus menyesuaikan diri dengan keadaan bumi. Untung saja ada pengawal istana yang mengajariku semuanya kebetulan ia dulu pernah menjadi penduduk bumi.”

“Kenapa kau baru menemuiku sekarang?”

“Aku merasa kau masih menolakku. Tadinya aku akan menemuimu setelah kurasa cukup sampai….”

“Sampai kapan? Sampai Shiyoon dewasa? Lalu aku menjadi ibu yang tak berharga karena tidak merawatnya? Kau tahu? Aku selalu merindukanmu yang sudah ku anggap tiada. Saat itu aku..hiks..aku sudah mulai mencintaimu. Bahkan aku tidak bisa melupakanmu..” Yuri menangis sambil merubah posisi bocah itu, ia memeluk buah hatinya erat.

“Aku juga mencintaimu. Maaf aku terlalu khawatir kalau kau tidak mau menerimaku dan Shiyoon. Akhirnya aku menyadari saat di taman tadi, ternyata takdir mempertemukan kita dengan jalan seperti ini. Maka aku putuskan untuk  memberi tahu Shiyoon tentang ibu kandungnya lalu menemuimu.”

“Maaf aku memberikan sikap yang buruk diawal pertemuan kita.” Yuri menggeleng dan Yesung menghapus air mata Yuri dengan kedua ibu jarinya.

“Yesung, jangan tinggalkan aku lagi. Aku benar-benar mencintai kalian. Kita mulai semuanya dari awal untuk membina keluarga kecil kita” Yesung tersenyum, ia memberikan kecupan hangat di kening Yuri lalu memeluk Shiyoon dan Yuri.

 END

yeyul selca

hayooo jangan lupa komennya ya :)) alur kecepetan, typo bertebaran sudah menjadi kebiasaanku..hehe.. terima kasih^^

8 thoughts on “Blue Eyes

  1. huaaaaaaa
    sumpahhhhhhhhhh demi apapaun sukaaaaaaaa bngitsssssssssssss sama niech fff i like it huaaaa makin cinta ma yesyul ^^

We wait for your comment^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s